
Gaza : Pusat Advokosi Tahanan Palestina menegaskan bahwa pemerintah penjajah Israel masih menahan di penjara sebanyak 423 bocah di bawah usia 18 tahun dengan kondisi yang sangat sulit. Dinas tahanan Israel melakukan berbagai tekanan dan tindakan represif kepada mereka secara psikologi bahkan pada tingkat pelecehan seksual antar mereka.
Seperti yang diterima oleh Infopalestina laporan menegaskan kemarin Ahad (5/4) bahwa dari jumlah itu 231 bocah yang ditahan sudah divonis oleh Israel, 182 anak belum divonis, 10 bocah masih dalam status tahanan administrative.
Laporan juga menegaskan bahwa dinas penjara Israel mengalami sakit dan membutuhkan perawatan medis yang dibiarkan oleh Israel. Negara zionis juga masih menahan tahanan terkecil di dunia yakni Yusuf Ziq anak dari tahanan wanita Palestina Fatimah Ziq yang dilahirkannya di RS Maer di Kafr Saba pada 17 Januari 2008 dan masih mendekam di tahanan hingga kini.
Lebih dari itu, Israel tidak memberikan perlengkapan dan kebutuhan bocah tahanan tersebut seperti pakaian dan lainnya. Mereka juga tidak mendapatkan hak-hak pokok yang dijamin oleh hokum dan undang-undang internasional. Ini mengakibatkan mereka mengalami berbagai penyakit aneh dan menular.
Terutama di penjara Auvar dan pusat investigasi Hawarah, Israel melakukan tindakan sewenang-wenang. Bocah-bocah itu dipaksa Israel melakukan kerja keras, menggeledah mendadak ke ruang tahanan, dipukuli dan lain-lain.
80 bocah tahanan sakit
Pusat Advokasi Palestina menegaskan bahwa politik pembiaran kondisi kesehatan Israel juga diterapkan kepada bocah-bocah itu sehingga mereka menderita sakit mencapai 80 anak. Israel sendiri tidak memberikan pengobatan yang cukup kepada mereka. Beberapa saat lalu ada 10 bocah mengalami keracunan di unit 14 di penjara Talmud akibat mereka menyantap makanan kaleng yang sudah rusak yang diberikan oleh dinas tahanan Israel.
Selain itu, anak-anak Palestina itu sebagian juga disekap Israel dalam sel dan ruang yang tidak layak meski bagi seekor binatang sekalipun. Israel mengurung 8 – 10 bocah dalam 2X1 meter.
Pembiaran yang jelas-jelas
Pusat Advokasi mengisyaratkan bahwa kondisi itu mengharusnya lembaga dan badan HAM resmi atau tidak resmi, di dunia Arab atau internasional agar turun tangan mengatasi masalah ini dan membebaskan mereka. Masalah mereka harus diangkap sebagai isu utama dalam setiap pertemuan dan konferensi. Sayangnya, Negara-negara Arab tidak peduli dengan kondisi mereka dan tidak melakukan tekanan apapun kepada Israel agar menghentikan tindakan jahatnya. (bn-bsyr, infopalestina.com)







0 komentar:
Poskan Komentar