Software Quran terlengkap
Latest News
Jumat, 14 Agustus 2009

Ceramah Ramadhan 1: Perintah Puasa


Alhamdulillah niat untuk memposting kultum/ceramah Ramadhan bisa terwujud, biidznillah. Postingan ini didedikasikan buat pembaca yang ingin mengetahui lebih jauh tentang puasa dan hal-hal lain terkait Ramadhan. Insya Allah ada 30 posting yang akan ditampilkan. Postingan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan kultum/ceramah Ramadhan yang biasanya diadakan saat Shalat Tarawih. Selamat Membaca.
***

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah…
Saat kita menunggu tamu istimewa datang, ada perasaan berharap untuk segera mendapatkan kepastian kedatangannya. Anggaplah ia pejabat, sahabat dekat yang lama tidak berjumpa, atau calon besan kita. Kita tentu menunggunya dan menyiapkan penyambutan yang istimewa pula. Demikian juga, ketika Ramadhan sudah menjadi tamu istimewa kita. Kita berharap segera menemuinya. Dan, alhamdulillah, mulai malam ini adalah hari-hari yang kita tunggu bersama.

Puasa Umat Terdahulu
Satu amalan khusus pada Ramadhan yang tidak dijumpai pada bulan-bulan lainnya adalah puasa Ramadhan. Karenanya Ramadhan juga disebut sebagai Syahrush Shiyam.

Kaum muslimin rahimakumullah…
Ternyata perintah puasa tidak hanya ada untuk umat Islam. Jauh sebelum Rasulullah menerima wahyu, umat-umat terdahulu juga mendapatkan perintah yang sama. Inilah yang kita dapati dalam Al-Qur'an :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)

Nabi Adam as. setelah diturunkan dari surga bertaubat kepada Allah swt dan berpuasa selama tiga hari setiap bulan. Itulah yang kemudian dikenal dengan puasa ayyamul bidh yang sunah untuk dikerjakan pada setiap tanggal 13, 14 dan 15 hijriyah setiap bulan. Nabi Daud as juga melaksanakan puasa. Puasanya bahkan lebih berat lagi; yakni satu hari puasa dan satu hari berbuka. Inilah yang kemudian kita kenal dengan puasa Daud, sunnah hukumnya bagi umat Muhammad. Dalam kitab al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Imam Al-Qurthubi menyebutkan bahwa Allah telah mewajibkan puasa kepada Yahudi selama 40 hari, sedangkan kepada umat nabi Isa selama 50 hari.

Hukum Puasa Ramadhan
Ikhwani wa akhwati fillah…
Saat mengetengahkan pembahasan tentang puasa dalam Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq membukanya dengan menerangkan definisi puasa. Yang secara umum berarti menahan. "Sedangkan maksud menurut istilah" kata beliau "Puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat".

Puasa Ramadhan hukumnya wajib berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah, dan Ijma'. Ia mulai diwajibkan pada hari Senin tanggal 1 Sya'ban tahun kedua hijriah.

Dalil Al-Qur'an mengenai wajibnya puasa Ramadhan adalah firman Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Krena itu, barang siapa diantara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah…" (QS. Al-Baqarah : 185)

Adapun dalil dari Sunnah adalah sabda Rasulullah SAW :

بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان

Islam dibangun di atas lima perkara : bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan (HR. Bukhari Muslim)

Respon Mukmin terhadap Perintah Allah
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah…
Setelah mengetahui suatu perintah dari Allah SWT, khususnya kewajiban puasa Ramadhan, bagaimanakan respon kita sebagai orang mukmin?

Jika orang Yahudi dan Nasrani telah mengubah waktu puasa sesuai keinginan mereka, sehingga saat puasa bertepatan dengan musim panas mereka menundanya hingga datang musim bunga. Dan Allah kemudian mengabadikan sindiran atas mereka dalam firman-Nya

إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ

Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah… (QS. At-Taubah : 37)

Jika Yahudi dan Nasrani merespon perintah Allah dengan pengkhianatan dan pendurhakaan, maka respon kaum mukminin berbeda secara diametral dengan mereka. Gambaran kaum mukminin adalah seperti firman Allah SWT :

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. (QS. Al-Ahzab : 36)

Maka, marilah kita bersama menunaikan ibadah puasa Ramadhan yang jatuh mulai besok pagi sebagai respon kita terhadap perintah Allah SWT.

Keutamaan Ramadhan
Kaum muslimin yang berbahagia,
Ramadhan yang hadir sejak malam ini sampai satu bulan penuh merupakan bulan istimewa yang memiliki berbagai keutamaan.

Pertama, pada bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Rasulullah SAW bersabda :

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ

Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakam pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka (HR. Ahmad)

Kedua, terdapat lailatul qadar di dalamnya. Kelanjutan hadits di atas berbunyi :

وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang/terjauhkan (dari kebaikan) (HR. Ahmad)

Ketiga, penghapus dosa dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya

الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان مكفرات ما بينهن إذا اجتنب الكبائر

Shalat lima waktu, antara shalat Jum'at ke Shalat Jum'at dan Ramadhan ke Ramadhan penghapus dosa diantara kesuanya, jika dijauhi dosa-dosa besar. (HR. Muslim)

Keempat, puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala penghapus dosa yang telah lalu.

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq 'Alaih)

Mari Ikhlaskan Niat
Karenanya, wahai saudaraku kaum muslimin…
Mari kita ikhlaskan niat kita sejak malam ini. Kita bulatkan tekad kita untuk berpuasa pada esok hari semata-mata karena Allah SWT. Kita azzamkan diri kita untuk mengoptimalkan Ramadhan ini sebaik-baiknya. Kita perlu untuk senantiasa memeriksa hati kita, sehingga niat kita betul-betul karena Allah, bukan karena yang lainnya.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus... (QS. Al-Bayyinah : 5)

Rasulullah juga mewanti-wanti umatnya agar tetap berada dalam keikhlasan, karena tanpa keikhlasan, ibadah apapun yang dilakukan seseorang tidak akan diterima Allah SWT.

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu untuk Allah dan Rasul-Nya, barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya menuju apa yang ia niatkan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallaahu a'lam bish shawab. [Muchlisin]


E-BOOK CERAMAH RAMADHAN INI BISA DIDOWNLOAD DI SINI

Iklan Anda
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

27 komentar:

  1. salam sobat
    info menarik ,,,
    hebat 30 posting kultum akan ada di sini,,,trims sobat,,saya bisa simak kultumnya , di hari ramadhan nanti.

    BalasHapus
  2. baru mampir neh.. menjelang ramadhan yg penuh nikmat dan syukur akhirnya ramadhan datang lagi.

    BalasHapus
  3. bangun tidur online sebelum tdr online..... apa2 online terus ;)

    BalasHapus
  4. salam sobat..tentunya ,,kultum yang berhubungan dengan puasa ya,,,

    BalasHapus
  5. ceramahnya bagus Mas, lebih membuat puasa kita tambah khusuk...thanks for sharing..

    BalasHapus
  6. Duh, 30 postingan? hmmm padahal, ana mau cuti selama rmadhan dari dunia maya. Jadi menimbang2 nih...

    Akan di pertimbangkan dulu untuk rehat dari dunia maya selama Ramadhan, khususnya blog. Semoga saya bisa senantiasa mampir ke sini

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah, semoga Allah memberikan segala kemudahan, sehingga postingan ustadz bisa ditampilkan semua, dan insya Allah ini bermanfaat sekali.

    BalasHapus
  8. alhamdulillah, dengan adanya postingan ustadz saya dari kota pala fakfak papua barat bisa menmbah referensi untuk kultum di bulam ramadhan ini, semoga Allah membalas amal dan ilmunya.

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah ada karya saudara kita yg membawa warna dan bernilai ibadah......amin

    BalasHapus
  10. Dapat kultum online neeh... seep...

    BalasHapus
  11. dapet ilmu tambahan nih.....

    BalasHapus
  12. Marhaban ya Ramadhan...
    kang...dukung saya donk di Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

    sampeyan bisa pasang link ini gk:
    http://www.ardi33.web.id/2009/08/kenali-dan-kunjungi-obyek-wisata-di.html di bagian link ato footer kang...
    bisa nggak???kalau bisa pakai anchor text Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang yaaa....pliss ya kaaang...

    BalasHapus
  13. siang2 baca kultum, dari pada liat yang bikin batal

    BalasHapus
  14. Boleh tanya, kalo Puasa sudah diwajibkan kepada orang2 terdahulu sebelum kaum Nabi Muhammad, sementara puasa ramadhan baru diwajibkan ditahun ke-2 hijriyah, apakah umat2 sebelum nabi juga pernah mendapatkan lailatul qadr, sementara Lailatul Qadr itu adalah bertepatan dengan turunnya alqur'an yg baru diturunkan sejak nabi muhammad SAW? mohon penjelasannya..

    BalasHapus
  15. Komen di sini juga, mendukung Ramadhan dan dakwah

    BalasHapus
  16. Syukran ya ceramah puasa nya. mantabb

    BalasHapus
  17. Cara Posting pake bahasa arab gimana caranya Ustadz

    BalasHapus
  18. @afra: Bagi yang mau share Bahasa Arab, silahkan kunjungi blog ana. Syukron

    BalasHapus
  19. belajar dari kesalahan untuk menjadikan sebuah kesalahan itu tuntunan menuju kebenaran

    BalasHapus
  20. Belajar dari kesalahan agar menjadi sesuatu yang lebih baikk dan jadikan pengalamanmu guru buat mu jangan jadikan pengalama mu......jadi kikirmu

    BalasHapus
  21. umi ratunarsis30 Juli 2012 09.44

    teman teman semua,ayock kita tobat....

    BalasHapus
  22. nice blog....
    semoga tetap berdakwah sampai hari akhir nanti..
    amiin

    BalasHapus
  23. Alhamdulilah, ana menemukan blog dengan konten yang bermanfaat. Insya Alloh selain mendapat tarbiyah di sekolah (sebagai Guru) kini sewaktu Online ana bisa belajar dari blog anda ini. Jazakalloh...

    Lebaran, silahkan berkunjung ke kota ana, Wonogiri, ada Pantai Nampu, dan Obyek Wisata lainnya.

    BalasHapus
  24. di keutamaan ramadhan yang kedua, ada kalimat wa tughollu fiihi syayathiinu,tapi diartinya tidak ada terjemahannya "syayathiinu", mohon penjelasannya!

    BalasHapus
  25. Assalammu alaikum ikhwan fillah ana mau tnya tentang yang lain boleh kan ,afwan ,apakah ada yang bisa membuatkan web atau blog ana agar menjadi di halaman peetama di google? kalau ada tolong info ke ana ya.....syukran

    BalasHapus

Item Reviewed: Ceramah Ramadhan 1: Perintah Puasa Rating: 5 Reviewed By: Bersama Dakwah