Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Write for Us  |  Kontributor  |  Pasang Iklan

Ceramah Ramadhan 3 : Sunnah-sunnah Ramadhan

Written By Admin BeDa on Selasa, 18 Agustus 2009 | 16:55



Postingan kali ini disediakan untuk Ceramah Ramadhan hari ke-3. Setelah sebelumnya ditampilkan Perintah Puasa dan Keutamaan-keutamaan Puasa, kali ini mengangkat tema Sunnah-Sunnah Ramadhan. Selamat membaca, semoga bermanfaat.
***

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah…
Ramadhan yang kita berada di dalamnya ini merupakan satu bulan yang sangat istimewa. Karenanya banyak ulama' berharap bahwa setiap bulan adalah Ramadhan. Meskipun keinginan ini tidak pernah terwujud, mereka senantiasa berusaha me-ramadhan-kan seluruh bulan. Mereka juga berdoa selama enam bulan pasca Ramadhan agar ibadahnya sepanjang Ramadhan diterima. Lalu enam bulan kemudian mereka berdoa agar bisa bertemu dengan Ramadhan yang akan datang.

Lalu saat Ramadhan tiba seperti saat ini, mereka betul-betul memanfaatkan Ramadhan secara optimal. Jika para pengusaha cerdas memanfaatkan setiap peluang dengan efektif sehingga memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya dalam bisnis mereka, para salafus shalih bahkan jauh lebih serius dari apa yang mereka lakukan. Sebab mereka sadar bahwa tidak ada jaminan bahwa pada Ramadhan yang akan datang mereka masih ada di dunia ini dan memiliki kesempatan beribadah seperti ini.

Maka, diantara hal yang perlu dilakukan adalah mengikuti sunnah-sunnah Ramadhan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut :

1. Sahur dan mengakhirkannya

Diantara sunnah Ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah makan sahur. Dalam salah satu hadits beliau bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

Makan sahurlah engkau karena makan sahur itu berkah (HR. Bukhari Muslim)

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan hal yang menyebabkan berkahnya sahur adalah karena ia menguatkan orang yang berpuasa, menggiatkan, dan memudahkannya.

Para Shahabat yang merupakan generasi pecinta sunnah merupakan para pioner dalam mengamalkan sunnah ini. Amar bin Maimun berkata:

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- أَعْجَلَ النَّاسِ إِفْطَارًا وَأَبْطَأَهُمْ سُحُورًا

Para shahabat Nabi Muhammad SAW adalah orang-orang yang paling segera berbukanya dan paling terlambat bersahurnya (HR. Baihaqi dengan sanad yang shahih)

Kapankah waktu yang disebut mengakhirkan sahur yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para shahabatnya? Zaid bin Tsabit menjawab itu saat ditanya oleh Anas bin Malik.

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ – رضى الله عنه – قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ . قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

Dari Zaid bin Tsabit berkata: "Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian melaksanakan shalat (Shubuh)", maka saya (Anas) bertanya: "Berapa kira-kira jarak keduanya?" Zaid menjawab "Lima puluh ayat" (HR. Bukhari)

2. Menyegerakan berbuka puasa
Sunnah Ramadhan yang kedua adalah menyegerakan berbuka. Rasulullah SAW bersabda:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Manusia tetap dalam kebaikan selagi menyegerakan berbuka (Muttafaq 'alaih)

Ketika matahari telah terbenam dengan jelas, maka disunnahkan untuk segera berbuka. Sebaiknya berbuka adalah dengan buah kurma dan jika tidak ada, maka berbuka dengan minum air.

3. Memperbanyak doa di tengah puasa dan ketika berbuka

Mengapa? Karena doa orang yang berpuasa tidak ditolak oleh Allah SWT, baik saat tengah berpuasa maupun saat berbuka. Rasulullah SAW bersabda :

إن للصائم عند فطره دعوة ما ترد

Sesungguhnya doa orang yang puasa pada saat berbuka tidak tertolak (HR. Hakim, Thabrani, Baihaqi)

ثلاثة لاترد دعوتهم الامام العادل والصائم حتى يفطر ودعوة المظلوم

Tiga orang yang tidak tertolak doanya: Imam yang adil, orang yang puasa sampai berbuka, dan orang yang dianiaya (HR. Baihaqi)

Setiap kita pasti memiliki hajat kepada Allah SWT. Setiap kita pasti memiliki masalah dalam hidup ini. Setiap kita tentunya menghadapi problematika. Maka, berdoalah kepada Allah, kita mohon solusi dan jalan keluarnya. Dan yang lebih penting adalah kita berdoa kepada Allah untuk akhirat kita. Takutlah jika kita hanya berdoa untuk kebaikan dunia, kita tidak mendapatkan bagian di akhirat.

فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ (200) وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (201) أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Al-Baqarah : 200-201)

4. Menghindari hal-hal yang bisa membuat puasa sia-sia

Terkadang kita jumpai masyarakat kita memaknai puasa hanya sekedar menahan makan dan minum. Sementara lisannya dibiarkan tidak berpuasa, telinganya masih tidak dijaga, atau bahkan tangan dan kakinya melakukan hal-hal yang keji.
Rasulullah bersabda tentang hakikat puasa:

ليس الصيام من الأكل والشرب إنما الصيام من اللغو والرفث

Puasa bukan hanya sekedar menahan makan dan minum, sesungguhnya puasa itu menahan diri dari hal-hal yang sia-sia dan keji (HR. Hakim dan dia menshahihkan sesuai syarat Muslim)

5. Shalat tarawih

Diantara sunnah dalam bulan Ramadhan adalah shalat tarawih; sebuah ibadah sunnah muakkad yang tidak bisa kita jumpai di bulan yang lain. Kesempatan yang langka ini hendaknya kita manfaatkan sebaik-baiknya. Jangan biarkan diri kita kehilangan satu malam pun untuk shalat tarawih.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُرَغِّبُ فِى قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah RA. Berkata: "Sesungguhnya Rasulullah SAW menganjurkan shalat malam pada bulan Ramadhan tanpa mewajibkannya", kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa yang shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. Muslim)

6. Memperbaiki amal dan tadarus Al-Qur'an

Sunnah lainnya pada bulan Ramadhan adalah memperbaiki amal dan tadarus Al-Qur'an. Kita perbanyak tilawah Al-Qur'an juga melakukan tahsin tilawah dan mempelajari Al-Qur'an dan tafsirnya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Dari Ibnu Abbas RA. Berkata: "Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanannya memuncak pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya dan Jibril menemuinya setiap malam untuk tadarus Al-Qur'an. Sungguh Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan daripada angin yang bertiup". (HR. Bukhari)

7. Bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir


Sunnah yang biasa terlupakan kaum muslimin pada hari ini adalah pada 10 hari terakhir, yang merupakan puncak dari Ramadhan. Tetapi lebih banyak orang yang menggunakan waktu itu untuk persiapan lebaran dengan belanja atau persiapan mudik, dan lain sebagainya. Sangat bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para shahabatnya.

عَنْ عَائِشَةَ - رضى الله عنها - قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

Dari Aisyah RA berkata : "Rasulullah SAW jika telah masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan menghidupkan malam, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggang". (Muttafaq 'alaih)

Demikian sunnah-sunnah Ramadhan, semoga kita termasuk orang yang mendapat taufiq untuk melakukannya. Amin.

Wallaahu a'lam bish shawab [Muchlisin]


E-BOOK CERAMAH RAMADHAN INI BISA DIDOWNLOAD DI SINI

8 komentar:

CumaINI mengatakan...

Luar biasa, inspiratif sekali artikelnya.

multyone mengatakan...

Memang Ramadhan banyak yang menantikan, banyak pula yang .....

waroengdollar mengatakan...

Marhaban ya Ramadhan

ARISTIONO NUGROHO mengatakan...

Assallamu'alaikum Wr. Wb.
Sahabatku, sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW tidak melaksanakan Shalat Tarawih. Beliau melaksanakan Shalat Malam secara personal.
Dengan demikiam Shalat Tarawih berjama'ah sebagaimana yang dilakukan sebagian Umat Islam saat ini tidaklah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Dalam Ibadah terdapat asas, "Bahwa Ibadah itu dilarang, kecuali yang diperintahkan."
Oleh karena itu, dalam bulan Ramadhan sebaiknya Shalat Malam di rumah masing-masing. Sedangkan untuk memakmurkan masjid selama Bulan Ramadhan cukup diselenggarakan Kajian Islami.
Terimakasih.

Anazkia mengatakan...

Ngenet ini sia2 gak yah...??? makanya, ana mau cuti selama Ramadhan. Gak bisa baca deh tulisan2 di sini.

muchlisin mengatakan...

Jazaakumullah untuk semua komentar pada blog BERSAMA DAKWAH ini
@ ARISTIONO NUGROHO:
Tentang dalil shalat tarawih berjamaah, ada beberapa hadits, diantaranya :

Hadits Tsa'labah bin Abdil Malik Al-Quradzi, di mana ia menuturkan : "Suatu malam di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW keluar rumah, lalu menyaksikan orang-orang tengah melaksanakan shalat di ujung masjid. Beliau lantas bertanya :"Sedang apa mereka?" Seorang shahabat menjawab : "Ya Rasulullah, mereka itu orang-orang yang belum banyak hafal Al-Qur'an, sedang Ubay bin Ka'ab seorang Qari' maka mereka shalat bermakmum kepadanya". Beliau menanggapi : "Sungguh mereka telah berbuat kebaikan". (HR. Abu Dawud dan Baihaqi)

Hadits Abu Dzar Al-Ghifari, ia menuturkan, "Kami shaum Ramadhan bersama Rasulullah, dan beliau SAW tidak melakukan qiyamullail berjama'ah bersama kami, hingga hitungan puasa tinggal tujuh hari (malam keduapuluh tiga), maka Rasulullah mengajak kami untuk qiyamullail berjama'ah hingga berlalu sepertiga malam, lalu beliau tidak menegakkannya lagi ketika Ramadhan sisa enam hari (malam keduapuluh empat) dan berjama'ah kembali ketika sisa lima hari (malam keduapuluh lima) sampai berlalu pertengahan malam, kamipun lantas bertanya : "Wahai Rasulullah, apakah tak sebaiknya engkau sisakan sebagian malam ini agar kami shalat sendiri ?" Beliaupun menjawab : "Sesunguhnya, barangsiapa yang shalat bersama imam hingga selesai shalat, ia akan mendapatkan ganjaran shalat semalam suntuk" (HR. Abu Dawud)

Hadits di atas dan lainnya menegaskan Nabi SAW sendiri telah pernah melakukannya bersama para sahabat selama beberapa malam. Kemudian Nabi SAW tidak melaksanakannya bersama mereka, karena khawatir akan diwajibkan pada mereka. Selanjutnya para sahabat melakukan shalat tarawih secara terpisah-pisah sendiri-sendiri semasa Nabi SAW hidup hingga beliau wafat. Sampai akhirnya Umar bin Kaththab RA mengumpulkan mereka kembali pada satu imam, seperti pada awalnya mereka lakukan bersama Rasulullah SAW. Dan peristiwa inilah yang populer dengan ucapan Umar bin Khattab:
نِعْمَ الْبِدْعَةُ هَذِهِ
Ini adalah sebaik-baik bid'ah (Lihat Shahih Bukhari juz 7 hlm.360 atau no.2010)

Abi Sabila mengatakan...

Marhaban ya Ramadhan. Satu yang perlu diingat, karena ini terkadang terlupakan. bahwa ramadhan bukan hanya siang hari, tetap malampun juga ramadhan. Maka jika siang kita berpuasa, maka malampun kita isi dengan amalan-amalan ibadah lainnya, bukan peralihan dari maksiat di siang hari. Semoga kita bisa mengisi ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. amin.

gobang blog mengatakan...

trimaksih buat sibatku yang telah menerebitkan artilek yang sangat berguna mudah2 kita semua bisa melewat bulan yang penuh berkah ini dengan keiklasan dan mendapat berkah dari ALLAh SWT amin....

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...