728x90 AdSpace

Keajaiban Terowongan Gaza

Latest News

Sabtu, 07 November 2009

Antara Jihad dan Thaharah


Saat itu Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi masih duduk sebagai mahasiswa di Fakultas Ushuluddin. Beliau diundang ke sebuah desa untuk menyampaikan ceramah Ramadhan. Kebetulan malam itu adalah malam ke-27 Ramadhan, sebuah malam yang saat menjelang paginya terjadi Perang Badar. Maka, Yusuf Qardhawi pun menyampaikan ceramah dengan tema Perang Badar.

Jamaah masjid desa itu sangat antusias karena selama ini mereka tidak mendapatkan materi-materi seperti itu. Mereka memperoleh sesuatu yang baru, yang selama ini tertutupi bagi mereka. Namun, ternyata ada satu orang yang tidak suka dengan tema ceramah itu. Dan orang itu adalah Syaikh di desa itu; imam masjid tempat Yusuf Qardhawi berceramah.

Selama ini, Syaikh tersebut menyampaikan ceramah di bulan Ramadhan dengan pembahasan thaharah saja; utamanya wudhu. Di satu hari ia membahas adab beristinja’. Di hari berikutnya fardhu wudhu. Di hari yang lain sunnah wudhu, mustahabnya, yang membatalkannya, yang harus dihindari, air yang boleh digunakan untuk bersuci, yang tidak boleh digunakan, dan sebagainya. Maka, habislah ramadhan di desa itu untuk membahas masalah-masalah demikian.

Setelah ceramah selesai, Syaikh tersebut menemui Yusuf Qardhawi dan menyampaikan keberatannya: “Ustadz! Pembicaraanmu sangat mengagumkan, tetapi akan lebih bermanfaat jika mereka pada malam ini diajarkan tentang urusan agama mereka?”

Yusuf Qardhawi balik bertanya, “Apakah sirah Rasulullah dan peperangan beliau bukanlah merupakan urusan agama mereka? Sa’ad bin Abi Waqash berkata, “Kami menceritakan anak-anak kami tentang peperangan Rasulullah sebagaimana kami mengajarkan mereka surat Al-Qur’an!”

Ia berkata, “Maksud kami, mereka belajar bagaimana tata cara wudhu dan mandi, mereka juga mengetahui beberapa syarat, kewajiban, dan sunnahnya, dan sebagainya, di mana shalat tidak akan sah tanpa mengetahui hal tersebut.”

Yusuf Qardhawi kembali bertanya, “Wahai Tuan Syaikh! Tuan hafal Al-Qur’an. Adakah Tuan dapat menjawab pertanyaan kami: dalam berapa ayat Allah menyebutkan urusan wudhu, mandi, dan lainnya seputar urusan bersuci?” Syaikh tersebut diam. Lalu Yusuf Qardhawi melanjutkan, “Sesungguhnya hanya satu ayat yang semua berkumpul di situ. Allah berfirman,
‘Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai pada siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai pada kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Ia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.’ (QS. Al-Maidah : 6)

Lalu Yusuf Qardhawi bertanya lagi, “Dan dalam berapa surat Allah menyebutkan urusan jihad dan berperang di jalan Allah?”

Syaikh tadi diam, lalu dijawab sendiri oleh Yusuf Qardhawi, “Sesungguhnya kita mempunyai kumpulan-kumpulan surat Al-Qur’an yang diwahyukan beberapa nama dan lingkup temanya –yaitu jihad- diantaranya adalah: Al-Anfal, At-Taubah, Al-Ahzab, Al-Qital, Al-Fath, Ash-Shaf, Al-Hasyr, Al-Hadid, Al-‘Adiyat, dan An-Nashr. Dan ini bukan termasuk surat yang sangat banyak yang telah kami sampaikan beberapa ayatnya tentang peperangan seperti surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, dan sebagainya. Bagaimana kita membiarkan sesuatu yang menjadi perhatian Al-Qur’an dalam beberapa surat ini dan beberapa ayat yang sangat banyak. Sedangkan, kita hidup sebulan atau lebih hanya berputar dengan satu ayat.”
***

Apa yang terjadi di Mesir yang dijumpai Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi di atas juga masih terjadi di lingkungan kita. Betapa banyaknya kajian, tulisan, dan sebagainya yang mengkonsentrasikan pada masalah fiqih. Bukan semua pembahasan tentang fiqih, tetapi hanya sebagian (biasanya juga tentang thaharah) dan diulang-ulang. Sementara dianggap aneh jika ada pengajian yang menjelaskan tentang sirah nabawiyah dan jihad-jihad yang dilakukan Rasulullah.

Seorang kawan pernah menyampaikan protesnya karena di masyarakatnya pengajian hanya berkutat soal thaharah. Awalnya kajian dimulai, dan mengikuti banyak sistematika kitab fiqih, tema pertamanya adalah thaharah. Sekian lama kajian itu berlangsung, tetapi tidak juga beranjak ke pembahasan yang lain. Dan hasilnya, dalam rentang waktu bertahun-tahun, masyarakat tidak memahami Islam kecuali pada masalah thaharah saja. Kawan tadi juga mempertanyakan efektifitas dakwah seperti itu yang tidak pernah berbuah takwin as-syakhsiyah islamiyah; pembentukan pribadi muslim.

Al-Qur’an sebenarnya sudah menunjukkan manhaj dakwah kepada kita. Ia diturunkan selama 13-an tahun di Makkah, berbicara tentang Aqidah. Maka, inilah hal pertama yang harus menjadi konsentrasi dalam pembinaan umat, khususnya oleh gerakan Islam.

Selain melihat bagaimana sistematikan wahyu, hal lain yang harus diambil dari manhaj Al-Qur’an adalah bagaimana perhatian Al-Qur’an terhadap masalah tertentu. Proporsi pembahasan Al-Qur’an seharusnya juga menjadi proporsi kita dalam berdakwah. Kadar perhatian Al-Qur’an yang besar terhadap suatu hal harus menjadikan kita juga memiliki perhatian besar terhadap hal tersebut.

Menutup renungan ini, sudahkan kita mengawali penerapan manhaj Al-Qur’an dalam mendidik anak-anak kita? Pertanyaan yang lebih praktis menyusul kisah nyata Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi di atas: Sudahkah kita menceritakan sejarah nabi dan jihad beliau kepada anak-anak kita? [Muchlisin]
Solusi dengkur
Antara Jihad dan Thaharah
  • Title : Antara Jihad dan Thaharah
  • Posted by :
  • Date : 09.58
  • Labels :
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

30 komentar:

  1. Renungan mantap di siang hari yang terik, khususnya bagi saya yang punya anak.
    makasih banyak sobat.

    BalasHapus
  2. benar-benar suatu pencerahan akan pengertian dan makna dari perjihadan, thanks mas infonya, bgs bgt..:)

    BalasHapus
  3. salam sobat
    trims renungannya..
    semoga kita para orang tua sudah menerapkan manhaj Alqur'an dalam mendidik anak-anak.

    BalasHapus
  4. Dakwah lewat blog yang berguna. Masya Allah..
    masuk TOP SERATUS juga? nice...!!
    tetep semangat menyampaikan berita dakwah!
    ~ K A K * CIPA ~

    BalasHapus
  5. pelajaran agama dari dulu muteeerr aja, maka pemikiran agama menjadi stagnan.
    Oh ya terkait dgn lamanya loading di blogku aq minta maaf. Dan sebenarnya hari2 ini aq lagi pusing, karena shoutmix membaned blogku, jadi aq tdk bisa ninggalin jejaj di shoutmix para blogger.

    BalasHapus
  6. Weleh.., weleh...!!!
    Kalau BUPATI nya seperti pemilik BLOG ini
    Insya Allah enak banget deh ngurusin rakyat
    Soale tahu betul ngurusin rakyat
    "Khutbatunnas Bii Qodari Ukulihi"
    (Dakwahilah manusia itu sesuai dgn kadar akalnya)
    Sudah saatnya rakyat tahu tentang jihad
    Jihad melawan kemiskinan, kebodohan, korupsi dan kemaksiatan yang lain.

    Manteb Sob.....!!!!!

    BalasHapus
  7. Setuju banget ama komennya wong ganteng, saya copas aja yah komennya dia :). Syukron jazakumullah sharenya :)

    BalasHapus
  8. IMO, kata kuncinya sebenarnya istiqomah dalam menuntut ilmu ... seandainya tema thoharoh bisa diposisikan dengan tepat, tidak berlebihan lalu segera beranjak ke tema2 lain ..tentu lebih bagus. saat ini hal di atas masih banyak terjadi, yaitu menuntut ilmu tapi berputar2 di situ2 saja ... contoh kajian hadits arbaiin, banyakan hanya sampai hadits2 awal saja .... berhenti, nanti mulai lagi dari awal lagi ...

    BalasHapus
  9. pembelajaran yang sangat luar biasa

    bagaimana kita membangkitkan semangat dulu baru ilmu2 yang lain.

    BalasHapus
  10. andai saja semua pejabat birokrasi seperti sobat muchlisin; negara ini pasti makmur sejahtera.. thanks 4 sharing :)

    BalasHapus
  11. makasih banyak bos memang hal seperti ini harus banyak yang posting agar orang nggak salah tafsir dan terlebih salah jalan thanks

    BalasHapus
  12. artikel yang bagus, bisa buat nambah ilmu sekaligus uat renungan.....

    BalasHapus
  13. renungan di terik siang. pas banget jika membaca artikel di atas.

    Salam kenal ya...

    BalasHapus
  14. Posting yang sangat bergunna sohib... makasih atas pencerahannya... n teruslah berdakwah lewat dunia maya ini... sukses selalu ya..

    BalasHapus
  15. bagus pak materinya, tetep berdakwah melalu dunia maya pak. lanjutkan!!!

    BalasHapus
  16. yoa...makin mantap aja nih artikelnya

    BalasHapus
  17. mantabbb broww infonya bisa masuk surga nih klo mampir disini,,,(amin)

    BalasHapus
  18. mesti pelan" neh bacanya biar meresap dihati & jadi amal bwt hari ini dan dikemudian hari...

    BalasHapus
  19. mas ad artikel tentang tauhid g...?
    law ad bleh mnta g....

    BalasHapus
  20. info yg keren sob
    keep psoting

    BalasHapus
  21. banyak yg berpikir dengan bom
    membersihkan diri mereka
    biasnjya preman yg tiba tiba sadar bisa jadi sasaran juga ya

    BalasHapus
  22. bagus majukan terus dakwah... jihad jihad bersiap siap melawan kamu kafir...

    BalasHapus
  23. alhamdulillah masih ada yang membahas pentingnya jihad...terimakasih

    BalasHapus
  24. mempelajari suatu ilmu harus dibarengi dengan ilmu yang lainnya biar seimbang,

    BalasHapus
  25. makasih sudah diingatkan, memang belum banyak mengajarkannya kepada anak2 sendiri.

    BalasHapus
  26. bersama dakwah..... selalu dapat pencerahan..... semoga ilmu2 yg aq timba bersama dakwah bisa bermanfaat dunia akhirat, amin

    BalasHapus
  27. Islam itu luas,tidak hanya masalah wudlu dll..

    salam ukhuwah

    BalasHapus
  28. Subhanallah...
    Artikel2 di sini sangat bagus.. memberikan pencerahan..

    Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah & keistiqomahan kepada pengelolanya... Aamiin..

    BalasHapus

Top