
Mereka mengejeknya. Mereka bilang itu pekerjaan yang sia-sia belaka. Mereka bilang tak ada hajat sama sekali untuk membuat perahu. Lantas mengapa? Mengapa Nuh membuatnya? Tapi Nuh toh tak bergeming. Ia tetap saja melanjutkan pekerjaannya. Ia bekerja dengan keyakinan penuh.
Mereka yang pandangan matanya pendek, selalu hanya melihat hujan yang turun di depan mata mereka. Mereka takkan sanggup melihat awan. Apalagi melihat awan menyerap air dari bumi. Mereka juga tidak bisa melihat bagaimana hujan mengubah wajah bumi kita. Mereka yang pandangan matanya pendek, selalu memfokuskan tatapannya pada hilir dari sebuah sungai. Mereka tidak pernah bisa melihat hulu dari mana sungai itu mengalir. Apalagi menemukan mata air yang menyemburkan air itu.
Sebagian dari kuasa pengetahuan itu terletak pada fakta bahwa ia membuka mata kita untuk melihat lebih jauh dari apa yang dapat dilihat orang lain, melihat horizon yang lebih luas dari apa yang mungkin dilihat orang lain, dan karenanya membantu tangan kita menjangkau lebih banyak dari apa yang dijangkau tangan orang lain. Pengetahuan membuka mata kita untuk melihat fakta-fakta secara lebih apa adanya, menyeluruh dan jelas, terang, dan karenanya membantu kita merekonstruksi realitas dalam kerangka ruang dan waktu, serta menentukan sikap dan tindakan terhadap realitas tersebut.
Pengetahuan yang diperoleh Nuh dari sumber wahyu tentang akan datangnya sebuah banjir besar mengharuskan beliau menyiapkan perahu. Beliau tahu apa yang akan terjadi, maka ia tahu apa yang harus dilakukan. Itu sebabnya beliau bekerja dengan keyakinan penuh, menanggapi semua ejekan dengan tenang, santai dan dingin. Beliau melihat lebih jauh dari kaumnya. Beliau lebih antisipatif dari kaumnya. Karenanya beliau bisa menjangkau lebih dari mereka.
Pengetahuan membuat ruang masa depan, dengan segenap peristiwa-peristiwanya, tergambar jelas dalam benak Nuh. Bahwa ada ancaman yang akan membinasakan mereka. Dan itu pasti, karena sumbernya dari langit. Maka perahu itu adalah tindakan antisipasinya. Itulah sebagian dari kuasa pengetahuan itu: ia membantu kita bereaksi secara tepat, bersikap secara teratur dan bertindak lebih cepat.
Mereka yang memiliki pengetahuan, biasanya memiliki speed of life yang lebih cepat. Speed itulah yang sering tidak dapat dipahami orang ramai. Maka mereka bereaksi secara negative: mengejek atau menuduh, bukan bertanya dan mencari tahu. [Anis Matta, sumber : Serial Pembelajaran Majalah Tarbawi edisi 218]
Mereka yang pandangan matanya pendek, selalu hanya melihat hujan yang turun di depan mata mereka. Mereka takkan sanggup melihat awan. Apalagi melihat awan menyerap air dari bumi. Mereka juga tidak bisa melihat bagaimana hujan mengubah wajah bumi kita. Mereka yang pandangan matanya pendek, selalu memfokuskan tatapannya pada hilir dari sebuah sungai. Mereka tidak pernah bisa melihat hulu dari mana sungai itu mengalir. Apalagi menemukan mata air yang menyemburkan air itu.
Sebagian dari kuasa pengetahuan itu terletak pada fakta bahwa ia membuka mata kita untuk melihat lebih jauh dari apa yang dapat dilihat orang lain, melihat horizon yang lebih luas dari apa yang mungkin dilihat orang lain, dan karenanya membantu tangan kita menjangkau lebih banyak dari apa yang dijangkau tangan orang lain. Pengetahuan membuka mata kita untuk melihat fakta-fakta secara lebih apa adanya, menyeluruh dan jelas, terang, dan karenanya membantu kita merekonstruksi realitas dalam kerangka ruang dan waktu, serta menentukan sikap dan tindakan terhadap realitas tersebut.
Pengetahuan yang diperoleh Nuh dari sumber wahyu tentang akan datangnya sebuah banjir besar mengharuskan beliau menyiapkan perahu. Beliau tahu apa yang akan terjadi, maka ia tahu apa yang harus dilakukan. Itu sebabnya beliau bekerja dengan keyakinan penuh, menanggapi semua ejekan dengan tenang, santai dan dingin. Beliau melihat lebih jauh dari kaumnya. Beliau lebih antisipatif dari kaumnya. Karenanya beliau bisa menjangkau lebih dari mereka.
Pengetahuan membuat ruang masa depan, dengan segenap peristiwa-peristiwanya, tergambar jelas dalam benak Nuh. Bahwa ada ancaman yang akan membinasakan mereka. Dan itu pasti, karena sumbernya dari langit. Maka perahu itu adalah tindakan antisipasinya. Itulah sebagian dari kuasa pengetahuan itu: ia membantu kita bereaksi secara tepat, bersikap secara teratur dan bertindak lebih cepat.
Mereka yang memiliki pengetahuan, biasanya memiliki speed of life yang lebih cepat. Speed itulah yang sering tidak dapat dipahami orang ramai. Maka mereka bereaksi secara negative: mengejek atau menuduh, bukan bertanya dan mencari tahu. [Anis Matta, sumber : Serial Pembelajaran Majalah Tarbawi edisi 218]









23 komentar:
SECARA TIDAK LANGSUNG PENGETAHUAN MENUNTUT KITA UNTUK BERSIKAP TANGGAP ATAU MEMBERIKAN RESPON. PENGETAHUAN AKAN SELALU BERKEMBANG SESUAI DENGAN PERUBAHAN JAMAN. DENGAN MEMBUKA MATA TERHADAP PENGETAHUAN, SECARA TIDAK LANGSUNG KITA DAPAT MENGETAHUI APA YANG AKAN TERJADI, SEHINGGA KITA BISA SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN, SEPERTI YANG DILAKUKAN OLEH NABI NUH.
Luar biasa.....ijin share ke yg lain akhi..
blogwalking and sharing friends
@Pelangi Anak: Setuju
@mujahid: Tafadhol
@birthday: Thank's for your silaturahim
akan kah kita diam,, tentu kita tidak akan tinggal diam,,, soudara kita di timur tengah telah menderita akibat perang dan kearogansian kaum kafir,, mari kita berdoa semoga Allah SWT salu memberikan berkah yang melimpah pada mereka dan memberikan balasan yang yang setimpal atas kejahatan yang di lakukan pada mere, amin
Kunjungan balik.... mumpung lagi online.... ^_^
Blog nya bikin nambah pengetahuan juja... ^_^
Upzz... adsense nya kmana tuch???
sekedar tips aja biar tampil iklan nya coba liat kode adsense nya fokus pada kode google_ad_height = 600; kemudian tambahkan google_language = "en"; dibawah kode google_ad_height = 600; tadi, insya allah iklan nya muncul.... ^_^
Ehm..ehm... kapan2 boleh nich tukeran link ^_^
Selamat siang sobat..
Mohon maaf baru sempat mampir lagi buat menambah wawasan keislaman saya.
Makasih banyak
kalau bukan karena mendapat wahyu akankah tetap membuatnya?
artikel bagus sekali, banyak hikmah yang dapat kita ambil.
makasih sharingnya.
salam sobat
patut diteladani nabi NUH tentang pengetahuannya,,
walaupun orang2 yang tidak paham disekitarnya mengejek.
bagus artikelnya sebuah kisah yang perlu di teladani
@respect to all: Allaahumma amiin
@Bagus Purwanto: Terima kasih infonya
@Seti@wan Dirgant@Ra: Terima kasih kembali. Mohon maaf juga lama tidak blogwalking dan komen
@sda: Sepertinya tidak
@narti: Terima kasih
@NURA: Semoga kita dimudahkan Allah untuk meneladaninya
heru: Terima kasih
Hebat ya Nabi kita...
I Love Islam Very Much!!
Artikel bermanfaat nih :D
terus semangat kasih artikel islami...!!
Posting yang sangat menarik. Saya follow n follow me back
Assalamu'alaikum.. Maaf, lama tidak silaturahmi kesini. Ehm,setiap kali dari sini selalu membawa pulang ilmu baru. Terima kasih,terus semangat untuk berbagi..
@♥ syifa ♥ aulia ♥ 'kakcipa' ♥: I love Islam too. Mohon doanya agar tetap semangat.
@Agama dan Media: Alhamdulillah. Terima kasih, insya Allah saya follow balik
@ajeng: Terima kasih kembali, jazaakillah khairan. Mohon doanya.
Artikel bagus mas, bisa mengingatkan kita semua..
Salam sukses,
@AmruSite: Alhamdulillah, Semoga bermanfaat.
kisah yg bagus... semoga dengan memliki pengetahuan yg lebih, tak menjadikan kita sombong... :)
Buat saya, orang yang berilmu akan mempunyai nilai lebih.
@ina: Semoga. semoga...
@Nugraha: Betul betul betul (*gaya ipin upin) ^_^
Mantaap...ijin shared akhi!!
Info yang sangat menarik mas..nice..sukses selalu unutuk anda...
Poskan Komentar