Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Facebook  |  Twitter  |  Pasang Iklan

Racun-racun Hati : Salah Pergaulan

Written By Admin BeDa on Sabtu, 31 Januari 2009 | 07:55


Ditulis oleh Muhammad Shaleh Drehem, Lc.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits shahih bersabda,”Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberikan hadiah minyak wangi kepadamu, atau engkau akan membeli minyak wangi darinya, atau setidak-tidaknya engkau akan mendapatkan bau semerbak wangi (dari minyak wangi yang ia jual). Adapun bersama tukang pandai besi, engkau bisa terbakar karena apinya, atau jika tidak engkau pasti akan mendapati bau angus.”
Dalam sabda ini, Nabi menjelaskan manfaat yang akan kita dapatkan jika kita gemar berteman dengan orang yang baik. Sebaliknya, Nabi juga menjelaskan kerugian yang akan kita dapatkan jika kita berteman dengan orang yang buruk perangainya. Ini secara tidak langsung merupakan perintah dari Nabi agar kita memilih orang yang baik sebagai teman karib atau teman dekat kita. Sebaliknya, beliau melarang kita untuk menjadikan orang-orang yang jahat sebagai teman karib kita.
Para ulama sendiri membagi teman menjadi empat macam. Pertama, teman yang seperti makanan. Kita setiap hari pasti membutuhkan makanan. Tanpa makanan, kita akan mati. Makanan adalah sesuatu yang bisa membuat kita terus bertahan hidup. Demikian pula, kita membutuhkan teman yang seperti ini. Teman yang bisa menjaga kelangsungan hidup kita, baik secara jasmani maupun secara ruhani. Rekan kerja dan rekan bisnis kita adalah contoh teman yang bisa menjaga kelangsungan hidup kita secara jasmani. Ulama, pembimbing dan guru adalah contoh teman yang bisa menjaga kelangsungan hidup kita secara ruhani. Itulah teman-teman yang senantiasa kita butuhkan setiap saat.Kedua, teman yang seperti obat. Namanya obat pasti hanya kita perlukan saat sakit saja. Disamping itu, jenis obat yang kita konsumsi pun harus sesuai dengan sakit yang kita derita. Demikian pula takaran atau dosisnya pun harus tepat, tidak boleh berlebihan. Seperti inilah teman yang hanya kita butuhkan pada saat-saat tertentu saja. Tidak setiap saat kita membutuhkan kehadirannya. Demikian pula kita hanya perlu berhubungan dengannya seperlunya saja dan tidak boleh sampai berlebihan.
Teman macam pertama dan kedua inilah yang bisa kita jadikan sebagai teman karib atau teman dekat.
Ketiga, teman yang seperti penyakit. Tentu saja teman seperti ini tidak bisa kita jadikan sebagai teman karib. Akan tetapi, bukan berarti kita sama sekali memutus hubungan dengannya. Sebaliknya, kita memiliki kewajiban untuk berusaha menyembuhkannya. Sebagaimana penyakit ada yang ringan, ada yang sedang, dan ada yang parah, demikian pula teman yang satu ini. Keadaannya berbeda-beda dan bertingkat-tingkat. Namun bagaimanapun, ia tetap berpotensi menularkan penyakitnya kepada diri kita. Karena itu kita harus tetap berhati-hati ketika berinteraksi dengannya.
Keempat, teman yang seperti racun. Ini adalah teman yang mematikan! Sama sekali tidak ada kebaikannya bagi diri kita. Ia juga hampir-hampir tidak memiliki peluang lagi untuk berubah menjadi baik. Karena itu, kita harus ekstra waspada terhadap orang-orang semacam ini.
Pertemanan dengan orang-orang yang baik dan shalih akan menjadi pupuk bagi keimanan kita. Pertemuan dengan mereka akan menyegarkan dan meningkatkan keimanan kita. Nasihat-nasihat mereka ibarat siraman air di tanah yang tandus. Berbagai hal yang bermanfaat juga akan tercipta dari pertemanan dengan mereka.
Sebaliknya, pertemanan dengan orang-orang yang gemar bermaksiat dan dalam rangka kemaksiatan adalah fatamorgana. Pertemanan dengan mereka adalah pertemanan yang bersifat semu. Sekalipun di dunia ini pertemanan semacam ini bisa berlangsung akrab, akan tetapi pada hari kiamat kelak justru akan menjadi penyesalan. ”Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan Fulan sebagai teman akrabku.”
Ketika itu, satu orang dengan yang lainnya akan saling berlepas tangan. “Ketika orang-orang yang diikuti (kesesatannya) berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa, (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti (kesesatan temannya): ‘Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka (teman-teman yang telah menyesatkan aku), sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.’ Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi penyesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.” (QS Al-Baqarah: 166-167)
Bahkan, pada hari kiamat itu orang-orang yang saling berteman dalam kemaksiatan akan menjadi musuh satu sama lain karena saling mempersalahkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS Az-Zukhruf: 67). [sumber: konsultasi syariah.net]
07:55 | 4 komentar

Seorang Bocah dan Pemuda Gugur Akibat Luka dalam Agresi Israel

Written By Admin BeDa on Jumat, 30 Januari 2009 | 17:20


Kairo – Infopalestina: Sumber-sumber medis Palestina menyatakan dua orang warga Palestina, di antaranya seorang bocah, meninggal dunia di rumah sakit Mesir yang sedang dirawat di sana. Keduanya terluka dalam agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza beberapa waktu lalu yang sudah menewaskan lebih dari 1335 dan melukai sekitar 5500 jiwa.

Sumber-sumber medis ini menyebutkan seorang bocah wanita bernama Sundus Said Abu Sultan berusia 4 tahun gugur akibat lukanya di rumah sakit “Bank Swasta” (Qatamiya), setelah penderitaan yang dialaminya akibat luka di kepala dalam agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza.

Sumber medis menambahkan seorang pemuda Palestina bernama Adham Khamis asal Gaza meninggal dunia di rumah sakit yang sama akibat luka parah yang dialami dalam agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza.

Hari Kamis, kemarin, pesawat-pesawat tempur Zionis Israel kembali membombardir daerah perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir. Sedikitnya 8 warga Palestina terluka dalam serangan udara ini, dua di antaranya adalah polisi Hamas dan 6 pelajar. (seto)[sumber: infopalestina.com/ms]
17:20 | 0 komentar

Syura sebagai Prinsip dalam Beramal Jama'i


Amal jamai dalam amal da'wi menuntut pemahaman syar'i yang benar, kematangan berpikir, dan kedewasaan dalam bersikap, sehingga menghasilkan kebijakan yang tepat, efektif, berkah, dan diridhai Allah SWT. Hal tersebut dapat dilihat dari proses pengambilan kebijakan dan komitmen serta konsistensi dalam melaksanakan keputusan yang dihasilkan dari syura.

Syura Salah Satu Pilar Sistem Islam yang Harus Membudaya di Seluruh Lapisan Masyarakat
Allah SWT menyejajarkan syura dengan shalat dan zakat, yaitu syura hukumnya wajib seperti halnya shalat dan zakat, bahkan sebagai pilar sistem masyarakat Islam yang apabila tidak diamalkan berarti telah melakukan dosa besar dan meruntuhkan tatanan masyarakat Islam. Allah SWT berfirman dalam surat Asy-Syura ayat 38,
وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
“Dan (bagi) orang-orang yang menerima(mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkankan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”
Syura sebagai Budaya Masyarakat Islam
Dalam ayat ini Allah SWT berfirman وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ (dan urusan mereka adalah syura). Nash ini menegaskan bahwa syura dalam masyarakat Islam bukan hanya teori, apalagi hanya sekedar wacana. Akan tetapi, harus sudah menjadi budaya yang melekat di dalam kehidupan bermasyarakat. Kalimat, “dan urusan mereka adalah syura,” lebih tinggi tingkatannya dari kata yang menunjukkan perintah, seperti misalnya, “Bersyuralah kalian,” “Laksanakanlah syura olehmu,” “Kamu wajib bermusyawarah,” dan kata-kata semisalnya.
Kalimat, “Dan urusan mereka adalah syura,” konotasinya bahwa mereka sudah membiasakan syura dalam kehidupan sehari-hari mereka dan sudah menjadi sistem kehidupan. Sedangkan kalimat, “Bersyuralah kalian,” adalah kata perintah yang menuntut respon dari yang menerima perintah, mungkin melaksanakannya, mungkin juga tidak, dan ketika dilaksanakan pun belum tentu berkelanjutan. Bisa jadi hanya dilaksanakan sekali kemudian terputus tidak pernah dilakukan lagi.
Syura sebagai Prinsip yang Harus Ditegakkan dalam Semua Marhalah
Syura sebagai prinsip yang harus ditegakkan dalam semua marhalah, baik marhalah tersebut sirriyah atau marhalah jahriyah, marhalah jamaah atau marhalah daulah, di saat mudah maupun susah, pada kondisi lemah atau kuat, di waktu jumlah kader masih sedikit atau sudah banyak, ketika struktur masih terbatas atau sudah mapan, dan seterusnya. Kita tahu bahwa surat Asy-Syura di antara surat-surat makkiyah (yang diturunkan pada periode Makkah), di periode umat Islam secara jamaah masih sedikit, secara tandzim masih sangat terbatas, kekuatan masih sangat lemah, dan marhalah dakwah baru marhalah jamaah belum memasuki marhalah daulah, rasulullah dan para shahabatnya sudah membudayakan syura.
Ketika sudah sampai pada marhalah daulah dan Rasulullah SAW sebagai kepala negara, di mana sistem sudah mapan dan masyarakat Islam sudah mandiri, kewajiban menegakkan syura diperkuat dan dipertegas kembali dengan perintah Allah SWT dalam surat Ali imran ayat 159:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya.”
Ayat di atas adalah ayat-ayat madaniyah (diturunkan pada periode Madinah) dan setelah Perang Uhud, yang paling tidak mengandung dua pelajaran sangat berharga, yaitu sebagai berikut:
1.Ketika dakwah sudah luas, jamaah sudah besar, kader sudah banyak, dan tanzhim sudah kokoh, budaya syura harus dipertahankan dan diperkuat lagi; demikian pula dengan implementasinya juga harus diperkuat. Dalam hal ini Allah SWT menegaskan kembali kepada Rasulullah sebagai qiyadah jamaah dan kepala negara dengan perintah
وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
“dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”
2.Ayat ini diturunkan setelah perang uhud, di mana dalam menentukan sikap: apakah kaum muslimin keluar dari Madinah untuk menghadapi musuh (musyrikin Quraisy), keputusannya diambil dengan mekanisme syura, yang kemudian hasil dari Perang Uhud, kaum Muslimin mengalami kekalahan. Secara tidak langsung, kekalahan di Perang Uhud ini adalah karena keputusan syura yang menetapkan keluar dari Madinah untuk berperang, dan hasilnya kalah. Di sini Allah SWT ingin menegaskan bahwa syura adalah prinsip ajaran Islam yang harus ditegakkan. Apapun hasilnya, itulah yang terbaik (bersambung).
10:44 | 3 komentar

Do You Care With Gaza? Give Your Sign On This Petition!

Written By Admin BeDa on Kamis, 29 Januari 2009 | 08:40

To: President and Member States of United Nations General Assembly

PETITION

To President and Member States of United Nations General Assembly
The Creation of a Special Tribunal to try Israeli War Criminals

Recalling that Israel was created by virtue of a General Assembly Resolution in 1947 against the wishes of the indigenous population of Palestine;

Recalling that the creation of Israel was achieved through the ethnic cleansing of the indigenous population, which resulted in the creation of the Palestinian refugee problem, and that more than half of the population of 1.5 millions of the Palestinian Occupied Territory called the Gaza Strip are Palestinian refugees who have become, with the other civilian population, victims of the recent Israeli aggression on the Gaza Strip;
Noting that the UN Human Rights Council, in its ninth Special Session, has adopted on 12 January 2009, a resolution “on the grave violations of human rights in the Occupied Palestinian Territory including the recent aggression of the occupied Gaza Strip” in which it “strongly condemned the ongoing Israeli military operation which had resulted in massive violations of human rights of the Palestinian people and systematic destruction of the Palestinian infrastructure”; and “decided to dispatch an urgent independent international fact-finding mission to investigate all violations of international human rights law and international humanitarian law by the occupying power against the Palestinian people throughout the Occupied Palestinian Territory”(United Nations Press Release of 12 January 2009, Human Rights Council, ROUNDUP);

Recalling that Israel has in the past refused to cooperate with similar fact-finding commissions or even give them visas to enter;

Recalling Article 22 of the Charter of the United Nations

Recalling further the Advisory Opinion of the International Court of Justice of 9th July 2004 on the Legal Consequences of the Construction of a Wall by Israel, the occupying power, in the Occupied Palestinian Territory, in which the Court emphasized the special responsibility of the General Assembly for the Question of Palestine;

The undersigned NGOs and individuals

Call upon the General Assembly to create a special international tribunal to try Israel, its political and military leaders, for such crimes in violation of international law, human rights law and international humanitarian law in the Palestinian Occupied Territory of which they may be charged.

Sincerely,


The Undersigned

Berikan tanda tangan anda sebagai wujud dukungan atas saudara-saudara kita di Gaza melalui http://www.petitiononline.com/EAFORD09/petition.html
08:40 | 1 komentar

Rabbi Israel: "Bunuhlah Anak-Anak dan Wanita Palestina"

Written By Admin BeDa on Rabu, 28 Januari 2009 | 15:48


Israel--Para Rabbi Yahudi yang menjadi "penasihat spiritual" paratentara Israel dalam invasi Gaza ditengarai mengeluarkan fatwa yang membolehkan untuk membunuh kalangan anak-anak dan perempuan.

"Berbuat keji kepada orang-orang Goyim (istilah kafir untuk orang-orang non-Yahudi) diperbolehkan, bahkan diharuskan, termasuk kepada anak-anak dan perempuan," demikian salah satu bunyi fatwa Brigadir Jenderal Avi Rontsiki.

Garian Israel Haaretz edisi Senin (27/1) kemarin melansir, Rabbi Avi Rontsiki yang juga kepada dewan Rabbi pada tentara invasi Israel membagikan selebaran "petunjuk" kepada para tentara invasi yang salah satu isinya menyatakan agar tidak berbelas kasihan dalam menyerang, termasuk kepada pihak sipil.
"Rabbi itu memerintahkan para tentara untuk tidak berbelas kasihan kepada orang-orang sipil Gaza," demikian tulis Haaretz.

Sebagaimana ditulis Haaretz, Brigjen Avi Ronsky sempat terjun beberapa kali ke Jalur Gaza guna memberi semangat kepada pasukan Zionis yang tengah berperang. Dalam sebuah kesempatan, Avi Ronsky kepada militer Zionis mengatakan bahwa kekerasan diperlukan dalam kondisi sekarang.

Dewan Rabbi Tentara sendiri bertugas untuk memberikan wejangan-wejangan keagamaan dan penasihat spiritual bagi para tentara militer Israel selama invasi.

Amous Harael, koresponden Haaretz yang meliput invasi Israel di Gaza menulis, Rabbi Rontsiki memberikan wejangan keagamaan sebelum pasukan invasi bergerak. Rontsiki juga memilih para Rabbi konservatif lain untuk menjadi anggota Dewan Rabbi Tentara, salah satunya adalah Rabbi Shaul Eliyahu, yang terlebih dahulu memfatwakan untuk membunuh anak-anak dan perempuan Palestina.

Hasilnya, invasi Israel ke Gaza yang berlangsung selama 22 hari itu menelan korban sebanyak 1330 syahid, dan lebih dari 5500 luka-luka. Separuh dari mereka adalah anak-anak dan wanita. [atj/hrt/iol/www.hidayatullah.com]
15:48 | 1 komentar

Saat Matahari Menjadi 'Bulan Sabit'

Written By Admin BeDa on Selasa, 27 Januari 2009 | 15:22


Allah menunjukkan salah satu tanda kekuasaan-Nya yang luar biasa. Matahari berubah bentuk menyerupai bulan sabit. Peristiwa ini terjadi saat gerhana matahari cincin pada pukul 16.41 WIB kemarin.
Bagi mereka yang masih bertahan pada sikap takhayul mungkin masih beranggapan bahwa gerhana adalah pertanda kelahiran atau meninggalnya seseorang yang berpengaruh. Orang-orang jahiliyah Arab dulu juga memiliki anggapan yang sama sehingga kemudian Rasulullah perlu menjelaskan kepada mereka "Sesungguhnya matahari dan bulan tidaklah gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang, akan tetapi keduanya adalah sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Jika kalian melihatnya, maka kerjakanlah shalat (gerhana)," (HR Bukhari [1042 dan 3201] dan Muslim [914]).
Sementara itu bagi mereka yang mengklaim diri sebagai manusia 'modern' dan terjebak pada filsafat materialisme hanya sekedar mengakui gerhana sebagai fenomena alam tanpa campur tangan Tuhan.Maka, bagi mereka yang disebut terakhir ini sama saja apakah ada gerhana atau tidak ada gerhana, mereka tidak akan ingat kepada Allah. Biarpun matahari menyerupai bulan sabit, tidak terbetik satu pikiran pun akan kebesaran Allah SWT.
Lalu bagaimana dengan seorang mukmin? Hatinya akan bergetar melihat suatu fenomena yang tidak seperti biasanya. Ia akan segera ingat Allah SWT. Ia akan mengakui kebesaran-Nya seraya mengakui kelemahan dirinya sebagai manusia. Bukankah mudah saja bagi Allah untuk tetap membiarkan matahari menjadi bulan sabit lalu manusia membeku di bumi ini? Bukankah mudah saja bagi Allah untuk membiarkan matahari tenggelam selama-lamanya dan kehidupan segera berakhir karenanya. “Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilan. Subhaanaka faqinaa 'adzaaban naar” [Muchlisin]
15:22 | 3 komentar

Obama; Oo.. Sama Saja!

Written By Admin BeDa on Senin, 26 Januari 2009 | 14:57


Banyak orang yang tadinya sangat berharap Obama bisa membawa perdamaian bagi Timur Tengah, termasuk berkontribusi dalam memberikan solusi masalah Palestina-Israel. Umat Islam juga demikian. Dengan terpilihnya Obama sebagai Presiden AS ke-44, maka ia akan menerapkan kebijakan baru yang adil bagi Palestina. Harapan ini muncul karena Obama dinilai sebagai presiden yang berbeda, bahkan istimewa. Ia berasal dari kulit hitam, sebuah ras yang sekian lama termarjinalkan di Amerika. Ia juga pernah hidup di Indonesia dan masih memiliki garis keturunan muslim.
Namun, harapan itu segera sirna setelah dunia mendengar pidatonya pasca pelantikannya. Ia mengatakan "Kami akan selalu melindungi keamanan Israel". Ternyata Obama sama saja dengan presiden AS yang lain soal kebijakan menghadapi Israel. Amerika -sepanjang sejarahnya- selalu tunduk kepada lobi yahudi; sang penguasa sejati di Amerika. Obama justru memposisikan Hamas layaknya teroris yang selalu mengusik ketenangan Israel dan menjadi ancaman bagi eksistensinya. Jelas bahwa Obama tidak tahu -atau tidak mau tahu- bahwa Palestina telah dijajah oleh Israel dan sebagian wilayahnya telah dicaplok zionis laknatullah tersebut.
Maka, sebagai seorang muslim, kita memang tidak boleh berharap kepada orang-orang kafir. Apakah ia Yahudi atau Nasrani (lihat QS.2:108). Harapan kemerdekaan Palestina tampaknya hanya bisa kita percayakan kepada jihad fi sabilillah. Dengannya kaum muslimin memiliki izzah, dengannya tanah air Islam akan kembali kepada ahlinya yang sah. Mari kita dukung perjuangan mujahidin Palestina dan katakan "Obama, Oo sama saja!" [Muchlisin]
14:57 | 0 komentar

Keuntungan Politik Hamas Pasca Pertempuran Gaza


Setelah Hamas mengumumkan gencatan senjata, Sekjen Hizbullah, sayyid Hasan Nasrollah langsung menyampaikan selamat kepada rakyat Palestina atas kemenangan yang mereka wujudkan dalam menghadapi agresi Israel ke Jalur Gaza.

Harian New York Times edisi Sabtu kemarin mengakui bahwa kegagalan Israel dalam agresinya mematahkan ketegaran Hamas sebagai bentuk kemenangan perlawanan Palestina. Terutama unjuk rasa dan aksi solidaritas publik yang memenuhi jalan-jalan di Jalur Gaza pada Selasa lalu. Ratusan pengunjuk rasa itu mendukung Hamas dan Jihad Islami. Aksi dan unjuk rasa itu diikuti oleh keluarga dan rekan korban agresi Israel yang berjumlah 1300 orang meninggal, 400 di antaranya anak-anak dan perempuan. Ini bukti tegas bahwa mereka mendukung dan mengakui pemerintah Hamas.
Para pengamat militer di media-media barat cenderung meyakini bahwa penarikan Israel yang mendadak menyembunyikan pengakuan atas kegagalan operasi Cast Lade. Penyebab kegagalan diperkirakan adalah adalahh karena tank-tank Israel yang mengepung kota Gaza selama dua pekan tidak membuat 20 ribu perlawanan Palestina menyerah bahkan mereka menunggu operasi syahid.

Dengan tema “Keberhasilan Hamas” Tsevi Berail dalam harian Israel Haaretz menulis artikel yang menegaskan munculnya efek negatif politik penghancuran di Gaza. Ia menyebutkan sejumlah kerugian yang dialami oleh Israel, di antaranya Olmert gagal dalam hubungannya dengan Turki, negara yang tidak berpihak yang membentangkan jalan memulai perundingan soal dataran tinggi Golan. PM Israel pernah meminta langsung saat agresi Gaza, menawarkan kepada Taeb Erdogan pentingnya perundingan langsung dengan Suriah.

Namun Erdogan justru menyatakan bahwa tawaran itu tidak lebih hanya mengelabui Syria, Hizbullah dan Hamas karena Israel ingin gencatan senjata. Erdogan menolak pembicaraan telepon dan membiarkan Jaksa Agung Turki menutup aktifitas kedutaan besar Israel di sana.

Pertama kali, Jordania secara resmi mengingatkan dampak yang sangat berbahaya aksi terorisme Israel. PM Jordania, Nadir Adz-Dzahabi di depan parlemen mengisyaratkan kemugkinan dievaluasi hubungan dengan Israel jika operasi dendam Israel di Jalur Gaza terus berlanjut.

Qatar secara politik masuk dalam poros “menolak” Iran dan Syria. Namun secara diplomasi masih tercatat dalam poros “moderat” karena ia menjadi representasi dari KTT perdagangan negara-negara Arab di Doha. Namun Amir Qatar Hamd bin Khalifah mengumumkan pembekuan KTT menunggu peristiwa-peristiwa yang ada.

Setelah menyebut negaranya sebagai sumber utama terorisme di dunia, Berail mengakui bahwa militernya melakukan aksi spekulasi memaksa Turki membekukan hubungannya dan berpindah ke poros “memusuhi” setelah berada di poros “moderat”. Qatar diperkirakan akan menjadi mederator antara Hizbullah dan Hamas.

Berdasarkan data-data perubahan di atas, Hamas diuntungkan secara politik dalam operasi militer Israel ke Jalur Gaza. Dan ini harus dimanfaatkan untuk semakin memperoleh dukungan di tingkat regional dan internasional. Apalagi Hamas sekarang sedang mengalami tuduhan menyabotase masalah Palestina dalam konflik kepentingan dan bargaining di Timur Tengah. Yakni dengan menjadikan masalah Palestina menjadi cara Hamas menciptakan poros tertentu. Kesalahan ini persis seperti yang dilakukan oleh Yaser Arafat pada perang teluk II yang menjurus Kuwait mengusir mengusir lebih dari 300 ribu lebih pengungsi Palestina.

Pernyataan raja Abdullah bin Abdul Aziz di KTT Kuwait mengagetkan, bahkan untuk pejabat luar negeri Saudi sendiri. KTT akhirnya menyerukan sebuah kesepakatan dimana Libanon menerima perimbangan, pendekatan dengan kaidah s – s yakni berdamainya Syria dan Saudi. Raja Abdullah Saudi menyerukan keada Arab agar membuang perbedaan-perbedaan dan perselisihan antara mereka. Sebab persatuan adalah senjata perlawanan menghadapi Israel. Oleh : Salim Nashar, El-Hayat London, Kolumnis dan Wartawan Lebanon
[Sumber : infopalestina.com/ms]
14:50 | 1 komentar

Zeit Geist

Written By Admin BeDa on Minggu, 25 Januari 2009 | 10:16


Setiap zaman memiliki jiwa zamannya. Setiap zaman memiliki karakternya yang khas. Tantangan yang dihadapi satu dekade lalu tidaklah sama dengan tantangan yang kita hadapi sekarang. Problematika yang muncul pada era sebelumnya sudah jauh berbeda dengan problematika yang menanti di sini, kini. Peluang yang terbuka dan menjadi tren 10 tahunan silam, detik ini sudah tidak ada lagi; berganti. Maka, solusi dan kepahlawanan pada zaman ini juga tentu saja berbeda dari zaman sebelumnya. Mereka yang tidak mampu menangkap jiwa zaman (zeit geist) akan tenggelam. Mereka yang kukuh mempertahankan 'status quo' dan angkuh untuk berubah niscaya akan ditinggalkan sejarah. Masalah-masalah baru terlalu rumit untuk diselesaikan dengan pendekatan yang sama seperti zaman sebelumnya.
Mahasiswa yang kemudian terinstitusi dalam gerakan mahasiswa juga tidak terlepas dari hukum ini. Bahkan sebagai individu ia bahkan tidak bisa mengelak. Kalau hari ini kita bisa melihat satu contoh kecil, bahwa para ahli goresan spanduk telah dilipat oleh teknologi banner dengan desain grafisnya, para mahasiswa yang stagnan juga akan mendapat realita yang sama di mimbar sejarah. Mereka yang memandang bahwa aktifis haruslah demonstran militan, pergi subuh pulang larut malam, kuliah amburadul tanpa prestasi akademis membanggakan, berarti telah terjebak pada romantisme masa lalu. Menjadikan diri dan gerakan seperti 'profil lama' itu memang menjadi pilihan terbaik pada 1998-an. Tapi, bukan untuk sekarang! Aksi (demonstrasi) memang masih dibutuhkan oleh gerakan mahasiswa tapi itu tidak cukup untuk menghadapi zaman kita.
Membaca Jiwa Zaman
Maka yang diperlukan pertama kali sebelum gerakan mahasiswa melangkah lebih jauh adalah membaca jiwa zaman. Tentu ini akan mengkonsumsi stamina yang cukup besar dan analisa yang mendalam. Namun, ibarat mengasah gergaji, terlalu sedikit waktu yang diperlukan jika dibandingkan dengan ketepatan dan kecepatan yang datang kemudian untuk memotong kayu-kayu permasalahan dan membuka hutan kebuntuan menjadi peradaban kesuksesan.
Maka, kita pun perlu belajar dari sejarah. Akankah selamanya gerakan mahasiswa menjadi agent of change. Bangga dengan status itu kemudian terdiam dalam kompetisi sejarah perubahan yang justru dimulainya sendiri. Mengeluarkan segala power-nya kemudian lemas terpaku seraya berkata: “bukan perubahan seperti ini yang kita inginkan”. Implikasi lain dari mempertahankan status ini adalah gerakan mahasiswa akan “tertidur pulas” ketika tidak mendapatkan penguasa tiran yang menjadi common enemy untuk 'ditumbangkan'. Ditambah lagi arus demokratisasi yang mengalir bebas, membuat gerakan mahasiswa menjadi bonsai di tengah hegemoni partai politik seperti sekarang ini.
Director of Change
Sudah masanya mahasiswa mempertimbangkan peran yang lebih strategis, director of change. Artinya bukan sekedar kita menjadi infanteri perintis serangan, tetapi kitalah yang akan menentukan konsep pasca perubahan (baca: kemenangan). Tentu saja ini mensyaratkan pondasi persiapan yang kokoh sebab itu sama artinya dengan menjadikan mahasiswa sebagai Muslim Negarawan. Bukan berarti semua mahasiswa berambisi menjadi pejabat negara, tetapi memiliki mentalitas kontributor bagi bangsa dan negaranya.
Lalu bekal apa yang diperlukan bagi gerakan mahasiwa dalam memenuhi cita-cita tahap lanjut tersebut? Setidaknya gerakan mahasiswa harus mampu membangun enam kompetensi kritis untuk setiap kadernya: pengetahuan keislaman; kredibiltas moral; wawasan keindonesiaan; kepakaran dan profesionalisme; kepemimpinan; serta diplomasi dan jaringan. Dengan kompetensi yang pertama ia akan memiliki basis ideologi Islam yang mengakar, yang selalu dibutuhkan sehingga tidak keluar dari rel 'Ilahiyah' dan cita-cita menyemai kehendak Ilahi bagi alam ini. Kompetensi yang kedua akan menjamin mahasiswa tetap memiliki idealisme dan konsistensi, tidak larut oleh efek negatif setiap zaman yang dihadapinya, tidak berbelok menjadi generasi pelanjut bagi kaum pragmatis dan oportunis. Kompetensi yang ketiga dan keempat ia butuhkan untuk membangun basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan, tidak mudah didekontruksi oleh pihak lain yang memang kontra. Dengan kepemimpinan yang kompeten ia akan berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa, ditunjang kompetensi diplomasi dan jaringan yang membuatnya mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan.
Menutup tulisan singkat ini, saya ingin mengutip perkataan Umar bin Khattab “Bertafaqquhlah kaliah (bangun kompetensi) sebelum kalian menjadi pemimpin, sebab setelah kalian menjadi pemimpin, tidak ada lagi waktu -yang cukup- untuk bertafaqquh” [Muchlisin]
10:16 | 1 komentar

Hamas: Pernyataan Obama Awal Ketergelinciran Politik Amerika


Gaza – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan permintaan Presiden Amerika Barrack Obama kepada gerakan agar mengakui syarat-syarat tim kuartet dan mengakui Israel, sekaligus pernyataannya yang memahami sikap penjajah Israel bahwa agresinya untuk membela diri, tidak lain adalah awal ketergelinciran politik yang salah bagi pemerintahan baru Amerika.
Jurubicara Hamas, Fauzi Barhum, dalam pernyataan pers, Jum’at (23/01), sebagaimana dikutip koresponden Infopalestina, mengatakan, “Kebijakan yang salah inilah yang menjadi sebab utama penderitaan rakyat Palestina dan penerapan siasat sanksi massal terhadap rakyat Palestina. Kebijakan yang salah inilah yang telah mengantarkan kepada perang yang memusnahkan warga kami di Jalur Gaza.”

Barhum menegaskan apa yang dilakukan gerakan Hamas dan faksi-faksi perlawanan tidak lain adalah membela diri dan melindungi kemaslahatan rakyatnya, yang dihancurkan kebijakan Amerika yang salah. Dan terakhir adalah kenijakan Presiden Amerika George W. Bush yang menjadi pemimpin kejahatan di dunia.

Hamas menjelaskan, “Yang harus dilakukan Presiden Obama adalah menunjukan sikap-sikap positif yang mendukung keadilan issu Palestina, menghentikan kejahatan kolonial Israel, mengakui hak rakyat Palestina dalam membela diri sesuai dengan perjanjian internasional, yang memberi hak kepada bangsa terjajah untuk membela diri dalam menghadap agresi apapun.” Barhum menegaskan, “Pernyataan Obama ini bisa dimanfaatkan oleh kolonial Israel melanjutkan siasat pembunuhan dan blockade yang sudah dan sedang dipraktekan terhadap anak bangsa Palestina.” (seto) [sumber: infopalestina.com/ms]
10:10 | 0 komentar

HAMAS: Kemenangan di Gaza Harus Menjadi Kemenangan Semua Umat

Written By Admin BeDa on Kamis, 22 Januari 2009 | 21:06


Gaza-Palestina; HAMAS menegaskan bahwa keteguhan yang begitu luar biasa dalam diri para pejuang Palestina dan bangsanya menjadi penentu kemenangan sekalipun harus membayarnya dengan pengorbanan yang begitu besar; dan hal ini harus menjadi risalah (pesan) kepada semua pihak dan kepada mereka yang memiliki peran dalam membuat keputusan; baik pada tingkat lokal atau internasional, bahwa segala usaha dan tindakan yang hanya menggunakan kekerasan dan kekuatan, pengekangan, blokade, pembunuhan, dan pengabaian peran politik dan perdamaian tidak akan berhasil dalam meruntuhkan sikap atau menundukkan harakah, dengan memaksan mau menerima berbagai trik dan tipu daya, atau patuh terhadap dikte-diktenya dihadapan para pejuang, pemimpin dan syariatnya serta hak-hak dan keteguhan bangsa, baik dalam waktu yang lama ataupun sebentar.

Dalam keterangan persnya HAMAS menyatakan kepada seluruh pembuat kebijakan di setiap daerah dan negara –termasuk protokoler Amerika yang baru- untuk melihat kembali sikap-sikapnya dan pandangan mereka terhadap HAMAS, konstitusinya, dan pasukan pejuangnya dari bangsa Palestina serta hak-hak dan harga diri mereka.

Ditambahkan pula bahwa presiden Amerika yang baru; Barack Obama, akan berhadapan dengan pilihan baru terkait dengan masalah Palestina dan kemaslahatan bangsa Palestina, berikut hak-haknya yang terampas, dan akan dilihat bagaimana kebijakan-kebijakannya dan langkah-langkah kongkretnya dalam mewujudkan kemaslahatan dan perdamaian di muka bumi ini, dan sampai dimana dia mengambil ibrah ((pelajaran) dari kesalahan mantan presiden sebelumnya, terutama terkait dengan kebijakan-kebijakan luar negerinya.

Disampaikan pula bahwa hendaknya Amerika menghormati pilihan bangsa Palestina dan mendukung hak-haknya yang telah dirampas, dan hak-haknya dalam mempertahankan diri dan kehormatannya, jauh dari tekanan-tekanan berbagai pihak atau tidak cenderung pada sikap demi kemaslahatan Zionis.

HAMAS meminta kepada seuma pihak untuk memberikan bantuan dan dukungan guna membangun kembali kota Gaza yang telah hancur oleh aksi brutal Zionis; yaitu melalui penyaluran dana sesegera mungkin kepada mereka yang berhak atau melalui perwakilan yang sebenarnya untuk diberikan kepada yang berhak dari warga Gaza, dan tidak boleh ada embel-embel politik dalam memberikan bantuan tersebut sehingga akan menciptakan kondisi yang tidak masuk akal dan tidak realistis di Jalur Gaza.

Dan dalam konteks lain Ra’fat Nashif, anggota qiyadah siyasi HAMAS menyatakan bahwa aparat keamanan yang loyal kepada Mahmud Abbas menolak seruan Arab dalam melakukan rekonsiliasi nasional dengan adanya peningkan invasi mereka dalam menangkap anggota HAMAS di Tepi Barat.

Beliau menegaskan -setelah menyampaikan harapannya akan kemenangan ini menjadi sarana rekonsiliasi nasional- untuk bekeja sama dengan pergerakan dan sikap Arab akhir-akhir ini dalam dua konferensi nya untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional; namun aparat keamanan di Tepi Barat masih saja melakukan penangkapan terhadap anggota dan pengikut HAMAS di sana, padahal sudah dicapai kesepakatan untuk melepaskan tahanan politik yang ada di penjara di Tepi Barat yang mana di antara mereka banyak yang menerima penyiksaan.

HAMAS juga menegaskan bahwa perilaku dan sikap seperti itu adalah sikap yang memalukan, dan menampakkan keseriusan seruan yang telah dilontarkan Abu Mazin dan orang-orang atau kelompok yang berada disekitarnya terkait dengan persatuan nasional dan mengakhiri perpecahan internal.

Sekjen Liga Arab menyeru kepada semua pihak untuk berusaha dan bekerja sama dalam mengakhiri perpecahan dan menghentikan penangkapan yang dilakukan oleh pihak keamanan yang masih loyal kepada Abu Mazin, dan menyeru kepada Abu Mazin untuk segera menghentikannya.

Beliau juga menegaskan akan pentingnya perhatian untuk tidak menghalangi usaha yang dilakukan Arab dalam mendukung rekonsiliasi dan mengumpulkan perhatian Arab secara jamaah untuk melakukan dialog Palestina dan mengkondisikan suasana demi keberhasilan misi ini, yaitu dengan menghentikan penangkapan terhadap anggota HAMAS di Tepi Barat. [sumber; Al-Ikhwan.net]


21:06 | 0 komentar

Media Israel: 8 Target Israel Gagal Dicapai dalam Agresi Gaza

Written By Admin BeDa on Rabu, 21 Januari 2009 | 16:12


Gaza – Infopalestina: Indikasi kekalahan pasukan Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza yang berlangsung selama 22 hari kini didiskusikan oleh media-media Israel dan para pakar. Mereka menyarangkan pernyataan pedas yang menegaskan kegagalan telak yang dialami oleh militer Israel dalam menghadapi perlawanan Palestina di Jalur Gaza.

Media Israel menyebutkan delapan target Israel yang gagal dicapai dalam agresinya di Jalur Gaza.

Kegagalan menghentikan serangan roket

Tujuan utama agresi Israel adalah menghentikan serangan roket Palestina ke Israel. Namun media Israel dan publik Israel masih menyebutkan bahwa gerakan Hamas masih memiliki senjata roket dan pelontarnya. Padahal roket itu masih mengganggu Israel. mereka mempertanyakan bagaimana jika Hamas masih menyerang permukiman Israel dengan roket-roketnya.

Gencatan senjata karena tidak berdaya

Indikasi kekalahan Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza terbukti dengan gencatan senjata yang dilakukan Israel. Media Israel menyebut bahwa gencatan senjata itu dilakukan Israel karena ketidakberdayaan dan bukan karena kekuatan. Mereka mengisyaratkan bahwa ini bukti kekalahan psikologis dan militer bagi Israel dalam menghadapi perlawanan Palestina. Karenanya, gencatan senjata yang dinyatakan Israel tidak ada gunanya.

Shalit masih ditawan

Target lain yang tidak bisa dicapai Israel dalam agresi ini adalah membebaskan serdadu mereka yang ditawan perlawanan Palestina di Jalur Gaza yakni Gilad Shalit. Media Israel dan pakar menyebutkan bahwa Shalit masih ditawan oleh Hamas. ini sebagai bukti kegagalan intelijen Israel dalam mencari keberadaan Shalit. Bahkan untuk memperoleh informasi keberadaan saja tidak berhasil.

Israel mendapat pukulan keras

Di sisi lain, citra Israel mengalami pukulan keras dari dunia yang melihat semakin jelas bahwa “Israel negara penjahat” yang menggunakan senjatanya tidak pada tempatnya serta melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab. Dunia juga melihat bahwa Israel melanggar seluruh hak-hak, konvensi internasional yang seharusnya dijaga oleh Israel dalam peperangan.

Hubungan tegang dengan Turki

Para pengamat Israel dan pakar media menyebut bahwa hubungan Israel dengan berbagai pihak semakin terancam hancur. Seperti dengan Turki, yang jelas menuding Israel sebagai penjahat perang dan memberikan simpati besarnya terhadap rakyat Palestina terutama kaum sipil di sana.

Kejahatan perang Israel

Sosok Israel semakin jelas setelah agresi ke Jalur Gaza; sosok penjahat perang. Di perkirakan dalam masa-masa dekat ini elit Israel akan menghadapi dakwaan kejahatan perang di mahkamah internasional. Sebab militer Israel melakukan aksi brutal dengan berbagai jenis serangan, menghancurkan rumah-rumah yang ada penghuninya, menghancurkan satu keluarga penuh, membombardir perkampungan sipil dengan bom fosfor, bom curah (cluster), uranium dan lain-lain.

Membidik sipil Palestina

Para pakar Israel menyebutkan bahwa militer Israel membidik warga sipil Palestina yang sama sekali tidak terlibat dalam peperangan secara disengaja.

Hamas mampu mengaku menang

Media Israel menegaskan bahwa kegagalan militer Israel terbukti bahwa Hamas masih mampu mengaku menang sebab target Israel tidak tercapai seperti yang dicanangkan oleh militer Israel, Olmert, dan Barack serta para antek-anteknya. (bn-bsyr) [sumber: infopalestina.com/ms]
16:12 | 0 komentar

Haniyah: Kemenangan Historis Menuju Kemenangan Terbesar

Written By Admin BeDa on Senin, 19 Januari 2009 | 09:56


Gaza – Infopalestina: Ismael Haniyah, PM Palestina mendeklarasikan kemenangan rakyat Palestina dalam perang melawan Israel di Jalur Gaza yang berlangsung selama 22 hari. Ia menyebut ini pertolongan Allah.

Dalam pidatonya di TV kemarin sore Ahad (18/1) ia menegaskan pasukan Israel harus meninggalkan Jalur Gaza secara penuh tanpa syarat apapun, membuka perlintasan, membebaskan Jalur Gaza dari blokade, tidak boleh ada lagi blokade setelah darah warga Jalur Gaza tumpah oleh kejahatan Israel. Ia menegaskan bahwa Palestina harus bekerja kembali menyempurnakan langkah-langkah yang sudah dimulai. Ia mengisyaratkan bahwa gencatan yang diumumkan oleh Palestina juga sebagai upaya memulai penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, pembebasan blokade dan pembukaan perlintasan.

Haniya yang menegaskan bahwa apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah kemenangan rakyat, dunia internasional dan kemanusiaan menyatakan bahwa rakyat Palestina saat ini berada dalam episode sejarah dan kemenangan historis. Kemenangan ini dinilai sebagai pintu luas menuju kemenangan pasti yang paling besar. Yakni kemenangan yang berdasarkan kepada komitmen memperjuangkan hak-hak, prinsip-prinsipnya, membebaskan tanah Palestina, mendirikan negaranya yang merdeka dengan kedaulatan penuh dengan ibukota Al-Quds, membebasakan semua tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, kembalinya pengungsi ke kampung halaman mereka.

Ia menambahkan bahwa kemenangan ini akan dijadikan sebagai titik tolak mengembalikan kesatuan nasional Palestina dan dialog internal. Agar, kepentingan nasional bisa terwujud. Ia menyerukan agar segera mengkondisikan diri untuk menyukseskan dialog.

Pemerintah Haniyah juga akan terus mengawasi kondisi perlintasan, memberikan bantuan rakyat yang mengalami genosida dahyat dari Israel. Apa yang diinginkan oleh Israel berupa kerusuhan keamanan di Jalur Gaza tidak terjadi.

Ismael Haniya menegaskan pentingnya pengiriman Tim Investigasi internasional untuk melakukan penyelidikan kejahatan Israel terhadap warga Jalur Gaza. Ia meminta agar elit Israel diseret ke Mahkamah Internasional.

Haniya mengatakan bahwa pemerintah Palestina berharapan para syuhada Palestina diberikan tempat yang mulia disisi-Nya, mengambil pelajaran berharga dan memberikan penghormatan kepada Dr. Nazzar Rayyan, dan komandan Mendagri Palestina Syekh Said Shayyam. Semoga mereka semua diberi rakyat, keridelaan, dan kesembuhan segera kepada korban-korban luka.

Haniya menegaskan pihaknya akan segera memberikan bantuan kepada semua keluarga yang ditimpa musibah, rumah dan aset yang dihancurkan Israel, akan diberikan tempat tinggal alternatif secepatnya. Serta akan merehabilisasi kerusakan yang ditimbulkan oleh kejahatan Israel. ia meminta kepada bansga Arab dan Islam serta dunia internasional bertanggungjawab atas semua yang menimpa rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Haniya menyampaikan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada semua upaya, dukungan dana dan dukungan lain kepada rakyat Palestina di seluruh dunia. Karena dukungan itu telah memberikan kekuatan dan ketegaran dalam berjuang melawan Israel. (bn-bsyr) [sumber:infopalestina.com/ms]

09:56 | 0 komentar

Ats-Tsawabit Wal-Mutaghayyirat

Written By Admin BeDa on Sabtu, 17 Januari 2009 | 11:56


Ada sebagian kaum muslimin yang menganggap bahwa segala yang telah ada (baca: dilakukan) generasi awal Islam adalah sesuatu yang final dan harus diikuti, hatta dalam model pakaian dan hal lain yang sebenarnya masuk dalam domain “umuriddunya”. Sebagian yang lain, merupakan lawan ekstrim dari golongan pertama, bahwa apapun yang ada dalam Islam bisa diubah seiring dengan perkembangan zaman. Tidak peduli apakah ia masalah muamalah maupun ibadah dan aqidah, semuanya bisa diubah mengikuti “semangat zaman”.
Pandangan seperti di atas bisa saja terjadi ketika seorang muslim tidak mengetahui tsawabit dan mutaghayyirat dalam Islam. Mana hal-hal prinsip yang bersifat permanen, tidak boleh berubah. Dan mana hal-hal yang bersifat fleksibel, yang perlu dikembangkan dan dilakukan inovasi.
Dalam hal dakwah dan harokah juga demikian. Termasuk ketika umat berbicara tentang gerakan dakwah Islam terbesar; Ikhwanul Muslimun. Saat harokah ini di berbagai belahan dunia melakukan transformasi dalam ‘bentuk lain’ yang ‘berbeda’ dari tampilannya pada zaman Hasan Al-Banna, banyak komentar yang menganggap bahwa Ikhwan tidak lagi berada dalam asholahnya. Terlebih ketika harokah ini di beberapa negara sering kali melakukan ‘manuver dakwah’ maka suara-suara itu lebih terdengar. Tidak hanya dari orang umum dan simpatisannya, bahkan sebagian kadernya juga ikut terbawa dalam pandangan ini.
Sementara itu, tantangan dan problematika yang dihadapi harokah Islam sekarang berbeda dengan apa yang pernah dihadapinya dulu. Peluang yang terbuka juga tidak sama persis dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya. Zaman dan tipologi manusia yang ada sekarang juga berbeda. Dengan argumentasi ini, ada juga kemudian yang mengusulkan bahwa ‘manuver dakwah’ harus lebih kencang dan bahkan menyangkut hal-hal yang sebenarnya prinsip juga menjadi berubah.
Maka, kehadiran buku Ats-Tsawabit Wal-Mutaghayyirat karya Jum’ah Amin ini menjadi cahaya terang yang bisa dijadikan referensi tentang Ikhwan, tidak hanya bagi kadernya tetapi juga bagi simpatisan dan umat Islam secara umum.
Setelah menjelaskan tentang definisi tsawabit dan mutaghayyirat, penulis menjelaskan pula 10 tsawabit dalam dakwah Ikhwanul Muslimun, yaitu:
1. Nama Jama’ah tidak boleh berubah sebab ia merupakan cerminan fikrah, aplikasi, sejarah dan loyalitas.
Artinya, ketika disebutkan nama Ikhwanul Muslimun, maka akan segera tergambar sebuah jamaah dakwah dengan berbagai karakternya yang khas. Namun, ke-tsawabit-an nama ini hanya diperuntukkan bagi tandzim alamy (organisasi pusat). Adapun cabang-cabangnya di berbagai negara diperbolehkan menggunakan nama yang berbeda sesuai dengan kondisi sosial politik dan peluang serta kapasitas internal jamaah.
2. Beramal jama’I adalah kewajiban yang harus selalu menyatu dengan aktifis dakwahnya. Maka kader Ikhwan akan senantiasa bersama dengan jamaah baik keputusan jamaah sesuai dengan pendapatnya atau berbeda. Dan tentu saja karena jamaah ini adalah jamaah Islam maka segala keputusannya harus sesuai dengan konsep Islam dan amal jamainya pun dalam rangka penegakan Islam.
3. Jalan yang dilalui dalam upaya meraih cita-cita dan tujuannya adalah dengan tarbiyah. Meskipun pada saat yang sama juga ada dakwah struktural, perubahan sosial melalui gerakan massa, dan sebagainya, tarbiyah (pengkaderan) tetap menjadi langkah utama. Hal ini membawa implikasi meskipun suatu saat jamaah ini sudah memasuki ranah politik atau bahkan ranah negara, memiliki massa yang demikian banyak jumlahnya, ia tetap harus melalukan proses tarbiyah. Dengan tarbiyah itu ia menjaga dan mengembangkan kader yang sudah ada, dengan tarbiyah pula ia menambah jumlah kader itu.
4. Usrah adalah tempat asuhan tarbiyah. Meskipun wasailut tarbiyah (sarana-sarana tarbiyah) itu banyak, tetapi usrah tetap menjadi jiwa dari semua sarana yang ada. Meskipun sarana tarbiyah bisa berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi (misalnya dengan telekonferens dan taujih leave), usrah tidak boleh ditinggalkan. Ia menjadi benteng terakhir bagi tarbiyah, otak bagi amal jama’i, dan senjata utama dalam merealisasikan cita-cita.
5. Prinsip-prinsip jamaah, baik mengenai pemahaman aqidah, pemikiran, atau ideloginya bisa dirujuk dalam risalah ta’alim (khususnya ushul isyrin) dan risalah aqaid. Maka, bagi kadernya sangat diperlukan mempelajari risalah tersebut, sebab ia merupakan batasan dan arahan dalam memahami Islam. Jika batasan atau kaidah dalam risalah ini telah benar-benar dikuasai maka baru boleh baginya membaca referensi apapun dan tidak dikhawatirkan akan terkena syubhat dan ghazwul fikr dari pihak yang memusuhi Islam.
6. Bahwa Islam itu bersifat syumul (komprehensif) dan karenanya jamaah dakwah Islam juga harus bersifat komprehensif. Dari sini bisa diketahui kelemahan harokah Islam yang hanya mengkonsentrasikan diri pada salah satu aspek dalam Islam; aqidah saja atau politik saja, misalnya.
7. Syuro adalah pengikat bagi setiap ikhwah dalam memecahkan permasalahan dan menyelesaikan perbedaan.
8. Menghormati sistem dan peraturan jamaah adalah moralitas yang selayaknya dijunjung tinggi setiap ikhwah
9. Pilihan fiqih yang telah ditetapkan oleh jamaah harus diikuti oleh anggota
10. Allah menjadi tujuan dalam setiap ucapan dan perbuatan. [Muchlisin]
11:56 | 0 komentar

Genosida di Gaza Berlanjut, 1133 Gugur dan Lebih 5000 Terluka

Written By Admin BeDa on Jumat, 16 Januari 2009 | 19:32


Gaza – Infopalestina: Memasuki hari ke-21 genosida di Jalur Gaza, jumlah korban meninggal meningkat menjadi 1133 syuhada, 368 di antaraya adalah anak-anak 105 wanita, 100 orang lanjut usia, 15 anggota tim medis, 4 wartawan, 3 aktivis asing. Sementara itu jumlah korban luka mencapai lebih 5130 separohnya adalah anak-anak kaum wanita.

Pasukan penjajah Zionis Israel melanjutkan agresinya di seluruh wilayah Jalur Gaza, Jum’at (16/01). Apa yang dilakukan Israel adalah aksi-aksi pembersihan etnis dengan mefokuskan serangan kepada warga sipil dan fasilitas-fasilitas kesehatan.

Sumber-sumber medis Palestina menegaskan seorang bocah Palestina Isa Ermilat (14) gugur dan 6 bocah lainnya terluka akibat serangan udara Zionis Israel yang menghantam dekat pasar al najmah di kamp pengungsi Shabura di kota Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza. Sementara itu 8 orang lainnya terluka dalam aksi militer di daerah Shufa.

Pasukan militer Israel menggempur sekitara masjid al Amin dan masjid Khalid bin Walid di sisi barat dank amp pengungsi Khan Yunis. Aksi militer Israel ini mengakibatkan seorang warga Nadir Abu Rizq dan anaknya yang berusia 4 tahun terluka.

Sementara pesawat tempur Israel menggempur kantor polisi utama di Khan Yunis dan membuatnya hancur total di sampung menghancurkan kantor pertolongan pertama di Khan Yunis.

Pasukan penjajah Zionis Israel melancarkan serangan dari darat, laut dan udara dengan menggunakan puluhan bom pospos ke berbagai daerah di kota Khan Yunis, wilayah selatan Jalur Gaza. Sementara di wilayah utara Jalur Gaza terjadi aksi gempuran sengit yang dipusatkan di Jabaliya. (seto) [sumber: infopalestina.com/ms]


19:32 | 0 komentar

Pejuang Palestina Memberikan Pelajaran Pahit Kepada Pasukan Penjajah di Penghujung Hari Kemarin

Written By Admin BeDa on Rabu, 14 Januari 2009 | 17:44


Gaza - Palestina:

Pada penghujung hari kemarin, di saat bumi Palestina khususnya Gaza penuh dengan darah dan syuhada, pasukan pejuang Palestina memberikan pelajaran pahit yang tidak akan pernah terlupakan kepada zionis; dimana brigade izzuddin al-Qassam berhasil membunuh dua tentara zionis di wilayah Salatin, bagian barat Beit Lahia, dan membombardir pusat militer Abu Mutaibiq, di wilayah tempat perang dengan tiga mortir hawn.

Sebagaimana pasukan gerilyawan Al-Quds, sayap militer gerakan bersenjata Jihad Islam mengumumkan keberhasilan unit pertahanannya membombardir mesin perang dan artileri Zionis yang terletak di Netzarim dengan 8 mortir hawn berkaliber berat dan memiliki panjang 100 mm, dan juga membombardir lokasi militer “Miguén” dengan 6 mortir hawn yang berkaliber sama, serta berhasil membombardir daerah yang dirampas Kafar Izza dengan roket berjenis “Al-Quds”.

Brigade Al Aqsa dan Brigade burung nazar Palestina juga mengumumkan telah berhasil membombardir daerah yang dirampas Kafar Izza dengan tiga mortir hawn. [sumber: al-ikhwan.net]
17:44 | 1 komentar

Dari Gerakan Ke Negara

Written By Admin BeDa on Selasa, 13 Januari 2009 | 17:02


Rencana itu terlalu halus untuk dideteksi secara dini oleh para pemimpin musyrik Quraisy.Tiba-tiba saja Makkah terasa lengang dan sunyi. Ada banyak wajah yang terasa perlahan-lahan enghilang dari lingkungan pergaulan. Tapi tidak ada berita. Tidak ada yang tahu secara pasti apa yang sedang terjadi dalam komunitas Muslim di bawah pimpinan Rasulullah SAW. Ini memang bukan rencana yang bisa dirahasiakan dalam waktu lama. Orang-orang musyrik Makkah akhirya memang mengetahui bahwa kaum Muslimin telah berhijrah ke Madinah. Tapi setelah proses hijrah hampir selesai.

Maka gemparlah penduduk Makkah. Tapi. Sebuah episode baru dalam sejarah telah dimulai: sebuah gerakan telah berkembang menjadi sebuah negara, dan sebuah negara telah bergerak menuju peradabannya; sebuah agama telah menemukan “orang-orangnya”, setelah itu mereka akan menancapkan “bangunan peradaban” mereka.

Tanah, dalam agama ini, adalah persoalan kedua. Sebab yang berpijak di atas tanah adalah manusia maka di sanalah Islam pertama kali menyemaikan dirinya; dalam ruang pikiran, ruang jiwa, dan ruang gerak manusia. Tanah hanya akan menjadi penting ketika komunitas “manusia baru” telah terbentuk dan mereka membutuhkan wilayah teritorial untuk bergerak secara kolektif, legal, dan diakui sebagai sebuah entitas politik.

Karena tanah hanya merupakan persoalan kedua maka tidaklah heran bila pilihan daerah tempat hijrah diperluas oleh rasulullah SAW. Dua kali sebelumnya, kaum Musimin, dalam jumlah yang lebih kecil, berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), baru kemudian berhijrah keseluruhan ke Madinah. Tapi, ketika kaum Muslimin sudah berhijrah seluruhnya ke madinah, mereka yang sebelumnya telah berhijrah ke Habasyah tidak serta merta dipanggil oleh Rasulullah SAW. Mereka baru menyusul ke Madinah lima atau enam tahun kemudian.

Ketika mereka tiba di Madinah, di bawah pimpinan Ja’far bin Abi Thalib, kaum Muslimin baru saja memenangkan perang Khaibar, sebuah peperangan yang sebenarnya mirip dengan sebuah pengusiran, menyusul pengkhianatan kaum Yahudi dalam perang Khandaq. Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak tahu dengan apa aku digembirakan oleh Allah; apakah dengan kemenangan dalam perang Khaibar atau dengan kedatangan Ja’far?”


Dari Gerakan Ke Negara

Hijrah, dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW adalah sebuah metamorfosis dari “gerakan” menjadi negara. Tiga belas tahun sebelumnya, Rasulullah SAW melakukan penetrasi sosial yang sangat sistematis, di mana Islam menjadi jalan hidup individu; di mana Islam “memanusia” dan kemudian “memasyarakat”. Sekarang, melalui hijrah, masyarakat itu bergerak linear menuju negara. Melalui hijrah, gerakan itu “menegara”, dan Madinah adalah wilayahnya.

Kalau individu membutuhkan aqidah maka negara membutuhkan perangkat sistem. Setelah komunitas Muslim menegara, dan mereka memilih Madinah sebagai wilayahnya, Allah SWT menurunkan perangkat sistem yang mereka butuhkan. Turunlah ayat-ayat hukum dan berbagai kode etik sosial, ekonomi, politik, keamanan dan lain-lain. Lengkaplah sudah susunan kandungan sebuah negara: manusia, tanah, dan sistem.

Apa yang kemudian dilakukan Rasulullah SAW sebenarnya relatif mirip dengan semua yang mungkin dilakukan para pemimpin politik yang baru mendirikan negara. Pertama, membangun infrastruktut negara dengan masjid sebagai simbol dan perangkat utamanya. Kedua, menciptakan kohesi sosial melalui proses persaudaraan antarkomunitas darah yang berbeda tapi menyatu sebagai komunitas agama, antara sebagian komunitas “Quraisy” dan “Yatsrib” menjadi komunitas “Muhajirin” dan “Anshar”. Ketiga, membuat nota kesepakatan untuk hidup bersama dengan komunitas lain yang berbeda, sebagai sebuah masyarakat pluralistik yang mendiami wilayah yang sama, melalui piagam Madinah. Keempat, merancang sistem pertahanan negara melalui konsep Jihad fi Sabilillah.

Lima tahun pertama setelah hijrah kehidupan dipenuhi oleh kerja keras Rasulullah SAW beserta para shahabat beliau untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup negara Madinah. Dalam kurun waktu itu, Rasulullah SAW telah melakukan lebih dari 40 kali peperangan dalam berbagai skala. Yang terbesar dari semua peperangan itu adalah perang Khandaq, di mana kaum Muslimin keluar sebagai pemenang. Setelah itu tidak ada lagi yang terjadi di sekitar Madinah karena semua peperangan sudah bersifat ekspansif. Negara Madinah membuktikan kekuatan dan kemandiriannya, eksistensinya, dan kelangsungannya. Di sini, kaum Muslimin telah membuktikan kekuatannya, setelah sebelumnya kaum Muslimin membuktikan kebenarannya.

Jadi, yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pada tahapan ini adalah menegakkan negara. Sebagai sebuah bangunan, negara membutuhkan dua bahan dasar: manusia dan sistem. Manusialah yang akan mengisi suprastruktur. Sedangkan sistem adalah perangkat lunak, sesuatu dengan apa negara bekerja.

Islam adalah sistem itu. Oleh karena itu Islam bersifat given. Tapi, manusia adalah sesuatu yang dikelola dan dibelajarkan sedemikian rupa hingga sistem terbangun dalam dirinya, sebelum kemudian mengoperasikan negara dalam sistem tersebut. Untuk itulah Rasulullah SAW memilih manusia-manusia terbaik yang akan mengoperasikan negara itu.

Selain kedua bahan dasar negara itu, juga perlu ada bahan pendukung lainnya. Pertama, tanah. Tidak ada negara tanpa tanah. Tapi, dalam Islam, hal tersebut merupakan infrastruktur pendukung yang bersifat sekunder sebab tanah merupakan benda netral, yang akan mempunyai makna ketika benda tersebut dihuni oleh manusia dengan cara hidup tertentu. Selain berfungsi sebagai ruang hidup, tanah juga merupakan tempat Allah menitip sebagian kekayaan-Nya yang menjadi sumber daya kehidupan manusia.

Kedua, jaringan sosial. Manusia sebagai individu hanya mempunyai efektifitas ketika ia terhubung dengan individu lainnya secara fungsional dalam suatu arah yang sama.

Itulah perangkat utama yang diberikan untuk menegakkan negara; sistem, manusia, tanah, dan jaringan sosial. Apabila ke dalam unsur-unsur utama itu kita masukkan unsur ilmu pengetahuan dan unsur kepemimpinan maka keempat unsur utama tersebut akan bersinergi dan tumbuh secara lebih cepat. Walaupun, secara implisit, sebenarnya unsur ilmu pengetahuan sudah masuk ke dalam sistem dan unsur kepemimpinan sudah masuk ke dalam unsur manusia.

Itulah semua yang dilakukan oleh Rasulullah SAW selama tiga belas tahun berdakwah dan membina sahabat-sahabatnya di Makkah; menyiapkan semua perangkat yang diperlukan dalam mendirikan sebuah negara yang kuat. Hasil dakwah dan pembinaan itulah yang kemudian tumpah ruah di Madinah dan mengkristal secara sangat cepat.

Begitulah transformasi itu terjadi. Ketika gerakan dakwah menemui kematangannya, ia menjelma jadi negara; ketika semua persyaratan dari sebuah negara kuat telah terpenuhi, negara itu tegak di atas bumi, tidak peduli di belahan bumu manapun ia tegak. Proses transformasi ini memang terjadi sangat cepat dan dalam skala yang sangat besar. Tapi, proses ini sekaligus mengajari kita dua hakikat besar: pertama, tentang hakikat dan tujuan dakwah serta strategi perubahan sosial. Kedua, tentang hakikat negara dan fungsinya.


Perubahan Sosial

Tujuan dakwah adalah mengejawantahkan kehendak-kehendak Allah SWT –yang kemudian kita sebut agama, tau syariah- dalam kehidupan manusia. Syariah itu sesungguhnya merupakan sistem kehidupan yang integral, sempurna, dan universal. Karena manusia yang akan melaksanakan dan mengoperasikan sistem tersebut maka manusia harus disiapkan untuk peran itu. Secara struktural, unit terkecil yang ada dalam masyarakat manusia adalah individu. Itulah sebabnya, perubahan sosial harus dimulai dari sana; membangun ulang susunan keribadian individu, mulai dari cara berpikir hingga cara berperilaku. Setelah itu, individu-individu itu harus dihubungkan satu sama lain dalam suatu jaringan yang baru, dengan dasar ikatan kebersamaan yang baru, identitas kolektif yang baru, sistem distribusi sosial ekonomi politik yang juga baru.

Begitulah Rasulullah SAW memulai pekerjaannya. Beliau melakukan penetrasi ke dalam masyarakat Quraisy dan merekrut orang-orang terbaik di antara mereka. Menjelang hijrah ke Madinah, beliau juga merekrut orang-orang terbaik dari penduduk Yatsrib. Maka terbentuklah sebuah komunitas baru di mana Islam menjadi basis identitas mereka, aqidah menjadi dasar ikatan kebersamaan mereka, ukhuwah menjadi sistem jaringan mereka, dan keadilan menjadi prinsip dstribusi sosial-ekonomi-politik mereka. Tapi, perubahan itu bermula dari sana; dari dalam individu, dari dalam pikiran, jiwa dan raganya.

Model perubahan sosial seperti itu mempunyai landasan pada sifat natural manusia, baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat. Perubahan mendasar akan terjadi dalam diri individu jika ada perubahan mendasar pada pola pikirnya karena pikiran adalah akar perilaku. Masyarakat juga begitu. Ia akan berubah secara mendasar jika individu-individu dalam masyarakat itu berubah dalam jumlah yang relatif memadai. Tapi, model perubahan ini selalu gradual dan bertahap. Prosesnya lebih cenderung evolusioner, tapi dampaknya selalu bersifat revolusioner. Inilah makna firman Allah SWT “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’d:11)


Fungsi Negara

Dalam konsep politik Islam, syariat atau kemudian kita sebut sistem atau hukum, adalah sesuatu yang sudah ada, given. Negara adalah institusi yang diperlukan untuk menerapkan sistem tersebut. Inilah perbedaan mendasar dengan negara sekuler, di mana sistem atau hukum mereka adalah hasil dari produk kesepakatan bersama karena hal tersebut sebelumnya tidak ada.

Sebagai institusi, bentuk negara selalu berubah mengikuti perubahan-perubahan struktur sosial dan budaya masyarakat manusia. Dari bentuk negara kerajaan, parlementer, hingga presidensiil. Skala negara juga berubah mengikuti perubahan struktur kekuatan antarnegara, dari imperium besar ke negara bangsa, dan barangkali, yang sekarang jadi mimpi pemerintahan George W. Bush junior di Amerika: negara dunia atau global state. Struktur etnis dan agama dalam sebuah negara juga bisa tunggal dan majemuk.

Oleh karena itu semua merupakan variabel yang terus berubah, dinamis, dan tidak statis, maka Islam tidak membuat batasan tertentu tentang negara. Bentuk boleh berubah, tapi fungsinya tetap sama; institusi yang mewadahi penerapan syariat Allah SWT. Itulah sebabnya bentuk negara dan pemerintahan dalam sejarah Islam telah mengalami berbagai perubahan; dari sistem khilafah ke kerajaan dan sekarang berbentuk negara bangsa dengan sistem yang beragam dari monarki, presidensiil, dan parlementer. Walaupun tentu saja ada bentuk yang lebih efektif menjalankan peran dan fungsi tersebut, yaitu sistem khilafah yang sebenarnya lebih mirip dengan konsep global state. Tapi, efektifitasnya tidaklah ditentukan semata oleh bentuk dan sistem pemerintahannya, tapi terutama oleh suprastrukturnya, yaitu manusia.

Namun demikian, kita akan melakukan kesalahan besar kalau kita menyederhanakan makna negara Islam dengan membatasinya hanya dengan pelaksanaan hukum, pidana dan perdata, serta etika sosial politik lainnya. Persepsi ini yang membuat negara Islam lebih berciri moral ketimbang ciri lainnya. Yang perlu ditegaskan adalah bahwa syariat Allah itu bertujuan memberikan kebahagiaan kepada manusia secara sepurna; tujuan hidup yang jelas, yaitu ibadah untuk mendapatkan ridha Allah SWT serta rasa aman dan kesejahteraan hidup.

Hukum-hukum Islam dalam bidang pidana dan perdata sebenarnya merupakan sub-sistem. Tapi, dampak penerapan syariah tersebut pada penciptaan keamanan dan kesejahteraan hanya dapat muncul di bawah sebuah pemerintahan yang kuat. Hal itu bertumpu pada manusia. Hanya “orang kuat yang baik” yang bisa memberikan keadilan dan menciptakan kesejahteraan, bukan orang yang baik. Bagaimanapun, hanya orang kuat dan baik yang dapat menerapkan sistem Allah secara sempurna. Inilah makna hadits Rasulullah SAW “laki-laki mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada laki-laki mukmin yang lemah.”

Alangkah dalamnya penghayatan Umar bin Khattab tentang masalah ini ketika berdoa, “Ya Allah lindungilah kami dari orang yang bertaqwa yang lemah dan tidak bertaqwa yang lemah dan tidak berdaya, dan lindungilah kami dari orang-orang jahat yang perkasa dan tangguh.” Inilah sesungguhnya misi gerakan Islam: melahirkan orang-orang baik yang kuat atau orang-orang kuat yang baik. [Anis Matta]

17:02 | 4 komentar

Perlawanan Pukul Mundur Pasukan Darat Israel


Gaza-Infopalestina : Pasukan perlawanan Palestina yang dipimpin Brigade Izzuddin Al-Qossam, sayap militer gerakan Hamas berhasil memukul mundur serdadu-serdadu Israel yang berupaya merangseg memasuki Gaza dari berbagai penjuru.

Sumber di Al-Qossam menyebutkan, 11 kendaraan militer Israel di Tel Islam dan Zaitun hancur dalam pertempuran sengit antara pasukan perlawanan dengan serdadu Israel yang berakhir dengan kekalahan di pihak Israel.

Sumber lokal menyebutkan, pasukan Israel berupaya meraih kemenangan paska pidato perdana menteri Ismael Haneya yang menyatakan kegagalan Israel, dengan menyerbu kota Gaza dari berbagai penjuru. Mereka mengerahkan puluhan tank dan helikopternya secara masif disertai bom phospore menggempur sejumlah tempat di Gaza.

Koresponden infopalestina di Gaza menyebutkan, tank-tank Israel berusaha merangsek ke wilayah Syaikh Ijlin dan Tel Islam, setelah sekian lama terkonsentrasi di Net Sarem, wilayah jajahan Palestina 48. Mereka mulai bergerak menuju Shabra.

Brigade Al-Qossam menghadapi mereka dengan melessakan roket RBG dan roket anti tank serta ranjau-ranjau darat. Serangan yang tak diperkirakan sebelumnya ini mengakibatkan serdadu Israel terpaksa kembali ke pangkalan semula, setelah mereka gagal membumi hangusakan sejumlah permukiman penduduk.

Sementara itu, Komite Perlawanan Rakyat dan Brigade Al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam mengumumkan, pihaknya berhasil merontokan sejumlah tank dan kendaraan tempur Israel dengan roket RBG mereka.

Beradasarkan berbagai sumber yang ada menyebutkan, pasukan Israel berusaha menutupi kekalahanya dengan menembakan roket-roketnya secara sporadis ke arah warga permukiman hingga menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Operasi ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan militer Israel untuk memasuki Gaza, namun selalu berakhir dengan kegagalan. (asy) [sumber: infopalestina.com/ms]
16:59 | 0 komentar

Thufail bin ‘Amr Ad-Dausy


Thufail bin ‘Amr Ad-Dausy adalah kepala kabilah Daus pada masa jahiliyah. Dia termasuk bangsawan Arab yang terpandang, dan seorang pemimpin yang memiliki kharisma serta kewibawaan yang tinggi dan diperhitungkan orang. Periuknya tidak pernah turun dari tungku. Pintu rumahnya tidak pernah tertutup bagi orang-orang yang bertamu. Dia senang memberi makan orang-orang yang kelaparan, melindungi orang yang sedang ketakutan dan membantu setiap penganggur.

Di samping itu, dia pujangga yang pintar dan cerdas, penyair yang tajam dan berperasaan halus. Selalu tanggap terhadap kenyataan-kenyataan yang manis dan yang pahit. Karya-karyanya mempesona bagaikan sihir.

Pada suatu ketika, Thufail meninggalkan negerinya, Tihamah, menuju Makkah. Waktu itu konfrontasi antara Rasulullah SAW dengan kafir Quraisy semakin nyata. Masing-masing pihak berusaha memperoleh pengikut atau simpatisan guna memperkuat golongannya. Untuk itu, sengaja Rasulullah SAW hanya mendoa kepada Tuhannya, disertai iman dan kebenaran yang dibawanya. Sedangkan kaum kafir Quraisy menegakkan impian mereka dengan kekuatan senjata, dan dengan segala macam cara untuk menghalangi orang banyak menjadi pengikut Nabi Muhammad.

Thufail terlibat dalam kemelut ini tanpa disengaja, karena kedatangannya ke Makkah itu bukan untuk melibatkan diri. Bahkan pertentangan antara Nabi Muhammad dengan kaum kafir Quraisy belum pernah terlintas dalam pikirannya sebelum itu.

Mengenai keterlibatannya dalam pertentangan itu, Thufail mempunyai kenang-kenangan yang tak dapat dilupakannya. Karena itu marilah kita simak ceritanya yang unik berikut ini:

Kedatanganku ke Makkah kali itu mereka sambut agak luar biasa, aku ditempatkan di sebuah rumah istimewa. Kemudian para pemimpin dan pembesar Quraisy berdatangan menemuiku.

Kata mereka, “Hai Thufail! Kami sangat gembira Anda datang ke negeri kami, walaupun negeri kami sedang dilanda kemelut. Orang yang menjadi Nabi itu (Nabi Muhammad) ternyata telah merusak agama kita, merusak kerukunan kita, dan memecah belah persatuan kita semua. Kami kuatir akan mempengaruhi Anda pula. Kemudian dengan kepemimpinan Anda, dipengaruhinya pula kaum Anda, seperti yang terjadi pada kami”

Karena itu janganlah Anda dekati orang itu, jangan berbicara dengannya dan jangan pula mendengarkan kata-katanya. Sebab kalau dia berbicara, kata-katanya bagaikan sihir. Perkataannya dapat memisahkan anak dengan bapak, merenggangkan saudara sesama saudara dan menceraikan istri dengan suami.”

Demi Allah! Mereka selalu mendampingiku, dan menceritakan hal yang aneh-aneh kepadaku, kata Thufail. Mereka menakut-nakutiku dan kaumku dengan keajaiban-keajaiban yang pernah dilakukan orang itu. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak mendekati orang itu, tidak akan berbicara dengannya, dan tidak akan mendengarkan apa-apa yang dikatakannya.

Pada suatu pagi aku pergi ke Masjid hendak thawaf di Ka’bah, dan mengambil berkat dari berhala-berhala yang kami puja. Hal seperti itu biasa kami lakukan ketika kami haji. Telingaku kusumbat dengan kapas, karena aku takut suara Muhammad akan terdengar olehku.

Tetapi ketika masuk ke masjid, kulihat Muhammad sedang shalat dalam Ka’bah. Tetapi shalatnya tidak seperti sholat kami, dan ibadahnya tidak seperti ibadah kami. Aku terpesona melihatnya. Sedikit demi sedikit aku bergerak menghampirinya tanpa sadar, sehingga akhirnya aku dekat sekali kepadanya. Agaknya Allah menakdirkan supaya aku mendengar apa yang dibacanya. Memang, ternyata kalimat-kalimat yang diucapkannya sangat indah dan bagus sekali.

Lalu aku berkata pada diriku, “Betapa celakanya engkau, hai Thufail! Engkau seorang pujangga dan penyair. Engkau mampu membedakan mana yang indah dan yang buruk. Apa salahnya kalau engkau dengarkan dia bertutur…? Mana yang baik boleh engkau ambil, mana yang buruk kau tinggalkan…!”

Aku bagaikan terpaku di tempat itu sampai Rasulullah pulang. Lalu kuikuti dia sampai ke rumahnya. Setelah dia masuk, aku pun masuk pula. Setelah kami duduk, aku bertanya kepadanya:

Ya Muhammad! Sesungguhnya kaum Anda berkata kepadaku tentang diri Anda begini dan begitu. Mereka menakut-nakutiku berhubungan dengan urusan agama Anda. Oleh karenanya aku menyumbat telingaku dengan kapas agar tidak mendengar perkataan Anda. Tetapi Allah menghendaki supaya aku mendengar sesuatu dari Anda. Ternyata apa yang Anda ucapkan semuanya benar dan bagus. Maka ajarkanlah kepadaku agama Anda itu!”

Rasulullah mengajarkan kepadaku perihal agama Islam. Dibacakannya surat al-Ikhlas dan al-Falaq. Demi Allah! Belum pernah aku mendengar kalimat-kalimat seindah itu. Dan, belum pernah aku mengenal agama yang lebih baik daripada Islam ini.

Setelah itu kuulurkan tanganku kepadanya, lalu kuucapkan dua kalimat syahadat.

Sejak itu aku masuk Islam.

Kemudian aku menetap di Makkah beberapa lama, mempelajari agama Islam dari beliau. Aku menghafal ayat-ayat Al-Qur’an yang dapat kuhafal. Ketika aku bermaksud hendak kembali kepada kaumku, kukatakan kepada beliau, “Ya Rasulullah! Aku ini pemimpin yang dipatuhi oleh kaumku. Aku bermaksud hendak kembali kepada mereka dan mengajak mereka masuk Islam. Tolonglah doakan kepada Allah SWT semoga Allah memberiku bukti-bukti nyata yang dapat memperkuat dakwahku kepada mereka, supaya mereka masuk Islam.”

Rasulullah SAW pun mendoakan.

Di tengah perjalanan pulang, ketika aku sampai di tempat yang dimuliakan kaumku, keluarlah suatu cahaya di antara kedua mataku seperti lampu.

Aku berdoa “Wahai Allah! Pindahkanlah cahaya ini ke tempat lain, karena kalau cahaya ini terletak di antara kedua mataku, aku khawatir kalau-kalau kaumku menyangka mataku telah kena tulah karena meninggalkan agama berhala.”

Maka dengan izin Allah cahaya itu dipindahkan ke ujung tongkatku, bagaikan sebuah kandil tergantung. Setelah aku berada di tengah-tengah mereka, yang pertama-tama mendatangiku adalah bapakku sendiri. Beliau sudah berusia lanjut.

Menjauhlah daripadaku! Aku bukan lagi putra ayah dan ayah bukan bapakku lagi!”

Mengapa begitu, hai anakku?” tanya bapak.

Aku telah masuk Islam. Aku adalah pengikut Nabi Muhammad SAW,” jawabku.

Wahai anakku! Bagaimana kalau aku masuk agamamu. Supaya agamamu menjadi agamaku pula?” tanya bapak.

Kalau begitu pergilah Bapak mandi lebih dahulu. Bersihkan badan dan pakaian Bapak. Sesudah itu kembalilah ke sini, supaya kuajarkan kepada Bapak apa yang telah kupelajari tentang Islam.”

Bapakku pergi mandi membersihkan badan dan pakaiannya. Sesudah itu kuajarkan kepadanya tentang Islam, lalu dia masuk Islam.

Kemudian datang pula istriku. Aku berkata kepadanya, “Menjauhlah dariku! Aku bukan suamimu lagi, dan engkau tidak pula istriku lagi.”

Mengapa begitu. Hai Thufail?” tanya istriku heran.

Islam telah memisahkan aku dan engkau. Aku telah masuk Islam dan menjadi pengikur Nabi Muhammad SAW.” Jawabku menjelaskan.

Bolehkah aku masuk agamamu?” tanya istriku.

Pergilah engkau mandi lebih dahulu ke telaga Dzi Syuara. Bersihkan badanmu di telaga itu!” kataku.

Apakah engkau tidak takut terkena tulah Dzi Syara’?” tanya istriku cemas.

Aku tidak peduli dengan berhala Dzi Syara’mu itu! Pergilah mandi ke sana! Tempat itu jauh dari penglihatan orang banyak. Aku menjamin, batu-batu yang tidak bisa apa-apa itu tidak akan berbuat sesuatu yang dapat mencelakaimu!” kataku meyakinkan.

Sesudah mandi dia datang kepadaku. Maka kuajarkan kepadanya tentang Islam, lalu dia masuk Islam.

Kemudian kuajak seluruh kabilah Daus masuk Islam. Tetapi tidak memenuhi ajakanku, kecuali Abu Hurairah. Dia memang paling cepat memenuhi panggilan Islam.

Aku datang memenuhi Rasulullah SAW di Makkah bersama-sama dengan Abu Hurairah.” Ucap Thufail melanjutkan ceritanya.

Rasulullah SAW bertanya, “Bagaimana perkembangan dakwahmu , hai Thufail?”

Hati kaumku masih tertutup dan sangat kafir. Sungguh seluruh kaumku, kabilah Daus, masih sesat dan durhaka,” jawabku.

Rasulullah SAW pergi mengambil wudlu’ kemudian beliau shalat. Sesudah shalat beliau menadahkan kedua tangannya ke langit, lalu berdoa. Pada saat-saat itu Abu Hurairah merasa khawatir dan takut kalau-kalau Rasulullah SAW mendoakan agar kabilah Daus celaka.

Tetapi kiranya Rasulullah mendoakan sebaliknya: Allaahummahdi Dusan…! Allaahummahdi Dusan…! Allaahummahdi Dusan…! (Wahai Allah! Tunjukkanlah kabilah Daus!)

Kemudian beliau menoleh kepada Thufail, lalu bersabda: “Pulanglah kepada kabilahmu! Bersikap lembutlah terhadap mereka! Dan ajaklah mereka masuk Islam dengan bijaksana!”

Sejak itu hingga Rasulullah hijrah, aku menetap di negeriku dan mengajak kaumku masuk Islam. Sementara itu telah terjadi perang Badar, perang Uhud, dan perang Khandaq. Setelah itu aku datang kepada Rasulullah SAW membawa depalan puluh keluarga muslim Dausy yang keislamannya tidak disangsikan lagi.

Rasulullah menyambut gembira kedatangan kami. Beliau memperlengkapi kami secukupnya dari harta rampasan perang Khaibar.

Kami memohon kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, tempatkanlah kami di sayap kanan pasukan Anda dalam setiap peperangan yang Anda pimpin. Dan kompi muslimin Dausy ini kami beri nama “Kompi Mabrur”

Kata Thufail, “Sesudah itu aku senantiasa mendampingi Rasulullah SAW. Dan turut berperang bersama beliau ke mana saja, hingga kota Makkah dibebaskan dari kekuasaan kaum kafir Quraisy.”

Setelah pembebasan kota Makkah, aku memohon kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah! Izinkanlah aku pergi ke Dzil Kaffan, untuk memusnahkan berhala-berhala yang ada di sana.”

Rasulullah memberi izin kepada Thufail. Dia berangkat ke tempat berhala tersebut dengan satu regu tentara dari pasukannya. Sewaktu sampai ke sana dan mereka bersiap hendak membakar berhala Dzil Kaffain, berkerumunlah kaum laki-laki, perempuan dan anak-anak sekitar mereka, menunggu –nunggu apa yang akan terjadi. Mereka menduga akan terjadi petir dan halilintar, bila regu Thufail menjamah berhala Dzil Kaffain itu.

Tetapi Thufail dengan mantap menuju berhala itu disaksikan para pemujanya sendiri. Beliau menyulutkan api tepat di jantung Dzil Kaffain, sambil bersajak; “hai Dzil Kaffain…! Kami bukanlah pemujamu, kelahiran kami lebih dahulu daripada keberadaanmu. Inilah aku, menyulutkan api di jantungmu!”

Setelah api melalap habis patung-patung Dzil Kaffain, sirna pulalah sisa-sisa kemusyrikan dalam Kabilah Daus. Seluruh kabilah Daus lalu masuk Islam, dan menjadi muslim-muslim sejati.

Thufail bin ‘Amr Ad-Dausy senantiasa mendampingi Rasulullah SAW sampai beliau wafat. Ketika Abu Bakar menjadi Khalifah, Thufail dan anak buahnya patuh kepada pemerintahan Khalifah Abu Bakar. Tatkala berkecamuk perang membasmi orang-orang murtad, Thufail paling dahulu pergi berperang bersama-sama tentara muslimin memerangi Musailamah Al-Kadzdzab. Begitu pula putra beliau, ‘Amr bin Thufail, yang selalu tak mau ketinggalan.

Ketika Thufail sedang dalam perjalanan menuju Yamamah (kawasan tempat Musailamah menyebarkan pahamnya yang murtad), dia bermimpi.

Aku bermimpi. Cobalah kalian ta’birkan mimpiku itu”. Kata Thufail kepada sahabat-sahabatnya.

Bagaimana mimpi Anda?” tanya kawan-kawannya.

Aku bermimpi kepalaku dicukur. Seekor burung keluar dari mulutku, kemudian seorang perempuan memasukkan ke dalam perutnya. Anakku ‘Amr menuntut dengan sungguh-sungguh sepaya dibolehkan ikut bersamaku. Tetapi dia tak dapat berbuat apa-apa karena antaraku dan dia ada dinding”

Sebuah mimpi nan indah!” komentar kawan-kawannya.

Kata Thufail, “Sekarang, baiklah aku ta’birkan sendiri. Kepalaku dicukur, artinya kepalku dipotong orang. Burung keluar dari mulutku, artinya nyawaku keluar dari jasadku. Seorang perempuan memasukkanku ke dalam perutnya, artinya tanah digali orang lalu aku dikuburkan. Aku berharap semoga aku tewas sebagai syahid. Adapun tuntutan ankku, dia juga berharap supaya mati syahid seperti aku. Tetapi permintaannya dikabulkan kemudian.”

Dalam pertempuran memerangi pasukan Musailamah Al-kadzdzab di Yamamah, sahabat yang mulia ini, yaitu Thufail Ibnu ‘Amr Ad-Dausy mendapat cedera sehingga dia terbanting dan tewas di medan tempur.

Putranya ‘Amr, meneruskan peperangan hingga tangan kanannya buntung. Setelah itu dia kembali ke Madinah meninggalkan tangannya sebelah dan jenazah bapaknya di medan tempur Yamamah.

Tatkala Khalifah Umar bin Khattab memerintah ‘Amr bin Thufail (putra Thufail) pernah datang ke majlis Khalifah. Ketika dia sedang berada dalam majlis, makananpun dihidangkan orang. Orang-orang yang duduk dalam majlis mengajak ‘Amr supaya turut makan bersama-sama. Tetapi ‘Amr menolak dan menjauh.

Mengapa…?”. Tanya Khalifah. “Barangkali engkau lebih senang makan belakangan. Mungkin engkau malu karena tanganmu itu.”

Betul, ya Amirul Mukminin” jawab ‘Amr.

Kata Khalifah. “Demi Allah! Aku tidak akan memakan makanan ini, sebelum ia sentuh dengan tanganmu yang buntung itu. Demi Allah! Tidak seorang jua pun yang sebagian tubuhnya telah berada di surga, melainkan hanya engkau.”

Mimpi Thufail menjadi kenyataan semuanya. Tatkala perang Yarmuk, ‘Amr bin Thufail turut berperang bersama-sama dengan tentara muslimin. ‘Amr tewas dalam peperangan itu sebagai syuhada, seperti yang diharapkan bapaknya.

Semoga Allah memberi rahmat kepada Thufail dan kepada putranya, ‘Amr, syahid di medan tempur Yamamah dan Yarmuk. [Sumber: Kepahlawanan Generasi Sahabat Rasulullah terjemah Shuwarum Min Hayatis Shahabah]


16:52 | 0 komentar

Masukkan alamat e-mail untuk mendapatkan up date Bersama Dakwah