Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Write for Us  |  Kontributor  |  Pasang Iklan

10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an

Written By Admin BeDa on Kamis, 25 Maret 2010 | 18:21


Judul Buku : 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Penulis : Izzatul Jannah – Irfan Hidayatullah
Penerbit : Sygma Publishing, Bandung
Cetakan Ke : 2
Tahun Terbit : Januari 2010
Tebal Buku : xiv + 150 halaman


Setiap orang tua muslim pasti ingin memiliki anak-anak yang hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Apalagi para kader dakwah yang sangat menyadari bahwa keluarga merupakan sasaran dakwah yang kedua; ishlahul usrah, setelah ishlahul fardi. Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini merupakan sebuah karya yang –seperti kata Ustadz Yusuf Mansur- akan menginspirasi banyak keluarga di tanah air. Ternyata membesarkan anak di masa sekarang untuk menjadi hafiz Al-Qur'an bukan sesuatu yang mustahil.

Buku ini adalah kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.

10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu adalah :


1. Afzalurahman Assalam
2. Faris Jihady Hanifa
3. Maryam Qonitat
4. Scientia Afifah Taibah
5. Ahmad Rasikh 'Ilmi
6. Ismail Ghulam Halim
7. Yusuf Zaim Hakim
8. Muhammad Syaihul Basyir
9. Hadi Sabila Rosyad
10. Himmaty Muyassarah


Afzalurahman Assalam

Putra pertama. Hafal Al-Qur'an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai peserta Pertamina Youth Programme 2007.


Faris Jihady Hanifa

Putra kedua. Hafal Al-Qur'an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur'an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.


Maryam Qonitat

Putri ketiga. Hafal Al-Qur'an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.


Scientia Afifah Taibah

Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur'an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.


Ahmad Rasikh 'Ilmi

Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur'an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.


Ismail Ghulam Halim

Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur'an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.


Yusuf Zaim Hakim

Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur'an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.


Muhammad Syaihul Basyir

Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur'an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur'an 30 juz pada saat kelas 6 SD.


Hadi Sabila Rosyad

Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.


Himmaty Muyassarah

Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an.

Dilengkapi Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur'an sampai Akhir Zaman dan Fadhilah Menghafal Al-Qur'an
Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini tidak hanya berisi bagaimana putra-putri Mutammimul Ula dan Wirianingsih menjadi penghafal Al-Qur'an. Di bagian pendahuluan terlebih dahulu dibahas Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur'an sampai Akhir Zaman. Meliputi pembagian Al-Qur'an, Al-Qur'an sebagai Mukjizat, Sejarah Turunnya Al-Qur'an Kodifikasi Al-Qur'an, sampai Sejarah Pemeliharaan Kemurnian Al-Qur'an.

Pada bab 5 juga dibahas mengapa menjadi hafiz Al-Qur'an begitu penting. Penulis mengklasifikasikannya menjadi 2 bagian: fadhail dunia dan fadhail akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifdzul Qur'an merupakan nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Qur'an mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat meliputi: Al-Qur'an menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orangtuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.

Apa Kuncinya?
Apa kunci sukses keluarga Mutammimul Ula dan Wirianingsih mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu? Keseimbangan proses. Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib adalah jadwal mereka berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Beberapa hal yang mendukung kesuksesan ini adalah upaya mereka menjaga kondisi ruhiyah dalam keluarga:
1. Tidak ada televisi di dalam rumah
2. Tidak ada gambar syubhat
3. Tidak ada musik-musik laghwi yang menyebabkan lalai kepada Allah dan diganti dengan nasyid
4. Tidak ada perkataan yang fashiyah (kotor)

Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an adalah visi dan konsep yang jelas, yakni menjadikan putra-putrinya seluruhnya hafal Al-Qur'an. Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah Shubuh dan setelah Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Qur'an yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih batita, Wirianingsih konsisten membaca Al-Qur'an di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya. Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun kebanyakan di waktu kecil mereka merasa terpaksan, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Qur'an sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Qur'an, mereka diberi hadiah.

Metode Menghafal Al-Qur'an 10 bersaudara bintang Al-Qur'an
Pada bab penutup penulis memaparkan metode yang dipilih keluarga Mutammimul Ula dalam mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an: pertama, mengajarkan membaca. Kedua, repetisi (pengulangan). Ketiga, memilihkan mereka sekolah yang memiliki program utama menghafal Al-Qur'an. Secara khusus kedua orang tua juga senantiasa menjaga orientasi hafalan mereka. Keempat, saat menginjak usia remaja mereka dipahamkan tentang fadhilah membaca Al-Qur'an. Kelima, kedua orang tua menjadi teladan yang nyaris sempurna dalam dakwah, pemikiran Islam, orientasi tentang keluarga Al-Qur'an, dan senantiasa mendoakan mereka sepanjang waktu hidupnya.

Akhirnya, bagi keluarga muslim, terutama keluarga dakwah, kiranya buku 10 bersaudara bintang Al-Qur'an ini sangat penting untuk menginspirasi berikut menjadi referensi lahirnya bintang-bintang Al-Qur'an yang baru. [Muchlisin]

==================================
DOWNLOAD DALAM BENTUK E-BOOK DI SINI

27 komentar:

Abu Fida mengatakan...

Allahu Akbar, Maha besar Allah, yang Maha meciptakan

Rachmat Naimulloh mengatakan...

Subhanallah. Allahu Akbar. Luar biasa. Mudah-mudahan kita dapat hafidz qur'an juga. Amin.

Bersama Dakwah mengatakan...

@Abu Fida: Allaahu akbar!
@Rachmat Naimulloh: Allaahumma aamiin.

Parenting mengatakan...

Inspirasi buat keluarga Indonesia nih. Benar-benar implementasi parenting yang sukses ^_^

Bersama Dakwah mengatakan...

@Parenting: Semoga semakin banyak keluarga muslim yang terinspirasi sehingga semakin banyak pula penghafal Qur'an.

ansarullah mengatakan...

allahu akbar!! subhanallah.. smg Allah memudahkan kita juga untuk menjadi hafidzul quran. Smg ia memjadi contoh dan inspirasi buat kita semua

Bersama Dakwah mengatakan...

@ansarullah: Allaahumma aamiin

Anonim mengatakan...

Penngen punya anak seperti mereka

Ihsan As Tsiqo mengatakan...

jadi merinding karna kagumnya saya dengan mereka dan orang tua yang membimbingnya. semoga saya dan kita semua termasuk orang yang bisa dan dimudahkan Allah untuk melahirkan generasi-generasi penegak kalimah Allah Swt. Subhanallah! Allahu Akbar!

Anonim mengatakan...

subhanallah...........
semoga kita dan keturunan kita di karuniai hal yang sama seperti orang2 mulia diatas.......

Irma Puspita Siregar mengatakan...

"Tiada kata, hanya air mata yang mengeja".

alhamdulillah..
syukran Allah,Engkau telah menasehati kami dengan memiliki saudara yang bisa kami jadikan contoh dalam menggapai ridha Mu.

uchu mengatakan...

Masya Allah, ane Iri banget ma Hadi Sabila, kelas 6 SD udah hafidz alQur'an, ane kelas 3 hafalnya sedikit amaaat, izin donlot yaaah.
mau ane jadikan inspirator soob

Beben mengatakan...

hmmm...

Anonim mengatakan...

Subhaanallah... subhaanallah...

Anonim mengatakan...

subhanllah. alhamdulillah saya beruntung kenal salah satu bintang itu, matyam qonitat adalah kakak kelas saya di husnul khotimah. pribadi nya sungguh mengesankan. beliau salah satu inspirasi saya. tp saya tidak menyangka beliau punya 9 bintang hebat lain nya

Griya Madu Sehat mengatakan...

Subhanallah, ceritanya menjadi inspirasi positif bagi semua orang. Barakallahfikum

www.griyamadusehat.com
Pusat Madu Berkualitas Tinggi

eLLa_giThu mengatakan...

Subhanallah...
DAHSYAT!
kereeen!

saya izin copas utk blog saya, pak...
jzk.

Admin BeDa mengatakan...

@eLLa_giThu: Tafadhol

arif khunaifi mengatakan...

Mengapa sekarang sulit dapatkan buku ini ya. Saya meresensi di Majlah pesantren dan banyak yang pesan.

Arif Khunaifi

Anonim mengatakan...

Google SMPIT Al Kahfi ternyata masuk ke tyulisan yang mengisahkan murid SMPIT Al Kahfi. Bangga, 10 bersaudara bintang Al-qur'an

tantikuku mengatakan...

wah subhanallah skali,,, izin donlot and copas buat blog saya ya pak, syukro,,,
biar nambah semanggt!!

Admin BeDa mengatakan...

@Arif Khunaifi: Mungkin karena banyak yang mencari sedangkan cetakannya terbatas, Pak
@Anonim: Alhamdulillah. Selamat buat SMPIT Al Kahfi yang siswanya menjadi bintang penghafal Al-Qur'an
@Tantikuku: Tafadhol... semoga bermanfaat.

Anonim mengatakan...

maa syaa Allah,,laa quwwata illa billaahi

aly alatas mengatakan...

subhanallah33x , allah akbar33x , mudah2an kita semua menjadi para huffadz yg senantiasa menjaga dan mengamalkannya.aaaaaaamiiiiiin

ukhtyesa@yahoo.com mengatakan...

subhanallah,

10 bintang Al-Qur'an yang bisa menjadi inspirasi untuk kita, :)

hilman fauzi mengatakan...

semoga 10 bersaudara ini meninspirasi kita untuk mencetak generasi huffaz Al-Qur`an

Enny Setyorini mengatakan...

Subhanallah, ini bukti nyata, bahwa menghafal Al Qur'an tdk akan menghambat prestasi anak lainnya, malah sebaliknya.

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...