
Dua pekan lalu terungkap bahwa Zionis Israel mengeluarkan intruksi deportasi warga Tepi Barat yang eksekusinya tinggal menunggu waktu. Dan kini, intruksi itu mulai dieksekusi.
Tentara Israel mulai menerapkan intruksi itu dengan mendeportasi 200 warga Palestina dari Tepi Barat ke Gaza. Pernyataan ini ditegaskan Ketua Parlemen Palestina, Dr. Aziz Duwek, kepada koran Al-Sabil Jordania, Ahad kemarin (18/04).
Dalam menjalankan operasi ini, militer Israel menghentikan semua kendaraan dan warga Palestina di sejumlah perlintasan yang tersebar di Tepi Barat. Ketika mendapatkan warga keturunan Gaza, tentara-tentara Israel menangkap mereka dan membawa ke tempat yang tidak diketahui. Operasi ini tampaknya sesuai rencana awal Israel bahwa sasaran pertama deportasi adalah warga Tepi Barat yang dilahirkan di Gaza, warga asing, atau warga yang tidak memiliki identitas jelas.
AS Tetap Setia Mendukung Israel
Bersamaan dengan eksekusi deportasi awal itu, Amerika Serikat menegaskan kembali dukungannya kepada Israel. AS menyatakan bahwa dukungannya tak akan goyah. Pernyataan itu disampaikan melalui Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Ahad (18/04) saat malam peringatan ke-62 berdirinya negara Yahudi.
Hillary juga menyampaikan hubungan pribadinya dengan Zionis. "Saya memiliki komitmen pribadi yang dalam bagi Israel. Dan begitu juga dengan Presiden Obama. Negara kami takkan goyah dalam melindungi keamanan Israel dan mendorong masa depan Israel," kata Hillary dalam pernyataan malam itu.[AN]
Tentara Israel mulai menerapkan intruksi itu dengan mendeportasi 200 warga Palestina dari Tepi Barat ke Gaza. Pernyataan ini ditegaskan Ketua Parlemen Palestina, Dr. Aziz Duwek, kepada koran Al-Sabil Jordania, Ahad kemarin (18/04).
Dalam menjalankan operasi ini, militer Israel menghentikan semua kendaraan dan warga Palestina di sejumlah perlintasan yang tersebar di Tepi Barat. Ketika mendapatkan warga keturunan Gaza, tentara-tentara Israel menangkap mereka dan membawa ke tempat yang tidak diketahui. Operasi ini tampaknya sesuai rencana awal Israel bahwa sasaran pertama deportasi adalah warga Tepi Barat yang dilahirkan di Gaza, warga asing, atau warga yang tidak memiliki identitas jelas.
AS Tetap Setia Mendukung Israel
Bersamaan dengan eksekusi deportasi awal itu, Amerika Serikat menegaskan kembali dukungannya kepada Israel. AS menyatakan bahwa dukungannya tak akan goyah. Pernyataan itu disampaikan melalui Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Ahad (18/04) saat malam peringatan ke-62 berdirinya negara Yahudi.
Hillary juga menyampaikan hubungan pribadinya dengan Zionis. "Saya memiliki komitmen pribadi yang dalam bagi Israel. Dan begitu juga dengan Presiden Obama. Negara kami takkan goyah dalam melindungi keamanan Israel dan mendorong masa depan Israel," kata Hillary dalam pernyataan malam itu.[AN]







14 komentar:
kapan dunia ini akan aman tentram dan damai...nice article sob..
Kunjungan pertama!
Ini blog yang aku cari-cari,dunia islam!!
salam sobat
wah makin ketat ya,,ada operasi warga Tepi Barat .
yang dideportasi orang yg tidak punya identitas,warga Tepi Barat dan warga asing.
trims sharingnya mas.
sampai kapan semua ini akan berakhir.. semoga saudara-saudara kita di sana selalu diberi kekuatan iman. amiin
nice posting..lanjutkan nd salam kenal
Kapan di dunia ini tdak ada perang???Perang hanya menyisahkan kesediahan saja
ada info baru sob, presiden iran nantangin israek dan amerika..coba jadikan postingan ya
bagus bro...lanjutkan seri berikutnya
informasi yang menarik
kasihan ya warga yg di tepi barat...semoga cepat ada jalan keluar
anj*ng biadab ISRAEL...maaf sob kasar....esmosi euy esmosi...JIHAD nih kt harus...
semoga derita warga tepi barat segera berakhir...
salam blogger...
semoga segera ada kedamaian disana. amin.
waduh makin ketat saja disana...
kasian rakyat kecil...
Poskan Komentar