
Arogansi Israel tampaknya akan berhadapan dengan media internasional. Menyusul ancaman Israel senin kemarin (17/05) yang akan menghadang kapal bantuan kemanusiaan Eropa untuk Palestina, puluhan media internasional bersiap meliput launchingnya dari Yunani dan Turki.
Armada yang dinamakan Freedom Flotilla (Armada Kebebasan) itu terdiri dari beberapa kapal. Ada tiga kapal besar yang bermuatan barang untuk bantuan kemanusiaan. Mereka membawa obat-obatan, bahan bangunan, dan bantuan kemanusiaan lain untuk Gaza yang diblokade Israel sejak tahun 2007. Selain itu ada beberapa kapal lain yang memuat 500 aktivis kemanusiaan. Di antara aktivis itu adalah aleg-aleg Eropa yang mewakili lebih dari 20 negara.
Ketua Kampanye Eropa Anti Blokade Jalur Gaza, Dr. Arafat Madli mengatakan dalam pernyataan pers Kamis (20/05) bahwa di tengah ancaman hadang Israel telah bersiap bersama tim 10 media besar baik TV maupun cetak yang akan meliput peristiwa tersebut. Mereka ikut dalam kapal 8000. Dinamakan demikian untuk menunjukkan solidaritas kepada 8000 tahanan Palestina di Israel.
Di antara media massa Eropa yang akan ikut meliput itu adalah TV Al Jazeera versi Inggris, Euro News, Anfoa Bill, Itali, TV Bulgaria, TV, sejumlah kolumnis, jurnalis dan sejumlah wartawan dari media dunia terkenal seperti Reuters, BBC Inggris, dan The Economist Europe.
Akankah Israel tetap menghadang kapal bantuan kemanusiaan itu nantinya meskipun harus mengambil resiko citra negatif di dunia? Belum bisa ditebak. Sebab Israel terlalu kerap tidak memperhatikan media, termasuk saat membunuh rakyat Palestina di depan kamera media internasional.[AN]
Armada yang dinamakan Freedom Flotilla (Armada Kebebasan) itu terdiri dari beberapa kapal. Ada tiga kapal besar yang bermuatan barang untuk bantuan kemanusiaan. Mereka membawa obat-obatan, bahan bangunan, dan bantuan kemanusiaan lain untuk Gaza yang diblokade Israel sejak tahun 2007. Selain itu ada beberapa kapal lain yang memuat 500 aktivis kemanusiaan. Di antara aktivis itu adalah aleg-aleg Eropa yang mewakili lebih dari 20 negara.
Ketua Kampanye Eropa Anti Blokade Jalur Gaza, Dr. Arafat Madli mengatakan dalam pernyataan pers Kamis (20/05) bahwa di tengah ancaman hadang Israel telah bersiap bersama tim 10 media besar baik TV maupun cetak yang akan meliput peristiwa tersebut. Mereka ikut dalam kapal 8000. Dinamakan demikian untuk menunjukkan solidaritas kepada 8000 tahanan Palestina di Israel.
Di antara media massa Eropa yang akan ikut meliput itu adalah TV Al Jazeera versi Inggris, Euro News, Anfoa Bill, Itali, TV Bulgaria, TV, sejumlah kolumnis, jurnalis dan sejumlah wartawan dari media dunia terkenal seperti Reuters, BBC Inggris, dan The Economist Europe.
Akankah Israel tetap menghadang kapal bantuan kemanusiaan itu nantinya meskipun harus mengambil resiko citra negatif di dunia? Belum bisa ditebak. Sebab Israel terlalu kerap tidak memperhatikan media, termasuk saat membunuh rakyat Palestina di depan kamera media internasional.[AN]







4 komentar:
salam sobat
Israel jelas beresiko citra negatif di dunia, karena terlalu tidak memperhatikan media.
Saya rasa Israel tidak akan terlalu peduli dgn adanya media.
media Islam harus membangun opini yang membuat ummat sadar !!! selama ini banyak media yang tidak memperhatikan hal ini, hanya memuat berita agar siarannya laku saja.
Semoga ALLAH senantiasa melindungi kita semua dari berita yang dusta dan menyesatkan...aamiin
i hate israel (yang jahat jahatnya)
Poskan Komentar