Oleh : Aharon Lubidat
Jika seseorang ingin memahami bagaimana awal mula kegagalan opini Israel dan kenapa ?. Maka ia tak perlu susah-susah, tinggal lihat saja foto Profesor Shabtazy Rozen, anggota komisi penyelidikan kasus flotilla yang dimuat dalam lembar pertama harian Yuve Negeri.
Dalam kondisi ini, satu gambar dapat mewakili ribuan kata-kata, bahkan lebih. Seorang yang sudah tua, memakai piyama musim panas yang tipis, dipadu dengan kaos kaki putih, duduk di atas sofa rumah yang sudah lusuh. Profesor Razin duduk di sofa, sementara disampingnya duduk seorang perawat Filipina, seorang pemuda yang lembut dan terus menebar senyum di tanganya ada map bertuliskan “Armada Gaza” .
Kegagalan opini tergambar dari foto ini, tanpa harus menghubungkan dengan kemampuan Profesor Razin, sebagai salah seorang pakar dunia dalam bidang hukum internasional. Tak diragukan lagi. Gambar ini mencerminkan pandangan kontras yang sedang ditampilkan kepada dunia.
Komite Turkel telah mengadakan pertemuan, sebelum usulan dari pihak Israel, demi tujuan-tujuan pihak luar. Hal ini menandaskan, komite yang akan dibentuk Isreal itu bisa meyakinkan dunia, bahwa komite ini akan menyelidiki kasus penyerangan tentara Zionis ke kapal flotilla. Penyelidikan yang dapat dipercaya dan professional, terbuka dan transfaran. Hasilnya dapat menjawab sejumlah pertanyaan terkait armada kebebasan.
Dunia harus melihat pribadi-pribadi yang jujur dan dapat dipercaya. Orang-orangnya professional, ahli di bidangnya. Tim ini sebagai tandingan bagi komisi yang dibentuk dunia internasional dan dibiayai oleh PBB.
Maka foto tersebut akan menarik dunia untuk menentukan hasil dari penyelidikan ini. Jika memang ini termasuk dalam misi komite ini. Dalam hal ini dalam suatu kondisi yang berupaya melarikan diri dari hanya penyelidikan tersebut yang tentunya tidak akan netral.
Maka jelas sekali gambar professor Razin yang disampingnya ada seorang perawat Filipina yang sedang membawa map bertuliskan Armada Kebebasan, menunjukan hakikat dari upaya Israel yang gagal.
Namun, kegagalan ini adalah kegagalan sejumlah pejabat dunia. Semuanya bisa saja melihat cara yang berbeda dan dengan sangat mudah. Setiap bayi yang masih menyusu mengetahui bahwa gambar tersebut harus menghasilkan sesuatu. Tidak ada masalah dengan anggaran atau kebijaksanaan tersembunyi. Hal itu bisa dibicarakan melalui koordinasi dalam pengambilan gambar sebelumnya.
Kini mereka berupaya untuk menghasilkan gambaran resmi bagi Razin yang memakai pakaian bagus. Ia duduk, sementara di balekangnya rak buku, tanpa kehadiran seorang perawat Filipina dan tanpa usaha tersembunyi untuk menyerahkan masalah flotilla. Dengan agenda ini, maka semangat rasialis sangat kentara sekali. Hal ini menunjukan bahwa seseorang walaupun ia tidak terlibat dalam kasus tersebut, tapi mungkin saja ia melakukan kesalahan.
Di dewan kabinet, khususnya departemen luar negeri pasti banyak ditemukan orang-orang yang mantap, professional, berpengetahuan mendalam. Mereka dapat melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar opini yang sederhana, sebagaimana telah lalu. Kalau begitu, kenapa kalian mempertanyakan. Semuanya terpampang dalam gambar professor Razin. Ketika kita mampu menjawab gambar ini, maka kita dapat menyelesaikan masalah Gaza. [asy, infopalestina]
Jika seseorang ingin memahami bagaimana awal mula kegagalan opini Israel dan kenapa ?. Maka ia tak perlu susah-susah, tinggal lihat saja foto Profesor Shabtazy Rozen, anggota komisi penyelidikan kasus flotilla yang dimuat dalam lembar pertama harian Yuve Negeri.
Dalam kondisi ini, satu gambar dapat mewakili ribuan kata-kata, bahkan lebih. Seorang yang sudah tua, memakai piyama musim panas yang tipis, dipadu dengan kaos kaki putih, duduk di atas sofa rumah yang sudah lusuh. Profesor Razin duduk di sofa, sementara disampingnya duduk seorang perawat Filipina, seorang pemuda yang lembut dan terus menebar senyum di tanganya ada map bertuliskan “Armada Gaza” .
Kegagalan opini tergambar dari foto ini, tanpa harus menghubungkan dengan kemampuan Profesor Razin, sebagai salah seorang pakar dunia dalam bidang hukum internasional. Tak diragukan lagi. Gambar ini mencerminkan pandangan kontras yang sedang ditampilkan kepada dunia.
Komite Turkel telah mengadakan pertemuan, sebelum usulan dari pihak Israel, demi tujuan-tujuan pihak luar. Hal ini menandaskan, komite yang akan dibentuk Isreal itu bisa meyakinkan dunia, bahwa komite ini akan menyelidiki kasus penyerangan tentara Zionis ke kapal flotilla. Penyelidikan yang dapat dipercaya dan professional, terbuka dan transfaran. Hasilnya dapat menjawab sejumlah pertanyaan terkait armada kebebasan.
Dunia harus melihat pribadi-pribadi yang jujur dan dapat dipercaya. Orang-orangnya professional, ahli di bidangnya. Tim ini sebagai tandingan bagi komisi yang dibentuk dunia internasional dan dibiayai oleh PBB.
Maka foto tersebut akan menarik dunia untuk menentukan hasil dari penyelidikan ini. Jika memang ini termasuk dalam misi komite ini. Dalam hal ini dalam suatu kondisi yang berupaya melarikan diri dari hanya penyelidikan tersebut yang tentunya tidak akan netral.
Maka jelas sekali gambar professor Razin yang disampingnya ada seorang perawat Filipina yang sedang membawa map bertuliskan Armada Kebebasan, menunjukan hakikat dari upaya Israel yang gagal.
Namun, kegagalan ini adalah kegagalan sejumlah pejabat dunia. Semuanya bisa saja melihat cara yang berbeda dan dengan sangat mudah. Setiap bayi yang masih menyusu mengetahui bahwa gambar tersebut harus menghasilkan sesuatu. Tidak ada masalah dengan anggaran atau kebijaksanaan tersembunyi. Hal itu bisa dibicarakan melalui koordinasi dalam pengambilan gambar sebelumnya.
Kini mereka berupaya untuk menghasilkan gambaran resmi bagi Razin yang memakai pakaian bagus. Ia duduk, sementara di balekangnya rak buku, tanpa kehadiran seorang perawat Filipina dan tanpa usaha tersembunyi untuk menyerahkan masalah flotilla. Dengan agenda ini, maka semangat rasialis sangat kentara sekali. Hal ini menunjukan bahwa seseorang walaupun ia tidak terlibat dalam kasus tersebut, tapi mungkin saja ia melakukan kesalahan.
Di dewan kabinet, khususnya departemen luar negeri pasti banyak ditemukan orang-orang yang mantap, professional, berpengetahuan mendalam. Mereka dapat melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar opini yang sederhana, sebagaimana telah lalu. Kalau begitu, kenapa kalian mempertanyakan. Semuanya terpampang dalam gambar professor Razin. Ketika kita mampu menjawab gambar ini, maka kita dapat menyelesaikan masalah Gaza. [asy, infopalestina]







3 komentar:
like this. .
nice info shob .... semoga gaza lekas bebas dari zionis
Semoga Gaza akan segera kondusif, bebas dari segala bentuk penjajahan, tekanan, dan lain2. Amin
Poskan Komentar