Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Write for Us  |  Kontributor  |  Pasang Iklan

Ceramah Ramadhan 11: Qiyamul Lail, Keutamaan dan Pembiasaannya

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Senin, 16 Agustus 2010 | 14.00 WIB


Setelah membahas Ramadhan Momentum Tepat untuk Taubat pada malam ke-10, Ceramah Ramadhan ke-11 ini membahas Qiyamul Lail, Keutamaan dan Pembiasaannya. Selain bisa dibaca secara online, Ceramah Ramadhan ini juga bisa didownload DI SINI.

Jama'ah shalat tarawih yang dirahmati Allah,
Puasa yang telah kita lakukan selama sepuluh hari di bulan Ramadhan ini, tidak lain tujuannya adalah dalam rangka menjadikan orang-orang beriman menjadi muttaqin; meraih predikat taqwa. Sebagaimana firman Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)

Bagaimanakah karakter muttaqin atau orang yang bertaqwa itu? Salah satunya adalah sedikit tidur di malam hari.

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ * آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ * كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. (QS. Adz-Dzariyat : 15-17)

Ketika menjelaskan ayat ketujuh belas ini dalam Fii Zhilaalil Qur'an, Sayyid Qutb berkata: "Mereka itulah yang bangun di penghujung malam tatkala orang-orang terlelap. Mereka menghadapkan dirinya kepada Allah dengan memohon ampunan dan kasih sayang-Nya. Mereka tidak merasakan nikmatnya terlelap kecuali sejenak dan tidak tidur pada malam hari kecuali sebentar. Mereka asyik bersama Rabbnya di keheningan malam"

Jelaslah, bahwa sedikit tidur di waktu malam itu bukan untuk begadang, juga tidak sama dengan orang kerja shif tiga. Tetapi sedikit tidur malam karena mengerjakan shalat malam, qiyamul lail. Puasa yang hendak meraih derajat taqwa, juga berupaya mencapai karakternya. Sehingga kita lihat, ada pembiasaan qiyamul lail selama bulan Ramadhan, terutama melalui shalat tarawih.

Karena sangat eratnya qiyamul lail dengan shalat tarawih, Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menyandingkan bab keutamaan shalat malam dengan bab shalat tarawih, tanpa ada bab lain yang memisahkan keduanya. Dalam bab shalat tarawih itu, ada dua hadits yang dicantumkan oleh Imam Nawawi. Keduanya menggunakan istilah yang sama: Qiyamu Ramadhan.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang qiyam Ramadhan, karena iman dan mengharapkan pahala (dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (Muttafaq 'alaih)

Sedangkan hadits kedua, sebelum lafadz itu ada tambahan dari Abu Hurairah:

يُرَغِّبُ فِى قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ

Rasulullah sangat menganjurkan shalat tarawih, tetapi tidak mewajibkannya. (HR. Muslim)

Ketika menjelaskan hadits ini, Dr. Mushtofa Al-Bugho bersama empat ulama lainnya dalam kitab Nuzhatul Muttaqin mengatakan: "Hadits ini menekankan sunah shalat tarawih... shalat tarawih dilakukan secara berjamaah oleh Rasulullah hanya pada tiga hari pertama, lalu dihentikan Rasulullah karena beliau khawatir akan menjadi wajib. Lalu dilakukan secara berjamaah lagi pada masa pemerintahan Umar r.a. dengan mendapat persetujuan para ulama zaman itu.

Dengan demikian, shalat tarawih juga berfungsi sebagai upaya pembiasaan. Bukan berarti banyaknya shalat yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan begitu saja kita tinggalkan selepas Ramadhan. Tidak berbekas. Jangan sampai ketika di bulan Ramadhan kita sudah menunaikan shalat tarawih setelah Isya' lalu shalat tahajud sebelum atau sesudah sahur, tiba-tiba di bulan Syawal dan bulan-bulan selanjutnya nanti kita terlelap dalam tidur panjang tanpa qiyamul lail sama sekali. Jika begitu halnya, bisa dikatakan puasa kita gagal. Sebab puasa hendak menjadikan pelakunya menjadi bertaqwa, dan salah satu karakter orang yang bertaqwa adalah sedikit tidur di waktu malam karena menunaikan qiyamul lail.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Begitu banyak keutamaan qiyamul lail yang telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadits-hadits beliau. Bahkan beliau adalah orang yang paling perhatian terhadap qiyamul lail. Semakin besar beban dakwah, semakin meningkat qiyamul lail. Semakin besar tantangan hidup, semakin meningkat qiyamul lail. Semakin tinggi derajat, semakin giat qiyamul lail. Itu yang hendak beliau sampaikan kepada umatnya, sehingga meskipun sudah diampuni dosa-dosanya, beliau tetap luar biasa dalam melaksanakan qiyamul lail sampai kaki beliau bengkak karenanya. Ketika Aisyah menanyakan itu, beliau menjawab:

يُرَغِّبُ فِى قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ

Apakah aku tidak suka menjadi hamba yang bersyukur? (HR. Bukhari Muslim)

Adapun keutamaan qiyamul lail yang tersirat dalam hadits quliyah beliau adalah sebagai berikut:

1. Salah satu jalan menuju surga

Rasulullah SAW bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ

Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah silaturahim dan shalatlah kalian pada saat manusia tidur malam, maka kalian akan masuk surga dengan tenang. (HR. Ibnu Majah, dan Hakim)

2. Menaikkan Derajat di Surga

Bukan hanya sekedar masuk surga, orang yang ahli qiyamul lail akan mendapatkan kamar-kamar yang istimewa. Derajat ini disediakan bagi orang yang melaksanakan qiyamul lail.

إن في الجنة غرفا يرى ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها أعدها الله لمن آلان الكلام وأطعم الطعام وتابع الصيام وصلى بالليل والناس نيام

Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang luarnya terlihat dari dalamnya dan dalamnya terlihat dari luarnya, Allah sediakan untuk orang yang memberi makan, berkata lemah lembut, melanjutkan puasa, menebar salam, dan shalat malam pada saat orang lain sedang tidur. (HR. Baihaqi, dishahihkan Al-Albani)

3. Kebiasaan orang-orang pilihan dan penghapus dosa

Keutamaan qiyamul lail berikutnya adalah, bahwa amalan ini merupakan amal orang-orang pilihan, orang-orang shalih. Qiyamul lail mendekatkan pelakunya kepada Allah, penutup kesalahan dan dosa.

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ لِلإِثْمِ

Lakukanlah shalat malam karena ia adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, ia pendekat kepada Rabbmu, penutup kesalahan dan pencegah dosa. (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Albani)

4. Shalat paling utama setelah shalat fardhu

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلاَةُ فِى جَوْفِ اللَّيْلِ

Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam (HR. Muslim)

5. Banyaknya ayat Al-Qur'an yang dibaca ketika qiyamul lail menjadi penentu derajat seseorang di sisi Allah

Semakin lama atau panjang shalat seseorang, yakni dengan memperlama berdiri karena panjangnya ayat yang dibaca, semakin tinggi derajat seseorang di sisi Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَنْ قَامَ بِعَشْرِ آيَاتٍ لَمْ يُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِينَ وَمَنْ قَامَ بِمِائَةِ آيَةٍ كُتِبَ مِنَ الْقَانِتِينَ وَمَنْ قَامَ بِأَلْفِ آيَةٍ كُتِبَ مِنَ الْمُقَنْطَرِينَ

Barangsiapa yang shalat (malam) dengan membaca sepuluh ayat maka tidak dicatat sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang shalat dengan membaca seratus ayat maka dicatat sebagai orang yang taat. Barangsiapa yang shalat dengan membaca seribu ayat maka dicatat sebagai muqanthirin (orang yang dapat pahala sebesar satu qinthar). (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani)

Semoga keutamaan qiyamul lail di atas semakin memotivasi kita untuk melaksanakan qiyamul lail. Bermula dari pembiasaan di bulan Ramadhan, semoga kita istiqamah qiyamul lail di bulan-bulan berikutnya. Wallaahu a'lam bish shawab. [Muchlisin]

E-BOOK CERAMAH RAMADHAN INI BISA DIDOWNLOAD DI SINI

Iklan Anda

11 komentar:

Ka Damar mengatakan...

Saya download Ebook gratisnya . . .

Salam Ukhuwah, mohon komennya di http://prasutan.blogspot.com/2010/08/65-tahun-indonesia-merdeka-ya-sudahlah.html

Terimakasih

TPA ASH-SHAFF mengatakan...

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa memaksimalkan ramadhan kali ini..amiin

BeDa mengatakan...

@Ka Damar: Silahkan...
@TPA ASH-SHAFF: Allaahumma aamiin

akhyar.info mengatakan...

ceramah yg berguna...
izin tuk download e-book nya yah...

NURA mengatakan...

salam sobat
semoga dengan pembiasaan di bulan ramadhan,
inshallah kita akan melaksanakan qiamul lail.

Admin BeDa mengatakan...

@akhyar.info: Semoga bermnafaat. Silahkan...

Serba Blog mengatakan...

nice post teman,,,
Selamat menunaikan ibadaah puasa...

w-yan mengatakan...

Subhanaallah...
seperti sentilan bagi diriku sendiri...
suwun...

Ummu azmi mengatakan...

Syukran, subhanallah ini mengingatkan kita kembali untuk menjadi orang2 yg lambungnya jauh dari t4 tidur mereka

Anonim mengatakan...

afwan ustadz, mohon keterangan hadits pada point 1 kok artinya ada sambunglah silaturrahim, sedangkan di matan haditsnya gak ada, yang benar mana ustadz? jazakumullah.

Admin BeDa mengatakan...

@Anonim: terima kasih koreksinya. Jazakallah khairan.

Yang benar, pada HR. Tirmidzi (no. 2673):
أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ

(tanpa sambunglah silaturahim), ini juga ada pada HR. Ibnu Majah no. 1395

Sedangkan matan hadits yang ada "sambunglah silaturahim":

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ

terdapat pada HR. Ibnu Majah no. 3374 dan Hakim no. 4250

Wallaahu a'lam bish shawab

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...