
Oleh: Ala' Rimawi
Dalam dialog jaringan berita Maan dengan anggota dewan daerah Al-Quds Meir Margalet dari partai Mirates, penulis yakin orang Arab yang mendengarnya akan menyatakan dia bicara soal pahitnya realitas di Al-Quds dan bahaya yang mengancamnya serta rencana Israel di sana. Di ujung dialog, zionis ini menyimpulkannya, "Saya nasihati Otoritas Palestina agar menggelontorkan dana kepada kota suci Jerusalem untuk membantu manusia di sana, mendukung lembaga-lembaga Arab. Saya tidak bicara 1 atau dua juta dolar, tapi sebanyak-banyaknya. Jika Otoritas Palestina tidak melakukan itu dalam waktu dekat, maka suatu hari ia akan terbangun dan sadar ia tidak menemukan apa-apa di Jerusalem (Al-Quds)."
Nasihat ini bisa jadi didengar Arab, bangsa-bangsa dan umat serta gerakan dan organisasi dan semua orang, tentu juga media. Sayangnya, pembicaraan berulang-ulang ini tidak menggerakkan nurani dan kesadaran Arab. Meski tergerak mereka tidak akan bisa memberikan banyak bagi Al-Quds.
Sebab bedanya Israel dan Arab adalah; jika Negara Israel sedikit bicara tapi banyak bekerja dan merealisasikan rencana-rencananya. Namun kita – Arab – membalas hanya dalam konferensi dan tuntutan, mencetak Kubah Shakrah di pakaian kita. Dan ketika sudah terjadi ledakan besar, kita membalasnya dengan kemurkaan dalam unjuk rasa.
Yang menyedihkan, kebanyakan elit politik dan mimbar media salah dalam menyikapi bahaya riil di Al-Quds. Mereka hanya mengulang-ulang slogan dan melupakan esensinya.
Tema bahaya di Al-Quds terangkum dalam poros berikut:
1. Poros tengah Al-Quds yang terdapat di sana Masjid Al-Aqsha dan Gereja Al-Kiyamah. Juga sejumlah besar masjid, mushala kuno, ratusan situs peninggalan masa lampau yang merepresentasikan kota Al-Quds sebagai kota Arab. Poros ini sudah berubah, tanda-tandanya sudah berubah karena aktivitas penggalian terowongan oleh Israel, penyitaan dan penggusuran tanah dan rumah serta pembangunan Israel.
Puluhan gereja dan sekolah di area Al-Barrah dan sekitarnya menjadi permainan bagi pondasi Kuil yang akan dibangun Israel.
2. Kota Lama (kuno) yang hari ini sedang menjadi target, penggusuran, perubahan akibat proyek renovasi Israel, lintasan terowongan bawah tanah yang dibangun Israel dari semua sisi.
Yang menyentak, Kota Kono ini, rumah-rumanya menjadi milik yahudi karena upaya lembaga-lembaga Israel secara sistematis; baik dibeli, penghuninya diusir langsung, dikuasai paksa dan upaya Israel menciptakan kondisi yang tidak memungkinkan hidup layak di sana.
3. Perang demografi dan eksistensi yang dimulai Israel sejak tahun 1948. Israel menggelar aksi pembantaian demi pembantaian untuk mengusir warga Palestina, menjauhkan antar warga Palestina dengan tembok, menyita dokumen resmi warga, mempersempit gerak ekonomi warga. Lebih dari 100 ribu warga Palestina diisolasi tidak masuk ke kota Al-Quds karena Israel membedakan antara pemilik ID Biru dan ID dari Otoritas Palestina.
4. Perang geografi dan penguasaan terhadap kota Al-Quds dan sekitarnya dimana semakin haris Israel semakin kuat. Israel mengisolasi wilayah-wilayah berpenduduk Arab Palestina. Sementara di sisi lain, Israel menyambungkan secara kuat antara pemukiman yahudi di luar perbatasan Al-Quds.
Tema perang di Al-Quds sangat banyak dan tidak mungkin disebutkan dalam kolom pendek ini. Kita hanya ingin mencuri perhatian soal realitas Al-Quds yang disebut zionis Meir sebagai kota yang akan meleleh.
Teriakan berkali-kali dari Al-Quds tanpaknya tidak sampai di telinga bangsa Arab dan kaum Muslimin. Agaknya luka Al-Quds, imbasnya berupa gejala panas dan susah tidur tidak sampai kepada negeri-negeri Arab dan Islam.
Namun apakah sejarah akan berlalu begitu saja dan lupa fase ketersesatan dan kemurtadan sikap serta solidaritas yang mati ini dari bangsa Arab dan umat Islam? Saya yakin lembaran senjata akan mencatat sikap umat itu dalam daftar hitam yang tidak akan terulang dalam sejarah.
Adapun mereka yang tidak takut akan hukum sejarah, maka kabar gembira, bahwa negeri Arab akan mengumumkan hilangnya Al-Quds akan berakhir sebab mimpi Israel mencapai sungai Efrat dan gurun Sinai, tapi tidak kesampaian. [bn-bsyr, InfoPalestina]
Dalam dialog jaringan berita Maan dengan anggota dewan daerah Al-Quds Meir Margalet dari partai Mirates, penulis yakin orang Arab yang mendengarnya akan menyatakan dia bicara soal pahitnya realitas di Al-Quds dan bahaya yang mengancamnya serta rencana Israel di sana. Di ujung dialog, zionis ini menyimpulkannya, "Saya nasihati Otoritas Palestina agar menggelontorkan dana kepada kota suci Jerusalem untuk membantu manusia di sana, mendukung lembaga-lembaga Arab. Saya tidak bicara 1 atau dua juta dolar, tapi sebanyak-banyaknya. Jika Otoritas Palestina tidak melakukan itu dalam waktu dekat, maka suatu hari ia akan terbangun dan sadar ia tidak menemukan apa-apa di Jerusalem (Al-Quds)."
Nasihat ini bisa jadi didengar Arab, bangsa-bangsa dan umat serta gerakan dan organisasi dan semua orang, tentu juga media. Sayangnya, pembicaraan berulang-ulang ini tidak menggerakkan nurani dan kesadaran Arab. Meski tergerak mereka tidak akan bisa memberikan banyak bagi Al-Quds.
Sebab bedanya Israel dan Arab adalah; jika Negara Israel sedikit bicara tapi banyak bekerja dan merealisasikan rencana-rencananya. Namun kita – Arab – membalas hanya dalam konferensi dan tuntutan, mencetak Kubah Shakrah di pakaian kita. Dan ketika sudah terjadi ledakan besar, kita membalasnya dengan kemurkaan dalam unjuk rasa.
Yang menyedihkan, kebanyakan elit politik dan mimbar media salah dalam menyikapi bahaya riil di Al-Quds. Mereka hanya mengulang-ulang slogan dan melupakan esensinya.
Tema bahaya di Al-Quds terangkum dalam poros berikut:
1. Poros tengah Al-Quds yang terdapat di sana Masjid Al-Aqsha dan Gereja Al-Kiyamah. Juga sejumlah besar masjid, mushala kuno, ratusan situs peninggalan masa lampau yang merepresentasikan kota Al-Quds sebagai kota Arab. Poros ini sudah berubah, tanda-tandanya sudah berubah karena aktivitas penggalian terowongan oleh Israel, penyitaan dan penggusuran tanah dan rumah serta pembangunan Israel.
Puluhan gereja dan sekolah di area Al-Barrah dan sekitarnya menjadi permainan bagi pondasi Kuil yang akan dibangun Israel.
2. Kota Lama (kuno) yang hari ini sedang menjadi target, penggusuran, perubahan akibat proyek renovasi Israel, lintasan terowongan bawah tanah yang dibangun Israel dari semua sisi.
Yang menyentak, Kota Kono ini, rumah-rumanya menjadi milik yahudi karena upaya lembaga-lembaga Israel secara sistematis; baik dibeli, penghuninya diusir langsung, dikuasai paksa dan upaya Israel menciptakan kondisi yang tidak memungkinkan hidup layak di sana.
3. Perang demografi dan eksistensi yang dimulai Israel sejak tahun 1948. Israel menggelar aksi pembantaian demi pembantaian untuk mengusir warga Palestina, menjauhkan antar warga Palestina dengan tembok, menyita dokumen resmi warga, mempersempit gerak ekonomi warga. Lebih dari 100 ribu warga Palestina diisolasi tidak masuk ke kota Al-Quds karena Israel membedakan antara pemilik ID Biru dan ID dari Otoritas Palestina.
4. Perang geografi dan penguasaan terhadap kota Al-Quds dan sekitarnya dimana semakin haris Israel semakin kuat. Israel mengisolasi wilayah-wilayah berpenduduk Arab Palestina. Sementara di sisi lain, Israel menyambungkan secara kuat antara pemukiman yahudi di luar perbatasan Al-Quds.
Tema perang di Al-Quds sangat banyak dan tidak mungkin disebutkan dalam kolom pendek ini. Kita hanya ingin mencuri perhatian soal realitas Al-Quds yang disebut zionis Meir sebagai kota yang akan meleleh.
Teriakan berkali-kali dari Al-Quds tanpaknya tidak sampai di telinga bangsa Arab dan kaum Muslimin. Agaknya luka Al-Quds, imbasnya berupa gejala panas dan susah tidur tidak sampai kepada negeri-negeri Arab dan Islam.
Namun apakah sejarah akan berlalu begitu saja dan lupa fase ketersesatan dan kemurtadan sikap serta solidaritas yang mati ini dari bangsa Arab dan umat Islam? Saya yakin lembaran senjata akan mencatat sikap umat itu dalam daftar hitam yang tidak akan terulang dalam sejarah.
Adapun mereka yang tidak takut akan hukum sejarah, maka kabar gembira, bahwa negeri Arab akan mengumumkan hilangnya Al-Quds akan berakhir sebab mimpi Israel mencapai sungai Efrat dan gurun Sinai, tapi tidak kesampaian. [bn-bsyr, InfoPalestina]







4 komentar:
assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
salam sahabat
saya baru denger al-quds tersebut ternyata menyimpan sejuta peristiwa yang mengandung hikmah.terima kasih yach
semoga tetap ada keistiqomahan tuk berjihad disana, dan doa2 dari kita di sini,,,
*semangat berbuat tuk songsong kemenangan.
~ dy ~
Smoga Allah slalu bersama para pejuang d sana, mereka org2 yg Istiqomah berjuang di jln-Nya, yg slalu menjaga Izah serta Aqidahnya.
Tidak terlalu berharap dari bangsa Arab yg hanya Retorika belaka tanpa hasilnyata, Biar Allah yg menjaga Al-Aqsa bersama-sama para Gerakan Jihad Islam Palestina.
Arab Jahiliyah dahulu,berqabilah-qabilah. Bila salah seorang ahli keluarga qabilah itu diserang maka qabilah mereka turuntangan membantunya meskipun mereka salah.Di zaman moden ini,Jangankan mau membantunya,sama-sama Arabpun tak ada yang bersefahaman.Inilah sebenarnya keberhasilan besar pejajah kuffar dahulu,membahagi-bahagikan dunia Islam,dgn mengatasnamakan kebangsaan.Arab saja terbagi hampir sedozen.Maka apila bgs.Palestin,Irak dll diserang.Mereka berkata itu bgs.lain.Jadi dimana kita letakkan Ayat yang berbunyi :Innamal mu'minuuna Ikhawah?
Poskan Komentar