Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Write for Us  |  Kontributor  |  Pasang Iklan

Hukum dan Hikmah Qurban

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Selasa, 09 November 2010 | 07.00 WIB


Setelah kemarin kita membahas Definisi, dalil dan Keutamaan Qurban dalam Fiqih Sunnah, edisi kedua ini membahas Hukum dan Hikmah Qurban yang juga ditulis Sayyid Sabiq dalam kitab yang sama.

Hukum Qurban

Ibadah penyembelihan hewan qurban adalah sunnah muakkad bagi yang mampu melakukannya. Meninggalkan ibadah itu menjadi makruh. Berdasarkan riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW pernah mengurbankan dua kambing qibasy yang berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih qurban tersebut dan membacakan nama Allah serta bertakbir pada saat memotongnya.

Juga sebuah riwayat dari Ummu Salamah bahwa Nabi SAW telah bersabda,

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

Jika kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah, hendaknya salah seorang diantara kalian berqurban, dan melakukan manasik dengan memotong rambut dan kukunya. (HR. Muslim)

Riwayat dari Abu Bakar dan Umar bahwa mereka berdua belum pernah melaksanakan penyembelihan qurban untuk keluarganya karena takut dianggap sebagai suatu kewajiban.

Kapan Diwajibkan Menyembelih Qurban?

Penyembelihan hewan qurban tidak diwajibkan kecuali dalam dua hal.

Pertama, seseorang yang melakukan nazar. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW,

مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ

Barangsiapa yang melakukan nazar dalam rangka taat kepada Allah, hendaklah dilakukan. (HR. Bukhari)

Bahkan apabila orang yang melakukan nazar itu meninggal dunia, maka untuk pelaksanaan nazar yang telah diucapkannya sebelum meninggal dunia boleh diwakilkan kepada orang lain.

Kedua, perkataan seseorang, “Ini (hewan qurban) milik Allah,” atau, “Ini hewan qurban.”

Imam Malik berpendapat bahwa apabila pada saat membeli hewan qurban ia berniat untuk berqurban, maka ia menjadi wajib melakukannya.

Hikmah Berqurban

Allah mensyariatkan qurban untuk mengenang Nabi Ibrahim a.s dan untuk memberikan kemudahan pada hari raya Idul Adha, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

إِنَّمَا هِىَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ

Hari ini (hari raya qurban) adalah hari makan dan minum serta zikir (HR. Ahmad dan Malik dalam Al Muwatha').

Bersambung ke Hewan Qurban dan Syaratnya.[]

Iklan Anda

9 komentar:

safru mengatakan...

Terima ksaih atas pencerahannya sob, sangat bermanfaat

Ferdinand mengatakan...

Akhirnya sudah ditetapkan tanggal 17 ya Sob... btw, aku mau tanya klo memberikan kurnban tapi setelah disembelih setengah dari dagingnya masih dibawa pulang dan dimakan sendiri gimana tuh Sob? soalnya aku pernah liat kejadian itu... makasih sebelumnya,.. :P

happy blogging,

Suparyanto mengatakan...

Lengkap benar hukum-hukumnya. ditempat saya ada sedikit pembedaan antara qurban dengan sapi dan kambing. Katanya lebih utama sapi, karena di Indonesia banyak orang yang mempunyai dampak negatif setelah makan daging kambing. Ada solusi sahabat?

Belajar CorelDRAW mengatakan...

Ditunggu hikmah qurban yang lain sob.

syamsul rijal mengatakan...

mau tau hukum Qurban disini tempatnya....thanks atas penjelasannya

Wati mengatakan...

mari berkurban bagi yang sudah memenuhi syarat berkurban.

Parenting mengatakan...

Ayo berqurban. Lebih baik lagi kalo pas bencana begini qurbannya disalurkan kepada korban bencana. Merapi, Mentawai, ... Qurban lebih peduli

Facebooker mengatakan...

Pastnya banyak lagi kan hikmah qurban. seperti membantu sesama dan sebaganya.

mukhlis mengatakan...

trims, mudahan2 menjadi pencerahan umat

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...