Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Facebook  |  Twitter  |  Pasang Iklan

Pemukim Zionis Serbu Rumah di al Quds Lama

Written By Admin BeDa on Minggu, 31 Januari 2010 | 09:43


Puluhan perampas (pemukim) Zionis Jumat (29/1) menyerbu rumah warga Palestina Fatimah Abdul Wadud Dahudi di Aqaba Saraya, di al Quds Lama, setelah keputusan pengadilan Zionis mengizinkan mereka untuk menyerbu rumah tersebut.

Pada 25 Januari lalu, Pengadilan Zionis telah mengeluarkan putusan yang mengizinkan memasuki rumah Dahudi (80 tahun) dan keputusan yang lain untuk memenjarakan Dahudi bila tidak untuk melaksanakan keputusan tersebut, sekalagus mengenakan denda 20 ribu syikal (5.426 US $) dan denda 9 ribuan lagi ($ 2.441) untuk para pengacara pemukim Zionis bila melawan keputusan tersebut.

Pengadilan Zionis mengizinkan laki-laki memasuki rumah dari 8:00 pagi hingga 8:00 malam dan membiarkan para wanita memasuki waktu 8:00 malam hingga 8:00 pagi.

Mohammed Dahudi, anak pemilik rumah, mengatakan bahwa keluarganya tinggal di rumah ini sejak tahun tiga puluhan. Dia menyatakan ini bukan pertama kalinya rumah tersebut mengalami penyerbuan. Tahun lalu rumah ini mengalami dua kali penyerbuan, sebagai upaya untuk menguasaiya.

Keluarga Dahudi menegaskan konflik masalah rumah ini sudah mulai sejak tahun 1990 setelah direnovasi. Dan setelah itu ada gugatan yang diajukan ke pengadilan terhadap keluarga tersebut atas tindakan merenovasi rumahnya.

Rumah keluarga ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama terdiri dari tiga kamar, lantai atas berupa ruangan dan area luar. Keluarga Dahudi tinggal di rumah itu sejak tahun 1930. (asw, infopalestina)
09:43 | 4 komentar

Israel Hancurkan Puluhan Ribu Buku Palestina

Written By Admin BeDa on Jumat, 29 Januari 2010 | 11:10


Inilah salah satu lagi yang membuktikan jika Israel memang tidak pernah menghargai peradaban Islam. Selama menjajah Palestina, Israel telah menghancurkan puluhan ribu buku Palestina. Hal ini diakui sendiri oleh peneliti di Universitas Ben-Gurion.

Israel menjarah dan menghancurkan puluhan ribu buku Palestina. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di Al-Jazeera Kamis (28), ia mengklaim bahwa Israel menghancurkan buku-buku Palestina dalam rangka menjalankan rencanan "me-Yahudi-kan negara" dan memotong bangsa dan budaya penduduk Arab.

Menurut sang doktor, pemerintah Israel mengumpulkan puluhan ribu buku-buku Arab di Yerusalem, Jaffa, Haifa, Safed, dan kota lainnya. Para pejabat Israel menyebutkan buku sebagai "ancaman keamanan." Berdasarkan arsip Israel, pasukan IDF menjarah buku-buku dari rumah-rumah warga Palestina selama "Nakba" dan menyerahkan hasil jarahan kepada pihak berwenang.

Pembantaian Budaya

Para peneliti mengatakan kepada al-Jazeera bahwa menurut dokumen yang dimilikinya, Israel sudah menghancurkan 27.000 buku hanya pada tahun 1958 saja, mengklaim bahwa buku-buku itu tidak berguna dan mengancam Israel.

"Ini adalah pembantaian budaya yang dilakukan dengan cara yang sangat buruk daripada kolonialisme Eropa," ujar sang peneliti. Dia menambahkan bahwa beberapa buku dijual dengan harga diskon untuk sekolah-sekolah Palestina, sementara yang lain dipindahkan ke perpustakaan Universitas Ibrani di Yerusalem.

Para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 6.000 buku Palestina saat ini tersedia di Perpustakaan Nasional di Universitas Ibrani. Namun, ia mengklaim bahwa banyak buku- lain dalam bahasa Arab, Inggris, dan Prancis tidak tercatat, sebagian besar dari buku-buku itu disimpan di gudang perpustakaan dan tidak dapat diakses. (sa/ynet, eramuslim)
11:10 | 8 komentar

Unsur Kesatuan Umat Islam

Written By Admin BeDa on Kamis, 28 Januari 2010 | 17:28


"Kok dari gaya bahasanya, ia sepertinya berbeda dengan kita ya. Dari harakah mana dia?" Demikian kurang lebih pertanyaan seorang aktifis Islam kepada temannya, sesama mahasiswa. Dialog itu terjadi saat ada diskusi di sebuah kampus. Hal yang kurang lebih sama mungkin akan kita jumpai pada banyak kesempatan.

Itu sekedar menunjukkan betapa kesatuan umat Islam belum terwujud dengan baik; bahkan antar sesama aktifis Islam. Bahkan, dari perbedaan gaya bahasa saja, seringkali sudah dijadikan kesimpulan perbedaan fikrah. Dan, karenanya interaksi berikutnya adalah "persaingan" bukan kerja sama. Itu kondisi riil yang masih terjadi di lapangan. Meskipun, kadar tiap daerah berbeda. Diantaranya tergantung pada kedewasaan masing-masing harakah dan aktifis Islam.

Semestinya, kesatuan umat Islam lebih mudah diwujudkan daripada kesatuan-kesatuan yang lain; entah itu kesatuan atas nama nasionalisme, agama non Islam, atau paham-paham lain yang berseberangan dengan Islam. Mengapa? Sebab unsur-unsur kesatuan umat Islam sangat banyak. Diantaranya yang terpenting adalah:

Kesatuan Aqidah

Umat Islam mempunyai suatu sistem yang menghimpun setiap orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah secara ikhlas. Dan barangsiapa tidak mengucapkannya, maka tidak termasuk bagian umat ini.

Kesatuan Ibadah
Sesungguhnya Allah menciptakan kita –kaum muslimin- hanya untuk beribadah kepada-Nya.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Ibadah yang diwajibkan kepada kita semua adalah satu. Setiap muslim diwajibkan shalat lima waktu sehari semalam, shaum di bulan Ramadhan setiap tahun, zakat apabila telah cukup nishab, dan kewajiban-kewajiban lain dalam Islam. Maka, dalam hal ini, umat Islam melakukan bentuk ibadah yang sama. Bersatu dalam menunaikan ibadah tanpa membedakan jenis dan warna kulit.

Kesatuan Adat dan Perilaku
Setiap muslim mempunyai keteladanan yang baik pada diri Rasulullah SAW. Ini menumbuhkan kesatuan perilaku dan akhlak, karena kaum muslimin dituntut meneladani rasulullah SAW, menyangkut perilaku dan peri kehidupannya.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah SAW. (QS. Al-Ahzab : 21)

Kesatuan Sejarah
Seorang muslim tidak terikat oleh tanah air atau warna kulit tertentu, dan hanya sejarah Islamlah yang menjadi ikatan dan kebanggaannya.

Kesatuan Jalan
Sesungguhnya jalan kaum muslimin adalah satu, yaitu jalan para Nabi dan Rasul.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)

Tunjukilah kami jalan yang lurus; yaitu jalan orang-orang yang Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat. (QS. Al-Fatihah : 6-7)

Sabda Rasulullah SAW:

تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِى إِلاَّ هَالِكٌ

Aku telah tinggalkan kamu dalam keadaan terang benderang di mana malamnya seperti siangnya tidak akan tergelincir darinya sesudahku kecuali orang-orang yang celaka. (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Inilah jalan yang akan mengantarkan ke surga. Karena itu, seorang muslim dituntut agar senantiasa teguh dan konsisten di jalannya. Jangan sampai menyimpang, karena akan celaka dan sesat.

Kesatuan Dustur
Sumber undang-undang (dustur) umat Islam adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kaum muslimin dilarang mengambil rujukan, untuk menata dan mengatur gerakan mereka di atas planet ini, kecuali dari apa yang diturunkan Allah dan dibawa Rasul-Nya.

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Maka demi rabb-mu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasakan dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-Nisa : 65)

Kesatuan Pimpinan
Umat Islam sepakat bahwa pemimpinnya yang pertama ialah Rasulullah SAW. Kemudian para khalifah sesudahnya. Kepemimpinan khalifah yang satu memang belum terjadi saat ini. Tetapi jika perjuangan umat Islam telah berhasil dan mampu mewujudkan cita-citanya, maka kesatuan umat Islam akan lebih kokoh di bawah seorang khalifah.

Bahkan untuk menjamin kesatuan pimpinan ini, digariskan ketentuan dalam agama ini bahwa tidak boleh ada kepemimpinan umat Islam ganda di tingkat dunia.

إِذَا بُويِعَ لِخَلِيفَتَيْنِ فَاقْتُلُوا الآخَرَ مِنْهُمَا

Apabila dibaiat dua orang khalifah, maka bunuhlah orang yang terakhir (dibai'at) (HR. Muslim).

Pertanyaan untuk diri kita kemudian adalah: sudahkah kita mengedepankan dan berupaya mewujudkan kesatuan umat Islam atau masih bertanya terlebih dahulu: "Dari harakah mana dia?"

[Referensi: Al-Islam karya Sa'id Hawa dan Menuju Jama'atul Muslimin karya Hussain bin Muhammad bin Ali Jabir]
17:28 | 4 komentar

Asgul: Dengan Ilmu dan Tarbiyah, Israel Tak Akan Patahkan Semangat Kami

Written By Admin BeDa on Rabu, 27 Januari 2010 | 15:45


Menteri Pendidikan dan Pengajaran Palestina, Dr. Muhammad Asgul menegaskan, departemen yang dipimpinnya sudah mampu mewujudkan sejumlah capaian dalam bidang pendidikan meski agresi Israel secara sadis menyerang Jalur Gaza. Fasilitas pendidikan secara sengaja dihancurkan Israel. Apalagi ditambah blokade selama tiga tahun. “Bangsa Palestina terlalu tegar menghadapi serangan tidak manusiawi.

Dalam wawancara dengan Infopalestina, Asgul menegaskan, rakyat Palestina dalam agresi Israel di Jalur Gaza mengalami penderitaan dan pesakitan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Namun ia menegaskan, bangsa Palestina memiliki kekuatan semangat dan kemauan. Semangat itu bukan saja dimiliki oleh kelompok perlawanan tapi dimiliki semua kelompok masyarakat Palestina. Ketegaran itu menuntun bangsa Palestina untuk kreatif dalam bersikap. Karenanya, agresi itu justru mengundang warga Palestina di luar negeri bukan sebaliknya mengusir.

Asgul menuturkan, di bidang pendidikan, justru terjadi peningkatan hingga 3 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Berikut petikan wawancaranya:

Dr. Asgul, setahun setelah agresi Israel di Jalur Gaza, bagaimana Anda melihat perjalanan pendidikan di Jalur Gaza?

Meski banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi oleh bidang pendidikan, dimana ini paling berat dalam perjalanan pendidikan Palestina selama ini, sejak blokade dan agresi, namun terjadi kemajuan cukup baik dalam prestasi ilmiah hingga 3 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan kemampuan bangsa Palestina dalam menghadapi kesulitan. Bukan saja bisa bertahan tapi bisa produktif.

“Kami melihat semangat Palestina itu wujudkan oleh oleh oleh para guru, pelajar, wali murid. Mereka semua adalah faktor utama keberhasilan dalam pendidikan.

Apa saja yang sudah diberikan oleh Departemen Pendidikan pada periode ini?

Meski banyak hambatan, kami mampu menyediakan 5000 guru untuk menjaga perjalanan pendidikan. Mereka juga dibekali dengan pelatihan ilmiah secara intens mencakup keterampilan ilmiah dan profesiolisme agar bisa menjalankan kewajiban mereka. Departemen juga membekali pelatihan bagi kepala sekolah sehingga pelaksanaan ujian berhasil dengan baik. Departemen pendidikan menyiapkan guru-guru yang professional dan berkemampuan tinggi. Alhamulillah tahun ajaran kali ini berhasil dengan baik meski banyak hambatan.

Aktivitas dukungan psikis yang dilakukan departemen pendidikan?

Departemen pendidikan dengan kader-kadernya mampu melalui krisis ini dengan tingkat keberhasilan 95 persen dan memberikan konsultasi dan pengarahan secara psikis bekerjasama dengan Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina. Mereka memberikan bantuan besar kepada pelajar agar bisa melampaui fase perang. Sepekan setelah agresi Israel lalu, departemen pendidikan melakukan program refreshing secara penuh untuk membantu pelajar agar keluar dari kondisi tekanan kejiwaan karena efek pemandangan agresi Israel. Ada sebagian kasus psikis yang berujung kepada penyakit fisik karena menyaksikan situasi berdarah dan menyakitkan. Departemen pendidikan sudah melakukan kerjasama dengan tujuh lembaga asing dan lokal dalam memberikan bantuan kepada pelajar untuk keluar dari krisis psikis yang dialami akibat agresi Israel dan mereka berhasil.

Bagaimana Anda melihat pasukan Israel membidik langsung lembaga pendidikan di Jalur Gaza? Bisa Anda jelaskan sejauh mana kerusakan yang ditimbulkan?

Tidak Israel membidik lembaga pendidikan itu dengan cara membabi buta dan ngawur. Kami membaca bahwa pos-pos departemen pendidikan dilihat langsung oleh penjajah Israel. Israel menilai bahwa pos-pos departemen pendidikan Palestina dianggap paling berbahaya dalam mencetak manusia Palestina yang tegar dan kuat dalam menghadapi penjajah Islam. Inilah falsafah Israel.

Soal kerugian dan penderitaan yang dialami bangsa Palestina itu tidak bisa dihitung.

Apa capaian terpenting departemen pendidikan di tengah blokade? Apa hambatan untuk mewujudkan capaian itu?

Meski banyak hambatan dan blokade, departemen banyak mewujudkan capaian dari sisi penyediaan SDM dan kemampuan. Alhamdulillah. Itu dicapai dengan cara memperbaiki sistem pendidikan Palestina, memperbaiki kemampuan guru dan menciptakan kondisi dan pengembangan.

Saat ini, kita harus mewujudkan prioritas umum di bidang studi dengan cara menjaga jumlah pelajar di angka setengah juta dalam seluruh jenjang. Jumlah ini sendiri adalah capaian di tengah kondisi perpecahan Palestina, blokade dan ancaman agresi Israel. Dari sisi kinerja dan kualitas, kami bisa mencapainya dengan baik.

Dukungan apa yang diberikan departemen?

Departemen pendidikan Palestina mendapatkan dukungan besar dari lembaga-lembaga asing dan Arab dan partisipasi. Mereka berkunjung ke Jalur Gaza dan dukungan mereka sangat istimewa. Ini sangat membantu warga Palestina.

Bagaimana hubungan Anda dengan departemen pendidikan di Tepi Barat?

Hubungan kami sangat baik dan melakukan koordinasi.

Benarkan teknologi informasi sudah masuk ke dalam agenda departemen pendidikan dan pengajaran?

Ya benar, kami mengalami perkembangan besar dan kami berusaha untuk meringankan penggunaan media keras. Orang tua dan anaknya di sekolah bisa melakukan kontak dengan computer.

Labolatorium pendidikan menjadi prioritas departemen pendidikan.

Saya tegaskan bahwa meski Israel tidak berhenti melakukan perusakan, kami tetap melakukan pembangunan…pembangunan manusia Palestina.

Apa pesan Anda kepada Israel?

Kami sampaikan ke mereka: jika pertempuran adalah pertempuran kemauan dan semangat, jika penjajah Israel ingin mematahkan semangat Palestina, maka departemen pendidikan dan pengajaran ingin menegaskan bahwa semangat Palestina masih baik-baik saja. Betapapun besar kekuatan Israel dan betapa kuat serangan mereka, semangat dan kemauan Palestina tidak akan pudar. Sebab kemauan Palestina didasarkan dari keimanan kepada Allah dan mereka tidak akan melepaskan hak mereka dalam membangun negerinya. Kami membebankan amanah di pundak kami, akan memberikan yang termahal untuk berkidmat kepada anak bangsa Palestina dan pelajar-pelajar Palestina dengan izin Allah. Tidak ada satupun yang bisa mematahkan semangat kami dan tekad kami. Kami akan tetap berpegang teguh dengan ilmu dan tarbiyah (pendidikan) meski di kemah-kemah. (bn-bsyr, infopalestina)
15:45 | 5 komentar

Petunjuk Nabi dalam Hal Makanan dan Minuman

Written By Admin BeDa on Selasa, 26 Januari 2010 | 16:14


Bagaimana petunjuk Nabi Muhammad SAW dalam hal Makanan dan minuman? Berikut ini kami paparkan petunjuk Nabi dari sunnah dan sirah beliau sebagaimana ditulis oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Zaadul Ma'ad.
***

لا يرد موجودا ولا يتكلف مفقودا فما قرب إليه شئ من الطيبات إلا أكله إلا أن تعافه نفسه فيتركه من غير تحريم وما عاب طعاما قط إن اشتهاه أكله وإلا تركه كما ترك أكل الضب لما لم يعتده ولم يحرمه على الأمة بل أكل على مائدته وهو ينظر

Beliau tidak pernah menolak yang ada, dan tidak memaksakan diri mencari yang tidak ada. Makanan-makanan yang baik yang dihidangkan kepadanya, dimakannya kecuali yang memang benar-benar tidak disukainya, maka beliau meninggalkannya tanpa mengharamkan. Sama sekali beliau tidak pernah mencela suatu makanan pun. Jika berselera, beliau akan memakannya, dan jika tidak berselera beliau akan meninggalkannya. Seperti ketika dihidangkan kepadanya daging adh-dhab (sejenis biawak), beliau membiarkan tidak memakannya, karena beliau tidak biasa memakannya, tetapi beliau tidak mengharamkannya untuk umatnya. Bahkan daging ini akhirnya dimakan orang lain di hadapannya, sedang beliau hanya melihatnya saja.

وأكل الحلوى والعسل وكان يحبهما وأكل لحم الجزور والضأن والدجاج ولحم الحبارى ولحم حمار الوحش والأرنب وطعام البحر وأكل الشواء وأكل الرطب والتمر وشرب اللبن خالصا ومشوبا والسويق والعسل بالماء وشرب نقيع التمر وأكل الخزيرة وهي حساء يتخذ من اللبن والدقيق وأكل القثاء بالرطب وأكل الأقط وأكل التمر بالخبز وأكل الخبز بالخل وأكل الثريد وهو الخبز باللحم وأكل الخبز بالإهالة وهي الودك وهو الشحم المذاب وأكل من الكبد المشوية وأكل القديد وأكل الدباء المطبوخة وكان يحبها وأكل المسلوقة وأكل الثريد بالسمن وأكل الجبن وأكل الخبز بالزيت وأكل البطيخ بالرطب وأكل التمر بالزبد وكان يحبه

Beliau pernah memakan kue manisan dan madu, dan kedua jenis makanan ini termasuk makanan favoritnya. Beliau juga pernah makan daging onta, daging kambing, daging ayam, daging burung, daging keledai liar, daging kelinci, makanan dari laut, daging panggang, korma matang, dan korma kering. Beliau suka minum susu murni dan juga campur. Makan kue yang terbuat dari tepung yang enak. Minum madu campur air. Minum rendaman buah korma. Makan bubur yang dibuat dari susu dan gandum. Makan ketimun dengan korma matang. Makan keju, serta makan korma dengan roti. Makan roti dengan cuka, dan makan tsarid, yaitu roti dengan daging. Makan roti dengan lemak, yakni lemak yang dicairkan. Makan hati yang dibakar, dan makan daging dendeng. Beliau juga makan sejenis labu manis yang dimasak dan menggemarinya, serta makan makanan yang direbus. Makan bubur daging dengan samin. Makan keju, dan makan roti dengan minyak. Makan semangka dengan korma matang, dan makan korma dengan mentega dan beliau menyukainya.

ولم يكن يرد طيبا ولا يتكلفه بل كان هديه أكل ما تيسر فإن أعوزه صبر حتى إنه ليربط على بطنه الحجر من الجوع ويرى الهلال والهلال والهلال ولا يوقد في بيته نار

Beliau tidak pernah menolak makanan yang baik dan tidak pernah memaksakan diri mendapatkan makanan yang susah untuk didapatkan. Tuntunan beliau adalah makan apa yang mudah didapat. Saat kekurangan makanan, beliau bersabar. Sampai-sampai beliau pernah mengganjal perutnya dengan batu karena lapar. Bahkan pernah pula sampai beberapa hari tidak dinyalakan api di dapur rumah beliau.

وكان معظم مطعمه يوضع على الأرض في السفرة وهي كانت مائدته وكان يأكل بأصابعه الثلاث ويلعقها إذا فرغ وهو أشرف ما يكون من الأكلة فإن المتكبر يأكل بأصبع واحدة والجشع الحريص يأكل بالخمس ويدفع بالراحة

Pada umumnya, makanan beliau disajikan di atas lantai dengan beralaskan sufrah (karpet). Seperti itulah tempat hidangan makan beliau. Beliau biasa makan dengan tiga jari dan kemudian menjilatinya jika telah selesai, dan itu cara yang mulia ketika makan. Sebab orang yang sombong itu makan dengan satu jarinya; sedangkan orang yang rakus itu makan dengan lima jarinya.

وكان لا يأكل متكئا والإتكاء على ثلاثة أنواع أحدها : الإتكاء على الجنب والثاني : التربع والثالث : الإتكاء على إحدى يديه وأكله بالأخرى والثلاث مذمومة

Kebiasaan beliau tidak makan sambil bersandar. Posisi bersandar itu ada tiga macam: pertama, bersandar pada sisi tubuh. Kedua, duduk dengan kaki bersilang di bawah paha. Dan ketiga, bertopang pada satu tangan dan makan dengan yang lain. Ketiga cara ini tercela.

وكان يسمي الله تعالى على أول طعامه ويحمده في آخره فيقول عند انقضائه :

Pada awal menyantap makanan, beliau selalu menyebut nama Allah SWT dan diakhirnya memuji-Nya, seraya mengucapkan ketika selesainya:

الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه غير مكفي ولا مودع ولا مستغنى عنه ربنا

Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan diberkati padanya, tidak ditelantarkan, tidak dibiarkan, dan senantiasa dibutuhkan, wahai Tuhan kami. (HR. Bukhari dan Tirmidzi)

وربما قال :

Terkadang pula beliau mengucapkan:

الحمد لله الذي يطعم ولا يطعم من علينا فهدانا وأطعمنا وسقانا وكل بلاء حسن أبلانا الحمد لله الذي أطعم من الطعام وسقى من الشراب وكسا من العري وهدى من الضلالة وبصر من العمى وفضل على كثير ممن خلق تفضيلا الحمد لله رب العالمين

Segala puji bagi Allah yang memberi makan dan tidak diberi makan. Yang telah memberi karunia kepada kami, lalu menuntun kami. Memberi makan kepada kami dan memberi minum serta setiap cobaan yang bagus Dia mencoba kami. Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dari makanan, memberi minum dari minuman, memberi pakaian dari keadaan telanjang, memberi petunjuk dari kesesatan, memberi penglihatan dari keadaan buta serta melebihkan dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyak makhluk yang telah Dia ciptakan. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. (HR. Ibnu Hibban)

وربما قال :

Dan terkadang beliau mengucapkan:

الحمد لله الذي أطعم وسقى وسوغه

Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum serta memudahkan menelan dan mencernanya. (HR. Abu Dawud)

وكان إذا فرغ من طعامه لعق أصابعه ولم يكن لهم مناديل يمسحون بها أيديهم ولم يكن عادتهم غسل أيديهم كلما أكلوا

Kebiasaan beliau, apabila telah selesai menyantap makanan, menjilati jari jemarinya. Belum ada sapu tangan atau tisu yang bisa mereka gunakan untuk mengelap tangan mereka, dan bukan kebiasaan mereka mencuci tangan sehabis setiap kali makan.

وكان أكثر شربه قاعدا بل زجر عن الشرب قائما وشرب مرة قائما فقيل : هذا نسخ لنهيه وقيل : بل فعله لبيان جواز الأمرين والذي يظهر فيه - والله أعلم - أنها واقعة عين شرب فيها قائما لعذر وسياق القصة يدل عليه فإنه أتى زمزم وهم يستقون منها فأخذ الدلو وشرب قائما

Kebanyakan minum beliau dilakukan dengan posisi sambil duduk, bahkan beliau menegur dengan keras orang yang minum sambil berdiri. Tetapi, suatu kali beliau pernah juga minum sambil berdiri. Ada yang mengatakan, riwayat ini telah dinasakh (dihapus) oleh adanya larangan beliau. Ada yang berpendapat, beliau melakukan hal itu, dengan tujuan untuk menjelaskan kepada umatnya bahwa boleh saja minum dengan dua posisi itu. Namun, pendapat yang lebih kuat –wallahu a'lam- kejadian bahwa beliau minum sambil berdiri adalah karena adanya satu alasan. Konteks cerita menunjukkan hal itu. Karena ketika itu, beliau menghampiri sumur zamzam, dan banyak orang yang sedang mengambil air darinya, lalu beliau mengambil timba untuk menciduk air kemudian meminumnya sambil berdiri.

والصحيح في هذه المسألة : النهي عن الشرب قائما وجوازه لعذر يمنع من القعود وبهذا تجمع أحاديث الباب والله أعلم

Yang shahih dalam masalah ini adalah larangan minum sambil berdiri, namun diperbolehkan apabila ada udzur yang menghalangi utnutk duduk. Dengan cara ini bisa dihimpun seluruh hadits pada bab ini. Wallaahu a'lam.

وكان إذا شرب ناول من على يمينه وإن كان من على يساره أكبر منه

Apabila telah minum, beliau memberikannya kepada orang yang berada di samping kanannya sekalipun orang yang berada di samping kirinya lebih tua daripada yang di samping kanannya.

[Sumber: Zaadul Ma'ad. karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah]
16:14 | 6 komentar

Mimpi-mimpi Besar


Letakkan telapak tangan kita di atas dahi. Berusaha merenung dan konsentrasi berpikir. Bertanya pada diri sendiri: "Apa mimpi yang ingin kita raih dalam hidup ini? Apa obsesi yang begitu menyibukkan kita dalam hidup ini? Apa yang kita pikirkan siang dan malam? Apakah yang kita pikirkan itu sifatnya duniawi? Atau ukhrawi? Apakah obsesi dan mimpi kita itu sifatnya umum, atau spesifik?

Saudaraku,
Jawablah pertanyaan-pertanyaan itu dan simpanlah baik-baik dalam ingatan. Panggillah anak dan tanyakanlah, "Apa kondisi yang ia inginkan di masa mendatang?" Bandingkan antara apa yang menjadi keinginan mereka dan keinginan kita di masa depan. Hampir pasti anak-anak akan menjawab keinginan itu secara ideal, tinggi, bahkan mungkin ada yang tidak mungkin diwujudkan. Sedangkan obsesi dan keinginan kita umumnya lebih rendah, tidak terlalu tinggi, dan pandangan yang terbatas. Bahkan, boleh jadi ada sebagian kita merasa berat sekedar berobsesi atau bermimpi dan menginginkan sesuatu yang tinggi serta ideal.

Saudaraku,
Kita, hidup di zaman yang penuh kelemahan. Wajar bila obsesi serta mimpi kita dan masyarakat kita pun menjadi rendah, kurang berbobot, tujuannya pendek. Kita semua sama dalam hal ini. Sebabnya banyak, tapi setidaknya ada sebab penting yang harus kita sadari. Yakni, minim atau tidak adanya "contoh ideal" yang hidup diantara kita. Termasuk contoh dari para orang tua kita, atau kita para bapak dan ibu bagi anak-anak, para pendidik, para guru, para pejabat, para tokoh dan sebagainya. Minim atau tidak adanya figur atau contoh itu, mau tidak mau turut menciptakan lemahnya motivasi kita, untuk memiliki cita-cita atau keinginan yang tinggi. Seperti yang kita alami sekarang ini.

Mari kita perhatikan bagaimana kondisi orang-orang yang memiliki mimpi-mimpi besar. Barangkali kondisi mereka bisa mendorong dan menumbangkan penghalang mimpi yang kini sedang mengepung kita. Barangkali keadaan mereka bisa mengeluarkan kita dari mimpi kecil menjadi mimpi besar. Barangkali peran-peran mereka bisa menjadikan kita memiliki peran-peran yang lebih luas dari sekarang.

Saudaraku,
Adalah Hindun binti Utbah Ummu Mu'awiyah bin Abi Sufyan, seorang wanita yang termasuk memiliki mimpi besar itu. Suatu ketika, saat ia berada di Mina bersama puteranya Mu'awiyah yang baru saja tersandung batu dan terjatuh di atas tanah. Hindun berkata pada anaknya, Mu'awiyah, "Bangunlah, bila engkau biasa bangkit maka engkau akan ditinggikan derajatnya oleh Allah." Seorang yang mendengarkan perkataan ini bertanya, "Mengapa engkau mengatakan seperti itu? Saya yakin bahwa dia (Mu'awiyah) akan memimpin kaumnya." Hindun balik bertanya, "Kaumnya? Allah tidak meninggikan kedudukannya kecuali bila ia memimpin bangsa Arab semuanya."

Ini episode kecil tentang bagaimana mimpi besar seorang ibu. Ia ingin anaknya menjadi pemimpin bangsa Arab semuanya. Dan mimpi itulah yang hadir di pelupuk matanya, dan mimpi itulah yang menjadi panduannya sehari-hari dalam mendidik anaknya. Ia terus menanamkan mimpi itu pada anaknya, dan meyakinkannya. Ia kondisikan keadaannya untuk mencapai mimpi itu. Ia beri asupan apa yang bisa membekalinya mewujudkan mimpinya. Hingga akhirnya, Mu'awiyah memang menjadi khalifah pertama dari khulafa daulah umawiyah. Mu'awiyah memimpin bangsa Arab sekaligus umat Islam selama kurang lebih 20 tahun yakni tahun 661 H – 680 H.

Saudaraku,
Ada kisah lain di zaman kita, tentang ibu dari DR. Ahmd Zewail, yang juga memiliki mimpi besar. Sejak Ahmed masih kecil, sang ibu sudah menuliskan di pintu kamar Ahmad sebuah kalimat "Kamar DR. Ahmed Zewail." Apa yang dituliskannya itu, tak lain merupakan saluran keinginan atau mimpi yang ada dalam diri sang ibu. Dan tampaknya, pesan itu telah sampai dalam diri anaknya. Ahmed Zewail meraih penghargaan Nobel bidang Kimia tahun 1999, dan menjadi salah satu ilmuwan besar dunia. Zewail sendiri mengakui pengaruh motivasi dan mimpi ibunya itu pada dirinya. Tentu bukan hal mudah bagi seorang ibu untuk bisa mewujudkan mimpi besar itu pada Zewail. Karena hari-hari merawat, mendidik dan membesarkan Zewail-lah yang juga menjadi kunci keberhasilan Zewail.

Saudaraku,
Lagi, tentang bagaimana seorang ibu dari Syaikh Abdurrahman As-Sudais yang kini menjadi imam masjidil Haram. Bagaimana sang ibu menanamkan dan mengarahkan mimpi besarnya itu kepada anaknya. Bagaimana sang ibu dalam hari demi hari bersama As-Sudais kecil itu mengingatkannya untuk bisa mencapai mimpinya? Ibunya sering mengingatkan, "Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram..." "Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam masjidil haram..." Wahai Abdurrahman, jangan malas menghafal kembali hafalan harianmu, bagaimana kamu bisa menjadi Imam Masjidil Haram bila kamu malas? Akhirnya, Syaikh Abdurrahman As-Sudais kini menjadi imam Masjidil Haram. Dan menjadi salah satu ulama besar yang disegani di dunia Islam.

Saudaraku,
Satu kisah lain yang boleh jadi kita sudah pernah mendengarnya. Seorang sahabat, Rabi'ah bin Kaab Al-Aslami radhiallahu anhu. Dialah yang mengatakan kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah SAW, aku ingin menjadi pendampingmu di surga." Rasulullah SAW mengatakan, "Adakah selain itu ya Rabi'ah?" Rabi'ah menjawab, "Hanya itu ya rasulullah." Lalu Rasulullah SAW mengatakan, "Jika begitu, bantulah aku untuk mencapai keingnanmu itu dengan memperbanyak sujud." (HR. Muslim)

Diriwayatkan, Rabi'ah atas bimbingan orangtuanya, sejak kecil memang sudah kerap kali terlihat dalam kondisi shalat dan sujud. Dan sepanjang usianya, Rabi'ah diriwayatkan tak pernah tertinggal shalat berjamaah. Mengapa Rabi'ah mampu melakukan semua itu? Karena ia ingin meraih mimpinya yang besar tadi. Mimpi ingin menjadi pendamping Rasulullah SAW di surge...

Saudaraku, bandingkanlah antara keinginan kita yang tercetus di awal tulisan ini, dengan keinginan mereka yang bermimpi besar itu? Bandingkanlah obsesi yang ada dalam pikiran kita dengan obsesi mereka. Sesungguhnya, mimpi dan obsesi seseorang yang besar, indikator ia akan menjadi orang besar. [M. Lili Nur Aulia, sumber: Majalah Tarbawi edisi 220]
08:11 | 5 komentar

Hadits 1: Semua Amal Tergantung Niatnya

Written By Admin BeDa on Senin, 25 Januari 2010 | 10:58

عَنْ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِىَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ - رضى الله عنه - عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ « إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ »
Dari ‘Alqamah bin Waqqash Al-Laitsi bahwa ia berkata, “Aku mendengar Umar bin Khattab RA berkata di atas mimbar, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju”

Hadits di atas adalah hadits ke-1 dalam Shahih Bukhari (صحيح البخارى), di bawah Kitab Bad’il Wahyi (كتاب بدء الوحى) (Permulaan Turunnya Wahyu), Bab Cara Permulaan Turunnya Wahyu Kepada Rasulullah (باب كَيْفَ كَانَ بَدْءُ الْوَحْىِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ).

عَلَى الْمِنْبَرِ : Yakni mimbar masjid Nabawi, Madinah



إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

إِنَّمَا adalah adatul-Hashr (untuk membatasi), yakni menetapkan sesuatu yang disebut setelahnya dan menafikan sesuatu yang tidak disebut. Dengan demikian, hadits ini menunjukkan bahwa tidak ada amal perbuatan yang sah atau sempurna hukumnya kecuali berdasarkan niat.

بِالنِّيَّاتِ : Huruf ba’ menunjukkan arti mushahabah (menyertai) dan ada juga yang mengartikan sababiyah (menunjukkan sebab). Niyyaat adalah bentuk jama’ dari kata niyat. Secara etimologi bermakna ‘kehendak’ dan secara terminologi bermakna ‘kehendak yang dibarengi dengan perbuatan nyata’.

Para ahli fikih berselisih pendapat untuk menentukan apakah niat itu termasuk rukun atau syarat? Dalam hal ini pendapat yang paling kuat adalah, bahwa niat di awal pekerjaan adalah rukun, sedangkan menyertakannya dalam pekerjaan adalah syarat.



وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

امْرِئٍ : Manusia, baik laki-laki maupun perempuan
Jika kalimat pertama di atas menunjukkan apa saja yang termasuk amal, maka kalimat kedua ini menunjukkan akibat atau hasil dari amal itu. Kalimat pertama menjelaskan bahwa perbuatan itu harus disertai niat, kalimat kedua ini menegaskan bahwa seseorang tidak mendapatkan dari perbuatannya kecuali apa yang ia niatkan.


فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dalam hadits ini tidak terdapat kalimat فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ sebagaimana hadits-hadits lain yang lebih populer dan lebh banyak dihafal umat Islam. Ini dimungkinan karena riwayat Humaidi sampai kepada Imam Bukhari seperti lafadz hadits di atas. Imam Al-Karmani berkata: “Hadits ini terkadang diriwayatkan secara lengkap dan terkadang tidak, hal itu disebabkan perawi yang meriwayatkannya juga berbeda. Memang setiap perawi telah meriwayatkan hadits sesuai dengan apa yang dia dengar tanpa ada yang dihilangkan, sedang Bukhari menulis riawayt hadits ini sesuai dengan judul yang dibicarakan.”

Memang prinsip Imam Bukhari dalam menulis hadits adalah tidak menulis satu hadits yang berbeda periwayatannya dalam satu tempat. Apabila ada hadits yang mempunyai sanad lebih dari satu, maka ia menulisnya pada tempat yang berbeda pula, dan tidak pernah beliau menulis hadits dengan menghilangkan sebagiannya, sedang pada tempat yang lain beliau menulis secara lengkap. Juga tidak dijumpai satu hadits pun dengan sanad dan matan yang sama dan lengkap ditulis pada beberapa tempat, kecuali sebagian kecil saja, yakni kurang lebih dua puluh tempat.

هِجْرَتُهُ : Hijrah secara etimologi bermakna ‘meninggalkan’ dan secara terminologi bermakna ‘meninggalkan negeri kafir ke negeri Islam untuk menghindari hal-hal yang buruk.’ Adapun yang dimaksud dengan hijrah dalam hadits ini adalah perpindahan dari kota Makkah dan kota-kota lain ke kota Madinah, sebelum fathu Makkah.

هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا : Untuk mendapatkan keuntungan duniawi
Kata dunya berasal dari Ad-dunuw yang berarti dekat. Dinamakan demikian karena dunia lebih dahulu dari pada akhirat atau karena dunia sangat dekat dengan kehancuran/kebinasaan.

إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا : Untuk mendapatkan wanita yang akan dinikahi
Disebutkannya kata wanita secara khusus setelah kata umum (dunia) adalah untuk menekankan bahwa bahaya dan fitnah yang ditimbulkan oleh wanita sangat besar. Ini juga berkaitan dengan sababul wurud hadits ini. Imam At-Thabrani meriwayatkan dalam Al-Mu’jam Al-Kabir dengan sanad yang bisa dipercaya, bahwa Ibnu Mas’ud berkata: “Diantara kami ada seorang laki-laki yang melamar seorang wanita bernama Ummu Qais. Namun, wanita itu menolak sehingga ia berhijrah ke Madinah. Maka laki-laki tersebut ikut hijrah dan menikahinya. Karena itu kami memberinya julukan Muhajir Ummu Qais.”

فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ : Maka hijrahnya sesuai dengan apa yang ia tuju
Seseorang yang melakukan amal ibadah tetapi niatnya bukan karena Allah, tetapi ingin mendapatkan dunia atau wanita maka ia tidak mendapatkan pahala dari Allah. Inilah yang termasuk syirik asghar. Namun dalam konteks hijrah pada hadits ini, jika diniatkan menjauhi kekufuran dan menikahi wanita, hijrahnya kurang sempurna dibandingkan dengan orang yang berhijrah dengan niat yang tulus. Meskipun, niat menikahi wanita –baik hijrah atau tidak- akan mendapatkan pahala jika pernikahannya untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena pernikahan adalah anjuran agama Islam.

Hal ini seperti peristiwa masuk Islamnya Thalhah, sebagaimana diriwayatkan oleh Nasa’i dan Anas, ia berkata, “Abu Thalhah telah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar masuk Islam, karena Ummu Sulaim telah masuk Islam lebih dahulu dari pada Abu Thalhah. Maka ketika melamarnya, Ummu Sulaim berkata, “Aku sudah masuk Islam, seandainya kamu masuk Islam, maka saya bersedia dinikahi.” Lalu Abu Thalhah masuk Islam dan menikahi Ummu Sulaim.

Imam Ghazali menggaris bawahi apabila keinginan untuk memperoleh dunia lebih besar dari keinginannya untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka orang itu tidak mendapatkan pahala, begitu pula apabila terjadi keseimbangan antara keduanya, ia tetap tidak mendapatkan pahala. Akan tetapi apabila seseorang berniat untuk ibadah dan mencampurnya dengan keinginan selain ibadah yang dapat mengurangi keikhlasan, maka Abu Ja’far bin Jarir Ath-Thabari telah menukil perkataan ulama salaf, bahwa yang harus menjadi tolak ukur adalah niat awal, apabila ia memulai dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka perubahan niat tidak menggugurkan pahalanya. Wallaahu a’lam bish shawab.

[Muchlisin, diringkas dari Fathul Baari dan Al-Wafi]

<<< KEMBALI KE PENGANTAR

10:58 | 14 komentar

Tarbiyah Politik Hasan Al-Banna

Written By Admin BeDa on Sabtu, 23 Januari 2010 | 15:58


Judul Buku : Tarbiyah Politik Hasan Al-Banna: Referensi Gerakan Dakwah di Kancah Politik
Penulis : Dr. Yusuf Al-Qaradhawi
Penerbit : Arah Press, Jakarta
Tahun Terbit : Desember 2007
Tebal : x + 228 halaman

Hasan Al-Banna adalah seorang mujahid dakwah yang tidak hanya mewariskan Ikhwanul Muslimin yang kini menjadi gerakan Islam terbesar di dunia. Ia juga mewariskan pemikiran-pemikiran yang sangat berharga bagi dunia Islam, tidak hanya bagi Ikhwan. Kontribusi pemikirannya telah memenuhi ruang sejarah tersendiri yang sampai kini terus dikaji dan diadopsi banyak gerakan Islam. Begitupun pemikirannya dalam bidang politik.

Melalui buku At-Tarbiyah As-Siyasiyah Inda Hasan Al-Banna, yang diterjemahkan menjadi Tarbiyah Politik Hasan Al-Banna ini, Dr. Yusuf Qardhawi mengupas dimensi aspek politik yang orisinil dan detail tentang aspek politik dalam metode tarbiyah yang digagas oleh Hasan Al-Banna. Buku yang diterbitkan dalam rangka memperingati seratus tahun kelahiran Hasan Al-Banna ini diselesaikan Dr. Yusuf Qardhawi dengan terlebih dahulu mengkaji perkataan Hasan Al-Banna melalui berbagai kumpulan risalahnya, kemudian melakukan muqaranah (komparasi) antara perkataan Hasan Al-Banna satu sama lain, dan metode an-naqd al-‘ilmi al-maudhu’i (kritik ilmiyah tematik). Dengan metode itu, Dr. Yusuf Qardhawi mendapatkan kesimpulan 8 pilar tarbiyah politik Hasan Al-Banna dan ia berbeda pendapat serta mengkritisi Hasan Al-Banna pada pilar ketujuh.

Delapan pilar itu adalah:
1.Memadukan antara Islam dan politik (agama dan negara)
2.Membangkitkan kesadaran wajib membebaskan tanah air Islam
3.Membangkitkan kesadaran wajib mendirikan pemerintahan islami
4.Menegakkan eksistensi umat Islam
5.Menyadarkan kewajiban persatuan Islam
6.Menyambut sistem perundang-undangan
7.Mengkritisi multipartai dan kepartaian
8.Melindungi kelompok minoritas dan unsur asing

Memadukan antara Islam dan politik (agama dan negara)
Hasan Al-Banna berusaha keras mengajarkan umat Islam tentang syumuliyatul Islam (kesempurnaan Islam). Apalagi di awal dakwahnya, masyarakat Mesir masih memahami Islam secara parsial. Bahwa Islam adalah rukun iman dan rukun Islam. Sementara politik, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain tidak masuk dalam urusan din Islam.

Hasan Al-Banna dalam banyak kesempatan sangat menekankan pentingnya kembali pada syumuliyatul Islam. Begitupun beliau mencantumkan pembahasan ini di awal ushul isyrin (20 prinsip pokok Ikhwanul Muslimin dalam memahami Islam). Dalam lingkup inilah dakwah Hasan Al-Banna berada. Ia ingin menghilangkan pemikiran sempit yang mengurung Islam dalam ritual tertentu. Ia ingin membina umat Islam dengan pemahaman dan cakrawala luas yang bisa menggiring terbentuknya pribadi Islam yang diidam-idamkan.

Membangkitkan kesadaran wajib membebaskan tanah air Islam
Inilah pilar kedua dalam tarbiyah politik Hasan Al-Banna. Memperkuat kesadaran dan memicu sentimen wajib membebaskan tanah air Islam dari penjajahan dan penguasaan asing. Meskipun saat itu Mesir sendiri masih berada di bawah penguasaan Inggris, Hasan Al-Banna juga berpikir jauh ke negara-negara lain yang harus dibebaskan dari penjajahan dan penguasaan asing, termasuk Indonesia. Tentu saja ini adalah implikasi dari pemahaman bahwa umat Islam adalah satu tubuh dan tanah air Islam tidak dibatasi oleh sekat-sekat geografis, melainkan seluruh bumi di mana di atasnya dikumandangkan syahadat.

Upaya menyadarkan umat ini juga ditunjukkan secara faktual dengan keterlibatan Ikhwan mengusir penjajah dari Mesir dan Sudan, pengiriman mujahidin ke Palestina, sampai menekan pemerintah agar mendukung kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

Membangkitkan kesadaran wajib mendirikan pemerintahan islami
Pilar yang kedua di atas sebenarnya hanyalah sarana. Tujuan utamanya adalah menegakkan eksistensi umat Islam agar hidup dengan aqidah dan syariat Islam. Untuk itu, setelah membebaskan negara dari penjajahan dan penguasaan asing, target berikutnya adalah mendirikan pemerintahan yang islami.

Eksistensi umat Islam tidak bisa tegak kecuali jika belenggu penjajahan di segala aspek, baik ekonomi, politik, undang-undang, dan sebagainya bisa dibebaskan, lalu diatur dengan sistem Islam. Dari sini kita mengetahui, bahwa mendirikan pemerintahan Islami merupakan kewajiban, sekaligus kebutuhan yang mau tidak mau harus ditunaikan. Atas dasar inilah sampai saat ini Ikhwan di berbagai negara berupaya merealisasikan tarbiyah politik Hasan Al-Banna untuk mendirikan pemerintahan islami baik dengan mendirikan partai politik atau metode lain. Namun demikian, mendirikan pemerintahan Islami ini bukan hanya tugas Ikhwan dan siapapun yang berhasil mendirikan perlu didukung bersama.

Menegakkan eksistensi umat Islam
Pilar keempat dari tarbiyah politik Hasan Al-Banna adalah menegakkan eksistensi umat Islam agar mampu mengatur kehidupan masyarakat Islam di wilayah negaranya dan juga dunia internasional dalam satu ikatan di bawah panji Islam.

Islam telah membuktikan tegaknya eksistensi umat dalam skala besar, mengumpulkannya dengan aqidah yang satu, syariat yang satu, nilai-nilai yang sama, adab yang sama, pemahaman dan syariah yang sama serta dalam satu kiblat. Cukuplah mempersatukan umat dengan tiga perkara: pertama, kesatuan referensi (wihdatul maraji'iyah), semuanya berhukum dengan syariah Islam yang bersandar pada Al-Qur’an dan Sunnah; kedua, kesatuan tanah air Islam (wihdatu darul Islam), meskipun terdiri dari banyak negara yang jaraknya berjauhan; ketiga, kesatuan kepemimpinan (wihdatul qiyadah as-siyasiyah), yang diwujudkan dengan khalifah sebagai pemimpin tertinggi.

Menyadarkan kewajiban persatuan Islam
Pilar kelima ini melengkapi pilar keempat, yaitu membangun kesadaran wajib mempersatukan umat. Pilar ini merupakan tuntutan wajib dalam Islam sekaligus tuntutan aksiomatik secara duniawi.

Dalam hal ini tidak ada kontradiksi antara persatuan Islam dan nasionalismeyang kita kenal. Persatuan Islam juga tidak menganulir paham kebangsaan atau kesukuan. Dalam risalah dakwatuna, Hasan Al-Banna telah menjelaskan bagaimana sikapnya terhadap berbagai paham termasuk nasionalisme dan kebangsaan. Meskipun istilahnya sama, tetapi ada berbagai varian yang dimaksudkan dengan satu istilah itu. Dan karenanya, kita tidak boleh menggeneralisasinya.


Menyambut Sistem Undang-undang dan Parlementer
Terkadang sebagian orang dan sebagian ikhwan mendengarkan slogan “Al-Qur'an dusturuna” itu artinya mereka menolak hukum positif apapun. Akan tetapi sebenarnya, yang dimaksud dengan slogan itu adalah menjadikan Al-Qur'an sebagai rujukan tertinggi, kepadanyalah kita kembalikan segala urusan. Maka aturan-aturan di bawahnya tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur'an.

Dengan demikian, boleh bagi umat Islam untuk membuat aturan-aturan yang lebih detail yang merupakan pejabaran dari Al-Qur'an untuk diimplementasikan dalam kehidupan praktis, serta aturan-aturan detail lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan Aqidah dan syariat Islam.

Mengkritisi Multipartai dan Kepartaian
Pilar ke-7 dari tarbiyah politik Hasan Al-Banna adalah ketidaksetujuannya dengan partai-partai yang ada di Mesir saat itu serta ketidaksetujuannya terhadap multipartai. Hasan Al-Banna melihat bahwa banyaknya partai justru membawa mafsadat bagi umat karena yang terjadi adalah perpecahan umat akibat sikap fanatik pada partai. Di samping itu, partai-partai yang ada juga tidak mewakili umat secara benar, bahkan cenderung dibangun hanya untuk meraih kekuasaan tanpa memiliki basis ideologi Islam. Tidak banyak perbedaan program dari semua partai, tetapi semuanya ingin berkuasa dan mendapatkan keuntungan materi. Karenanya, Hasan Al-Banna lebih setuju pada konsep partai tunggal agar rakyat -Mesir khususnya, saat itu- bisa bersatu dan lebih mudah mencapai tujuan.

Pada pilar ke-7 inilah Dr. Yusuf Qardhawi berbeda pendapat dengan Hasan Al-Banna. Karena partai tunggal justru mendatangkan madharat yang lebih besar bagi umat, terutama munculnya dikatorisme seperti yang kemudian terjadi di Mesir saat Gamal Abdul Naser melancarkan revolusi lalu menghapus partai-partai dan menghimpun rakyat di bawah jargon “persatuan nasional”. Faktor ini mungkin belum disadari oleh Hasan Al-Banna sebelumnya. Meski demikian, Hasan Al-Banna telah mendapatkan pahala atas ijtihadnya, insya Allah.

Perlindungan bagi Kaum Minoritas dan Orang Asing
Inilah pilar ke-8 tarbiyah politik Hasan Al-Banna. Dan memang inilah Islam. Ia rahmatan lil 'alamin. Islam pada dasarnya melindungi siapa saja yang tidak memusuhi Islam. Apalagi jika pihak non muslim itu tunduk di bawah naungan negara Islam. Ini sangat berbeda dengan paham kelompok-kelompok garis keras yang cenderung mengambil langkah kekerasan sebagai prioritas utama dalam bersikap menghadapi orang asing.

Dalam fakta sejarah, kita telah mendapatkan perlindungan Nabi kepada kaum Yahudi Madinah, perlindungan Umar pada Nasrani Palestina, juga perlindungan Shalahudin Al-Ayubi pada Nasrani Palestina, dan lain-lain. Saat Islam memegang kekuasaan, kaum minoritas akan terlindungi, karena Islam adalah rahmatan lil 'alamin. Wallaahu a'lam bish shawab. [Muchlisin]
15:58 | 1 komentar

DR. Muhammad Badi’ Al-Majid Sami: Mursyid Am Ikhwanul Muslimin ke-8

Written By Admin BeDa on Jumat, 22 Januari 2010 | 14:47


Pada tanggal 16 Januari 2010 lalu, Ikhwanul Muslimin mendeklarasikan Mursyid Am yang baru, DR. Muhammad Badi’ Al-Majid Sami. Muhammad Badi' terpilih sebagai Mursyid Am ke-8 Ikhwanul Muslimin menggantikan Syaikh Mahdi Akif. Deklarasi yang juga merupakan konferensi pers itu dipimpin langsung oleh Syaikh Mahdi Akif yang mengumumkan Mursyid Am terpilih sekaligus memberikan sambutannya yang kemudian dilanjutkan sambutan Mursyid Am yang baru.

Siapakah Ikhwanul Muslimin?

Ikhwanul Muslimin merupakan pergerakan Islam (Harakah Islamiyah) yang didirikan oleh Hasan Al-Banna pada bulan Maret 1928 di Ismailiyah, Kairo, Mesir. Ikhwanul Muslimin kemudian menjadi fenomenal. Dalam waktu singkat, dakwahnya berkembang pesat. Perluasan dakwah Ikhwan tampaknya terus terjadi sampai dengan hari ini. Pada tahun 2000 saja, Dr. Yusuf Qardhawi mengemukakan bahwa dakwah Ikhwan telah berdiri di lebih dari 70 negara.

Sampai saat ini, Ikhwan telah dipimpin oleh 8 orang Mursyid Am sebagai berikut :
1. Hasan Al-Banna (1928 – 1949)
2. Hasan Al-Hudaibi (1949 – 1972)
3. Umar Tilmisani (1972 – 1986)
4. Muhammad Hamid Abu An-Nasr (1986 – 1996)
5. Mustafa Masyhur (1996 – 2002)
6. Ma'mun Al-Hudaibi (2002 – 2004)
7. Mahdi Akif (2004 – 2010)
8. Muhammad Badi’ Al-Majid Sami (2010 - )

Profil Muhammad Badi’ Al-Majid Sami, Mursyid Am ke-8

Berikut ini adalah profil Mursyid Am Ikhwanul Muslimin ke-8 yang diambil dari Al-Ikhwan.net:

Nama : MUHAMMAD BADI' AL-MAJID SAMI
Tanggal dan tempat lahir : 7 Agustus 1943 – Mahallah Kubra.
Status Perkawinan: Beliau adalah suami dari Sayyidah Samiyah Shinawi mantan Direktur Sekolah dakwah Islam di Beni Suef, putri dari Haji Mohammad Ali Shinawi seorang officer (pilot) dari generasi pertama jamaah Ikhwanul Muslimin yang dijatuhi hukuman mati pada tahun 1954 namun dianulir menjadi hukuman seumur hidup.
Jumlah Anak: Beliau memiliki 3 anak laki dan wanita:
1. Ammar (Insinyur komputer),
2. Bilal (radiolog),
3. Doha (farmasi),
Beliau juga mempunyai 4 orang cucu yaitu: Ru’a, Habib, Iyad dan Tamim.

Pendidikan dan Prestasi:
Bachelor of Veterinary Medicine – Kairo pada tahun 1965.
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan – Assiut pada tahun 1965.
Master of Veterinary Medicine dan seorang asisten guru pada tahun 1977 di Universitas Zagazig.
Doctor of Veterinary Medicine dan guru dari tahun 1979 di Universitas Zagazig.
Asisten Profesor fakultas Kedokteran Hewan pada tahun 1983 – Zagazig University.
Ahli Kedokteran Hewan pada Institut hewan di Sana’a 1982-1986.
Dosen Kedokteran Hewan di Universitas Kairo pada tahun 1987 – cabang Beni Suef.
Ketua Departemen Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan di Beni Suef pada tahun 1990 selama dua periode.
Wakil dekan program Pascasarjana Universitas Beni Suef fakultas Kedokteran Hewan , pada tahun 1993 untuk satu periode.
Menjadi pembimbing 15 thesis Master dan 12 disertasi doctoral (PhD), dan puluhan penelitian ilmiah di bidang dan spesialisasinya.

Pekerjaan saat ini:
Dosen tetap bidang Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan – Universitas Beni Suef.

Aktivitas serikat buruh:
Sekretaris Jenderal Jenderal Persatuan Dokter Hewan untuk dua periode.
Bendahara persatuan profesi medis untuk satu periode.

Kegiatan sosial dan ilmiah:
Anggota Asosiasi Dewan Kesejahteraan Islam di Mahalla al-Kubra.
Anggota dewan club staf lembaga pendidikan Universitas Kairo selama 10 tahun, dan pengawas klub cabang di Beni Suef.
Wakil Ketua Dewan lembaga dakwah Islam di Beni Suef pada tahun 1996.
Ketua Asosiasi Perumahan anggota staf dan asisten Universitas Beni Suef.
Ketua Dewan Direksi patologi dan patologi klinis setingkat negara.
Ketua lembaga Journal of Veterinary Medical Research dari Fakultas Kedokteran Hewan – Beni Suef selama 9 tahun.
Ketua Service Center, Fakultas Kedokteran Hewan lingkungan – Beni Suef.
Pendiri Institut Kedokteran Hewan di Republik Arab Yaman, Sanaa, selama 4 tahun dari 1982-1986, serta mendirikan peternakan unggas dan hewan pribadi, dan penerjemahan kurikulum studi untuk bahasa Arab, dan mendirikan sebuah museum ilmiah dan bidang-bidang ilmiah lainnya pada institut kedokteran hewan.

Amanah dakwah:
Anggota kantor administrasi di Mahala al-kubra tahun 1975 .
Ketua kantor administrasi Mahala tahun 1977.
Ketua Asosiasi Pendidikan negeri di Yaman 1982-1986
Anggota Kantor Administrasi Beni Suef 1986.
Ketua kantor administrasi Beni Suef pada tahun 1990.
Ketua Departemen Pendidikan 1994
Anggota Maktab Irsyad Alami (internasional) sejak tahun 1996 (Utara dan Selatan dan Utara kemudian hulu Mesir sebagai pengawas Pendidikan dan generasi muda).
Anggota dari Kantor maktab Irsyad alami dan penilik sistem pendidikan pada tahun 2007.

Posisi dalam jamaah:
Anggota maktab Irsyad sejak tahun 1996.
Anggota maktab Irsyad sejak tahun 2007.

Pengalaman bersama jamaah:
Pengalaman pertama; kasus (militer): dipenjara pada tahun 1965 bersama ustadz Sayyid Quthb dan Ikhwanul Muslimin lainnya, dan dihukum 15 tahun, di mana dia menghabiskan waktu di penjara selama 9 tahun, dan meninggalkannya pada tahnggal 4/4/1974, dan kembali bekerja di Universitas Assiut, dan kemudian dipindahkan ke Universitas Zagazig, dan kemudian ia terbang ke Yaman, lalu kembali dari sana dan mengajar di Universitas Beni Suef.

Pengalaman kedua: Dipenjara selama 75 hari dalam kasus lembaga dakwah Islam di Beni Suef pada tahun 1998, di mana ia menjadi ketua advokasi Beni Suef setelah penangkapan Haji Hasan Jaudah rahimahullah.

Pengalaman ketiga; kasus (militer): Masalah anggota serikat buruh pada tahun 1999; di mana pengadilan militer memvonisnya lima tahun penjara, beliau menghabiskan waktu 3 tahun dan tiga perempat tahun, lalu keluar pada putaran pertama pada tiga perempat tahun pada tahun 2003.

Pengalaman keempat: pada saat diadakan pemilu lokal pada bulan April 2008 beliau dipenjara selama satu bulan.

Tulisan dan Buah Karya pada bidang Dakwah:
Artikel dan Hadits pada situs (ikhwanonline.com) dan lain-lain.
Tulisan dan khawatir Al-Quran (tadabbur) yang diterbitkan dalam Jurnal pada majalah (mujtama).
Murajaah dan penyajian konsep dakwah.

Nama Dr Mohammad Badi termasuk salah satu 100 tokoh terbesar di dunia Arab dalam enslikopedi ilmiah Arab yang diterbitkan oleh lembaga Informasi Ilmiah Mesir pada tahun 1999.
14:47 | 2 komentar

Beberapa Bulan Lagi Al-Aqsha Akan Rubuh

Written By Admin BeDa on Kamis, 21 Januari 2010 | 08:20


Seorang pakar dan peneliti masalah permukiman Al-Quds, Ala Raimawi mengkhawatirkan akibat penggalian Israel yang terus menerus terhadap Masjid Al-Aqsha Mubarak. Dalam wawancaranya dengan harian Palestine, Raimawi menyebutkan, pemerintah Israel masih melanjutkan penggalian illegal dalam proyek yahudisasi dan pembangunan permukiman di Al-Quds. Penggalian di bawah Masjid Al-Aqsha akan mengakibatkan robohya masjid tersebut dalam beberapa bulan ke depan. Mengingat semakin kritisnya fondasi yang menopang masjid di bawahnya.

Penodaan yang bertambah

Raimawi mengisyaratkan, hampir setiap hari terjadi longsor dan jalan roboh, terutama di jalan utama yang menuju Al-Aqsha dan Kota Lama. Seperti di wilayah Silwan dan di salah satu jalan protokolnya. Sejumlah pohon yang berada di dalam area Al-Aqsha sudah pada doyong. Retakan-retakan yang menganga di sekitar Al-Quds, akibat penggalian terowongan di bawahnya.

Dengan terowongan-terowongan itu, Israel bermaksud membuat jaringan yang panjang dan lebar sebagai basis kota David yang mereka rencanakan. Pada saatnya nanti organisasi Israel akan mendeklarasikan kota tersebut, pada saat yang tepat. Raimawi menyebutkan, lebih dari 25 yayasan Israel telah membuat rencana besar dan telah memobilisasi dana yang tak sedikit untuk merealisasikan mimpinya. Rencana ini akan meningkatkan tekanan kepada para pejabat Israel di Kota Lama (Tua) dan Masjid Al-Aqsha untuk merealisasikan mimpinya. Oleh karena itu, bangsa Arab dan Palestina sebentar lagi akan menyaksikan keruntuhan terbesar Masjid dan diperkirakan akan terjadi pada musim dingin ini. Sebagai bukti, penggalian Israel sudah dilakukan di sejumlah wilayah purbakala Al-Quds, sementara mereka tidak memperbolehkan siapapun merenovasinya serta menghalangi bangsa Palestina untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.

Hakikat Penggalian

Raimawi menegaskan, "Banyak sekali cerita tentang penggalian dan pembangunan kota terowongan yang telah mengoyak kota suci ini. Kami berupaya semaksimal mungkin menggambarkannya dari empat sudut berbeda dari Masjid Al-Aqsha. Diantara semua terowongan yang ada di Al-Aqsha, yang paling berbahaya adalah yang terletak di sebelah selatam masjid. Dimana sejumlah ormas Israel berupaya untuk membangun kota David. Suatu kota yang terbentang dari Ain Silwan hingga pagar Al-Aqsha bagian utara. Diperkirakan tahun ini merupakan tahun pemancangan di empat sudut situs terbaru dari penggalian bagian selatan masjid. Sementara tiga sudut lain masih terus berlanjut, agar semuanya menjadi tujuh wilayah galian dalam satu arah saja."

Adapun bagian barat dari Al-Aqsha yang merupakan wilayah utama dari kota Yahudi sedang dibangun di bawah masjid. Diataranya tempat kunjungan, jalan yang menghubungkan ke bagian selatan kota di Silwan serta bagian utaranya. Disana juga terdapat sebagian besar gerbang menuju Al-quds. Sebagian lembaga Zionis menyebutkan, bahwa jumlah situs galian mencapai 13 titik. Di wilayah inilah sedang dibangun koridor dasar untuk bisa sampai kepada Qubbah Sakhra.

Data ini mengungkap tentang bahaya besar yang bisa saja menimbulkan longsor setiap saat.

Sementara itu, wilayah utara, ada sejumlah terowongan tepat di bagian barat daya Masjid Al-Aqsha, terutama sekolah Umar ibnu Khottob. Saat ini, galian Zionis sudah sangat terbuka. Tapi, apa yang tidak terlihat lebih besar dari apa yang terlihat selama ini.

Tujuan di Lapangan

Raimawi berpendapat, tujuan ormas Zionis melakukan hal ini adalah untuk menghabisi tanda-tanda bangunan selain yahudi di Al-Quds. Hasil ini bertolak dari sejauh mana kegiatan mereka di lapangan.

Buktinya ada sekitar 25 galian lebih di bawah masjid dan daerah distrik Kota Lama. Sebagai akibat dari penghancuran 200 rumah warga Palestina, ditambah perampasan terhadap 200 rumah lainya untuk kepentingan Israel. Mereka telah memberikan surat peringatan penghancuran terhadap 1600 rumah.

Tindakan politik Zionis ini dibangun diatas penodaan secara langsung terhadap benda-benda bersejarah di Al-Quds. Seperti yang terjadi pada Batu peninggalan raja bani Umayah yang sudah di hilangkan dari Al-Aqsha. Juga penodaan terhadap kuburan bersejarah milik kaum muslimin dan pembangunan taman-taman, tempat rekreasi di atasnya. Ditambah pencurian secara besar-besaran terhadap peninggalan bersejarah bangsa Arab, terutama wilayah dimana terdapat sisa-sisa peradaban Arab Kan’an (nenek moyang bangsa Arab).

Perlindungan Amerika

Semua tindakan Zionis ini berjalan seiring dengan pandangan politik Amerika. Tampaknya ada gerakan menuju pergiliran kekuasaan terhadap kota suci ini antara bangsa Yahudi, Arab dan Kristiani. Dalam arti bahwa kekuasaan utama ada di tangan Israel dengan menambahkan otoritas mereka terhadap kota tersebut, secara undang-undang dengan perlindungan dunia internasional atas perampokan besar-besaran terhadap sejarah bangsa Arab di Al-Quds.

Raimawi menambahkan, inilah yang menjadikan kita melihat dengan kepala sendiri robohnya al-Quds sebagai akibat dari penggalian dan sebagai akibat rontoknya sejarah dan pemberian legalitas bagi pencuri Al-Quds untuk berdaulat di sana.

Dalam pada itu, Raimawi mengkritik keras sikap jumud bangsa Arab terhadap masalah Al-Aqsha ini, berupa konspirasi yang hampir final mencapai targetnya. Tampaknya kerja nyata dan gerakan merupakan udang-undang tak tertulis dari alam yang telah hilang dari ummat ini. Sebaliknya telah menjadi logika khas musuh-mush kita. Namun kali ini, tentunya kita harus kaluar dari sikap membisu kepada kerja nyata. Dari dokumentasi dan kajian atas kejahatan mereka, kepada kerja nyata dalam menghadapinya yang dapat melindungi Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.

Sebagai rekomendasi, harus ada upaya untuk menggabungkan semua kekuatan, baik dari pemerintahan, rakyat dan pihak-pihak terkait dengan pimpinan OKI untuk mendesak dunia internasional dan lembaga ataupun badan yang selama ini mendukung Israel. Disamping deklarasi secepatnya untuk memulai langkah nyata dalam membongkar kejahatan Zionis serta memperkarakanya ke mahkamah internasional. Sepeti juga menjadikan Al-Quds sebagai ibu kota budaya bagi semua Negara yang tergabung dalam OKI. Selain itu, diperlukan secepatnya pemahaman yang merata dan nyata tentang pentingnya dukungan dan rekonntruksi kota Al-Quds sebagai bagian dari upaya menyelamatkanya.

Sebagai rekomendasi diusulkan kepada bangsa Palestina untuk menyatukan sikap dan langkah mereka dalam masalah Al-Quds. Seperti membuat program bersama untuk mengembalikan semangat pembelaan sebagai acuan utama dan akan tetap menjadi sentral kerja kita. Terutama kita mengingatkan gerakan Hamas dan Fatah dalam hal ini. Jika tidak maka kita akan menyaksikan, Al-Quds tanpa masjid dan ummat Islam tanpa kemuliaan dan sejarah yang dicuri mereka, tanpa ada pergerakan pembelaan. (asy, infopalestina)
08:20 | 4 komentar

Hadits Shahih Bukhari Beserta Terjemah dan Penjelasan Singkat

Written By Admin BeDa on Kamis, 14 Januari 2010 | 12:44


Hadits merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an. Hadits juga merupakan satu dari dua pusaka yang diwariskan Rasulullah kepada umatnya. Siapa yang berpedoman pada keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya. Sedangkan kitab Shahih Bukhari merupakan kitab hadits paling terpercaya dan menjadi referensi utama umat Islam dalam hadits.

Sayangnya, belum dijumpai hadits Shahih Bukhari beserta terjemah dan penjelasannya dalam bahasa Indonesia dalam bentuk online. Sementara kebutuhan akan hal itu cukup besar. Dalam minggu ini misalnya, ada teman yang meminta link hadits tersebut. Selain itu juga ada beberapa orang yang kami ketahui mencari hadits Shahih Bukhari dan Terjemahnya dalam bahasa Indonesia di internet, tetapi belum mendapat hasil yang memuaskan.

Dari latar belakang itulah, kami berniat menghadirkan rubrik baru dalam blog BERSAMA DAKWAH ini yang berisi Hadits Shahih Bukhari beserta terjemah dan penjelasannya secara singkat dalam bahasa Indonesia. Hadits ini insya Allah akan disajikan berseri, urut sesuai Kitab Shahih Bukhari adanya. Sedangkan penjelasannya akan banyak kami ringkas dari Fathul Baari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, dengan ditambah beberapa referensi lain yang mendukung. Mungkin ini bisa disebut Mukhtashar Fathul Baari (Ringkasan Fathul Bari) versi blog BERSAMA DAKWAH.

Kepada Allah SWT kami memohon pertolongan agar rencana ini bisa terealisir dengan baik. Dan semoga bermanfaat bagi umat, khususnya umat Islam pengguna internet yang mencari Hadits Shahih Bukhari beserta terjemah dan penjelasannya. Wallaahu a'lam bish shawab.
12:44 | 27 komentar

Ta’riful Qur’an (Mengenal Al-Qur’an)

Written By Admin BeDa on Selasa, 12 Januari 2010 | 11:22


Mengenal Al-Qur’an (Ta’riful Qur’an) adalah sebuah keniscayaan bagi umat Islam. Bagaimana tidak, sedangkan Al-Qur’an adalah kitab sucinya: firman Allah SWT yang berisi petunjuk dalam kehidupan ini sekaligus referensi pertama (maraaji’ al-ulaa) dalam beribadah kepada Allah Azza wa Jalla. Mengenal Al-Qur’an (Ta’riful Qur’an) adalah langkah awal kita untuk berinteraksi lebih jauh dengan Al-Qur’an.

Al-Qur’an (القرآن)
Secara etimologi, Al-Qur’an berasal dari kata yang sama dengan qira’ah, yaitu akar kata (masdar) dari qara’a, qira’atan wa qur’anan. Qara’a memiliki arti mengumpulkan dan menghimpun. Qira’ah berarti merangkai huruf-huruf dan kata-kata satu dengan lainnya dalam satu ungkapan kalimat yang teratur.

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآَنَهُ (17) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآَنَهُ (18)

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. (QS. Al-Qiyamah : 17-18)

Sebagai masdar dari qara’a, Al-Qur’an juga bisa berarti bacaan. Allah SWT berfirman :

كِتَابٌ فُصِّلَتْ آَيَاتُهُ قُرْآَنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, (QS. Fushilat : 3)

Sedangkan secara terminologi, definisi Al-Qur’an adalah:
Kalamullah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang disampaikan kepada kita secara mutawatir dan membacanya bernilai ibadah.

Ada lima unsur dalam definisi ini, yaitu: Kalam Allah (كلام الله), Mukjizat (المعجز), Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW (المنزل على قلبي محمد صلى الله عليه وسلم), Diriwayatkan secara Mutawatir (المنقول بالتواتر), dan Membacanya adalah Ibadah (المتعبد بتلاوته).

Kalam Allah (كلام الله)

Al-Qur’an merupakan kalam Allah SWT yang disampaikan kepada Rasulullah SAW melalui perantaraan Jibril. Meskipun kalam (perkataan) juga dimiliki oleh manusia dan jin, malaikat, bahkan hewan, tentu saja kalam Allah SWT berbeda dari kalam makhluk.

Diturunkannya Al-Qur’an dengan bahasa yang dipergunakan manusia tidak membuat Al-Qur’an secara otomatis bukan kalam Allah, dan tidak pula mencabut sisi Ilahiah dan kesucian Al-Qur’an.

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (QS. An-Najm : 4)

Jika orang-orang musyrikin Makkah mengatakan Al-Qur’an itu sihir dan Muhammad orang gila, itu semata-mata kebencian mereka dan ketidaksiapan mereka menghadapi kalam Allah ini. Maka Allah SWT sendiri yang menjawab kedustaan mereka :

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ (19) ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ (20) مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ (21) وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ (22)

Sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. (QS. At-Takwir : 19-22)

Mukjizat (المعجز)

Mukijzat (I’jaz) berarti menetapkan kelemahan, yakni ketidakmampuan mengerjakan sesuatu, lawan dari qudrah (potensi, power, kemampuan). Apabila mukjizat muncul, maka nampaklah kemampuan mu’jiz (sesuatu yang melemahkan). Dengan demikian mukjizat dapat didefinisikan sebagai sesuatu hal luar biasa untuk membuktikan kenabian/kerasulan seseorang disertai dengan tantangan bagi pihak yang memusuhinya, kemudian menampakkan kelemahan mereka yang memusuhi sekaligus keunggulannya selamat dari perlawanan. Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ نَبِىٌّ إِلاَّ أُعْطِىَ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِى أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَىَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tiada seorang Nabi pun kecuali diberi mukjizat yang dapat membuat manusia beriman kepadanya. Namun apa yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang datangnya dari Allah. Karena itu aku berharap semoga kiranya aku menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat. (HR. Bukhari dan Ahmad)

Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW yang tetap abadi, bisa disaksikan hingga kini. Sejak zaman Nabi SAW, sampai sekarang dan akhir zaman kelak, mukjizat ini terbukti dan tidak tertandingi.

Al-Qur’an sendiri telah menantang manusia untuk menandingi Al-Qur’an dalam tiga tahapan:
Pertama, menantang mereka (manusia dan juga jin) untuk membuat yang semisal dengan Al-Qur’an.

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآَنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (QS. Al-Isra’ : 88)

Ternyata mereka tidak sanggup menghadapi tantangan itu. Maka, terbuktilah keunggulan Al-Qur’an sebagai mukjizat yang tidak bisa ditandingi.

Kedua, menantang mereka dengan sepuluh surat saja dari Al-Qur’an.

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (13) فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (14)

Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar". Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)? (QS. Hud : 13-14)

Mereka juga tidak sanggup. Dan Al-Qur’an tetap tidak bisa ditandingi, sebab ia adalah mukjizat.

Ketiga, menantang mereka dengan satu surat saja dari Al-Qur’an.

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar." (QS. Yunus : 38)

Ternyata mereka tidak sanggup membuat satu surat pun seperti Al-Qur’an. Tantangan ini juga diulang dalam ayat yang lain:

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (23) فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ (24)

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. (QS. Al-Baqarah : 23-24)

Mereka tetap tidak sanggup. Meskipun sampai dengan hari ini dunia dipenuhi dengan para ahli bahasa dan sastrawan Internasional, pemikir, ilmuwan dan sebagainya, tidak ada satu orang pun yang berani menantang Al-Qur'an untuk membuat yang serupa dengannya meskipun satu surat saja.Mukjizat Al-Qur'an memang tidak tertandingi. Sampai sekarang, sampai kapan pun.

Selain kemukjizatan dalam aspek bahasa seperti fasahah dan balaghah yang demikian tinggi, ada beberapa aspek lain yang menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an, diantaranya :

Pertama, pemberitaan mengenai hal-hal ghaib yang akan datang yang tidak mungkin diketahui kecuali dengan wahyu. Misalnya dalam firman Allah tentang berita kemenangan Romawi:

الم (1) غُلِبَتِ الرُّومُ (2) فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (3) فِي بِضْعِ سِنِينَ

Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun lagi... (QS. Ar-Rum : 1-4)

Saat menjelaskan ayat ini dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Adziim, Ibnu Katsir mengetengahkan kisah taruhan antara Abu Bakar dan Orang-orang Musyrik. Saat itu Persia di bawah pimpinan Raja Sabur berhasil mengalahkan Romawi. Orang-orang musyrik menyukai ini karena Persia adalah penyembah berhala, sama dengan mereka. Sedangkan kaum muslimin berharap Romawi yang menang karena mereka adalah ahlu kitab, sama-sama agama samawi.

Ketika ayat itu turun, orang-orang musyrik mengatakan, “Hai Abu Bakar, sesungguhnya temanmu (Muhammad) mengatakan bahwa bangsa Romawi akan beroleh kemenangan atas Persia beberapa tahun mendatang.” Abu Bakar menjawab, “Benar.” Mereka berkata, “Maukah kamu bertaruh dengan kami?” Maka mereka sepakat dengan Abu Bakar menjadikan taruhannya empat ekor unta dengan jarak masa tujuh tahun. Ternyata setelah berlalu masa tujuh tahun tidak terjadi apa-apa. Orang musyrik bergembira dengan hal tersebut, dan kaum muslimin merasa berat atas kekalahannya. Ketika Abu Bakar mengadukan kepada Nabi beliau bersabda:

ما بضع سنين عندكم؟ قالو: دون العشر قال: إذهب فزايدهم وازدد سنين في الأجل

“Apakah pengertian beberapa tahun di kalangan kalian?” Mereka menjawab, “Di bawah sepuluh tahun.” Nabi SAW bersabda, “Pergilah dan tantanglah mereka untuk bertaruh lagi dan tambahlah masanya dua tahun lagi.”

Belum lagi masa dua tahun itu habis, datanglah kafilah yang membawa berita tentang kemenangan Romawi atas Persia. Maka kaum mukmin bergembira dengan berita tersebut.

Kedua, keterangan mengenai fakta-fakta ilmiah yang mendahului ilmu pengetahuan (sains), yang di kemudian hari terbukti benar adanya. Misalnya tentang perkembangan kejadian manusia dalam rahim.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ (12) ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (13) ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آَخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (14)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. Al-Mu’minun : 12-14)

Pada masa ayat ini turun, ilmu pengetahuan tidak mampu berkata apa-apa tentang ayat ini. Barulah pada abad kedua puluh, saat ilmu biologi dan kedokteran semakin maju, fakta ilmiah yang didapatkan sama persis dengan ayat ini. Padahal ayat ini telah ada 12-13 abad sebelumnya.

Diturunkan kepada Muhammad SAW (المنزل على قلبي محمد صلى الله عليه وسلم)

Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril. Allah SWT berfirman :

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (QS. Asy-Syu’ara : 192-195)

Kata “al-munazzal” (yang diturunkan), berarti tidak termasuk kalam-Nya yang sudah khusus menjadi milik-Nya.

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)". (QS. Al-Kahfi : 109)

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Luqman : 27)

Batasan dengan kata “kepada Muhammad” menunjukkan Al-Qur’an itu tidak pernah diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya.

Diriwayatkan secara Mutawatir (المنقول بالتواتر)

Setiap kali Rasulullah SAW menerima wahyu yang berupa ayat-ayat Al-Qur’an beliau membacakannya di depan para sahabat, kemudian para sahabat menghafalkan ayat-ayat tersebut. Beliau juga menyuruh kuttab (penulis wahyu) untuk menuliskan ayat-ayat yang baru diterimanya itu. Mereka yang terkenal adalah Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib, Ubay bin Ka’ab, Muwaiyah bin Abu Sufyan, Abu Bakar As-Siddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Al-Arqam bin Maslamah, Muhammad bin Maslamh, Abban bin Sa’id, Khalid bin Sa’id, Tsabit bin Qais, Hanzalah bin Rabi, Khalid bin Walid, Abdullah bin Al-Arqam, A’la bin Utbah, dan Syurahbil bin Hasanah.

Tulisan para kuttab itu disimpan di rumah Rasul. Ayat-ayat yang ditulis di pelepah kurma, kulit hewan, dan tulang, serta kulit/daun kayu itu juga disebarkan kepada para sahabat. Di masa Rasulullah SAW masih hidup, Al-Qur’an belum dibukukan dalam bentuk mushaf.

Pengumpulan Al-Qur’an pertama kali dilakukan pada masa kekhalifahan Abu Bakar atas usul Umar bin Khattab. Meskipun pada mulanya ditolak Abu Bakar, akhirnya proyek besar itu dilakukan diantaranya dengan pertimbangan banyaknya para huffadz (penghafal Al-Qur’an) yang gugur di medan Jihad. Pada perang Yamamah saja jumlah penghafal yang syahid mencapai 70-an orang. Begitupun pada pertempuran di Sumur Ma’unah.

Zaid bin Tsabit-lah yang kemudian ditunjuk untuk memimpin misi pengumpulan Al-Qur’an ini. Anggota tim-nya adalah Ubay bin Ka’ab, Ali bin Abi Thalib, dan Utsman bin Affan. Setelah selesai, berdasarkan hasil musyawarah tulisan Al-Qur’an itu dinamakan “Mushaf” dan disimpan di rumah Hafshah.

Pada masa khalifah Utsman bin Affan, terjadi perbedaan pendapat mengenai bacaan (qira’at) Al-Qur’an. Karena begitu luasnya wilayah Islam dengan beragam dialeg-nya, qira’at Al-Qur’an semakin bervariasi, sehingga dikenal ada qira’at sab’ah (tujuh jenis bacaan). Akhirnya disepakati untuk men-standart-kan kembali bacaan Al-Qur’an setelah Hudzaifah Ibnul Yaman mengusulkan kepada khalifah. Utsman memerintahkan Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Sa’ad bin Ash, dan Abdurrahman bin Harits untuk menyalin mushaf Abu Bakar yang ada di tangan Hafshah. Mushaf ini kemudian dikirim ke Makkah, Kuffah, Basrah, Yaman, dan Syam. Sedang salinan yang asli disimpan Utsman sendiri. Lalu semua suhuf yang ada selain itu dimusnahkan/dibakar. Dari Mushaf standar Utsman inilah mushaf-mushaf sampai hari ini disalin dan diperbanyak.

Demikianlah sejarah singkat periwayatan Al-Qur’an sampai kepada kita secara mutawatir. Selain dihafal oleh ratusan sahabat, penulisan Al-Qur’an juga terjamin keotentikannya serta dijamin pertanggungjawaban ilmiahnya. Tidak ada satu kitab suci pun dari agama selain Islam yang memiliki jaminan keotentikan seperti itu. Ini sekaligus bukti nyata dari firman Allah SWT :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (QS. Al-Hijr : 9)

Membacanya Bernilai Ibadah (المتعبد بتلاوته)

Diantara keistimewaan Al-Qur'an adalah pahala besar yang akan diperoleh bagi orang yang membacanya. Membaca Al-Qur'an, dengan demikian, bernilai ibadah yang sekaligus membedakannya dari hadits Qudsi. Baik dalam shalat maupun di luar shalat.

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. Fathir : 29-30)

Rasulullah SAW mengabarkan pahala membaca Al-Qur’an ini dalam sabdanya:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم َرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Siapa saja yang membaca satu huruf Kitabullah (Al-Qur’an), ia akan mendapatkan satu kebaikan. Satu kebaikan itu setara dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatak Alif Lam Mim sebagai satu huruf. Alif satu huruf, Lam satu huruf, Mim satu huruf. (HR. Tirmidzi)

Demikianlah, definisi Al-Qur'an secara bahasa (etimologi) dan terminologi (istilah) yang disertai dengan dalil-dalil pendukung. Semoga setelah mengkaji materi Ta'riful Qur'an (Mengenal Al-Qur'an) ini keimanan kita kepada Al-Qur'an semakin meningkat dan interaksi kita dengan Al-Qur'an semakin berkualitas.

Wallaahu a’lam bish shawab. [Muchlisin]

====================================================
MATERI INI (DALAM BENTUK E-BOOK) BISA DIDOWNLOAD DI SINI
11:22 | 25 komentar

Download Materi Tarbiyah Manhaj 1427 H

Written By Admin BeDa on Senin, 11 Januari 2010 | 15:46

We are sorry, starting from 13rd March 2010, Download Materi Tarbiyah Manhaj 1427 H cannot displayed. Sorry for this uncomfortable. This page, Download Materi Tarbiyah Manhaj 1427 H, deleted by blog owner because of some reason. Please to be understood.

Once more, we're sorry to visitors of BERSAMA DAKWAH blog. We hope you back to HOME. Thank you.
15:46 | 14 komentar

Muslim AS Serukan Hentikan Pelecehan di Bandara

Written By Admin BeDa on Minggu, 10 Januari 2010 | 13:20


Dewan advokasi hubungan Islam-Amerika (CAIR), menyerukan kepada Presiden AS Barack Obama, untuk menghentikan pelecehan terhadap para wanita berjilbab di bandara-bandara AS, setelah diberlakukannya peraturan baru yang ditetapkan oleh dewan keamanan transportasi AS yang akan memeriksa dengan ketat para penumpang yang mendarat dan akan terbang di bandara AS.

Nihad Awad, direktur eksekutif CAIR menyatakan bahwa organisasi mereka telah menerima banyak keluhan atas "pelecehan" yang diterima kaum muslimah berjilbab di bandara-bandara AS.

Ditambahkan oleh Nihad Awad bahwa sebelumnya presiden AS dalam sambutan pidatonya di Kairo beberapa waktu yang lalu - menyatakan akan membela hak-hak wanita berjilbab dan mengatakan menggunakan jilbab adalah hak azazi dari wanita Muslim.

Namun alih-alih membela jilbab, CAIR yang memiliki 36 kantor di seluruh AS, telah menerima pengaduan bahwa muslimah berjilbab telah mengalami pelecehan, dan dinyatakan bahwa jilbab saat ini menjadi salah satu indikator pihak bandara bertindak sewenang-wenang melakukan inspeksi dan hal tersebut tidak dilakukan ke sebagian besar penumpang yang memakai rok, dan menjadi penegasan bahwa pihak bandara memperlakukan pemeriksaan yang sangat ketat hanya kepada muslimah yang berjilbab - sedangkan seharusnya semua orang harus tunduk kepada prosedur yang sama.

Niwad Awad mengatakan: "penargetan umat Islam di bandara-bandara AS saat ini muncul kembali dan menyebar keseluruh negeri dan kami protes tindakan diskriminatsi tersebut didasarkan karena agama dan bukan karena perilaku orangnya."

CAIR juga menyatakan bahwa standar-standar baru tersebut hanya diterapkan kepada subjek turis dari 13 negara Arab dan negara Islam yang mengalami prosedur pemeriksaan yang ketat sebelum menaiki pesawat dan terkhusus lagi kepada muslim Amerika.(fq/imo, eramuslim)
13:20 | 21 komentar

Masukkan alamat e-mail untuk mendapatkan up date Bersama Dakwah