Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Facebook  |  Twitter  |  Pasang Iklan

Tangan Isa

Written By Admin BeDa on Sabtu, 27 Februari 2010 | 12:03


Mereka semua gusar. Tuan rumah, tetamu dan seluruh penghuni rumah itu yang umumnya kaum fakir miskin dan nestapa. Pasalnya, tuan rumah kehilangan uangnya dalam rumahnya. Tentu saja sang tamu, seorang ibu dan anak lelakinya, yang paling gusar di antara mereka. Karena kejadiannya bertepatan dengan kedatangan mereka. Pantaslah kalau kecurigaan gampang tertuju pada mereka. Dan anak lelaki kecil itu menangkap kegusaran yang hebat di wajah ibunya, selain kegusaran di wajah tuan rumah dan segenap penghuni rumah lainnya. Ia pun segera bertindak.

Diantara para penghuni itu ada seorang lelaki buta dan seorang lelaki lumpuh. Tiba-tiba anak kecil itu mendatangi mereka berdua dan berkata kepada si buta: “Ambil tangan sahabatmu yang lumpuh itu. Lalu bawa dia ke tempat kalian mengambil uang itu.” Si buta terhenyak lalu menjawab: “Aku tidak bisa melihat dan sahabatku tidak bisa bergerak.” Tapi anak kecil itu terus mendesak mereka dan berkata: “Kamu pasti bisa. Sebab tadi kalian berdua yang mengambil uang itu.” Akhirnya si buta dan si lumpuh mengakui perbuatan mereka dan segera mengembalikan uang itu.

Semua terkesima menyaksikan keajaiban anak itu. Tapi mereka lebih terkesima lagi ketika di lain kesempatan tuan rumah menghadapi masalah yang bisa sangat mempermalukannya. Ketika hendak mengadakan pesta makan malam, tiba-tiba semua botol anggurnya kosong. Ia panik dan semua keluarga panik. Akan kecil itu menyaksikan kepanikan mereka. Ia pun datang memegang botol-botol itu. Dan seketika botol-botol itu terisi kembali. Bukan dengan anggur. Tapi dengan minuman lain yang lebih segar yang tidak mereka rasakan sebelumnya.

Itulah Isa putera Maryam. Itulah ia di masa kecilnya yang diceritakan dengan indah oleh Ibnu Katsir dalam Al Bidayah Wan Nihayah. Selalu menjadi solusi. Selalu hadir menyelesaikan masalah. Selalu mengurai kerumitan. Selalu menenangkan kepanikan. Selalu datang membawa kelapangan di tengah kesempitan. Selalu meniupkan harapan di tengah keputusasaan. Sejak kecil hingga kelak menjadi nabi dan rasul dimana sentuhan tangannya menyembuhkan orang sakit, membuka mata orang buta, memperjalankan orang lumpuh, menghilangkan kusta hingga menghidupkan orang mati.

Ia disebut Al-Masih, yang salah satu maknanya adalah pengasih dan penyayang. Mukjizatnya ada pada sentuhan tangannya. Dan sentuhan tangannya adalah sentuhan kasih yang menyelesaikan masalah. Sentuhan tangannya adalah solusi. Sentuhan tangannya adalah mukjizat; pengetahuan di atas pengetahuan yang bersumber dari Allah SWT. Sentuhan tangannya adalah kebalikan dari tongkat Musa yang merupakan simbol hard power. Sentuhan tangannya adalah simbol dari soft power. Namun keduanya menjalankan fungsi yang sama: persuasi untuk meyakinkan orang kepada hakikat keimanan.

Fungsi persuasi dengan menggunakan hard power dan soft power itu dilakukan di tengah masyarakat manusia yang kemampuan pembelajarannya terutama bertumpu pada dimensi visual. Mereka tidak bisa menalar. Mereka hanya bisa mengindera. Mereka terpengaruh oleh apa yang mereka lihat, bukan oleh apa yang mereka pikirkan. Tapi yang pasti mereka harus mengungguli kaumnya. Pengetahuan mereka harus ada di atas pengetahuan kaum mereka.

Kalau Musa mengubah dengan kemenangan yang keras, maka Isa mengubah dengan solusi. Tapi kemenangan Musa dan solusi Isa sama-sama membawa satu pesan: bahwa perubahan itu adalah fungsi pengetahuan. [Anis Matta, sumber : Serial Pembelajaran Majalah Tarbawi edisi 222]
12:03 | 3 komentar

Galian Baru Zionis di Dekat Masjid al Aqsha


Sumber-sumber Palestina mengungkapkan bahwa penjajah Zionis sedang melakukan aktivitas termasuk kegiatan menggali dan membangun jembatan baru serta memasukkan kabel listrik di dalam terowongan-terowongan dan ruang bawah tanah. Di samping merubah fitur-fitur di kawasan Tembok Barat di Masjid al Aqsha. Aktivitas di lokasi tersebut sudah mulai dan berjalan lancar.

Kantor berita Palestina “Naba” hari Kamis (25/2) menyebutkan wartawannya melihat aktivitas penggalian, pemeliharaan, dan mengubah fitur-fitur di area yang sukup luas di kawasan tersebut. Wartawannya berhasil mengambil foto dan video aktivitas mereka. "Tindakan Israel ini mencakup pembangunan jembatan baru dan penyambungan koneksi listrik serta koridor di bawah tanah, seperti yang ditunjukkan oleh foto," ungkap kantor berita Palestina.

Kaber dalam jumlah besar dipasik ke kawasan itu. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas renovasi dan pemeliharaan untuk tidak sedikit da berkaitan dengan penerangan lokasi-lokasi yang gelap, bisa jadi itu adalah terowongan-terowongan baru di bawah tanah. Buktinya bahwa kabel-kabel yang didatangkan dalam jumlah besar di bawah penggalian.

Kantor berita Palestina ini enyebutkan upaya pembangunan dan perubahan fitur-fitur yang dilakukan oleh penguasa Zionis terus berjalan meskipun ada liputan media seputar pembangunan jembatan di Gerbang al Mugharaba, yang sudah selesai seperti yang ditunjukkan oleh foto-foto yang berahsil diambil.

Penggalian ini – yang menunjukkan bahwa pekerjaan ini sudah dimulai sejak beberapa cukup lama, yakni setelah selesainya pembangunan di gerbang al Maghariba – membuktikan tekad otoritas Zionis untuk mengubah fotur-fitur Islam di seluruh wilayah tersebut dengan dalih pengembangan dan yang lainnya demi memaksakan fakta yang mungkin berhubungan dengan rencana-rencana rahasian atau rencana-rencana yang ditentang dunia Islam.

Sebelumnya penggalian Zionis di al Quds, bulan lalu, telah menyebabkan banyak tanah longsor di tengah jalan Silwan, yang terletak pada jarak sekitar 300 meter dari Masjid al Aqsha. (asw, infopalestina)
08:32 | 2 komentar

Maulid Nabi oh Peringatan Maulid Nabi

Written By Admin BeDa on Kamis, 25 Februari 2010 | 18:56


Besuk tanggal 12 Rabiul Awal adalah tanggal kelahiran nabi, maulid nabi. Mayoritas umat Islam memang meyakini tanggal 12 Rabiul Awal sebagai tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW, meskipun Syiah berpendapat kelahiran Nabi tanggal 17 Rabiul Awal, dan karenanya pula mereka memperingati maulid nabi pada tanggal itu.

Tulisan ini tidak hendak membahas maulid nabi dari sudut pandang peringatannya, bid'ah atau tidak. Sebab umat Islam masih berselisih pada masalah ini. Ada kelompok seperti Salafi yang memandang bid'ah. Dan ada ulama' seperti Imam Suyuthi yang mengakui keabsahan maulid nabi.

Di Indonesia sendiri, maulid nabi menjadi hal yang cukup sensitif dan menimbulkan kontroversi. Mayoritas umat Islam, khususnya Nahdhatul Ulama' selalu menyelenggarakan peringatan maulid nabi sebagai bukti kecintaan mereka atas lahirnya Rasulullah. Memang ada ormas Islam yang tidak merayakan maulid nabi. Sebagian aktifisnya memandang maulid nabi bid'ah tetapi anehnya mereka setiap tahun memperingati milad ormasnya. Sebenarnya, milad dan maulid berasal dari kata yang sama, esensinya juga sama, dan karenanya hukumnya juga sama. Jika milad ormas saja diperingati setiap tahun tentu maulid nabi lebih berhak untuk diperingati.

Salah satu bukti sensitifitas maulid nabi adalah penggunaannya untuk mem-black campaign partai Islam. Menjelang pemilu 2009 kemarin, hal itu terjadi lagi. Salah satu partai Islam "diserang" dengan istilah GAM (Gerakan Anti Maulid). Tentu tujuannya adalah untuk menggembosi suaranya. Padahal di banyak daerah, partai Islam juga mengadakan maulid nabi, meskipun dengan format yang berbeda. Ketika salah satu tokoh partai Islam ini dikonfirmasi apakah memang partai Islam anti maulid, ia menjawab gaya bergurau (kurang lebih): "Tuduhan yang salah. Tidak ada anti maulid. Anti itu muannats sedangkan maulid itu mudzakkar. Seharusnya istilah yang dipakai adalah anta maulid" :-)

Yang ingin direnungkan dalam tulisan ini adalah sudahkah peringatan maulid nabi SAW itu membawa dampak positif bagi perbaikan umat Islam? Atau ia hanya sebatas seremoni dan tradisi semata?

Jika maulid nabi tidak membawa kesadaran apapun bagi umat Islam untuk lebih mencintai Rasulullah, jika maulid nabi tidak membuat iman meningkat sedikit pun, jika maulid nabi tidak membuat umat Islam memiliki semangat untuk mengaplikasikan Islam dalam kehidupannya, bukankah maulid nabi itu sia-sia. Tidak lebih dari sekedar tradisi dan seremoni belaka.

Perenungan ini akan membawa kita untuk berusaha merekontruksi peringatan maulid nabi. Dan, format peringatan maulid nabi yang dilakukan oleh Shalahudin Al-Ayubi perlu untuk dijadikan inspirasi. Bagaimana tidak, peringatan maulid nabi dengan mengkaji Sirah Nabawiyah itu telah mampu memompa semangat jihad kaum muslimin untuk melawan pasukan salibis yang menguasai Palestina. Peringatan maulid nabi itu mampu membangkitkan jiwa-jiwa kepahlawanan yang semula tertidur, lalu menggeliat sesaat dan langsung menyambut musuh dengan seruan takbir yang membahana. Peringatan maulid nabi yang mampu menjadikan laki-laki sebagai laki-laki sejati, petarung yang tiada mengenal kata selain isy kariman au mut syahidan.

Kita memerlukan peringatan maulid nabi yang seperti itu. [Muchlisin]
18:56 | 8 komentar

Ikhwanul Muslimin Minta Selamatkan Masjid Ibrahimi


Jamaah Ikhwanul Muslimin menegaskan pentingnya bangsa Arab dan umat Islam serta lembaga-lembaga HAM lainnya yang peduli dengan peninggalan untuk menekan pemerintah dan negara mereka agar menghentikan kejahatan Israel, terutama terhadap masjid Ibrahimi dan masjid Bilal bin Rabbah di Tepi Barat setelah keduanya dimasukkan dalam daftar peninggalan yahudi.

Ikhwanul Muslimin dalam keterangannya hari Rabu (24/2) yang salinannya diterima oleh Infopalestina meminta kepada UNESCO lembaga PBB untuk peninggalan sejarah segera bergerak mengambil langkah hukum dan langkah bersifat internasional dalam menjaga hak bangsa terhadap peninggalan mereka dan tempat suci mereka. Terutama yang ada di Palestina. Ikhwanul Muslimin menegaskan, apa yang terjadi di Palestina adalah pencurian jelas-jelas yang dilakukan Israel terhadap tempat suci Palestina dan Kristen.

Ikhwanul Muslimin menyerukan kepada OKI dan Liga Arab serta dunia barat - yang pernah membela mati-matian patung budha di Afganistan karena dianggap sebagai warisan manusia – untuk memiliki sikap yang sama terhadap tempat suci Arab dan Islam di Palestina. Mereka harus menekan Israel menghormati tempat suci pihak lain dan tidak mempermainkan sejarah dan bangsa lainnya.

Ikhwanul Muslimin menegaskan bahwa waktu tidak bisa ditunda untuk mengambil langkah serius dalam menghentikan Israel melakukan kejahatannya. Mereka membunuh mujahidin dalam kejahatan internasional – yakni dengan membunuh Mabhuh dan mengadu domba bangsa Palestina dan negara-negara lainnya dengan konspirasi rendahan. Perlawanan Palestina harus berdiri terus membela hak-hak Palestina. (bn-bsyr,infopalestina)
08:14 | 1 komentar

Visi Peradaban Komprehensif Al-Ikhwan Al-Muslimun

Written By Admin BeDa on Rabu, 24 Februari 2010 | 14:58

We are sorry, starting from 13rd March 2010, Visi Peradaban Komprehensif Al-Ikhwan Al-Muslimun cannot displayed. Sorry for this uncomfortable. This page, Visi Peradaban Komprehensif Al-Ikhwan Al-Muslimun, deleted by blog owner because of some reason. Please to be understood.

Once more, we're sorry to visitors of BERSAMA DAKWAH blog. We hope you back to HOME. Thank you.
14:58 | 5 komentar

Bagaimana AKP Turki Mengantisipasi Kudeta Militer


Selasa kemarin (16/02), puluhan tokoh senior pertahanan Turki diperiksa secara maraton oleh para penyelidik. Mereka ditangkap dan diperiksa terkait dengan tuduhan merencanakan aksi kudeta. Termasuk dalam penangkapan dan penyelidikan ini tujuh belas jenderal purnawirawan dan empat laksamana yang masih aktif.

Langkah ini merupakan bentuk antisipasi pemerintah yang kini dikuasai AKP (Adalet ve Kalkınma Partisi) setelah mengetahui rencana kudeta militer Turki. AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) merupakan partai berbasis Islam yang memenangkan pemilu di Turki sejak tahun 2003. Meskipun tidak mendeklarasikan diri secara terbuka sebagai partai Islam, langkah-langkah AKP menunjukkan bahwa partai ini berupaya menghapus sekularisme di Turki dan mengembalikan Islam di negara itu.

Sebelumnya, polisi telah menahan para tersangka itu karena diduga terlibat dalam rencana bernama sandi "Operasi Sledgehammer". Operasi itu merupakan bagian dari upaya mereka menggulingkan pemerintahan AKP. Mereka diduga berencana mengebom masjid dan meningkatkan ketegangan dengan Yunani yang menyebabkan jatuhnya sebuah jet Turki untuk mendiskreditkan pemerintah dan mendorong kejatuhannya.

"Operasi Sledgehammer" terbongkar Januari lalu oleh Harian liberal "Taraf". Surat kabar itu melaporkan bahwa rencana kudeta tersebut telah dibahas pada sebuah seminar yang digelar pada Maret 2003. Seminar tersebut menerbitkan transkrip audio tapes yang mengkonfirmasi semacam aksi anti-pemerintah.

Militer Turki memang dikenal sebagai penjaga sekulerisme di Turki sejak Turki "didirikan" Kemal Attaturk setelah penghapusan khilafah Islamiyah yang berpusat di sana pada tahun 1924. Militer Turki telah mendepak empat pemerintahan sejak 1960. Aksi terakhir militer Turki itu terjadi pada 1979 ketika mereka memaksa mundur perdana menteri yang berhaluan Islam, Erbakan.

Menanggapi penyelidikan ini, militer Turki menggelar pertemuan tingkat tinggi di markas besar kepala staf angkatan darat. Disebutkan bahwa semua jenderal dan laksamana militer Turki ikut dalam pertemuan tersebut untuk mengevaluasi situasi serius ini. [AN]
09:44 | 2 komentar

Download Peran Dakwah Kampus Menyongsong Mihwar Daulah

Written By Admin BeDa on Selasa, 23 Februari 2010 | 15:56

We are sorry, starting from 13rd March 2010, Download Peran Dakwah Kampus Menyongsong Mihwar Daulah cannot displayed. Sorry for this uncomfortable. This page, Download Peran Dakwah Kampus Menyongsong Mihwar Daulah, deleted by blog owner because of some reason. Please to be understood.

Once more, we're sorry to visitors of BERSAMA DAKWAH blog. We hope you back to HOME. Thank you.
15:56 | 10 komentar

Hari ini Al-Ibrahimi Besok Al-Quds


Oleh : Ala Rimawi

Nampaknya kematian masih memaafkan bangsa Arab yang belum juga menampakkan kemarahanya. Masjid dicuri, sejarah diberangus, bangsa Arab pada mabuk di jalanan. Mereka tidak mendengarkan kabar terkini yang memenuhi telinga dunia.

Al-Haram Al-Ibrahimi merupakan rangkaian terakhir dari pemandangan yang menyedihkan. Dengan kesepakatan pemerintahannya dan dukungan organisasi-organisasi zionis dunia, Israel memprolamirkan bahwa Masjid Suci Ibrahimi di Hebron dan masjid Bilal bin Rabbah ra serta tempat-tempat peninggalan penting lainnya adalah milik yahudi. Mereka beralasan adanya kuburan mendiang ibunda Yusuf as di sekitarnya yang diklaim yahudi yang telah dicuri oleh sejarah sejak nabi Ibrahim kemudian dikukuhkan kisahnya di masa Islam sejak jaman Abbasi dan Umawi. Dalam sejarahnya wilayah itu dibebaskan Shalahuddin al-Ayubi pada perang Hithin, setelah sebelumnya dicuri tentara Salib dari Arab.

Masjid Ibrahimi yang telah membangkitkan “Dajal Talmud” untuk mengukuhkan kejahatanya dalam peristiwa berdarah yang mengoyak rasa kemanusiaan (Pembantaian Masjid Hebron tanggal 25/4/1994). Untuk ke 1000 kalinya darah tertumpah di sekitar masjid. Tanah Arab yang membingungkan di masa lalu dan tidak memberikan harapan di masa yang akan datang. Sebagai bukti, ketika berita itu datang mereka tidak bergeming, bahkan ketika adzan tidak berkumandang, tak seorangpun peduli.

Kebisuan ini telah melahirkan penguasaan terhadap Al-Quds yang belum juga membuat sikap orang Arab makin jelas. Kota Lama telah dicuri, di sekililinya tak tersisa bangsa Arab kecuali hanya 20 % saja. Al-Quds kini ditinggali setengah juta pemukim yahudi yang tersebar di kantong-kantong permukiman seperti kanker yang siap melahap tubuh.

Di atas semua itu, ada tempat isranya Rasulallah SAW. Mereka telah mencuri semangat Ashhabul Ukhdud dengan menggali di bawah masjid. Maka tak tersisa lagi untuk bangsa Arab kecuali sebidang tanah di atasnya yang rentan runtuh, sebagaimana terjadi saat ini di wilayah gerbang Khan Zait. Padahal sudah kami peringatkan seribu kali tanpa bosan-bosan, kemudian kami diskusikan di dunia politik, kami rundingkan dan dengan malu-malu kami membutuhkan suatu keputusan dari hasil KTT Arab yang akan digelar di Tripoli nanti.

Wahai tuanku, al-Haram al-Ibrahimi tidak akan hilang dari kita, kecuali kalau kita diam. Diam dari aksi Israel yang telah membakar Masjid Yasuf, sebulan yang lalu. Mereka menjadikan mihrab-mihrab masjid di wilayah jajahan sebagai tempat menum-minum dan joget atau sebagai tempat-tempat prostitusi. Selain itu mereka juga mengubah makam-makam kaum muslimin dimana terdapat kuburan para shahabat Nabi ra sebagai tempat maksiat. Batu nisan mereka dilumuri arak dan minuman keras. Sebagaimana terjadi di makam Ma’manillah. Namun semua itu, tak juga membuat ummat Islam bangun dari tidurnya.

Sikap dan kondisi yang sangat mengkhawatirkan ini, membuat pena saya berbicara dengan bahasa analisis untuk mengungkapkan kepiluan dan tetesan air mata atas menara-menara masjid yang terpenjara di seluruh wilayah Palestina tercinta.

Seandainya ada sikap politik dalam menyikapi kondisi ini, maka selayaknya dalam kerangka melindungi apa yang tersisa dari kemuliaan tanah Palestina yaitu dengan,
1. Menganggap sikap Israel terhadap Al-Haram Ibrahimi sama dengan maklumat resmi Zionis yang mengubur semua inisiatif damai serta mengakhiri semua ketentuan yang terdapat dalam semua kesepakatan damai sebelumnya.
2. Menegaskan bahwa Al-Haram Ibrahimi sama dengan Masjid Al-Aqsha secara politik dan negara yang harus disikapi secara nasional sepadan dengan respon ketika mereka menguasai Qubbah Sakhra
3. Berangkat secepatnya untuk mengadakan rekonsiliasi, tidak terpaku pada kepentingan-kepentingan partisan
4. Mengembalikan pandangan dan kekuatan bangsa Arab untuk menyelamatkan sejarah yang akan dicuri Yahudi serta membebaskan kita dari semua tanggung jawab.
5. Berpihak tehadap masalah Palestina pada KTT Arab di Tripoli, sebagai sikap untuk mengembalikan kemuliaan bangsa Arab dari tangan Israel.

Jika hal ini tidak tercapai, misalnya dengan dimulainya kembali perundingan dengan Zionis atau gagal menggapai rekonsiliasi Palestina-Palestina, maka jelas sebagai kemenangan bagi Zionis. Selamat atas Israel yang telah menguasai Al-Quds dimana akan dibangu di atasnya sinagog Yahudi. Al-Quds akan ditelan Israel, manakala kita diam terhadap Al-Haram al-Ibrahimi di Hebron, tak bergeming. (asy, infopalestina)
08:17 | 1 komentar

Download Materi Powerpoint Ahammiyatut Tarbiyah

Written By Admin BeDa on Senin, 22 Februari 2010 | 10:41


Tarbiyah adalah keniscayaan yang harus ditempuh untuk melepaskan umat dari kejahiliyahan dan menggapai status khairu ummah. Pada link di bawah ini bisa di-download materi Ahammiyatut Tarbiyah (Urgensi Tarbiyah) dalam format powerpoint (.ppt).

Presentasi powerpoint Ahammiyatut Tarbiyah ini baru saja dipakai waktu mengisi materi di Ma'had Manarul Qur'an, Sabtu kemarin. Tetapi ia tidak selengkap aslinya. Ada beberapa slide yang harus dipotong, khususnya yang memiliki konten musik dan video semata-mata untuk pertimbangan kapasitas file dan kemudahan serta kecepatan download.

Semoga materi ini bermanfaat bagi para aktifis dakwah yang mendapatkan amanah untuk menyampaikan materi Ahammiyatut Tarbiyah tetapi tidak sempat membuat slide presentasi. Setelah di-download, materi ini bisa dibuka di microsoft powerpoint maupun openoffice presentation, karena materi Ahammiyatut Tarbiyah ini dibuat menggunakan powerpoint 2003.

Semoga materi Ahammiyatut Tarbiyah (Urgensi Tarbiyah) dalam format powerpoint (.ppt) ini bermanfaat. Untuk men-DOWNLOAD GRATIS silahkan KLIK DI SINI
10:41 | 9 komentar

Hamas Bantah Adanya Penyusupan Mossad


Gerakan Hamas membantah adanya penyusupan agen mata-mata Israel, Mossad, ke dalam organisasi perjuangan kemerdekaan Palestina itu berkaitan dengan kasus pembunuhan Mahmud al-Mabhuh di Dubai.

Bantahan Hamas itu terungkap dalam pernyataan yang dikeluarkan Minggu. "Fakta bahwa Mahmud al-Mabhuh diikuti para agen Mossad tidak berarti bahwa Hamas disusupi," sebut pernyataan tersebut.

Menurut surat kabar "Al-Ittihad", Kepala Polisi Dubai, Dhahi Khalfan, meminta Hamas melakukan penyelidikan internal guna mengungkap orang yang membocorkan informasi tentang perpindahan dan ketibaan Mabhuh di Dubai kepada pembunuhnya.

Khalfan menyebut pelaku pembocoran itu sebagai "pembunuh yang sesungguhnya".

Berkaitan dengan kasus pembunuhan tokoh Hamas di sebuah hotel di Dubai 20 Januari lalu itu, dua orang Palestina ditahan di Yordania untuk selanjutnya diekstradisi ke Dubai.

Selain mereka, seorang pejabat keamanan Otoritas Palestina di Tepi Barat mengatakan, anggota senior Hamas, Nehru Massud, juga dicurigai terlibat dalam aksi pembunuhan itu.

Massud membantah keterlibatannya dalam membunuh salah seorang pendiri sayap militer Hamas itu.

Hamas sendiri menuduh Israel sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dan bertekad untuk melakukan pembalasan.

"Hamas menolak tuduhan adanya infiltrasi (Mossad-red.)". Hamas biasa menyelidiki kasus kejahatan. Untuk itu Hamas berharap dapat bekerja sama dengan kepolisian Dubai, sebut pernyataan itu.

Berkaitan dengan pembunuhan Mabhuh, Suratkabar Inggris, "Sunday Times" melaporkan adanya pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan anggota satu regu penyerang di Markas Besar Mossad.

Pertemuan tersebut berlangsung sebelum para pembunuh bentukan Mossad itu bertolak ke Dubai untuk melakukan aksinya.

Netanyahu disambut Kepala Mossad Meir Dagan di markas besar lembaga itu untuk mendapatkan penjelasan tentang rencana pembunuhan Mahmud al-Mabhuh, kata Sunday Times. (R013/K004, Antara)
07:42 | 0 komentar

Download Buku Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna

Written By Admin BeDa on Jumat, 19 Februari 2010 | 15:41


Buku Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna merupakan karya DR. Yusuf Qardhawi yang kesekian kalinya mengenai Ikhwanul Muslimin. Buku yang berjudul asli At-Tarbiyah Islamiyah wa Madrasatu Hasan Al-Banna (التربية الاسلامية و مدرسة حسن البنا) ini secara khusus membahas tarbiyah Ikhwanul Muslimin yang digagas oleh Hasan Al-Banna dan telah diaplikasikan hingga terbukti keberhasilannya.

Pada muqaddimah, DR. Yusuf Qardhawi menjelaskan faktor-faktor pendukung keberhasilan tarbiyah Ikhwanul Muslimin dan menyebutkan karakteristik tarbiyah Ikhwanul Muslimin. Enam karakter tarbiyah Islamiyah inilah yang kemudian dibahas secara mendetail dalam bab-bab berikutnya.

Dalam khatimah/penutup, DR. Yusuf Qardhawi mengingatkan bahwa Ikhwanul Muslimin bukanlah jam'ah malaikat yang suci atau para nabi yang maksum. Sejalan dengan membesarnya Ikhwan dan semakin banyaknya anggota jamaah ini, didapati anggota-anggota yang tidak lagi memiliki kualitas seperti generasi sebelumnya. Tetapi, DR. Yusuf Qardhawi menyimpulkan bahwa secara umum tarbiyah Islamiyah Ikhwanul Muslimin tetap berada dalam predikat "berhasil".

UNTUK MENDOWNLOAD GRATIS BUKU PENDIDIKAN ISLAM DAN MADRASAH HASAN AL-BANNA SILAHKAN KLIK DI SINI.
15:41 | 0 komentar

Inggris Panggil Dubes Israel Terkait Pembunuhan Tokoh Hamas


Duta Besar Israel untuk Inggris, Ron Prosor, telah dipanggil Kantor Urusan Luar Negeri Inggris terkait dengan penggunaan paspor-paspor palsu Inggris oleh orang yang diduga pembunuh seorang pejabat Hamas di Dubai.

Kantor Kemlu itu menyatakan pihaknya menginginkan Prosor "berbagi informasi" mengenai paspor enam warga Inggris yang tinggal di Israel. Dinas rahasia Israel Mossad mungkin telah mencuri paspor-paspor tersebut untuk melaksanakan pembunuhan Mahmud al Mabhuh pada Januari.

Inggris sejauh ini belum sampai menuding Israel terlibat dalam pembunuhan itu, kendati ada catatan sejarah tentang pembunuhan serupa yang terjadi di seluruh dunia. Tapi pemanggilan pada Kamis dipandang sebagai sinyal jelas atas ketaksukaan Inggris.

Polisi Dubai diberitakan telah mengidentifikasi 11 "agen dengan paspor Eropa" terlibat dalam pembunuhan tersebut, termasuk dua dokumen perjalanan Irlandia.

Duta Besar Israel untuk Dublin Zion Evroni juga telah dipanggil Departemen Luar negeri Iralandia dan diperkirakan bertemu dengan Menlu Micahel Martin.

Pemanggilan Prosor terjadi setelah Sir Menzies Campbell, mantan pemimpin Demokrat Liberal dan anggota komite luar negeri menyerukan dubes itu agar dimintai keterangan.

"Satu institusi yang tahu apakah Mossad terlibat dalam hal ini adalah pemerintah Israel dan saya harapkan pegawai negeri senior di kantor luar negeri akan mengatakan `baik, sekarang peluang Anda untuk memberitahu kami satu hal atau lainnya`," kata Campbell.

Anggota parlemen dari Partai Buruh Jeremy Corbyn telah menyerukan pengusiran dubes Israel itu dari Inggris jika ia tak dapat memberikan "jaminan memadai".

Israel sedang terlibat dalam perselisihan dengan pemerintah Inggris terkait soal dikeluarkannya keputusan satu pengadilan yang mencegah pejabat-pejabat Israel mengunjungi Inggris karena kejahatan perang.

Menlu David Miliband telah berjanji akan mengubah undang-undang tentang prinsip jurisdiksi universal itu tetapi ia mendapat penentangan dari lebih 100 anggota parlemen. (M016/K004, Antara)
07:40 | 4 komentar

Haniyah: Israel Gagal Melucuti Identitas Palestina

Written By Admin BeDa on Kamis, 18 Februari 2010 | 09:16


Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah menegaskan bahwa penjajah Zionis Israel sebelumnya meyakini bahwa generasi Palestina yang akan datang akan dengan mudah melepaskan tanah, hak-hak dan sejarah mereka. Namun yang terjadi sebaliknya, setelah Israel mengetahui bahwa generasi Palestina sekarang jauh lebih memiliki kesadaran tentang issu Palestina dan lebih komitmen berpegang teguh mempertahankannya.

Hal tersebut disampaikan Ismail Haniyah dalam kunjungannya ke badan otoritas pertanahan di Gaza. Dalam kunjungan ini Haniyah melihat capaian-capaian dan proyek-proyek yang dilakukan departemen selama beberapa tahun yang lali, yang dikenal paling sulit dan banyak hambatan.

Kepada para pegawai pertanahan Haniyah mengatakan bahwa mereka adalah pemegang amanah nasional, properti, tanah, kehormatan, darah dan harta benda Palestina.

Dia menjelaskan bahwa peta yang dilihatnya di departemen pertanahan yang dirujuk pada peta tahun 1920, membuktikan bahwa tanah ini tetap berada di tangan pemiliknya yang sah dalam arti nasional secara umum dan kepemilihan khusus.

PM Palestina melanjutkan, “Tanah Palestina dan al Quds adalah milik kita. Batas-batasnya tetap seperti semula dari laut hingga sungai. Terserah orang lain mau berbicara apa. Kami adalah pemilih hak yang sah. Tanah ini sangat mahal bagi kami. Kami telah menyiraminya dengan darah para syuhada kami.”

Di akhir pernyataannya PM Ismail Haniyah berjanji akan mengkaji masalah pegawai di departemen pertanahan dan akan memperbaiki kondisi para pegaian lama. (asw, infopalestina)
09:16 | 4 komentar

Wanita dalam Al-Qur'an

Written By Admin BeDa on Rabu, 17 Februari 2010 | 15:38


Setelah menampilkan tema Manusia dalam Al-Qur'an, kini Ceramah Hasan Al-Banna membicarakan Wanita dalam Al-Qur'an. Ini masih seri 1, insya Allah bersambung ke Wanita dalam Al-Qur'an (2). Sebelum itu, Ceramah Hasan Al-Banna telah mengangkat tema Wasiatku Kepada Kalian, Wahai Ikhwan dan Kewajiban Kita terhadap Al-Qur'an. Selamat membaca.
***


Kita memuji Allah SWT. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.

Ikhwan tercinta, saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari Allah, yang baik dan diberkahi: Assalamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Ikhwan tercinta, tema kajian kita pada malam ini adalah "Wanita dalam Al-Qur'anul Karim." Kita telah memulai serial kajian kita tentang kandungan Al-Qur'anul Karim. Kajian serial ini telah berlangsung lama. Memang, wajar saja ia berlangsung lama, karena kandungan kitab Allah ini secara keseluruhan adalah kebaikan semata. Orang yang membaca kitab Allah SWT pasti merasa seakan-akan berada dalam kebun-kebun yang penuh dengan buah-buahan yang dapat dipetiknya. Mengenai hal ini, Ikhwan sekalian, saya terkesan oleh ucapan Sayidina Abdullah bin Mas'ud, "Jika kamu membaca Al-Qur'an 'Alif ~Lam, Haa Miim', seakan-akan kamu mampir di kebun-kebun yang dipenuhi berbagai buah-buahan."

Kitab Allah SWT dengan gayanya yang khas dan indah, memiliki komposisi unik yang tidak mungkin dapat ditemukan kecuali padanya. Logika yang cermat dalam bentuk ungkapan yang paling indah digunakan untuk membahas tema-tema yang paling remeh sekalipun. Seakan-akan seseorang berada di salah satu koleksi logika yang paling kuat.

Ikhwan, sesungguhnya barangsiapa membaca sejarah bangsa-bangsa, niscaya menemukan bahwa manusia itu mempunyai pandangan yang berbeda-beda terhadap wanita. Perbedaan itu sampai pada kategori mengundang keheranan. Ia akan menemukan bahwa sebagian dari mereka, misalnya, ada yang menganggap bahwa wanita adalah budak. Ada yang menganggapnya sebagai sampah, dan ada pula sebagian kelompok yang tidak memandang wanita selain sebagai hiburan dan permainan. Hal itu masih berlaku, bahkan dalam pandangan bangsa-bangsa modern yang mengklaim bahwa kebanggaan terbesarnya adalah penghormatan terhadap martabat wanita, kebangkitan kaum wanita, dan penyempurnaan hak-hak kaum wanita. Di kalangan bangsa-bangsa ini sendiri, wanita dan kedudukan wanita tidak mencapai tingkat yang menjadikannya dapat memperoleh hak atau menempati posisinya secara benar.

Anda mungkin heran, Saudara-saudara, bahwa masyarakat Arab memiliki pandangan dan penilaian yang campur aduk tentang wanita. Suatu kali di mana masih terdapat beberapa kabilah Arab, mereka menganggap wanita sebagai manusia yang mempunyai hak sebagaimana manusia lain, sehingga mereka kadang-kadang mengambil pendapatnya dan kadang-kadang memberinya kebebasan memilih.

Ada beberapa contoh mengenai hal itu. Syamas bin La'iy, seorang pemuka salah satu kabilah Arab, pernah dicela dengan keras oleh seorang penyair. Ketika penyair tersebut berhasil ditangkapnya, ia ingin membunuhnya. Ia menemui ibunya dengan muka berseri-seri. Ibunya berkata, "Aku melihat di wajahmu tergambar tanda-tanda kegembiraan." Ia menjawab, "Benar Ibu. Saya telah berhasil menangkap penyair yang telah mencelaku." "Apa yang akan kau lakukan?" tanyanya. Ia menjawab, "Tentu saja, saya akan membunuhnya." Ibunya berkata, "Di manakah kearifan dan kepintaranmu, wahai putra La'iy? Seorang penyair berkata tentang dirimu, sedangkan perkataannya tersebar di tengah-tengah masyarakat, lantas siapakah yang kau anggap dapat menghapuskan celaannya ini?" "Jika tidak demikian, lalu apa yang harus saya lakukan?" tanyanya. Ibunya menasihati, "Perlakukan dia dengan penuh hormat, wahai Syamas. Perlakukanlah dia dengan baik, lantas biarkanlah dia sendiri yang menghapus celaan yang pernah dilontarkan kepadamu. Jika tidak demikian, maka tidak akan ada orang yang dapat menghapuskan celaannya yang telah melekat padamu selama-lamanya."

Syamas bin La'iy benar-benar melaksanakan pesan ibunya dan mengikuti sarannya. Padahal ia hanyalah seorang wanita. Ikhwanku, saya katakan, di saat wanita pada sebagian kabilah diperlakukan demikian, beberapa kabilah yang lain justru mempunyai kebiasaan mengubur anak perempuan hidup-hidup dan memingit wanita di rumah dengan peraturan yang ketat dan keras. Tatanan bangsa Arab dalam memandang wanita dan kedudukannya mempunyai beberapa keragaman. Karena itu, sungguh mengagumkan, ternyata Al-Qur'an mendatangkan pandangan yang merupakan puncak ketinggian dan penghargaan terhadap status sosial wanita. Pandangan tersebut meletakkan masalah secara proporsional dan membahasnya dengan berani dan kokoh.

PRINSIP-PRINSIP TEORITIS

Ikhwan sekalian, masalah ini adalah masalah kemanusiaan yang paling penting, dibahas oleh Al-Qur'anul Karim dengan pembahasan yang penuh keyakinan, kejelasan, keberanian, dan kebenaran.

Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan wanita yang banyak. Maka bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian. (QS. An-Nisa': 1)

Ayat yang mulia ini, Saudara-saudara, mengisahkan kepada kita dengan jelas sekali bahwa asal-usul seluruh manusia adalah satu. Seluruh manusia berasal dari satu orang. Kemudian dari satu orang ini, Allah menciptakan istrinya. Laki-laki dan wanita mempunyai asal-usul dari satu orang. Dari sini, wahai Akhi, Anda menemukan bahwa Islam telah meletakkan permasalahan ini di atas satu prinsip. Wanita dan laki-laki bermula dari asal yang sama dan dari bahan baku yang sama. "Sebagian dari kalian merupakan bagian dari yang lain." Prinsip dalam masalah ini adalah persamaan. Dalam surat Asy-Syura, Allah SWT berfirman,

يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ * أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan mem- berikan anak-anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. (QS. Asy-Syura: 49-50)

Jadi, wahai Akhi, Anda menemukan bahwa Allah SWT mendahulukan penyebutan anak-anak perempuan dalam firman-Nya, dan menyebutnya sebagai anugerah yang diberikan kepada siapa yang Allah kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Allah juga menyebut anak-anak laki-laki sebagai anugerah yang diberikan kepada siapa yang Allah kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Sama saja, apakah anak yang dimiliki seseorang itu perempuan semua atau laki-laki semua, ataukah perempuan dan laki-laki, maka itu merupakan karunia dan anugerah Allah. Jika kita memperhatikan urutan penyebutan antara perempuan dan laki-laki, Anda mendapati bahwa ayat tersebut permulaannya dengan menyebut perempuan. Hal ini untuk menghilangkan syubhat yang menganggap kekurangan pada perempuan.

Dalam ayat ketiga, Allah SWT berfirman, "Sebagian dari kamu merupakan bagian dari yang lain." Persamaan tidak berhenti pada kandungan secara umum ini, tetapi lebih dari itu juga termasuk dalam persoalan hukum. Wahai Akhi, Anda menemukan ayat yang mulia mengatakan,

لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا * وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa menger- jakan kejahatan, niscaya akan diberi pem-balasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. Barangsiapa mengerjakan amal-amal shalih, baik laki- laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun. (QS. An-Nisa: 123-124)

Di sini Anda menemukan bahwa Allah Yang Mahabenar SWT telah menegaskan bahwa asal-usul pria dan wanita adalah satu sumber, dan nilai umum dalam penghitungan dan pembebanan adalah satu pula. Di tempat lain, wahai Akhi, Anda mendengar firman Allah SWT,

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri- istri dari jenis kalian sendiri, agar kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. (QS. Ar-Rum: 21)

Jika kita perhatikan ayat ini, wahai Akhi, niscaya kita mendapati bahwa kecenderungan dan perasaan tenteram antara pria dan wanita ditegaskan di sana. Di tempat lain Allah SWT berfirman,

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا

Dialah yang menciptakan kalian dari satu jiwa, dan dari jiwa itu Dia menjadikan istrinya agar ia merasa tenteram kepadanya. (QS. Al-A'raf: 189)

Ketenteraman, ketenangan, dan perlindungan. Itulah kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkan hubungan antara pria dan wanita. Seorang wanita, wahai Akhi, berlindung kepada suaminya untuk memperoleh kekuatan dan kehidupan, sedangkan pria berlindung kepada istrinya untuk memperoleh kecintaan dan kehidupan. Al-Qur'anul Karim menegaskan hal ini dengan ungkapan yang paling tinggi nilainya, dan menegaskan bahwa hal ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah serta salah satu nikmat dan karunia-Nya.

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri- istri dari jenis kalian sendiri, agar kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. (QS. Ar-Rum: 21)

Dengan prinsip-prinsip teoritis ini, kita mendapatkan bahwa Al-Qur'anul Karim telah menghapus mitos-mitos berbagai bangsa terdahulu yang menyatakan bahwa bahan baku wanita dari tanah yang berbeda dari bahan baku pria dan bahwa wanita bukan dari jenis pria. Islam telah menghapuskan dan menghancurkan mitos-mitos ini dengan setuntas-tuntasnya. Bersambung ke Wanita dalam Al-Qur'an (2) [Sumber: Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna]
15:38 | 4 komentar

Penderitaan Gaza Diperburuk oleh Penutupan Penyeberangan


Direktur Dinas Perlintasan dan Perbatasan, Dr. Ghazi Hamad menyatakan bahwa penutupan penyeberangan menambah penderitaan mendasar bagi Jalur Gaza yang diblokade. Dia menyatakan bahwa penyeberangan Rafah adalah pembuluh utama bagi Jalur Gaza.

Hamad mengatakan, "Kami berharap rekonsiliasi nasional terealisasi dalam waktu dekat untuk mencari solusi terhadap masalah penutupan penyeberangan Rafah dan pembebasan blokade." Dia menyerukan perlunya kerjasama antara semua pihak untuk mempertimbangkan masalah perjalanan dan penutupan penyeberangan karena hal itu merupakan masalah kemanusiaan yang jauh dari masalah politik.

Dia mengatakan bahwa masalah penyeberangan merupakan isu penting yang menyentuh kehidupan warga di Gaza, terutama pasien, pemilik izin tinggal di luar negeri, orang berpaspor asing, dan mahasiswa.

Dia menyatakan banyak usaha dilakukan melalui kontak dengan pihak Mesir, di samping melalui "WHO" dan "Palang Merah" untuk mempertimbangkan masalah pembukaan penyeberangan Rafah. Dia menambahkan, "Tidak logis warga kehilangan hak mereka untuk mendapatkan perawatan, pendidikan, pekerjaan atau izin tinggal.”

Dia menjelaskan telah meminta dari pihak Mesir untuk membuka penyeberangan Rafah lebih lama dari sebelumnya, setiap minggu, agar bisa mengakomodasi sebanyak mungkin jumlah orang yang bepergian. Setiap hari jumlah orang sakit yang harus pergi melewati gerbang Beit Hanun mencapai 100. Namun kadang ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat orang yang sakit akut tidak bisa pergi melalui penyeberangan ini.

Selama ini gerbang Rafah selalu menalami buka tutup, dalan lebih sering ditutup daripada dibuka. Sudah lebih dari 42 hari gerbang Rafah ditutup total, terakhir dibuka pada 3 Januari lalu. (asw, infopalestina)
10:48 | 1 komentar

Menuju Jama’atul Muslimin

Written By Admin BeDa on Selasa, 16 Februari 2010 | 17:02


Judul Buku : Menuju Jama’atul Muslimin; Telaah Sistem Jama’ah dalam Gerakan Islam
Penulis : Hussain bin Muhammad bin Ali Jabir, MA
Penerjemah : Aunur Rafiq Shaleh Tahmid, Lc
Penerbit : Robbani Press
Cetakan Ke : 7
Tahun Terbit : Juni 2009
Tebal Buku : xix + 427 halaman


Tidak pernah ada peradaban yang berkembang tanpa dukungan struktural yang kokoh. Setiap peradaban hampir selalu melalui tiga fase besar untuk berkembang. Pertama, fase perumusan ideologi dan pemikiran; kedua, fase strukturalisasi; dan ketiga, fase perluasan (ekspansi). Ideologi-ideologi besar semuanya mengalami tiga fase tersebut. Lihatlah Komunisme, Kapitalisme Barat, dan tak boleh dilupakan: Zionisme Internasional.

Jika kebangunan (peradaban) Islam modern telah dimulai secara individu oleh para tokoh dan pemikir seperti Sayyid Jamaluddin al-Afghani, Dr. Muh. Iqbal, Muh. Abduh, Muh. Rasyid Ridha, dan seterusnya, maka rintisan pemikiran yang bersifat individual itu disambut secara lebih tertata, diantaranya dua tokoh pemuka da'wah yang tidak bisa dilupakan jika berbicara tentang kebangkitan Islam, yaitu Abul A'la Maududi dengan Jama'at Islaminya, dan asy-Syahid Hasan al Banna dengan Ikhwanul Musliminnya.

Dua pemuka inilah yang meletakkan dasar-dasar struktural gerakan kebangkitan Islam. Keduanya memiliki gagasan dasar yang sama. Bahwa kejayaan Islam dan mengembalikan Kekhilafahan Islam harus dimulai dari bawah, artinya persoalan aqidah yang kokoh, pemahaman syariah yang menyeluruh, dan pembenahan akhlaq yang benar. Pembenahannya harus dimulai dari tingkat individu, keluarga, masyarakat, negeri, dan barulah khilafah Islamiyah. Kedua tokoh itu pun punya perbedaan sedikit. Maududi dengan Jama'at Islaminya banyak menunjukkan figurisme Maududi dan lemah dalam kaderisasi. Maududi lebih banyak berceramah dan menulis buku daripada 'mencetak' kader. Begitu pula pergerakannya yang terbatas di anak benua India-Pakistan. Sedangkan pada Ikhwanul Muslimin, meski asy-Sahid Hassan al Banna adalah tokok utama, tetapi tidak menyebabkan munculnya figurisme. Wibawa Ikhwanul Muslimin tidak berkurang dengan meninggalnya Hassan al-Banna. Pergerakannya meluas ke hampir seluruh dunia. Sekurang-kurangnya pengaruh pemikirannya. Beliau lebih 'mencetak' orang daripada menulis buku. Dari para muridnya, muncullah pemikiran-pemikiran yang luar biasa. Bisa diambil contoh, Sayyid Quthb, Muhammad Quthb, Hassan al-Hudaibi, Umar Tilmisani, Dr. Yusuf Qordhowi, Musthafa Masyhur, Dr. Ali Juraishah, Syeikh Ahmad Qaththan, Dr. Musthafa as-Siba'io, dan lain-lainnya. Hassan al Banna dalam usianya yang pendek yaitu 43 tahun, memang terlalu singkat untuk sampai pada figurisme. Beliau seolah-olah hidup dan dilahirkan di bumi ini untuk memulai dan meletakkan dasar-dasar pergerakan dan da'wah Islam yang asli yang telah hilang di kalangan kaum Muslimin pada abad modern. Metode pergerakannya terus dikembangkan oleh para muridnya tanpa rasa khawatir akan kehilangan originalitas itu sendiri.

Sementara itu, gelombang kebangkitan Islam terus bergerak dengan tantangan-tantangan yang semakin berat. Fenomena kebangkitan Islam muncul di seluruh dunia. Palestina, tanah waqaf Islam, dari sanalah semangat jihad ditiupkan sampai hari kiamat. Tiupan itu menumbuhkan Gerakan Intifadhah, gerakan yang sulit ditumpas oleh Israel dibanding perlawanan negara-negara Arab, Islamic Trend Movement di Tunisia, Front Keselamatan Islam di Aljazair, Ikhwanul Muslimin di Jordan, dan perjuangan Mujahidin Afghanistan yang berjuang mengusir tentara Sovyet. Kebangkitan Islam juga diwarnai dengan berbagai pusat-pusat studi Islam di Barat dan penerbitan buku-buku Islam yang terus membanjir. Kenyataan ini tentu membangkitkan optimisme, meski tidak menutup mata terhadap meningkatnya sekularisme dalam berbagai aspek kehidupan.

Fenomena kebangkitan Islam di Indonesia juga ditandai dengan beberapa hal yang menarik dikaji. Di kota-kota besar, di kampus-kampus, di sebagian kelas menengah, mereka mulai 'belajar' Islam. Isu pembangunan yang dimulai tahun 70-an dan membawa dampak medernisasi dan sekularisme membuat terjadinya arus balik pada tahun 80-an. Mungkin ekses pembangunan yang mengandalkan pertumbuhan ekonomi menyebabkan manusia kekeringan spiritual. Ini yang menyebabkan munculnya berbagai kajian tentang Islam dengan berbagai modelnya. Fenomena lain sebelum tahun 80-an, jika berbicara tentang Islam dan gerakannya maka orang akan menoleh ke organisasi-organisasi Islam atau partai politik Islam seperti PPP, NU, Muhammadiyah, HMI, PII, dan seterusnya. Seolah-olah yang punya Islam dan dakwahnya hanyalah mereka. Gejala ini mulai mencair menjelang tahun 80-an. Memang nasib dakwah Islam tidak bisa diserahkan hanya pada organisasi atau partai politik Islam. Di sisi lain muncul kenyataan: organisasi-organisasi itu semakin kurang cekatan dalam merespons aspirasi-aspirasi Islam. Dalam beberapa segi terjadi beberapa 'keletihan' (fatigue) karena kurangnya terobosan-terobosan pemikiran yang strategis. Organisasi-organisasi itu mulai digugat oleh sebagian pendukungnya karena semakin kabur dalam menentukan tujuan akhir yang hendak dicapai. Bahkan di kalangan kampus, HMI kurang mendapatkan pasaran bagi mahasiswa yang mau aktif dan mendalami Islam. Juga tidak menutup mata tentang gerak organisasi-organisasi tersebut semakin terbatas. Oleh karenanya muncul kesadaran baru bahwa dakwah Islam bukanlah monopoli ormas dan orpol Islam, tetapi menjadi kewajiban setiap individu Muslim. Apakah ia bergabung atau tidak dalam organisasi tersebut sementara dakwah yang dilakukan secara bebas dalam kelompok-kelompok kecil, yayasan-yayasan terasa lebih lincah. Kritik lain terhadap ormas-orpol Islam itu antara lain: gaya kerja dan manajemen yang 'agak kebarat-baratan' yang melonggarkan nilai-nilai agama yang mereka canangkan sendiri sebagai doktrin. Misalnya, pemahamannya tentang demokrasi yang cenderung liberal.

Gejala ini memunculkan kecendurungan baru, munculnya isu 'jama'ah'. Terdapat dua kecendurungan yang saling bertentangan. Satu pihak, mereka yang alergi dengan isu 'jama'ah'. Biasanya mereka yang sudah mapan aktifitas dalam ormas-ormas Islam, atau karena kepentingan politiknya sehingga menganggap isu 'jama'ah' itu adalah isu politik. Atau mereka yang sudah merasa cukup dengan mengartikan bahwa perintah berjama'ah itu sudah dilaksanakan dengan melalui ormas-ormas itu. Di pihak lain, mereka menganggap ormas-ormas itu 'bukanlah jama'ah' sebagaimana yang dimaksudkan oleh Rasulullah saw., baik karena kelakuan, cara berfikir anggota pendukungnya, ataupun karena mekanisme yang tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah.

Gejala lain adalah munculnya fenomena sempalan. Sebab utamanya bisa diduga karena tersumbatnya aspirasi utama kaum Muslimin. Aspirasi utama (mainstream) - karena halangan politis dan birokratis - menyebab-kan aspirasi-aspirasi murni Islam tidak tertampung sehingga muncullah gerakan sempalan, baik di bidang ideologi, pemikiran syari'ah, maupun pola-pola pergerakan.

Melihat kecendurungan di atas, maka harus ada kajian secara mendalam dan dewasa. Dan, untuk itulah buku ini ditulis.

Kandungan Buku
Buku ini terdiri atas tiga bab atau bagian utama. Bagian pertama, menjelaskan mengenai Haikal Jama’atul Muslimin (Struktur Organisasi Jama’atul Muslimin). Dalam bab ini, al-Ustadz Husain Jabir telah berusaha menjelaskan secara konsepsional berdasar tinjauan syari'at Islam yang menunjukkan betapa pentingnya wujud sebuah Jama’atul Muslimin. Ia awali pembahasannya dengan mengupas makna umat Islam, baik dari bahasa maupun geografis. Kemudian ia lanjutkan dengan membahas mengenai urgensi syura sebagai lambang tertinggi yang darinya lahir berbagai kebijaksanaan sebagai manifestasi political will umat Islam. Sejalan dengan itu tak mungkin terwujud sebuah syura berskala global, meliputi seluruh umat tanpa adanya imamah atau sistem kepemimpinan. Dalam membahas fasal ini, penulis telah menjelaskan bahwa yang terpenting adalah mewujudkan dan menjaga imamah-nya (kepemimpinan), bukan masalah siapa yang menjadi imam. Artinya bisa saja sang imam bukan berasal dari keturunan Quraisy, asalkan ia memiliki kelayakan sebagai pemimpin umat. Penulis berpendapat bahwa manakala kesatuan umat Islam dengan segala karakteristik positifnya telah terbentuk, ditambah lagi adanya lembaga syura yang berjalan di dalam kerangka sebuah imamah, berarti pada saat itulah sebuah Jama'atul Muslimin telah eksis dengan segala makna hakikinya. Oleh karenanya, bagian pertama ini ia akhiri dengan membahas secara khusus tujuan Jama'atul Muslimin, baik tujuan khusus maupun tujuan umum, apalagi di masa kini, di mana sebagian kaum Muslimin lalai terhadapnya. Maka kami merasa perlu untuk membicarakannya di sini.

Menurut al-Ustadz Husain jabir rahimahullah terdapat empat tujuan khusus jama’atul Muslimin, yaitu:
1. Pembentukan pribadi-pribadi Muslim (binaa’al-fard al-muslim)
2. Pembentukan rumah tangga Muslim (binaa’al-usrah-al-Muslimah)
3. Pembentukan masyarakat Muslim (binaa’al-mujtama’al-Muslim)
4. Penyatuan umat Muslim (Tauhid al-ummah al-Islamiyah)

Adapun tujuan umum Jama’atul Muslimin, menurut penulis buku ini, ada enam, yaitu:
1. Agar seluruh manusia mengabdi kepada Rabb Nya yang Maha Esa
2. Agar senantiasa memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar
3. Agar menyampaikan dakwah Islam kepada segenap umat Manusia
4. Agar menghapuskan fitnah dari segenap muka bumi
5. Agar memerangi segenap umat Manusia sehingga mereka bersaksi dengan persaksian yang benar (syahadatain)

Olehnya, dapatlah kita fahami mengapa ketika penulis menguraikan pendahuluan dari buku ini, beliau mengajukan sebuah pertanyaan: "Adakah Jama'atul Muslimin di dunia sekarang ini?" Dan kemudian beliau sendiri menyimpulkan jawabannya bahwa berbagai pemerintahan Islam yang ada saat ini tidak satu pun yang memenuhi persepsi konsepsional mengenai Jama'atul Muslimin yang dicita-citakan oleh setiap muslim yang cinta akan kemuliaan Islam dan kaum muslimin.

Maka di dalam bagian kedua bukunya, penulis melanjutkan bahasannya dengan judul ath-Thariq ila Jama’atil Muslimin (Jalan Menuju Jama’atul Muslimin). Bagian kedua ini sedemikian pentingnya sehingga penulis menjadikanya tema sentral, bahkan menjadikan judul buku ini secara keseluruhan. Bagian kedua ini diawali dengan pembahasan mengenai fasal al-ahkam al-Islamiyah (Hukum-hukum Islam).

Sebagaimana kita ketahui dewasa ini kebanyakan manusia, termasuk kaum Muslimin, mempunyai persepsi keliru mengenai hukum-hukum Islam. Ada kesan seolah-olah hukum Islam merupakan aturan yang kuno, bahkan tidak sedikit yang berpendapat bahwa ia merupakan hukum yang sadis, kejam, dan tidak manusiawi. Apalagi setelah berbagai putusan pengadilan di beberapa negeri muslim yang memberlakukan hukum pidana Islam kemudian menjatuhkan vonis rajam bagi pezina, atau potong tangan bagi para pencuri, lalu hal ini diekspose oleh berbagai surat kabar dan majalah dengan suatu pendekatan anti Islam yang semakin memperkokoh kesalahpahaman umat manusia akan hakikat serta keadilan hukum Islam. Mengapa hal ini terjadi?

Sebab pokoknya adalah karena sebagian besar negeri-negeri yang menerapkan hukum-hukum Islam tidak memahami, apalagi mengaplikasikan syumuliyah (totalitas) ajaran Islam sebagai way of life atau minhaj al-hayah. Itulah alasannya mengapa penulis buku menganggap perlu menyisipkan bahasan yang diberi judul "Tidak ada Sektoralisasi dalam Hukum Islam." Manakala Islam dipahami secara syamil, niscaya penerpaan ajaran Islam akan mencakup tidak saja hukum pidana, melainkan juga pemberlakuan ideologi Islam di negara yang bersangkutan. Demikian pula berbagai aspek kehidupan lainnya, seperti di bidang politik, sosial budaya, ekonomi, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional. Semua akan diselenggarakan berdasarkan dan sesuai nafas ajaran Allah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana, al-Islam. Adapun sekarang, apakah yang kita saksikan di tengah kebanyakan negeri-negeri berpenduduk mayoritas muslim? Di satu segi ada semangat untuk tetap memelihara warisan suci ajaran Islam, terutama di bidang ibadah praktis atau hukum pidana Islam, namun di sisi lain kita melihat bagaimana berbagai aspek kehidupan selepas itu diatur oleh ajaran-ajaran produk manusia yang sudah barang tentu mengandung banyak ketidaksempurnaan! Di satu sisi, semangat untuk memotong tangan sebagai sanksi bagi para pencuri terus ditumbuhkan, namun di sisi lain pengelolaan zakat sebagai landasan di dalam masyarakat tidak ditangani secara serius. Atau hukum rajam bagi para pezina ingin diterapkan, tetapi berbagai film-film seronok, majalah dan bacaan-bacaan cabul merambah dengan leluasa di tengah kaum muda umat. Inilah peringatan Allah yang jelas tertera dalam Al-Qur'an:

Apakah kamu beriman kepada sebagaian al-kitab (Qur'an) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia. Pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada sisksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (QS. Al-Baqarah : 85)

Ajaran Islam bersifat syamil-kamil-mutakamil (menyeluruh, sempurna, dan saling menyempurnakan). Sedangkan Muslim memiliki al-qudrah al-juz’iyyah al-mahdudah (kemampuan sektoral dan terbatas). Oleh karenanya tidak mungkin Islam akan tertegak secara utuh manakala kaum muslimin menerapkannya secara individual. Ia mestilah diterapkan secara jama'i (kolektif). Harus ada suatu upaya ‘amal jama’i agar kesempurnaan Islam dapat terealisasi dalam kehidupan kolektif kaum Muslimin. Sedangkan kehidupan amal jama’i tidak akan mungkin terwujudkan dengan sempurna kecuali setelah terbentuknya sebuah tatanan dakwah yang memadai. Tatanan dakwah inilah yang merupakan fokus pembahasan penulis.

Maka di dalam fasal berikutnya penulis melanjutkan pembahasannya dengan menguraikan "langkah pertama Rasulullah SAW dalam Membina Jama'ah". Setelah itu beliau membahas "Rambu-rambu dari sirah Nabi dalam Menegakkan Jama’ah" yang berisi enam karakteristik pokok sebuah jamaah, antara lain:
* Nasyr mabaadi’ ad-da’wah (menyebarkan prinsip-prinsip dakwah)
* At-takwin ‘alaa ad-da’wah (Pembentukan Dakwah)
* Al-mujabahah al-Musallahah (konfrontasi bersenjata)
* Al-sirriyah fi binaa’al-jama’ah (sirriyah dalam membina jama’ah)
* Ash-shabru’ala al-adza (bersabar atas gangguan musuh)
* Al-Ib’aad ‘an saahah al-ma’rakah (menghindari medan pertempuran)

Kemudian bagian dua ditutup dengan membahas "Tabi’at Jalan Menuju Jama’atul Muslim". Dan yang terpenting kita catat adalah berbagai contoh sepanjang perjalanan sejarah dakwah yang telah diuraikan secara baik sekali oleh al-Ustadz Husain Jabir.

Di dalam bahasan ketiga, penulis membahas bab berjudul "al-jama’ah al-Islamiyah al-‘Amilah fii Haql ad-Da’wah al-Islamiyyah" (beberapa Jamaah Islam di Medan Dakwah). Beliau mengangkat beberapa kasus dalam realitas dunia dakwah dewasa ini, sebelum langsung membahas satu per satu jamaah Islam yang ada, penulis mengawali tulisannya dengan fasal "Kondisi Amal Islami setelah Jatuhnya Khilafah Utsmaniyah".

Penulis mengambil empat Jamaah sebagai sampel pembahasan. Masing-masing mewakili kecenderungan berbeda.

Pertama, Jama'ah Anshor as-Sunnah al-Muhammadiyah, berdiri dan berkembang di Mesir. Jama'ah ini mewakili gerakan dakwah yang berorientasi pada seruan sosial dan ilmu pengetahuan (ijtimaiyyah wa ats-tsaqofah). Sering pula di sebut sebagi gerakan Salafi.

Kedua, Jama'ah Tabligh, yang lahir di India. Jamaah ini mewakili gerakan dakwah yang berorientasi pada seruan sufiyyah.

Ketiga, Jama’ah Hizb at-Tahrir yang lahir dan bermula di Yordania. Jamaah ini berorientasi pada seruan Politik (as-siyasi).

Keempat, Jama'ah al-Ikhwan al-Muslimun yang didirikan di Mesir. Penulis menganggap bahwa jama'ah ini mewakili gerkan dakwah yang memiliki karakteristik Syamil (Menyeluruh). Tidak hanya memperhatikan aspek sosial dan ilmu pengetahuan semata, melainkan juga aspek sufiyyah dan aspek siasiyyah, bahkan juga meliputi aspek harakiyyah dan jihadiyyah (pergerakan dan Jihad). [Sumber: Dr. Salim Segaf al-Jufri, Kata Pengantar buku Menuju Jama'atul Muslimin]
17:02 | 7 komentar

Zionis Akan Usir 20 Ribu Warga Palestina Dari Al-Quds

Written By Admin BeDa on Senin, 15 Februari 2010 | 15:19


Pusat Hukum dan Undang-Undang Al-Quds mengkhawatirkan, kampanye Zionis untuk mengusir 20.000 warga Palestina dari Al-Quds, dengan alasan tidak mempunyai izin tinggal.

Sejumlah keluarga Palestina menerima surat peringatan dari pemerintah Israel yang berisi ancaman akan diusir warga akan diusir dari wilayah Al-Asyqariyah di Bet Hanina, sebelah utara Al-Quds, dengan dalih dibangun tanpa izin. Lembaga ini mengingatkan, dibalik semua ini ada upaya untuk balas dendam atas keluarga Mar’a, ketika melakukan aksi syahid dengan mengendarai kendaraan besar dan menabrakanya ke mobil polisi dan kendaran umum.

Lembaga ini menyebutkan, buntut dari peristiwa ini sebanyak 20 ribu warga Al-Quds terancam diusir dari kampung halamanya.

Sementara itu, saudara Al-Syahid Mar’a menyebutkan, sejumlah keluarga di Al-Asyqaria yang semuanya miskin terancam diusir. Saat ini ia dan ayahnya beserta saudara-saudaranya tinggal di rumah kontrakan di distrik Bait Hanina, Tepi Barat. Mereka terasing dari dunia luar.

Dalam kaitan ini, divisi penelitian dan dokumentasi di pusat Al-Quds menuding pemerintah Israel melakukan cleaning etnis atau pemindahan penduduk secara illegal terhadap penduduk secara besar-besaran dari tempat tinggal mereka saat ini. Mereka memanfaatkan ketidak tahuan mereka terhadap setatus kependukukanya dengan tidak menunjukan kartu biru.

Di sisi lain, pemerintah Israel mengangkut para pemukiman Zionis di wilayah jajahan 48 untuk menempati rumah penduduk asli Al-Quds. Hal ini jelas bertentangan dengan undang-undang internasional tentang pemindahan penduduk ke wilayah jajahan.

Lembaga pengemabangan social menyebutkan, pemerintah Israel memberikan penghancuran terhadap rumah yang terdiri dari 32 ruang, dengan asumsi berdasarkan keputusan mahkamah Israel tertanggal 1/6/2009.

Bangunan itu menampung sekitar 160 jiwa, sebagian besar masih anak-anak. Sementara tak kurang dari 10 kondisi kemanusiaan menghantui mereka. (asy, infopalestina)
15:19 | 1 komentar

Sikap Turki Menambah Keteguhan Orang Palestina

Written By Admin BeDa on Minggu, 14 Februari 2010 | 16:31


Ketua Komite Rakyat Anti Blokade, Jamal al Khudri, menghargai pernyataan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan yang menegaskan bahwa negaranya mempertahankan sikapnya yang tetap atas pelanggaran terhadap hak-hak Palestina oleh penjajah Zionis Israel dan blokade Jalur Gaza.

Khudri menyatakan, "Mempertahankan sikap yang berani ini menunjukkan dukungan tak terbatas Turki kepada rakyat dan masalah Palestina." Dia menambahkan bahwa apa yang diberikan Turki di tingkat pemerintah, pejabat dan rakyat kepada rakyat Palestina, menambah keteguhan dan kesabaran mereka, serta memperkuat perasaan solidaritas internasional kepada Jalur Gaza yang diblokade.

Anggota dewan legislatif Palestina ini menyerukan Erdogan agar membuka masalah rekonstruksi Gaza dan penderitaan ribuan keluarga yang tinggal di tenda-tenda dan menunggu pelaksanaan keputusan dari puluhan konferensi dan pernyataan yang menyerukan rekonstruksi Jalur Gaza yang dilanda bencana.

Khudri menyerukan dunia Barat, Arab dan Muslim, baik rakyat maupun pemerintah, untuk memberikan perhatian dan mendukung masalah Palestina, terutama masalah perang Zionis Israel di Gaza, memberikan dukungan kepada penduduk dengan segala cara dan sarana serta terus melanjutkan upaya membebaskan blokade.

Erdogan mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Qatar asy Syarq, “Turki tidak mungkin bertepuk tangan melihat bom fosfor yang dijatuhkan di Gaza.” Dia menyerukan negara-negara Arab untuk memberikan perhatian pada di Gaza lebih daripada yang mereka lakukan sekarang. (asw, infopalestina)
16:31 | 3 komentar

Liqo Pekan ini Wajib Datang

Written By Admin BeDa on Sabtu, 13 Februari 2010 | 10:51


Matahari sudah hampir tenggelam. Sebelum berpisah aku mencoba mengingatkan saudaraku seperjuangan itu mengenai agenda bersama kami. ”Ana baru tahu dari antum kalau tanggal itu. Mungkin taklimat itu akan disampaikan pekan ini karena liqo pekan ini semua wajib datang.” demikian kurang lebih penjelasannya saat aku berusaha memastikan agar tidak ada benturan jadwal dengan agenda pada tanggal itu.

Setelah berpisah aku baru tersadar kalau ada yang aneh pada jawaban saudara seperjuanganku itu. “Liqo pekan ini semua wajib datang” Aneh. Berarti selama ini? Aku mencoba berhusnudzon karena anggota kelompok liqo’ itu memang jauh-jauh rumahnya dan banyak kesibukan sehingga jarang lengkap kehadirannya. Tapi mengenai status liqo’? Bukankah ia “wajib” karena merupakan inti dari segala aktifitas dalam tarbiyah ini? Memang bukan kewajiban seperti shalat yang langsung diperintahkan Allah, namun ia wajib sebagai anggota jama’ah dakwah sebagai konsekuensi dari apa yang telah ia sepakati.

Seminggu yang lalu juga ada kejadian yang kurang lebih sama. Seorang murabbi didatangi oleh dua orang mutarabbinya. Selain silaturahim dua mutarabbi itu juga mengingatkan kalau sudah beberapa lama liqo mereka tidak jalan. Mereka berdua sangat semangat justru karena keduanya dimotivasi oleh oleh seorang simpatisan yang sudah menulis buku dan mengatakan bahwa konsep yang ia tulis, sebagaimana juga konsep Islam lainnya, hanya bisa efektif dijalankan secara masif oleh organisasi Islam yang menerapkan sistem halaqah/usrah.

Di luar dua grup liqo itu, mungkin masih banyak grup-grup liqo lain yang tidak efektif. Tentu dengan berbagai sebab. Satu hal yang pasti, jika liqo saja sudah tidak jalan secara efektif, dipastikan wasail tarbiyah dan agenda-agenda dakwah yang lain tidak berjalan dengan maksimal. Jika ini yang terjadi, na’udzubillah, cita-cita dakwah akan semakin jauh saja.

Tampaknya, kita perlu kembali mengevaluasi liqo-liqo kita. Juga berkaca dan mengambil motivasi dari mereka yang telah diistiqomahkan Allah dalam tarbiyah ini. Kita perlu kembali membaca dan merenungkan nasehat Hasan Al-Banna: ”Kemudian hendaklah setiap al-akh selalu berusaha menghadiri pertemuan-pertemuan yang telah ditetapkan, betapapun kesulitannya...” (Nidhamul Usar).

Mungkin karena bosan dengan pertanyaan wajib tidaknya acara-acara yang diselenggarakan jamaah, padahal sudah dimaklumi bersama, seorang pengurus BPK (kaderisasi) pernah menjawab pertanyaan itu ”Wajib mughaladhah.” :-) [Muchlisin]
10:51 | 5 komentar

Faktor-faktor Pendukung Keberhasilan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin

Written By Admin BeDa on Kamis, 11 Februari 2010 | 14:04


Bagi orang yang telah mengkaji dan meneliti Ikhwanul Muslimin, mereka akan sampai pada kesimpulan bahwa Ikhwanul Muslimin sejak awal telah membangun madrasah teladan bagi pendidikan Islam yang benar-benar berhasil. Masalah penting yang telah diwujudkannya adalah membentuk generasi muslim yang baru, yang memahami Islam dengan tepat dan bekerja serta berjuang menegakkan agama Allah, merealisir ajarannya dan mempersatukan umatnya.

Lalu apa saja faktor-faktor pendukung keberhasilan tarbiyah Ikhwanul Muslimin itu?

Pertama, Iman yang tak tergoyahkan bahwa tarbiyah adalah satu-satunya jalan untuk mengubah masyarakat, membentuk pemimpin dan mewujudkan cita-cita. Pemimpin gerakan itu, Hasan Al-Banna, menyadari bahwa tarbiyah itu jalan yang panjang dan penuh kesulitan. Hanya sedikit orang yang sabar menempuh jalannya yang panjang dan terjal, yaitu orang yang memiliki azzam yang kuat. Tetapi Hasan Al-Banna yakin pula bahwa tarbiyah itu satu-satunya jalan yang dapat menyampaikannya kepada tujuan dan tidak ada jalan lain lagi. Itulah jalan yang ditempuh oleh Nabi SAW untuk membentuk generasi teladan yang diridhai Allah, yang tidak pernah disaksikan bandingannya oleh dunia. Mereka inilah yang melaksanakan tarbiyah bagi berbagai bangsa dan mengarahkannya kepada kebenaran dan kebaikan.

Kedua, Rencana tarbiyah mempunyai tujuan tertentu, langkah-langkah yang jelas, sumber yang terang, bagian-bagian yang saling mendukung, dengan sistem beraneka ragam dan ditegakkan atas falsafah yang jelas, digali dari ajaran Islam bukan dari ajaran lainnya.

Ketiga, Suasana kebersamaan yang positif, yang dibina oleh jamaah. Hal itu akan membantu setiap anggotanya untuk hidup secara Islam, melalui motivasi dan nasihat, contoh teladan, persamaan perasaan dan tindakan. Manusia menjadi lemah bila menyendiri dan menjadi kuat dengan berjamaah. Jamaah merupakan kekuatan untuk menegakkan kebaikan dan ketaatan serta merupakan perisai terhadap kejahatan dan maksiat. Sebagaimana tersebut dalam hadits:

يَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ

Tangan Allah bersama Jamaah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Baihaqi)

فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

Sesungguhnya serigala hanya memakan kambing yang tersisih dari kawanannya (HR. Abu Dawud, An-Nasai, Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi)

Keempat, Pemimpin yang mendidik dengan bakat, ilmu dan pengalamannya yang dianugerahkan kepadanya kekuatan iman yang luar biasa, membekas pada setiap hati orang yang berhubungan dengannya, melimpah dari hatinya ke hati orang-orang di sekitamya. Dia seperti dinamo yang dari kekuatannya hati mereka diisi dengan "kekuatan". Kata-kata bila keluar dari hati langsung masuk ke hati para pendengarnya tanpa reserve, tetapi bila keluar hanya dari lidah maka pengaruhnya tidak akan melampaui telinga. Orang yang memiliki hati yang hiduplah yang dapat mempengaruhi pendengar dan pengikutnya. Sedangkan orang yang mempunyai hati yang mati tidaklah mampu menghidupkan hati orang lain. Sebab orang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberikannya kepada orang lain dan wanita yang tidur tidak sama dengan wanita yang kehilangan anak.

Kelima, Adanya sejumlah pendidik/murabbi yang ikhlas, kuat dan terpercaya yang meyakini jalan yang dibentangkan oleh qiyadah. Mereka mempunyai pengaruh terhadap murid-muridnya dan mereka ini menjadi pendidik-pendidik bagi generasi sesudahnya, demikianlah seterusnya. Yang dimaksud para pendidik di sini bukanlah alumni Perguruan Tinggi Ilmu Pendidikan atau pemegang ijazah Magister (MA) dan Doktor dalam pendidikan. Yang dimaksudkan ialah orang yang memiliki kualitas iman yang tinggi, kekuatan jiwa, keberanian hati, keteguhan azzam, kelapangan dada dan kesanggupan mempengaruhi orang lain. Mungkin mereka seorang pegawai rendahan atau pedagang atau buruh, diantara orang-orang yang tidak mempelajari dasar-dasar pendidikan atau sistemnya.

Keenam, Cara pelaksanaan yang bermacam-macam, yang bersifat pribadi, yang bersifat kelompok, yang bersifat teori, yang bersifat praktikal, yang bersifat pemikiran, yang bersifat perasaan, yang berbentuk perintah dan yang berbentuk larangan semua itu dilaksanakan dalam bentuk pelajaran, ceramah, seminar, diskusi dan pendekatan pribadi, begitu pula syair-syair yang dihafal, bacaan-bacaan yang diulang-ulang, nasyid yang irama dan lagunya mempunyai pengaruh tertentu. Pertemuan-pertemuan bergilir dari kelompok-kelompok di rumah-rumah dengan acara membaca Al Qur-an, memperluas ilmu pengetahuan, ibadah dan memperkuat tali persaudaraan, semuanya itu dinamakan kelompok "usrah" yang menanamkan perasaan cinta dan kasih sayang di antara anggota-anggota keluarga itu. Di samping itu ada pertemuan-pertemuan lain dalam lingkungan jamaah yang diadakan pada waktu malam. Tujuannya mencerdaskan akal dengan ilmu pengetahuan, membersihkan hati dengan ibadah dan menyehatkan badan dengan olahraga. Pertemuan ini dinamakan "katibah" yang menanamkan pengertian jihad. Selain itu masih ada sistem-sistem lain yang semuanya bertujuan membentuk manusia muslim yang sempurna.

[Sumber: At-Tarbiyah Islamiyah wa Madrasatu Hasan Al-Banna, karya Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi]
14:04 | 0 komentar

Petunjuk Nabi Dalam Hal Naik Kendaraan

Written By Admin BeDa on Rabu, 10 Februari 2010 | 15:23


Bagaimana petunjuk Nabi Muhammad SAW dalam hal menaiki kendaraan? Berikut ini kami paparkan petunjuk Nabi dari sunnah dan sirah beliau dalam hal menaiki kendaraan sebagaimana ditulis oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Zaadul Ma'ad.
***

ركب الخيل والإبل والبغال والحمير وركب الفرس مسرجة تارة وعريا أخرى وكان يجريها في بعض الأحيان

Beliau mengendarai kuda, onta, baghal (peranakan antara kuda dan keledai) dan keledai. Kadang beliau menaiki kuda dengan pelana dan kadang tanpa pelana. Seringkali pula beliau memacu kuda dan membuatnya berlari kencang.

وكان يركب وحده وهو الأكثر وربما أردف خلفه على البعير وربما أردف خلفه وأركب أمامه وكانوا ثلاثة على بعير

Beliau sering berkendaraan sendirian. Terkadang beliau membonceng seseorang di belakangnya, dan terkadang membonceng seseorang kemudian menaikkan pula orang lain untuk duduk di depannya, sehingga mereka bertiga di atas hewan tunggangan.

وأردف الرجال وأردف بعض نسائه وكان أكثر مراكبه الخيل والإبل وأما البغال فالمعروف أنه كان عنده منها بغلة واحدة أهداها له بعض الملوك ولم تكن البغال مشهورة بأرض العرب بل لما أهديت له البغلة قيل : ألا ننزي الخيل على الحمر ؟ فقال : [ إنما يفعل ذلك الذين لا يعلمون ]

Beliau pernah membonceng beberapa laki-laki dan pernah pula membonceng istri-istrinya. Kebanyakan kendaraan beliau adalah kuda dan onta. Untuk baghal, seperti diketahui bahwa beliau memiliki seekor baghal yang dihadiahkan kepadanya oleh seorang penguasa. Namun saat itu baghal belum menjadi hewan tunggangan populer di tanah Arab. Bahkan ketika dihadiahkan seekor baghal kepadanya, ada yang berkata, "bisakah kita mengawinkan kuda dengan keledai?" Beliau menjawab, "Yang melakukan perbuatan itu adalah orang-orang yang tidak mengetahui."

[Sumber: Zadul Ma'ad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah]
15:23 | 5 komentar

Survey Terbaru 75% Zionis Dukung Pengusiran Warga Arab (Palestina)


Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh saluran televisi parlemen Israel Knesset menyatakan bahwa 75% dari orang-orang Yahudi mendukung pengusiran warga Arab (Palestina) yang diduduki Israel sejak tahun 1948 ke Negara Palestina dalam kerangka kesepakatan antara Israel dan Palestina.

Jajak pendapat ini dilakukan oleh lembaga survei “Baniels Research Institute" yang mensurvei 668 orang yang mewakili sampel masyarakat Yahudi di Israel, dengan tingkat kesalahan (margin error) tidak melebihi 3,7%.

Para koresponden ditanya pendapatnya mengenai pengusiran warga Arab ke untuk wilayah negara Palestina, bila hal itu terjadi dalam kerangka kesepakatan untuk pendirian negara Palestina, hanya 25% dari mereka menjawab bahwa mereka menolak gagasan ini sama sekali.

Dari 75% koresponden yang mendukung pengusiran orang-orang Arab, 28% menyatakan harus dilakukan pengusiran terhadap seluruh warga Arab di Israel, sementara 19% mengatakan mereka mendukung pengusiran orang-orang Arab yang tinggal di daerah Matsulats, sedang 28% mengatakan bahwa pengusiran harus dilakukan berdasarkan tingkat kesetiaan atau ketidaksetiaan mereka kepada Israel.

Sebanyak 50% responden percaya bahwa warga Arab, mereka mewakili nasionalisme Palestina, sebelum yang lainnya. Kemudian baru mereka mengidentifikasi diri mereka sebagai "orang-orang Israel." Sementara 40% responden mengatakan bahwa warga Arab Israel hanya mengidentifikasikan nasionalisme Palestina saja. Sebanyak 1% responden mengatakan mereka percaya bahwa orang-orang Arab adalah warga Israel yang hanya mengidentifikasikan "nasionalisme Israel".

Mayoritas orang-orang Yahudi mengatakan bahwa hak warga negara Arab untuk tetap tinggal di rumah-rumah mereka tidak bisa diterima begitu saja. Meski demikian, 52% responden menilai bahwa pemerintah Israel tidak melakukan diskriminasi terhadap orang-orang Arab, sementara 43% responden mengatakan pemerintah Israel melakukan diskriminasi terhadap orang-orang Arab.(asw, Infopalestina)
10:48 | 1 komentar

Al-Qur'an Mendahului Ilmu Pengetahuan

Written By Admin BeDa on Selasa, 09 Februari 2010 | 16:03


Diantara kemukjizatan Al-Qur'an adalah kebenaran ayat-ayatnya yang kemudian terungkap satu per satu sejalan dengan ilmu pengetahuan modern. Mungkin dalam suatu penggalan sejarah tertentu sains tidak mampu mengungkap kebenaran ini. Di belakang hari baru terbukti, dan menjadi jelaslah bagi manusia bahwa apa yang diberitakan Al-Qur'an adalah benar.

سَنُرِيهِمْ آَيَاتِنَا فِي الْآَفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Fushilat : 53).

Al-Qur'an adalah Kitab Hidayah

Allah SWT menurunkan Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia. Al-Qur’an adalah kitab petunjuk, bukan kitab kedokteran atau teknik, bukan kitab astronomi atau kimia yang menghimpun berbagai informasi ilmiah ilmu-ilmu tersebut. Sekali lagi ia adalah kitab hidayah ilahi bagi perilaku manusia.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. (QS. Al-Baqarah : 185)

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah : 2)

Al-Qur'an Mendahului Ilmu Pengetahuan (Sains)

Al-Qur'an yang merupakan wahyu dari Allah SWT dijamin kebenaran mutlaknya. Ketika Al-Qur’an berbicara tentang manusia, tumbuhan, atau makhluk lain, ia pasti berbicara tentang hakikatnya. Manusia baru mengetahuinya setelah sains dan peralatan-peralatan canggih digunakan untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah. Itulah makna Al-Qur’an mendahului ilmu pengetahuan (sains) sekaligus sebagai bukti baru mukjizat Al-Qur’an di masa kemajuan teknologi yang semakin menegaskan bahwa ia adalah kalamullah yang tidak sedikitpun mengandung kesalahan.

Contoh-contoh Ayat Al-Qur'an yang Mendahului Ilmu Pengetahuan (Sains)

1. Proses Kejadian Manusia

Diantara contoh ayat Al-Qur'an yang mendahului ilmu pengetahuan (sains) adalah pemberitaan Al-Qur'an mengenai proses kejadian manusia. Allah SWT berfirman :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ * ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ * ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آَخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. Al-Mukminun : 12-14)

Di saat ayat ini turun, ilmu akal manusia pada zaman itu tidak mampu menjangkau fakta ilmiah ini. Demikian pula ilmu pengetahuan yang ada saat itu cukup sederhana untuk sampai pada hakikat yang besar ini.

Di abad modern, fakta ini baru ditemukan setelah kemajuan ilmu biologi dan kedokteran.

Dalam bahasa arab, kata ‘Alaqah' memiliki 3 makna, yaitu :
1.Bermakna lintah.
2.Bermakna sesuatu yang tergantung.
3.Bermakna segumpal darah.

Tidak terdapat perselisihan antar saintis (kedokteran) modern mengenai tiga makna yang terkandung di dalam kata ’Alaqah ini .

Makna ‘Alaqah' sebagai lintah adalah deskripsi yang tepat bagi embrio manusia yang masih berusia 1-24 hari, menempel pada uterus (rahim) ibu, serupa sebagaimana ‘lintah’ menempel di kulit. Serupa pula dengan ‘lintah’ yang memperoleh darah dari inangnya, embrio manusia juga memperoleh darah dari ibunya ketika hamil.

Ketika membandingkan lintah air tawar dengan embrio pada tahap ‘alaqah, Profesor Moore, seorang profesor Emeritus ahi anatomi dan embriologi dari Universitas Toronto Kanada, menemukan kesamaan yang banyak pada keduanya. Beliau berkesimpulan bahwa embrio selama tahap ‘alaqah memiliki penampakan yang sangat mirip dengan lintah. Pada tahap ini, embrio mendapatkan makanan dengan cara menghisap darah ibunya, sama seperti lintah.

Arti kedua, ‘alaqah adalah ‘sesuatu yang tergantung’, dan hal ini adalah apa yang dapat kita lihat pada penempelan embrio di uterus/rahim selama tahap ‘alaqah.

Arti ketiga adalah ‘segumpal darah’. Professor Moore mengatakan: “kami menemukan penampakan luar embrio selama tahap alaqah seperti penampakan segumpal darah, adanya sejumlah besar darah membentuk embrio. Juga selama tahap ini darah dalam embrio tidak bersirkulasi sampai usia embrio mencapai akhir minggu ke tiga. Jadi embrio pada tahap ini mirip dengan segumpal darah.

Jadi ketiga deskripsi embrio tersebut di atas secara akurat terdiskripsi dalam satu kata dalam Al-quran yaitu kata ”alaqah”.

Tahap perkembangan embrio selanjutnya setelah alaqah adalah ”mudghah”. Kata mudghah dalam bahasa arab berarti ”sesuatu yang dikunyah”. Pada tahap mudghah, ukuran embrio mirip dengan ukuran permen karet yang umum dikunyah orang.

Al-Qur'an telah mengungkap ini pada 1400 tahun yang lalu, padahal saintis baru mengetahui perkembangan embrio ini setelah ditemukannya mikroskop, suatu alat yang belum dikenal pada 1400 tahun yang lalu. Orang pertama di dunia yang menggunakan mikroskop untuk mengamati sel sperma manusia (spermatozoa) adalah Hamm dan Leeuwenhoek pada tahun 1677, lebih 1000 tahun setelah ayat ini turun. Hamm dan Leuwenhoek pun ketika itu masih salah mendiskripsikan tahap perkembangan embrio.

2. Informasi tentang Pusat Perasa di Kulit

Dulu orang percaya bahwa saraf perasa terdapat di seluruh tubuh dengan kepekaan yang sama. Namun ilmu pengetahuan modern mengungkap kekeliruan ini, ternyata pusat kepekaan terhadap rasa sakit dan lainnya terletak pada kulit di mana jarum suntik hanya terasa sakit pada kulit. Al-Qur’an menyebutkan hakikat ini sebelum penemuan para ahli.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa : 56).

Maksudnya: Perasaan sakit menerima azab terpusat pada kulit mereka dan apabila kulit itu telah hangus matang mereka tidak merasakan azab lagi. Oleh karenanya, Allah swt. Yang Maha Mengetahui ciptaan-Nya menggantinya dengan kulit yang baru agar mereka tetap merasakan azab.

3. Sesaknya Dada

Para pilot membuktikan tentang semakin sesaknya dada mereka setiap kali mereka menambah ketinggian di udara sampai-sampai mereka merasa tercekik karena tak mampu bernafas akibat semakin berkurangnya kadar oksigen. Realita ini belum diketahui sebelumnya, orang menganggap bahwa udara tersedia sampai ke planet-planet dan bintang-bintang yang ada di langit. Sedangkan Al-Qur’an telah mengungkap hakikat ini sejak empat belas abad lebih. Allah swt. berfirman:

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Al-An’am : 125).

Maksudnya: Barangsiapa berhak disesatkan Allah swt karena amal-amalnya yang buruk dan permusuhannya terhadap Islam, maka Allah swt. menjadikan dadanya sempit bila mendengar mauizhah (nasihat) yang mengingatkannya tentang kebenaran Islam seperti sempitnya dada orang yang naik ke langit. Hal ini tidak diketahui manusia yang tidak beriman sebelum mereka menggunakan pesawat terbang. Lalu apakah Nabi Muhammad saw. memiliki pesawat khusus untuk menyampaikan informasi ini? Atau apakah yang disampaikan semata wahyu yang berasal dari ilmu Allah SWT?!

Demikianlah, Al-Qur’an mengandung informasi yang baru terungkap kebenarannya setelah berabad-abad lamanya seiring kemajuan ilmu pengetahuan. Kebenaran ini sebagai bukti bahwa Al-Qur’an semata-mata wahyu Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad SAW. Al-Qur'an mendahului ilmu pengetahuan (sains).Wallaahu a’lam bish shawab.

====================================================
MATERI INI (DALAM BENTUK E-BOOK) BISA DIDOWNLOAD DI SINI
16:03 | 8 komentar

Masukkan alamat e-mail untuk mendapatkan up date Bersama Dakwah