Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Facebook  |  Twitter  |  Pasang Iklan

Menangis di Malam Pertama

Written By Admin BeDa on Rabu, 30 Juni 2010 | 16:00


"Saat malam pertama... aku menangis," kata seorang rekan kerja bercerita kepada kami. Suasana santai pada waktu itu mendadak berubah mendengar penuturannya. Sebagian dari kami sudah tidak sabar untuk tahu apa sebabnya. Menghela nafas panjang, ada apakah gerangan. Mengapa seorang laki-laki menangis di saat-saat yang seharusnya membahagiakan seperti itu?

"Kenapa kau malah menangis di saat bahagia seperti itu?," akhirnya keluar juga pertanyaan itu. Pertanyaan yang sebetulnya ada dalam diri semua orang yang mendengar cerita ini.

"Aku menangis karena terbebani dengan pikiran bagaimana caraku mengembalikan hutang untuk resepsi siang tadi." Jawabnya polos. Setelah itu ia pun meneruskan ceritanya lebih detail. Tentang resepsi pernikahannya yang menghabiskan biaya besar. Tentang kemampuan finansialnya saat itu. Sudah berlalu beberapa tahun memang. Tapi ia baru menceritakannya di kesempatan ini.

Ada sebuah hikmah berharga dari apa yang dialami kawan saya tadi. Banyak kita dapatkan kejadian yang hampir sama. Mungkin hanya keberadaan tangisnya yang berbeda. Karena tuntutan sosial, gengsi, atau keinginan agar menjadi momen luar biasa yang tiada taranya, kita terjebak pada sikap berlebih-lebihan saat melangsungkan walimah; resepsi pernikahan.

Maka tidak sedikit yang kemudian memilih gedung megah untuk pernikahannya. Membuat undangan yang lux dan mahalnya luar biasa. Dekorasi kelas tinggi dengan segala ornamennya yang gemerlap. Bahkan menambahkan acara hiburan dalam walimah itu sebagai suguhan yang mengundang decak kekaguman. Semuanya menjadi memberatkan. Kemampuan finansial sebenarnya belum menjangkaunya. Tapi demi motif yang melatarinya, ia pun rela berhutang. "Biarpun resikonya harus melunasi selama bertahun-tahun," begitu tekad awalnya, "akan kulakukan". Maka yang terjadi kemudian adalah penyesalan...

Ada juga yang memiliki keinginan seperti itu tapi belum genap keberanian sehingga langkahnya masih terhenti. Dalam pikiran ia telah memiliki ruang harapan sekelas itu, namun kekhawatiran masih menggelayuti. Biasanya terjadi pada mereka yang kemampuan finansialnya lebih rendah lagi. Maka akibatnya adalah menunda genapnya separuh agama itu. Menunda dan menundanya lagi. Untuk mahar sebenarnya tidak ada masalah karena budaya Indonesia tidak seperti budaya Arab yang mensyaratkan mahar bernilai puluhan juta. Kemampuan memberikan nafkah kebutuhan primer pun sebenarnya sudah dimiliki. Namun mereka tidak berani melakukan akad mulia yang digambarkan sebagai mitsaqan ghaliidha itu karena dihantui pikirannya sendiri. Ia belum mampu membiayai walimah sekelas bayangan yang selalu menghiasi hari-harinya.

Entah dari mana asal muasal walimah mewah yang justru memberatkan atau malah membuat takut menikah seperti itu. Yang jelas, walimah di dalam Islam yang terpenting adalah i'lan-nya: pengumuman pernikahan, sehingga masyarakat tahu bahwa lelaki muslim dan wanita muslimah telah menikah, menjadi keluarga baru.

Maka kita pun mendapatkan banyak riwayat betapa simple-nya walimah di zaman Rasulullah. Mudah, ringan. Tidak memberatkan. Murah, tetapi tetap meriah. Misalnya ketika Abdurrahman bin Auf menikah. Rasulullah memerintahkannya mengadakan walimah: "Adakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing." Begitu sabda beliau. Saat itu Abdurrahman bin Auf sedang merintis bisnisnya di Madinah. Sebelumnya ia orang yang kaya raya. Kelak juga menjadi orang yang lebih kaya raya lagi; raja bisnis di Madinah. Rasulullah tahu potensi Abdurrahman bin Auf seperti itu. Namun beliau tidak pernah menyuruh Abdurrahman bin Auf menggelar walimah besar-besaran entah dengan hutang atau apa, toh Abdurrahman bin Auf punya potensi membayarnya. Tidak. Rasulullah tidak pernah menyuruhnya berhutang.

Demikian pula kebiasaan Rasulullah sendiri. Dengarlah Anas bin Malik radhiyallaahu anhu menceritakan: "Tidaklah aku saksikan bagaimana Rasulullah menyelenggarakan walimah untuk istri beliau seperti yang aku saksikan saat beliau menikahi Zainab. Baliau menyembelih seekor kambing." Hadits riwayat Imam Bukhari ini menyiratkan betapa walimah dengan seekor kambing sudah termasuk istimewa. Betapa sederhananya dibandingkan relaitas kita hari ini.

Maka bagi Antum yang belum menikah, sesuaikanlah walimah dengan kemampuan finansial antum dan jangan berlebih-lebihan. Semoga tidak ada lagi pengantin yang menangis di malam pertama karena mikir walimah. Dan semoga bukan alasan walimah yang membuat sebagian kita belum juga menikah. [Muchlisin]
16:00 | 14 komentar

Tiba di Gaza, Delegasi Indonesia Bangun Rumah Sakit Baru


Wajah-wajah ramah tampak semakin cerah ketika berhasil menginjakkan kaki di bumi Gaza. Sesaat setelah melewati gerbang Rafah. Sebanyak 35 orang delegasi Indonesia akhirnya berhasil memasuki Gaza yang sudah diblokade Israel selama hampir empat tahun.

Delegasi ini terdiri dari 20 orang anggota DPR RI dari komisi I serta 15 orang dari LSM kemanusiaan seperti MER-C, KISPA, KNRP, Dompet Dhuafa dan lainnya. Delegasi yang dipimpin oleh Marzuki Ali ini ditemui langsung oleh Perdana menteri Ismail Haniya, pemerintah Gaza dan anggota Dewan Legislatif Palestina di Gaza yang mayoritasnya dari Fraksi Reformasi dan Perubahan (Taghyir wal Islah) dari Gerakan Perlawanan Islam Hamas.

Selain bertemu selama 6 jam dalam dengan anggota dewan Palestina, delegasi ini juga menyerahkan bantuan pemerintah Indonesia senilai 2 juta dollar untuk pembangunan sebuah rumah sakit di Gaza. Rencananya, Marzuki Ali yang akan meletakkan batu fondasi pertama pembangunan rumah sakit ini.

Delegasi Indonesia juga akan melakukan serangkaian kunjungan ke beberapa wilayah Gaza untuk menyaksikan secara langsung lokasi-lokasi yang hancur akibat serangan Israel pada Desember 2008 – Januari 2009 lalu.[AN]
12:00 | 14 komentar

Israel Takut Boikot Internasional Makin Meluas

Written By Admin BeDa on Selasa, 29 Juni 2010 | 13:00


Pemimpin Zionis makin khawatir akan meluasnya boikot internasional, khususnya dari negara-negara Eropa. Kekhawatiran serupa juga merasuki negara-negara pendukung Israel. Boikot internasional ini semakin meluas bersamaan dengan meluasnya dukungan atas Palestina. Harian Maarev, Senin kemarin (28/06) menyebutkan kekhawatiran itu.

Ketakutan ini cukup beralasan. Pasalnya, dukungan pada Palestina yang kini meluas di Eropa khususnya paska serangan Israel terhadap Armada Kebebasan dan arogansi pemerintah zionis itu untuk tetap memblokade Gaza, membuat sebagian negara Eropa sudah mulai memboikot produk Israel. Jika ini terus berlanjut, kerugian ekonomi akan menjadi hal yang sangat berbahaya. Tidak hanya bagi eksistensi Israel tetapi juga negara-negara pendukung yang kemarin telah bertemu presiden Shimon Perez untuk membahas masalah ini.

Lebih jauh dari itu, pemboikotan di Eropa ternyata tidak hanya tentang produk-produk Israel. Diberitakan bahwa Turki kini telah menutup wilayah udaranya untuk pesawat Israel. Radio Israel menyebutkan bahwa Anatolia News Agency yang melaporkan berita putusan Perdana Menteri Erdogan tersebut.[AN]
13:00 | 9 komentar

Suami, Istri, dan Bidadari


Wakil gubernur yang saat itu mengisi ceramah mendoakan: "Ibu-ibu yang mendengarkan ceramah ini saya doakan masuk surga, berkumpul dengan suami-suaminya di sana." "Amiin", jawab ibu-ibu serempak.

Kini wakil gubernur itu menghadapkan wajahnya ke audien laki-laki. "Bapak-bapak yang hadir di sini saya doakan masuk surga, berkumpul dengan istri-istrinya di sana." Diam. Tak ada amin. Wakil gubernur itu tahu apa maksud para lelaki. Ia pun berkata sambil tersenyum: "Mengapa bapak-bapak tidak menjawab amiin? Bukan karena bapak-bapak tidak mau masuk surga, tetapi tidak mau ketemu istrinya lagi. Maunya ketemu bidadari saja. Iya tidak?" kontan suasana jadi ger-geran oleh tawa bapak-bapak, di samping agak riuh oleh komentar masing-masing lelaki pada teman sebelahnya.

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 23 Juni 2010 itu bukan hanya menyiratkan kesetiaan istri yang pada umumnya lebih tinggi dari kesetiaan suami. Hasil survey yang dirilis di Kompas pada tanggal 6 April 2010, misalnya. Ketidaksetiaan suami dibanding istri adalah 40 berbanding 25.

Lebih dari itu, peristiwa di atas menggambarkan betapa kita sering berpikir tentang akhirat dengan logika dunia. Bahwa kenikmatan di akhirat kita pahami seperti kenikmatan di dunia. Sehingga ketika para suami mendapatkan keterangan tentang bidadari, misalnya dalam riwayat Bukhari: "Seandainya salah seorang bidadari surga menampakkan dirinya kepada penduduk bumi, niscaya cahaya tubuh dan keharuman baunya akan memenuhi ruang antara langit dan bumi, serta kerudung rambutnya lebih indah dari dunia seisinya." Ia kemudian berpikir untuk tidak lagi melirik istrinya dan lebih memilih bidadari.

Lalu akal manusia pun membawa hadits-hadits lain tentang kenikmatan akhirat dengan logika yang sama: logika dunia. Sampai-sampai dalam kebahagiaan akhirat itu tersimpulkan ketidakadilan. Na'udzubillah. Misalnya ketika mendengar lelaki yang masuk surga mendapatkan bidadari. Timbul pertanyaan, bagaimana dengan muslimah yang masuk surga? Apakah mendapat bidadara? (istilah 'memaksa' untuk lawan jenis bidadari). Jika tidak bukankah tidak adil? Lagi-lagi logika dunia akan membawa kesimpulan yang salah. Logika dunia berlaku di sini, namun akhirat memiliki logikanya sendiri.

Mengakhiri renungan singkat ini, simaklah hadits keutamaan wanita muslimah atas bidadari yang dituturkan oleh Ummu Salamah:
Aku bertanya, "Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?" Beliau menjawab, "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak nampak. Aku bertanya lagi, "Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?" Beliau menjawab, "Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, 'kami hiduo abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.'" (HR. Thabrani)

Hadits di atas, semoga saja tidak hanya mengubah persepsi suami terhadap istrinya, namun juga memotivasi para istri karena kedudukan mereka lebih mulia daripada bidadari tatkala mereka dimasukkan Allah ke dalam surga-Nya. Wallaahu a'lam bish shawab. [Muchlisin]
10:00 | 9 komentar

Kontribusi Muslimah dalam Mihwar Daulah

Written By Admin BeDa on Senin, 28 Juni 2010 | 18:00


Judul Buku : Kontribusi Muslimah dalam Mihwar Daulah
Penulis : Sumaryatin Zarkasyi
Penerbit : Era Adicitra Intermedia, Solo
Cetakan Ke : 1
Tahun Terbit : Jumadatas Tsaniyah 1431 H/Juni 2010
Tebal Buku : xxiv + 176 halaman

Sejak dakwah Islam lahir pada tahun pertama kenabian, sejak saat itu pulalah peran muslimah dimulai. Maka kita pun mendapatkan hadits kedua Imam Bukhari menjadi bukti kontribusi pertama muslimah dalam dakwah. Saat Rasulullah tiba di rumah dari gua Hira dengan pengalaman spiritualnya yang luar biasa, beliau masih dalam ketakutan. Satu hal yang wajar sebab beliau baru saja bertemu dengan makhluk yang tidak biasa beliau lihat. Lebih dari itu beliau mendapatkan tanggungjawab besar sebagai nabi.

Dalam kondisi seperti itulah beliau berkata: "Zammilunii... zammilunii..." (Selimuti aku, selimut aku..). Khadijah mengerti. Ia melakukan perannya. Ia wanita pertama yang telah berhasil menyemaikan dakwah yang saat itu baru mengecambah agar tetap bertumbuh. Maka Khadijah tidak hanya menyelimuti Rasulullah agar kondisi fisiknya membaik. Lebih dari itu Khadijah memotivasi sang suami agar yakin bahwa tidak ada hal yang salah pada dirinya. "Jangan takut, demi Allah, Tuhan tidak akan membinasakan engkau. Engkau selalu menyambung tali persaudaraan, membantu orang yang sengsara, mengusahakan barang keperluan yang belum ada, memuliakan tamu, menolong orang yang kesusahan karena menegakkan kebenaran." Begitu pandainya Khadijah meyakinkan.

Tidak berhenti di situ. Khadijah juga membawa Rasulullah kepada pamannya. Waraqah sang ahli kitab. Dari sanalah keyakinan keduanya semakin mantab. Ya, Muhammad telah menjadi Nabi. Maka sejak saat itu sejarah dakwah ditulis. Namun ia telah ditulis dengan adanya peran muslimah. Khadijah yang pertama kali percaya dan menjadi muslimah. Khadijah ummul mukminin yang memberikan langkah awal dan teladan pertama bagi kiprah muslimah berikutnya.

Kini kita hidup di era yang berbeda. Sejarah dakwah telah berusia lebih dari empat belas abad sejak muslimah pertama berperan menyokongnya. Kita kini hidup di abad modern yang memiliki karakteristik zamannya sendiri. Banyak hal yang telah berubah. Bahkan dakwah di masa modern ini pun telah disusun sedemikian rupa dalam berbagai orbit atau mihwar-nya. Sejak mihwar tandzimi, mihwar sya'bi, mihwar muassasi, dan mihwar daulah yang tengah disambut dengan berbagai persiapan dan strategi. Banyak hal yang berubah. Namun tetap ada yang harus "abadi". Diantaranya adalah kontribusi muslimah.

Ya, peran muslimah tidak boleh berhenti. Apapun mihwarnya, di sana ada dan butuh peran muslimah. Apapun zamannya, dakwah tetap menghajatkan kontribusi muslimah. Pun dalam mihwar daulah nanti. Buku Kontribusi Muslimah dalam Mihwar Daulah ini akan menjadi peta jalan (roadmap) bagi para aktifis dakwah muslimah dalam memberikan kontribusi terbaiknya di mihwar daulah.

Memahami Realitas Muslimah

Hal pertama yang perlu dilakukan aktifis dakwah muslimah adalah introspeksi. Introspeksi nasib kaumnya. Memahami realitas muslimah. Realitas muslimah sebagai pribadi, dalam keluarga, dan realitas masyarakatnya. Secara jujur kita akan menemukan kata kunci untuk menggambarkan realitas muslimah masa kini: lemah!

Sebagai pribadi, banyak muslimah di negeri ini yang masih mengalami kekeringan jiwa, tidak memahami tujuan penciptaannya, dan dilanda keputusasaan. Pendek kata, mereka masih jauh dari Islam. Disebutkan satu contoh dalam buku ini, ketika Yusuf Islam (Dulu Cat Steven) memberikan ceramah di Jakarta pada tahun 90-an, ia tidak menyangka kalau negeri ini adalah berpenduduk mayoritas muslim. Ini karena di jalan-jalan yang dilaluinya yang ia temukan justru wanita-wanita yang tidak menutup aurat.

Realitas keluarga di Indonesia tidak jauh berbeda dari kondisi di atas. Secara ekonomi banyak keluarga yang miskin secara ekonomi dan bodoh secara pendidikan. Keduanya lalu dipertahankan oleh keluarga-keluarga baru yang terbentuk tanpa kesiapan yang memadai. Tidak siap membangun keluarga, juga tidak siap mendidik anak-anak yang lahir nantinya. Maka kemiskinan, kebodohan, ketidaksiapan itu seperti telah menjadi lingkaran setan yang sulit diputuskan.

Lalu masyarakat. Ia juga tidak lebih baik dari keduanya. Karena pada dasarnya masyarakat adalah bangunan besar dari keluarga-keluarga yang tentu saja terdiri dari individu-individu. Diantaranya adalah muslimah, yang bahkan menjadi unsur terbesar pembentuk masyarakat. Realitasnya, masyarakat kita saat ini telah terserang berbagai penyakit. Mulai dari individualisme, hedonisme, sekuler, sampai pornografi.

Realitas yang demikian, bagi aktifis dakwah muslimah, seharusnya menjadi pemicu dan tantangan tersendiri untuk meningkatkan kontribusinya dalam memperjuangkan Islam. Realitas ini -yang jika dipahami dengan baik- akan mendorong semakin kuatnya azzam untuk melakukan perubahan dan perbaikan. Akan menjadi landasan mengapa muslimah harus berkontribusi, terutama di mihwar daulah nanti.

Peran Muslimah di Semua Maratibul Amal
Islam merupakan din yang syamil mutakamil. Ia melingkupi seluruh aspek kehidupan. Maka kita akan mendapatkan bahwa dalam setiap aspek kehidupan ini Islam telah menyediakan aturannya; ada yang bersifat umum ada yang detail. Pada saat Islam diaplikasikan dalam segala aspek kehidupan itulah maka peradaban Islam yang gemilang akan terwujud.

Sementara kini, dakwah tengah berjalan menuju ke sana. Ada banyak konsep dalam tiap gerakan dakwah yang ditawarkan lalu menjadi manhaj perjuangannya masing-masing. Namun, kebertahapan adalah sebuah sunnatullah yang bisa didapatkan intisarinya dalam Al-Qur'an dan hadits. Mungkin pencapaiannya akan terasa lama. Tetapi inilah cara yang efektif dan ditemukan dari dua pusaka Islam tersebut. Formulasi tahapan perjuangan seperti ini disebut Hasan Al-Banna sebagai maratibul amal. Seperti contoh yang diberikan Khadijah dalam permulaan dakwah, aktifis dakwah muslimah di era sekarang pun tidak boleh berdiam diri. Ia harus ambil bagian dalam semua maratibul amal. Muslimah harus berperan.

Pada Islahun Nafsi atau perbaikan diri sendiri akhwat muslimah harus serius dalam melakukan siyasatun nafs. Yaitu bagaimana agar unsur dalam diri dapat mengendalikan unsur dalam diri lainnya. Potensi taqwa mengendalikan potensi fujur. Potensi kebaikan mengalahkan potensi keburukan. Lalu ia berkontribusi dalam upaya memperbanyak muslimah lain melakukan ishlahun nafsi pula dengan cara : pertama, menjadikan diri sebagai teladan. Kedua, menginspirasi orang-orang terdekat, baik keluarga, saudara, sahabat atau teman untuk melakukan ishlahun nafsi. Ketiga, Berusaha tetap istiqamah dalam memperbaiki dirinya dan mengajak orang terdekat untuk melakukan hal yang sama. Proses ini harus terus dilakukan hingga kematian menghentikan.

Pada Takwin Bait al-Muslim, muslimah juga memiliki kontribusi. Ada istilah siyasatul usrah yang dipakai Sumaryatin Zarkasyi di sini. Bagaimana agar muslimah bisa mengatur rumah tangga, sementara suami tetap pemimpin dalam keluarga. Maka kontribusi muslimah mewujud dalam bentuk menjadi istri yang shalihah, menjadi anak yang shalihah bagi orang tuanya, menjadi ummi madrasah bagi anak-anaknya, yang mampu menjadi teladan bagi mereka serta menjalankan peran taurits (pewarisan), baik pewarisan ideologi, cita-cita, dan kebaikan.

Pada Irsyad Al-Mujtama', kontribusi muslimah yang perlu dilakukan adalah menjadi daiyah dengan pemahaman metode dan fiqih dakwah yang baik, berkhidmah melalui profesi dan keilmuan di bidangnya untuk kemajuan masyarakat, dan peduli serta terlibat dalam upaya penyelesaian problem-problem pokok masyarakat terdekat. Mungkin tidak semua akhwat muslimah berkesempatan melakukan semua kontribusi itu. Misalnya khidmah keilmuan dan profesi. Ini terutama bagi muslimah yang diamanahi profesi tertentu. Bukan berarti lalu muslimah yang "profesi"-nya sebagai ibu rumah tangga kurang kontributif. Bukan. Semua sesuai dengan level dan kemampuan masing-masing. Namun, dalam level apapun, akhwat muslimah harus mengukir tinta emas dalam kehidupannya.

Pada Tahrirul Wathan, akhwat muslimah bisa memberikan kontribusinya dalam bentuk pembelaan atas setiap jengkal tanah kaum muslimin yang terzalimi dan berkontribusi dalam mewujudkan kemerdekaan yang hakiki. Tentu dalam kontribusi ini tidak otomatis sama dengan peran ikhwan. Namun ia tetap memiliki komitmen dan kontribusi, sebagaimana muslimah Palestina yang menanamkan jiwa jihad dalam diri anak dan suaminya, bahkan ada sebagiannya yang turut langsung terjun ke medan jihad melawan penjajah Israel.

Pada Islahul Hukumah, akhwat muslimah pun perlu berkontribusi. Muslimah harus menggunakan hak-hak politiknya dalam memperbaiki pemerintahan. Apalagi fakta berbicara bahwa wanita adalah pemilih terbesar yang otomatis jumlah suaranya lebih menentukan siapa yang berhak menjadi pemerintah. Setingkat lebih tinggi dari itu adalah peran muslimah untuk turut melakukan tarbiyah siyasiyah dan advokasi kepada masyarakat agar sadar politik dan tergerak melakukan perbaikan. Lebih besar lagi tanggungjawabnya di bidang ini, adalah ketika muslimah berperan aktif dalam ranah publik dan politik. Tentu ini membutuhkan kesiapan yang lebih besar pula.

Pada Siyasatu Ad-Daulah, ada dua kaidah penting yang dikemukakan Ikhwan. Pertama, prinsip umum emansipasi antara laki-laki dan perempuan, bahwa muslimah memiliki peran yang tidak bisa dilakukan laki-laki, baik itu dalam pengurusan rumah tangga maupun pendidikan anak. Sedangkan dalam politik, sebagaimana wanita bukanlah jenis kelamin di bawah laki-laki, ia pun memiliki hak politik yang setara, dan berhak menempati posisi sebagai legislatif dan jabatan-jabatan kepemimpinan tertentu. Maka dalam maratibul amal ini kontribusi muslimah bisa mewujud dalam kontribusi di berbagai organisasi dan lembaga profesi, birokrat, termasuk legislatif. Intinya, muslimah perlu berkontribusi semampunya, mengoptimalkan potensi-potensinya dengan tetap mengambil jalan keseimbangan dan keadilan bagi peran-perannya.

Lalu pada maratibul amal yang ketujuh, Ustadziyatu Al-Alam, muslimah pun tetap dituntut kontribusinya. Pada tahapan inilah ditegakkan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama ini hanya menjadi milik Allah.

Karakter Muslimah di Mihwar Daulah

Sumaryatin Zarkasyi dalam buku Kontribusi Muslimah dalam Mihwar Daulah ini menjelaskan Karakter Muslimah di Mihwar Daulah pada bab 3. Karakter itu ada 5: Pertama, Bertaqwa. Ini karakter umum yang mudah diuraikan karena memang harus ada dalam mihwar apapun, kapan pun, di manapun. Karakter kedua adalah sejahtera. Sejahtera di sini menyangkut aspek ekonomi, kemananan fisik dan kenyamanan psikologis.

Lalu cerdas. Karakter ketiga ini menuntut muslimah membekali akalnya dengan hakikat yang benar, makna hidup terbaik, dan pengetahuan yang benar. Akhwat muslimah juga harus membekali akal pikirannya dengan sejarah Islam dan berbagai pengetahuan modern.

Karakter keempat adalah berdaya. Sehingga muslimah bisa memberikan kemanfaatan kepada diri, keluarga, masyarakat dan negaranya secara seimbang. Karakter kelima, berbudaya. Yakni dengan mewarnai budaya yang sudah ada agar menjadi islami dan mengembangkan iklim bidaya yang lebih kondusif bagi muslimah untuk memuliakan harkat dan martabatnya.

Agenda-agenda yang Perlu Diperhatikan Gerakan Akhwat Muslimah
Pertama, agenda dakwah di kalangan muslimah yang harus terus ditingkatkan. Sarana-sarana diperluas, secara sistemik perlu upaya mengorganisir dakwah muslimah agar menjadi lebih produktif. Dakwah muslimah harus mampu menawarkan solusi dan tidak lagi bersifat monologis. Perlu ada upaya pemberdayaan muslimah untuk mencapai keadilan dan kesejehateraan dunia-akhirat.

Kedua, agenda perlindungan terhadap perempuan, anak, dan keluarga. Gerakan dakwah akhwat muslimah harus berupaya menghapuskan tingkat kemiskinan dan kelaparan, membawa seluruh anak-anak mencapai pendidikan dasar, memberdayakan perempuan, mengurangi tingkat kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, pemerataan kesejahteraan, pemerataan akses sumber daya, pemerataan penyadaran, dan pemerataan partisipasi aktif.

Akhirnya, semoga buku Kontribusi Muslimah dalam Mihwar Daulah karya Sumaryatin Zarkasyi yang merupakan buku ke-12 dari 100 Buku Pengokohan Tarbiyah ini bisa menjadi peta jalan muslimah sehingga dapat turut berkontribusi secara signifikan dalam upaya pergerakan dakwah menyongsong mihwar daulah. [Muchlisin]

DALAM BENTUK E-BOOK, KONTRIBUSI MUSLIMAH DALAM MIHWAR DAULAH BISA DI-DOWNLOAD DI DINI
18:00 | 18 komentar

Hari Ini Dua Aksi untuk Palestina di Dua Negara Eropa


Setidaknya, hari ini terdapat dua aksi besar untuk Palestina yang diliput media internasional. Yang pertama berlangsung di Paris, Perancis. Dan yang kedua di London, Inggris.

Aksi Perancis Tentang Penghentian Siaran Al-Aqsa
Puluhan orang, baik muslim maupun non muslim menggelar demo di Paris. Dengan membawa bendera Palestina ukuran super besar, mereka juga melakukan long march dari Piazza Denver Roshroo di Selatan Paris dan melewati jalan-jalan besar di sana.

Mereka juga membawa gambar korban perang Israel di Gaza pada Desember 2008 dan Januari 2009. Terdengar kecaman berkali-kali terhadap Israel yang mereka nilai sebagai teroris.

Aksi ini digelar dalam rangka menentang keputusan pemerintah menghentikan siaran TV Al-Aqsa yang selama ini bisa mereka lihat. Memutus stasiun TV itu, menurut mereka, berarti memutus informasi dan menghambat perjuangan Palestina. Sementara perjuangan Palestina sekarang adalah seperti perjuangan Perancis pada tahun empat puluhan untuk membebaskan diri dari penjajahan.

"Menghentikan TV Al-Aqsa", kata pemimpin aksi Yasin Abdul Hakim, "adalah sebuah usaha yang jelas untuk membungkam suara rakyat berjuang untuk pemulihan tanah-tanah mereka selama lebih dari 60 tahun."

London Gelar Festival Palestina
Sementara pada hari yang sama, Ahad Malam waktu London, digelar festival Palestina yang berisi pertunjukan budaya untuk menggelorakan semangat kemanusiaan dan kepedulian masyarakat Inggris terhadap penderitaan rakyat Palestina di bawah pendudukan Israel.


Dalam acara ini ada suguhan film Palestina, lagu-lagu Palestina, bazar amal dan penjualan produk antik yang hasilnya akan disumbangkan kepada Palestina. Dalam acara ini juga ada pidato Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya yang disiarkan melalui video, selain pidato profesor hukum di University of Jordan Dr Ahmed Nofal.

Jika Perancis dan Inggris saja ada aksi kepedulian untuk Palestina, bagaimana dengan kita di Indonesia yang memiliki aqidah yang sama? [AN]
13:00 | 11 komentar

Atsar Wasilah Tarbiyah


"Kenapa antum jarang riyadhah, Akh?" tanya seorang murabbi setelah membaca form mutabaah. "Ana menyimpan energi untuk mukhayam bulan depan Ustadz" jawab al akh yang ditanya, dengan mimik yang cukup serius. Untungnya, di bulan berikutnya ia tidak menjawab, "Ana menyimpan energi untuk mukhayam tahun depan."

Dialog di atas barangkali hanya terjadi sekali itu. Tetapi substansinya mungkin sering terjadi, menghiasi perjalanan tarbiyah kita. Bahwa beberapa wasilah tarbiyah tidak membawa atsar (bekas, pengaruh) yang kokoh dalam keseharian kita. Mukhayam tampaknya menjadi contoh yang cukup tepat.

Wasilah tarbiyah yang satu ini memang berbeda dari wasail tarbiyah lainnya. Ia khas, karena memiliki perhatian pada aspek jasadiyah dengan porsi yang besar dan tidak ditemukan dalam wasail tarbiyah yang lain. Yang memprihatinkan adalah, jika kemudian ada pemahaman keliru. Bahwa mukhayam hanya untuk mukhayam. Bahwa tujuan mukhayam terhenti setelah mukhayam berakhir yang ditandai upacara penutupan. Tidak ada atsar sama sekali.

Mukhayam, sejatinya hanyalah sebuah charger. Atau stasiun pengisian energi tarbiyah jasadiyah. Selain melatih dan menguji daya tahan fisik, ia hanyalah stimulan agar aktifis dakwah memperhatikan hak jasadiyahnya; riyadhah, khususnya. Berakhirnya mukhayam hanyalah awal dari satu tahun riyadhah rutin. Yang dengannya aktifis dakwah memiliki kualitas fisik yang prima. Tidak mudah sakit, tidak rentan terhadap penyakit. Inilah upaya merealisasikan hadits Nabi: "Atas fisikmu, ada hak yang harus ditunaikan" Lalu dampaknya adalah kecintaan Allah. "Orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah" demikian sabda Nabi dalam kesempatan yang berbeda.

Kita mungkin akan bertanya saat membaca Risalah Ta'alim, mengapa Hasan Al-Banna mendahulukan qawiyyul jism daripada aspek lain termasuk matinul khuluq dan salimul aqidah? Karena Hasan Al-Banna menekankan pentingnya tarbiyah jasadiyah ini agar diperhatikan aktifis dakwah yang dalam aspek aqidah, akhlak, dan lainnya insya Allah tidak ada masalah.

Maka patut kita merenung: sudahkah mukhayam memberikan atsar dalam hari-hari kita? Keberhasilan mukhayam tidak hanya ditentukan oleh terlewatinya semua agenda kita di sana. Tidak hanya sebatas kuatnya kita melalui long march yang panjang atau pendakian yang tinggi. Tidak juga diukur dari sertifikat kelulusan yang telah kita dapatkan. Tapi yang lebih penting dari itu: apakah riyadhah kita menjadi lebih teratur? Apakah riyadhah kita sekaligus meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya?

Tentu, sesuai judul renungan ini, bukan hanya mukhayam yang perlu kita evaluasi. Ada mabit. Ada daurah. Ada wasail tarbiyah lain. Sudahkah semuanya memberikan atsar, atau hanya berlalu begitu saja?

O ya, meskipun al akh tadi salah dalam mempersiapkan diri dengan –justru- tidak melakukan riyadhah sebelum mukhayam, untungnya dia kuat menyelesaikan seluruh aktifitas mukhayam. Mungkin karenanya ia belajar untuk tidak mengatakan "Ana menyimpan energi untuk mukhayam tahun depan." [Muchlisin]
08:00 | 10 komentar

Disesalkan PBB, Israel Tetap Akan Gusur Warga Arab Yerusalem (Lagi)

Written By Admin BeDa on Kamis, 24 Juni 2010 | 09:00


Untuk kesekian kalinya, Israel mengabaikan seruan PBB dan menginjak-injak hukum internasional. Dengan dalih hendak mendirikan taman arkeolog di Yerusalem Timur, Israel berencana menghancurkan 22 rumah warga Arab di sana.

Rabu kemarin (23/06), Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon menyampaikan keprihatinan terhadap rencana itu. Ban juga mengatakan bahwa rencana itu bertentangan dengan hukum internasional.

"Tindakan yang direncanakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional, dan keinginan penduduk Palestina," kata Ban dalam pernyataan seperti dilaporkan AFP.

Meskipun mendapatkan peringatan, Israel bergeming. Rencana penggusuran akan tetap dilakukan. Sebab, menurut Israel 22 rumah tersebut dibangun tanpa izin Israel. Sedangkan dunia Internasional sampai hari ini tidak mengakui pencaplokan Yerusalem Timur oleh Israel sejak Juni 1967 lalu.

Di samping 22 rumah itu, masih ada 66 rumah yang juga akan dihancurkan. Meskipun bukan di atas tanah yang direncanakan hendak dibangun Taman Arkeolog, 66 rumah itu dimasukkan Israel dalam daftar "Rumah tanpa izin Israel". [AN]
09:00 | 14 komentar

Trik Licik Yahudi Mengurangi Blokade

Written By Admin BeDa on Selasa, 22 Juni 2010 | 17:00


Keputusan Israel untuk mengurangi blokade Gaza tidak lebih dari sebuah trik licik untuk memperoleh hasil yang lebih besar tanpa dikecam dunia. Hamas menjelaskan bahwa target di balik keputusan itu adalah untuk menipu masyarakat internasional, sehingga dapat tetap melanjutkan pengepungan atas Gaza.

"Ini adalah trik baru yang bertujuan untuk meningkatkan citra pengepungan dan mengamankan kelanjutannya bukan untuk mengakhiri blokade," kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri.

Alih-alih sebuah kemudahan sebagian blokade, rakyat Gaza "perlu penghapusan blokade, semua titik persimpangan terbuka dan menjamin pergerakan manusia dan barang, terutama bahan baku, bukannya meningkatkan jumlah barang," tambahnya.

Sementara itu, Ismail Radwan, seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada AFP bahwa Israel sedang berusaha "mengaburkan keputusan internasional untuk sepenuhnya mengangkat pengepungan di Jalur Gaza."

"Israel berusaha untuk meringankan tekanan internasional dan melanjutkan blokade itu", ia menambahkan.

Pada hari Kamis lalu, kabinet keamanan Israel memang mengumumkan rencana untuk mengurangi blokade tanah di Jalur Gaza. Keputusan itu disampaikan menanggapi kemarahan internasional pada serangan mematikan Israel di Gaza terhadap armada kebebasan yang berupaya menembus blokade Israel.

Serangan berdarah itu telah menewaskan 20 aktivis internasional dan 50 lainnya terluka.[AN]
17:00 | 7 komentar

Tarbiyah Siyasiyah

Written By Admin BeDa on Senin, 21 Juni 2010 | 18:00


Judul Buku : Tarbiyah Siyasiyah
Penulis : Ahmad Dzakirin
Penerbit : Era Adicitra Intermedia, Solo
Cetakan Ke : 1
Tahun Terbit : Jumadatas Tsaniyah 1431 H/Juni 2010
Tebal Buku : xxiv + 152 halaman

Ketika dakwah memasuki wilayah politik, tarbiyah siyasiyah mutlak dibuthkan. Bahkan, berangkat dari karakteristik Islam yang syamil, yang mengatur segala bidang kehidupan, tarbiyah siyasiyah pun menjadi keniscayaan.

Tarbiyah siyasiyah yang bermakna pendidikan politik sesungguhnya sangatlah luas. Ia bukan saja membahas teori-teori politik, tetapi sampai pada metode pengelolaan negara. Ia bukan saja terbatas pada pengetahuan politik, tetapi juga bagaimana memberdayakan umat untuk bisa berpartisipasi dalam perbaikan pemerintahan atau islahul hukumah.

Dalam buku ini, tarbiyah siyasiyah didefinisikan sebagai: "Upaya membangun dan menumbuhkan keyakinan dan nilai dalam rangka membentuk kepribadian politik yang dikehendaki melalui terbentuknya orientasi dan sensivitas politik para anggota sehingga menjadi partisipan politik aktif dalam kehidupan politik keseharian mereka."

Dengan demikian, sasaran yang hendak dicapai melalui tarbiyah siyasiyah adalah menculnya kesadaran politik (wa'yu siyasi), terbentuknya kepribadian politik (dzat siyasiyah), dan munculnya partisipasi politik yang aktif (musyarakah siyasiyah). Pada akhirnya, selain memiliki pemahaman epistemologis tentang politik dalam Islam dan keyakinan jalan Islam sebagai solusi (al-Islam huwal hallu), umat yang telah mendapatkan tarbiyah siyasiyah juga berafiliasi dalam amal jama'i sebagai upaya mengimplementasikan politik Islam yang telah mereka yakini.

Politik; Antara Islam dan Barat
Hal pertama yang menjadi bahasan dalam buku ini, bahkan sebelum definisi tarbiyah siyasiyah, adalah definisi politik itu sendiri. Agar relevan dengan kondisi sekarang serta bisa diketahui keunggulan politik Islam, maka perlu diperbandingkan politik dalam pandangan Barat dengan politik dalam pandangan Islam. Pandangan politik Barat bisa diketahui akarnya dari pemikiran politik Plato dan Aristoteles. Sehingga pokok-pokok pemikaran politik Barat terformulasikan ke dalam prinsip-prinsip pemisahan politik dengan etika, agama dengan hukum, pembedaan kedudukan antara masyarakat dan negara, kedaulatan politik dan personalitas negara dalam pembuatan hukum.

Sedangkan dalam Islam, politik harus bersumber dari agama. Sebagaimana karakter Islam yang syamil, mengatur segala segi kehidupan, maka politik pun harus sejalan dengan syariat. Bahkan definisi politik (baca: siyasah syar'iyah) itu sendiri berarti segala upaya untuk memperhatikan urusan kaum muslimin, dengan jalan menghilangkan kezaliman penguasa dan melenyapkan kejahatan musuh kafir dari mereka.

Maka perbedaan pertama antara politik Islam dan politik Barat (sekuler) adalah landasannya. Politik Islam dibangun dari tauhid, sementara politik Barat justru memisahkan politik dari agama. Standart kebenaran dalam politik Islam jelas, yaitu Al-Qur'an dan hadits, sementara standar kebenaran dalam politik Barat bersifat relatif, sesuai dengan kesepakatan rakyat (atau atas nama rakyat).

Perbedaan lainnya adalah sumber kedaulatan, legitimasi kekuasaan, dan aplikasi. Pada politik Islam, sumber kedaulatan adalah Allah SWT. Maka segala hukum dan keputusan politik harus bersumber dari sana. Sedangkan politik Barat menjadikan rakyat sebagai pemilik kedaulatan, tidak peduli apa aturan Tuhan. Dalam politik Islam, legitimasi kekuasaannya adalah manusia dengan nilai, semetara politik Barat minus nilai. Lalu pada tataran aplikasi, politik Islam cenderung stabil karena berpedoman pada nilai-nilai Ilahiyah yang sudah given, sementara politik Barat bersifat spekulatif dan penuh konflik.

Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Islam
Negara dan pemerintahan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Ada enam alasan yang menunjukkan hal itu. Pertama, Al-Qur'an memiliki seperangkat hukum –misalnya qishash, maliyah, dan jihad- yang pelaksanaannya membutuhkan negara dan pemerintahan. Kedua, pelaksanaan dan pengawasan aqidah, syariah, dan akhlak yang telah diatur dalam Al-Qur'an membutuhkan intervensi negara. Ketiga, adanya ucapan-ucapan nabi yang dapat menjadi istidlal bahwa negara dan pemerintahan menjadi elemen penting dalam ajaran Islam. Keempat, perbuatan Nabi yang dapat dipandang sebagai bentuk pelaksanaan tugas-tugas negara dan kepemerintahan. Kelima, para sahabat lebih memprioritaskan memilih pemimpin pengganti Nabi daripada mengurus jenazah beliau. Dan keenam, kepemimpinan (imarah) telah menjadi bahan kajian dan pembahasan para ulama dalam kitab mereka sepanjang sejarah.

Dalam negara atau pemerintahan Islam, kepemimpinan tertinggi dikenal sebagai khilafah. Terminologi khilafah ini dipakai untuk menjelaskan tugas yang diemban para pemimpin pascakenabian. Kepemimpinan dalam perspektif khilafah –menurut Ahmad Dzakirin- lebih merefleksikan pemahaman terhadap nilai dan prinsip kepemimpinan yang benar menurut Islam ketimbang sebagai sebuah eksistensi maupun bentuk pemerintahan.

Kepemimpinan dalam Islam, yang pada tingkatan tertingginya merupakan implementasi tugas kekhilafahan, setidaknya harus memenuhi tiga syarat: integritas keilmuan, integritas moral (keshalehan individual), dan kemampuan profesional.

Dalam kaitannya dengan mekanisme pengangkatan kepemimpinan, Al-Qur'an dan Sunnah tidak menetapkan mekanismenya. Yang kita dapati adalah ijma' (kesepakatan) sahabat. Mereka memilih Abu Bakar, Umar hingga Ali dengan cara yang berbeda. Abu Bakar dengan musyawarah mufakat, Umar ditunjuk oleh pemimpin sebelumnya, Ustman melalui tim formatur, dan Ali secara aklamasi dibaiat kaum muslimin Madinah dan Kufah.

Selain kepemimpinan yang lebih condong sebagai eksekutif, dalam Islam juga dikenal ahlul hall wal aqdi yang menjalankan fungsi legislatif, dan adanya para qadhi atau hakim sebagai unsur yudikatif.

Sementara dalam penyelenggaraan pemerintahannya, politik Islam memiliki prinsip syura, prinsip keadilan, prinsip kebebasan, dan prinsip persamaan yang meliputi persamaan umum, persamaan di depan hukum, dan persamaan hak-hak sosial.

Islam dan Demokrasi

Demokrasi sebagai ide politik modern Barat merupakan hal yang tidak pernah berhenti untuk didiskusikan dalam perpolitikan Islam modern. Ini dikarenakan adanya hal-hal positif dalam demokrasi yang sejalan dengan nilai Islam dan bisa dimanfaatkan oleh Islam alih-alih pilihan-pilihan politik lain yang kemadharatannya jauh lebih besar. Namun demikian, ada banyak kelemahan sistemis dari demokrasi dalam praktiknya di negeri-negeri muslim.

Gerakan Islam dewasa ini sepatutnya untuk tidak keberatan dengan praktik demokrasi dan perlu secara tegas menepis kecurigaan dari kalangan sekuler bahwa demokrasi hanya dijadikan alat untuk mencapai kemenangan.

Belajar dari Gerakan Islam Turki
Pada bab terakhir, Ahmad Dzakirin mengajak gerakan Islam di Indonesia untuk belajar dari Gerakan Islam di Turki, khususnya AKP. AKP bisa memenangkan dua pemilu berturut-turut dengan suara mayoritas dan membawa rakyat Turki untuk mempercayai pemerintahan AKP dalam menyelesaikan berbagai problematika yang dihadapi Turki. [Muchlisin]

DALAM BENTUK E-BOOK, TARBIYAH SIYASIYAH BISA DI-DOWNLOAD DI DINI
18:00 | 4 komentar

Download 100 Buku Pengokohan Tarbiyah | Intisari


100 Buku Pengokohan Tarbiyah adalah karya monumental para kader dakwah dari berbagai wilayah yang dihumpun oleh tim dalam sebuah format program dan diterbitkan oleh Era Adicitra Intermedia. Tim 100 buku pengokohan tarbiyah ini diketuai oleh Ustadz Cahyadi Takariawan dan beranggotakan dua ustadz lain yaitu Wahid Ahmadi dan Eko Novianto.

100 buku pengokohan tarbiyah diharapkan menjadi bagian dari upaya penguatan ruh tarbiyah di kalangan kader dakwah. Penguatan tarbiyah ini merupakan hal yang sangat mendasar pada pergerakan dakwah dan menjadi tema yang relevan pada setiap mihwar.

Kader dakwah tentu menyambut gembira terbitnya 100 buku pengokohan tarbiyah ini. Namun tidak semua kader berkesempatan membeli dan membacanya. Baik karena alasan finansial maupun distribusi yang sulit menembus beberapa daerah. Untuk itu Bersama Dakwah berupaya menyediakan ebooknya untuk didownload gratis. Tentu saja ebook yang dimaksud bukan keseluruhan buku ini karena itu bisa melanggar hak cipta. Bersama dakwah hanya membuat ebook intisari 100 buku pengokohan tarbiyah ini.

Berikut ini 100 buku pengokohan tarbiyah yang sudah dicetak dan intisarinya bisa didownload pada link download di bawah ini:
1. Menyongsong Mihwar Daulah » DOWNLOAD
2. Tegar di Jalan Dakwah » DOWNLOAD
3. Menghidupkan Suasana Tarbawi di Mihwar Muassasi » DOWNLOAD
4. Rijalud Daulah; Sosok Kader Mihwar Daulah » DOWNLOAD
5. Retorika Haraki » DOWNLOAD
6. Tarbiyah Madal Hayah » DOWNLOAD
7. Menuju Kemenangan Dakwah kampus » DOWNLOAD
8. Keakhwatan 1 » DOWNLOAD
9. Keakhwatan 2 » DOWNLOAD
10. Tarbiyah Siyasiyah » DOWNLOAD
11. Problem dan Solusi Kaderisasi » DOWNLOAD
12. Kontribusi Muslimah dalam Mihwar Daulah » DOWNLOAD
13. Semangkuk Cocktail Cinta » DOWNLOAD
14. Tak kenal Maka Taaruf » DOWNLOAD
15. Al-Fahmu; Rukun Utama Kemenangan » DOWNLOAD
16. Tarbiyah Ijtima'iyah » DOWNLOAD
17. Menjadi Murabbi Itu Mudah » DOWNLOAD
18. Rumah Kita Penuh Berkah » DOWNLOAD
19. Tarbiyah Ruhiyah » DOWNLOAD
20. Memotret Wajah Dakwah » DOWNLOAD
21. Tarbiyah Iqtishadiyah » DOWNLOAD

Semoga ebook 100 buku pengokohan tarbiyah ini bermanfaat. Bila ada link yang error atau kesalahan dalam ebook ini mohon disampaikan melalui komentar di bawah ini.[]
16:00 | 28 komentar

Saat Amanah Menjadi Kolam Buaya


Pemuda ini memang parlente. Dia sosok yang suka bermain, juga melankolis. Sangat membenci peperangan. Maka ketika Sultan Nuruddin Mahmud Zanki menyuruhnya ikut berjihad mempertahankan Mesir dari Serbuan Raja Yerusalem Almaric, ia sangat keberatan. "Aku tidak sudi berperang," katanya, "meski seluruh kerajaan Mesir diberikan padaku."

Namun Sultan terus memaksa. Juga sang paman, Asadudin Syirkah. Pemuda ini mau tidak mau harus menemani mereka.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 1164. dan saat itulah dia mulai memiliki pandangan yang berbeda tentang jihad. Jihad pertama yang diikutinya mulai mengubah dirinya. Ia melihat langsung bagaimana jihad yang sebenarnya. Di dalamnya ada kasih sayang; terhadap anak-anak, para manula, dan wanita. Dalam jihad persaudaraan lebih terasa; antar mujahidin yang saling menjaga, tidak mau kehilangan, dan ada itsar di sana. Dalam jihad itu ia merasakan kedekatan dengan Rabb-Nya. Sebab kematian selalu mendekatinya; dalam setiap denting beradunya pedang, dalam lesatan anak panah, dalam lemparan tombak-tombak. Maka tawakkal menjadi dominan. Maka kekhusyukan saat shalat begitu terasa.

Sejak saat itulah, pemuda tampan ini berubah menjadi pemberani. Tumbuh menjadi seorang ksatria. Berkembang menjadi pemimpin yang berwibawa. Dialah yang kemudian berhasil membebaskan Palestina. Namanya Yusuf. Namun kita lebih mengenalnya dengan nama populernya: Muhammad Shalahuddin Al-Ayyubi.

Itulah amanah. Seringkali amanah yang dipikulkan kepada seseorang menjadi pemicu untuk berubah. Menjadi stimulan untuk bertumbuh. Menjadi detonator yang mampu meledakkan setiap potensi. Maka tiba-tiba ia menjadi luar biasa.

Kita sering mendengar kisah kolam buaya. Begitulah amanah kadang-kadang memaksa kita menjadi lebih cepat dan lebih tangkas. Alkisah, ada seorang yang tidak pandai berenang. Ia lamban. Saat berada di kolam buaya, teman-teman mendorongnya ke sana. "Bluur!" saat air mulai menyentuh kulitnya, ia hanya berpikir dua hal: berenang secepat-cepatnya, atau tersusul buaya dan menjadi mangsa. Langsung saja ia menggerakkan tangan dan kakinya. Secepat kilat ia menyelamatkan diri. Berhasil. Bukan hanya selamat dari kejaran buaya, ia juga memecahkan rekor perenang tercepat.

Bagi kita yang kini mendapatkan amanah, tentu ia menjadi hal yang berat. Hampir-hampir saja kita menolak. Bahkan sudah menolak tetapi tidak dikabulkan oleh jama'ah. Kita mungkin merasa bukan orang tepat. Bukan orang yang terbaik. Sebagaimana perkataan Abu Bakar saat dipilih menjadi khalifah: "Aku bukanlah orang terbaik diantara kalian". Namun justru dengan amanah itu Kita akan menjadi lebih baik. Pada mulanya kita dipaksa. Namun seperti kata KH. Rahmat Abdullah, selanjutnya menjadi pembiasaan, lalu akhirnya menjadi irama hidup.

Percayalah, tantangan yang kita hadapi selama menjalankan amanah tersebut akan mendewasakan kita. Akan membuat kita banyak belajar. Akan membuat kita lebih tegar.

Percayalah, problematika yang kita hadapi selama menjalankan amanah tersebut akan membuat kita terlatih membuat keputusan. Mendorong kita lebih berani bersikap. Membuat kita lebih bijaksana.

Percayalah, hambatan yang kita hadapi selama mengemban amanah itu akan membuat kita memeras otak. Mengasah akal. Lebih banyak membutuhkan pertolongan-Nya. Lalu kita pun bisa bertumbuh secara ruhiyah.

Percayalah. Kita tengah beruntung saat didorong dalam medan amanah. Ibarat dijatuhkan dalam kolam buaya. Asalkan kita ikhlas. Asalkan kita bersikap amanah. Dan semoga kita bisa menapaki jejak Yusuf yang berubah menjadi panglima sejati: Muhammad Sholahuddin Al-Ayyubi. [Muchlisin]
08:00 | 11 komentar

Iran Siap Berangkatkan Dua Kapal, Jerman Desak Israel Hapus Blokade

Written By Admin BeDa on Minggu, 20 Juni 2010 | 15:00


Bola salju terus berputar. Wacana penghapusan blokade Gaza yang digulirkan melalui Armada Kebebasan sebagai gong awal kini terus meluas. Meskipun Armada Kebebaasan sendiri tidak berhasil masuk ke Palestina karena dihadang Israel, kini semakin banyak negara yang mengetahui kondisi riil Gaza dan berempati.

Selain Libanon yang kapalnya kini menuju Gaza, Iran akan segera mengirimkan dua kapal bantuan ke Gaza. Sedangkan Jerman ikut mendesak Israel agar menghapus blokade yang selama ini memenjarakan rakyat Gaza.

Pejabat Bulan Sabit Merah Iran dalam sebuah laporan, Ahad kemarin (19/06) mengatakan dua kapal yang ditangani kelompok kemanusiaan telah siap dan menunggu persetujuan kementerian luar negeri untuk bertolak ke Gaza. 100 ribu warga telah mendaftar untuk ikut misi kemanusiaan itu.

"Kami siap tetapi masih menunggu izin kementerian luar negeri bagi kondisi politik, militer dan keamanan di kawasan itu," kata Mojtaba Majd, pejabat senior Bulan Sabit Merah.

Sementara parlemen Jerman membahas mosi pemerintah yang mendesak negara teroris Israel agar mengakhiri blokade lautnya terhadap Jalur Gaza. Mosi Pemerintah Jerman tersebut meminta Tel Aviv agar mengizinkan misi bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina masuk ke Jalur Gaza lewat laut. "Kondisi kehidupan penduduk sipil di Gaza mutlak segera diperbaiki," sebut mosi Pemerintah Jerman itu. [AN]
15:00 | 3 komentar

Kenapa Opini Zionis Terus Gagal?

Written By Admin BeDa on Sabtu, 19 Juni 2010 | 08:00


Oleh : Aharon Lubidat

Jika seseorang ingin memahami bagaimana awal mula kegagalan opini Israel dan kenapa ?. Maka ia tak perlu susah-susah, tinggal lihat saja foto Profesor Shabtazy Rozen, anggota komisi penyelidikan kasus flotilla yang dimuat dalam lembar pertama harian Yuve Negeri.

Dalam kondisi ini, satu gambar dapat mewakili ribuan kata-kata, bahkan lebih. Seorang yang sudah tua, memakai piyama musim panas yang tipis, dipadu dengan kaos kaki putih, duduk di atas sofa rumah yang sudah lusuh. Profesor Razin duduk di sofa, sementara disampingnya duduk seorang perawat Filipina, seorang pemuda yang lembut dan terus menebar senyum di tanganya ada map bertuliskan “Armada Gaza” .

Kegagalan opini tergambar dari foto ini, tanpa harus menghubungkan dengan kemampuan Profesor Razin, sebagai salah seorang pakar dunia dalam bidang hukum internasional. Tak diragukan lagi. Gambar ini mencerminkan pandangan kontras yang sedang ditampilkan kepada dunia.

Komite Turkel telah mengadakan pertemuan, sebelum usulan dari pihak Israel, demi tujuan-tujuan pihak luar. Hal ini menandaskan, komite yang akan dibentuk Isreal itu bisa meyakinkan dunia, bahwa komite ini akan menyelidiki kasus penyerangan tentara Zionis ke kapal flotilla. Penyelidikan yang dapat dipercaya dan professional, terbuka dan transfaran. Hasilnya dapat menjawab sejumlah pertanyaan terkait armada kebebasan.

Dunia harus melihat pribadi-pribadi yang jujur dan dapat dipercaya. Orang-orangnya professional, ahli di bidangnya. Tim ini sebagai tandingan bagi komisi yang dibentuk dunia internasional dan dibiayai oleh PBB.

Maka foto tersebut akan menarik dunia untuk menentukan hasil dari penyelidikan ini. Jika memang ini termasuk dalam misi komite ini. Dalam hal ini dalam suatu kondisi yang berupaya melarikan diri dari hanya penyelidikan tersebut yang tentunya tidak akan netral.

Maka jelas sekali gambar professor Razin yang disampingnya ada seorang perawat Filipina yang sedang membawa map bertuliskan Armada Kebebasan, menunjukan hakikat dari upaya Israel yang gagal.

Namun, kegagalan ini adalah kegagalan sejumlah pejabat dunia. Semuanya bisa saja melihat cara yang berbeda dan dengan sangat mudah. Setiap bayi yang masih menyusu mengetahui bahwa gambar tersebut harus menghasilkan sesuatu. Tidak ada masalah dengan anggaran atau kebijaksanaan tersembunyi. Hal itu bisa dibicarakan melalui koordinasi dalam pengambilan gambar sebelumnya.

Kini mereka berupaya untuk menghasilkan gambaran resmi bagi Razin yang memakai pakaian bagus. Ia duduk, sementara di balekangnya rak buku, tanpa kehadiran seorang perawat Filipina dan tanpa usaha tersembunyi untuk menyerahkan masalah flotilla. Dengan agenda ini, maka semangat rasialis sangat kentara sekali. Hal ini menunjukan bahwa seseorang walaupun ia tidak terlibat dalam kasus tersebut, tapi mungkin saja ia melakukan kesalahan.

Di dewan kabinet, khususnya departemen luar negeri pasti banyak ditemukan orang-orang yang mantap, professional, berpengetahuan mendalam. Mereka dapat melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar opini yang sederhana, sebagaimana telah lalu. Kalau begitu, kenapa kalian mempertanyakan. Semuanya terpampang dalam gambar professor Razin. Ketika kita mampu menjawab gambar ini, maka kita dapat menyelesaikan masalah Gaza. [asy, infopalestina]
08:00 | 3 komentar

Jenis-jenis Najis (1)

Written By Admin BeDa on Jumat, 18 Juni 2010 | 16:00


Setelah mengetahui pengertian najis, sekarang kita akan membahas jenis-jenis najis. Jika dalam beberapa pembahasan fiqih najis dibedakan menjadi najis mughaladhah (berat), najis mutawasithah (sedang), dan najis mukhafafah (ringan), Sayyid Sabiq tidak menguraikan itu dalam Fiqih Sunnah. Saat membahas bab ini beliau menjelaskan satu per satu 11 bahasan, yaitu bangkai, darah, daging babi, kencing dan kotoran manusia, wadi, madzi, mani, kencing dan kotoran binatang yang tidak dimakan dagingnya, binatang jallalah, khamr, serta anjing.

Berikut ini akan kita bahas yang pertama, yaitu bangkai.

a. Bangkai
Bangkai merupakan binatang yang mati begitu saja, tanpa disembelih menurut ketentuan agama. Ada beberapa hal yang termasuk dalam kategori bangkai, yaitu binatang yang dipotong atau dipatahkan lehernya hingga mati. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Waqid al-Laitsi,

مَا قُطِعَ مِنَ الْبَهِيمَةِ وَهِىَ حَيَّةٌ فَهُوَ مَيْتَةٌ

Binatang ternak yang dipatahkan lehernya atau dipotong dalam keadaan masih hidup, maka ia termasuk bangkai. (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud. Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan)

Namun, ada beberapa perkara yang dikecualikan dari binatang yang mati tanpa dimasukkan ke dalam kategori bangkai, yaitu sebagai berikut:

1. Bangkai ikan dan belalang. Ia tetap dianggap suci karena berdasarkan hadits Ibnu Umar ra,

أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ

Ada dua jenis bangkai dan darah yang dihalalkan kepada kita, yaitu bangkai ikan dan belalang. Sedangkan dua jenis darah yang dihalalkan kepada kita itu adalah hati dan limpa. (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Baihaqi dan Daruquthni)

Hadits tersebut dhaif. Akan tetapi, Imam Ahmad menshahihkan dan menganggapnya hadits mauquf, sebagaimana yang telah ditegaskan Zir'ah dan Abu Hatim. Sedangkan hadits seperti ini hukumnya marfu'. Artinya, silsilah sanadnya sampai kepada Nabi, karena ucapan sahabat yang menyatakan, "Kami dihalalkan, atau kami diharamkan" di mana ungkapan semacam ini adalah sama dengan sabda Nabi SAW dari segi maknanya. Bahkan dari segi hukum, pernyataan seperti itu adalah sama dengan ungkapan sahabat yang bermakna, "Kami diperintah atau kami dilarang." Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, Nabi SAW pernah bersabda mengenai hukum halal memakan kekayaan laut,

هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

Airnya suci lagi menyucikan dan bangkainya halal untuk dimakan.

2. Bangkai binatang yang tidak mempunyai darah mengalir, seperti semut, lebah, dan lain-lainnya, maka ia adalah suci. Jika ia jatuh ke dalam sesuatu dan kemudian mati, maka ia tidaklah menyebabkan tempat tersebut najis.

Ibnu Mundzir mengatakan, "Saya tidak tahu bahwa pertikaian pendapat dalam masalah ini, yaitu tentang hukum sucinya binatang yang tidak mempunyai darah yang mengalir. Akan tetapi, ada satu pendapat yang diriwayatkan dari Syafi'i dan ini merupakan pendapat populer dari mazhabnya bahwa binatang tersebut adalah najis. Akan tetapi, bila binatang itu jatuh dalam benda cair selama benda cair itu tidak akibat binatang tersebut, maka ia masih dimaafkan."

3. Tulang bangkai, tanduk, bulu, rambut, kuku, dan kulit serta perkara yang sejenis dengan itu, maka ia dikategorikan suci. Karena, asalnya adalah suci dan tidak ada satu dalil pun yang menyatakan najis.

Az-Zuhri memberikan komentar mengenai tulang-belulang bangkai, speerti taring gajah dan lain-lainnya. Katanya, "Saya temukan sebagian ulama-ulama salaf mengambilnya untuk dijadikan sebagai sisir dan minyak. Dan, yang demikian itu tidak mengapa." (HR. Bukhari)

Ibnu Abbas berkata:

تُصُدِّقَ عَلَى مَوْلاَةٍ لِمَيْمُونَةَ بِشَاةٍ فَمَاتَتْ فَمَرَّ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « هَلاَّ أَخَذْتُمْ إِهَابَهَا فَدَبَغْتُمُوهُ فَانْتَفَعْتُمْ بِهِ ». فَقَالُوا إِنَّهَا مَيْتَةٌ. فَقَالَ « إِنَّمَا حَرُمَ أَكْلُهَا »

Majikan Maimunah bersedekah seekor kambing kepadaku. Tiba-tiba ia mati. Kebetulan Rasulullah SAW lewat dan bersabda, "Mengapa Anda tidak mengambil kulitnya untuk disamak, dan kemudian dimanfaatkan?" Mereka berkata: "Bukankah itu bangkai?" Nabi SAW bersabda, "Yang diharamkan adalah memakannya saja." (HR. Jama'ah kecuali Ibnu Majah yang di dalam riwayatnya disebutkan "Dari Maimunah," sementara riwayat Bukhari dan Nasa'itidak menyebutkan masalah menyamak)

Ibnu Abbas r.a. pernah membacakan ayat berikut ini:

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah, 'Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi –karena sesungguhnya semua itu kotor- atau binatang disembelih atas nama selain nama Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha pengampun lagi Maha Penyayang.'" (QS. Al-An'am : 145).

Kemudian beliau mengulasnya, "yang diharamkan hanyalah apa yang dimakan. Tetapi kulit, air kulti, gigi, tulang, rambut dan bulu binatang tersebut tetap dihalalkan." (Riwayat Ibnu Mundzir dan Ibnu Hatim)

Demikian pula air susu bangkai tetap dikategorikan suci. Sebab ketika para sahabat menaklukkan negeri Irak, mereka memakan keju orang-orang Majusi. Padahal itu dibuat dari susu, sedangkan hasil sembelihan mereka itu dianggap sama dengan bangkai.

Dalam sebuah riwayat yang berasal dari Salman al-farisi, ia pernah ditanya tentang keju, lemak dan bulu. Jawabnya, "yang halal adalah apa yang dihalalkan Allah dalam Kitab-Nya, dan perkara-perkara yang tidak ditemukan keterangannya maka ia sesuatu yang dimaafkan." Perlu diketahui bahwa pertanyaan ini berkenaan dengan keju orang-orang Majusi, yakni pada saat Salman menjabat sebagai gubernur Umar bin Khatab di wilayah Mada'in. [Sumber: Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq]
16:00 | 16 komentar

Ikhwanul Muslimin Yordania Ancam Boikot Perancis


Ikhwanul Muslimin Yordania mengancam memboikot produk-produk Perancis menanggapi penghentian siaran TV Al-Aqsa. Melalui Muraqqib Am Dr. Hamam Said, Ikhwan mengutuk penghentian siaran TV Al Aqsa ini, sekaligus memperingatkan Perancis agar tidak bertindak rasial.

"Seharusnya Perancis membela pihak yang tertindas dan dirugikan, bukan melayani para pembunuh dan penjahat perang," kata Muraqqib Am Ikhwanul Muslimin Yordania Dr. Hamam Said.

Beberapa sumber media melaporkan bahwa ada tekanan kuat dari Israel melalui lobi Yahudi di Paris sehingga Perancis menghentikan saluran transmisi TV yang menjadi corong Palestina itu.

Siaran TV Al-Aqsa yang bisa mencapai Eropa, Afrika Utara dan sebagian Teluk ini memang cukup masif menjadi pembanding dan penyeimbang terhadap media-media Israel. Warga dunia bisa tahu bagaimana kondisi Gaza yang diblokade dan kabar Palestina melalui TV ini. Namun menurut pihak Perancis yang memblokir siaran ini, Al Aqsa dicap sudah menyebarkan kebencian dan menghasut kekerasan.

Ikhwanul Muslimin Yordania juga mengirimkan surat kepada Duta Besar Perancis di Amman untuk memprotes keputusan tersebut, dan berharap Perancis bisa menjadi negara yang terbuka kepada media dan memberikan kebebasan. [AN]
11:00 | 4 komentar

Menanti Narasi Baru Partai Dakwah

Written By Admin BeDa on Kamis, 17 Juni 2010 | 19:00


Olivier Ray pernah mengkritik gerakan Islam dalam Failure of Political Islam. “Kalangan Islamis,” katanya, “tidak menawarkan apa pun kecuali gagasan moral.” Sejak terbitnya buku itu di tahun 1994 sulit memang untuk memberikan jawaban riil berbentuk fakta di lapangan. Namun, hari ini, periode kedua pemerintahan AKP telah mendekontruksi tesis itu.

AKP, Adalet ve Kalkinma Partisi, di bawah pimpinan Erdogan yang saat ini menjadi Perdana Menteri Turki memenangkan pemilu dengan angka yang fantastis! Kemenangan pertama AKP pada pemilu 2002 meraih 363 dari 550 kursi parlemen. Setara dengan 34%. Kemenangan kedua pada pemilu 2007 lebih hebat lagi. AKP meraih 341 kursi parlemen. Setara 47%. Menang mutlak!

Yang mendekontruksi tesis Olivier Ray bukanlah kemenangan itu. Tetapi apa yang ada di balik kemenangan itu. Rakyat Turki menjatuhkan pilihan kepada AKP karena percaya merekalah yang mampu membawa harapan baru bagi Turki. Rakyat Turki memilih AKP agar sesuai janji mereka, Turki meninggalkan masa-masa korupsi yang hanya membenamkannya rakyat pada lumpur kemiskinan. Kemenangan ide dan pencitraan yang bertemu dengan harapan rakyat. Ini pada pemilu pertama.

Kenaikan angka kemenangan di pemilu berikutnya bukan lagi karena faktor harapan dan pencitraan. Kemenangan fantastis itu lebih karena bukti. Ya, bukti. Bahwa apa yang dijanjikan AKP itu benar. Bahwa harapan yang dibawa AKP itu bukan fatamorgana. AKP mampu menghadirkan profesionalisme dalam mengelola negara. Membersihkan praktik-praktik korupsi yang sebelumnya menggurita. Memenuhi ekspektasi publik untuk lebih sejahtera. Sekaligus berhasil mengembalikan relasi agama, politik, dan negara. “Kemenangan AKP,” kata cendekiawan Ikhwanul Muslimin Prof. Hamid Al-Ghazali, “adalah kemenangan gagasan Islam moderat.”

Di negeri kita kini tengah berlangsung Munas Partai Dakwah. Tidak tanggung-tanggung. Musyawarah ini diikuti oleh 2.700 qiyadah dakwah.

Sebagai bagian dari umat Islam, kita tentu berharap bahwa partai dakwah, yang saat ini menjadi partai Islam terbesar, bisa menjadi jawaban kedua terhadap kritikan Olivier Ray. Umat tidak hanya membutuhkan wacana, umat tidak akan kenyang dengan janji para politisi. Semoga narasi baru, sebagaimana yang dijanjikan Anis Matta mampu membawa partai dakwah ini mengulangi kesuksesan AKP. Agar umat tersadar bahwa Islam adalah rahmatan lil 'alamin. Agar hanya kalimat Allah yang meninggi. Agar, tidak ada lagi yang menghina agama ini!
19:00 | 6 komentar

Amerika Juga Kehilangan 2 Tentara dan 3 Lainnya Terluka


Hanya berselang dua hari Israel dan Amerika Serikat menderita jumlah korban yang hampir sama di tempat yang berbeda. Sebagaimana berita sebelumnya, Senin (14/06) Israel kehilangan 1 orang tentaranya dan 3 lainnya luka parah dalam serangan di Hebron. Sedangkan Amerika kehilangan 2 orang tentaranya dan 3 lainnya terluka di negara bagian Kunduz, Afghanistan, Rabu kemarin (16/06).

Jika tentara Israel tewas dan terluka karena serangan yang dilakukan oleh orang bersejata dari kelompok perlawanan Palestina, tentara Amerika tewas dan terluka akibat ledakan bom jalan gerilyawan Afghanistan.

Sementara itu, parlemen Amerika Serikat semakin mencemaskan perang di Afghanistan. "Saya pikir ada kecemasan terhadap perang Afghanistan. Saya pikir kami semua merasakan kecemasan itu," kata Pemimpin Demokrat di Parlemen, Steny Hoyer, kepada para wartawan.

Sedangkan komandan U. S. Komando Sentral Jenderal David Petraeus mengatakan, upaya perang di Afghanistan bergerak ke arah jalur yang benar, meskipun kini mengalami beberapa kemunduran.

David menekankan bahwa tanggal rencana penarikan dari Afghanistan masih sesuai jadwal, yakni pada bulan Juli 2011. Meskipun tanggal itu bukan berarti pengosongan Afghanistan dari tentara Amerika secara keseluruhan. [AN]
11:00 | 12 komentar

Risalah Musa alaihis salam

Written By Admin BeDa on Rabu, 16 Juni 2010 | 14:00


Kini kita akan membaca Risalah Musa 'alaihis salam yang merupakan bagian dari tema Risalah Umum dalam Kitab Allah. Sebelumnya, Ceramah Hasan Al-Banna telah membahas beberapa tema, yaitu:
1. Wasiatku Kepada Kalian, Wahai Ikhwan
2. Kewajiban Kita terhadap Al-Qur'an
3. Manusia dalam Al-Qur'an
4. Wanita dalam Al-Qur'an
5. Alam Semesta dalam Al-Qur'an
6. Alam Metafisik dalam Al-Qur'an
Selamat membaca.
***

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. (QS. Al-Hujurat: 13)

Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwah- nya hingga hari kiamat. Amma ba'du.

Kita membuka acara kita dengan pembukaan yang paling baik. Ikhwan yang mulia, saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari Allah yang diberkahi: Assalamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Rasulullah saw. bersabda,

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca dan mempelajari kitab Allah secara bersama-sama, kecuali mereka akan diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan disebut oleh Allah di hadapan para malaikat yang ada di sisinya. Barangsiapa lambat dalam beramal, nasabnya tidak dapat menyempurnakannya.

Wahai Akhi, sedap kaum yang berkumpul di tempat mulia, membaca dan mempelajari kitab Allah bersama-sama, niscaya rahmat Allah SWT meliputi mereka, ketenangan dari sisi Allah turun kepada mereka, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya.

Ikhwan sekalian, saya ingin memberitahu Anda tentang perasaan yang saya rasakan dan tentang apa yang seharusnya dilakukan, karena tujuan kajian ini bukan sekedar untuk mendapatkan informasi ilmiah atau ruhiyah semata. Ikhwan sekalian, dari pertemuan ini saya tidak bermaksud mengemukakan banyak hakikat ilmiah kepada Anda semua agar bisa Anda mengerti dan tidak bermaksud mempengaruhi jiwa Anda semua, karena pada akhirnya pengaruh itu pasti muncul pada siapa saja yang mendengarkan dan merenungkan kitab Allah SWT.

Saya tidak bermaksud mewujudkan kedua hal ini semata, tetapi saya bermaksud mendapatkan manfaat nyata yaitu agar perjumpaan kita dalam kajian ini bisa kita jadikan sebagai sarana untuk saling mengenal, menjalin hubungan, agar sebagian kita akrab dengan sebagian lain dan sebagian kita berbahagia berjumpa dengan sebagian lain, sehingga jiwa kita saling akrab, hati kita saling bertaut, pikiran kita saling mengasah, dan agar dalam kajian dan pertemuan ini kita bisa terus-menerus mengkaji banyak atau sedikit dari aspek-aspek ilmiah yang berkaitan dengan diri kita. Ikhwan tercinta, dengan pertemuan ini saya ingin membuka kesempatan untuk saling memahami dan mengenal, maka hendaklah Anda semua berusaha mewujudkannya.

Percayalah kepada saya, bahwa saya merindukan kajian ini, sekalipun kadang-kadang saya tidak mempunyai hasrat untuk berbicara, tetapi mungkin saat berlangsungnya acara kajian ini adalah saat jiwa ini bersih. Barangkali jiwa ini bisa berpaling dan mengendur, tetapi percayalah kepada saya, Ikhwan sekalian, bahwa saya merindukan saat ini, di hari ini, dengan kerinduan yang luar biasa. Saya menunggu-nunggu saatnya tiba. Bertanya dan saling memahami adalah perbuatan yang pahalanya lebih besar di sisi Allah daripada belajar. Nabi kita SAW pernah bersabda,

Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan kailan tidak akan beriman sehingga saling mencintai.

Seorang mukmin adalah orang yang berhati nurani, berperasaan, dan hidup. Hatinya kaya raya. Wahai Akhi, seorang mukmin adalah seorang yang lemah lembut dan ramah di mana pun ia berada. Ke manakah curahan hati orang-orang beriman ini diarahkan?

Allah SWT telah menjadikan sasaran dari curahan hati ini untuk pertama kali menuju dzat-Nya, kemudian kepada Rasul-Nya, lalu kepada kebaikan, dan kemudian kepada orang-orang beriman. Inilah tempat-tempat yang harus dijadikan sasaran curahan hati seorang mukmin. Kita harus senantiasa mengupayakan tegaknya cinta kepada Allah swt. dan cinta kepada rasul-Nya, mengupayakan kebaikan, serta mencari kawan, saudara, dan orang yang dicintai karena Allah.

Saya kembali ingin menegaskan, Ikhwan sekalian, bahwa kajian kita tentang kitab Allah swt. dimaksudkan agar hati seorang mukmin berorientasi kepadanya, agar terjadi hubungan sejati antara hati yang satu dengan hati yang lain, dan antara hati orang-orang yang beriman. Wahai Akhi, ketika hati berhasil mengetahui rahasia-rahasia kitab Allah yang sebelumnya tidak pernah disingkapnya dan berhasil men- capai ilmu yang bermanfaat, yang jauh dari sikap berlebihan orang- orang sufi atau perdebatan para ahli debat, maka ketika itu, wahai Akhi, Allah mengaruniakan kepada Anda pemahaman yang paling mendalam, tasawuf yang paling bersih, serta tauhid yang paling luhur dan tinggi. Tujuan pertemuan kita ini bukan untuk menyerap ilmu semata, tetapi juga untuk mengikatkan hati kita kepada kitab Allah. Yakinlah bahwa Nabi kita saw. mendidik generasi yang sempurna ini tidak dengan banyaknya ilmu dan pengetahuan, tetapi dengan membersihkan hati dan menerangi jiwa mereka, sehingga mereka menjalin hubungan dengan Al-Mala'ulA'la dan Allah memberikan hikmah kepada mereka.

وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا

Dan barangsiapa dikaruniai hikmah, maka sungguh ia telah diberi banyak kebaikan. (QS. Al-Baqarah: 269)

Ikhwan sekalian, Nabi SAW tidak mempunyai kurikulum selain Al-Qur'an, tidak mempunyai lembaga pendidikan selain masjid. Murid-murid beliau adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan para sahabat beliau yang lain, yang setara dengan mereka. Apakah Anda pernah melihat lembaga pendidikan yang lebih bersih dan lebih baik daripada madrasah beliau ini, yang di dalamnya para siswa duduk di atas ham- paran kerikil; universitas mereka beratapkan pelepah kurma di mana hujan yang turun bisa membasahi tubuh mereka; kurikulum mereka adalah Al-Qur'an dan mereka senantiasa menunggu datangnya dari langit? Dari lembaga pendidikan ini, Ikhwan sekalian, telah diluluskan guru-guru paling sempurna yang pernah dikenal oleh dunia, dalam segala bidang keutamaan manusiawi. Penggemblengan dan pendidikan ini hanya dilaksanakan berdasarkan kitab Allah SWT. yang tidak dapat disentuh oleh kebatilan, baik dari muka maupun dari belakangnya. Ikhwan sekalian, alangkah perlunya kita kepada sebuah universitas semacam universitas beliau ini, mimbar sebagaimana mimbar Rasulullah SAW, yang di dalamnya rahmat turun, ayat-ayat dibacakan, cahaya Rabbul 'Alamin dipancarkan. Dari situ dilahirkan para guru, bahkan mahaguru. Betapa perlunya kita menjalin hubungan yang sungguh-sungguh dan terus-menerus dengan Al-Qur'anul Karim. Betapa perlunya kita memahami metode yang dipahami oleh para sahabat Rasulullah saw. ini. Saya senang mengulang pernyataan ini, agar ddak dipahami bahwa kita bermaksud mengadakan perdebatan. Yang menjadi tujuan kita adalah agar kita mengerti bagaimana kita mengarahkan pandangan tentang kitab Allah swt. Demikianlah Ikhwan sekalian, dan marilah kita bahas Risalah Musa as., sebagai tema kajian kita.

Ikhwan sekalian, pembicaraan kita pada malam ini adalah tentang Risalah Sayidina Musa —semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau dan kepada nabi kita—. Jika kita ingin mengupas panjang lebar pembahasan tentang masalah ini, tentu akan menghabis- kan waktu lebih dari tiga tahun, tetapi kita ingin mempersingkat kajian tersebut pada malam ini saja insya Allah. Risalah Sayidina Musa as. telah dikemukakan oleh Al-Qur'anul Karim dalam dua puluh surat, bahkan lebih dari itu, yaitu dalam Al-Baqarah, An-Nisa', Al-Ma'idah, Al-A'raf, Yunus, Hud, Al-Isra', Al-Kahfi, Maryam, Thaha, Al-Mukminun, Al-Furqan, Asy-Syu'ara', An-Naml, Al-Qashash, Ghafir, Az-Zukhruf, Al-Qamar, Adz-Dzariyat, An-Nazi'at. Wahai Akhi, setiap surat ini berbicara tentang kisah Musa as. Pembicaraan tentang kisah Musa menggunakan berbagai jenis gaya balaghah, ada yang panjang lebar, ada yang ringkas, ada pula yang sedang. Di surat Al-Baqarah mulai dari firman Allah SWT.,

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian dan penuhilah janji kalian kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepada kalian; dan hanya kepada-Kulah kalian harus takut (tunduk), (QS. Al-Baqarah: 40)

hingga firman Allah SWT:

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba- lombalah kalian (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kalian berada pasti Allah akan mengumpulkan kalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 148)

Semua berjumlah seratus delapan ayat. Dua puluh tujuh ayat di antaranya berbicara tentang kisah Musa as.

Demikian pula, tiga perempat surat Thaha, mulai dari firman Allah SWT.,

وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى * إِذْ رَأَى نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آَنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آَتِيكُمْ مِنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى

Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya, 'Tinggallah kalian (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadaku atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu, (QS. Thaha: 9-10)

sampai pada firman-Nya,

كَذَلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ مَا قَدْ سَبَقَ وَقَدْ آَتَيْنَاكَ مِنْ لَدُنَّا ذِكْرًا

Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Qur'an). (QS. Thaha: 99)

Dalam surat Al-Qashash dari awal surat hingga firman-Nya,

وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الطُّورِ إِذْ نَادَيْنَا وَلَكِنْ رَحْمَةً

Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beri tahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu. (QS. Al-Qashash: 46)

Dalam surat Ad-Dukhan firman Allah menyatakan,

وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ وَجَاءَهُمْ رَسُولٌ كَرِيمٌ

Sesungguhnya sebelum mereka telah Kami uji kaum Firaun dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia, (QS. Ad-Dukhan: 17)

sampai firman-Nya,

وَلَقَدِ اخْتَرْنَاهُمْ عَلَى عِلْمٍ عَلَى الْعَالَمِينَ

Dan sesungguhnya telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (Kami) atas bangsa-bangsa. (QS. Ad-Dukhan: 32)

Dalam surat Al-Qamar, kitab Allah mengisyaratkan kisah ini dalam firman-Nya,

وَلَقَدْ جَاءَ آَلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُ * كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا كُلِّهَا فَأَخَذْنَاهُمْ أَخْذَ عَزِيزٍ مُقْتَدِرٍ

Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami kesemuanya, lalu Kami adzab mereka sebagai adzab dari Yang Maha- perkasa lagi Mahakuasa. (QS. Al-Qamar: 41-42)

Dalam surat-surat lain, kisah ini disebutkan tidak terlalu panjang tetapi juga tidak terlalu ringkas. Di surat Hud ada sekitar seperempat surat, dalam surat Az-Zukhruf ada sekitar seperempat pula, dan demikian seterusnya. Ikhwan sekalian, tujuan pemaparan kisah dengan metode semacam ini ada dua:
Pertama, menunjukkan kemukjizatan dengan menampilkan senibalaghah (sastra). Dalam setiap kali pemaparan, ia menunjukkan tipe balaghah yang sempurna. Ia menyebutkan situasi, memaparkan kisah, kemudian mengemukakan kesimpulan berdasarkan kisah-kisah itu. Dari sini wahai Akhi, Anda tahu bahwa Al-Qur'an mempunyai perhatian yang besar terhadap aspek kisah. Ini merupakan isyarat untuk memikat perhatian umat Islam sebelum ia menjelaskan kepada mereka pengaruh kisah-kisah tersebut dari aspek sejarah, pengajaran, dan pendidikan. Tidak ada gaya yang lebih kuat dan lebih mantap dalam menanamkan informasi, khususnya pada tahap-tahap awal, selain kisah.

Kedua, dengan metode itu, wahai Akhi, juga terkandung penga- badian masa lalu dan pengambilan manfaat darinya. Karena itulah para pendahulu kita, kaum salaf, memperhatikan masalah ini. Telah diriwayatkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqash ra. berkata, "Sungguh, kami menceritakan kisah-kisah peperangan Rasulullah saw. kepada anak-anak kami, sebagaimana kami mengajari mereka untuk menghafalkan Al-Our'an."

Ikhwan sekalian, jika Anda membaca sejarah lama kita, niscaya Anda mendapatinya didasarkan kepada riwayat. Ini mengandung isyarat mengenai besarnya perhatian terhadap kisah. Dan meskipun begitu besar perhatian ini, namun umat Islam di zaman sekarang —yang mereka sebut sebagai zaman kebangkitan— melupakan dan mengabaikan sejarah ini, lantas menerima sejarah bangsa lain dalam gambaran sebagaimana yang disampaikan kepadanya, bukan dalam gambaran yang sesuai dengan kebenaran sejarah itu sendiri.

Ikhwan sekalian, ada seorang akh yang bertanya kepada saya tentang kurikulum pengajaran agama di sekolah-sekolah. Saya katakan kepadanya, "Semua kurikulum pengajaran agama di sekolah-sekolah itu salah, yang benar hendaklah kita bercerita kepada para murid tentang sejarah hidup Nabi SAW. Kita ceritakan kepada mereka riwayat hidup beliau di Makkah, di Madinah, bagaimana beliau mengajar, beribadah, berakhlak, dan berperang. Kita ceritakan kepada mereka kisah tentara gajah, kemudian kita suruh mereka menghafal surat Fil; kita ceritakan kepada mereka kisah wafatnya kedua orang tua beliau, kemudian kita suruh mereka menghafal surat Adh-Dhuha, dan demikianlah seterusnya."

Orang-orang Jerman menganggap kisah sebagai fondasi pendidikan dalam sistem pengajaran mereka. Dalam kisah tersebut seorang murid bisa mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan, baik itu Geografi, Sejarah, maupun Geologi. Andaikata kaum muslimin mau mengguna- kan sistem dan cara semacam ini sebagaimana yang terdapat dalam kitab Allah SWT., mereka mau menjadikan kisah sebagai landasan dalam kurikulum pendidikan agama dan sejarah; andaikan mereka menjadikannya sebagai kurikulum pendidikan bagi umat, tentu mereka memperoleh sukses dan meraih kemajuan melebihi umat-umat lain.

Barangkali ada orang yang mengatakan, "Mengapa sebagian besar kisah yang dikemukakan oleh Al-Qur'an adalah kisah Bani Israil? Mengapa kisah Bani Israil menghabiskan porsi paling besar dalam Al- Qur'anul Karim?" Sebenarnya, wahai Akhi, hal ini disebabkan oleh faktor:

Pertama, kemuliaan ras bangsa ini dan curahan spiritualisme yang kuat yang tertanam dalam dirinya, sebab ras ini telah diturunkan dari asal-usul yang mulia. Oleh sebab itu, ia mewarisi dinamika yang menak- jubkan, sekalipun ia telah berbuat buruk terhadap dirinya sendiri dan bangsa lain dengan mengarahkan dinamika ini kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Ras bangsa ini diturunkan dari Yakub as., putra Ishaq bin Ibrahim. Ia mewarisi spiritualisme dari seorang tokoh besar, yang secara beruntun juga mewarisinya dari tokoh besar yang lain. Rasulullah saw. pernah bersabda,

"Orang mulia, putra orang mulia, putra orang mulia, putra orang mulia adalah Yusuf, putra Ya 'kub, putra lshaq, putra Ibrahim."

Empat kakek mereka, masing-masing adalah seorang rasul. Allah SWT. berfirman,

Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Hai kaumku, ingadah nikmat Allah atas kalian ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antara kalian, dan dijadikan-Nya kalian orang-orang yang merdeka, dan diberikan-Nya kepada kalian apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain. (QS. Al-Maidah: 20)

Allah juga berfirman mengenai kelebihan yang diberikan-Nya kepada mereka di atas bangsa-bangsa lain pada zaman mereka.

وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

Dan Aku telah melebihkan kalian di atas segala umat. (QS. Al-Baqarah: 122)

Kedua, ras bangsa ini mengalami dinamika yang tidak pernah terjadi pada ras bangsa lain. Sebagaimana bersumber dari tindakan menyucikan diri, dinamika ini juga bersumber dari perasaan bangga terhadap diri, dan tindakan melupakan makna kemanusiaan secara umum yang disebutkan dalam firman Allah,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan meniadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa. (QS. Al-Hufurat: 13)

Ketiga, mereka mewarisi kitab samawi paling tua yang sedikit di- kenal oleh manusia, yaitu Taurat. Mereka juga merupakan bangsa yang paling dekat dengan bangsa Arab di masa itu.

Terakhir, mereka berkembang dari keadaan sebagai bangsa Badui yang berpindah-pindah, kemudian membentuk suatu bangsa, kemudian ditindas oleh musuh, kemudian membebaskan diri, kemudian berkuasa, dan kemudian mereka berubah lagi. Jadi mereka merupakan contoh yang baik untuk menampilkan fase-fase perkembangan ini. Wahai Akhi, ketika Anda membaca Al-Qur'an, Anda menemukan hakikat ini secara jelas di dalamnya. Risalah Musa as. berlaku di Mesir. Dan saya ingin mengemukakan hubungan antara risalah beliau dengan umat ini, agar kita bisa menyingkap beberapa rahasia kitab Allah ini setiap kali kita membacanya.

Bangsa Israil banyak terdapat di Mesir, sekalipun tanah air asal mereka adalah Palestina. Orang pertama yang mengakui eksistensi mereka adalah Yusuf as.,

اذْهَبُوا بِقَمِيصِي هَذَا فَأَلْقُوهُ عَلَى وَجْهِ أَبِي يَأْتِ بَصِيرًا وَأْتُونِي بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ

Pergilah kalian dengan membawa baju gamis- ku ini, lalu letakkan dia ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluarga kalian semuanya kepadaku, (QS. Yusuf: 93)

hingga firman Allah SWT.,

ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آَمِنِينَ

Dan ia berkata, 'Masuklah kalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman.' (QS. Yusuf: 99)

Yusuf as. memberikan tanah di wilayah Mesir Timur kepada mereka. Sebelumnya wilayah tersebut merupakan gurun pasir. Beliau menyerahkan tanah tersebut kepada mereka, karena mereka dahulu datang dari daerah Badui dan beliau tidak ingin membaurkan mereka dengan bangsa Mesir yang lain yang pada masa itu masih menganut paham paganisme, sedangkan Yakub dan anak turunnya menganut paham tauhid murni. Beliau tidak menginginkan timbulnya alasan untuk ter- jadinya konflik agama antara mereka dan orang-orang Mesir pribumi. Allah SWT. berfirman mengisahkan hal itu,

Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian. Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya'kub. Tiadalah patut bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia itu tidak mensyukuri (Nya),

hingga

ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Yusuf: 37-40)

Beliau mengakui bahwa aqidah beliau dan aqidah bapak-bapaknya adalah
hanifiah (lurus dan fleksibel) yang tidak menerima ke syirikan dan tidak satu debu kotoran syirik pun yang menempel padanya. Beliau ingin memisahkan antara para penganut tauhid dan para penganut paham paganisme. Sampai di sini dulu perjumpaan kita pada malam ini. Saya cukupkan di sini ceramah saya. Saya memohon ampunan kepada Allah untuk diri saya dan untuk Anda semua. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Sayidina Muhammad, juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya. [Sumber: Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna]
14:00 | 5 komentar

Masukkan alamat e-mail untuk mendapatkan up date Bersama Dakwah