Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Facebook  |  Twitter  |  Pasang Iklan

Sikap Jiwa pada Teks

Written By Admin BeDa on Sabtu, 31 Juli 2010 | 11:00


Teks memang sudah dimudahkan. Para pewaris nabi juga sudah menjelaskan dan menafsirkannya. Para pembaharu dibangkitkan dari waktu ke waktu untuk memperbaharui memori, pemahaman dan juga komitmen. Tapi persolan dengan teks tidak selesai hanya dengan itu semua.

Proses pembelajaran melalui teks bukan merupakan rangkaian perburuan pada makna-makna yang rumit. Seperti misalnya yang dilakukan para arkeolog ketika mereka menerjemahkan sebuah naskah kuno. Atau seperti pergumulan para filosof untuk menemukan makna dari sebuah rangkaian kata yang gelap. Ini bukan sekedar sebuah pergumulan intelektual.

Teks yang sudah dimudahkan ini adalah narasi dari sebuah sistem kehidupan. Ia adalah content dari ruang dan waktu manusia. Hanya ketika content itu diintegrasikan ke dalam kerangka ruang dan waktu di mana manusia menjadi pelaku maka sebuah wajah kehidupan akan muncul.ke permukaan. Jadi pergumulan dengan teks tidak boleh berhenti pada sekadar mengetahui makna, tapi harus berlanjut pada merasakan makna di dalam jiwa dan melalui tindakan. Dengan begitu pergumulan dengan teks seharusnya melalui tiga tapan itu: mengetahui, merasakan dan melakukan. Dua tahapan yang pertama, yaitu mengetahui dan merasakan, menghasilkan pengetahuan tentang kebenaran dari sebuah teks. Ia membuat kita sadar, lalu yakin, lalu tercerahkan. Tapi tapan yang ketiga, yaitu melakukan, menghasilkan pengalaman. Yang terakhir ini menyatukan teks dengan raga kita, dan bukan hanya dengan jiwa. Dari situ makna bukan hanya terpatri dalam jiwa, tapi bahkan mengalir dalam darah. Menyatu dengan teks dengan cara begitu akan membuat pengetahuan kita terkuatkan oleh pengalaman. Dan itulah fungsi dari pengalaman: membuat pengetahuan jadi solid.

Menyatu dengan teks adalah pencapaian tertinggi dari seluruh proses pembelajaran kita dengan teks. Tapi itu justru bisa dicapai ketika kita mendekati teks dengan cara sederhana: datanglah pada teks dengan pikiran dan jiwa yang kosong, lalu bertanyalah: apa yang harus saya lakukan dalam hidup? Maka jawaban kita pasti sama dengan jawaban Umar bin Khatab ketika beliau ditanya tentang mengapa baru di akhir hayatnya beliau menghafal Al-Qur’an. Katanya: ”karena baru sekarang saya melaksanakan semua isinya”.

Itu yang menginspirasi Sayyid Qutb ketika beliau menulis Fi Zhilalil Qur’an. Bahwa sikap jiwa kita pada teks memang seharusnya begitu: menerima untuk melaksanakan (at talaqqii lit tanfiidz). [Anis Matta, sumber : Serial Pembelajaran Majalah Tarbawi edisi 233]
11:00 | 14 komentar

Khutbah Jum'at: Persiapan Menghadapi Ramadhan

Written By Admin BeDa on Kamis, 29 Juli 2010 | 13:00


Pertengahan Sya'ban sudah berlalu. Ramadhan 1431 H tinggal 11-12 hari lagi. Tamu istimewa itu akan datang dan membersamai kaum muslimin Mereka yang siap dengan kedatangannya insya Allah akan lebih optimal dalam mengisi Ramadhan 1431 H ini. Persiapan adalah keniscayaan. Karenanya Khutbah Jum'at Terbaru ini berusaha membahas persiapan menghadapai Ramadhan 1431 H. Harapannya, semoga kaum muslimin siap mensukseskan Ramadhan yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian, tema Khutbah Jum'at edisi 18 Sya'ban 1431 H yang bertepatan dengan 30 Juli 2010 M ini adalah: Persiapan Menghadapai Ramadhan.

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
وأَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Waktu terus berjalan, tanpa pernah berhenti. Hari yang berganti hari, bulan yang berganti bulan, dan tahun yang berganti tahun, dalam semua perputaran waktu itu Allah SWT senantiasa memberikan kenikmatan kepada kita. Setelah kenikmatan terbesar berupa iman, maka kenikmatan-kenikmatan lainnya dianugerahkan kepada kita tanpa bisa kita hitung jumlahnya, bahkan seringkali tidak kita sadari kehadirannya. Maka, marilah kita berusaha mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Marilah kita bersama-sama berupaya menjadi hamba-Nya yang bersyukur.

Dengan bersyukur kita akan lebih mudah menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Sebagaimana pesan khatib yang senantiasa diulang pada setiap kesempatan khutbah jum'at seperti saat ini. Lihatlah bagaimana ketika Rasulullah SAW berdiri begitu lama dalam shalat malamnya hingga kaki beliau bengkak. Saat Aisyah bertanya dengan menyebutkan keutamaan beliau yang telah dijamin ampunan atas segala dosanya, beliau justru menjawab dengan sabdanya yang mulia:

أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

Tidak bolehkah aku menjadi hamba-Nya yang bersyukur?

Jadi, syukur sangat erat kaitannya dengan taqwa. Bahkan keduanya identik. Tiada orang yang mampu mencapai derajat taqwa tanpa bersyukur. Sebaliknya, syukur akan mengantarkan seorang hamba mencapai ketaqwaan.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Diantara kenikmatan itu adalah sampainya usia kita di akhir bulan Sya'ban ini. Sebentar lagi kita akan memasuki bulan istimewa. Bulan yang penuh dengan keutamaan. Yakni bulan Ramadhan yang mulia. Pertanyaannya adalah, sudahkah kita siap dalam menyambutnya? Jika para sahabat dan salafusshalih telah mempersiapkan diri dua bulan sebelum Ramadhan tiba, sebagaimana doa yang masyhur, yang mengisyaratkan persiapan ini:

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

Ya Allah, berkahilan kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan (HR. Baihaqi)

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

Ya Allah, berkahilan kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami di bulan Ramadhan (HR. Ahmad)

Maka kita yang tinggal 11-12 hari lagi mengakhiri Sya'ban ini pantaslah jika mengevaluasi persiapan kita menghadapi Ramadhan. Bagi yang telah siap, alhamdulillah. Bagi yang belum, kita segera bangkit untuk memenuhi persiapan-persiapan ini.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Setidaknya ada empat persiapan bagi kaum muslimin untuk menghadapai bulan Ramadhan, khususnya Ramadhan 1431 H ini.

Persiapan pertama, adalah persiapan ruhiyah. Persiapan ruhiyah yang kita perlukan adalah dengan cara membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas. Pengokohan aqidah adalah pondasi utama dalam persiapan ruhiyah ini. Tanpa aqidah yang benar, bisa jadi seseorang justru terjatuh dalam syirik. Dan kesyirikan selamanya takkan berbuah keikhlasan. Aqidah yang benar adalah kuncinya. Karenanya surat di dalam Al-Qur'an yang kesemuanya membahas aqidah dinamakan surat Al-Ikhlas.

Membersihkan hati atau tazkiyatun nafs juga hal yang urgen dilakukan dalam menyambut tamu Allah yang istimewa ini. Allah SWT menegaskan pentingnya membersihkan hati (tazkiyatun nafs) dalam firman-Nya:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya (QS. Asy-Syams : 9)

Maka dalam waktu 11-12 hari ke depan kita perlu melakukan evaluasi diri (muhasabah) apakah penyakit-penyakit aqidah masih menjangkiti diri kita. Selanjutnya kita bermujahadah untuk menghilangkan penyakit-penyakit itu. Alangkah indahnya saat Ramadhan tiba dan kita benar-benar dalam kondisi ikhlas menapaki hari-hari istimewa yang dibawa oleh tamu mulia itu.

Saat-saat keikhlasan bersenyawa dalam diri kita sepanjang Ramadhan merupakan saat-saat terbaik yang akan menjamin kita memperoleh ampunan Allah SWT.

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq 'Alaih)

Jama'ah jumat yang dirahmati Allah,
Persiapan kedua adalah persiapan fikriyah. Agar Ramadhan kita benar-benar efektif, kita perlu membekali diri dengan persiapan fikriyah. Sebelum Ramadhan tiba sebaiknya kita telah membekali diri dengan ilmu agama terutama yang terkait secara langsung dengan amaliyah di bulan Ramadhan. Tentang kewajiban puasa, keutamaan puasa, hikmah puasa, syarat dan rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, serta sunnah-sunnah puasa. Juga tarawih, I'tikaf, zakat, dan sebagainya.

Untuk itu kita bisa mengkaji Fiqih Sunnah-nya Sayyid Sabiq, Fiqih Puasa-nya Dr. Yusuf Qardahawi, dan lain-lain. Kita pun bisa mengikuti taklim di lingkungan kita, baik majelis taklim yang diadakan di masjid, di pondok pesantren, maupun tempat-tempat yang lain.

Inilah rahasia mengapa Imam Bukhari membuat bab khusus dalam Shahih-nya dengan judul Al-Ilmu Qabla Al-Qaul wa Al-Amal (Ilmu sebelum Ucapan dan Amal). Tanpa ilmu bagaimana kita bisa beramal selama bulan Ramadhan dengan benar?

Pemahaman ilmu syar'i ini juga merupakan tanda kebaikan yang dikehendaki Allah terhadap seseorang. Karenanya Rasulullah SAW bersabda :

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka ia difahamkan tentang (ilmu) agama (Muttafaq 'Alaih)

Selanjutnya, persiapan yang kita perlukan adalah persiapan jasadiyah. Ramadhan membutuhkan persiapan jasadiyah yang baik. Tanpa persiapan memadai kita bisa terkaget-kaget bahkan ibadah kita tidak bisa berjalan normal. Ini karena Ramadhan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Kita diharapkan tetap produktif dengan pekerjaan kita masing-masing meskipun dalam kondisi berpuasa. Kita juga akan melakukan ibadah dalam porsi yang lebih lama dari sebelumnya. Shalat tarawih, misalnya.

Karenanya kita perlu mempersiapkan jasadiyah kita dengan berolah raga secara teratur, menjaga kesehatan badan, dan kebersihan lingkungan. Di sini, logika akal bertemu dengan keutamaan syar'i dalam hadits nabi:

المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, dll)

Jama'ah jumat yang dirahmati Allah,
Persiapan keempat adalah persiapan maliyah. Persiapan maliyah yang diperlukan dalam menyambut bulan Ramdhan bukanlah untuk membeli baju baru, menyediakan kue-kue lezat untuk Idul Fitri, dan lain-lain. Kita justru memerlukan sejumlah dana untuk memperbanyak infaq, memberi ifthar (buka puasa) orang lain dan membantu orang yang membutuhkan. Tentu saja bagi yang memiliki harta yang mencapai nishab dan haul wajib mempersiapkan zakat maal-nya. Bahkan, jika kita mampu berumrah di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang bernilai luar biasa; seperti nilai haji bersama Rasulullah SAW.

Rasulullah mencontohkan bahwa beliau yang begitu dermawan di hari-hari biasa, bertambah sangat dermawan di bulan Ramadhan mengalahkan angin yang berhembus.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur'an. Maka sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin (HR. Bukhari)

Kedermawanan Rasulullah SAW bertambah hebat ketika bulan Ramadhan. Ini mengajarkan kepada umat beliau bahwa Ramadhan sebagai bulan yang paling utama dengan pelipatgandaan pahala amal kebajikan hendaklah dioptimalkan dengan memperbanyak infaq dan meningkatkan kualitasnya.

وقل رب اغفر وارحم و انت خير الراحمين

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ } [آل عمران: 102]
{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا } [الأحزاب: 70، 71].

Jama'ah jum'at yang dirahmati Allah,
Semoga dengan empat periapan itu, persiapan ruhiyah, persiapan fikriyah, persiapan jasadiyah dan persiapan maaliyah, menjadikan kita optimal dalam menghadapi Ramadhan nanti. Sehingga kita pun keluar dari ramadhan dengan predikat taqwa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)

اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

[Khutbah Jum'at edisi 18 Sya'ban 1431 H, 30 Juli 2010 M; Bersama Dakwah]

======================================
KHUTBAH JUM'AT INI BISA DIDOWNLOAD DI SINI
13:00 | 18 komentar

Dua Penjinak Bom Italia Tewas oleh Bom Rakitan Mujahidin Afghanistan


Dua tentara Italia pakar penjinak bom tewas Rabu kemarin (28/07) di bagian Barat Afghanistan. Mereka adalah bagian dari pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat yang sampai saat ini masih bertahan di Afghanistan.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa kedua tentara tersebut tewas akibat ledakan sebuah bom rakitan, senjata alternatif mujahidin Afghanistan. Namun lokasi peristiwa itu tidak dinyatakan secara detil. "Saya dapat memastikan mereka adalah tentara Italia," ujar seorang jurubicara ISAF.

Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menyatakan bahwa kedua tentara itu adalah pakar penjinakan bom. Sedangkan Kementerian Pertahanan memperjelas bahwa sebab kematian mereka karena ledakan bom rakitan, setelah mereka berhasil menjinakkan salahsatu bom rakitan lainnya.

Tewasnya dua tentara ini menambah angka tentara Italia tewas di Afghanistan menjadi 26 orang. Sebelumnya, dua tentara Italia juga tewas pada Mei lalu saat konvoi Resimen Teknik ke-327 dari dihantam oleh sebuah bom di dekat kota Herat, bagian barat Afghanistan.

Bulan Juni dan Juli 2010 ini tampaknya menjadi bulan yang berat bagi pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat di Afghanistan sejak perang itu dimulai. 22 tentara telah tewas sejauh ini pada Juli dan sebelumnya 102 tentara koalisi tewas pada bulan Juni 2010.[AN/ant]
10:00 | 5 komentar

Keutamaan Ramadhan

Written By Admin BeDa on Rabu, 28 Juli 2010 | 13:00


Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, juga untuk segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat. Amma ba'du. Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Ikhwan sekalian, ini adalah malam yang agung lagi mulia. Kita sedang berada di dalamnya dan menikmatinya karena ia adalah wahana bersatunya hati yang saling menolong dalam ketaatan kepada Allah dan dalam rangka mencari ridha Allah. Saya tidak melupakan sentuhan yang tampak di hadapan saya, menggetarkan perasaan saya, dan mempengaruhi jiwa saya, kemarin.

Kemarin saya berjalan-jalan bersama seorang akh. Kami memperbincangkan hal-hal biasa dan umum. Di sela-sela pembicaraan, akh ini mengingatkan bahwa sekarang hari Senin, dan besok hari Selasa. Sungguh menggembirakan dan mengesankan, ketika ia berbicara mengenai perasaan aneh yang muncul pada dirinya. Dengan bersahaja dan nada datar, ia berkata, "Saya sering menghitung-hitung kedatangan malam tersebut karena kerinduan untuk berjumpa dengan saudara-saudara saya." Kemudian ia melanjutkan perkataannya, "Sekarang saya mengeahui hikmah hari Jum'at dan shalat Jum'at, yang banyak di antara kaum muslimin tidak memperhatikan rahasianya. Andaikata mereka serius memperhatikan hari Jum'at dan shalat Jum'at, tentu keadaan mereka tidak sebagai mana sekarang. Ketika mewajibkan pertemuan-pertemuan ini, Islam melihat tujuan-tujuan luhur di dalamnya yaitu pertemuan jiwa dan hati yang ikhlas pada hari Jum'at untuk melaksanakan shalat Jum'at. Sayangnya, manusia melaksanakan shalat Jum'at sekedar sebagai pelaksanaan kewajiban, yang barangsiapa telah melaksanakannya, gugurlah kewajiban tersebut darinya dan barangsiapa belum melaksanakannya maka ia mendapatkan hukuman. Adapun hikmah yang ada di balik itu telah dilupakan oleh kaum muslimin sehingga pertemuan hari Jum'at menjadi sebuah pertemuan reflek saja, dan hanya tempat berjumpa secara fisik, selanjutnya bubar, sedangkan jiwa mereka tidak berjumpa dan hati mereka tidak bersatu."

Akh tersebut mulai berbicara panjang lebar, sedangkan saya sedikit kurang perhatian terhadap pembicaraannya, karena ia telah menghujani saya dengan dua sentuhan. Pertama, kegembiraan karena kaum muslimin mulai mengetahui faedah pertemuan ini, yaitu pertemuan hati dan jiwa. Inilah yang menggembirakan dan membahagiakan saya, sekaligus membuat saya kurang memperhatikan isi pembicaraannya.

Kedua, saya khawatir jika waktu berlalu terlalu lama sementara mereka belum juga mengetahui hikmah tersebut, sehingga mereka memahami Selasa hanya sebagai hari pelajaran, melupakan hikmah di balik itu yaitu tolong-menolong dalam rangka menggapai ridha Allah SWT.

Kita memohon kepada Allah SWT agar mempertemukan kita di dalamnya atas landasan cinta karena-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar doa.

Ikhwan sekalian, saya pandang bahwa saya perlu mengingatkan masalah Ramadhan, karena kita berada di ambang pintu Ramadhan dan hampir menyibukkan diri dalam kewajiban-kewajiban kita di dalamnya. Ramadhan adalah bulan barakah, rahmat, dan kebahagiaan. Betapa perlunya manusia merenung sejenak untuk bersiap-siap menyambutnya berikut kebaikan-kebaikan yang dikandungnya. Ia merupakan bulan yang dihormati di masa jahiliah, dan ketika Islam datang semakin dihormati dan dimuliakan. Di bulan ini Allah menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia. Betapa perlunya kita menenangkan dan menyadarkan jiwa tentang hak Ramadhan sebelum menjumpainya.

Ikhwan sekalian, Allah SWT menjadikan bulan ini sebagai bulan yang agung, memberikan keistimewaan yang banyak sekali kepadanya, serta menjadikannya sebagai salah satu fase kehidupan yang paling berharga dan salah satu stasiun perjalanan di atas jalan hidup yang lurus. Pada bulan itu seorang muslim mencurahkan sebagian besar perhatiannya kepada Allah, akhirat, dan peningkatan ruhani sebelum peningkatan materi. Ia adalah bulan ruhani, bulan kebersihan jiwa, bulan munajat, serta waktu untuk menghadap kepada Allah, memohon pertolongan dari Yang Mahatinggi lagi Mahabesar, dan menjalin hubungan dengan Al-Mala'ul A'la.

Ia adalah bulan yang mempunyai keistimewaan.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur. (QS. Al-Baqarab: 185)

Ada pemancing perhatian yang indah dan kenikmatan yang luar biasa, yaitu dihubungkannya kandungan ayat ini dengan ayat yang lain.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 186)

Kemudian ayat ini dilanjutkan lagi dengan ayat lain:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian; mereka itu adalah pakaian bagi kalian dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. (QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat mulia ini datang di sela-sela hukum-hukum puasa.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ

Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian. (QS. Al-Baqarah: 183)

Kemudian,

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ

Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian. (QS. Al-Baqarah: 187)

Dengan serasi dan sempurna ayat ini berhubungan dengan ayat puasa. Kemudian di antara keduanya Allah SWT mendat angkan ayat lain.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah: 186)

Hakikat agung yang terkandung di dalamnya adalah bahwa Allah SWT mendorong kita untuk bermunajat dan memohon kepada-Nya pada saat jiwa dalam keadaan paling dekat kepada Rabb-Nya.

لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al-Baqarah: 186)

Bulan Ramadhan adalah bulan permohonan, munajat, hidayah, dan petunjuk kebenaran. Hendaklah orang yang berpuasa menggembleng diri di dalamnya dan menjauhkannya dari urusan materi, agar kemanusiaannya meningkat dan bersambung dengan Rabb-nya.

Banyak hadits yang menarik manusia agar memperhatikan keutamaan bulan ini, ketinggian kedudukannya, kemuliaan hari-harinya, dan besarnya nilai taubat di dalamnya, sehingga memacu kaum muslimin untuk menyiapkan diri menjumpainya serta menyadari bahwa perniagaan di dalamnya pasti mendatangkan keuntungan. Waktu-waktu yang akan berlalu di dalamnya sangat berharga, dan kesempatan yang ada merupakan kesempatan emas.

"Wahai pencari kejahatan berhentilah
dan wahai pencari kebaikan kemarilah!"


Hendaklah kaum muslimin mengingatkan diri mereka dengan sabda beliau SAW:

Tiada hari yang merekah fajar padanya kecuali berseru, 'Hai anak Adam, aku adalah makhluk baru yang menyaksikan amal perbuatan-mu. Maka ambillah bekal dariku, karena aku tidak akan kembali sampai hari kiamat."

Ikhwan sekalian, hendaklah Anda benar-benar berusaha agar tidak ada waktu yang berlalu tanpa amal shalih. Jika Anda lalai, hendaklah kalian segera menyadari kelalaian Anda. Suatu ketika Hanzhalah ra. menemui Abu Bakar Ash-Shiddiq ra., dan berkata, "Abu Bakar, saya melihat keadaanku sebagaimana keadaan orang-orang munafik." Abu Bakaf lnenjawab, "Mengapa?" Hanzhalah berkata, "Bukankah ketika bersama Rasulullah SAW ruh kita menjadi lembut dan jiwa kita meningkat, tetapi jika kita meninggalkan beliau keadaan menjadi berubah-ubah?" Maka Abu Bakar berkata, "Marilah kita datang kepada Rasulullah SAW!" Nabi SAW bersabda, "Andaikata keadaanmu sebagaimana ketika di hadapanku, niscaya para malaikat akan menjabat tanginmu. Tetapi, sewaktu-waktu."

Jadi, terapi atas kelengahan adalah mengingat-ingat, introspeksi diri, dan senantiasa menjalin hubungan dengan Allah SWT.

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Sesungguhnya oran-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (QS. Al-A 'raf: 201)

Bila setan berhasil menimpakan kelalaian pada hati kita dan menjauhkan kita dari sebagian kebaikan, maka hendaklah kita lebih merrperserius perjalanan, mengerahkan upaya, dan menghadap kepada Allah.

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ

Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya. (QS. Asy-Syura: 25)

Hendaklah manusia melakukan persiapan dengan senantiasa bertaubat, memohon ampun, dan meninjau lembaran-lembaran masa lalu. Apabila kita mendapatkan kebaikan, kita memuji Allah, dan apabila kita mendapatkan keburukan, kita meninggalkannya seraya bertaubat kepada-Nya. "Wahai pencari keburukan, berhentilah!"

Jika dalam sehari Rasulullah SAW bertaubat seratus kali, sedangkan sebagaimana Anda tahu, Allah telah mengampuni segala dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang, maka bagaimana pendapat Anda tentang orang yang diliputi oleh perbuatan maksiat dari segala penjuru serta tenggelam dalam kesenangan dan syahwatnya. Maka kewajiban kita adalah memperbanyak istighfar apalagi kita berada dalam bulan suci. Kita menghadap kepada Allah dengan keimanan sempurna dan keikhlasan yang tulus, seraya memohon agar Dia memberi kita kemampuan untuk menempuh sebab-sebab.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murniya, mudah-mudahan Tuhan kalian akan menutupi kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (QS.At-Tahrim: 8)

Taubat yang murni dan penghadapan yang tulus dengan kembali kepada Allah SWT adalah salah satu sebab kebahagiaan sempurna pada hari kiamat dan jalan untuk menyertai Nabi SAW.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-Nisa': 69)

Maka, sejak sekarang hendaklah Anda bersungguh-sungguh menyucikan diri dari kotoran-kotoran dosa dan maksiat, karena Anda semua menghadapi kedatangan bulan Ramadhan. Karunia Allah di bulan Ramadhan lebih luas daripada di waktu lainnya. Maka, persiapkan diri Anda semua untuk menghadapi kewajiban agung ini. Nabi SAW. bersabda,

Barangsiapa telah didatangi bulan Ramadhan, tetapi tidak mendapatkan ampunan dari Allah, maka Allah tidak akan memberikan ampunan kepadanya.

Orang yang celaka adalah yang dihalangi dari rahmat Allah SWT pada bulan Ramadhan. Adalah wajib untuk mengingatkan diri tentang keutamaan bulan ini dan mempersiapkannya untuk beramal di dalamnya. Ramadhan telah mendorong amal yang banyak dan kewajiban yang luhur, seperd puasa, shalat, dzikir, serta membaca kitab Allah yang bisa membersihkan jiwa dan menghidupkan hati. Nabi SAW bersabda,

Puasa dan Al-Qur'an, pada hari kiamat akan memberikan syafaat kepada hamba. Puasa berkata, 'Rabbi, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat, maka perkenankan aku memberikan syafaat kepadanya.' Al-Qur'an berkata, 'Rabbi, aku telah mencegahnya dari tidur malam, maka perkenankan aku memberikan syafaat kepadanya.' Maka keduanya di perkenankan memberikan syafaat kepadanya.

Rasul SAW membaca dan mempelajari Al-Qur'an di hadapan Jibril pada bulan Ramadhan, sekali. Dan pada tahun terakhir beliau membacanya dua kali. Dakwah Anda semua adalah dakwah Al-Qur'an, sedangkan Anda sekalian mengatakan, "Al-Qur'an adalah pedoman hidup kami." Maka, bulan Ramadhan adalah dakwah Anda. Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dan renungkan kandungannya, karena Anda akan mendapatkan kenikmatan baru padanya ketika membaca ulang, sekalipun Anda seorang hafizh (penghafal) Al-Qur'an. Anda akan merasakan pengaruh yang menakjubkan jika membacanya dengan penghayatan makna. Jangan berusaha memahaminya dengan mendalami hal-hal yang pelik-pelik dan kajian yang njlimet, tetapi bacalah sebagaimana para sahabat Rasulullah SAW membacanya. Barangsiapa membacanya seperti ini, maka untuk setiap huruf yang dibacanya ia mendapat sepuluh kebaikan, dan Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mendengarkan satu ayat dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan cahaya dan petunjuk pada hari kiamat.

Ketahuilah bahwa bulan ini merupakan bulan sedekah dan kezuhudan terhadap materi. Karena itu, banyaklah menyantuni fakir miskin. Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan dan kedermawanan beliau paling besar terlihat pada bulan Ramadhan. Berusahalah agar, Anda mempunyai amalan yang tidak Anda tinggalkan selama bulan Ramadhan. Bersemangatlah dalam melaksanakan shalat tarawih. Kita melaksanakannya dengan membaca seluruh Al-Qur'an, delapan rakaat. Shalat tarawih merupakan salah satu sunah muakadah serta syiar dan kekhususan bulan Ramadhan. Ia adalah wadah tempat hati seorang muslim berhubungan dengan Tuhannya. Nabi SAW didatangi oleh Jibril pada bulan Ramadhan, lantas membacakan Al-Qur'an di hadapannya. Karena Ramadhan adalah puasa di siang hari sekaligus cocok untuk menjadi bulan bangun di malam hari, sedangkan malam sangat cocok untuk dilaksanakan shalat. Jumlah rakaat dalam shalat tarawih adalah delapan, itulah yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. Bisa pula dua puluh rakaat, yaitu sebagaimana yang dilaksanakan oleh Umar ra. Ada pula yang melaksanakan tiga puluh enam rakaat, dan ini sebagaimana yang dilaksanakan oleh penduduk Madinah. Masing-masing mempunyai dasar dari sunah.

Tujuan pelaksanaan shalat tarawih adalah menjalin interaksi dengan Allah dan Kitabullah. Disunahkan untuk memanjangkan shalat tarawih ini. Shalat tarawih tidak dimaksudkan untuk memperbanyak rakaat saja, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan orang, sambil melaksanakannya secara tergesa-gesa sehingga menjadikannya cacat, sementara mereka lupa bahwa shalat tarawih ddak lain untuk menikmati kitabulah dan inilah rahasia di dalamnya. Jika ada pertentangan antara kedua hal itu, maka mencukupkan dengan delapan rakaat panjang lebih baik daripada dua puluh rakaat dengan tergesa-gesa. Diriwayatkan dari Abu Bakar ra. yang berkata, "Kami meninggalkan shalat tarawih, agar orang-orang yang berpuasa bisa segera makan sahur, lantaran khawatir terbitnya jajar. "

Mereka biasa membaca seluruh surat Al-Baqarah, bersandar di atas tongkat karena lamanya berdiri dan membaca, sehingga mereka bisa menkmati kitab Allah. Yang dikehendaki dalam pelaksanaan shalat ini adalah perhatian terhadap jiwa pensyariatannya, pelaksanaannya sebaik mungkin, dan pemanfaatan kesempatan untuk mendengar bacaan Al-Qur'an. Adapun acara ritual yang dilakukan oleh sebagian umat Islam sehingga menimbulkan suara gaduh di masjid, seperti shalawat dan kalimat la ilaha illallah wahdahu la syarikalah... dst. yang mereka baca dengan suara keras, itu sama sekali bukan termasuk dalam ajaran agama. Menghadapi keadaan ini, seorang mursyid harus berlaku lemah lembut dalam dakwah dan menggunakan kebijaksanaan dalam memberikan bimbingan, tanpa kekerasan.

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik. (QS. An-Nahl: 125)

Jika kita mempunyai kekuatan, maka kita bisa memaksa mereka, tetapi jika tidak, maka kita harus mengajak mereka dengan lemah lembut.

وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (QS. An-Nur: 54)

Yang bertanggung jawab terhadap kondisi seperti ini adalah Departemen Wakaf dan Al-Azhar Asy-Syarif. Tidak perlu menciptakan persengketaan antara seorang muslim dengan saudara muslim lainnya. Menjaga persatuan adalah kewajiban, sedangkan shalat tarawih adalah sunah. Menjaga kewajiban itu lebih utama daripada menjaga sunah. Para da'i dan mursyid berkewajiban untuk mengarahkan perhadan para pemimpin mereka untuk memperbaiki keadaan ini dengan bijaksana. Hendaklah Anda semua senantiasa menjaga pelaksanaan sesuatu yang lebih sempurna dan lebih baik.

Di bulan Ramadhan Anda juga menanti malam-malam mulia, saat kebaikan tercurah. Malam ketujuh belas adalah malam bersejarah yaitu ketika pertolongan teoritis dan praktis terwujud nyata dalam perang Badr, saat dua pasukan saling berhadapan.

فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَى كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ

Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) vang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang- orang yang mempunyai mata hati. (QS. Ali I mran: 13)

Lailatul Oadar jatuh pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Bahkan sepuluh malam ini merupakan malam-malam tajalli, karena itu hendaklah Anda menggembleng jiwa di dalamnya dan membersihkannya dari urusan-urusan dunia. Menghadaplah kepada Allah dengan shalat, munajat, dan terus-menerus berdoa, karena Allah menyukai orang yang terus-menerus berdoa. Barangsiapa memiliki waktu luang, hendaklah beri'tikaf dan tidak keluar dari masjid kecuali untuk kebutuhan yang mendesak, karena i'tikaf adalah sunah Rasulullah SAW. dan dilaksanakan pula oleh orang-orang shalih. Adapun yang mempunyai kesibukan, setidaknya supaya beri'tikaf di malam hari. Jika sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan datang, beliau SAW. "mengencangkan sarung", melaksanakan qiyamul lail, dan membangunkan istri-istrinya.

Ketahuilah bahwa interaksi yang dikehendaki di bulan Ramadhan adalah interaksi dalam ketaatan kepada Allah, tidak dalam permainan. Tetapi yang dilakukan manusia justru sebaliknya, mereka menjadikan Ramadhan sebagai bulan kelalaian dan permainan. Di antara mereka ada yang menghabiskan waktu-waktu di bulan Ramadhan di kelab-kelab, tempat-tempat hiburan, dan kafe-kafe. Di antara mereka ada juga yang mendatangi seorang fakih di satu ruangan untuk membaca Kitabullah di dalamnya, setelah itu mereka meninggalkannya ke ruangan lain untuk berbincang-bincang semaunya, tidak mendengarkan ataupun mcntadabun ayat Al-Qur'an.

Suatu ketika Ibnu Masud ra. berlalu di hadapan sekelompok orang yang berada di sisi jalan. Ia berkata kepada mereka, "Para sahabat Muhammad biasa saling berkunjung karena Allah." Mereka menjawab, "Motif kami keluar dari rumah tidak lain adalah saling berkunjung karena Allah." Ia berkata kepada mereka, "Bergembiralah. Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

Kamu semua tetap dalam keadaan baik, selama masih saling mengunjungi.

Karena itu, Ikhwan sekalian, hendaklah Anda semua menjadikan bulan ini sebagai bulan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan melaksanakan tradisi yang dilakukan oleh salafus-shalih radhiyallahu 'anhum. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Sayidina Muhammad, juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya. [Sumber: Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna]
13:00 | 9 komentar

Helikopter Jatuh, 6 Tentara Israel Tewas

Written By Admin BeDa on Selasa, 27 Juli 2010 | 17:00


Enam tentara Israel tewas dalam latihan perang di Rumania, Senin kemarin (26/07). Berita itu disebutkan sumber media Rumania menyusul jatuhnya helikopter mereka di Rumania Tengah.

Tim pencari telah melihat reruntuhan helikopter itu dari udara dan sedang berupaya untuk mendapatkan akses ke tempat jatuhnya helikopter guna menemukan para awaknya. Kementerian Pertahanan Rumania menyatakan peristiwa yang terjadi di gunung Carpathian di daerah Brasov, itu sebagai kecelakaan. Daerah yang terletak sekitar 150 Km di utara ibukota Rumania itu merupakan kawasan yang bergunung-gunung.

Pihak kementrian pertahanan Israel juga mengakui jatuhnya helikopter tersebut, namun mereka menolak keterangan jatuhnya korban jiwa.

Latihan perang itu sendiri digelar di Rumania dan rencananya berlangsung dari 18 Juli hingga 29 Juli nanti.[AN]
17:00 | 6 komentar

Ketika Rindu Terobati


Pada mulanya Gibran datang ke kediaman Farris Effandi Karamy untuk menyambung silaturahim. Meneruskan persahabatan ayahnya yang telah tiada dengan lelaki kaya raya di Lebanon Utara itu. Namun takdir justru mengantarnya menemui cinta.

Selma Karamy, nama gadis itu. Putri semata wayang Farris Effandi. Kimia jiwa yang bergetar dalam diri dua anak Adam itu bersenyawa menjadi saling cinta. Secara fisik Selma digambarkan Gibran sebagai perempuan paling cantik di bawah matahari. Namun kecantikan sejatinya terletak pada kemuliaan jiwanya. Maka ketika Gibran kembali ke rumahnya, dadanya dipenuhi rindu. Ingin rasanya segera melintasi waktu dan menerobos teritori. Berjumpa labuhan jiwa lagi. Bertemu kekasih hati kembali.

Kerinduan mukmin pada Ramadhan setara dengan kerinduan Gibran pada Selma saat itu. Bahkan lebih besar lagi. Sebab Ramadhan adalah kekasih jiwa. Keindahannya melebihi kecantikan wanita tercantik di bumi, bahkan melampaui bidadari. Sebagaimana ia takkan tertandingi ketampanan pemuda manapun di bawah langit ini. Keindahan itu terpancar dari aura yang dibawanya. Jika orang yang dirindui akan disambut di depan istana atau di ujung jalan, Ramadhan telah disambut dua bulan sebelum ia datang: oleh Sang Nabi, sahabatnya, dan salafusshalih. Lihatlah doa mereka:

"Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan" (HR. Al-Baihaqi).

"Ya Allah berkahilan kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami di bulan Ramadhan."
(HR. Ahmad).

Kemuliaan Ramadhan melebihi kemuliaan jiwa bagi kekasihnya. Jika kemuliaan sang kekasih hadir dalam subyektifitas seorang pecinta, kemuliaan Ramadhan adalah anugerah Sang Pencipta cinta. Kemuliaan adalah hakikat, bukan sudut pandang manusia yang hatinya telah terpikat. Maka adakah kekasih yang membawa hadiah ampunan bagi kekasihnya? Adakah kekasih yang menjadikan bau mulut kekasihnya melebihi harumnya misik terindah? Adakah kekasih yang satu hari bersamanya menjauhkan diri 70 tahun dari neraka? Adakah kekasih yang membawa kegembiraan bersamanya sekaligus kegembiraan saat bertemu Tuhan kita?

Pantaslah jika Ramadhan begitu dirindukan... Pantaslah jika Ramadhan menghiasi kalbu salafusshalih sepanjang tahun. Enam bulan setelah bersua dengannya adalah masa-masa pemanjatan doa agar perjumpaan itu tidak sia-sia. Lalu enam bulan berikutnya adalah kerinduan yang membuncah dalam munajat, siang dan malam. Agar usia dipanjangkan. Agar pertemuan indah dengan kekasih tercinta menjadi kenyataan.

Bulan Ramadhan ketika disebut
Kami teringat sebuah taman bunga
Yang semerbak wangi tempat persinggahan
kebaikan mengandung hikmah

(Justice Voice, Rindu Ramadhan)

Kerinduan Gibran pada Selma akhirnya terobati. Namun obat itu segera menjadi racun baginya. Ia berhasil menemui Selma, namun ia tidak siap menerima takdir pahit yang mengoyak jiwanya. Selma menikah dengan Mansour Bey Galib dalam keterpaksaan. Tirani sosial memisahkan keduanya. Menutup kerinduan dengan kepedihan. Mengubah cinta menjadi sayap-sayap patah, terjemahan yang tepat untuk judul asli Al-Ajnihah al-mutakassirah, di mana Kahlil Gibran menuturkan cerita ini.

Ini perbedaan lain kerinduan pada Ramadhan di atas kerinduan kepada kekasih bernama manusia. Jika kerinduan ala Gibran dan Selma bisa terobati atau justru berubah menjadi sayap-sayap patah, kerinduan kepada Ramadhan –sebagaimana kerinduan pada kebaikan- membuat sayap-sayap kita justru tak pernah patah.

Bisa jadi seorang mukmin tidak menutup kerinduannya dengan Ramadhan sebagaimana doa dan cita-citanya. Sebab malaikat maut lebih dulu datang kepadanya, misalnya. Namun kerinduan itu akan tetap terobati karena kerinduan sejatinya lillah, karena Allah. Maka sangat mudah bagi Allah untuk mempertemukan Ramadhan dan kekasihnya di alam barzakh atau akhirat nanti; dalam bentuk dan dengan cara yang kita tidak memiliki pengetahuan tentangnya.

Hal yang sama berlaku bagi segala amal kebaikan. Niat yang dinilai bahkan sebelum amal dilakukan adalah buktinya. Namun yang sangat jelas, rindu yang pasti terobati ini diletakkan pula pada syahid fi sabilillah. “Barang siapa yang berdoa kepada Alloh dengan benar untuk mendapatkan mati syahid," sabda Rasulullah dalam shahih muslim, "maka Alloh akan menyampaikannya kedudukan para syuhada walau pun dia mati di atas tempat tidur”. Pedang Allah Khalid bin Walid, adalah salah satu pewaris hadits ini. Ia puluhan kali memimpin jihad, cita-citanya adalah syahid, namun akhir hayatnya terjadi di kediamannya.

Masih tersisa dua pekan untuk menanamkan kerinduan pada Ramadhan. Menata hati ini untuk menghapus noktah-noktah hitam yang menutupinya, hingga tak ada pembatas antara Ramadhan dan cinta kita. Percayalah, rindu ini pasti terobati. Percayalah, cinta ini membuat kita memiliki sayap-sayap yang tak pernah patah. [Muchlisin]
11:00 | 16 komentar

Kubah Baja Israel dan Bahaya Hakiki

Written By Admin BeDa on Jumat, 23 Juli 2010 | 18:00


Isham Shawir

Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan keberhasilan sistem keamanan Kubah Baja dalam menghadang roket-roket jarak dekat pada saat bersamaan. Gagasan Kubah Baja disampaikan setelah beberapa tahun militer Israel gagal mencegah serangan roket kelompok pejuang perlawanan dari Jalur Gaza dan dari selatan Libanon ke pemukiman yahudi. Namun keberhasilannya tetap diragukan.

Pengumuman keberhasilan dari departemen keamanan Israel itu bertujuan memberikan dukungan moril dan psikis bagi rakyat yahudi. Ini tentu membantu kepentingan Netanyahu. Dukungan Amerika terhadap proyek ini bukan saja berangkat dari keyakinannya akan efektifitas Kubah Baja ini. Namun juga memotivasi PM Israel untuk memberikan fleksebilitas dan memberikan janji-janji kembali ke perundingan langsung dengan Palestina dan bukan untuk menyepakati menarik diri dari Tepi Barat seperti yang diisukan.

Amerika menyadari, juga Israel bahwa masa depan entitas zionis dan eksistensinya tidak akan terancam dengan segelintir roket dari Jalur Gaza atau Libanon. Namun fenomena roket adalah hasil perkembangan teknologi adalah salah satu ancaman berbahaya yang mengancam eksistensi Israel dari ancaman perubahan pemikiran dan pembagian penduduk.

Israel hidup dikelilingi oleh dunia Arab dan Islam mulai merasakan adanya gelombang anti penjajahan meningkat. Ini karena kembalinya kesadaran berislam. Ini merupakan ancaman bagi Israel dari sisi pemikiran dan ideologi. Artinya kelompok anti Israel akan semakin banyak, bukan sekedar Iran, Suriah, Hizbullah dan Hamas. Di dalam wilayah Israel (baca; wilayah Palestina jajahan Israel) sendiri hidup lebih dari 1,2 juta warga Palestina yang merupakan bom demografi waktu menurut keyakinan Israel. Ini belum termasuk 4 juta lebih warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Karenanya, makin ke sini, Israel makin merasa tercekik. Karenanya, tidak asing bila Israel harus menggelar aksi pengusiran warga, pengekangan dan penggusuran rumah. Bahaya ini bersatu dengan bahaya perkembangan teknologi negara-negara Arab dan Islam. Sehingga, eksisten Israel di Palestina di masa depan hanya ilusi dan khayalan.

Yang pasti, Amerika tidak akan bisa memberikan keamanan sepenuhnya kepada penjajah Israel sebagaimana tidak bisa memberikan negara kepada kita Palestina. Apa yang kita saksikan berupa upaya Amerika menjaga keamanan Israel hanyalah pertimbangan internalnya yang dimanfaatkan Israel dalam mewujudkan sejumlah capaian sederhana bahkan minim dan sementara. Upaya ini sama sekalin tidak akan bisa menghalangi kemungkinan hancurnya Israel dalam waktu dekat. Insya Allah. [bn-bsyr, infopalestina]
18:00 | 6 komentar

Perusahaan dan Tenaga Kerja Amerika Pun Ikut Boikot Israel

Written By Admin BeDa on Selasa, 20 Juli 2010 | 17:00


Isu Palestina telah menjadi isu internasional. Masalah blokade Gaza kini bukan hanya problematika umat Islam. Khusunya, setelah misi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) dihadang dan diserang Israel secara brutal. Gerakan kemanusiaan yang dimotori oleh Turki itu berhasil diekspos secara masif di hadapan dunia internasional.

Kini aksi-aksi protes dan pemboikotan Israel bukan lagi milik negeri-negeri muslim. Setelah gelombang protes melanda Eropa beberapa pekan terakhir, aksi yang sama juga terjadi di Amerika.

Lebih dari 800 tenaga kerja dan aktifis masyarakat di pelabuhan terbesar keenam di Oakland memblokade sebuah kapal kargo besar Israel selama 24 jam.

Sementara perusahaan AS Olympia Food Co-op memutuskan untuk memboikot barang-barang produk Israel di toko-toko mereka yang ada di Washington.

"Bagi saya, dampak moral lebih penting daripada dampak finansial. Maka kami memutuskan untuk memboikot barang-barang produk Israel," kata Richards, salah seorang anggota dewan direksi Olympia Food Co-op.[AN]
17:00 | 11 komentar

Perlawanan Tetap Jalan Meski 5 Sipil Syahid Selama Juni 2010

Written By Admin BeDa on Senin, 19 Juli 2010 | 18:00


Rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza, tidak kenal kata menyerah untuk berhadapan dengan Israel. Mayoritas rakyat masih mendukung jalan perlawanan yang dipimpin Hamas, meskipun tindakan Israel sangat represif dan kejam.

Selama bulan Juni 2010 didapatkan data 5 sipil yang tewas (baca: syahid) karena serangan Israel. Al Mizan Center for Human Right yang berbasis di Gaza mengeluarkan laporan mengenai kekejaman tentara zionis itu selama bulan Juni 2010. 5 sipil korban kekejaman Israel itu hanya di wilayah Gaza. Belum termasuk Tepi Barat yang belum ada laporan resminya.

Al Mizan juga melaporkan bahwa tentara zionis tersebut menggunakan senjata mematikan dalam melawan sipil tak bersenjata, biasanya pada saat demonstrasi atau protes penggusuran rumah. Zionis juga menargetkan penduduk yang mengumpulkan batu dan puing-puing di dekat perbatasan. Para penduduk mengumpulkan batu dan puing untuk membangun kembali rumah-rumah mereka yang telah dihancurkan militer negara berlambang bintang david itu.

Syahidnya 5 sipil di Gaza tidak menyurutkan semangat perlawanan rakyat Palestina. Buktinya, hampir setiap hari ada aksi menentang penjajahan zionis tersebut, baik di Gaza maupun Tepi Barat.[AN]
18:00 | 3 komentar

Israel Lukai 2 Wartawan, 1 Kehilangan Pendengaran

Written By Admin BeDa on Minggu, 18 Juli 2010 | 16:00


Sabtu kemarin (17/07), dua wartawan terluka dan dilarikan ke rumah sakit setelah diserang tentara Israel. Salah seorang dari mereka adalah wartawan AFP. Ia dihantam tentara Israel di bagian muka dan kakinya. Sedangkan wartawan kedua kehilangan pendengaran setelah ledakan granat dekat kepalanya.

Serangan ini dialami ketika kedua wartawan itu meliput demonstrasi mingguan menentang dinding pembatas kontroversial Israel. Demontrasi yang dihadiri puluhan aktivis dekat kota selatan Tepi Barat, Beit Umar, di pinggiran Al Kalil itu coba dibubarkan oleh tentara Israel.

Demonstrasi serupa banyak terjadi di berbagai wilayah di Tepi Barat dalam beberapa tahun terakhir. Sering tampak tentara-tentara Israel berusaha membubarkan mereka dengan gas air mata dan peluru karet. Sementara para pemuda Palestina melempar batu ke arah tentara-tentara itu.

Seorang juru bicara mengomentari cederanya dua wartawan itu dengan menyatakan bahwa tentara Israel hanya berniat membubarkan 40-an orang perusuh yang ikut dalam demonstrasi itu.

"Siapapun yang memilih datang mendekat ke daerah konflik atau insiden kekerasan maka baik pria maupun wanita menanggung resiko," katanya menambahkan.

Perhimpunan Pers Asing sendiri telah memprotes "kebijakan" yang ditetapkan oleh pihak militer dan polisi Israel.

"Selama beberapa bulan lalu para wartawan yang meliput kejadian-kejadian ini dilecehkan, ditangkap dan diserang di berbagai tempat pasukan sebelum mereka mengalihkan perhatian kepada para aktifis atau demonstrator," kata perwakilan Perhimpunan Pes Asing dalam satu pernyataan.[AN]
16:00 | 5 komentar

Takabur (1)


Penyakit hati berikutnya -setelah riya dan sumah- yang perlu diwaspadai adalah takabur. Bukan hanya orang umum, aktifis dakwah juga bisa terjangkiti penyakit ini. Dalam beberapa edisi ke depan, Bersama Dakwah akan mengetengahkan artikel tazkiyatun nafs mengenai penyakit yang membuat iblis diusir dari surga ini. Untuk kali ini, akan dimulai dengan definisi takabur.

Definisi Takabur Secara Bahasa (Etimologi)
Secara bahasa (etimologi), takabur berarti “sombong” atau “berusaha menampakkan keagungan diri”. Dalam kitab lisanul Arab, antara lain disebutkan bahwa at-takabur wal istikbar berarti at-ta’azzhum (sombong). Dalam Al-Qur’an pengertian ini digunakan misalnya pada surat Al-A’raf ayat 146:

سَأَصْرِفُ عَنْ آَيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ

Allah akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar… (QS. Al-A’raf : 146)

Definisi Takabur Secara Istilah (Terminologi)
Secara istilah (terminologi), takabur berarti sikap seseorang yang membangga-banggakan diri (ujub) yang berakibat pada penghinaan atau meremehkan orang lain serta merasa tidak pantas untuk menerima kebenaran dari mereka.

Pengertian ini sejalan dengan hadits Rasulullah SAW:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ . قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat takabur sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Takabur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. (HR. Muslim)

Dari hadits ini, selain dijelaskan definisi takabur, juga didapatkan jenis takabur yang dibedakan menjadi dua, yaitu takabur terhadap al haq dan takabur terhadap makhluk. Takabur terhadap al-haq adalah dengan menolaknya, berpaling, dan tidak mau menerima. Sedangkan takabur terhadap makhluk atau sesama manusia adalah meremehkannya, merendahkan, memandang orang lain tidak ada apa-apanya dan melihat dirinya lebih dibandingkan orang lain.

Semoga definisi takabur ini bermanfaat bagi kita untuk mengidentifikasi penyakit hati itu agar tidak menjangkiti kita. Wallaahu a'lam bish shawab. Bersambung ke Takabur (2)[]
12:00 | 8 komentar

Merangkai Bunga Cinta | Download Powerpoint

Written By Admin BeDa on Jumat, 16 Juli 2010 | 16:00


Didedikasikan untuk para Aktifis Dakwah Sekolah (ADS) dan Aktifis Dakwah Kampus (ADK). Materi Merangkai Bunga Cinta merupakan materi tentang cinta dengan alur yang tepat untuk audien pelajar atau mahasiswa. Dimulai dari intro, lalu mengajak audien untuk mendefinisikan cinta, dan berbagi pengalaman mereka ketika jatuh cinta.

Selanjutnya audien diajak untuk menghayati saat-saat cinta; perubahan apa yang dibawa oleh cinta. Pasti ada rindu, ini juga membuat suasana training menjadi 'romantis' apalagi jika diantara audien ada yang sedang mengalaminya. Mengakhiri sesi pertama cinta, diingatkan bahwa cinta bisa membuat patah hati. Momen mengharukan bisa diciptakan di sini.

Tibalah peserta diajak pada sekuel kedua: Cinta sejati. Cinta tanpa patah hati. Pada bagian kedua ini ada 2 ayat dan 2 hadits yang menjadi landasan berpikir. Jadi, audien diarahkan dari "cinta jiwa" menuju cinta kepada Allah.

Materi yang terdiri dari 12 slide ini (sebenarnya ada beberapa slide tambahan berisi film/klip pendukung tetapi tidak disertakan mengingat besarnya kapasitas download yang akan menyulitkan) pernah dipakai untuk training di aula PJB Gresik dan Masjid At-Taqwa Lamongan. Semoga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas demi kepentingan dakwah. Mohon maaf juga, selain film/klip, audio dan backsound juga tidak disertakan dengan alasan yang sama.

Berikut 3 slide pertama "Merangkai Bunga Cinta":





Untuk mendownload silahkan KLIK DI SINI[]
16:00 | 15 komentar

Awal Ramadhan 1431 H Insya Allah Tak Ada Perbedaan


Umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kini tengah menantikan Ramadhan 1431 H. Bulan mulia yang tinggal sekitar 25 hari itu memang menjadi tamu istimewa bagi umat Islam. Nuansa ibadah yang dibawanya dan suasana religius yang menyertainya, pantas dirindukan. Apalagi dengan banyaknya keutamaan di dalam bulan suci itu.

Setiap tahun, umat Islam menginginkan awal Ramadhan yang serentak, tanpa perbedaan. Dengan pelaksanaan puasa ramadhan yang bersamaan, kebersamaan kaum muslimin lebih terasa dan persatuan lebih terjaga.

Tahun 2010 atau 1431 H ini, insya Allah akan sesuai dengan harapan umat, khususnya di Indonesia. Pasalnya, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sepakat menetapkan 1 Ramadhan 1431 H jatuh pada tanggal 11 Agustus 2010. Meskipun belum final, karena Nahdhatul Ulama (NU) tetap akan memastikan dengan rukyat, diperkirakan hasilnya akan sama.

“Itu prediksi secara hisab, karena kami tetap menunggu rukyatul hilal,” kata Ketua Lajnah Falaqiah PWNU Jatim H Abdus Salam Nawawi di Surabaya.

“Dari sudut peluang sama memang ada karena ketinggian hilal di atas dua derajat, tapi nggak tahu kalau ada mendung, karena itu kami akan menunggu hasil rukyatul hilal,” tambah Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Semoga tidak ada perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan 1431 H sebagaimana harapan umat.[AN]
13:00 | 7 komentar

Pakai Burqa Didenda € 150, Amnesti Internasional Cela Perancis

Written By Admin BeDa on Kamis, 15 Juli 2010 | 10:43


Keputusan parlemen Perancis yang melarang pemakaian cadar atau burqa di tempat umum, dicela Amnesti Internasional. Melalui pakar diskriminasi di Eropa John Donien, dikatakan bahwa larangan burqa merupakan pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama bagi perempuan yang memilih untuk memakainya.

"Larangan itu hukuman ganda bagi mereka yang memakai jilbab, karena akan membatasi keterlibatan mereka dalam masyarakat dan justru memaksa mereka untuk tinggal di rumah," begitu katanya.

Majelis rendah Perancis Selasa (13/07) telah menyetujui memberlakukan sanksi keuangan pada wanita yang mengenakan jilbab di tempat umum.

Undang-undang, yang harus dikaji oleh Dewan Konstitusi (lembaga konstitusi tertinggi di Perancis) dan disahkan oleh Senat, menjadikan Perancis negara Eropa kedua yang melarang pemakaian burqa atau niqab dan mengancamnya dengan sanksi hukum.

Dalam RUU pelanggaran, pemakai burqa dikenakan sanksi € 150. Sedangkan orang-orang yang memaksa seorang wanita untuk menutup wajahnya diancam satu tahun penjara dan denda 30.000 €.

Di Perancis, jumlah Muslim tergolong minoritas. Namun jumlah 5 juta muslim itu tergolong besar dibandingkan negara-negara lain di Eropa. Sedangkan pemakai cadar diperkirakan sebanyak dua ribu orang.

Para pendukung hukum ini berargumen bahwa burqa atau niqab merupakan ancaman bagi keamanan publik. [AN/jzr]
10:43 | 6 komentar

Download Ceramah Ramadhan

Written By Admin BeDa on Rabu, 14 Juli 2010 | 16:00


Ramadhan 1431 H atau Ramadhan 2010 akan segera tiba. Dalam rangka menyambutnya, Bersama Dakwah menyediakan eBook Ceramah Ramadhan dalam format pdf. Selain didedikasikan untuk para muballigh dan dai, eBook Ceramah Ramadhan ini juga perlu dibaca oleh kaum muslimin, khususnya dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Ramadhan 1431 H atau Ramadhan 2010 ini.

Berikut ini tema-tema ceramah Ramadhan yang bisa di-download gratis. Sementara baru tersedia 9 tema ceramah Ramadhan. Semoga seiring berjalannya waktu, bisa tersedia lengkap ceramah Ramadhan 30 hari sebelum Ramadhan 1431 H atau Ramadhan 2010 selesai.

1. Ceramah Ramadhan 1: Perintah Puasa » DOWNLOAD
2. Ceramah Ramadhan 2: Keutamaan Puasa » DOWNLOAD
3. Ceramah Ramadhan 3: Sunnah-sunnah Ramadhan » DOWNLOAD
4. Ceramah Ramadhan 4: Hikmah Puasa » DOWNLOAD
5. Ceramah Ramadhan 5: Orang-orang yang Berhalangan Puasa » DOWNLOAD
6. Ceramah Ramadhan 6: Puasa yang Berkualitas » DOWNLOAD
7. Ceramah Ramadhan 7: Optimalisasi Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah » DOWNLOAD
8. Ceramah Ramadhan 8: Ramadhan dan Kesabaran » DOWNLOAD
9. Ceramah Ramadhan 9: Memaknai Ramadhan sebagai Bulan Jihad » DOWNLOAD
10. Ceramah Ramadhan 10: Ramadhan Momentum Tepat untuk Taubat » DOWNLOAD
11. Ceramah Ramadhan 11: Qiyamul Lail, Keutamaan dan Pembiasaannya » DOWNLOAD

Semoga eBook Ceramah Ramadhan ini bermanfaat, khususnya untuk Ramadhan 1431 H atau Ramadhan 2010 kali ini. Bila ada link yang error atau kesalahan dalam ebook ini mohon disampaikan melalui komentar di bawah ini.[]


TEMA-TEMA CERAMAH RAMADHAN BERIKUTNYA BISA DIKLIK DI
Download Ceramah Ramadhan 1432 H – 2011 M
16:00 | 91 komentar

Israel Granat Permukiman Penduduk, 1 Wanita Syahid


Selasa kemarin (13/07), militer Israel menembakkan granat ke permukiman Al-Barij di kota Gaza. Granat yang mengenai rumah tersebut mengakibatkan seorang wanita syahidah (insya Allah), dan lima lainnya luka-luka.

Korban terluka sudah dievakuasi ke rumah sakit Al-Aqsa, sebagaimana penuturan Direktur emergency Palestina, Muawiyah Husnain. Sebagian mereka luka parah dan sebagian lagi sedang.

Dikatakan oleh warga Palestina bahwa Israel selalu melakukan penyerangan terhadap warga di sepanjang perbatasan Gaza. Setiap hari ada penembakan dan penyerangan yang dilakukan Israel, namun kali ini menggunakan granat dan merusak rumah dan menimbulkan korban jiwa.

Seorang juru bicara militer Israel mengaku pihaknya yang melakukan tembakan granat itu. Ia beralasan bahwa sasaran granat itu adalah "para tersangka yang telah dikenali telah mendekati pagar perbatasan".[AN]
08:00 | 10 komentar

Semangat Pemuda, Kebijaksanaan Kaum Tua

Written By Admin BeDa on Selasa, 13 Juli 2010 | 10:00


Banyak yang tahu sejarah Umar bin Khatab dan Khalid bin Walid. Tetapi tidak banyak yang tahu bahwa Khalid bin Walid pernah membanting Umar bin Khatab dalam gulat hingga kakinya cedera.

Kita mungkin terkejut karena dalam persepsi kita Umar bin Khatab lebih kuat daripada Khalid bin Walid. Persepsi itu tidak salah. Lalu bagaimana Khalid bin Walid mengalahkan Umar bin Khatab? Itu terjadi saat mereka masih remaja. 10 tahunan. Usia Khalid bin Walid dan Umar bin Khatab memang tidak terpaut jauh. Selain masih ada ikatan keluarga, mereka kawan sepermainan. Dan cara bermain remaja Arab kala itu tidak sama dengan permainan anak-anak kita. Sejak kecil mereka telah belajar menjadi lelaki! Kekuatan fisik dan keahlian perang yang ketika itu menjadi top life skill juga mewujud dalam permainan mereka. Salah satunya adalah gulat itu. Nah, saat Khalid berhasil membanting Umar, Khalid sendiri kemudian ketakutan. Sebab kaki Umar cedera berhari-hari. Untungnya cedera itu bisa sembuh.

Apa hubungannya dengan semangat pemuda kebijaksanaan kaum tua (حماسة الشباب وحكمة الشيوخ) ? Ternyata latihan sejak kecil itu menjadikan para pemuda memiliki semangat (hamasah) yang luar biasa. Hamasah ini ada pada Khalid. Hamasah ini ada pada Umar. Dan hamasah para pemuda adalah satu diantara dua kunci kesuksesan sebuah gerakan (harakah).

Hamasah yang menggelora ini melahirkan keberanian dan melipatgandakan kekuatan. Sebab kekuatan tanpa keberanian akan selamanya bersembunyi dalam diam. Kekuatan tanpa keberanian juga membuat gerakan menjadi lamban, dan tiba-tiba momentum berlalu tak termanfaatkan. Hamasah pemuda yang melahirkan keberanian dan melipatgandakan kekuatan tertoreh mulia dalam perang Badar. Ali bin Abu Thalib yang saat itu masih berusia 25 tahun menjadi bintang lapangan. Ia berhasil membunuh 18 orang musuh, dari total 70 pasukan kafir Quraisy yang terbunuh. Muhammad Al-Fatih yang berhasil memimpin pasukan memfutuhkan Konstantinopel juga masih sangat muda. Sekitar 23 tahun.

Lalu hamasah yang melahirkan akselerasi gerakan atau mendorong keputusan cepat -just in time- bisa kita lihat pada tahun 1945. Atas desakan para pemudalah jika akhirnya kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus tahun itu. Dan atas desakan pemuda-pemuda Ikhwanul Muslimin pimpinan Hasan Al-Banna lah jika kemudian Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Setelah itu mengalirlah pengakuan dari berbagai negara di dunia.

Pemuda harus memiliki hamasah. Dan dengan hamasah para pemuda, harakah menjadi lebih berani dan lebih akseleratif. Namun harakah juga memerukan kunci kedua. Ibarat sebuah perjalanan, harakah tidak hanya melalui jalan lurus bebas hambatan yang menghajatkan kecepatan dan keberanian an sich. Jalan ini justru seringkali bertemu dengan tikungan, hambatan, dan persimpangan. Menghadapi tikungan kita memerlukan rem untuk mengontrol kecepatan agar tidak menikung terlalu lebar dan keluar jalan atau bahkan masuk jurang. Ketika ada hambatan perlu kehati-hatian agar tidak menabrak atau ditabrak. Ketika di depan ada persimpangan perlu kebijaksanaan mengambil jalan yang mana agar sesuai dengan tujuan. Tiga peran ini membutuhkan hikmatusy syuyukh, kebijaksanaan kaum tua.

Kaidah حماسة الشباب وحكمة الشيوخ ini bukan berarti membatasi bahwa pemuda itu tidak bijaksana atau kaum tua tidak semangat. Terlalu banyak contoh orang-orang yang memiliki keduanya. Pemuda yang memiliki hamasah dsekaligus hikmah misalnya Ali bin Abu Thalib. Julukan "gudang ilmu" yang diperolehnya menunjukkan betapa bijaksananya pemuda pemberani ini. Sedangkan Rasulullah di masa tua, beliau tetap memiliki hamasah yang luar biasa di samping kebijaksanaannya yang tiada tara.

Yang menjadi persoalan adalah jika hilang dua-duanya dari dalam diri kita. Hamasah tidak ada, hikmah juga tidak ada. Kita khawatir telah ada indikasi itu dalam sebagian organ kita. Jika Anda mengetahui sekelompok pemuda yang produktifitas amalnya belum kelihatan seringkali saat mengundang Ustadz-ustadz sepuh meminta taujih. Ketika ustadz bertanya: "Tema taujihnya apa akhi?", dijawab: "Yang penting taujih yang membuat kita semangat Ustadz!". Jika indikasi ini benar bahwa pemuda telah kehilangan hamasah, lalu apa yang tersisa? Wallaahu a'lam bish shawab. [Muchlisin]
10:00 | 10 komentar

Stres dan Narkoba, Masalah Pasukan Koalisi di Afghanistan Bertambah

Written By Admin BeDa on Senin, 12 Juli 2010 | 13:00


Setelah berita salah tembak pasukan koalisi yang menewaskan 5 tentara dan 6 sipil dalam dua hari berturut-turut, Rabu (07/07) dan Kamis (08/07), kini ditemukan masalah baru dalam pasukan perang pimpinan Amerika Serikat itu.

Press TV hari ini merilis hasil survey surat kabar The Australia bahwa para tentara Australia di Afghanistan telah dilanda stres dan mengalami trauma. Melalui Survei yang merupakan bagian dari studi kesehatan senilai 12 juta dolar itu terungkap bahwa banyak tentara yang menderita kecanduan narkoba.

Survey yang didanai pemerintah Australia ini juga menemukan pilot pesawat tempur Australia menggunakan narkoba jenis stilnox dan lainnya. Stilnox (zolpidem) ini adalah obat resep yang digunakan untuk pengobatan jangka pendek insomnia, serta beberapa gangguan otak.

Departemen Pertahanan Australia menolak hasil studi ini. Namun, sebulan sebelum hasil studi ini dipublikasikan, seroang tentara muda Australia kehilangan nyawanya di Afghanistan karena overdosis narkoba. [AN]
13:00 | 11 komentar

Para Petarung VS Para Petaruh


Piala Dunia 2010 baru saja usai dengan keberhasilan Spanyol menjadi juara. Menit ke 117, gol tercipta melalui tendangan keras Andres Iniesta dari dalam kotak penalti, setelah mendapat bola sodoran dari Xavi. Membuat serunya permainan terakhir yang disaksikan milyaran pasang mata itu menjadi 1-0 dan tidak berubah sampai peluit panjang wasit terdengar.

Di pagi hari, sekitar pukul 06.15 saat kami berangkat mengantar si sulung masuk SDIT untuk pertama kalinya, terdengar obrolan bapak-bapak yang cukup miris. "Waduh, banyak yang meleset taruhan tadi. Banyak yang njago Belanda." Begitu kira-kira bapak-bapak di jalan sebuah kampung menyesali kekalahannya; bertaruh.

Piala dunia, sejak awal digelar 11 Juni lalu memang banyak menyita perhatian. Bersamaan dengan itu, muncullah para petaruh: ada pendatang baru, tidak sedikit yang petaruh lama. Ada yang hanya 50 atau 100 ribuan, tidak sedikit yang taruhannya sampai jutaan. Dan di Indonesia, negeri muslim terbesar ini, jumlah petaruh ternyata sangat besar.

Budaya instan mungkin berperan mendorong jumlah mereka. Bukankah hanya dalam 2 x 45 menit mereka bisa mendapatkan uang saat menang taruhan? Jumlah yang mereka dapatkan itu setara dengan bekerja sehari atau bahkan bekerja sebulan. Betapa mudahnya. Namun bagi yang kalah... ia kehilangan hasil keringatnya sehari atau bahkan sebulan. Betapa sedihnya jika membayangkan istri atau anaknya yang terzalimi karena uang belanja atau biaya sekolah yang harusnya diterima menjadi lenyap seketika...

Ada pula yang mungkin motifnya bersenang-senang saat taruhan dan menambah serunya menyaksikan piala dunia. Biasanya jumlah taruhan tidak banyak. Seperti beberapa hari lalu, teman kerja mengatakan (atau tepatnya kelepasan bicara) bahwa suaminya ikut taruhan agar lebih seru dan menantang saat menonton bersama teman-teman.

Apapun motif dan alasannya, faktor penentu sebenarnya adalah iman. Mereka yang beriman dan terjaga imannya, memahami bahwa taruhan yang tidak lain adalah judi itu, merupakan pekerjaan yang diharamkan oleh Allah SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Ma'idah : 90)

Apalagi judi merupakan salah satu dosa besar. Seorang mukmin dengan komitmen keimanannya akan berusaha menjauhinya. Bahkan sesuai hadits Rasulullah, dalam masalah ini tidak boleh ada alasan tidak mampu. Berbeda dengan perintah, seseorang hanya berkewajiban menjalankan sesuai kemampuannya. Sebagaimana sabda Rasulullah :

مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَافْعَلُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Apa yang aku larang atas kalian, jauhilah. Dan apa yang aku perintahkan kepada kalian, lakukanlah semampu kalian (HR. Muslim)

Maka bagi bapak-bapak petaruh yang menyesali kekalahannya semalam, selain dosa yang mengancam, tentu ada kerugian materi dan kekecewaan. Sementara bagi yang menang, selain dosa bukan keuntungan yang mereka peroleh karena kemenangan bertaruh hanya menghasilkan uang haram.

Masih ada bahaya besar yang mengancam sebagian petaruh. Yakni saat mereka memadukan antara taruhan dan ramalan. Entah mendatangi dukun, mempercayai Paul si gurita, ataupun Mani si kakaktua. Perhatikanlah ancaman dalam hadits berikut :

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Barangsiapa yang mendatangi paranormal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 malam. (HR. Muslim)

Lebih hebat lagi, -na'udzubillah- hadits berikut tidak ada tandingan kerugiannya:

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Barangsiapa yang mendatangi dukun atau paranormal lalu membenarkan ucapannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad. (HR. Ahmad)

Ada hal-hal positif dalam piala dunia yang mestinya bisa kita ambil tatkala kita menjadi penggemar bola. Diantaranya adalah sportifitas dan semangat para petarungnya. Thomas Mueller yang meraih sepatu emas, Maradona yang terus menangis dan berencana untuk mundur dari kursi pelatih setelah Argentina terhenti di perempat final karena kalah 0-4 dari Jerman, serta supertim Belanda dan Spanyol yang maju ke babak final. Tapi entah mengapa, lebih banyak yang memilih jadi petaruh alih-alih terinspirasi untuk menjadi petarung. [Muchlisin]
11:00 | 7 komentar

Kiat Mengatasi Riya' dan Sum'ah

Written By Admin BeDa on Sabtu, 10 Juli 2010 | 11:00


Bagian terakhir dari bahasan Riya' dan Sum'ah ini membahas Kiat Mengatasinya. Jika sebelumnya kita telah mengetahui Definisi, Fenomena, sampai Faktor Penyebab Riya' dan Sum'ah semoga kiat-kiat berikut menjadi solusi sehingga kita mampu mengatasi dan menjauhi Riya' dan Sum'ah.

1. Mengingat dan merenungi akibat riya' dan sum'ah baik di dunia maupun di akhirat
Dengan merenungkan akibat riya' dan sum'ah yang membuat kita tidak mendapatkan apa-apa dari sisi Allah, bahkan menyeret kita ke neraka, akan membuat kita lebih mudah melawan penyakit hati yang satu ini. Di dunia pun, kalau kita mau merenungkan, kekecewaan akan sering hadir bersamaan dengan riya' dan sum'ah yang kita lakukan.

2. Memilih teman dan lingkungan yang relatif bersih dari riya' dan sum'ah
Diakui atau tidak, interaksi kita dengan teman dan lingkungan hanya mengakibatkan dua hal. Kita yang mempengaruhi mereka atau kita yang akan dipengaruhi mereka. Bagi Anda yang tahu kapasitas diri bukan pengubah sejati, jagalah dari pertemanan atau lingkungan yang rawan riya' dan sum'ah. Perbanyaklah teman-teman yang shalih, yang membawa aura keikhlasan serta carilah lingkungan yang relatif aman dari riya' dan sum'ah.

3. Memperhatikan sejarah orang-orang terdahulu, baik yang menjadi contoh ikhlas maupun sebaliknya
Membaca atau mendengarkan kisah mereka akan memiliki bekas di hati dan berpengaruh dalam membantu kita untuk menghindari riya' dan sum'ah. Misalnya para sahabat yang begitu ikhlas. Ada yang ikhlas dalam amal yang terang-terangan, ada pula yang ikhlas dengan menjaga amal secara sembunyi-sembunyi. Ada pula seperti Khalid yang saat perang Yarmuk menjadi ikon keikhlasan. Atau Arab Badui yang tidak mau mendapatkan ghanimah saat perang Khaibar. Sebaliknya, ada pula orang yang masuk neraka padahal ikut jihad di Khaibar karena tidak ikhlas dan mencari dunia.

4. Mengkaji nash-nash syar'i tentang ikhlas dan bahaya riya' serta sum'ah
Baik itu ayat-ayat Al-Qur'an (akan lebih baik jika berikut dengan tafsirnya), maupun hadits-hadits Nabi. Saat jiwa kita terbiasa mengkonsumsi suplemen ruhiyah dan tsaqafah seperti ini, kita akan lebih mudah membawa diri kepada keikhlasan dan melawan riya' serta sum'ah.

5. Meningkatkan Intensitas Muhasabah
Yakni mengevaluasi amal kita sendiri atau melakukan intospeksi. Akan lebih baik jika hal ini dijadwalkan secara berkala. Idealnya harian. Seperti para slafaus shalih yang sebelum tidurnya senantiasa mengingat-ingat apa yang dilakukannya sepanjang hari. Jika ia ingat ada amal yang dilakukan dengan riya' atau sum'ah, segera bertaubat dan mengazamkan diri untuk tidak melawan riya' dan sum'ah ini.

6. Senantiasa berdoa kepada Allah
Ini karena Allah-lah penguasa dan pemilik hati. Memohon kepada Allah agar hati lurus dan ikhlas adalah solusi yang harus dilakukan. Saat kita merasa bisa ikhlas karena usaha kita, sesungguhnya kita telah terjamah riya' kepada Allah. Rasulullah mencontohkan sebuah doa yang sering beliau panjatkan: Ya muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinik (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu)

7. Menyadari bahwa segala sesuatu berjalan di atas takdir-Nya
Pemahaman yang benar terhadap takdir akan membuat kita sadar bahwa tak pantas kita bersikap riya' dan sum'ah. Toh, segala keberhasilan sejatinya atas karunia-Nya. Ini sangat perlu dimiliki khususnya oleh seorang muslim yang terlibat intes dengan amal jama'i atau aktif dalam jama'ah dakwah. Pemahaman takdir yang benar membuatnya lebih ikhlas, bukan menganggap bahwa kemenanangan dakwah adalah karena peran dan prestasinya.

Semoga tujuh kiat mengatasi riya' dan sum'ah di atas bisa menjadi solusi bagi kita sehingga terhindar dari riya' dan sum'ah. Hanya kepada Allah semata kita meminta pertolongan. Wallaahu a'lam bish shawab.[]
11:00 | 8 komentar

Dua Hari NATO Salah Tembak, 11 Tewas


Helikopter NATO di Afghanistan salah mengira sasaran. Kawan koalisinya yang sedang berada di distrik Andar di provinsi Ghazni dikira sebagai gerilyawan Afghanistan. Akibat penembakan itu, lima orang tewas dan dua orang terluka.

Semua korban pada hari Rabu (07/07) itu berasal dari tentara Afghanistan, kawan koalisi NATO. Tak urung, insiden itu membuat kementrian pertahanan Afghanistan marah besar. Mereka mengatakan insiden itu memberikan persepsi bahwa pasukan asing dalam upayanya memerangi kelompok perlawanan tidak cukup peduli untuk mencegah pembunuhan terhadap warga Afghanistan, baik militer maupun sipil. Sedangkan pihak NATO sendiri beralasan bahwa insiden itu terjadi karena kesalahan komunikasi.

Parahnya lagi, selang sehari setelah insiden itu, NATO kembali membuat kesalahan di Afghanistan Timur. "Salah tembak" di distrik Jani Khel di provinsi Paktia itu menyebabkan enam warga sipil tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Jum'at kemarin (09/07) NATO menyatakan bertanggungjawab dan meminta maaf atas dua insiden berturut-turut tersebut. Ini menjadi tamparan di saat komandan baru pasukan internasional di Afghanistan mengatakan pihaknya mempertimbangkan mengubah cara perang.[AN]
09:00 | 11 komentar

Penjara Raksasa itu Bernama Gaza

Written By Admin BeDa on Jumat, 09 Juli 2010 | 16:00


Pernahkah Anda membayangkan sebuah penjara yang berisikan 1,5 juta orang? Luasnya 360 km2. Beratap langit memang, namun dinding-dinding yang mengkotaknya dari dunia luar demikian kuat hingga bahan makanan dan obat-obatan tak bisa masuk. Akibatnya, dalam penjara raksasa itu banyak anak-anak yang sakit tidak tertolong. Ada para manula yang juga tak terobati.

Pernahkah Anda membayangkan sebuah penjara diserbu dengan ratusan ton bom dan ratusan ribu peluru? Itulah yang terjadi pada Desember 2008 hingga Januari 2009. Dengan kekuatan penuh –pesawat tempur, tank, panser- Israel hendak menjadikan penjara raksasa itu musnah dan tidak berbekas di peta.

Namun Allah berkehendak lain. Kecongkakan bangsa Yahudi berakhir dengan rasa malu dan putus asa. Tentara-tentara Allah telah mempecundangi mereka. Kekalahan yang kemudian menjadi bagian dari sejarah Israel dan masih hangat dalam ingatan dunia, hingga saat ini. Yang dizalimi yang kemudian menang. Tetapi kemenangan itu bukannya tanpa pengorbanan. 1.412 muslim mencapai syahidnya. Di bawah guyuran bom dan hujan peluru mereka menemui Rabb-Nya. Sebagiannya menghadap Ilahi dalam naungan langit terbuka, namun tidak sedikit yang terjepit dalam reruntuhan gedung-gedung yang luluh lantak oleh bom-bom zionis agresor.

Ada lagi pengorbanan yang hingga kini masih terlihat nyata. Barangkali pengorbanan ini lebih berat –di mata kemanusiaan- dibandingkan mereka yang kehilangan nyawa. Ini karena Israel menggunakan bom fosfor dan senjata yang dilarang PBB lainnya. Maka ada diantara saudara kita di sana yang kehilangan tangannya. Ada yang harus memakai kursi roda. Ada yang harus selamanya hidup dalam ranjangnya. Ada yang terpaksa harus diamputasi kakinya. Lalu tanah-tanah yang dijatuhkan bom-bom padanya sampai kini masih tercemar, hingga mengundang penyakit saat tanaman dari tanah itu dimakan, atau air yang diminum dari sumur-sumur di sana.

Kini penjara raksasa itu berumur empat tahun. Rentang masa yang teramat panjang untuk hidup dalam keterbatasan dan kurungan. Tanpa iman, barangkali mereka telah putus asa atau menggadaikan agamanya. Tapi tidak! Mereka bukan seperti itu. Toh, dalam penjara raksasa mereka tetap menunjukkan izzah kemuliaan dan prestasi yang membanggakan. Sebab penjara raksasa itu bernama Gaza. Dan penghuninya adalah muslim Palestina.

Pernahkah Anda membayangkan dalam sebuah penjara lahir ribuan penghafal Al-Qur'an? Di sinilah jawabannya. Di Gaza. Hafal Al-Qur'an dalam sebulan tidaklah aneh di sana. Ada 272 pusat hifdzul Qur'an yang mewisuda 12.000 penghafal Qur'an dalam dua bulan. Padahal penduduknya hanya 1,5 juta.

Di penjara raksasa bernama Gaza mereka juga terlatih mandiri untuk melindungi negeri. Kemenangan perang Furqan adalah salah satu buktinya. Semakin jauhnya jangkauan roket produksi Gaza adalah bukti lainnya.

Penjara tidak membuat mereka terhina. Tetapi semestinya 1,2 milyar kaum muslimin di dunia terhina karena tidak bisa membuka blokade yang memenjara mereka sejak 2007 lalu. Ke mana suara talbiyah yang setiap tahun menggema di sekitar kakbah? Apakah "labbaik Allaahumma labbaik" hanya berlaku saat mereka thawaf dan tidak berlaku untuk memerdekakan negeri muslim? Apakah gema takbir semua gerakan Islam hanya berlaku saat mereka menggelar seminar dan muktamar di gedung-gedung ber-AC serta hotel-hotel mewah dan tidak berlaku untuk membuka blokade yang menghinakan Islam?

Ya Allah...
Ampuni kami karena telah menelantarkan saudara-saudara kami dalam penjara terbesar di bumi. Ampuni kami yang masih berdiam diri. Bahkan ampuni kami ya Rabb jika kami belum juga menyebut Gaza dalam doa-doa kami... Kadang kami sendiri heran mengapa tiba-tiba kami menjadi begitu acuh dan tidak peduli. Sekedar untuk mendoakan mereka setiap malam dalam shalat-shalat kami. Atau mungkin karena kami telah lama kehilangan malam-malam bersama-Mu dan hanya tenggelam dalam mimpi...

Ya Allah...
Jika demikian bangkitkanlah kami. Nyalakanlah semangat kami. Jadikanlah kami kaum mukminin yang sesungguhnya. Kaum mukminin yang menjadi saudara bagi mukminin Gaza... Kaum mukminin yang terpanggil untuk membela mereka sebagaimana Umar bin Khattab yang telah membebaskannya dan Shalahuddin Al-Ayyubi yang memerdekakannya...

Ya Allah...
Ampunilah kami... ampunilah kami...

[Ditulis dalam rangka Hari Menulis untuk Gaza]
16:00 | 18 komentar

Masukkan alamat e-mail untuk mendapatkan up date Bersama Dakwah