
Bagi aktifis dakwah, nama Jum'ah Amin pastilah tidak asing lagi. Dialah yang telah menulis buku "Ats-Tsawabit Wal-Mutaghayyirat" yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan menjadi best seller. Dalam kapasitas sebagai Ketua Deputi, Jum'ah Amin memimpin delegasi Ikhwanul Muslimin mengunjungi pemerintah Hamas di Jalur Gaza, Sabtu (29/10).
Kunjungan itu merupakan kunjungan bersejarah karena untuk pertama kalinya Ikhwanul Muslimin diperbolehkan berkunjung secara resmi ke Gaza sejak era rezim Mubarak.
"Ini delegasi Ikhwan pertama yang mengunjungi Gaza," kata Mahmud Ghozlan, jurubicara Ikhwan di Kairo. "Sebelumnya, berkunjung ke sana tidak diperbolehkan sama sekali," imbuhnya.
Delegasi Ikhwan yang dipimpin Jum'ah Amin itu bertemu dengan kepala pemerintahan Palestina di Gaza, Ismail Haniyah, guna merayakan pembebasan tahanan Palestina dari penjara-penjara Zionis Israel.
"Kami datang untuk ikut serta bersuka-cita merayakan pembebasan saudara-saudara kami. Kami bangga terhadap mereka," kata Amin kepada para wartawan.
Tahun 1948, secara mengejutkan laskar mujahidin Ikhwan masuk ke Palestina dan berhasil memukul pasukan Inggris. Hubungan Ikhwan dan Palestina di tahun-tahun berikutnya juga tidak pernah terputus meskipun secara resmi terhalang kebijakan pemerintah Mesir. Banyak pihak menilai, Hamas mampu bertahan dari serbuan Israel khususnya pada akhir 2008 serta mendapatkan suplai senjata dan makanan berkat bantuan Ikhwan di mesir melalui terowongan-terowongan bawah tanah yang menghubungkan kedua wilayah itu. [AN/bsb]
Kunjungan itu merupakan kunjungan bersejarah karena untuk pertama kalinya Ikhwanul Muslimin diperbolehkan berkunjung secara resmi ke Gaza sejak era rezim Mubarak.
"Ini delegasi Ikhwan pertama yang mengunjungi Gaza," kata Mahmud Ghozlan, jurubicara Ikhwan di Kairo. "Sebelumnya, berkunjung ke sana tidak diperbolehkan sama sekali," imbuhnya.
Delegasi Ikhwan yang dipimpin Jum'ah Amin itu bertemu dengan kepala pemerintahan Palestina di Gaza, Ismail Haniyah, guna merayakan pembebasan tahanan Palestina dari penjara-penjara Zionis Israel.
"Kami datang untuk ikut serta bersuka-cita merayakan pembebasan saudara-saudara kami. Kami bangga terhadap mereka," kata Amin kepada para wartawan.
Tahun 1948, secara mengejutkan laskar mujahidin Ikhwan masuk ke Palestina dan berhasil memukul pasukan Inggris. Hubungan Ikhwan dan Palestina di tahun-tahun berikutnya juga tidak pernah terputus meskipun secara resmi terhalang kebijakan pemerintah Mesir. Banyak pihak menilai, Hamas mampu bertahan dari serbuan Israel khususnya pada akhir 2008 serta mendapatkan suplai senjata dan makanan berkat bantuan Ikhwan di mesir melalui terowongan-terowongan bawah tanah yang menghubungkan kedua wilayah itu. [AN/bsb]




4 komentar:
assalamualaikum mas, semoga masih ingat dengan saudaramu yang satu ini. blog mas semakin maju dan mantap, dulu kita pernah saling kunjung sewaktu saya mengelola belajarinvestasi.info. semoga mas berkenan mengunjungi rumah baru saya yang ini, syukron
tar aku ke gaza ikut perang ah
ikhwanul muslimin yg fenomenal itu ya .... jd pingin tahu kaya apa seih ikhwanul muslimin
Rabbi tolonglah Kami...
Poskan Komentar