Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Facebook  |  Twitter  |  Pasang Iklan

Pertolongan Allah Selalu Tepat Waktu

Written By Admin BeDa on Senin, 31 Januari 2011 | 08:00


Siang itu terasa panas dan menyesakkan bagi akhwat ini. Bukan saja karena ia hidup di kota industri yang banyak pabrik dengan asap tebal memanaskan kota. Lebih dari itu, kini ia dihadapkan pada pilihan sulit. Ada lelaki yang hendak mengkhitbahnya. Yang menjadi masalah, lelaki itu tidak sesuai kriterianya. Belum tarbiyah. Hatinya bimbang. Ada ketakutan yang menghantui jiwanya jika ia menerima, lalu menjalani rumah tangga nantinya. Adakah ia sanggup memenangkan dakwah dan membawa suaminya pada hidayah. Atau justru ia kalah. Larut dalam kehidupan ammah, lalu menjadi penambah jumlah mereka yang berguguran di jalan dakwah paska nikah.

Menolak? Ini juga pilihan sulit. Sebab ia tahu jumlah kader ikhwan tidak banyak di kota tempat ia berdomisili. Apalagi ikhwan yang siap menikah. Mungkin itu juga yang menjadi alasan beberapa akhwat yang telah lebih dahulu menikah. Bukan dengan ikhwan. Sementara ia tidak dapat berdusta bahwa usianya semakin “dewasa”. Ah… ia jadi bimbang. Galau.

Dalam kebimbangan seperti ini, ke manakah kader dakwah melangkah? Dalam persimpangan jalan yang ia sendiri tidak tahu ke mana arah yang hendak ia pilih, kepada siapakah ia mempercayakan pilihan? Di sinilah iman berperan. Di persimpangan seperti inilah materi tarbiyah bekerja. Dari pemahaman menjadi pengamalan. Ia menyerahkannya kepada Allah.

Di atas kebimbangan memilih ia memiliki keyakinan bahwa Allah akan memilihkan yang terbaik baginya. Karenanya ia berdoa. Dalam gulita malam, ia menyalakan cahaya harapan. Di atas kekhawatiran apa yang akan menimpanya ia memiliki kepercayaan. Bahwa Allah akan memberikan pertolongan-Nya, menjawab problem yang kini dihadapinya. Karenanya ia bertawakal. Seraya meningkatkan taqarrub pada-Nya. Melengkapi asbabun nashr, agar pantas kiranya Allah merengkuhnya dengan pertolongan.

Belum sepekan galau itu menghimpit hari-harinya. Cahaya terang menyinari jalan di depannya. Ia bisa melihat jalan kebaikan seperti karpet merah yang dihamparkan persis di depan kakinya. Ke sanalah kakinya harus melangkah. Allah memberikan pertolongan-Nya tepat waktu. Bahkan, bukan antara memilih ya dan tidak. Allah memberikan alternatif ketiga. Ikhwan yang telah dikenalnya sebagai salah satu kader terbaik datang kepadanya. Tidak langsung memang, baru melalui data yang diterima dari murabbiyahnya. Saat ini, keduanya telah menjadi suami istri.

Seorang ikhwan. Ia baru saja mengundurkan diri dari sebuah pekerjaan. Kini ia kebingungan. Bukan karena sudah beberapa pekan belum memperoleh pekerjaan baru. Lebih dari itu, beberapa pekan lagi ia melangsungkan pernikahan. Bagaimana ia akan menafkahi istrinya nanti jika belum juga mendapatkan penghasilan? Dan bukankah salah satu muwashafat tarbiyah adalah qadirun ‘alal kasbi? Ia tidak bisa membayangkan seandainya mertuanya yang masih ammah mempersoalkan masalah ini di hari-hari pertamanya menjadi menantu, jika ia belum juga bekerja. Lalu ia kehilangan “izzah”? waktu terus berjalan dan kekhawatiran itu kian membesar.

Untunglah ia sadar. Di atas masalah yang besar, ia memiliki Allah yang Maha Besar. Keimanan pada akhirnya menggerogoti kekhawatirannya. Ia yakinkan kembali dirinya bahwa Allah Maha Pemberi rizqi. Bahkan binatang merayap seperti cicak pun tetap mendapatkan rizqi meskipun mangsanya adalah nyamuk bersayap. Dan begitulah. Pertolongan Allah selalu tepat waktu. Dua pekan sebelum akad nikah, ia kembali bekerja. Dan dengan mantap pada hari-H ia mengikrarkan perjanjian teguh membina keluarga. Saat itu, tidak ada suara lain yang lebih mengokohkan hatinya selain ucapan saksi, keluarga dan para tamu di sekitarnya: “saahhh!”

Bukan hanya seorang akhwat. Bukan hanya seorang ikhwan. Belasan orang. Ikhwan dan akhwat. Mereka panitia daurah. Publikasi sudah disebar, cukup banyak peserta yang telah mendaftar mengikuti acara tiga hari di luar kota ini. Yang menjadi masalah, acara tinggal tiga hari dan dananya masih kurang banyak. Mengandalkan shunduquna juyubuna dari panitia jelas memberatkan. Sebab mereka semua masih mahasiswa.

Namun mereka tak menyerah. Dan bukankah daurah ini adalah untuk rekrutmen dakwah? Ini fi sabilillah. Dan Allah pasti mendatangkan pertolongan-Nya. In tanshurullaaha yanshurkum. Maka di malam hari panitia berdoa. Bermunajat memohon pertolongan-Nya. Di siang hari ikhtiar dijalankan. Menelepon satu per satu perusahaan dan lembaga yang telah diberi proposal sebelumnya. Alhamdulillah, ada hasil dalam dua hari itu. Sejumlah dana didapatkan. Namun belum cukup juga.

Hingga… tinggal satu hari. Dan itulah saat pertolongan Allah tiba. Dari sebuah perusahaan yang sebelumnya belum pernah menjadi sponsor list maupun target, panitia mendapatkan kejutan. “Iya, Mas. Kami berpartisipasi”, kata salah seorang karyawan di balik telepon, “silahkan nanti diambil dengan membawa kwitansi. Kami membantu sekian juta”. Subhaanallah, Allah memberikan pertolongan-Nya. Di hari terakhir. Di saat yang tepat. Panitia bersyukur. Bukan hanya masalah dana selesai, daurah kali ini surplus.

Nashrun minallah. Pertolongan Allah. Ia selalu tepat waktu. Kadang di waktu yang kita duga dan kita harapkan. Sering pula ia datang pada saat-saat kritis, ketika hamba sangat membutuhkan. Namun keduanya adalah waktu yang tepat. Tepat menurut Allah. Tepat bagi kita, andaikan kita tahu. Tentu masih banyak contoh selain tiga kisah nyata di atas. Setiap kita insya Allah memiliki pengalaman tersendiri. Betapa kasih sayang Allah itu amat luar biasa. Dan pertolongan-Nya selalu tepat waktu.

Segala hal yang menimpa seseorang sebagai ujian, takkan lebih besar dari kemampuan orang itu untuk menanggungnya. Sebagaimana tugas dan kewajiban yang dibebankan Allah juga tak pernah melampaui batas kemampuannya. Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa. “Ini merupakan pengarahan yang sangat bagus”, kata Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an ketika sampai di surat Al-Baqarah ayat 286 ini, “untuk membangkitkan kembali himmah ‘hasrat dan semangat’ ketika melemah karena panjangnya perjalanan. Ini juga merupakan pendidikan dan penjagaan terhadap ruh si mukmin, himmahnya, iradahnya, di samping membekali penggambarannya terhadap hakikat kehendak Allah dalam setiap hal yang ditugaskan kepadanya.”

Kaidah batas kemampuan ini juga memastikan bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya memasuki ujian yang di luar batas kemampuannya, kecuali Ia berikan pertolongan sebelumnya: terkadang jauh sebelum batas maksimal, kadang ketika tinggal selangkah lagi batas itu tercapai. Tapi itu selalu bermuara pada satu kesimpulan: pertolongan Allah selalu tepat waktu.

Jika kita merasa saat ini tengah menghadapi problematika yang sulit dan rumit, dan Allah belum jua menurunkan pertolongan-Nya, yakinlah bahwa kita masih kuat menanggungnya. Dan sejalan dengan kesabaran, Allah mengampuni dosa dan meninggikan derajat kita. Pada titik seperti ini boleh jadi kita merasa doa-doa kita tidak dikabulkan. Di sinilah ujiannya. Jika kita putus asa lalu tidak berdoa lagi, doa kita benar-benar tidak akan dikabulkan. Lalu kita semakin jauh dari-Nya. Padahal itu belum waktu yang tepat bagi Allah untuk menolong kita.

“Bukankah Rasulullah SAW telah diberi kemenangan di Perang Badar, namun telah diperlakukan sebagai orang yang dikalahkan di Perang Uhud?” kata Ibnu Al Jauzi dalam Shaid Al Khatir, “Bukankah beliau telah dihalangi untuk menunaikan ibadah di Baitullah, tetapi kemudian diberi kesempatan untuk menguasainya? Baik dan buruk mesti ada. Sesuatu yang baik menuntut lahirnya syukur, sedang sesuatu yang buruk menuntut munculnya permintaan dan doa. Tapi jika doa yang telah dipanjatkan tak jua dikabulkan, kita mesti tahu bahwa Allah Azza Wa Jalla hendak memberikan ujian dan ingin melihat kepasrahan kepada ketetapan-Nya.”

Ketika ujian dilalui dengan kesabaran,ikhtiar, doa, dan tawakkal… ketika itulah pertolongan-Nya datang. Kalau tidak, pastilah di saat terakhir, ketika satu langkah lagi seorang mukmin tak kuasa menahan beratnya beban ujian itu, tak mampu menanggung rumitnya problematika yang dihadapi, di saat itulah Allah menganugerahkan pertolongan. Sebab, pertolongan-Nya selalu tepat waktu. Wallaahu a’lam bish shawab. [Muchlisin]
08:00 | 18 komentar

Dokumen Aljazeera dan Gempa Menakutkan

Written By Admin BeDa on Kamis, 27 Januari 2011 | 13:00


Yang paling berbahaya dari dokumen dinas perundingan di Otoritas Palestina yang berhasil diperoleh TV Aljazeera bukan hanya pada tingkat konsesi “menakutkan” yang mereka lakukan atas Al-Quds, pemukiman di sana dan masjid Al-Aqsha, tapi juga karena ada segelintir perunding Palestina yang diberi wewenang merundingkan dan menegoisasi dengan mengatas namakan 10 juta warga Palestina di dalam dan luar negeri tanpa adanya referensi hukum, pengawasan atau pertanggungjawaban.

Para perunding Palestina, terutama Dr. Shaib Ureqat tidak cukup menerima keberadaan pemukiman-pemukiman yahudi yang mengelilingi Al-Quds, kecuali pemukiman Jabal Abu Ghunaim, bahkan mereka memberikan konsesi (menyerahkan) wilayah Palestina yang kini sudah dikuasai Israel yang disebut sebagai “perkampungan yahudi”, sebagian perkampungan Armani, tembok Al-Barraq (tembok ratapan Israel), dan menerima begitu saja hak Israel atas kampung Al-Jarrah. Bahkan, para perunding itu berani mengusulkan “kreatif” membentuk komite segitiga (terdiri atas Mesir, Saudi dan Jordania) plus Amerika dan Israel serta Otoritas Palestina dan menunda pembahasan tentang kedaulatan (terhadap Al-Quds).

Rakyat Palestina tidak pernah memberikan “wewenang perwakilan perundingan” kepada segelintir perunding itu untuk menentukan nasib mereka atau untuk memberikan konsesi dari prinsip-prinsip dasar nasional Palestina atas nama mereka. Presiden demisioner Mahmud Abbas sudah habis masa jabatannya sejak lama. Rakyat Palestina juga tidak pernah mewakilkannya kepada komite pelaksa PLO yang dijubiri oleh Yaser Abdu Rabbih, juga Majlis Nasional Palestina dan Dewan Perwakilan Rakyat bentukan mereka.

Tzepi Livni sebagai wakil rakyat Israel di Knesset menolak mutlak pembicaraan soal Al-Quds dan mengatakan dirinya tidak memiliki wewenang merundingkan. Sementara Ureqat mengklaim dirinya sebagai perunding dan mengajukan sejumlah konsesi dari seluruh perkampungan Palestina di Al-Quds, mengusulkan pembentukan komite, menerima pertukaran tanah. Selalu para perunding itu awalnya menolak kemudian menerima apa yang pernah mereka tolak.

Apa yang diungkap dari dokumen sekarang ini hanya merupakan gunung es. Sebelum ini perunding Palestina memberikan konsesi dari hak kembali pengungsi Palestina, padahal itu adalah hak dasar yang menjadi sumber konflik Arab – Israel. Bukan hanya itu, perunding Palestina juga mengakui “Israel sebagai negara yahudi” beberapa tahun lalu. “Kami sama sekali dan selamanya tidak mengingkari hak Israel dalam mendefinisikan dirinya, jika kalian ingin menamakan negara kalian negara yahudi Israel. Kami tidak intervensi urusan kalian, kami akui negara kalian seperti yang kalian inginkan.” Tegas Dr. Ureqat yang didukung Yaser Abdu Rabbih saat itu.

Tidak menolak penamaan Israel sebagai negara yahudi alias mengakuinya berarti telah mencabut legalitas eksistensi 1,2 juta warga Arab Palestina dan memberikan kesempatan kepada Israel untuk mengusir mereka secara diskrimintif dengan cara yang seperti Israel mengusir 1 juta warga Palestina pada tahun 1948.

***

Definisi hak kembali pengungsi Palestina, seperti yang tertera dalam dokumen resmi draft perundingan adalah kembalinya 100 ribu pengungsi selama 10 tahun seperti yang diminta oleh perunding Palestina dengan kompensasi “ngototnya” Ehud Olmert untuk menerima kembalinya 5000 pengungsi Palestina saja selama lima tahun dengan syarat “melemahkan” dan standar “kejam”.

Kita tidak heran sebab Yaser Abdu Rabbih adalah anggota komite pelaksana dan elit Palestina yang pertama kali melepaskan hak kembali pengungsi secara resmi seperti yang ditegaskan dalam dokumen Jenewa yang terkenal itu.

Meski pejabat-pejabat Otoritas Palestina menyatakan tidak ada bukti atas dokumen yang diungkap Aljazeera, namun bangsa Palestina adalah pihak pertama yang melihat langsung bukti riil dokumen itu.

Israel sudah pasti menolak konsensi dari perunding Palestina. Sebab Israel ingin semuanya, bukan sebagian. Bagi mereka, Palestina harus tinggal di gurun tandus dan minum air-air di Gaza.

***

Yang amat menyedihkan, adalah dokumen yang akan diungkap kemudian tentang koordinasi keamanan, laporan Goldstone dan persahabatan dekat antara Israel dan “oknum” Palestina, dimana mereka menyetujui agresi Israel ke Jalur Gaza, keterlibatan mereka dalam membunuh pejuang-pejuang Palestina dari Brigade Syuhada Al-Aqsha , sayap militer Fatah sendiri. Kami memprediksi presiden demisioner Mahmud Abbas mengambil langkah langsung terhadap pejabat yang menyelundupkan dan membocorkan dokumen-dokumen itu. Sayangnya itu tidak terjadi. Ia hanya memutuskan untuk membentuk Komite pembahas masalah ini.

Merespon dokumen Aljazeera ini tidak harus dengan umpatan dan tudingan sebagai penghianat, apalagi terhadap pihak yang melakukan kerjasama dan koordinasi keamanan dengan Israel. Sebaliknya hal itu harus direspon dengan sikap berpegang teguh dengan prinsip dasar nasional Palestina dan mengakui secara resmi kegagalan pilihan perundingan dengan Israel dalam memecahkan masalah Palestina selanjutnya mengikuti langkah presiden Yaser Arafat yang meledakkan Intifadhah dan melakukan koordinasi keamanan secara intens dengan gerakan Hamas dan bukan dengan musuh Israel. [bsyr, InfoPalestina from Al-Quds Arabi London]
13:00 | 2 komentar

Khutbah Jum'at: Fastabiqul Khairat Seiring Pesatnya Peningkatan Jumlah Muslim

Written By Admin BeDa on Jumat, 21 Januari 2011 | 10:00

Kita kini berada di pertengahan Shafar 1432 H. 1431 H telah meninggalkan kita satu setengah bulan dan 2010 M meninggalkan kita hampir satu bulan. Ada fakta menarik bahwa pada tahun 1431 H - 2010 M jumlah orang yang masuk Islam mengalami peningkatan yang cukup pesat. Berbagai data disinggung dalam khutbah jum'at ini. Lebih dari itu, juga bagaimana kita menyikapi kabar gembira itu.

Dengan demikian, tema Khutbah Jum'at edisi 16 Shafar 1432 H yang bertepatan dengan 21 Januari 2011 M ini adalah: Fastabiqul Khairat Seiring Pesatnya Peningkatan Jumlah Muslim.

KHUTBAH PERTAMA

الحمد لله ربِّ العالمين والْعاقِبَةُ لِلْمُتَّقين ولا عُدْوانَ إلَّا عَلى الظَّالمِين وأشهد أنْ لا إله إلاالله وحده لا شريك له ربَّ الْعالمين وإلَهَ المُرْسلين وقَيُّوْمَ السَّمواتِ والأَرَضِين وأشهد أن محمدا عبده ورسوله المبعوثُ بالكتابِ المُبين الفارِقِ بَيْنَ الهُدى والضَّلالِ والْغَيِّ والرَّشادِ والشَّكِّ وَالْيَقِين والصَّلاةُ والسَّلامُ عَلى حَبِْيبِنا و شَفِيْعِنا مُحمَّدٍ سَيِّدِ المُرْسلين و إمامِ المهتَدين و قائِدِ المجاهدين وعلى آله وصحبه أجمعين

فياأيها المسلمون أوصيكم وإياي بتقوى الله عز وجل والتَّمَسُّكِ بهذا الدِّين تَمَسُّكًا قَوِيًّا. فقال الله تعالى في كتابه الكريم، أعوذ بالله من الشيطان الرجيم “يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ،

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Satu setengah bulan sudah 1431 H meninggalkan kita. Demikian pula 2010 M berlalu hampir satu bulan ini. Banyak review telah dibuat, banyak kaleodoskop telah dipaparkan sebagai sarana refleksi dan muhasabah untuk perubahan yang lebih baik. Namun, tidak banyak yang mengungkapkan bahwa tahun 1431 h atau tahun 2010 M juga membawa gelombang kabar gembira perkembangan Islam.

Banyaknya jumlah orang yang berbondong-bondong memeluk Islam masih belum tersampaikan secara proporsional kepada masyarakat muslim dan negeri-negeri Islam seperti Indonesia. Padahal kabar ini sangat penting untuk semakin mengokohkan keyakinan dan memotivasi umat Islam serta membuat umat ini lebih optimis dan percaya diri memandang masa depannya. Keyakinan di atas keyakinan yang telah dibentuk oleh iman.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Sepanjang tahun 2010 kemarin, 5.200 warga Inggris berbondong-bondong menjadi mualaf. Artinya, rata-rata setiap hari ada 14-15 orang warga Inggris yang masuk Islam. Hebatnya lagi, sebagian besarnya adalah orang-orang terpelajar yang usianya masih relatif muda, sekitar 27 tahun. Dan 1.400 diantaranya berdomisili di London, ibu kota Inggris. Perkembangan pesat ini kemudian berimplikasi pada peningkatan kebutuhan masjid. Maka banyak gedung di Inggris yang kini beralih fungsi menjadi masjid. Subhaanallah. Allaahu akbar.

Perkembangan Islam di Jerman juga meningkat dengan baik sepanjang tahun 1431 H atau 2010 M. Kini dari 82 juta jiwa penduduk Jerman, lebih dari 4 juta diantaranya sudah memeluk Islam. Pemandangan kota-kota besar di Jerman pada tahun 2010 pun mulai berubah. Di Berlin dan kota-kota besar lainnya, kini banyak masjid yang mengubah pemandangan negara yang pernah dipimpin Hitler itu. Selain itu, studi Islam di Jerman semakin digemari dengan bukti peningkatan jumlah pendaftar pada semester ini di tingkat universitas.

Negara-negara lain di Eropa juga mengalami tren yang sama. Bukan hanya Inggris dan Jerman yang warganya semakin banyak masuk Islam. Namun juga Prancis, Belgia, Italia, dan Spanyol. Bahkan sejumlah masjid di Maroko pernah mendata orang yang masuk Islam di masjid-masjid Maroko dari empat negara itu mencapai 2.000 orang setahun. Subhaanallah. Allaahu akbar.

Perkembangan jumlah muslim bukan hanya terjadi di benua Eropa. Tetapi juga benua-benua yang lain termasuk Amerika dan Australia. Dari hasil beberapa penelitian, bahkan diperkirakan di Amerika ada 200 ribu orang yang masuk Islam setiap tahun. Dan di Amerika Serikat kini sudah ada dua juta orang muslim. Sementara di Australia, perkembangan jumlah kaum muslimin bukan hanya terjadi di kota-kota. Jika perkembangan umat Islam di kota membuat sejumlah gereja beralih fungsi menjadi masjid, kini Islam di Australia juga telah merambah masyarakat aborigin. Suku asli Australia ini kini semakin banyak yang masuk Islam. Subhaanallah. Allaahu akbar.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Perkembangan yang luar biasa ini menunjukkan betapa sabda Rasulullah 14 abad yang lalu begitu nyata dan pasti terjadi. Beliau bersabda:

لَيَبْلُغَنَّ هَذَا الأَمْرُ مَا بَلَغَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَلاَ يَتْرُكُ اللَّهُ بَيْتَ مَدَرٍ وَلاَ وَبَرٍ إِلاَّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ هَذَا الدِّينَ بِعِزِّ عَزِيزٍ أَوْ بِذُلِّ ذَلِيلٍ عِزًّا يُعِزُّ اللَّهُ بِهِ الإِسْلاَمَ وَذُلاًّ يُذِلُّ اللَّهُ بِهِ الْكُفْرَ

Urusan ini (agama) akan sampai kepada manusia seperti layaknya malam dan siang. Allah tidak akan melewatkan sebuah rumah gedung ataupun gubuk Badui, kecuali memasukkan agama ini dengan kemuliaan orang mulia atau kehinaan orang yang hina, dimuliakan Allah dengan agama Islam atau terhina dengan kekufuran (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, shahih menurut Al-Albani)

Seharusnya fakta-fakta semacam ini juga membuat kita umat Islam menjadi lebih percaya diri. Menjadi lebih yakin. Bahwa masa depan di tangan Islam. المستقبل لهذا الدين. Semakin banyaknya orang yang masuk Islam karena kesadaran dan pemahamannya menunjukkan bahwa Islam memang agama yang benar lagi diridhai Allah Azza wa Jalla. Satu-satunya.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah adalah Islam (QS. Ali Imran : 19)

Realita ini juga seharusnya menyadarkan kita bahwa betapa pun Islam dihina, betapa pun Islam dimusuhi, bahkan berbagai stigma negatif diarahkan kepada Islam oleh musuh-musuhnya, Islam tetap mampu menerobos hati orang-orang terbaik diantara mereka sendiri. Bahkan di jantung peradaban yang selama ini disetting untuk memusuhi Islam.

Realita ini, pesatnya perkembangan jumlah orang yang masuk Islam, setelah mereka mempelajari Islam dengan seksama, menemukan ketenangan dengannya, mengakui kebenaran di dalamnya, menunjukkan bahwa Islam memang agama yang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

الإِسْلاَمُ يَعْلُو وَلاَ يُعْلَى

Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya (HR. Bukhari)

Karena itu ma'asyiral muslimin... jangan pesimis dan jangan minder dengan keislaman kita. Saatnya bagi kita untuk bangga, bersyukur, dan dengan gagah mengatakan apa yang difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur'an:

وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah muslim (QS. Al-Maidah : 111)

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Akan tetapi, bangga sebagai muslim saja belum cukup. Meningkatnya jumlah saudara kita sesama muslim harus kita syukuri, dan untuk mewujudkan syukur itu adalah mengawalinya dengan muhasabah. Artinya, bagaimana kabar gembira itu membuat keislaman kita semakin baik, kita semakin termotivasi untuk mampu menjawab dengan nyata apa komitmen kita kepada Islam? ماذا يعني إنتمائي للإسلام.

Kita telah diberi contoh oleh generasi terbaik umat ini, para sahabat radhiyallaahu anhum. Bagaimana mereka meningkatkan kualitas keislaman mereka setiap kali ada orang lain yang masuk Islam. Ada semangat fastabiqul khairat. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Keislaman orang lain adalah baik bagi kita, dan seharusnya masuk Islamnya orang lain juga menjadi motivasi semakin baiknya keislaman kita.

Mungkin karena pentingnya berlomba-lomba dalam kebaikan ini, Allah SWT memfirmankan kata fastabiqul khairat dua kali dalam Al-Qur'an. Pertama, pada QS. Al-Baqarah ayat 148:

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah : 148)

Kedua, pada Surat Al-Maidah ayat 48:

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آَتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (QS. Al-Maidah : 48)

Semangat fastabiqul khairat harus ada dalam diri kita. Jangan sampai orang lain yang baru masuk Islam kemudian melesat luar biasa komitmen keislamannya, sementara kita tertinggal dan menjadi ahli maksiat. Na'udzu billah. Sungguh merugi jika para mualaf langsung mencintai Islam dan serius menjalankannya sementara kita justru terlena dan terbuai dengan berbagai dosa dan semakin jauh dari Allah SWT. Na'udzubillah.

Mungkin kita bertanya-tanya mengapa mereka, orang-orang Inggris, Jerman, Perancis, Belgia, Italia, Spanyol, Amerika, dan Australia yang baru masuk Islam langsung berubah kehidupannya dan serta merta memperbaiki diri menjadi muslim yang sebenarnya? Ternyata jawabannya adalah karena mereka masuk Islam dalam kondisi paham. Semula mereka mempelajari Islam, lalu dengan pengetahuan itu secara sadar mereka memilih Islam. Semangat belajar, mengkaji, mengaji, itu tidak berhenti di sana. Mereka berusaha memahami Islam secara komprehensif. Dan dari pemahaman itu mereka menjalankan dan mengamalkannya.

Kita pun semestinya demikian. Jika selama ini kita terlena karena sudah "menikmati" Islam sejak lahir lalu tidak berusaha memahami Islam, tidak serius mengkaji dan mengaji Al-Qur'an, tidak bersemangat membaca dan mengkaji hadits-hadits Rasulullah SAW, kini kita perlu berubah. Kita perlu berbenah. Kita perlu memperbaiki diri. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Fastabiqul khairat.

وقل رب اغفر وارحم و انت خير الراحمين

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ } [آل عمران: 102]
{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا } [الأحزاب: 70، 71].

Jama'ah jum'at yang dirahmati Allah,
Dari semangat fastabiqul khairat yang melahirkan pembelajaran kita tentang Islam dan memahaminya, secara umum komitmen kita sebagai muslim harus memenuhi tiga aspek.

Pertama, menjadi bagian dari Islam. Artinya, menjadikan apa saja yang muncul dari dirinya, baik perasaan, pikiran, perkataan, gerakan, perbuatan, atau kinerja, sebagai pengamalan ajaran Islam. Kita menjadikan diri sebagai etalase Islam yang menunjukkan segala keindahan dan kebaikan Islam. Siapa pun yang melihatnya dapat merasakan dan melihatnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah, dan jangalah kalian ikuti langkah-langkah syaitan karena syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah : 208)

Kedua, menjadi bagian dari umat Islam. Setelah memastikan diri sebagai bagian dari Islam, komitmen seseorang kepada Islam juga dibuktikan dengan memposisikan dirinya sebagai bagian dari umat Islam. Umat Islam yang bertambah banyak dengan angka-angka masuk Islam di atas adalah satu tubuh. Maka, sekitar 1,4 milyar umat Islam di bumi ini adalah satu tubuh. Jika yang satu terluka, dizalimi orang lain, seperti yang terjadi di Palestina hari ini, maka tubuh yang lain juga merasakan sakit. Rasulullah SAW bersabda :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta dan kasih sayang diantara mereka adalah seumpama satu tubuh. Bilamana salah satu bagian tubuh merasakan sakit, maka akan dirasakan oleh bagian tubuh yang lainnya, seperti ketika tidak bisa tidur atau ketika demam. (HR. Muslim)

Ketiga, menjadi bagian dari perjuangan Islam. Sebagai umat Islam kita perlu menjadi bagian dari dakwah. Bagian dari perjuangan Islam. Amar ma'ruf nahi munkar. Tengoklah kembali data orang-orang yang masuk Islam di atas. Dari mana mereka bisa masuk Islam? Tentu semuanya adalah hidayah Allah. Namun jalannya adalah melalui dakwah saudara-saudara kita kepada mereka. Baik dakwah bil qalam, bil lisan, maupun bil ahwal.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran : 104)

اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

[Khutbah Jum'at edisi 16 Shafar 1432 H bertepatan dengan 21 Januari 2011 M; Bersama Dakwah]

======================================
KHUTBAH JUM'AT INI BISA DIDOWNLOAD DI SINI
10:00 | 19 komentar

Facebook Hapus Account Ismail Haniya

Written By Admin BeDa on Kamis, 20 Januari 2011 | 09:00


Manajemen Facebook menutup account PM Palestina, Ismail Haniya dari situsnya, setelah para penggemarnya mencapai lebih dari 10 ribu orang.

Sejumlah pengunjung facebook menyatakan bahwa account PM Palestina dihapus secara tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Para penggemar dan pengunjung mengirimkan email protes kepada manajemen untuk mengembalikan account Haniya dan sejumlah account tokoh Palestina dan Arab yang mengagumi pimpinan perlawanan Palestina dan Arab.

Para penggemar memaparkan kekhawatiran mereka jika manajemen facebook menghapus sejumlah account pimpinan perlawanan, mereka menuntut manajemen supaya tidak tunduk pada tekanan Israel yang berada di balik penutupan ini.

Manajemen facebook, situs jejaring sosial ini telah menghapus account Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah sebelum ini. [yub, Infopalestina]
09:00 | 13 komentar

Robot Operasi Bedah Iran Segera Dipamerkan

Written By Admin BeDa on Rabu, 19 Januari 2011 | 08:00

Deputi Riset dan Teknologi Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran, Doktor Mostafa Qaneii, mengkonfirmasikan pameran robot baru di bidang kedokteran pada Pekan Fajar Kemenangan Revolusi Islam.

Mehr melaporkan, menurut Qaneii, selain robot itu juga akan diperkenalkan tiga obat baru untuk penyakit pernafasan, anti-kanker, dan darah yang diteliti oleh para ilmuwan Iran.

Ditambahkannya, "Menyusul finalisasi produksi, maka pengenalan obat-obat tersebut akan dilakukan pada peringatan Pekan Fajar Kemenangan Revolusi Islam, dan kami optimis obat-obatan itu dapat diperkenalkan sesuai jadwal."

Lebih lanjut Qaneii menjelaskan, Kementerian Kesehatan Iran akan memperkenalkan robot generasi baru yang akan membantu para dokter dalam operasi pembedahan. Dikatakannya bahwa robot tersebut sepenuhnya produksi dalam negeri. [IRIB/MZ/SL, IranIndonesaRadio]
08:00 | 9 komentar

Hadits 16: Manisnya Iman

Written By Admin BeDa on Selasa, 18 Januari 2011 | 16:00

Kini kita akan memasuki pembahasan hadits Shahih Bukhari ke-16. Pembahasan hadits ke-16 ini kita beri judul “Manisnya Iman”. Terjemah dari judul yang telah diberikan oleh Imam Bukhari yaitu باب حَلاَوَةِ الإِيمَانِ. Hadits ini masih termasuk dalam kitab Al-Iman, kitab kedua dalam Shahih Bukhari.

Berikut ini matan lengkap hadits Shahih Bukhari ke-16:

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ

Dari Anas, dari Nabi SAW beliau bersabda: "Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka."

Penjelasan Hadits
قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ
Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman

Dalam hadits ini dipakai istilah حَلاَوَةُ الإِيمَانِ (manisnya iman). Dalam ilmu balaghah, istilah seperti ini disebut isti'arah takhyiliyyah, yaitu majaz (kiasan) yang dibangun dari tasybih (penyerupaan) imajinasi. Semacam majas metafora dalam bahasa Indonesia. Bahwa iman itu terasa manis.

Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, ini mengindikasikan bahwa tidak semua orang bisa merasakannya. Sebagaimana manisnya madu hanya akan dirasakan oleh orang yang sehat, sedangkan orang yang sakit kuning tidak mampu merasakan manisnya. Demikian pula manisnya iman. Ia hanya didapatkan oleh orang-orang yang imannya "sehat". Diantaranya adalah yang memenuhi kriteria yang disebutkan dalam penggalan hadits berikutnya.

Manisnya iman (حَلاَوَةُ الإِيمَانِ) juga mengingatkan kita ibarat pohon, iman itu memiliki buah manisnya bisa dirasakan oleh seorang mukmin. Tentu saja pohon baru bisa berbuah ketika akarnya teguh dan pohonnya kuat. Jadi ia tidak mudah dirasakan oleh setiap orang.
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ * تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (QS. Ibrahim : 24-25)

Sebagian ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan manisnya iman (حَلاَوَةُ الإِيمَانِ) merasakan lezatnya ketaatan dan memiliki daya tahan menghadapi rintangan dalam menggapai ridha Allah, lebih mengutamakan ridha-Nya dari pada kesenangan dunia, dan merasakan lezatnya kecintaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا
menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya

Inilah hal pertama yang membuahkan manisnya iman: mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi selainnya. Seorang mukmin haruslah menyempurnakan cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya, baru ia mendapati manisnya iman. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya tidak cukup hanya sekedarnya, tetapi harus melebihi dari yang selainnya.

Manusia akan merasakan kebahagiaan besar ketika sedang mencintai. Maka manisnya iman menjadi buah yang dirasakan seorang mukmin ketika ia mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan sempurna. Inilah yang menjelaskan mengapa Bilal sanggup menahan panasnya pasir dan terik surya, beratnya batu yang menindihnya, serta hinaan menyakitkan Umayyah dan kawan-kawannya. Dalam kondisi demikian, Bilal tetap melantunkan manisnya iman melalui lisannya: "ahad, ahad..."

Manisnya iman buah cinta ini pula yang membuat Khabab bin Al Art seakan tak merasakan luka-luka menganga di tubuhnya yang disalib. Maka ketika diminta pendapatnya bagaimana jika Rasulullah yang menggantikannya, ia menjawab dalam nada manisnya iman: "Bahkan aku tak rela jika kaki Rasulullah tertusuk duri"

Dalam manisnya iman pula, sahabat-sahabat Ansar rela pulang tangan kosong tanpa ghanimah dalam Perang Hunain. Isak tangis mengharu biru ketika mereka tersadar bahwa Rasulullah hendak meneguhkan Islam para muallaf Makkah. Sementara mereka pulang membawa Rasulullah, biarlah orang lain pulang membawa unta dan kambing.
وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ
Dan mencintai seseorang semata-mata karena Allah

Jika kecintaan kepada Allah adalah yang pertama dan tidak boleh terkalahkan oleh selainnya, demikian pula Rasulullah sebagai manusia yang paling dicintai, bukan berarti kita tidak diperkenankan mencintai sesama. Cinta itu fitrah manusia. Maka mencintai kedua orang tua, anak, saudara, sahabat, dan sesama mukmin juga dibutuhkan. Dan tatkala cinta itu karena Allah semata, maka iman akan manisnya iman akan bisa dirasakan.

Generasi pertama umat ini adalah generasi yang sukses dalam membina cinta karena Allah ini. Maka dengan cinta lillah, suku Aus dan Khazraj yang semula bermusuhan menjadi bersaudara di bawah satu bendera: Ansar. Pada saat itu, mereka merasakan manisnya iman. Lalu, muhajirin dan anshar yang belum pernah bersua pun, tiba-tiba menjadi saling berbagi. Membagi harta menjadi dua, membagi kebun dan rumah agar bisa sama-sama hidup layak dalam perjuangan bersama. Pada saat itu, mereka merasakan manisnya iman.
وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ
Dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka

Jika dua hal yang pertama adalah pekerjaan mencintai, hal ketiga yang membawa manisnya iman ini adalah pekerjaan sebaliknya: membenci. Yakni membenci kekufuran. Khususnya kekufuran yang telah ditinggalkannya dan diganti dengan Islam.

Dalam riwayat Muslim, redaksi hadits tentang manisnya iman (حَلاَوَةُ الإِيمَانِ) ini pada poin ketiga berbunyi :
وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
Dan benci kembali kapada kekufuran setelah diselamatkan oleh Allah, sebagaimana kebenciannya dilempar ke dalam api neraka

Dan itulah yang, lagi-lagi, kita dapati pada generasi sahabat Nabi. Maka ketika Sayyid Quthb memotret tiga karakter sahabat yang menjadi faktor utama keberhasilan mereka, salah satunya ia catat: "Saat mereka masuk Islam dan mendapat Al-Qur'an seketika mereka melepas seluruh kejahiliyahan"

Rasulullah SAW dalam berbagai kesempatan juga mengingatkan para sahabat agar jangan sampai kembali kepada kejahiliyahan, meskipun hanya sebagian sifatnya. Maka Rasulullah mengingatkan kaum Anshar ketika hampir saja mereka bermusuhan kembali antara suku Aus dan Khazraj seperti perang bu'ats. Rasulullah juga pernah mengingatkan Abu Dzar tatkala berselisih dengan Bilal lalu mencelanya dengan nada sentimen kesukuan. "Sungguh dalam dirimu ada perilaku jahiliyah" tegur Rasulullah yang selalu dikenang Abu Dzar. Dan sejak saat itu ia lebih mencintai dan menghormati Bilal.

Pelajaran Hadits
Diantara pelajaran hadits yang bisa kita ambil dari hadits di atas adalah sebagai berikut:
1. Bolehnya memakai majaz dalam menasehati, memberi pelajaran, dan dakwah dengan tujuan agar lebih mudah dipahami dan diterima pelajarannya;
2. Iman memiliki buah yang manis yang bisa dirasakan mukmin ketika memenuhi kriteria atau syarat-syaratnya, sebaliknya tidak semua orang bisa merasakan manisnya iman ini;
3. Manisnya iman bisa dirasakan seorang mukmin yang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi selainnya, mencintai orang lain karena Allah semata, dan membenci kembali kepada kekufuran.

Wallahu a’lam bish shawab.[]

KEMBALI KE HADITS 15
16:00 | 19 komentar

Hamas: Intifadhah Tunisia Pelopor Sejarah Arab Modern


Rakyat Tunisia menorehkan sejarah baru. Intifadhah (perlawanan) rakyat berhasil menggulingkan rezim otoriter yang telah berkuasa selama 23 tahun. Setelah protes rakyat berlangsung selama sebulan dan menimbulkan ratusan korban tewas dan terluka, presiden Tunisia lengser dan lari ke luar negeri Jum'at (14/1).

Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Palestina menyampaikan selamat kepada rakyat Tunisia dan mengatakan keberhasilan itu sebagai pelopor sejarah Arab modern. “Kami menghormati kehendak rakyat Tunisia dan pilihannya. Kami tegaskan dukungan kami kepada mereka.” kata Jurubicara Gerakan Perlawanan Islam Hamas Dr . Sami Abu Zuhri.

Hamas mendukung perjuangan rakyat Tunisia dalam membebaskan diri dari rezim diktator yang korup dan kerap menzalimi rakyat. Hamas juga menyatakan reformasi Tunisa sebagai pelajaran yang sangat berharga. Bahwa untuk mendapatkan kemuliaan, hak dan melawan kezaliman serta kerusakan tidak bisa dengan meminta belas kasihan orang lain. Apalagi mengemis. Kemuliaan dan kemenangan hanya bisa dicapai dengan pengorbanan. "Saudara-saudara kita di Tunisia telah membuktikan hal itu dengan keluar dalam aksi-aksi serta menyerahkan puluhan para syuhada ratusan serta orang terluka, hingga mereka berhasil mendapatkan kemenangan ini."

Secara resmi, Menteri Informasi Tunisia menginformasikan pada Senin (17/1) bahwa korban tewas dalam sebulan hingga puncak reformasi sejumlah 78 orang tewas. Pengumuman ini sekaligus meralat hitungan resmi yang diumumkan pemerintah Tunisia pada 11 Januari lalu, sebelum diusirnya presiden yang dipecat, Zainal Abidin Bin Ali, bahwa korban tewas sebanyak 21 orang.

Kini untuk sementara jabatan presiden Tunisia digantikan oleh Menteri Muhammad al Ganushi.[AN/bsb]
15:00 | 4 komentar

Erdogan: Hamas Bukan Teroris, Tak Ada Perdamaian Tanpa Hamas

Written By Admin BeDa on Kamis, 13 Januari 2011 | 11:00

Perdana Menteri Turki Rajab Tayyib Erdogan mengatakan bahwa tak mungkin dicapai perdamaian di Palestina tanpa keterlibatan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas). Ia juga menggambarkan pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai "mungkin yang terburuk" dalam sejarah Israel.

Erdogan menegaskan pada Rabu kemarin (13/01) bahwa Hamas "bukan sebuah gerakan teroris," dan bahwa anggotanya "adalah orang yang mempertahankan tanah mereka," katanya. "Ini adalah sebuah gerakan memasuki pemilu dan menang, pihak yang memusuhinya adalah musuh demokrasi."

Hubungan Turki - Israel
Setelah lama dikenal sebagai relasi kuat Israel, hubungan Turki-Israel mengalami ketegangan setelah agresi Israel di Jalur Gaza pada akhir 2008 dan awal 2009, dan memburuk lebih lanjut setelah serangan Israel pada armada kebebasan, yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza Mei lalu. Erdogan mengatakan, "Jika Anda tidak mengubah kebijakan-kebijakan pemerintah Netanyahu, Anda tidak perlu menunggu kami membuat perubahan atas sikap ini."

Erdogan menambahkan bahwa pemerintah Netanyahu "mungkin yang terburuk atau yang kurang beruntung" dalam sejarah Israel, menekankan bahwa para pejabat Turki tidak akan duduk bersama Israel di meja karena mereka tidak mengubah kebijakan Israel.[AN/Jzr]
11:00 | 5 komentar

Karena Hidup Bukan Menunda Kekalahan

Written By Admin BeDa on Senin, 10 Januari 2011 | 10:00

Hidup itu bukan perjalanan yang datar. Atau bergerak linear. Ada lika-likunya. Ada suka dan duka. Ada keberhasilan di satu waktu, kadang kegagalan di waktu lainnya. Bahkan iman, "yazidu wa yanqus" suatu saat naik, suatu ketika turun.

Maka mempertahankan azam dan cita-cita adalah energi jiwa yang membuat manusia mampu bertahan dalam kebermaknaan hidup. Memiliki harapan yang akan digapai adalah bahan bakar yang membuat nyali kehidupan kita tetap menyala. Kalaupun cita-cita itu telah tercapai, buatlah cita yang lebih tinggi. Kalaupun harapanmu telah kau gapai, buatlah harapan yang lebih besar hendak kau gapai. Seperti jiwa perindu Umar bin Abdul Aziz. Memancangkan cita memperoleh istri shalihah, lalu berharap menjadi amir. Kemudian khalifah. Semuanya tercapai. Ketika menjadi khalifah, ia mengerahkan segenap potensinya untuk meraih cita terakhirnya: masuk surga. Jadilah ia pemimpin yang adil dan menyejahterakan: sampai para amil kesulitan menemukan para mustahik.

Mengapa kini kita temukan orang-orang yang kehilangan daya hidup sebelum kehidupan meninggalkannya? Atau orang-orang yang diam menanti kematian datang, seraya menggumamkan dalam hatinya bait puisi Chairil Anwar: "Hidup hanya menunda-nunda kekalahan"

Manusia bisa menjadi seperti itu ketika ia tak lagi memiliki harapan, cita-cita. Dan itu bermula dari kesalahan memandang kehidupan. Bahwa hidup sekedar materi, untuk materi. Dari sana mencuatlah "godaan" yang lain: jika kau tak tahan menderita, akhiri saja hidupmu sekarang juga.

Tanpa harapan, cita-cita, bisa saja manusia tetap bertahan hidup. Namun tak ada lagi gairah dan semangat. Tak ada lagi letup-letup jiwa yang menggerakkannya untuk hidup lebih berarti, lebih bermanfaat. Ia menyerah. Ia kalah.

Ada lagi manusia yang pada awalnya memiliki cita-cita. Ia puas ketika cita-cita itu tercapai, lalu berdiam diri. Pada mulanya puas. Lama-lama menjadi tak berarti. Sebab tak ada lagi azam untuk mencapai yang lebih tinggi. "Di antara sekian jenis kemiskinan", kata KH. Rahmat Abdullah, "yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azam"

Atau seseorang yang telah menorehkan prestasinya dalam pertengahan hidup. Lalu berputus asa karena ia hanya mampu mengenangnya tanpa membuat prestasi lain yang lebih besar di masa-masa akhir hidupnya. Di sini godaan iman menggoyahkannya. Ia justru kehilangan keikhlasan lalu tercebur dalam kesalahan. Memanggil topan untuk memporakporandakan kapal prestasinya. Maka kapal itupun tenggelam sebelum ditulis sejarah. Tenggelam dalam lautan kesalahan.

Khalid bin Walid mengajari kita. Menorehkan prestasi terbesar bukan di akhir hidupnya. Namanya telah mengharum sebagai pedang Allah, panglima perang yang selalu membawa pasukannya pada kemenangan. Dan puncaknya adalah Perang Yarmuk. Ketika ia berhasil membuat militer Romawi kalang kabut, ambruk. Lalu paska karya monumental itu, ia dipecat Umar. Tak pernah lagi memimipin perang. Namun ia berhasil memenangkan keikhlasan. Berhasil pula mempertahankan azam. Untuk syahid fi sabilillah. Maka seperti hadits Nabi, Khalid pun mendapatkan ini: "Siapa yang berazam mendapatkan mati syahid, ia akan dicatat sebagai syahid meskipun matinya di atas peraduan." Dan sampai kini, namanya dikenang sebagai panglima besar Islam, hingga Agha Ibrahim Akram membutuhkan lebih dari 600 halaman untuk mencatat biografinya.

Belum terlambat bagi kita untuk memancangkan cita. Menegakkannya meninggi, berkibar di angkasa. Menguatkan akarnya hingga tak pernah tercabut dari bumi jiwa. Mengokohkan tiangnya hingga tak pernah patah oleh sekencang apapun angin godaan yang menghempas menerpa. Jika cita demi cita menjadi nyata, ucapkan puji dan panjatkan syukur pada-Nya. Namun satu lagi yang kita semua belum mampu memastikannya: Menggapai ridha-Nya dan beroleh surga. Bukankah itu setinggi cita-cita dan akan terus menyalakan semangat kita? Jika demikian halnya, percayalah: hidup bukan menunda kekalahan. [Muchlisin]
10:00 | 23 komentar

Dunia Berubah Berpihak ke Palestina, Maukah Mereka Ikuti Perubahan?

Written By Admin BeDa on Kamis, 06 Januari 2011 | 11:00

Oleh : Ma’n Basyur (El-Haleej Amiret)

Di tengah suasana peringatan dua tahun agresi Israel ke Gaza dan peringatan ke 46 meletusnya revolusi Palestina modern, dan di tengah upaya-upaya Israel secara intens menghabisi isu Palestina dengan yahudisasi, pengusiran, pembangunan pemukiman dan penangkapan, dalam satu hari ada sejumlah aksi solidaritas di sejumlah tempat. Aksi itu mengungkap betapa kuatnya hak Palestina dalam menghadapi konspirasi.

Aksi solidaritas pertama digelar oleh relawan Eropa di gerbang perlintasan Qalanda antara Ramallah dan kota Al-Quds (Jerusalem) yang disusul dengan sejumlah baku tembak degan polisi Israel, terutama pada saat sejumlah bintang Perancis yang jauh-jauh dari datang dari negeri mereka untuk mengecam penjajah dan Neo Nazisme, merekalah warga dunia yang paham tentang Nazi dan paling keras perlawanannya dan pengorbanannya.

Aksi solidaritas kedua, sambutan rakyat Turki terhadap kapal Mavi Marmara yang pernah diserangan Israel pada 31 Mei 2010 dan pembantaian sembilan warganya serta sejumlah warga dari semua penjuru dunia mengalami luka. Kapal itu pulang dari pelabuhan asalnya setelah ditahan Israel dan sudah dibenahi oleh Turki karena kerusakannya. Bendera Turki berkibar bersandingan dengan bendera Palestina sebagai bukti berlanjutnya pembelaan terhadap Palestina scara umum dan Gaza secara khusus. Pada momen yang sama, mereka mengumumkan untuk melaunching armada bantuan Freedom Flotilla 2 dari Turki dalam peringatan pertama serangan Israel ke kapal Mavi Marmara 1.

Aksi solidaritas ketiga, sebagai aksi paling layak dianalisis adalah kesiapan Konvoi Asia untuk Bebaskan Blokade Gaza (terdiri dari 170 relawan dari 20 negara Asia) untuk berangkat ke Gaza dalam beberapa hari ini menuju pelabuhan Suriah kemudian ke Aresy Mesir. Rute yang sama pernah digunakan oleh konvoi bantuan “Nadi Kehidupan” pimpinan George Gollaway dari Eropa.

Warga Asia baik di ujung timur hingga barat memang tidak pernah absen mendukung Palestina untuk menembus blokade, termasuk dengan membawa isu Al-Quds. Namun konvoi yang dipilih oleh pejuang kemanusiaan India Fairus Motoboru dengan nama Asia 1 adalah bukti langkah pertama yang pasti berlanjut dari India, Pakistan, Iran, Turki, dengan kunjungan Libanon.

Ya dari India, dimana Israel ingin mengilfiltrasi secara politi, keamanan dan ekonomi. Dari negeri itu pesan yang ingin disampaikan bahwa mereka masih setia mengibarkan bendera kebebasan, keadilan, dan kemerdekaan. Semangat Bandung anti kolonialisme dan zionisme dengan meletusnya Gerkan Non Blok masih berkobar. (di Bandunglah Soekarno memproklamirkan gerakan dunia Non Blok).

Konvoi ini berangkat dengan slogan “Palestina Isu Asia”, “Palestina ada di Asia, Asia bersatu Mendukung Palestina” “ keberpihakan benua terbesar terhadap isu paling adil”. Masuknya Asia ke dalam barisan Palestina melalui para bintang kemanusiaan itu menegaskan jelas bahwa blokade yang dilakukan Israel terhadap Gaza kini sudah berubah menjadi blokade dunia yang mencekik Israel sendiri.

Jika sikap berani negara-negara Amerika Latin mengakui negara Palestina merdeka di atas perbatasan jajahan tahun 1967 adalah fenomena baru perubahan dunia membela hak Palestina, maka peringatan pejabat-pejabat Israel, termasuk Netanyahu, Lieberman dan Movaz terakhir adalah perubahan dunia anti Tel Aviv. Ini bukti Israel sudah kehilangan piranti pentingnya yakni dukungan publik dunia yang selama ini dianggap menjadi korban para algojo.

Sayangnya, perubahan dunia yang begitu cepat tidak diimbangi oleh prakarsa resmi pemerintah Palestina dan Arab. Seharusnya perubahan prakarsa dunia Islam, publik Arab dan dunia secara umum sebagai dorongan moral dan mental menjadi pintu masuk perubahan ril dalam perimbangan kekuatan dalam bidang politik, diplomasi dan hukum.

Barangkali serangan Dinas Pertahanan Israel ke Pusat Hak Kembali Palestina di London adalah bukti jelas kesesakan dada Israel atas prakarsa-prakarsa yang digulirkan melalui unjuk rasa, aksi, seminar, pameran dan lain-lain. Sehingga Israel terpaksa haru bicara soal aksi dunia untuk mencabut legalitas negaranya.

Bisa jadi Israel akan menggelar agresi permusuhan berdarah-darah sekali lagi, namun ketegaran bangsa Palestina dan kelompok perlawaan, serta dukungan rakyat Arab, dunia Islam dan pembela kemerdekaan dunia menjadi jaminan bahwa “aksi spekulasi Israel” hanya aksi tanpa perhitungan atau bahkan sebuah perjudian dan bunuh diri. [bsyr, InfoPalestina]
11:00 | 7 komentar

5.000 Lebih Warga Inggris Masuk Islam Sepanjang Tahun 2010

Written By Admin BeDa on Rabu, 05 Januari 2011 | 13:00

Rasulullah SAW pernah mensabdakan bahwa Islam akan masuk ke setiap rumah. Tergantung penghuni rumah itu apakah memilih mulia dengan masuk Islam atau memilih hina dengan menolaknya.

Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Hibban itu menemukan kembali penguatan pembenarannya di Inggris. Sepanjang Tahun 2010 sebanyak 5.200 orang telah memeluk Islam. 1.400 diantara mualaf itu tinggal di London.

Data mualaf yang dilaporkan Faith Matters, organisasi multi-keyakinan, itu menunjukkan pesatnya perkembangan Islam di negeri sekuler yang justru sering memusuhi Islam. Dengan pertambahan mualaf di tahun 2010 itu, kini tercatat lebih dari 100.000 warga Inggris telah masuk Islam. Perkembangan di tahun-tahun terakhir jauh lebih cepat dari pada sepuluh tahun lalu yang jumlahnya masih 50.000 orang.

Hampir 2/3 mualaf adalah perempuan, 70 persen di antaranya adalah kulit putih dan rata-rata berusia 27 tahun.

Tren terakhir di Inggris juga menunjukkan bahwa ada kecenderungan wanita terpelajar di Inggris menjadi mualaf. Beberapa bulan lalu ipar Tony Blair, Lauren Booth, memeluk Islam. Ketika berita itu mencuat dan diperdalam, ternyata banyak wanita terpelajar lain di Inggris memilih Islam sebagai jalan hidupnya.[AN/bsb]
13:00 | 20 komentar

Hadits 15: Mencintai Rasul-Nya Melebihi Semua Manusia

Written By Admin BeDa on Selasa, 04 Januari 2011 | 14:00

Pembahasan hadits Shahih Bukhari kini memasuki hadits yang ke-15, biidznillah. Pembahasan hadits ke-15 ini kita beri judul “Mencintai Rasul-Nya Melebihi Semua Manusia”. Nanti kita akan melihat bahwa matan hadits ke-15 ini tidak jauh berbeda dari hadits ke-14, hanya terdapat tambahan وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (dan manusia seluruhnya).

Berikut ini matan lengkap hadits Shahih Bukhari ke-15:
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Dari Anas r.a. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtuanya, anaknya, dan manusia semuanya."

Penjelasan Hadits
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ
Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtua dan, anaknya

Penjelasan matan ini telah ditulis dalam pembahasan hadits ke-14. Lafadznya sama persis, kecuali adanya sumpah yang mendahului pada hadits ke-14. Pembaca bisa merujuknya kembali.
وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
dan manusia semuanya

Jadi kesempuraan iman itu menuntut kecintaan yang sempurna pula. Kecintaan yang berpangkal pada pemahaman, cinta yang tumbuh dari kesadaran dan mujahadah. Bukan kecintaan sebagai tabiat semata.

Jika manusia mencintai orang tua karena keduanya telah melahirkan, mendidik, dan membesarkannya, sesungguhnya ketiga hal itu takkan pernah terjadi kalau bukan karena Rahmat Allah. Maka kecintaan kepada Allah sudah seharusnya menjadi cinta yang paling utama. Lalu Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mencintai Rasulullah, atas dasar cinta seorang hamba akan memenuhi perintah untuk mencintai Rasul-Nya melebihi mereka. Dan, bukankah orang tua hanya memberikan nafkah lahir sementara Rasulullah telah menyampaikan petunjuk Allah kepada umatnya hingga manusia terselamatkan dari kesesatan? Argumentasi ini menjadi dasar logika kecintaan kepada Rasulullah melebihi mereka.

Demikian pula anak. Secara tabiat manusia memiliki cinta padanya. Sebab ia adalah buah hati, penyejuk mata, dan harapan bagi orang tua untuk meneruskan garis keluarga, nasab, dan menjadi saham yang akan berbuah ketika lanjut usia menyapa dan di alam barzakh yang ia nantikan doanya. Lalu bagaimana dengan Rasulullah yang memiliki hak syafaat? Bukankah harapan itu jauh lebih besar. Dan tanpa dakwah Rasulullah, apalah gunanya memiliki anak dengan bergelimang dalam kesesatan? Argumentasi ini juga menjadi pondasi logika kecintaan kepada Rasulullah melebihi mereka.

Ada sebagian orang yang mencintai orang lain melebihi orang tua dan anak-anaknya. Bisa jadi mereka yang dicintai itu pemimpin, guru, atau orang yang berjasa dalam hidupnya, atau orang-orang yang dikaguminya. Hadits ini kemudian memberi standar bahwa siapapun orang itu, kecintaan kepada Rasulullah harus melebihi kecintaan kepadanya.

Sebenarnya dalam diri semua manusia ada kecintaan kepada satu orang yang dalam kondisi umum manusia selalu mencintainya melebihi siapapun. Ia maafkan kesalahannya. Ia puji kebaikannya meskipun hanya sedikit. Ia kagumi ia. Ia tempatkan di tempat yang terhormat. Selalu dijaga dan selalu dibela. Orang itu adalah dirinya sendiri. Namun dalam kesempurnaan iman, kecintaan kepada Rasulullah juga harus melebihi kecintaan kepada dirinya sendiri. Bukankah diri sendiri juga termasuk dalam kalimat "manusia seluruhnya"? maka hadits ini tidak mengkecualikannya.

Alangkah indahnya hidup dan alangkah berbahagianya ketika manusia mampu mengubah cintanya menjadi iman yang sempurna dengan mencintai Rasulullah melebihi semua manusia termasuk dirinya sendiri. Dan Umar bin Khattab, mampu mengubah cintanya menjadi seperti itu hanya dalam beberapa saat.

Ibnu Hajar Al Asqalani ketika menjelaskan hadits ini menggunakan kasus hawa nafsu sebagai pengganti diri sendiri. Betapa banyak orang yang menjadikan hawa nafsunya paling dicintai, namun iman yang sempurna harus menundukkannya hingga menjadi nafsu muthmainnah, dengan menjadikan Rasulullah lebih dicintai dari siapapun juga.

Pelajaran Hadits
Diantara pelajaran hadits yang bisa kita ambil dari hadits di atas adalah sebagai berikut:
1. Salah satu syarat sekaligus tanda sempurnanya iman adalah mencintai Rasulullah melebihi orang tua, anak, dan seluruh manusia;
2. Kecintaan kepada Rasulullah yang melebihi kecintaan pada manusia seluruhnya itu juga berarti lebih mencintai Rasulullah daripada dirinya sendiri atau hawa nafsunya.

Wallahu a’lam bish shawab.[]

KEMBALI KE HADITS 14
14:00 | 9 komentar

Air Gaza Terkontaminasi, Ancaman Agresi Israel Dipandang Serius

Otoritas Kualitas Air di Gaza mengeluarkan laporan resmi yang menyatakan 90% air di Gaza terkontaminasi. Air bawah tanah yang merupakan sumber satu-satunya air minum di Gaza itu terkontaminasi oleh limbah kimia dan limbah berbahaya lainnya yang ditinggalkan pemukim Yahudi sebelum hengkang dari Gaza.

Di samping itu, agresi militer Israel akhir 2008 lalu turut memperparah kondisi air tanah yang jumlahnya tak kurang dari 170 juta meter kubik setiap tahunnya.

Kondisi ini dilaporkan Otoritas Kualitas Air di Gaza sebagai ancaman bagi kesehatan warga Gaza. Saat ini upaya yang dilakukan penduduk masih sebatas penggunaan filter air skala rumah tangga agar air tanah tersebut bisa tetap dikonsumsi.

Di tengah krisis air yang kini mengancam Gaza, ancaman baru Israel untuk kembali menyerang Gaza dipandang serius oleh banyak umat Islam, termasuk warga Palestina.

84,74% dari 2287 responden jajak pendapat Infopalestina dalam rentang waktu 27 Desember 2010 hingga 3 Januari 2011 menyebutkan ancaman Israel itu sebagai ancaman yang serius.

Akankah ancaman itu benar-benar terjadi dan semakin menambah beban warga Gaza yang kini terancam oleh krisis air minum? Semoga tidak. [AN/IP]
09:00 | 3 komentar

Rumah Kita Penuh Berkah

Written By Admin BeDa on Senin, 03 Januari 2011 | 07:00

Judul buku : Rumah Kita Penuh Berkah
Penulis : Dwi Budiyanto
Penerbit : Era Adicitra Intermedia, Solo
Cetakan ke : 1
Tahun Terbit : Jumadats Tsaniyah 1431/Juni 2010
Tebal Buku : xvi + 192 hlm


Pernahkah Anda mengoreksi doa orang yang datang di hari pernikahan Anda? Mungkin itu menjadi sangat aneh di zaman sekarang, tetapi Uqail bin Abu Thalib pernah melakukannya. Hari itu Uqail bin Abu Thalib tengah melangsungkan pernikahan. “Bir rafa’i wal banin, semoga bahagia dan banyak anak!” kata tamu lelaki mendoakannya.
“Jangan kalian mengatakan demikian, karena sesungguhnya Rasulullah SAW telah melarang hal tersebut.”
“Kalau demikian, apa yang harus kami ucapkan, wahai Abu Zaid?”
“Katakanlah oleh kalian,” jawab Uqail meluruskan doa mereka, “Baarakallaahu laka wa baaraka ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khair. Semoga Allah mengkaruniakan barakah kepadamu, dan semoga Ia limpahkan barakah atasmu, dan semoga Ia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan. Demikian yang diperintahkan kepada kita”

Keluarga adalah tangga kedua dalam maratibul amal. Islahul Usrah, dalam istilah Hasan Al Banna. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Nasa’i, Ibnu Majah dan lainnya di atas, keluarga muslim, terlebih keluarga dakwah diharapkan menjadi barakah, bukan sekedar bahagia. Berangkat dari hadits ini pula, Rumah Kita Penuh Berkah dipilih menjadi judul buku ini.

Peran Keluarga Dakwah di Mihwar Daulah
Ketika dakwah memasuki mihwar daulah, tidak berarti peran keluarga dakwah terabaikan. Bahkan, perannya akan menjadi lebih besar, mengikuti meluasnya orbit dakwah ini. Rumah Kita Penuh Berkah menjelaskan enam peran keluarga dakwah di mihwar daulah sebagai berikut:

Pendukung Utama Dakwah
Orang-orang besar yang sukses dalam dakwah, hampir selalu memiliki keluarga yang menjadi pendukung utama dakwah. Tak terkecuali para Nabi. Jika Rasulullah di awal dakwahnya memiliki keluarga Khadijah, demikian pula Nabi dan Rasul sebelumnya. Hatta, Nabi Luth yang istrinya berada dalam kekafiran juga sangat menyadari peran besar keluarga sebagai pendukung utama dakwah. Dwi Budiyanto menjelaskan QS. Hud ayat 80 sebagai contoh.

Demikian pula tokoh dakwah dan ulama setelah para Nabi dan Rasul. Mohammad Natsir, misalnya. Gelang emas istrinya seringkali berpindah ke pegadaian ketika Pendis (sekolah Islam yang didirikan Mohammad Natsir) membutuhkan dana. Di samping itu, dengan visi bersama (shared vision), istrinya juga mewaqafkan tenaganya untuk mendidik di Pendis.

Memperkokoh Basis Sosial
Peran kedua keluarga dakwah yang dijelaskan dalam buku Rumah Kita Penuh Berkah ini adalah memperkokoh basis sosial (al-qa’idah al-ijtima’iyah). Ini didasari bahwa keluarga adalah basis perubahan di masyarakat. Perannya dalam tajnid bukan hanya seseorang bergabung bersama dakwah melalui dakwah keluarga, tetapi keluarga dakwah juga mengarahkan masyarakat lebih dekat dengan kultur keislaman.

Karenanya, keluarga dakwah perlu memiliki kredibilitas sosial (mishdaaqiyyah ijtima’iyah) dengan mendasarkan kehidupannya pada nilai-nilai Islam serta menebar kemanfaatan pada masyarakatnya. Dari sana, lahirlah kontribusi balik dari masyarakat terhadap dakwah, baik langsung berupa keterlibatan dan afiliasi mereka dalam dakwah, atau tidak langsung dalam bentuk pembelaan.

Pendidikan Politik Dakwah

Inilah peran ketiga keluarga dakwah di mihwar daulah. Keluarga memiliki peran besar dalam pendidikan politik (tarbiyah siyasiyah). Setidaknya, ada dua arah pendidikan politik yang perlu dilakukan keluarga dakwah. Pertama, pendidikan politik yang diarahkan untuk anggota keluarga. Kedua, pendidikan politik yang dilakukan keluarga dakwah untuk masyarakat.

Rumah Kita Penuh Berkah juga memberikan kiat dalam pendidikan politik ini. Yakni mendahuluinya dengan kredibilitas sosial, melakukan pendidikan politik secara kontinyu bukan hanya menjelang pemilu, dan pendidikan politik harus berada dalam bingkai pendidikan Islam. Sebab dakwah menghajatkan terbentuknya kepribadian islami masyarakat lebih dari sekedar kesadaran dan partisipasi politik.

Menyiapkan Pelaku Mihwar
Semakin memasuki wilayah-wilayah publik, dakwah semakin bersinggungan dengan banyak kepentingan, baik secara ideologis maupun pragmatis. Itu artinya, semakin banyak pula diperlukan pelaku mihwar, yang dalam konteks ini diistilahkan oleh Dwi Budiyanto sebagai muslim negarawan.

Menggiatkan Kerja-kerja Pelayanan dan Advokasi

Khairun nas anfa’uhum lin naas. Demikian pula keluarga dakwah. Sebaik-baik keluarga adalah yang paling bermanfaat bagi masyarakatnya. Terlebih ketika keluarga merupakan miniatur dakwah. Maka ketika kerja-kerja pelayanan dan advokasi itu diberikan oleh keluarga dakwah, masyarakat akan memberikan penilaian yang positif terhadap dakwah. Setidaknya, ada pembelaan kepada keluarga dakwah itu atau anggotanya ketika suatu saat difitnah. Atau kesetiaan yang lebih besar akan didapatkan dari masyarakat. Seperti hadits Nabi yang lain: an-naasu yuwalluuna ‘ala man khadamahum.

Penjaga Moralitas

Peran keenam keluarga dakwah di mihwar daulah adalah sebagai penjaga moral. Mihwar daulah yang menghajatkan rijalud daulah dalam jumlah yang banyak harus didukung dengan keluarga sebagai penjaga moral. Yang memastikan bahwa seluruh anggota keluarga dakwah tetap berada dalam asholah dakwah dengan berpijak pada akhlak islami.

Yang Perlu Dilakukan Keluarga Dakwah

Selain berusaha melakukan enam peran di atas, keluarga dakwah perlu memfokuskan diri dalam persiapan memasuki mihwar daulah dengan aktifitas yang dipaparkan Rumah Kita Penuh Berkah, diantaranya sebagai berikut:

Mendirikan Madrasah Politik di Rumah Kita
Bagian kedua buku ini setelah pemaparan mengenai peran keluarga dakwah di mihwar daulah ini merupakan penjelasan atas peran ketiga: pendidikan politik. Keluarga dakwah perlu sejak dini menanamkan kesadaran akan makna kepemimpinan, membiasakan musyawarah, saling belajar, mencurahkan perhatian, pengkondisian keluarga yang positif, serta penggunaan bahasa dan simbol sewaktu-waktu untuk pendidikan politik.

Menyemai Kesadaran Masyarakat
Bagian ketiga buku Rumah Kita Penuh Berkah ini bukan saja merupakan langkah membangun kredibilitas sosial, tetapi juga merupakan bagian dari pendidikan politik yang dilakukan keluarga dakwah terhadap masyarakat. Berperilaku baik terhadap tetangga, aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, mengintensifkan dakwah amah di tengah-tengah masyarakat, menjaga komunikasi dan silaturahim, menyelenggarakan pelatihan-pelatihan politik, dan melakukan pemberdayaan masyarakat adalah langkah-langkah yang direkomendasikan buku Rumah Kita Penuh Berkah.

Menabur Cinta, Menjaga Rumah Kita
Dua bagian terkahir dari buku Rumah Kita Penuh Berkah berisi kiat-kiat menjaga keluarga dari segala ancaman yang berpotensi merusaknya, serta bagaimana menabur cinta dalam keluarga. Hingga, seperti judul buku ini, Rumah Kita Penuh Berkah. Tentu lebih indah dan jelasnya, pembaca perlu membaca sendiri seri 100 buku pengokohan tarbiyah ke-18 ini. Wallaahu a’lam bish shawab. [Muchlisin]

DALAM BENTUK E-BOOK, RUMAH KITA PENUH BERKAH BISA DIDOWNLOAD DI SINI
07:00 | 3 komentar

Keajaiban Doa

Written By Admin BeDa on Minggu, 02 Januari 2011 | 10:00

Ia sudah tua. Tulang-tulangnya telah melemah. Rambutnya memutih. Namun tak kunjung jua memiliki putra.

Siapakah orang yang tidak gundah tatkala usianya memasuki senja namun tak satupun buah hati dimiliki. Wajarlah jika jiwa rindu hadirnya tawa kecil yang turut menghias rumahnya. Melihat tetangga menimang putra atau bahkan cucu-cucunya, jelas menghadirkan rasa berharap memiliki hal serupa. Namun kekhawatiran Zakariya bukan sebatas terputusnya silsilah keluarga. Atau kesepian karena hanya hidup berdua di kala tua.

Lebih dari itu, Zakariya khawatir jika ia tak memiliki putra, generasi penerus dakwah yang dinantikannya tak pernah ada. Ia khawatir dakwah terhenti karena taurits tarbawi tidak terjadi. Ia khawatir, seperti kata Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, “takkan ada generasi yang memegang kendali tarbiyah dan melanjutkan tugas kekhalifahan.”

Rasanya mustahil dalam kondisi sedemikian tua, dan istrinya tidak subur, Zakariya bisa memiliki putra. Namun Zakariya yakin Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tak ada yang mustahil jika Allah menghendaki-Nya. Dan jembatan antara harapan dengan kekuasaan Allah itu adalah doa. Karenanya Zakariya dengan penuh ketundukan berdoa pada-Nya. Dengan bahasa yang indah surat Maryam menceritakandoa itu kepada kita:
(Ingatlah) ketika Zakariya berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, Tuhanku. Sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku (orang-orang yang mengendalikan dan melanjutkan urusan) sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul. Maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub. Jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.” (QS. Maryam : 3-6)

Lihatlah keyakinan yang membaja dalam diri Zakariya. Bahwa doanya pasti terkabul. Ia menyebutkan logika manusiawi yang menjadi hambatan harapannya: usianya yang telah tua dan istrinya yang tidak subur. Namun ia menegaskan keyakinan itu: aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu.

Maka doa itupun bersambut. Allah mengabulkannya. Persis seperti doa Zakariya. Ia dianugerahi putra yang shalih dan diridhai, yang menjadi generasi penerus, pemegang kendali tarbiyah dan pelanjut tugas kekhalifahan. Sebagaimana Zakariya, putranya juga seorang Nabi. Dan Allah juga memberikan nama untuknya: Yahya. “Nama ini,” kata Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, “adalah nama yang unik dan belum pernah ada sebelumnya.”

Adakah keinginan kita yang lebih tidak mungkin untuk terwujud daripada keinginan Zakariya? Jika demikian, keajaiban doa akan menjawabnya. Asalkan kita yakin Allah mengabulkannya. “Aku,” firman Allah dalam hadits Qudsi, “adalah sebagaimana persangkaan hamba-Ku.” Maka ketika keyakinan itu sekokoh keyakinan Zakariya, doa itu akan bertemu dengan istijabah dari-Nya.

Apapun keinginan kita, berdoalah pada-Nya. Apapun masalah kita, mintalah solusi dengan doa. Apapun kebutuhan kita, mohonkan pada Dia dengan doa. Jika surga saja diminta oleh manusia, sungguh hal-hal lain yang tidak lebih mahal dari surga akan dianugerahkan-Nya. Asalkan keinginan itu baik. Asalkan harapan itu tidak untuk bermaksiat pada-Nya. Terlebih, jika keinginan kita seperti keinginan Zakariya. Agar agama ini Berjaya. Agar dakwah ini mendapatkan kemenangannya.

Barangkali jauhnya realita dengan harapan dalam dakwah ini adalah karena kita belum sungguh-sungguh berdoa pada-Nya. Boleh jadi, tidak tercapainya target-target dakwah atau sulitnya memperbaiki masyarakat karena kita sendiri belum berdoa dengan segenap keyakinan kita. Padahal kita masih ingat, Rasulullah Muhammad SAW pun tak lepas dari doa. Bahkan doa yang detail dalam setiap marhalah dakwah yang dilaluinya. Dalam fase Makkiyah misalnya, kita ingat doa beliau: “Ya Allah, kuatkanlah agama ini dengan salah satu dari dua Umar.” Menjelang perang badar, beliau bahkan berdoa dengan nada yang “mengancam” sebagaimana dikutip Shafiyurrahman Al-Mubarakfury dalam Ar Rahiqul Makhtum: “Ya Allah, jika pasukan ini hancur pada hari ini, tentu Engkau tidak akan disembah lagi, ya Allah, kecuali jika Engkau memang Menghendaki untuk tidak lagi disembah selamanya setelah hari ini.”

Adakah keinginan kita yang lebih tidak mungkin untuk terwujud daripada keinginan Zakariya? Jika demikian, keajaiban doa akan menjawabnya. Tak perlu ragu. Allah memiliki segalanya. Dan kepunyaan-Nya tak pernah berkurang dengan permintaan kita. Dengan rasa butuh dan keyakinan akan kedermawanan-Nya mengabulkan doa-doa, kita akan membuktikan keajaiban doa. “Di antara bukti kedermawanan Allah adalah,” kata Aidh Al Qarni dalam As’adu Imra’atin fil ‘alam,”Ia tidak mengecewakan orang yang berharap kepada-Nya dan tidak menyia-nyiakan doa mereka.” Wallaahu a’lam bish shawab. [Muchlisin]
10:00 | 11 komentar

Download Khutbah Jum'at 2011 M - 1432 H

Written By Admin BeDa on Sabtu, 01 Januari 2011 | 00:00


Memasuki tahun 1432 H bertepatan dengan 2011 M, Bersama Dakwah kini mempersembahkan Khutbah Jum'at 2011. Khutbah Jum'at 2011 ini didedikasikan kepada para khatib dan juga seluruh umat Islam yang tergerak untuk mempelajari Islam lebih dalam. Kami berharap Khutbah Jum'at 2011 ini bermanfaat untuk pembaca. Selain bisa diakses dalam link-link di bawah seperti biasanya, Khutbah Jum'at 2011 ini juga bisa di-download gratis.

Insya Allah Download Khutbah Jum'at 2011 ini akan selalu di-up date. Begitu ada posting Khutbah Jum'at Terbaru, segera akan disediakan link download-nya di sini. Download Khutbah Jum'at 2011 ini disediakan dalam bentuk e-book dengan format PDF, para pembaca bisa membukanya di PDF reader semacam Acrobat Reader, Adobe Reader, dan lain-lain.

Berikut ini adalah tema-tema Khutbah Jum'at yang bisa di download dalam Download Khutbah Jum'at 2011 (bagian awal adalah dari koleksi lama/tahun sebelumnya).

1. Bila Bencana Melanda » DOWNLOAD
2. Pemuda dan Perjuangan Islam » DOWNLOAD
3. Amal di Bulan Dulhijjah » DOWNLOAD
4. Ujian Hidup bagi Muslim » DOWNLOAD
5. Menjaga Aqidah Kita » DOWNLOAD
6. Arogansi, Provokasi, dan Anarkisme » DOWNLOAD
7. Menjaga Bumi » DOWNLOAD
8. Suap dan Korupsi dalam Perspektfi Islam » DOWNLOAD
9. Mewaspadai Godaan Syetan » DOWNLOAD
10. Racun-racun Hati » DOWNLOAD
11. Kedudukan Shalat dalam Islam » DOWNLOAD
12. Kejahatan dan Permusuhan Abadi Yahudi » DOWNLOAD
13. Persiapan Menghadapi Ramadhan » DOWNLOAD
14. Ramadhan dan Kemerdekaan Hakiki » DOWNLOAD
15. Amal di Bulan Syawal » DOWNLOAD
16. Dari Madrasah Ramadhan ke Universitas Haji» DOWNLOAD
17. Internalisasi Nilai dan Semangat Hijrah » DOWNLOAD

KOLEKSI KHUTBAH JUM'AT 2011
1. Pesatnya Peningkatan Jumlah Muslim » DOWNLOAD
2. Kemenangan Islam » DOWNLOAD
3. Menyambut Ramadhan 1432 H » DOWNLOAD
4. Isra' Mi'raj » DOWNLOAD
5. Keutamaan Bulan Sya'ban » DOWNLOAD
6. Memaafkan Sesama Sebelum Ramadhan Tiba » DOWNLOAD
7. 6 Nama Lain Ramadhan dan Bagaimana Berinteraksi dengannya » DOWNLOAD
8. Sebelum Ramadhan Pergi » DOWNLOAD
9. Mewaspadai Permusuhan & Konspirasi Yahudi » DOWNLOAD
10. Bekal Abadi ke Akhirat » DOWNLOAD
11. Melanjutkan Spirit Qurban dalam Kehidupan » DOWNLOAD
12. Memakmurkan Masjid » DOWNLOAD
13. Keutamaan Muharam » DOWNLOAD

Semoga Download Khutbah Jum'at 2011 ini bermanfaat, khususnya bagi para khatib dan umumnya bagi semua umat Islam. Jika ada link yang error atau kesalahan dalam Download Khutbah Jum'at 2011 ini mohon untuk disampaikan di kotak komentar di bawah. Jazaakumullah khairan katsiira.[]

Untuk mendownload Khutbah Jum'at edisi tahun 2012 M / 1433 H, silahkan klik
DOWNLOAD KHUTBAH JUMAT 2012 M / 1433 H
00:00 | 84 komentar

Masukkan alamat e-mail untuk mendapatkan up date Bersama Dakwah