Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Facebook  |  Twitter  |  Pasang Iklan

Cara Mudah Galang Solidaritas untuk Tahanan Palestina. Anda Juga Bisa!

Written By Admin BeDa on Kamis, 31 Maret 2011 | 14:00


Muslim Palestina yang ditahan oleh Israel di penjara-penjara zionis menghadapi tekanan yang berat. Selain mendapatkan siksaan dan pelecehan, mereka dimasukkan dalam sel isolasi yang sangat tidak layak. Para tahanan Palestina itu kini melakukan perlawanan!

Aksi perlawanan dalam penjara itu dimotori oleh pemimpin tahanan Palestina Abbas Sayid sejak 23 hari yang lalu. Sampai sekarang Israel masih bergeming. Tuntutan tahanan Palestina agar diperlakukan lebih manusiawi belum juga ditanggapi.

Mendukung aksi itu, facebooker Palestina menggalang solidaritas untuk turut menekan Israel dan memberitahukan dunia internasional atas siksaan dan pelanggaran HAM yang dialami para tahanan Palestina. Mereka membuat halaman dengan judul “kebebasan untuk pemimpin tahanan Abbas Sayid”. Halaman ini bisa diakses di http://www.facebook.com/free.abas.

Selain memuat profil siapa gerangan pemimpin tahanan Palestina Abbas Sayid, halaman ini juga berisi beberapa kabar, laporan, artikel, sejumlah klip video tentang aksi-aksi solidaritas untuk tahanan Palestina di penjara Israel.

Anda juga bisa ikut menggalang solidaritas untuk mengakhiri penderitaan mereka yang mendekam di dalam sel isolasi di penjara-penjara Zionis Israel dengan cara bergabung di halaman itu. Mudah bukan? [AN/IP]
14:00 | 8 komentar

Israel Yang Takut Logika Musuhnya

Written By Admin BeDa on Rabu, 30 Maret 2011 | 08:00


Oleh: Mahmud Haidar

Yang paling ditakuti Israel -dimana kini mereka sedang mengawasi gerak gerik perubahan revolusi di dunia Arab- jika Palestina kembali "bekerja" sesuai dengan logika Intifadhah I di akhir tahun 1980-an. Sebab saat itu, bangsa Palestina akan mampu membuat inovasi perlawanan yang bisa menggagalkan sarana militer Israel dan memaksa Negara penjajah ini pada pilihan politik dan keamanan yang sangat berbahaya.

Meski selama dua dekade elit Israel berusaha menghindari Intifadhah, namun kekhawatiran strategis mereka akan meletusnya "revolusi batu" bersamaan dengan perubahan di kawasan muncul kembali sekarang. Pertanyaan yang menggelayuti Israel hari ini adalah jika warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat bersatu bersama dengan Palestina '48 di bawah satu slogan "bangsa Palestina ingin mengakhiri penjajahan".

Pertanyaan selanjutnya bagi Israel, apa pilihan bagi Negara yang dibangun di atas ekspansi pemukiman dan penjajahan jika menghadapi bangsa yang siap berhadapan dengan segenap keberanian??

Israel begitu takut jika ini terjadi sebab "revolusi batu" sudah terbukti menjatuhkan sebuah rezim yang dianggap Israel sebagai partner strategi dalam bidang keamanan seperti rezim Mesir.

Kita akan melihat bagaimana teori Israel akan dibangun di atas pesimistis karena secara sosio mereka sudah kelelahan dalam menghadapi perang panjang dengan bangsa Palestina. Teori Israel itu adalah "biasanya pihak yang lemah akan lebih logis".

Bagaimana itu? Sejumlah pemikir Israel menyatakan, pihak yang lemah ketika menghadapi pihak yang kuat akan memiliki standar pertimbangan yang lebih jeli dibanding pihak yang menang. Jenderal veteran Israel Van Carifield menegaskan, "Ketika dulu kami lemah, kami sangat logis dan cerdas sehingga kami mampu mewujudkan kemenangan. Namun terjadi perubahan mengakar sehingga konflik dan perimbangan terbalik. Masalah mulai muncul di Libanon ketika kita langsung melakukan peperangan dengan pihak yang lebih lemah. Sejak itu kami terus merasakan kegagalan dan kegagalan."

Garis menurun dalam perang Juli 2006 semakin menurun di luar perkiraan pakar futuristik Israel ketika terjadi percobaan perang atas Gaza tahun 2009. Tidak berlebihan jika pengamat Israel sepakat bahwa "jika kondisi berlanjut seperti ini, kita akan sampai pada fase kehancuran Israel".

Pesimistis Israel akan kentara lagi ketika seorang kolumnis Israel Aharon Libron melontarkan berkali-kali gagasan apakah Israel benar-benar kuat? Ia menegaskan Israel benar-benar kuat namun ia sekarang lebih tertawan oleh temboknya yang tertutup. Beberapa tahun lalu Israel tidak ada masalah dengan kekuatan yang bisa dia gunakan melawan Arab di wilayah jajahan 1967 dan 1948, dan Libanon Selatan. Selama setengah abad memang Israel merasa paling kuat dan dengan mudah mewujudkan kemenangan. Namun, tegas kolumnis Israel ini, teori ini mustahil bisa diterapkan dalam kurun dua dekade belakangan.

Dan penyebab mundurnya kekuatan Israel itu adalah Intifadhah Palestina yang memberikan contoh tegas bisa melumpuhkan alat-alat perang Israel dengan senjata rakyat dimana Israel tidak biasa menghadapinya sejak entitas ini berdiri.

Dengan Intifadhah itu, Palestina untuk pertama kalinya mampu memaksa Israel mengikuti kehendak mereka yakni dengan hengkang dari Gaza dan itu akan diterapkan di Tepi Barat.

Israel pun mengakui bahwa musuh-musuhnya kini sudah mengetahui banyak hal terkait politik dan keamanan Israel secara detail sehingga mengerti titik lemahnya.

Perubahan geostrategic sejak invasi Irak kemudian kegagalan Israel di Libanon dan Gaza, akan menghalangi Israel untuk berfikir menggelar perang mengembalikan perimbangan kekuatan. Mereka akan meragukan kembali kinerja elit politik dan militer. [bsyr, InfoPalestina]
08:00 | 11 komentar

Berlubang Tergerus Banjir, Jalur Utama Gresik-Lamongan Masih Macet


Banjir Gresik yang menggenangi jalur utama Gresik-Lamongan sudah mulai surut. Pagi ini (30/3), tinggal sekitar 500 meter jalan raya yang tergenangi air. Tepatnya mulai sebelah barat Watang Rejo hingga perbatasan Timer, ditambah sedikit ke arah barat. Genangan air yang mengaliri jalan itupun tidak setinggi sebelumnya.

Namun demikian, kemacetan panjang masih berlangsung. Sejak pagi buta (pukul 05.20 WIB) kemacetan terjadi mulai dari pom bensin Tebaloan hingga di depan dusun Watang Rejo. Panjangnya sekitar 1,5 Km. Kemacetan ini disebabkan semakin banyak dan parahnya lubang-lubang di jalan raya akibat tergerus banjir empat hari ini.

Untuk menghindari kemacetan lebih panjang, polisi masih menutup jalur dari Gresik ke Lamongan, terutama bagi kendaraan-kendaraan besar seperti truk. Tepat di pertigaan terminal Bunder masih berdiri papan yang mengarahkan pengendara untuk belok kanan melewati jalur alternatif Manyar. Jika dirasa lalu lintas cukup lancar, kendaraan roda empat baru diperbolehkan melintas. [AN/lgs]
07:00 | 3 komentar

Hadits 22: Iman Kunci Masuk Surga

Written By Admin BeDa on Selasa, 29 Maret 2011 | 16:00


Alhamdulillah, kini pembahasan hadits Shahih Bukhari memasuki hadits ke-22. Hadits yang akan kita bahas ini masih termasuk dalam kitab Al-Iman, kitab kedua dalam Shahih Bukhari setelah kitab Bad'il Wahyi.

Imam Bukhari memberikan judul bab hadits ke-22 ini باب تَفَاضُلِ أَهْلِ الإِيمَانِ فِى الأَعْمَالِ (Tingkatan orang-orang beriman dalam beramal). Untuk memudahkan pembaca, karena isi hadits ini menceritakan orang beriman yang dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke surga meskipun imannya sangat kecil, kita berikan judul "Iman Kunci Masuk Surga."

Berikut ini matan (redaksi) hadits Shahih Bukhari ke-22:

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ رضى الله عنه - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ ، وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ ، ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَخْرِجُوا مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ . فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِى نَهَرِ الْحَيَا - أَوِ الْحَيَاةِ ، شَكَّ مَالِكٌ - فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِى جَانِبِ السَّيْلِ ، أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً . قَالَ وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرٌو الْحَيَاةِ . وَقَالَ خَرْدَلٍ مِنْ خَيْرٍ

Dari Abu Said Al-Khudri r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Setelah penduduk surga masuk ke surga dan penduduk neraka masuk ke neraka, maka Allah Ta'ala pun berfirman, 'Keluarkanlah dari neraka orang-orang yang dalam hatinya terdapat iman walaupun sebesar biji sawi.' Mereka pun dikeluarkan dari neraka. Hanya saja tubuh mereka telah hitam legam bagaikan arang. Oleh karena itu, mereka dilemparkan ke sungai Haya' atau hayat –terdapat keraguan dari Imam Malik. Kemudian tubuh mereka berubah bagaikan benih yang tumbuh setelah banjir. Tidakkah engkau melihat benih tersebut tumbuh berwarna kuning dan berlipat-lipat." Wuhaib berkata, "Amr menceritakan kepada kami, "Sungai Al-Hayat"dan Wuhaib berkata, "kebaikan sebesar biji sawi."

Penjelasan Hadits

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ ، وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ ، ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَخْرِجُوا مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ
Setelah penduduk surga masuk ke surga dan penduduk neraka masuk ke neraka, maka Allah Ta'ala pun berfirman, 'Keluarkanlah dari neraka orang-orang yang dalam hatinya terdapat iman walaupun sebesar biji sawi.'

Hadits ini menjelaskan bahwa kelak, orang-orang yang masuk ke surga berdiam di sana. Abadi dalam nikmat Allah SWT. Sementara, orang-orang yang masuk neraka akan "diseleksi" lagi. Diantara mereka ada "penduduk tetap" yang kekal di neraka, yaitu orang-orang kafir dan munafik; yang tidak memiliki keimanan sedikitpun. Sedangkan orang-orang mukmin yang masuk neraka karena kemaksiatannya namun masih memiliki iman, mereka menjadi "penduduk sementara". Suatu saat, dengan kehendak-Nya Allah SWT mengeluarkan mereka dari neraka. Allah memberi perintah : أَخْرِجُوا مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ 'Keluarkanlah dari neraka orang-orang yang dalam hatinya terdapat iman walaupun sebesar biji sawi.'

مِثْقَالُ حَبَّةٍ (walaupun sebesar biji sawi) maksudnya adalah iman yang paling kecil. Al-Khatabi menjelaskan bahwa kata itu tidak bermaksud menunjukkan berat, namun standar dalam pengetahuan, karena mengungkapkan sesuatu yang terlintas dalam pikiran dengan sesuatu yang terlihat menjadikannya lebih mudah dipahami. Jika diketahui benda yang paling kecil saat ini adalah nukleus (inti atom), bahkan proton atau neutron, maka itupun bisa dipakai untuk memaknai maksud "habbah".

فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِى نَهَرِ الْحَيَا - أَوِ الْحَيَاةِ ، شَكَّ مَالِكٌ –
Mereka pun dikeluarkan dari neraka. Hanya saja tubuh mereka telah hitam legam bagaikan arang. Oleh karena itu, mereka dilemparkan ke sungai Haya' atau hayat –terdapat keraguan dari Imam Malik.

Setelah diperintahkan oleh Allah, orang-orang yang memiliki keimanan -meskipun dengan keimanan yang paling kecil- itu pun dikeluarkan dari neraka. Yang menjadi masalah, setelah sekian lama "terbakar" di neraka, tubuh mereka menjadi hitam legam. Wallaahu a'lam bagaimana hakikatnya, karena kondisi akhirat jelas berbeda dengan kondisi di dunia. Yang pasti, tubuh yang hitam seperti arang ini menjadi masalah dan perlu "diperbaiki" sebelum masuk surga. Karenanya ia "dicuci" di sungai hayaa atau hayaat. Imam Malik –yang menjadi salah satu rawi hadits ini hingga sampai ke Imam Bukhari- ragu-ragu mana diantara dua nama ini yang benar.

Kata hayaa (الْحَيَا) artinya hujan yang dapat menumbuhkan tanaman. Dinamakan demikian karena sungai ini begitu dimasuki, tubuh yang tadinya hitam seperti arang berubah segar, seperti tanaman yang tumbuh setelah hujan. Sedangkan kata hayat (الْحَيَاةِ) berarti kehidupan. Disebut sungai kehidupan karena ia menghidupkan tubuh yang tadinya hitam legam, tidak hidup dan tidak mati akibat siksa neraka, menjadi hidup kembali dengan sempurna.

Di akhir hadits ini Imam Bukhari menyebutkan ketegasan rawi lain –yaitu Wuhaib- yang tanpa ragu-ragu menyebutkan bahwa yang benar adalah hayat (sungai kehidupan).

فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِى جَانِبِ السَّيْلِ ، أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً
Kemudian tubuh mereka berubah bagaikan benih yang tumbuh setelah banjir. Tidakkah engkau melihat benih tersebut tumbuh berwarna kuning dan berlipat-lipat.

Kata الْحِبَّةُ berarti benih tumbuh-tumbuhan. Jadi setelah "dicuci" di sungai hayat, tubuh mereka laksana buih yang tumbuh; segar, berwarna kuning (warna kulit yang indah), dan berlipat-lipat bagusnya.

Dikatakan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, bahwa hadits ini ditempatkan di kitabul iman sebagai hujjah yang membantah keyakinan golongan murji'ah yang berpendapat bahwa iman tidak bisa bertambah dan berkurang. Padahal di dalam hadits ini dijelaskan bahwa ada orang yang imannya sangat kecil, mereka masuk neraka terlebih dahulu. Hadits ini juga membantah keyakinan golongan mu'tazilah yang menyatakan bahwa orang yang berbuat maksiat akan kekal di neraka.

Pelajaran Hadits
Diantara pelajaran hadits yang bisa kita ambil dari hadits di atas adalah sebagai berikut:
1. Keimanan manusia bertingkat-tingkat, ada yang sempurna, ada yang besar, dan ada pula yang kecil, bahkan sangat kecil;
2. Orang yang beriman namun bermaksiat dan belum mendapat ampunan dari Allah SWT, maka ia akan dimasukkan ke neraka terlebih dahulu;
3. Orang yang memiliki iman, meskipun sangat kecil, tidak akan kekal di neraka. Ia akan dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke surga;
4. Di akhirat ada sungai hayat (sungai kehidupan) yang fungsinya mencuci orang yang dikeluarkan dari neraka, mengubah mereka dari kondisi yang semula hitam legam tubuhnya menjadi segar, kekuning-kuningan seperti benih yang baru tumbuh;
5. Siksa di akhirat sangat pedih dan keras hingga menjadikan tubuh berwarna hitam seperi arang, meskipun kulitnya selalu diganti begitu hancur karena api neraka itu;
6. Diperbolehkan menggunakan analogi untuk memudahkan tersampainya ilmu dan menjadikan orang lain lebih memahami maksudnya;
7. Jika seseorang ragu-ragu antara dua hal yang diingatnya (mana yang benar), hendaklah ia menyebutkan keduanya seperti yang dilakukan Imam Malik dalam meriwayatkan hadits ini;
8. Iman adalah kunci masuk surga. Orang yang beriman terbagi menjadi dua golongan dalam memasuki surga. Pertama, langsung masuk surga tanpa masuk neraka. Kedua, masuk neraka terlebih dahulu baru kemudian masuk surga. Sedangkan orang yang tidak beriman, mereka akan kekal di neraka.

Demikian penjelasan singkat hadits Shahih Bukhari ke-22: Iman Kunci Masuk Surga. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita sehingga kita istiqamah dalam iman dan amal shalih, dan kita berdoa kepada Allah semoga termasuk orang mukmin yang dimasukkan surga tanpa mampir ke neraka terlebih dahulu. Allaahumma aamiin.

Wallaahu a'lam bish shawab.[]

KEMBALI KE HADITS 21
16:00 | 12 komentar

Meski Krisis, Gaza Kirim Tim Medis Untuk Rakyat Libya


Palestina kini sedang menunggu jawaban Dewan Tinggi Angkatan Bersenjata, yang kini berkuasa di Mesir, untuk mengizinkan delegasi medis Palestina berangkat ke Libya untuk membantu memerikan pengobatan kepada rakyat Libya setelah sebagian besar dokter dan perawat meninggalkan negara tersebut.

Asosiasi Perawat Palestina telah mengumumkan pihaknya membutuhkan sejumlah perawat untuk dikirim ke Libya. Sebanyak 100 perawat telah mendaftar dan diseleksi akhirnya terpilih 16 perawat untuk dikirim.

Sekjen Asosiasi Perawat di Gaza, Yusuf Fahjan mengatakan, “Kami telah mengirim nama-nama perawat yang tergabung dalam delegasi medis ke Dewan Tinggi Angkatan Bersenjata di Mesir, agar mereka disetujui masuk Mesir dan bertolak ke Libya. Kami masih menunggu jawaban dari Dewan Tinggi.”

Dia menambahkan, “Kami telah siap untuk berangkat bila sudah ada persetujuan.” Dia menyatakan memiliki banyak alternative bila tidak bisa masuk ke Libya. Di antaranya adalah dengan tetap bertahan di perbatasan Mesir-Libya untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan para pengungsi.

Fahjan juga menyatakan telah melakukan koordinasi dengan Persatuan Dokter Arab untuk menyukseskan tugas ini. Demikian juga sejumlah dokter dengan obat-obatan dan bahan lainnya dari Mesir akan bergabung dengan mereka.

Mengenai pesan yang ingin disampaikan dengan pengiriman tim medis ini, padahal penduduk Jalur Gaza mengalami blokade dan agresi Zionis Israel. Fahjan mengatakan, “Kami paling merasakan penderitaan rakyat Libya. Karena mereka mengalami agresi setiap hari dan terus menerus. Perasaan ini adalah faktor paling besar yang mendorong kami memantu warga Libya dan mengobati luka mereka. Selain karena kewajiban kemanusiaan dan professional, terlebih setelah kepergian sebagian besar para perawat dari sana dan kami tahu ada kekurangan perawat di sana.”

Dia menambahkan, “Hanya inilah yang bisa kami berikan kepada rakyat Libya, yang mendukung kami selama agresi Israel ke Jalur Gaza. Yang paling banyak menghubungi kami untuk memberikan semangat selama agresi Israel ke Jalur Gaza adalah orang-orang Libya. Kami juga tidak melupakan konvoi kemanusiaan “al Quds” asal Libya yang dikirim untuk membebaskan blokade Gaza, demikian juga sumbangan 50 juta dolar dari rakyat Libya untuk rekonstruksi rumah-rumah yang dihancurkan Israel selama agresi ke Jalur Gaza.” [asw, InfoPalestina]
08:00 | 15 komentar

Banjir Gresik Mulai Surut, Jalur Utama Gresik-Lamongan Masih Lumpuh


Pagi ini (29/3), air yang menggenangi jalur utama Gresik-Lamongan mulai surut. Namun demikian, jalur utama Gresik-Lamongan masih lumpuh.

Aliran air yang memotong jalan raya dari desa Ambeng-Ambeng Watang Rejo hingga Tebaloan kini hanya berkisar 5-10 cm di atas jalan raya. Surutnya air ini juga mengindikasikan bahwa banjir Gresik mencapai klimaksnya Senin kemarin (28/3). Dengan catatan, tidak turun hujan dengan curah tinggi beberapa hari ke depan.

Polisi masih menutup jalan Gresik-Lamongan bagi kendaraan roda empat atau lebih, terutama truk, tronton, dan sejenisnya. Tepat di pertigaan terminal Bunder, polisi mengalihkan kendaraan-kendaraan itu agar melewati jalur alternatif Manyar.

Meskipun tinggal kendaraan roda dua dan sejumlah mobil yang diperbolehkan lewat jalan raya Gresik-Lamongan pada siang hari, kemacetan panjang masih terjadi. Kemacetan ini disebabkan karena antrean truk dari arah Lamongan sejak malam hari menjadi berhenti total dari desa Samir Plapan hingga Tebaloan. Sedangkan dari arah Gresik, puluhan truk berhenti total dari Ambeng-ambeng hingga Tebaloan.

Kondisi jalan yang berlubang makin parah akibat tergerus aliran banjir menambah sulit laju kendaraan. Ditambah dengan tergulingnya sebuah truk gandeng di depan pom bensin Tebaloan, membuat separuh badan jalan tidak bisa dilalui. [AN/lgs]
07:00 | 6 komentar

Rekening-rekening Peduli Banjir Gresik, Pintu Beramal Bagi Anda

Written By Admin BeDa on Senin, 28 Maret 2011 | 11:00


Empat titik tanggul kali Lamong jebol. Ditambah curah hujan yang tinggi, air menguap tak terkendali. Membanjiri puluhan desa di sejumlah kecamatan: Kedamaian, Menganti, Balong Panggang, Benjeng, Cerme, hingga Duduk Sampeyan.

Sejumlah desa terisolasi. Ibu-ibu, anak-anak dan para manula terpaksa mengungsi. Sedangkan sebagian bapak-bapak berusaha bertahan di dalam desa, meskipun air semakin tinggi.

Di desa Pandu kecamatan Cerme, misalnya. Sukiman dan beberapa warga bertahan menunggui rumah. Meskipun ada bantuan yang datang, namun karena jumlahnya minim mereka hanya mendapatkan jatah makanan sehari sekali. Beruntung, hp masih bertahan hingga Sukiman bisa menghubungi keluarga di desa lainnya untuk mensuplai makanan. Namun, bagaimana dengan warga lainnya?

Belum lagi mereka yang mengungsi. Selain harapan panen ikan musnah karena kini ikan-ikan di tambak terhanyut banjir, mereka juga membutuhkan bantuan makanan, pakaian, dan obat-obatan.

Di sejumlah desa, bahkan air hampir mencapai atap rumah. Perabot rumah tangga hanyut. Kalaupun tertahan dinding rumah, kondisinya menjadi rusak berat. Rumah-rumah di desa yang masih menggunakan bahan kayu mengalami kerusakan parah.

Bagi Anda yang terpanggil untuk meringankan beban Saudara-saudara kita di Gresik yang terkena banjir, berikut ini nomor-nomor rekening sejumlah lembaga yang siap menyalurkan bantuan langsung kepada mereka. Karena berpusat di Gresik –atau memiliki cabang di Gresik- lembaga berikut bisa langsung menyalurkan bantuan Anda kepada korban banjir Gresik:

Kotak Amal Indonesia (berpusat di Gresik)
Bank Syariah Mandiri No. rekening 048-09814-6
a.n. Kotak Amal Indonesia

Rumah Zakat (memiliki cabang di Gresik)
Bank Syariah Mandiri No. rekening 125-001555-5
a.n. Rumah Zakat

Partai Keadilan Sejahtera DPD Gresik
Bank Syariah Mandiri No. rekening 048-004581-4
a.n. Partai Keadilan Sejahtera

Nurul Hayat Cabang Gresik
Bank CIMB Niaga Syariah No. rekening 525-01-13808-11-7
a.n. Pitra Aries Wibowo

Semoga amal/bantuan Anda meringankan beban mereka dan mendapat ridha serta pahala dari Allah SWT. []
11:00 | 4 komentar

Banjir Gresik Belum Surut, Jalur Utama Gresik-Lamongan Tergenang


Banjir yang melanda wilayah selatan Gresik belum juga surut. Pagi ini (28/3), aliran air yang menggenangi jalur pantura Gresik-Lamongan lebih tinggi dari hari sebelumnya. Akibatnya, ratusan truk berhenti total sepanjang 4 Km, dari Tebaloan hingga Setrohadi.

Kendaraan roda dua masih bisa lewat jalur utama pantura itu, meskipun harus merayap. Gresik-Lamongan yang biasanya bisa ditempuh dengan 40 menit, kini menjadi lebih dari 3 jam. Itupun dengan bantuan polisi yang berjajar mengatur jalannya kendaraan agar tidak semakin macet.

Sebenarnya, tidak seluruh jalan yang menghubungkan Gresik-Duduk Sampeyan tergenang air. Air menggenang mulai dari Desa Ambeng-ambeng Watang Rejo sampai Desa Tebaloan, sekitar 2 Km. Lebih panjang dari hari sebelumnya (27/3) yang mencapai 1,5 Km.

Kemacetan menjadi sangat panjang (hingga 7 Km) karena air itu bukan hanya menggenang melainkan mengalir cukup deras menyeberangi jalan (dari selatan ke utara). Akibatnya, selain terhambat air yang tingginya mencapai 25 cm, sebagian jalan raya tergerus hingga menimbulkan lubang-lubang, khususnya di sisi utara jalan.

Polda Jatim memberikan alternatif kepada pengguna jalan menyusul kemacetan panjang ini. Dari Lamongan ke Surabaya bisa melewati Mantup - Kemlagi - Gedek - Jembatan Ajinomoto - By Pass atau jika ke arah Gresik bisa melewati Betoyo - Tol Manyar - Gresik. Dari Tuban bisa melewati Paciran - Brondong - Panceng - Manyar - Gresik. Dari Bojonegoro bisa melewati Babat - Jombang – Surabaya.

Diperkirakan, kerugian akibat banjir Gresik 2011 ini sangat besar. Banjir akibat jebolnya tanggul-tanggul kali Lamong ini telah menggenangi puluhan desa di sejumlah Kecamatan seperti Kedamaian, Menganti, Balong Panggang, Benjeng, Cerme, hingga Duduk Sampeyan. Jalur Cerme- Gresik juga lumpuh. Selain itu, ratusan hektar tambak kini menjadi satu, hingga ikan-ikan petani di daerah itu lepas dan hanyut. [AN/lgs]
10:00 | 7 komentar

Menjawab dengan Aksi

Written By Admin BeDa on Minggu, 27 Maret 2011 | 13:00


Tidak semua tuduhan harus dijawab dengan kata-kata. Tidak semua wacana harus dibalas dengan bahasa verbal. Sering kali, tuduhan akan berhenti dengan sendirinya ketika dihadirkan fakta. Wacana menjadi kandas tak tersisa ketika ada aksi yang tampak demikian nyata.

Kekuatan kebenaran, yang menginstitusi dalam bentuk organ kebaikan –apakah itu jama’ah minal muslimin terlebih lagi ketika ada jama’atul muslimin- sering kali berhadapan dengan tuduhan yang direkayasa sedemikian rupa. Atau secara kebetulan ia mengalami sebuah peristiwa yang kemudian dipoles oleh musuh-musuhnya menjadi opini yang melemahkan. Dari opini itu bisa timbul dua hal. Pertama, secara internal institusi kebaikan akan benar-benar melemah, tidak solid, dan rapuh karena ia berpikir bahwa opini yang dikembangkan musuh-musuhnya itu adalah fakta. Kedua, opini itu menguatkan institusi kebatilan untuk melancarkan serangan berikutnya kepada intitusi kebaikan. Kalau perlu, menghancurkannya.

Begitu mendengar Rasulullah SAW wafat, segera terbangun opini bahwa pemerintahan Madinah melemah. Banyak orang yang kemudian menolak membayar zakat, bahkan murtad. Benih-benih pembangkangan bermunculan, sampai pada taraf konsolidasi untuk melepaskan diri dari jama’atul muslimin. Bahkan kalau perlu menyerang Madinah. Asumsi mereka,kekhilafahan Islam saat itu melemah drastis.

Wacana yang sama juga mulai berhembus ke luar. Imperium Romawi menyusun rencana untuk sesegera mungkin menggempur Islam ke jantung pemerintahannya; Madinah. Asumsinya sama: begitu ditinggalkan oleh Muhammad, pastilah Islam langsung melemah.

Abu Bakar membaca kedua pemikiran ini. Sesuatu yang amat berbahaya jika dibiarkan menjadi liar, lalu benar-benar melemahkan kaum muslimin dan menguatkan musuh-musuh Islam yang selama ini menanti celah untuk menyerang. Abu Bakar tidak ingin ada serangan beruntun. Serangan opini yang merusak, lalu serangan internal jazirah Arab yang menggerogoti kekuatan, dilanjutkan gempuran Romawi yang menghancurkan.

Lalu apa yang dilakukan Abu Bakar? Abu Bakar tidak berkoar-koar “kaum muslimin tidak lemah. Kaum muslimin tetap kuat.” Tidak. Abu Bakar menjawabnya dengan aksi.

Maka Abu Bakar menegaskan tekadnya kepada Umar. Bahwa ia akan memerangi orang-orang murtad, orang-orang yang tak mau lagi membayar zakat. Umar semula tidak mendukung dan mengusulkan langkah yang lebih halus. Namun Abu Bakar yang biasanya lembut kali ini menjadi sekokoh baja. “Apakah engkau yang begitu garang di masa jahiliyah, justru menjadi penakut di masa Islam, wahai Umar?!”, Demikian kata-kata Abu Bakar menegur Umar, sebagaimana diabadikan Imam As-Suyuthi dalam Tarikh Khulafa’.

Maka gejolak dalam negeri pun selesai. Orang-orang kembali pada Islam, kembali membayar zakat, kembali mentaati khalifah. Bersamaan itu Allah memberikan hidayah hingga mereka menyadari betapa Islam bukan hanya kuat tapi juga benar. Satu-satunya jalan yang diridhai Allah Azza wa Jalla.

Lalu bagaimana dengan ancaman eksternal; Romawi? Abu Bakar bersikap serupa. Tegas. Menjawabnya dengan aksi. Misi Usamah untuk berperang melawan Romawi tetap dijalankan meskipun Rasulullah yang mengutus pasukan itu telah tiada. Abu Bakar bahkan menegaskan, takkan mungkin menarik pasukan yang telah dikirim Rasulullah.

Secara singkat, Khalid Muhammad Khalid menyimpulkan hasil misi Usamah ini. Ia menuliskan dalam Rijaal Haula Rasul, tepatnya ketika mengisahkan riwayat hidup Usamah bin Zaid begini: “Kaisar Romawi Heraklius mendengar berita wafatnya Rasulullah, dan pada waktu yang sama ia mendengar berangkatnya pasukan Islam menuju perbatasan Syam di bawah komando Usamah bin Zaid. Ada perasaan gentar di hatinya. Ternyata wafatnya Rasulullah tidak mempengaruhi tekad dan kekuatan kaum muslimin. Pihak Romawi merasa ciut dan tidak berani lagi meneruskan rencana mereka menggempur pusat pemerintahan Islam di jazirah Arab.”

Musuh-musuh kebenaran, barangkali berpikir sebagaimana strategi ke-19 Robert Greene. “Ketika Anda merasa tekad mereka melemah”, tulis Greene dalam The 33 Strategies of War, “hancurkan daya kemauan mereka dengan mengencangkan simpulnya.”

Saat ini, barangkali tengah terjadi hal serupa. Meskipun masih berupa jama’ah minal muslimin, harakah Islam senantiasa menjadi sasaran; diamati, dilihat celahnya, dibangun opini dan berbagai rekayasa untuk melemahkannya. Terlebih, ketika ada tuduhan atau fitnah yang diarahkan kepadanya.

Tekadang, media mengambil peran untuk membesar-besarkan tuduhan dan opini. Bukan hal yang aneh jika kita mengetahui siapa di balik media dan kepentingan apa yang melatarinya. Maka diarahkanlah sedemikian rupa sehingga terbentuk opini berikutnya; harakah Islam yang solid kini melemah, pecah, tidak lagi kokoh sebagaimana dulu adanya. Tentu saja, bukan sikap yang bijak jika harakah Islam menjawabnya dengan kata-kata: “Kami tetap bersatu. Kami tidak lemah. Kami tetap kokoh.” Lagi pula, itu bukan langkah efektif untuk menjawab tuduhan dan menegasikan opini.

Seperti langkah Abu Bakar, jawabannya adalah aksi. Tentu saja aksi itu beragam. Namun tidak peduli betapa banyaknya pilihan yang bisa dilakukan, aksi itu juga harus mampu menunjukkan bahwa harakah Islam tetap kuat, solid, dan kokoh. Maka selanjutnya, rencana musuh Islam akan dibatalkan, rencana kaum munafik akan kembali ditelan. Dan biarlah tuduhan terjawab tanpa kata-kata, opini menguap ditelan fakta.

“Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh-musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, namun Allah mengetahuinya…” (QS. Al-Anfal : 60)

Wallaahu a’lam bish shawab. [Muchlisin]
13:00 | 14 komentar

Banjir Gresik Meluas, Jalur Pantura Hampir Putus


Banjir yang melanda Gresik Selatan meluas hingga kecamatan Duduk Sampeyan. Banjir akibat jebolnya beberapa tanggul kali Lamong pagi ini (27/3) masuk hingga ke Desa Ambeng-ambeng Watang Rejo di kecamatan Duduk Sampeyan. Sejumlah rumah telah dimasuki air hingga 20 cm.

Gresik adalah sebuah kabupaten di Jawa Timur yang berbatasan dengan Surabaya. Kabupaten yang terkenal dengan makanan khas nasi krawu dan pudak serta dikenal sebagai kota industri penghasil semen ini juga berbatasan dengan Mojokerto dan Lamongan di sebelah barat daya. Ketiga kabupaten ini dialiri sungai yang sama yaitu kali Lamong.

Selain menggenangi tambak hingga menjadi satu seperti perairan yang luas, air mengalir memotong jalan raya sepanjang 1,5 Km dari desa Ambeng-ambeng hingga Tebaloan. Aliran air yang tingginya mencapai 15 cm ini membuat lalu lintas jalur pantura macet panjang. Padahal biasanya di hari Ahad jam 6 pagi seperti ini lalu lintas cukup lancar.

Semula banjir Gresik ini hanya melanda wilayah Selatan. Akibat jebolnya tanggul Kali Lamong, jalan Cerme – Gresik terputus. Lima kecamatan dilanda banjir ini hingga sejumlah desa terisolasi. Sabtu (26/3) warga sejumlah desa sudah diungsikan.

Sebelumnya sempat diperkirakan banjir akan surut Jum’at (25/3) sore. Namun curah hujan tinggi yang mengguyur Gresik dan Mojokerto membuat banjir meluas hingga ke Duduk Sampeyan seperti sekarang. [AN/lgs]
07:00 | 6 komentar

Sumatera Barat Resmi Larang Ahmadiyah

Written By Admin BeDa on Sabtu, 26 Maret 2011 | 11:00


Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akhirnya resmi melarang kegiatan Jemaah Ahmadiyah Indonesia di wilayah provinsi tersebut. Larangan tersebut dituangkan dalam bentuk Peraturan Gubernur Nomor 17 Tahun 2011.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, kewenangan untuk melarang kegiatan Jemaah Ahmadiyah di Sumbar akan langsung terkait melekat seiring dengan telah ditandatanganinya Pergub itu. Di dalamnya termasuk larangan bagi Jemaah Ahmadiyah Indonesia untuk menggunakan papan nama yang menyatakan keberadaan Jemaah Ahmadiyah Indonesia.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak anarkis, bertindak melanggar hukum atau main hakim sendiri terhadap pengikut Ahmadiyah yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Islam. Tindakan hukum terhadap Jemaat Ahmadiyah itu akan dilakukan oleh aparat yang berwajib.

Jumlah jemaah Ahmadiyah di provinsi ini diperkirakan sebanyak 1.600 orang, tersebar pada 8 kabupaten/kota. Paling banyak mereka berada di Kota Padang.

Dengan diterbitkannya Pergub Nomor 17/2011 itu, berarti kini telah ada empat provinsi yang secara resmi melarang kegiatan Ahmadiyah.Sebelumnya, Jatim, Jabar, dan Banten telah mengeluarkan larangan serupa.[AN/bsb]
11:00 | 7 komentar

Balas Israel, Palestina tembakkan Roket, Mesir Peringatkan Zionis

Written By Admin BeDa on Jumat, 25 Maret 2011 | 08:00


Penyerangan Israel ke Palestina yang meningkat eskalasinya sejak Rabu (16/3), dibalas pejuang Palestina dengan menembakkan sejumlah roket ke wilayah negara zionis itu. Kekhawatiran sejumlah sumber militer Israel akan akurasi roket Palestina terbukti. Sebuah roket Grad dari Gaza mengantam pusat kota Israel selatan Beersheva, Rabu (23/3).

Satu orang cedera akibat roket yang jatuh menghantam jalan kota itu. "Sebuah roket Grad menghantam pusat kota Beersheva. Seorang pria cedera ringan akibat pecahan peluru dan dibawa ke rumah sakit," kata juru bicara militer Israel.

Bersyeba terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) dari Gaza, lebih jauh dari sejumlah kota-kota lain di Israel. Jangkauan roket yang semakin jauh ini menambah ketakutan Israel terhadap serangan-serangan lain pejuang Palestina.

Roket itu menjadi balasan atas serangan Israel yang cukup masif ke Gaza, pekan ini. Delapan warga Palestina tewas dalam dua serangan Israel secara terpisah di bagian timur Kota Gaza, Selasa (22/3). Dalam salah satu serangan, empat korban sipil tewas ketika sebuah meriam Israel menghantam sebuah rumah keluarga di Shejaiya, termasuk dua anak-anak.

Selain PBB yang mengecam serangan Israel itu, Mesir termasuk negara pertama yang memperingatkan Israel. Menteri luar negeri Mesir, Nabil Araby mengatakan, Israel seharusnya tidak mendorong upaya-upaya serangan militer ke Gaza. Dalam pernyataan Rabu (23/3) itu ia juga meminta Israel agar menahan diri dan mengingatkan serangan balasan atas operasi militernya ke Gaza.

Sebelum revolusi 2011, Mesir dikenal sebagai mitra strategis Israel. Namun, pasca revolusi, Mesir menjadi berani bersikap tegas kepada Israel dalam masalah Palestina. Pernyataan Menteri luar negeri itu menjadi salah satu buktinya. [AN/bsb]
08:00 | 12 komentar

Serangan Ke Libya Dikhawatirkan Menjadi Penjajahan

Written By Admin BeDa on Kamis, 24 Maret 2011 | 12:00


Berdalih menghentikan diktator Khadafi dan menciptakan kebebasan di Libya, Amerika Serikat, Inggris dan Perancis memimpin pasukan koalisi menyerang Libya sejak Ahad lalu (20/3). Di hari pertama AS sudah menghabiskan USD 100 juta (sekitar Rp 850 miliar) dalam bentuk serangan rudal ke negeri anak cucu Umar Mukhtar itu.

Banyak pihak yang mengecam serangan pasukan koalisi ke Libya. Sejumlah negara seperti Jerman dan Rusia mengecam serangan yang ditengarai hanya menyengsarakan rakyat Libya itu. Di dalam negeri, Amerika Serikat juga mendapatkan kritik tajam karena telah mengambil keputusan yang menghabiskan biaya besar itu. Diperkirakan, Negeri Paman Sam membutuhkan dana di atas USD 1 miliar (Rp 8,5 triliun). Padahal saat ini Amerika tengah menghadapi krisis keuangan yang cukup serius.

Meskipun menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Turki juga mengecam serangan itu. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan tidak akan bergabung menyerang Libya karena khawatir berkembang menjadi penjajahan.

"Kami tidak akan berpartisipasi dengan pasukan tempur kami. Turki tidak akan pernah mengarahkan senjatanya kepada rakyat Libya," kata Erdogan dalam pidatonya sebagai deputi Partai Pembangunan dan Keadilan di parlemen.

"Itu akan berubah menjadi penjajahan dan secara serius merusak persatuan negara tersebut," tambahnya.

Pernyataan itu dibuktikan Turki hari ini dengan hanya mengirimkan 5 kapal perangnya untuk membantu NATO mengembargo senjata Libya kemarin (23/1). Turki bersikeras tidak mau menerjunkan tentaranya menyerang negara kaya minyak itu.

Banyak pihak yang menuding bahwa Amerika Serikat nekat menyerang Libya karena ada maksud lain. Senada dengan Erdogan, banyak pengamat menilai serangan itu berkembang menjadi penjajahan untuk menguasai sumber-sumber minyak di Libya.

Ormas Islam terbesar di Indonesia juga menyatakan hal serupa. "Kalau Libya merupakan negara dengan minyak terbaik di dunia. Jadi ini murni perang minyak," kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj dalam konfrensi pers Selasa (23/3) di kantor PBNU. [AN/bsb]
12:00 | 24 komentar

Alhamdulillah, Bersama Dakwah Mendapatkan Sitelink

Written By Admin BeDa on Rabu, 23 Maret 2011 | 15:00


Hari ini ketika membuka Bersama Dakwah melalui mesin pencari Google, admin mendapati hal yang berbeda. Alhamdulillah, ternyata Bersama Dakwah mendapatkan sitelink atau tautsitus dari Google.

Terima kasih kami sampaikan kepada semua pembaca blog Bersama Dakwah, khususnya para pembaca setia, baik yang datang melalui Facebook Fan Box maupun follower blogger. Terima kasih pula kepada teman-teman blogger yang banyak mendukung blog Bersama Dakwah dengan cara memberikan komentar atau feed back pada tiap posting di blog ini.

Bagi Anda yang masih belum tahu mengenai sitelink atau tautsitus, berikut definisinya dari Google: "Tautsitus adalah tautan ke laman-laman dalam sebuah situs. Tidak semua situs dilengkapi tautsitus. Google membuat tautsitus ini secara otomatis, tetapi Anda dapat menghapus yang tidak Anda inginkan."

Untuk mengetahui Sitelink atau tautsitus Bersama Dakwah, pembaca bisa mengetikkan "Bersama Dakwah" pada google. Insya Allah, pembaca bisa melihat seperti pada gambar di bawah ini (link-link yang berada di dalam kotak merah itulah sitelink atau tautsitus):


Sekali lagi terima kasih pada semua pembaca dan pendukung blog Bersama Dakwah, Sitelink ini menjadi cukup istimewa karena tidak semua blog ataupun website mendapatkannya. Jazaakumullah khairan atas dukungannya.[]
15:00 | 22 komentar

Ketika Kader Generasi Awal Menyempal


Semula, ia adalah satu dari empat orang. Empat orang yang menyadari bahwa negerinya berada di jalan yang salah. Ada penyimpangan besar. Maka, hari itu mereka saling berjanji. Berjanji untuk merahasiakan perkara besar, bahwa mereka hendak melakukan perubahan.

Peristiwa di hari itu kemudian dicatat sejarah. Saat semua orang-orang Makkah berkumpul di sekitar berhala dan berkorban untuk mereka, empat orang itu berkumpul di tempat terpisah, berkomitmen menjaga rahasia "perjuangan."

"Kita semua harus saling percaya dan menjaga rahasia ini," kata salah seorang dari mereka. "Ya!", jawab yang lainnya serempak.

Sejak peristiwa itu mereka mencari jalan masing-masing. Berusaha menemukan kebenaran. Bertualang mencari tauhid dan menghindari penyimpangan besar penduduk Makkah; kemusyrikan, khamr, pembunuhan bayi perempuan. Empat orang itu adalah Waraqah bin Naufal, Ubaidillah bin Jahsy, Utsman bin Al-Huwairits, dan Zaid bin 'Amr bin Naufal.

Sementara Waraqah menjadi Nasrani, Ubaidillah bin Jahsy masih kebingungan. Hingga tibalah masa diutusnya Muhammad sebagai Rasulullah. Demi mendapatkan keyakinan yang selama ini dicarinya, Ubaidillah bin Jahsy memeluk Islam. Menjadi kader generasi awal.

Pada tahun kelima kenabian, sejumlah sahabat hijrah ke Habasyah. Termasuk Ubaidillah bin Jahsy dan istrinya, Ramlah binti Abu Sufyan yang memiliki nama kuniyah Ummu Habibah. Di Habasyah, ketika kaum muslimin mendapatkan perlindungan, kondisinya aman, bebas dari siksaan dan intimidasi yang selama di Makkah selalu menghiasi dakwah, Ubaidillah bin Jahsy justru menyempal. Murtad. Keluar dari Islam. Pada akhirnya, ia meninggal sebagai seorang Nasrani.

Ubaidillah bin Jahsy. Kader generasi awal yang menyempal. Bukan kader biasa, ia hidup di bawah dakwah Rasulullah. Bertemu langsung dengan penutup para Nabi. Mendapatkan ajaran dari beliau. Bahkan merasakan pahit getirnya mempertahankan Islam di Makkah, bahkan berpisah dari tanah air menuju negeri seberang. Murtad.

Riwayat hidup Ubaidillah bin Jahsy mengajarkan kepada kita bahwa istiqamah itu memang sulit. Sangat sulit. Tidak ada jaminan bagi kita untuk terus isitiqamah. Durasi yang lama bersama dakwah tidak pula menjamin kita istiqamah. Realita ini seharusnya juga menyadarkan kita, bahwa sehebat apapun jamaah dakwah, tidak akan mampu menjami seluruh kadernya istiqamah. Sehebat apapun sistem kaderisasi, tetap ada peluang kader yang menyempal, termasuk kader generasi awal. Bukankah tidak ada jamaah yang lebih hebat dari generasi pertama umat ini, generasinya Rasulullah SAW dan para sahabat radhiyallaahu anhum?

Gerakan dakwah kontemporer juga mendapati fenomena yang sama. Yusuf Qardhawi mengisahkan perselisihan partai Al Wafd terhadap Ikhwanul Muslimin. Dalam bukunya, Aku dan Al-Ikhwan Al-Muslimin, Yusuf Qardahwi menceritakan bahwa dari perselisihan itu Partai Wafd menebar tipu daya terhadap Ikhwan, hingga berhasil mempengaruhi Ustadz Ahmad As-Sukari. Ahmad As-Sukari, yang sebelumnya adalah pendiri Ikhwanul Muslimin bersama Hasan Al-Banna, juga menjadi Sekjend Ikhwan, menyatakan keluar dari jamaah. Bukan hanya menyempal, As-Sukari lalu menyerang Ikhwan.

Harian Al-Wafd menyediakan ruangan khusus di halaman pertamanya sebagai media bagi As-Sukari untuk menyerang Ikhwan. Maka ia pun menulis “Bagaimana kekeliruan Hasan Al-Banna dalam Dakwah Ikhwanul Muslimin?”.

Mereka mengira tulisan dan pernyataan As-Sukari akan menghancurkan Ikhwan, memecah barisannya, menjadikan sebagian kader Ikhwan ikut menyempal. Ternyata, harapan mereka kandas. Ikhwan tetap kuat, kokoh, solid. "Namum kenyataannya", tulis Yusuf Qardhawi mengisahkan, "keluarnya As-Sukari dari barisan Ikhwan ibarat menarik sehelai rambut dari tepung. Tak ada yang menangisi kepergiannya, tak ada hati yang peduli merindukannya. Para Ikhwan hanya menyayangkan apa yang ia tulis di media massa tersebut."

Apa yang terjadi pada Ubaidillah bin Jahsy, bahkan apa yang terjadi pada As-Sukari bisa saja menimpa seluruh jamaah dakwah di bumi manapun dan periode sejarah kapan pun. Karenanya Rasulullah mengajarkan doa kepada kita agar tetap istiqamah di jalan-Nya: Allaahumma yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinik (Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu). Wallaahu a'lam bish shawab. [Muchlisin]
08:00 | 44 komentar

Hadits 21: Benci Kekafiran

Written By Admin BeDa on Selasa, 22 Maret 2011 | 15:00


Alhamdulillah, posting hadits Shahih Bukhari beserta penjelasannya bisa hadir kembali pada pekan ini, biidznillah. Posting 17 Rabiul Akhir 1432 H yang bertepatan dengan 22 Maret 2011 ini memasuki pembahasan hadits ke-21.

Hadits yang akan kita bahas ini masih termasuk dalam kitab Al-Iman, kitab kedua dalam Shahih Bukhari. Bagi pembaca yang mengikuti rubrik hadits ini secara rutin, insya Allah tidak akan asing dengan hadits berikut ini, karena ia memiliki matan (redaksi) yang sama dengan salah satu hadits sebelumnya. Imam Bukhari memberikan judul bab untuk hadits ke-21 ini " باب مَنْ كَرِهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِى النَّارِ مِنَ الإِيمَانِ". Mengambil makna dari sana, kita singkat judul pembahasan hadits Shahih Bukhari ke-21 ini menjadi: "Benci Kekafiran".

Berikut ini matan lengkap hadits Shahih Bukhari ke-21:

عَنْ أَنَسٍ - رضى الله عنه - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَمَنْ أَحَبَّ عَبْدًا لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِى النَّارِ

Dari Anas r.a., dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda: "Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka."

Penjelasan dan Pelajaran Hadits
Jika kita perhatikan, tampaklah bahwa matan (redaksi) hadits di atas sangat mirip dengan hadits ke-16: manisnya iman. Imam Bukhari memang seringkali membawakan hadits yang matan (redaksinya) mirip atau bahkan sama di dua atau lebih tempat (bab, bahkan kitab) yang berbeda. Karenanya kemudian ada ulama seperti Imam Adz-Dzahabi atau Syaikh Al-Albani yang membuat mukhtashar (ringkasan) Shahih Bukhari. Mukhtashar-mukhtashar itu biasanya hanya menyertakan satu hadits sekali saja. Tanpa mengulangnya.

Namun demikian, Imam Bukhari memiliki maksud tersendiri ketika menempatkan hadits dengan matan serupa di tempat yang berbeda. Pertama, karena hadits tersebut mengandung pelajaran yang tidak cukup hanya dipaparkan pada satu bab saja. Kenyataannya, memang banyak hadits Nabi yang memuat sejumlah kandungan berbeda. Ia berbicara tentang aqidah, sekaligus juga menerangkan tentang ibadah dan akhlak, misalnya. Kedua, Imam Bukhari berkeinginan agar umat Islam yang mempelajari kitab shahihnya mendapatkan penekanan kembali mengenai hal yang sangat penting, yang dirasa kemanfaatannya sangat banyak jika hadits dengan matan yang mirip itu ditampilkan. Kemungkinan hal kedua ini yang menjadi alasan hadits ke-21 yang mirip dengan hadits ke-16 ini sama-sama dimuat dalam Kitabul Iman. Karenanya Imam Bukhari memberikan judul yang berbeda. Ketiga, Sesungguhnya Imam Bukhari tidak pernah mengulang hadits dengan matan dan sanad yang sama persis. Kalaupun matannya sama, sanadnya pasti berbeda. Demikian pula dengan hadits ini. Meskipun hadits ke-21 dan hadits ke-16 diriwayatkan dari Anas r.a namun perawi sesudahnya (sampai bersambung ke Imam Bukhari) berbeda. Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, hadits ke-21 ini diriwayatkan oleh para perawi yang semuanya adalah orang-orang Bashrah.

Karena matan hadits ke-21 ini tidak jauh berbeda dengan hadits ke-16: manisnya iman, maka pembaca bisa membaca hadits ke-16: manisnya iman, untuk melihat penjelasan dan pelajaran hadits. Wallaahu a'lam bish shawab.[]

KEMBALI KE HADITS 20
15:00 | 7 komentar

Khawatir Akurasi Roket Al-Qossam, Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Hamas


Sumber-sumber militer Israel mengungkapkan bahwa negara Zionis itu khawatir dengan tingkat akurasi roket-roket Al-Qossam. Apalagi intensitas peluncuran roket itu makin sering seiring serangan-serangan Israel ke Gaza.

Seperti diberitakan sebelumnya, Israel mengambil menyerbu sejumlah wilayah Palestina, khususnya Gaza dan sebagian Tepi Barat pada saat konsentrasi dunia internasional terfokus ke Tsunami Jepang. Sedikitnya, dua orang perjuang Al-Qossam syahid dan sejumlah orang luka-luka dalam serangan Rabu (16/3).

Jika Israel menyerang Palestina dengan pesawat tempur dan meriam, pejuang Palestina masih mengandalkan roket sebagai perlawanan. Roket-roket ringan buatan Al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas yang akurasinya makin membaik mengakibatkan enam warga Zionis terluka, di samping sejumlah kerusakan terhadap rumah dan kendaraan.

Menyusul ancaman itu, Deputi Menteri Luar Negeri Israel Danny Ayalon mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadap para pemimpin Hamas, Senin (21/3). Negara zionis itu mengeluarkan ancaman serius setelah puluhan roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza menghantam Israel selatan.

Pembunuhan terhadap pemimpin Hamas pernah berkali-kali dilakukan Israel. Syaikh Ahmad Yasin, pendiri Hamas meraih syahid setelah dibom Israel. Demikian pula penggantinya, Abdul Aziz Ar-Rantisi. Israel tidak main-main dengan ancamannya, namun pejuang Palestina juga telah menyiapkan segala kemungkinan yang terjadi termasuk menyiapkan kepemimpinan Hamas, yang menurut sejumlah sumber, sampai pada tujuh level. Itu sebabnya ketika pemimpin Hamas syahid, segera ada penggantinya dan gerakan itu tidak terganggu untuk terus melakukan perlawanan pada penjajahan Israel.[AN/bsb]
08:00 | 8 komentar

Dunia Konsentrasi Tsunami Jepang, Israel Serang Palestina (Lagi)

Written By Admin BeDa on Kamis, 17 Maret 2011 | 08:00


Di tengah keprihatinan mendalam atas bencana Gempa, Tsunami dan krisis Nuklir di Jepang, Israel melakukan serangan dan perusakan di Palestina kembali. Serangan berbeda di Gaza dan Tepi Barat yang mengakibatkan dua pejuang Al Qassam syahid, beberapa orang terluka, seratus warga ditangkap, dan sejumlah rumah rusak berat itu seakan tidak terpantau media internasional karena kini semua mata disibukkan dengan bencana di Jepang.

Serangan ke Awarta
Sejak Sabtu (12/3), tepat sehari pasca Tsunami Jepang, Israel menduduki desa Awarta di timur kota Nablus, Tepi Barat. Pasukan Zionis Israel menggelar operasi militer secara meluas di desa itu dengan dalih mencari pelaku pembunuhan pendatang baru pemukiman Zionis Itamar.

Lebih dari seratus orang ditangkap dan puluhan lainnya dipanggil untuk menjalani interogasi. Sampai berita ini dimuat, masih ada 40 warga Awarta yang ditahan Israel, sebagian besar di markas-markas penahanan di dekat Awarta. Sejumlah rumah rusak akibat penyerbuan itu.

Serangan ke Kawasan Thuyur
Rabu pagi (16/3), tentara Israel menyerbu kawasan Thuyur di Timur Beitdajan, Tepi Barat. Disertai sejumlah buldozer, mereka merusak ladang milik salah seorang warga, menumbangkan 420 pohon zaitun, dan memindahkannya ke wilayah lain yang belum diketahui.

Serangan Udara dan Meriam ke Gaza
Di waktu yang sama, Rabu pagi (16/3), militer Zionis juga melakukan serangan ke Gaza dengan pesawat tempur dan meriam.

Serangan udara diarahkan ke dua sasaran. Di Timur Gaza, serangan udara itu menghantam fasilitas hingga mengakibatkan dua orang pejuang Brigade al Qassam syahid dan dua lainnya cedera.

“Sedikitnya dua orang syahid. Mereka adalah Estiwi dan Gasan Abu Amr yang kini telah tiba di rumah sakit. Seorang lainnya tiba di rumah sakit dalam keadaan putus lengan kanannya,” kata jurubicara komisi tinggi gawat darurat departemen kesehatan Palestina di Jalur Gaza, Adham Abu Salamiya.

Lokasi makam syuhada juga menjadi sasaran serangan. Wilayah yang juga berada di Timur Gaza itu diserang bertubi-tubi dengan meriam.

Para saksi mata juga melihat pesawat F16 menggempur kamp latihan Abu Jarad dan sekitarnya di selatan kota Gaza sedikitnya dengan sejumlah rudal. Asap tebal membumbung ke udara berasal dari lokasi serangan.

Agar Dunia Tidak Tahu?
Serangan-serangan Israel tersebut dilakukan tepat pada saat mata dunia berkonsentrasi ke Jepang. Media Internasional tengah fokus meliput perkembangan Jepang pasca gempa, tsunami, dan krisis nuklir yang kini masih berlangsung. Bukan hal yang mengada-ada jika serangan-serangan zionis dinilai memanfaatkan momentum itu, sehingga dunia internasional tidak mengecam Israel. [AN/bsb]
08:00 | 29 komentar

Akumulasi Waktu Kebajikan

Written By Admin BeDa on Rabu, 16 Maret 2011 | 15:00

Alun-alun Tahrir di Kairo tiba-tiba jadi saksi sejarah dari ledakan kemarahan para pemuda Mesir. Jutaan jiwa muda itu tumpah ruah dengan satu target: Mubarak harus turun! Dan Mubarak pun akhirnya memang turun. Di lapangan yang sama -sepekan setelah kejatuhan Mubarak- para pemuda mendengar khutbah Jumat dari seorang ulama Mesir yang pernah diusir oleh rezim Mesir puluhan tahun lalu: Syekh Yusuf Al Qardhawi.

Itu dua wajah sejarah dari dua orang pelaku yang tumbuh dan hidup dalam waktu yang sama. Yang satu mengakumulasi tirani. Yang satu mengakumulasi dakwah. Tapi keduanya menggunakan waktu yang lama. Lama sekali dalam hitungan umur individu. Akumulasi tirani itulah yang meledakkan pemuda Mesir di lapangan Tahrir, Kairo. Akumulasi dakwah juga yang menghadirkan Qardhawi kembali ke lapangan itu setelah pengusiran yang lama.

Sejarah adalah akumulasi yang meledak. Akumulasi kebajikan akan meledak jadi peradaban. Akumulasi tirani akan meledak jadi revolusi. Tidak ada pelaku sejarah yang bisa meninggalkan jejak kalau hanya numpang lewat dalam hidup. Itu sebabnya perubahan-perubahan besar tidak akan pernah berlangsung dalam tempo yang singkat. Itu sebabnya sejarah menghapus banyak nama para pelaku karena mereka gagal mengakumulasi kebajikan mereka dalam rentang waktu yang lama.

Dalam makna akumulasi itulah Al-Qur’an memperkenalkan tiga besaran waktu yang berbeda. Satuan terkecilnya adalah waktu individu. Akumulasi dari waktu individu akan membentuk waktu sosial. Selanjutnya akumulasi waktu sosial akan membentuk waktu peradaban atau sejarah. Yang kita baca dari sejarah umumnya adalah akumulasi waktu individu yang berhasil membentuk waktu sosial dan peradaban dari sebuah komunitas.

Maka sejarahh sosial atau peradaban merupakan akumulasi dari sejarah individu-individunya. Tapi tak pernah ada sejarah individu yang bisa kita lepaskan dari konteks sosial dan peradabannya. Akumulasi kebajikan individu hanya akan meledak jika sejak awal ia terangkai dalam keseluruhan waktu sosial. Mubarak dan Qardhawi adalah dua individu yang bergulat dalam waktu sosial yang sama, dan akhirnya meledak pada waktu yang sama, yaitu waktu sosial masyarakat Mesir. Hasil bagi individu berbeda. Tapi keduanya melukis kanvas waktu masyarakat Mesir. [Anis Matta, sumber : Serial Pembelajaran Majalah Tarbawi edisi 247]
15:00 | 4 komentar

Hadits 20: Beramal Sesuai Sunnah, Tidak Memberatkan Diri Agar Bisa Istiqamah

Written By Admin BeDa on Selasa, 15 Maret 2011 | 16:00


Judul pembahasan hadits Shahih Bukhari ke-20 ini agak panjang. Hadits yang kita bahas ini masih berada dalam kitab iman (كتاب الإيمان) dalam Shahih Bukhari.

Imam Bukhari memberi judul hadits ini bab قَوْلِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَا أَعْلَمُكُمْ بِاللَّهِ "sabda Nabi SAW: aku paling mengetahui Allah diantara kalian". Hadits ini berisikan dialog Rasulullah bersama sahabatnya sebagaimana didengar oleh Aisyah. Karena isinya bermuatan tuntunan Rasulullah kepada para sahabat agar menjalankan hal-hal yang sanggup dikerjakan dan tidak memberatkan diri, maka kita jadikan judul hadits ke-20 ini "Beramal Sesuai Sunnah, Tidak Memberatkan Diri Agar Bisa Istiqamah" dengan harapan begitu membaca judul ini pembaca langsung mengerti arah hadits ke-20 Shahih Bukhari ini.

Berikut ini matan (redaksi) hadits Shahih Bukhari ke-20:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا أَمَرَهُمْ أَمَرَهُمْ مِنَ الأَعْمَالِ بِمَا يُطِيقُونَ قَالُوا إِنَّا لَسْنَا كَهَيْئَتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ قَدْ غَفَرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ . فَيَغْضَبُ حَتَّى يُعْرَفَ الْغَضَبُ فِى وَجْهِهِ ثُمَّ يَقُولُ إِنَّ أَتْقَاكُمْ وَأَعْلَمَكُمْ بِاللَّهِ أَنَا

Dari Aisyah r.a. bahwa ia berkata, apabila Rasulullah SAW menyuruh para sahabatnya, maka beliau menyuruhnya untuk mengerjakan amalan-amalan yang sanggup mereka kerjakan. Akan tetapi kemudian mereka berkata, "Ya Rasulullah, kami ini tidak sepertimu. Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang." Maka, mendengar ucapan mereka itu, Rasulullah SAW marah hingga terlihat tanda kemarahan di wajahnya. Beliau bersabda, "Sesungguhnya yang paling bertaqwa dan yang mengetahui tentang Allah diantara kamu sekalian adalah aku."

Penjelasan Hadits

إِذَا أَمَرَهُمْ أَمَرَهُمْ مِنَ الأَعْمَالِ بِمَا يُطِيقُونَ
Apabila Rasulullah SAW menyuruh para sahabatnya, maka beliau menyuruhnya untuk mengerjakan amalan-amalan yang sanggup mereka kerjakan

Inilah kebiasaan Rasulullah SAW dalam memerintah para sahabat untuk beramal. Dan inilah tuntunan Islam. Bahwa seorang muslim tidak dianjurkan memperberat diri dalam beribadah.

Ketika Islam memberikan tugas dan kewajiban kepada umatnya, maka beban itu telah diukur agar sesuai dengan kemampuan mereka. Itulah yang dilakukan Rasulullah SAW. Beliau memerintahkan sesuatu yang mudah, bukan sesuatu yang sulit dan berat. Agar para sahabat dan umatnya sanggup menjalankannya secara terus menerus (istiqamah). Dalam hadits lain dijelaskan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang terus menerus.

وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ وَإِنْ قَلَّ

Dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus meskipun sedikit. (Muttafaq 'alaih)

Karena itu kita dapati hadits lain yang membatasi amal sunnah agar tidak memberatkan umat Islam. Misalnya tilawah Al-Qur'am maksimal khatam satu kali dalam tiga hari. Tidak boleh lebih cepat dari itu. Puasa sunnah dibatasi yang paling tinggi adalah puasa daud, satu hari puasa satu hari tidak. Tidak boleh berpuasa terus menerus. Demikian pula untuk shalat malam disunnahkan agar tetap memiliki waktu istirahat, tidak shalat terus-menerus sepanjang malam.

قَالُوا إِنَّا لَسْنَا كَهَيْئَتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ قَدْ غَفَرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ
Akan tetapi kemudian mereka berkata, "Ya Rasulullah, kami ini tidak sepertimu. Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang."

Dengan ungkapan ini para sahabat menyampaikan keberatannya. Para sahabat meminta amal yang berat karena mereka yakin semakin berat amal makin tinggi derajat mereka di sisi Allah dan mereka mendapatkan ampunan atas dosa-dosa mereka.

Inilah mereka para sahabat yang begitu antusias dalam menyambut seruan Islam. Inilah mereka para sahabat yang sangat bersemangat dalam menyongsong amal. Maka mereka mengungkapkan alasan yang membuat mereka merasa berhak mendapatkan kewajiban yang lebih berat. Argumen yang membuat merasa merasa tidak cukup dengan amal-amal yang diperintahkan Rasulullah dan menyediakan diri jika ada pilihan amal yang lebih berat. Bahwa amal itu cukup untuk diri Rasulullah sebab Allah telah mengampuni dosa Rasulullah baik yang telah lalu maupun yang akan datang. Sementara mereka? Mereka merasa tidak ada jaminan ampunan sehingga mereka harus beramal keras dan berat agar mendapatkan ampunan itu.

فَيَغْضَبُ حَتَّى يُعْرَفَ الْغَضَبُ فِى وَجْهِهِ ثُمَّ يَقُولُ إِنَّ أَتْقَاكُمْ وَأَعْلَمَكُمْ بِاللَّهِ أَنَا
Maka, mendengar ucapan mereka itu, Rasulullah SAW marah hingga terlihat tanda kemarahan di wajahnya. Beliau bersabda, "Sesungguhnya yang paling bertaqwa dan yang mengetahui tentang Allah diantara kamu sekalian adalah aku."

Rasulullah marah dengan jawaban para sahabat. Bukan karena argumennya bahwa amal ibadah bisa mendatangkan ampunan dari Allah, tetapi karena Rasulullah mengkhawatirkan jika mereka justru tidak mampu istiqamah dan terus menerus beramal seandainya amal yang diperintahkan itu lebih berat. Juga agar umat Islam sepanjang generasi mencukupkan diri dengan sunnah.

Apa yang dilakukan Rasulullah dengan amal-amal –yang kelihatannya ringan menurut sahabat saat itu- sekaligus diperintahkan hal yang sama bagi sahabatnya bukan karena Rasulullah telah diampuni hingga boleh beringan-ringan dalam beramal. Namun itu justru karena Rasulullah adalah orang yang paling bertaqwa; seharusnya itu pula yang dilakukan oleh orang lain, yang ketaqwaannya masih berada di bawah Rasulullah SAW. Demikian pula, Rasulullah SAW adalah orang yang paling makrifat (mengetahui) Allah SWT dan beliau paling tahu bahwa Allah mencintai amal seperti itu; meksipun ringan atau sedikit namun dilakukan terus menerus dan sesuai sunnah.

Pelajaran Hadits
Diantara pelajaran hadits yang bisa kita ambil dari hadits di atas adalah sebagai berikut:
1. Amal shalih bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa orang yang melakukan, dan meningkatkan derajat;
2. Dianjurkan untuk melakukan hukum azimah (hukum asal) ataupun rukhshah (keringanan) sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan syariat. Melakukan sesuatu yang lebih ringan tapi sesuai syariat adalah lebih baik daripada melakukan sesuatu yang lebih berat tapi bertentangan dengan syariat;
3. Ibadah yang paling utama adalah yang dilakukan terus-menerus;
4. Hadits ini menunjukkan betapa besar semangat para sahabat dalam beribadah dan menambah kebaikan;
5. Diperbolehkan marah jika melihat sesuatu yang bertentangan dengan syariat, sekaligus dianjurkan untuk mengingatkan (nahi munkar);
6. Boleh menyampaikan kebaikan atau kelebihan diri sesuai kebutuhan dan bisa mendatangkan manfaat dengan syarat tidak berniat membesar-besarkan;
7. Rasulullah adalah orang yang mencapai tingkat kesempurnaan karena telah menghimpun dua hal sekaligus yaitu ketaqwaan (amal tertinggi) dan makrifat (ilmu).

Demikian penjelasan singkat hadits Shahih Bukhari ke-20. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita sehingga kita senantiasa bersemangat beramal sesuai sunnah, tanpa memberatkan diri dan bisa menjalankannya dengan istiqamah. Wallaahu a'lam bish shawab.[]

KEMBALI KE HADITS 19
16:00 | 4 komentar

Pasca Revolusi, Pamor Mesir Melejit di Mata Umat Islam


Di bawah rezim Mubarak, Mesir menjadi negara yang represif terhadap gerakan Islam, terutama kepada Ikhwanul Muslimin. Kebijakan-kebijakan luar negerinya juga cenderung tidak memihak kepentingan umat Islam. Kentara sekali bahwa Mesir saat itu menjadi mitra strategis Israel.

Misalnya terhadap Palestina yang tengah berjuang meraih kemerdekaannya dari pendudukan Israel. Mesir justru menjadi perpanjangan tangan negara zionis itu untuk menggencet Palestina. Terakhir, Mesir mendukung upaya Israel untuk memblokade Gaza. Bahkan Mesir membangun tembok baja untuk ikut "mengisolasi" penduduk Gaza di penjara tersebar di dunia.

Sebagai akibatnya, Mesir yang merupakan negeri Islam yang cukup besar, menjadi tidak memiliki wibawa dan cenderung dibenci oleh umat Islam, terutama Palestina. Akumulasi kebencian yang sama di dalam negeri menyulut revolusi 25 Januari. Sampai akhirnya, di hari ke-18 (11/2) Mubarak turun dari jabatannya sebagai Presiden.

Kini, pasca revolusi, seiring harapan umat Islam di berbagai negara, pamor Mesir melejit. Pernyataan para pemuda pelopor revolusi turut meningkatkan ekspektasi ini. Para pemuda 25 Januari menyatakan bahwa turunnya Mubarak barulah awal dari revolusi, bukan segala-galanya. Cita-cita mereka adalah memperbaiki Mesir serta meningkatkan perannya dalam percaturan dunia Islam, khususnya dalam membantu kemerdekaan Palestina. Menghapus blokade Gaza menjadi prioritas dan konsekuensi awal cita-cita revolusi.

Jajak pendapat terkini yang dilakukan Infopalestina membuktikan melejitnya pamor Mesir itu. Jajak pendapat yang diikuti 4498 responden dalam rentang waktu mulai 7/3/2011 dan berakhir 14/3/2011 itu menyatakan mayoritas warga Palestina berharap pada Mesir.

Sejumlah 4268 atau 94,86 % responden memilih pilihan pertama, yaitu sponsor Mesir bagi rekonsiliasi tanpa berpihak kepada salah satu pihak Palestina.

Sementara 188 responden atau 4,18 % memilih pilihan kedua yaitu Mesir tidak turut campur dalam rekonsiliasi Palestina secara final, dan 43 responden atau 0,96 % memilih opsi ketiga yaitu “Tidak tahu”. [AN/bsb]
09:01 | 3 komentar

Breaking The Time

Written By Admin BeDa on Senin, 14 Maret 2011 | 16:00


Judul buku : Breaking The Time; Kiat Memaksimalkan Keterbatasan Waktu Agar Hidup Lebih Dahsyat
Penulis : Satria Hadi Lubis
Penerbit : Pro You (Kelompok Pro U Media) Yogyakarta
Tahun Terbit : November 2010
Tebal : 126 hlm

Adakah "hukum" yang sama bagi orang-orang sukses yang bisa dipelajari oleh orang lain secara mudah dan praktis? Satria Hadi Lubis memastikan bahwa "hukum" itu ada. Salah satunya –bahkan intinya- adalah pengaturan waktu yang efektif. Managemen waktu. Sayangnya, banyak orang yang tidak mampu melakukannya.

Sebagian orang mungkin telah mempelajarinya melalui membaca buku tentang itu. Namun, banyak buku tentang managemen waktu yang terlalu teoretis. Karena itulah Satria Hadi Lubis menulis buku ini.

Sesuai dengan judulnya, setelah membaca Breaking The Time, diharapkan pembaca mampu mendobrak keterbatasan waktu dan memperoleh keberlimpahan waktu. Tampaknya, harapan ini sangat mungkin tercapai. Sebab, nyatanya, buku yang diterbitkan oleh Pro You (Kelompok Pro U Media) ini berisi panduan step by step tentang manajemen waktu. Mulai dari hal yang paling mendasar, yakni mendefinisikan misi hidup, lalu menentukan peran, visi peran sampai pada teknis pembuatan rencana pekanan dan rencana harian.

Misi Hidup
Konsep Manajemen Waktu Breaking The Time dimulai dari misi hidup. Dalam pandangan Satria Hadi Lubis, misi hidup sangat penting untuk, tidak hanya dibuat, tetapi juga dituliskan lalu dipasang di tempat strategis agar bisa dibaca setiap saat, lalu terinternalisasi dan menjadi pikiran bawah sadar.

Bagi Anda yang telah membaca buku Anis Matta, khususnya Delapan Mata Air Kecemerlangan, istilah "misi hidup" Satria Hadi Lubis tidak sama persis dengan yang dimaksudkan Anis Matta. Karenanya, ia juga berbeda secara mendasar pada bagaimana "memunculkan" misi hidup itu. Anis Matta mengatakan bahwa misi hidup –dalam Islam- bersifat given. Manusia muslim hanya perlu menyadarinya, bukan memformulasikannya. Satria Hadi Lubis dalam Breaking The Time ini justru merekomendasikan pembaca untuk membuat misi hidup. Jika kita amati, perbedaan itu terletak pada keumuman "misi hidup" yang dimaksudkan Anis Matta. Sedangkan Satria Hadi Lubis telah memasukkan unsur peran dalam rumusan misi hidup. Artinya, peran apa yang akan diambil dalam menjalankan misi besarnya sebagai hamba Allah. Pada titik ini, meskipun istilahnya berbeda, sebenarnya Anis Matta dan Satria Hadi Lubis tidak berseberangan.

Misi Hidup menurut Breaking The Time haruslah positif. Misi hidup Anda perlu mencakup jawaban dari enam pertanyaan; siapa Anda, mengapa Anda ada, Apa keunggulan Anda, untuk siapa Anda bekerja, apa produk/hasil kerja Anda, dan di mana Anda mengerjakannya.

Menentukan Peran
Setelah membuat dan menuliskan misi hidup, selanjutnya Anda perlu menentukan peran. Saat ini, tidak satupun manusia yang memiliki peran tunggal. Andapun pasti demikian. Untuk menentukan peran Anda perlu menginventarisir seluruh peran dan kemudian menyeleksinya. Misalnya sebagai karyawan, pengurus yayasan, anggota parpol, suami, ayah, anak (dari orang tua Anda yang masih hidup), anggota masyarakat, sekaligus penulis. Inventarisir semua peran itu. Kemudian seleksi. Jika ada yang tidak sesuai misi hidup, peran itu perlu dibuang. Jika ada yang memiliki kesamaan atau serumpun, peran-peran itu bisa disatukan. Misalnya peran sebagai suami, ayah, dan anak bisa disatukan menjadi peran keluarga.

Visi Peran
Langkah Breaking The Time berikutnya adalah menentukan visi peran. Visi peran ini perlu dibuat dengan sebuah –atau beberapa- kalimat yang terukur, fleksibel, dapat dicapai, jelas, dan singkat. Visi peran perlu dievaluasi dalam rentang waktu tertentu. Satria Hadi Lubis merekomendasikan tiga bulan atau enam bulan.

Rencana Pekanan
Setelah setiap peran Anda memiliki visi yang jelas, kini saatnya Anda memasukkannya dalam sasaran jangka menengah. Alatnya adaah rencana pekanan. Bagi Anda yang telah membaca buku 7 Habits of Highly Effective People, model rencana pekanan Breaking The Time tidak jauh dari itu. Pada lembar kerja itu ada kolom peran, prioritas pekanan, prioritas hari ini, dan jadwal kegiatan.

Setiap kegiatan atau agenda yang diisikan dalam rencana pekanan, semuanya harus mengacu kuadran II. Setidaknya kuadran IV. Pada matriks manajemen waktu, Satria Hadi Lubis membaginya menjadi enam kuadran. Jika pada 7 Habits of Highly Effective People Stephen R. Covey membagi menjadi empat kuadran: Penting - Mendesak, Penting - Tidak Mendesak, Tidak Penting – Mendesak, dan Tidak Penting – Tidak Mendesak, Breaking The Time membaginya begini; Sesuai Misi Hidup dan Visi Peran – Mendesak, Sesuai Misi Hidup dan Visi Peran – Tidak Mendesak, Sesuai Misi Hidup Tidak Sesuai Visi Peran – Mendesak, Sesuai Misi Hidup Tidak Sesuai Visi Peran – Tidak Mendesak, Tidak Sesuai Misi Hidup dan Visi Peran – Mendesak, serta Tidak Sesuai Misi Hidup dan Visi Peran – Tidak Mendesak.

Rencana Harian
Langkah terakhir dari manajemen waktu dalam Breaking The Time adalah membuat rencana kerja harian. Ia lebih detail dari rencana pekanan, sekaligus tidak boleh diisi dengan hal yang umum. Misalnya: "bekerja". Namun harus pada detail pekerjaannya. Misalnya: "membuat surat kontrak", atau "menemui klien untuk kerja sama X".

Jika rencana pekanan direkomendasikan dibuat pada hari Ahad, maka rencana harian direkomendasikan dibuat sebelum tidur atau pagi hari sebelum berangkat kerja.

Bukan Teori, Ini Buku Panduan
Meskipun tergolong tipis -126 halaman dengan ukuran 12 x 20 cm- buku Breaking The Time memuat banyak informasi penting seputar manajemen waktu sekaligus memberikan motivasi agar kita mampu memanfaatkan waktu dengan tepat. Nilai lebih buku ini tentu saja terletak pada muatannya yang bersifat panduan praktis. Dengan bahasa yang ringan disertai gambar-gambar ilustrasi menarik dan contoh tabel rencana pekanan dan rencana harian serta matriks, langkah-langkah Breaking The Time menjadi sangat mudah untuk dimengerti. Selanjutnya, selamat membaca sendiri bukunya dan semoga menjadi pendobrak keterbatasan waktu. [Muchlisin]
16:00 | 10 komentar

TV Satelit Ikhwanul Muslimin Akan Mulai Beroperasi Bulan April


Ikhwanul Muslimin berencana akan meluncurkan saluran televisi satelit menggunakan satelit NILESAT, kata Abdil Rahman al-Barr, seorang anggota maktab al-irsyad Ikhwan dan salah seorang anggota kelompok Mufti Ikhwan. Ini akan menjadi saluran TV resmi pertama jamaah Ikhwan.

Saluran TV ini akan diuji coba pada bulan April dan secara resmi diluncurkan pada tanggal 1 Mei. Saluran TV Ikhwan akan menyiarkan program politik, sosial dan agama serta talkshow. Saluran ini akan mendapatkan bantuan dari pakar Qatar yang berbasis di saluran berita Al Jazeera dan menggunakan beberapa staf ikhwanonline.com, situs resmi Ikhwan. Maktab al-irsyad Ikhwan telah menghubungi kantor administrasi Ikhwan di sekitar Mesir untuk meminta mereka untuk merekomendasikan wartawan yang akan ditempatkan di TV Ikhwan.

Pelamar akan dilatih sebelum mengalami beberapa test. Pintu lowongan kerja ini akan terbuka untuk profesional media dari seluruh spektrum untuk bergabung dengan kru saluran TV ikhwan, sehingga berbagai gagasan dapat disajikan, Al-Barr ditambahkan.

Al-Barr mengatakan inisiatif ini sejalan dengan keinginan Ikhwan untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan menyatakan orientasi politiknya. Dia mengatakan saluran tersebut akan memainkan peran yang mencerahkan.

Dia mengungkapkan bahwa rezim mantan Presiden Hosni Mubarak telah mencegah Ikhwan mendirikan sebuah saluran TV sendiri di masa lalu dengan menangkap puluhan anggotanya.

Nama saluran baru masih diperdebatkan. Beberapa anggota Ikhwan ingin nama saluran TV itu adalah "Tahrir" untuk menghormati revolusi Mesir, dan lainnya mengatakan bahwa saluran TV Ikhwan harus membawa nama jamaah, kata sumber Ikhwan. [fa/almasryalyoum/eramuslim]
08:00 | 9 komentar

Israel Khawatir Boikot Internasional Meluas Lagi

Written By Admin BeDa on Jumat, 11 Maret 2011 | 14:00


Harian Israel mengkhawatirkan semakin luasnya penolakan terhadap barang-barang komoditas permukiman Zionis, ditengah seruan kampanye atau gerakan internasional untuk tidak melakukan transaksi dengan barang-barang hasil produksi permukiman Israel, terutama di Negara-negara Eropa.

Surat Kabar Unyan Center mengungkapkan, berdasarkan penuturan seorang pejabat teras intelijen Zionis menyabutkan, di negara-negara Eropa saat ini, menunjukan ada peningkatan seruan serta respon atas tuntutan boikot terhadap produk hasil pemukim Zionis. Ada sejumlah gerakan wanita di Eropa misalnya yang memasang sepanduk besar di depan tokonya yang mengajak untuk tidak membeli barang-barang produksi permukiman Zionis.

Sebelumnya mereka juga mengkhawatirkan pengumuman pemerintah Jordania yang akan memboikot 220 perusahaan Zionis yang berada di Tepi Barat. Dengan keputusan ini, bisa dipastikan nilai ekspor Israel-impor permukiman ke Jordania akan terhenti.

Gerakan boikot terus menunjukan peningkatan, walau pemerintah Zionis berupaya memindahkan sejumlah perusahaan baik yang besar maupun kecilnya dari Tepi Barat ke wilayah jajahan Palestina 48, namun gerakan boikot ini terus membesar.

Akan tetapi, sejumlah kalangan meragukan kebenaran berita ini. Perpindahan sejumlah pabrik atau perusahaan dari Tepi Barat ke Palestina 48, hanya terkait permintaan perubahan alamat saja, tidak memindahkan pabrik atau barang-barang hasil produksinya, katanya. [asy, InfoPalestina]
14:00 | 8 komentar

Semua Agama dan Ras Bisa Berintegrasi di Singapura Kecuali Islam?

Written By Admin BeDa on Kamis, 10 Maret 2011 | 08:00


Buku "Lee Kuan Yew: Hard Truths to Keep Singapore Going" membuat muslim Singapura tersinggung. Di dalam buku itu, Bapak Bangsa Singapura Lee Kuan Yew menyatakan bahwa kepatuhan kepada ajaran Islam membuat masyarakat muslim di negeri kota itu menghadapi kesulitan dalam berintegrasi dengan penduduk Singapura lainnya.

"Saya akan katakan sekarang bahwa kita bisa mengintegrasikan semua agama dan ras, kecuali Islam," kata Lee dalam bukunya itu.

"Saya kira kita tengah berproses sangat baik sampai kemudian Islam datang dan jika Anda tanya mengenai pengamatan saya, maka komunitas-komunitas lain lebih mudah berintegrasi --dalam berteman, pernikahan dan seterusnya," demikian statement lainnya dalam buku itu.

Singapura adalah negara kota dengan mayoritas penduduk keturunan Cina, sementara ras-ras minoritas termasuk Melayu dan India. Jumlah muslim juga tergolong minoritas di sana.

Menyusul ketidaksenangan umat Islam terhadap statemen-statemen kontroversial dalam buku yang terbit Januari 2011 itu, Lee kemudian mengaku salah dan meralatnya, Selasa (8/3).

"Hard Truths adalah sebuah buku yang didasarkan pada 32 wawancara dalam jangka waktu dua tahun. Saya menyampaikan komentar yang satu itu (yaitu) mengenai integrasi warga muslim dengan komunitas lainnya, kemungkinan besar dua atau tiga tahun lalu," kata Lee dalam satu pernyataan tertulisnya di media lokal.

"Saya mengaku keliru. Saya harap bahwa kecenderungan ini akan berlanjut di masa datang," kata Lee (87), yang tetap menjadi penasihat pemerintah berpengaruh lewat posisinya sebagai menteri utama.[AN/Ant]
08:00 | 23 komentar

Pandangan Umum tentang Kitab Allah SWT (3)

Written By Admin BeDa on Rabu, 09 Maret 2011 | 12:00

Berikut ini adalah lanjutan dari ceramah Hasan Al-Banna sebelumnya yang berjudul Pandangan Umum tentang Kitab Allah SWT (2).
***

Kitab Allah SWT juga datang untuk melindungi darah.

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ

Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka pun ada qishashnya. (QS. Al-Maidah: 45)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَى بِالْأُنْثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ * وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh, orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah yang memaafkan mengikut dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar diat kepada orang yang memberi maaf dengan cara yang baik pula. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kalian dan suatu rahmat. Barangsiapa melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. Dan dalam qishash itu ada jaminan kelangsungan hidup bagi kalian, hai orang-orang yang berakal, supaya kalian bertaqwa. (QS. Al-Baqarah: 178-179)

Wahai Akhi, dalam Al-Qur'anul Karim terdapat undang-undang secara umum dan undang-undang multilateral.

وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ * وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُوا إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ * وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Dan jika kalian mengetahui pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah). Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian sendiri, dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya. (QS. Al-Anfal: 58-60)

Dalam Al-Qur'anul Karim juga terdapat aturan tentang perjanjian antarnegara,

إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَى مُدَّتِهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

Kecuali orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian) kalian dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kalian, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. (QS. At-Taubah : 4)

Fiqih Islam mempunyai keistimewaan dengan keakuratan pandangan, keluasan pembahasan, kelengkapan kajian, dan penjelasan hingga detail-detail praktis permasalahan.

Aqidah salimah, ibadah shahihah, khuluq fadhil, dan hukmun 'adil (keyakinan yang sehat, ibadah yang benar, budi pekerti yang luhur, dan hukum yang adil) adalah empat tiang yang menyangga bangunan Al-Qur'an. Al-Qur'anul Karim bertujuan mewujudkan keempat hal mendasar ini di dalam diri orang-orang yang beriman.

Selanjutnya, Ikhwan sekalian, saya akan menyampaikan komentar-komentar singkat mengenai hal ini.

Al-Qur'anul Karim tidak menggunakan gaya sebagaimana yang digunakan dalam buku-buku ilmiah, yaitu harus menyajikan masalah-masalah aqidah, ibadah, akhlak, dan hukum secara per bab.

Sebenarnya, kitab Allah SWT diturunkan sedemikian rupa dengan menggunakan gaya bahasa yang indah, yang andaikata tidak demikian niscaya tujuan Al-Qur'an justru tidak tercapai. Sebab, Al-Qur'an sama sekali tidak ditujukan untuk memberikan informasi ilmiah semata, untuk memenuhi kepala dan otak mereka dengan banyak atau sedikit teori ilmiah. Tetapi kitab Allah datang untuk mengasah jiwa, menyinari sisi-sisinya, dan menghilangkan penutup ruhani, agar ruh manusia ini bisa menjadi sumber ilmu itu sendiri, dan siap menerimanya dari Yang Mahabenar, Allah SWT.

Karena jiwa manusia merupakan kesatuan yang tidak dapat dibagi-bagi, maka aqidah adalah salah satu bentuk lahir dari jiwa ini, demikian pula akhlak. Ibadah juga merupakan salah satu dari sekian banyak pantulan dari kondisi kejiwaan. Hukum pada akhirnya juga ditujukan untuk mempengaruhi dan mengendalikan jiwa. Karena itu, seluruh hal ini datang dalam satu paket yang secara utuh dibutuhkan oleh jiwa, sehingga bisa mendatangkan pengaruhnya. Karena itu, wahai Akhi, dalam setiap fase, Al-Qur'an memadukan semua terapi ini, kemudian membaginya di setiap masa sesuai dengan situasinya.

Wahai Akhi, kadang-kadang Anda mendapati satu ayat mengandung keempat perkara ini secara keseluruhan. Misalnya,

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Dan orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, menegakkan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang K ami berikan kepada mereka. (QS. Al-Baqarah: 3)

Dengan gaya seperti ini, kitab Allah SWT bisa menghilangkan kejenuhan jiwa dan kekeringan ilmiah, dan sebagai gantinya ia membagi ilmu dalam masa-masa yang berbeda sehingga bisa sampai kepada tujuan yang dikehendakinya, tanpa berbenturan dengan akal manusia pada satu masa tertentu.

Ketika kaum salaf memandang Al-Qur'an seperti ini dan memahami tujuan-tujuannya yang berupa empat perkara ini lalu mengamalkannya, maka mereka pun berhasil memiliki aqidah yang salimah .

Rasulullah SAW pernah bertanya kepada salah seorang sahabat. "Bagaimana perasaanmu terhadap dirimu sendiri?" Ia menjawab, "Saya merasakan diri saja beriman kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya" Beliau bertanya, "Perhatikan, apa yang kamu katakan?" Ia menjawab, "Wahai Rasulullah, seakan-akan saya melihat 'arsy Tuhanku berdiri, surga ada di sebelah kananku, neraka ada di sebelah kiriku, dan shirath berada di bawah kakiku." Rasulullah SAW bersabda, "Kamu sudah mengetahui, maka pertahankanlah."

Semakna dengan ini, ada seorang arif bijaksana mengatakan, "Andaikata hijab telah dibukakan untukmu, niscaya kamu merasakan akhirat sangat dekat kepadamu sehingga kamu tidak perlu melakukan perjalanan untuk ke sana."

Mereka juga memiliki ibadah yang shahih. Ikhwan sekalian, bukti bahwa mereka sangat berhasrat supaya ibadah mereka sempurna dan benar, adalah apa yang terjadi pada Abu Talhah. Ia biasa bekerja di kebun. Ia memperhatikan bahwa matahari telah berada di atas puncak pohon. Ia mencampakkan kapak dan bersegera pergi ke masjid. Ia mendapati shalat ashar di akhir waktu. Ia pergi seraya menangis mendatangi Rasulullah saw. Ia berkata, "Celakalah Abu Talhah, wahai Rasulullah. Kebun dan seluruh isinya telah kusedekahkan untuk Allah."

Adapun akhlak mereka, Ikhwan sekalian, sungguh berada di puncak kesempurnaan. Dikisahkan bahwa Sayidina Umar ra. mendapatkan kiriman pakaian dari Syam. Beliau membagikannya kepada kaum muslimin. Masih tersisa sebuah sorban istimewa, maka beliau bingung kepada siapakah akan memberikan sorban itu. Kemudian ia punya ide untuk memberikannya kepada Miswar bin Makhramah, seorang pemuda yang shalih. Ia berkata dalam hati, "Andaikata saya memberikan sorban ini kepadanya, kaum muslimin tidak akan marah." Pada saat shalat fajar, Miswar bin Makhramah berdiri di samping Sa'd bin Abi Waqash dengan mengenakan sorban hadiah itu. Melihat sorban Miswar lebih bagus daripada sorbannya, Sa'd marah. Ia berkata, "Demi Allah, akan kupukul wajah Umar dengannya." Lalu ia pergi menemui Umar dan berkata, "Wahai Amirul Mukminin, Anda telah melakukan ini dan itu (menceritakan sikap Umar yang dianggapnya tidak adil)." Umar menjawab, "Duduklah, wahai Abu Malik." Kemudian Umar menceritakan duduk perkaranya. Ia bertanya, "Andaikata kamu berada dalam posisiku, apakah yang akan kamu lakukan?" "Saya tidak akan melakukan selain apa yang engkau lakukan," jawab Sa'd. Kemudian Sa'd bertanya, "Wahai Amirul Mukminin, bagaimana dengan sumpah yang telah kuucapkan?" Umar bertanya, "Sumpah yang mana?" "Tadi itu, ketika saya marah," jawab Sa'd. Umar menjulurkan wajahnya seraya berkata, "Tunaikanlah sumpahmu," lalu lanjutnya, "Hendaklah orang tua bersikap lembut kepada orang tua yang lain."

Ikhwan sekalian, inilah akhlak yang luhur. Sayidina Umar tidak marah, sedangkan Sayidina Sa'd mau koreksi diri. Umar bersikap rendah hati dan tidak terpancing emosi hingga semua berakhir dengan indah.

Adapun masalah hukum, cukuplah apa yang dikatakan Abu Bakar Ash-Shidiq, "Andaikata ada belenggu kaki unta yang hilang, niscaya aku temukan hukumnya dalam kitab Allah."

Karena itu, Allah mencukupi mereka dan menjadikan mereka pemimpin-pemimpin dunia dalam beberapa masa.

أُولَئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan, dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka. (QS. Al-Ahqaf: 16)

Adapun sekarang, aqidah kita sudah banyak karatnya, banyak cacatnya. Banyak di antara ibadah kita yang tidak mengantarkan kepada iman, sedikit sekali di antara orang yang melaksanakannya mampu melaksanakannya dengan baik. Akhlak kita hancur, sedangkan hukum kita, Anda tahu sendiri dari mana diambil.

Keempat pilar Al-Qur'an ini telah hancur pada diri kita. Kita memohon kepada Allah agar menolong dan memberikan taufiq-Nya kepada kita semua untuk mewujudkan keempat pilar ini, agar kita benar-benar menjadi umat qur'any sejati, yang menghalalkan apa yang dihalalkan Allah, mengharamkan apa yang diharamkan Allah, dan berhukum berdasarkan apa yang diturunkan Allah.

Inilah beberapa pembahasan yang terlintas dalam benak saya malam ini. Saya ingin menyampaikannya kepada Anda agar menjadi pandangan global tentang kitab Allah SWT dan agar menjadi penjelasan terbuka mengenai dakwah Ikhwanul Muslimin.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada saya dan Anda semua untuk melaksanakan kebaikan dan menunjukkan jalan yang lurus. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Sayidina Muhammad, kepada segenap keluarga dan sahabat beliau. [Sumber: Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna]
12:00 | 6 komentar

Masukkan alamat e-mail untuk mendapatkan up date Bersama Dakwah