Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Facebook  |  Twitter  |  Pasang Iklan

Mabuk Dunia dan Harta

Written By Admin BeDa on Sabtu, 31 Desember 2011 | 21:00


Dalam dakwah, ada rintangan yang menghadang sebagian aktifisnya. Rintangan ini memerlukan perlawanan keras, karena daya tariknya juga keras. Yakni terbukanya berbagai fasilitas dan akses kekayaan, berkembangnya usaha mereka dan mudahnya mencari harta yang mengakibatkan mabuk dunia. Seluruh waktu, aktifitas, tenaga dan pikiran diarahkan untuk mencari dan mengumpulkan harta. Akhirnya ia menjadi alat harta dan dikuasai oleh kekayaan, yang sebelumnya dicari untuk menjadi alat dakwah dan jihadnya, serta alat untuk mencari keridhaan Allah.

Mencari harta yang halal itu tidak dilarang, bahkan dalam syariat Islam harus digalakkan. Tetapi ia hanyalah merupakan alat, bukan cita-cita utama. Yang dilarang adalah jika segala pemikiran dan ilmunya semata-mata untuk mencari harta, sehingga menghalanginya dari dakwah. Harta juga tidak boleh menghalanginyia dari melaksanakan hak-hak Allah dalam harta, dan mengorbankan sebagiannya di jalan Allah. Namun tuntutan dan keperluan dakwah bukan hanya cukup di situ. Lihatlah contoh-contoh yang telah ditunjukkan oleh Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dan sahabat-sahabat kaya lainnya. Harta tidak menyibukkan mereka dan tidak memghalangi mereka dari tugas dakwah dan berjihad di jalan Allah. Lebih dari itu mereka telah mengorbankan sebagian hartanya dengan mudah dan ridha di jalan Allah tatkala dakwah menghendaki semacam itu.

Bahaya mabuk harta dan mengumpulkannya hingga bertimbun-timbun, mudah menyelusup masuk ke dalam diri dan meresapi jiwa, lalu menjadi tujuan dan tak lagi menjadi alat dakwah dan alat mencari keridhaan Allah hingga pemilik harta itu lalai dari menunaikan segala kewajiban, apalagi yang sunnah. Lalu ia menumpukkan segenap pemikiran dan usahanya untuk menimbun harta hingga ke peringkat mabuk dan diperbudak harta serta tidak mau berpisah dengan harta, sampai menemui ajalnya, atau baru ia meninggalkan hartanya karena ada hal di luar kesanggupan yang memaksanya. Akhirnya ia menyesal di hadapan hisab yang sangat teliti di akhirat nanti.

Jadi, orang beriman harus mengawasi dirinya dengan pengawasan yang sangat ketat, supaya ia tidak jatuh tersungkur di dalam rintangan seperti itu. Jika tidak, maka harta sedikit yang mencukupi lebih baik daripada harta banyak yang melalaikan.
[Sumber: Fiqhud Dakwah karya Syaikh Mustafa Masyhur]
21:00 | 0 komentar

Masjid Pulau Rhodes Ambruk, Uskup Yunani Halangi Izin Pembangunan

Written By Admin BeDa on Jumat, 30 Desember 2011 | 14:00


Masjid Recep Paşa di Pulau Rhodes ambruk, baru-baru ini. Masjid bersejarah yang dibangun pada masa kekhalifahan Utsmaniyah itu ambruk setelah empat pilar utamanya roboh.

Sementara renovasi masjid kini mulai berlangsung, uskup gereja Yunani ortodoks Metropolitan, Piraeus Seraphim mendesak Dewan Negara Yunani untuk mencabut RUU yang akan membolehkan pembangunan masjid di ibukota, Athena.

Seraphim, yang dikenal sebagai kelompok ekstrim kanan, mengklaim RUU ini sebagai langkah anti-Kristen dan tidak menghormat para pahlawan Kristen. Di sisi lain, banyak pihak menilai RUU ini adalah langkah pemerintah yang cukup demokratis.

Beberapa tahun terakhir, Athena sempat disibukkan dengan topik pembangunan sebuah masjid di Athena. Namun, tidak ada langkah yang diambil oleh pemerintah sebelumnya, terutama kalangan ekstrim kanan.

Tahun ini sebuah draft undang-undang yang memungkinkan pemberian izin pembangunan masjid diserahkan ke parlemen Yunani. Sebuah gedung tua di kawasan Vitanikos, Athena rencananya akan diubah fungsinya menjadi masjid. [IK/EM/AR]
14:00 | 0 komentar

FJP Akan Larang Minuman Keras di Mesir


Salah seorang tokoh Ikhwanul Muslimin Sobhi Shalih, mengatakan, Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) akan melarang minuman keras di negara itu, termasuk di daerah pariwisata.

"Kami akan melarang alkohol," kata Shalih dalam pertemuan di sebuah daerah sebelah barat Kairo bernama New Valley, seperti dikutip Hidayatullah, Kamis (29/12).

"Pariwisata tidak selalu berarti telanjang dan mabuk-mabukan," imbuhnya.

"Kita orang Mesir adalah orang-orang yang sangat relijius, dan kita tidak memerlukan itu," kata Shalih.

Shalih juga menyatakan, Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) akan menerapkan hukum syariah Islam.

"Itu sudah direncanakan sejak 1928," katanya. "Islam adalah solusi."

Dalam kesempatan itu, Shalih menuduh sisa-sisa pendukung rezim Husni Mubarak sebagai biang dari kerusuhan yang terjadi di Jalan Muhammad Mahmud, depan gedung kabinet.

Dalam pertemuan itu juga disampaikan oleh tokoh Ikhwan lainnya bahwa pendukung rezim Mubarak bermaksud merusak perekonomian Mesir melalui kerusuhan baru-baru ini. Dengan rusaknya perekonomian, maka ketika FJP menduduki kekuasaan partai bentukan Ikhwanul Muslimin itu tidak mampu menggaji aparat pemerintah sehingga bisa dijadikan dalih menuntut mundur. [IK/Hdy]
09:00 | 0 komentar

Sekolah Arab di Negeria Selatan Dibom, Tujuh Cedera

Written By Admin BeDa on Kamis, 29 Desember 2011 | 15:00


Sejumlah penyerang melemparkan bom rakitan ke sebuah sekolah Arab di Delta Niger, Nigeria selatan, Rabu (28/12) waktu setempat. Tujuh orang terluka akibat ledakan itu, enam diantaranya adalah anak-anak berusia di bawah sembilan tahun.

"Sejumlah orang dari dalam mobil Camri melemparkan peledak ke sebuah bangunan di mana pelajaran Arab sedang berlangsung," kata Charles Muka, juru bicara kepolisian untuk negara bagian itu.

"Anak-anak yang berusia antara empat dan sembilan tahun sedang mengikuti pelajaran tersebut. Enam anak dan satu orang dewasa cedera," katanya.

Serangan itu meningkatkan ketegangan antara penduduk Kristen dan Islam setelah gelombang pemboman terhadap gereja yang menewaskan puluhan orang pada perayaan Natal.

Dua hari sebelum serangan itu, terjadi peledakan bom pada Hari Natal terhadap gereja dan sasaran lain menewaskan sekitar 40 orang. [IK/Ant]
15:00 | 0 komentar

Israel Ubah Masjid Agung Beer Sheba Jadi Museum Yahudi


Israel memberikan "kado pahit" akhir tahun 2011 kepada Palestina dan umat Islam. Negara Zionis itu mengubah Masjid Agung di kota Beer Sheba menjadi museum Yahudi, baru-baru ini.

“Demi Allah, air mata pasti bercucuran dan hati sangat sedih ketika melihat bagaimana di dalam Masjid Agung digantungkan gambar-gambar yang menggambarkan geng-geng Zionis tahun 1948 menduduki kota Beer Sheba termasuk pendudukan masjid," kata Wakil Ketua Yayasan al Aqsha, Sami Rizqullah, setelah melakukan kunjungan inspeksi lapangan.

"Gambar lain mengisyaratkan sejarah Zionis Israel di kota Beer Sheba, perasaan akan bergetar ketika anda menyaksikan patung-patung di antaranya adalah patung-patung serdadu Zionis Israel atau Inggris yang dipasang di sisi masjid,” tambahnya.

Yayasan al Aqsha menegaskan bahwa tindakan Zionis Israel ini melanggar kehormatan masjid. Masjid Agung di Beer Sheba merupakan “tempat suci dan wakaf khusus Islam yang tidak mungkin diubah untuk tujuan lain.”

Seperti dikutip infoPalestina, Rabu (28/12), laporan yang diterbitkan Yayasan al Aqsha mengatakan bahwa delegasi yayasan al Aqsha melakukan inspeksi lapangan pada Senin (26/12) untuk melihat langsung kondisi Masjid Agung. Delegasi itu menunaikan shalat di dalam masjid tersebut, menegaskan tentang kesucian masjid dan kembali meminta masjid tersebut dikembalikan ke fungsinya sebagai masjid yaitu untuk shalat dan bukan museum atau pusat dan ruang pameran.

Masjid Agung di Beer Sheba dibangun pada 1906 pada masa pemerintahan Khilafah Utsmaniyah dengan partisipasi warga Nagev. Pada 1948, Beer Sheba jatuh ke tangan penjajah Israel. Akhir tahun 2011 ini, pemerintah Israel setempat mengubah Masjid Agung itu menjadi museum. Delegasi asing dan Yahudi kadang ada di dalam masjid untuk menyaksikan gambar-gambar dan pameran yang ada di dalamnya, karena menganggapnya sebagai museum. [AN/IP]
07:29 | 2 komentar

Hadits 37: Ikhlas Shalat Malam pada Ramadhan adalah Sebagian dari Iman

Written By Admin BeDa on Rabu, 28 Desember 2011 | 18:00


Pembahasan hadits Shahih Bukhari, biidznillah, kini memasuki hadits ke-37. Hadits ini masih berada di bawah Kitab Al-Iman (كتاب الإيمان).

Sebagaimana hadits ke-35 dan hadits ke-36, hadits ke-37 ini juga membicarakan bagian dari iman. Karenanya pada hadits-hadits tersebut Imam Bukhari memberikan judul yang selalu berakhiran dengan "minal iman" (bagian dari iman). Hadits ke-37 ini oleh Imam Bukhari diberi judul باب تَطَوُّعُ قِيَامِ رَمَضَانَ مِنَ الإِيمَانِ, yang diterjemahkan menjadi judul pembahasan hadits ini: "Ikhlas Shalat Malam pada Ramadhan adalah Sebagian dari Iman"

Berikut ini matan (redaksi) hadits Shahih Bukhari ke-37:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menegakkan shalat di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap perhitungan (pahala), maka diampuni dosanya yang telah lalu"

Penjelasan Hadits
Sebagaimana para ulama ahlus sunnah wal jama'ah lainnya, Imam Bukhari berkeyakinan bahwa amal shalih merupakan bagian dari iman dan dapat meningkatkan/mempertebal iman. Iman bisa bertambah dan berkurang. Perbuatan atau amal shalih dapat menambah iman, sebaliknya maksiat dapat menurunkan iman. Demikianlah aqidah yang lurus, yang berbeda dengan paham murji'ah yang berpendapat bahwa iman hanyalah pembenaran di hati, tanpa amal anggota badan.

Imam Bukhari agaknya ingin menekankan aqidah itu dalam kitab iman ini sehingga empat hadits berturut-turut, termasuk hadits ke-37 ini beliau beri judul yang selalu berakhiran dengan "minal iman" (bagian dari iman). Maka, beliau memberi judul باب قِيَامُ لَيْلَةِ الْقَدْرِ مِنَ الإِيمَانِ untuk hadits ke-35, باب الْجِهَادُ مِنَ الإِيمَانِ untuk hadits ke-36, باب تَطَوُّعُ قِيَامِ رَمَضَانَ مِنَ الإِيمَانِ untuk hadits ke-37 ini, dan باب صَوْمُ رَمَضَانَ احْتِسَابًا مِنَ الإِيمَانِ untuk hadits ke-38 nanti.

قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا
Barangsiapa menegakkan shalat di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap perhitungan (pahala)

Seperti disebutkan pada hadits ke-35 yang merupakan pengecualian, semua hadits yang berisi kalimat syarat dan balasan/konsekuensi seperti ini keduanya menggunakan fi'il madhi. Khusus hadits ke-35 menggunakan fiil mudhari (kata kerja bentuk sekarang) pada kalimat syarat dan fi'il madhi (kata kerja bentuk lampau) pada kalimat jawab/konsekuensinya karena hadits itu mengisyaratkan bahwa shalat pada lailatul qadar itu tidak dapat dipastikan. Sedangkan pada hadits ini, kalimat syarat menggunakan fi'il madhi karena shalat malam pada bulan Ramadhan bisa dipastikan, sebagaimana dapat diketahui bahwa malam itu adalah Ramadhan.

Hadits ke-37 ini menjelaskan keutamaan shalat malam pada bulan Ramadhan, namun keutamaan itu hanya bisa didapatkan jika shalat malam itu dikerjakan dengan ikhlas, semata-mata karena iman dan mengharapkan balasan dari Allah.

غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
diampuni dosanya yang telah lalu

Inilah keutamaan itu. Keutamaan yang luar biasa, diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. Adakah ganjaran yang lebih hebat dari ini? Bukankah ini adalah kemurahan dan kasih sayang Allah untuk hamba-hambaNya yang beriman? Jika dosa sudah diampuni, itu berarti Allah meridhaiNya dan tempat kembalinya adalah surga.

Pelajaran Hadits

Pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini diantaranya adalah:
1. Iman bukan sebatas pengakuan di hati, tetapi juga mewujud dalam amal. Sehingga amal yang baik akan menambah iman, sebaliknya amal yang jelek (kemaksiatan) akan mengurangi iman;
2. Menegakkan shalat pada bulan Ramadhan adalah sebagian dari iman;
2. Allah SWT hanya menerima ibadah yang ikhlas;
3. Diantara keutamaan shalat malam pada bulan Ramadhan dengan ikhlas adalah diampuninya dosa yang telah lalu.

Demikian hadits ke-37 Shahih Bukhari dan penjelasannya. Semoga kita mendapatkan taufiq dari Allah SWT sehingga senantiasa berusaha menjaga dan meningkatkan iman serta bersemangat dalam beribadah, termasuk shalat malam pada bulan Ramadhan. Wallaahu a'lam bish shawab.[]

KEMBALI KE HADITS 36
18:00 | 0 komentar

Kekerasan Seksual di Akademi Militer AS Meningkat Signifikan


Sebuah laporan dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Selasa (27/12), menunjukkan bahwa jumlah pelanggaran seksual di akademi militer AS meningkat signifikan selama dua tahun berturut-turut. Anehnya, Pentagon mengaku tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi alasan terjadinya peningkatan kasus tersebut.

Menurut laporan tahunan layanan akademi militer tentang pelecehan seksual dan kekerasan yang dirilis oleh Pentagon itu, terdapat 65 kasus kekerasan seksual di sekolah-sekolah utama militer AS selama tahun akademik 2010 hingga 2011. Laporan itu menunjukkan peningkatan kekerasan seksual di meningkat hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama 2009-2010, telah dilaporkan adanya 41 insiden serangan seksual yang melibatkan perwira militer.

Pentagon belum mampu mengidentifikasi alasan kenaikan kasus karena akademi Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS telah berupaya mencegah kekerasan seksual dan meningkatkan kesadaran terhadap masalah tersebut.

Pentagon menambahkan bahwa meningkatnya jumlah ini mungkin karena inisiatif yang diambil oleh akademi untuk mendorong korban melaporkan kasus kekerasan seksual kepada layanan akademi.

Jika demikian, bisa dipastikan masih ada angka lain di luar angka resmi yang tertutupi karena ketakutan korban untuk melaporkan kasus tersebut. [IK/Irb]
15:00 | 0 komentar

Konvoi Bantuan Tunisia Tiba di Gaza


Di tengah blokade Israel, dukungan dari berbagai negeri Islam terus mengalir ke Gaza. Selasa (27/12) petang, konvoi bantuan asal Tunisia “Ahrar” tiba di Jalur Gaza. Bantuan itu masuk Gaza melalui gerbang perlintasan darat Rafah setelah tertunda beberapa hari akibat blokade Israel.

Konvoi bantuan yang "dikawal" 11 relawan itu membawa empat ton obat-obatan dan peralatan medis yang dibutuhkan rumah sakit-rumah sakit Jalur Gaza. Mereka masuk Jalur Gaza dengan mendapatkan sambutan meriah dan hangat dari warga Palestina di Gaza.

Konvoi yang semestinya tiba di Gaza Jum'at itu berangkat dari bandara internasional Tunisi Carthage pada hari Kamis lalu menuju Kairo. Dari sana kemudian bertolak ke Jalur Gaza yang diblokade Israel.

Jalur Gaza diblokade oleh Israel sejak tahun 2006, menyusul tertangkapnya Gilad Shalit oleh pasukan Hamas. Blokade tersebut makin diperketat oleh Israel setahun kemudian, yang mengakibatkan sulitnya bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah Gaza.

Blokade Israel atas Gaza itu menyebabkan banyak warga Palestina mengalami penurunan kesehatan, kemiskinan yang parah, dan sulitnya akses mendapatkan air dan sanitasi.

Lima orang ahli HAM melaporkan kepada Dewan HAM PBB September lalu bahwa blokade atas Gaza tersebut telah membuat 1,6 juta warga Gaza terenggut hak-hak dasar mereka. Hal ini, menurut mereka, merupakan pelanggaran atas Konvensi Jenewa tahun 1949. [AN/bsb]
14:00 | 0 komentar

Jelang Pergantian Tahun, Jumlah Mualaf Tionghoa Meningkat


Menjelang pergantian tahun 2011 ke 2012, jumlah komunitas Tionghoa yang memutuskan masuk Islam meningkat. Selain itu, dakwah di komunitas Tionghoa ditengarai semakin membuahkan hasil, tercermin dalam penerimaan keluarga Tionghoa terhadap anggota keluarga yang Muslim.

Di Masjid Lautze Jakarta, warga keturunan Tionghoa yang masuk Islam pada tahun 2011 mencapai 67 orang.

"Tahun ini saja, jumlah yang memeluk Islam mencapai 70 orang, 95 persennya komunitas Tionghoa, dan sisanya, warga Indonesia lainnya," ungkap Yusman Alfian, salah seorang takmir masjid Lautze, seperti dilaporkan Republika, Selasa (27/12).

Sejak berdirinya pada tahun 1993 lalu, masjid Lautze telah menjadi saksi ribuan orang yang masuk Islam.

"Bila dihitung dari berdirinya Masjid Lautze jumlahnya sudah mencapai ribuan orang," kata Yusman.

Bukan hanya melayani dakwah bagi mualaf dan calon mualaf, masjid Lautze juga menyediakan layanan bagi keluarga mualaf. Hasilnya, keluarga mualaf Tionghoa kini lebih kooperatif menerima anggota keluarga mereka memeluk Islam.

"Alhamdulillah, keluarga Tionghoa kian terbuka terhadap Islam," ujar Yusman.

"Kini, keluarga kian aktif dengan untuk mencari informasi tentang Islam. Sebab, merupakan satu syarat dari keluarga kepada anak-anaknya yang ingin memeluk Islam untuk benar-benar menjalankan ajarannya dengan baik," kata dia.

Meski demikian, Yusman mengakui masih ada penolakan. Namun, kata dia, hal itu merupakan reaksi yang wajar. [IK/Rpb]
13:00 | 0 komentar

Wahai Pemuda, Inilah 40 Assabiqunal Awwalun


Wahai pemuda, jika semangat dakwahmu melemah, lihatlah mereka para assabiqunal awwalun yang ditempa Rasulullah SAW di rumah Arqam bin abi Arqam. Tak kurang 25 dari 40 orang assabiqunal awwalun itu berusia di bawah 30 tahun. Mereka adalah pemuda! Sepertimu! Dan sejarah kemenangan selalu diukir oleh para pemuda.

"Oleh karena itu," kata Hasan Al Banna dalam Majmu'atur Rasail, "sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya".

Wahai pemuda, semestinya kita malu jika usia kita masih muda, status kita pemuda, tetapi kita tidak memiliki semangat juang dalam menegakkan kebenaran dan mendakwahkan Islam. Apa artinya menjadi pemuda jika energi dan vitalitas untuk bergerak tidak dimiliki? Apa artinya menjadi pemuda jika sikap diam menghalangi diri berkebajikan?

"Pemuda yang tidak memiliki semangat dakwah," kata Imam Syafi'i dalam antologi syairnya, "takbirkanlah ia empat kali, karena sesungguhnya ia telah mati."

Lihatlah mereka, para assabiqunal awwalun yang ditarbiyah Rasulullah di rumah Arqam bin Abi Arqam. Tidakkah kita iri dengan mereka yang usianya masih belia tetapi menjadi tonggak dakwah Islam dengan segala konsekuensi dan resikonya. Lepas dari mereka disebut sebagai kutlah oleh harakah tertentu dan disebut sebagai kataib oleh harakah lainnya, tak kurang 25 dari 40 sahabat itu berusia kurang dari 30 tahun. Mari simak nama-nama assabiqunal awwalun ini, lihatlah usianya dan seraplah semangat juang mereka:

1. Ali bin Abu Thalib berusia 8 tahun
2. Zubair bin Awwam berusia 8 tahun
3. Thalhah bin Ubaidillah berusia 11 tahun
4. Arqam bin Abi Arqam berusia 12 tahun
5. Abdullah bin Mas'ud berusia 14 tahun
6. Sa'ad bin Abi Waqash berusia 17 tahun
7. Mas'ud bin Rabi'ah berusia 17 tahun
8. Abdullah bin Mazhun berusia 17 tahun
9. Ja'far bin Abu Thalib berusia 18 tahun
10. Qudamah bin Mazhun berusia berusia 19 tahun
11. Sa'id bin Zaid berusia < 20 tahun
12. Shuhaib ar-Rumi berusia < 20 tahun
13. Zaid bin Haristah berusia sekitar 20 tahun
14. Utsman bin Affan berusia sekitar 20 tahun
15. Thulaib bin Umair berusia sekitar 20 tahun
16. Khabab bin Al-Art berusia sekitar 20 tahun
17. Saib bin Mazhun berusia sekitar 20 tahun
18. Amir bin Fuhairah berusia berusia 23 tahun
19. Mush'ab bin Umair berusia 24 tahun
20. Miqdad bin Al-Aswad berusia berusia 24 tahun
21. Abdullah bin Jahsy berusia 25 tahun
22. Umar bin Khatab berusia 26 tahun
23. Abu Ubaidah bin Jarah berusia 27 tahun
24. Utbah bin Ghazwan berusia 27 tahun
25. Abu Hudzaifah bin Utbah berusia sekitar 30 tahun
26. Bilal bin Rabah berusia sekitar 30 tahun
27. 'Ayash bin Rabi'ah berusia sekitar 30 tahun
28. 'Amir bin Rabi'ah berusia sekitar 30 tahun
29. Na'im bin Abdullah berusia sekitar 30 tahun
30. Utsman bin Mazhun berusia sekitar 30 tahun
31. Abu Salmah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi berusia sekitar 30 tahun
32. Abdurrahman bin Auf berusia sekitar 30 tahun
33. Ammar bin Yasar berusia sekitar 30-40 tahun
34. Abu Bakar Ash Shidiq berusia 37 tahun
35. Hamzah bin Abdul Muthalib berusia 42 tahun
36. Ubaidah bin Al-Harits berusia 50 tahun

Selain 36 nama di atas, ada beberapa shahabiyah assabiqunal awwalun seperti Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Khatab, Ummu Aiman, Ruqayyah, dan Sumayyah. Nama yang disebut terakhir ini menjadi syahidah pertama fi sabilillah bersama suaminya yang juga syahid: Yasir. Sehingga keduanya tidak dimasukkan ke dalam nama-nama sahabat yang dibina Rasulullah di rumah Arqam bin Abi Arqam.

Menjadi pemuda, artinya adalah menjadi manusia yang bersemangat. Menjadi pemuda, artinya adalah menjadi orang-orang yang mampu bergerak cepat. Menjadi pemuda, artinya menjadi pribadi tangguh yang siap menyelamatkan umat. Para pemuda pendahulu kita telah memberikan contoh dan menjadi teladan, jika engkau tak juga menemukan siapa mereka, lihatlah mereka assabiqunal awwalun; generasi pertama dari kalangan sahabat. [Muchlisin]
09:00 | 6 komentar

Ulama Internasional Dukung Turki Soal Tuduhan Genosida


Persatuan Ulama Internasional secara resmi menyatakan dukungannya terhadap sikap Turki yang menentang Prancis, terkait tudingan genosida di Armenia. Tuduhan yang dituangkan dalam RUU Prancis itu mengancam mengkriminalkan siapa saja yang menyangkal pembunuhan massal orang-orang Armenia oleh pasukan Turki Ustmani di tahun 1915-1916.

Barangsiapa yang menyangkal telah terjadi pembunuhan massal orang-orang Armenia oleh pasukan Turki Utsmani diancam hukuman penjara satu tahun dan denda 45.000 euro atau sekitar USD 59.000. Dengan kata lain, penyangkal genosida yang dilakukan oleh pasukan Muslim terhadap orang-orang Armenia diperlalukan sama dengan para penentang holocaust.

Persatuan Ulama Internasional melalui sekjennya menyatakan RUU Prancis itu tidak adil. Pernyataan ini senada dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan Prancis merupakan upaya pengaburan sejarah.

Ketika orang-orang Armenia mengngkat senjata melawan Kekhalifahan Turki Utsmani saat pasukan Rusia menginvasi Anatolia Timur -sekarang Turki sebelah timur- menurut Ankara sekitar 300.000 orang menjadi korban. Tidak sedikit pula korban tewas di pihak Turki Ustmani. Sementara Armenia mengklaim ada 1,5 juta orang mereka dibunuh pasuan Turki ketika itu.

Erdogan menuding Sarkozy -seorang keturunan Yahudi- menggunakan isu anti Islam dan Turki untuk menarik minat pemilik suara pada pemilu Prancis mendatang. Di Prancis ada sekitar 500.000 pemilik suara yang potensial mendukung Sarkozy.

Erdogan menyuruh Sarkozy bertanya kepada ayahnya, seorang veteran tentara Prancis, tentang pembantaian massal di Aljazair oleh pasukan Prancis yang menjajah negeri mayoritas Muslim itu.

"Di Aljazair dari tahun 1945, diperkirakan 15 persen dari populasi dibantai oleh Prancis. Ini yang namanya genosida," kata Erdogan dikutip BBC (23/12).

"Orang-orang Aljazair dibakar secara masal di oven," imbuh Erdogan. [IK/Hdy]
07:00 | 0 komentar

Hamas dan Fatah Kompak Hadapi Ancaman PM Israel

Written By Admin BeDa on Selasa, 27 Desember 2011 | 14:00


Hamas dan Fatah kompak menghadapi ancaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (26/12). Kedua faksi terbesar di Palestina itu tetap meneruskan agenda rekonsiliasi, meskipun Netanyahu mengancam takkan memulai perundingan perdamaian jika Hamas bergabung dengan pemerintah baru Palestina.

"Pernyataan ini sama sekali ditolak dan setiap orang mesti menyadari prioritas diberikan pada rekonsiliasi nasional," kata pemimpin perundingan Palestina Saeb Erakat.

"Tak ada pembicaraan perdamaian antara Israel dan kami, jadi tak ada pernyataan Netanyahu," tambah Erakat.

Di Jalur Gaza, pejabat Hamas Salah al-Bardawil menggambarkan pernyataan Netanyahu sebagai campur tangan nyata dalam urusan domestik Palestina.

"Israel bertindak seperti ini guna melucuti hak rakyat Palestina ... Israel berusaha melarikan diri dari komitmen dan kewajibannya," kata al-Bardawil sebagaimana dikutip Xinhua.

Al-Bardawil menambahkan Hamas adalah bagian dari rakyat Palestina yang tak bisa diabaikan. "Israel tak punya hak untuk mengatur politik rakyat Palestina," pungkasnya. [IK/Ant]
14:00 | 0 komentar

Pakar Teknik AS Yusuf Burke Akhirnya Masuk Islam di Indonesia


Dibesarkan di New York, Yusuf Burke menjalani hidupnya sebagai seorang Katolik. Ia pun mengenyam pendidikan Katolik dari sekolah hingga universitas.

Yusuf Burke mengenal sedikit tentang Islam karena ayahnya yang sering pergi ke Malaysia memiliki sejumlah teman Muslim. Namun, Yusuf menjadi tahu banyak tentang Islam dan mantap untuk bersyahadat setelah tinggal di Indonesia.

Mengapa Yusuf Burke masuk Islam? Ternyata ada dua hal yang mengantarkan pakar teknik AS itu merengkuh hidayah. Pertama adalah sifat Islam yang logis. Kedua, persaudaraan sesama Muslim.

Mendapat Hidayah di Indonesia
Yusuf belajar kelistrikan di bangku kuliah dan 2 tahun setelah itu ia keluar lalu bergabung bersama tim energi dari General Electric sebagai ahli teknis lapangan. Ia pun mulai kerap bepergian ke luar negeri untuk mengerjakan proyek-proyek tenaga dan membangun pembangkit listrik.

Saat pertama kali ke Indonesia pada 1994, ia pun pergi dalam rangka mengerjakan proyek pendirian pembangkit listrik. Di Indonesia ia mengaku menikmati bertemu dengan orang-orang lokal. "Mereka adalah orang-orang yang sangat ramah dan sangat terbuka serta antusias untuk terlibat obrolan dengan anda karena anda berbeda," katanya menuturkan pengalamannya.

Tinggal di Indonesia ia pun mulai belajar mengenai Islam. Dua tahun berselang, 1996, ia mengikrarkan keislamannya.

Yusuf Burke menikah tak lama setelah itu. Mereka kemudian pergi lagi, lalu menetap kembali di New York pada 2002 setelah sempat tinggal sebentar di Malaysia, Singapura, Australia dan Thailand.

Mengapa Yusuf Burke masuk Islam? Ternyata ada dua hal yang mengantarkan pakar teknik AS itu merengkuh hidayah. Pertama adalah sifat Islam yang logis. Kedua, persaudaraan sesama Muslim.

"Saya memiliki pemahaman mendalam tentang Katolik. Saya pikir yang membawa saya pada Islam ialah sifatnya yang logis. Sebagai insinyur, saya sangat mengapresiasi sesuatu yang logis," ungkap Yusuf.

"Saya merasakan pula persaudaran yang mereka bagi dan itu benar-benar mendorong saya pula," tambah Yusuf.

Ketika pergi ke Australia dan Malaysia setelah menjadi Muslim, Yusuf pun mempelajari Islam lebih dalam.

"Saya mengambil kelas dan belajar dari orang lain, dan cara mereka membawakan kepada saya benar-benar menusuk dan menggugah kesadaran bahwa seperti inilah cara yang benar," ujar Yusuf.

Sikap Keluarga
Mendapati Yusuf Burke masuk Islam, keluarganya sangat terkejut. Untungnya keluarga Yusuf berpikiran cukup terbuka dan menghormati semua orang, terutama dari keyakinan monotheis.

Yusuf berusaha menjelaskan kepada keluarganya mengapa ia memutuskan memeluk Islam. "Mungkin itu bisa menyingkirkan pula selip pemahaman yang kita miliki di Amerika Serikat mengenai Islam," pikir Yusuf saat itu.

Mendengar penjelasan Yusuf, sikap keluarga melebihi perkiraan Yusuf sebelumnya. Mereka yang semula memahami Islam dengan perspektif Barat hasil rekayasa media berubah menjadi mendukung Yusuf. "Luar biasa mereka sangat mendukung," imbuh Yusuf.

Menjadi Aktifis, Mengadvokasi Umat
Setelah bersyahadat dan mempelajari Islam lebih dalam, Yusuf tidak berhenti hanya menjadi seorang Muslim bagi dirinya. Ia juga aktif dalam kegiatan dan organisasi Islam. Saat ini ia menjadi direktur salah satu cabang Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) di AS.

"Kami, bagian dari grup advokasi untuk Muslim Amerika, pada dasarnya berupaya mencoba menghapus beberapa selip pemahaman sekaligus membantu Muslim dalam kasus kebebasan atau hak-hak sipil," kata Yusuf. "Kami mencoba membawa Muslim duduk semeja dengan masyarakat AS dan mengenalkan mereka ke komunitas lebih luas."

Saat terjun berdakwah, ia mengkui bersama koleganya selalu berupaya mengusung cita rasa Islam ke Amerika. Perjuangan terhadap hak-hak dan kebebasan sipil warga Muslim adalah aktifitas utama.

"Kami mencoba membantu setiap Muslim yang didiskriminasi karena mereka Muslim baik di tempat kerja atau lembaga pemerintah."

Yusuf juga berjuang agar Muslim di negerinya bebas untuk mendirikan shalat, mengenakan jilbab, atau bahkan menumbuhkan jenggot. Di samping, Yusuf juga berdakwah agar umat Muslim menyadari kewajibannya seperti mengenakan jilbab bagi Muslimah. [AM/Rpb]
09:00 | 1 komentar

Hamas Tegaskan Diri sebagai Perpanjangan Ikhwanul Muslimin


Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya menegaskan bahwa Harakah Al Muqawwamah Al Islamiyah (Hamas) adalah perpanjangan gerakan induk yang ada di Mesir, Ikhwanul Muslimin. Hal itu disampaikan Haniya dalam kunjungannya ke Mursyid Am Ikhwanul Muslimin di Mesir, Selasa (26/12).

Haniya juga menegaskan bahwa Hamas adalah pembela pertama kehormatan Mesir, sebagaimana ia adalah pembela Palestina dalam menghadapi “enitas kanker” Israel. Revolusi dan perubahan di dunia Arab, menurut Haniya, akan menjadi musim gugur bagi Israel.

“Musim semi Arab akan terus menjadi musim gugur bagi Israel. Rencana Zionis segera berakhir sedangkan konstanta isu Palestina tidak akan pernah berubah, apapun kondisinya,” kata Haniya.

Haniya menyatakan kepada anggota Ikhwanul Muslimin yang hadir dalam pertemuan tersebut bahwa mereka adalah satu. Pendiri Hamas, Syaikh Ahmad Yasin, adalah mata rantai dari jihad pendiri Ikhwanul Muslimin, Hasan Al Bana.

“Wahwai saudara-saudara yang mulia, kami adalah bagian dari anda dan anda adalah bagian dari kami, anda adalah nadi kehidupan dan kami adalah pembela pertema keamanan Mesir dan kehormatannya dalam menghadapi penjajah yang menjadi kanker umat,” tambah Haniya.

Haniya mengatakan bahwa Hamas, setelah menduduki kekuasaan melalui pemungutan suara, gerakan ini menghadapi perang tiga demensi. Mulai dari blokade, isolasi politik, pembunuhan, pengusiran, dan penghancuran institusi-institusi akibat penolakan entitas Zionis Israel untuk menerima hasil pemungutan suara dan meminta penghentian perlawanan serta mengakui penjajah Israel.

Sementara itu Mursyid Ikhwan, Dr. Muhammad Badi, menghargai jihad dan perjuangan gerakan Hamas. Dia menyatakan bahwa gerakan ini telah banyak mempersembahkan pengorbanan demi isu utama kaum muslimin. Menurutnya, rezim Mesir yang sebelumnya telah membuat tembok dan pembatas antara Ikhwan dengan jantungnya, yakni antara ikhwan dengan Hamas dan rakyat Palestina.

Badi juga menyampaikan penghargaan kepada angkatan bersenjata dan dinas intelijen umum Mesir yang bergerak demi kepenetingan isu Palestina setelah revolusi, ini sangat kelihatan dalam memulai rekonsiliasi dan pembukaan gerbang perlintasan. [IK/IP]
08:00 | 0 komentar

Teori Evolusi Semakin Ditentang di Turki


Dewan pengawas internet pemerintah Turki menyatakan situs-situs internet yang mendukung teori evolusi tidak layak bagi anak-anak. Situs-situs itu diblokir oleh pihak berwenang, khususnya di sekolah-sekolah, baru-baru ini.

Pemblokiran secara luas telah dilakukan sebelumnya, namun karena adanya kecaman-kecaman yang dilancarkan oleh media dan kalangan akademisi, pihak berwenang mengizinkan kembali situs-situs itu, dengan menyatakan larangan itu ”salah tulis.”

Seperti dilaporkan Hidayatullah, Senin (26/12), Pemerintah Turki berusaha memblokir pengajaran tentang teori evolusi di sekolah-sekolah. Sebagai alternatifnya, departemen pendidikan mengarahkan pada fakta penciptaan, sebuah teori yang dikembangkan oleh ilmuwan Turki Harun Yahya.

Guru-guru sains yang masih mengajarkan teori evolusi dilaporkan menghadapi perdebatan sengit tentang teori itu baik dari para murid yang kritis maupun orang tua dan departemen pendidikan.

Sebagian guru menentang upaya pemerintah yang kini dikuasai Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), dengan dalih dogma agama semestinya tidak dibawa ke ranah pendidikan yang ilmiah. Namun, penentangan seperti itu dibantah oleh kalangan akademisi dan ilmuwan lainnya di Turki.

Mustafa Akyol, kolumnis dan penulis masalah keagamaan, mengatakan teori-teori alternatif tentang evolusi bisa diterima dalam pendidikan.

“Ada sebagian fakta ilmiah dalam alam yang menunjuk kepada adanya mahluk cerdas yang bukan bagian dari alam, mahluk ini mungkin Tuhan. Ini tidak bisa menjadi alasan menampik kenyataan, hanya karena penjelasan itu selaras dengan agama. Saya rasa pendidikan ilmiah yang objektif harus menerima teori evolusi Darwin dan juga kecaman-kecaman atas teori evolusi Darwin,” papar Akyol. [IK/Hdy/bsb]
08:00 | 0 komentar

Tabiat Jalan Dakwah

Written By Admin BeDa on Senin, 26 Desember 2011 | 08:00


Jalan dakwah tidak ditaburi bunga-bunga yang harum baunya, tetapi merupakan jalan yang panjang dan penuh kesulitan. Sebab, antara yang haq dan yang batil ada pertentangan nyata. Dakwah memerlukan kesabaran dan ketekunan dalam memikul beban berat. Dakwah memerlukan kemurahan hati, kedermawanan dan pengorbanan tanpa mengharap hasil yang segera, tanpa putus asa dan putus harapan. Yang diperlukan ialah usaha dan kerja yang terus menerus dan hasilnya terserah kepada Allah, sesuai waktu yang dikehendaki-Nya. Mungkin aktifis dakwah tidak melihat hasil dan buah dakwah di dalam hidup dunia ini. Kita hanya diperintah beramal dan berikhtiar, tidak diperintah melihat hasil dan buahnya.

Sebaliknya, aktifis dakwah di jalan Allah akan menemui berbagai gangguan dan penyiksaan dari golongan taghut serta musuh-musuh Allah yang ingin menghapuskan mereka, memusnahkan dakwah mereka, atau menghalangi mereka dari jalan Allah. Itu adalah persoalan biasa yang telah berulang kali terjadi di masa silam dan akan terus terjadi di masa yang akan datang. Semuanya didorong oleh ketakutan para taghut. Mereka takut kekuasaannya yang berdiri di atas kebathilan akan musnah jika yang haq bangun dan bergerak menghapus kebathilan.

Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Kami melontarkan yang haq kepada yang bathil, lalu yang haq itu menghancurkannya, maka serta merta yang bathil itu lenyap." (QS. Al-Anbiya' : 18)

Dalam menggalakkan terkaman dan cengkraman kuku besi mereka ke atas dakwah al-haq dan para pendukungnya, mereka terlebih dulu akan menciptakan berbagai tuduhan yang keji dan penuh kedustaan. Tuduhan-tuduhan jahat dan dusta itu kemudian dilemparkan kepada para pendukung dakwah. Mereka gambarkan kepada manusia bahwa para pendukung dakwah itu adalah musuh bangsa dan rakyat, supaya orang-orang bangun menentang mereka seperti apa yang dilakukan oleh Fir'aun dan para pembesarnya terhadap Musa.

Firman Allah:
"Dan berkatalah Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya): Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir ia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi" (QS. Al-Mukmin : 26)

Demikianlah sikap Fir'aun, pembesar dan pengikutnya baik Fir'aun kuno maupun Fir'aun modern. Nabi Musa dituduh sebagai perusak dan Fir'aun dianggap sebagai pembela bangsa dan pemelihara kepentingannya. [Sumber: Fiqhud Dakwah, karya Syaikh Mustafa Masyhur]
08:00 | 2 komentar

Inilah Foto-foto Pelecehan Zionis terhadap Warga Palestina yang Membuat Hamas Murka

Written By Admin BeDa on Jumat, 23 Desember 2011 | 15:00

Pantas saja Hamas murka dan menyerukan warga Palestina untuk melawan Israel yang memberlakukan pemeriksaan telanjang. Pemeriksaan yang benar-benar menelanjangi warga Palestina itu merupakan penghinaan dan pelecehan kepada kaum Muslimin yang seharusnya hidup terhormat di negerinya sendiri. Berikut ini adalah sebagian foto-foto tersebut (gambar sengaja disamarkan) :











15:00 | 4 komentar

Bus Transjakarta Luncurkan Area Khusus Wanita


Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta menyediakan area khusus wanita di dalam busway. Layanan yang bertujuan memberikan rasa aman bagi kaum hawa itu, diluncurkan Kamis kemarin (22/12) bertepatan dengan hari ibu.

"Tempat duduk area khusus kaum hawa berada di bagian depan dekat sopir sampai bagian pintu tengah," kata Kepala BLU Transjakarta, Muhammad Akbar, Jumat (23/12).

"Tujuan diadakan area khusus wanita di dalam busway agar dapat menimbulkan rasa aman di dalam bus, khususnya bagi kaum wanita," tambahnya.

Ia menjelaskan, area khusus wanita di dalam bus Transjakarta ditandai stiker dan 'cain flag' seukuran 15x50 cm. "Pengaturan duduk secara teknis akan diatur di lapangan. Pemberlakuan area khusus wanita diterapkan di seluruh armada dan koridor," katanya.

Akbar menegaskan, area khusus wanita hanya bagi seorang diri atau bersama teman ataupun saudaranya yang juga wanita. "Misalnya si wanita bersama suami ataupun pacarnya, maka pasangannya harus duduk di belakang. Kita ada pengecualian, penumpang laki-laki boleh berdiri di area wanita jika bus penuh seperti pada jam-jam tertentu," tegasnya.

Area khusus wanita itu diberlakukan selama jam beroperasinya bus Transjakarta. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan survei terhadap ratusan wanita yang menghendaki keamanan lebih baik di dalam bus Transjakarta.

"Khususnya kaum hawa yang bekerja di perkantoran di kawasan Sudirman yang kerap kali pulang malam hari. Kaum ibu menghendaki adanya layanan transportasi publik yang lebih aman saat pulang malam hari," katanya. [AM/Rpb]
14:00 | 0 komentar

Setahun Revolusi Arab, Kebangkitan Parpol Islam


Oleh: Musthafa Luthfi

Revolusi Arab yang dikenal pula dengan al-Rabei al-Arabi (musim semi) sudah melewati tahun pertama dan memasuki tahun kedua sejak meletus pada 17 Desember 2010 di Tunisia, salah satu negari kecil Arab di pantai Samudera Atlantis yang hanya berpenduduk sekitar 11 juta jiwa. Tidak ada yang menyangka aksi bakar diri yang dilakukan pemuda Mohammed Bouazizi di kota Sidi Bouazid menginspirasi revolusi musim semi di negeri itu yang selanjutnya meluas ke sejumlah negara Arab.

Sebagaimana dimaklumi, Bouazizi, pedagang sayur dan buah, membakar dirinya sebagai bentuk ekspresi putus asa dan protes atas penindasan pemerintahan diktator mantan Presiden Zainul Abidin Bin Ali yang sudah memerintah selama 23 tahun. Aksi itu bukan saja melahirkan gelombang protes massa dan revoluasi di Tunisia sehingga Ben Ali terpaksa kabur keluar negeri, tetapi juga memicu lahirnya gelombang protes rakyat negara-negara Arab sekitarnya.

Menurut penuturan keluarganya, bencana yang menimpa Bouazizi bermula dari penolakannya untuk membayar sogok pada tiga pejabat pemeriksa di daerah itu, akibatnya gerobak dan dagangannya disita petugas sementara dirinya dipukuli. Permohonannya bertemu gubernur setempat juga ditolak dan karena putus asa dia menuang bensin ke sekujur tubuhnya lalu menyulut badannya sendiri.

Bagi pemuda umur 26 tahun itu, cara itu dianggap lebih baik ketimbang harus menganggur dan tidak mampu menopang kehidupan keluarga besarnya yang sangat tergantung padanya. Ia, berdagang buah dan sayur untuk menopang hidup delapan anggota keluarganya dengan penghasilan kurang dari US$150 sebulan. Cita-citanya, kata teman dan keluarganya, adalah meningkatkan taraf pekerjaannya dari pedagang bergerobak menjadi penjual buah dan sayuran dengan kendaraan truk bak terbuka.

Sebagai penghargaan atas pengorbanan sang pedagang sayur yang dianggap sebagai pahlawan revolusi yang juga mengilhami munculnya “Arab Spring” itu, warga Tunisia mengabadikannya dengan meresmikan patung gerobaknya di kota Sidi Bouazid dalam sebuah upacara meriah, tepat setahun setelahnya Sabtu (17/12/2011). Presiden baru Tunisia, Moncef Marzouki, juga ikut hadir dan memberikan sambutan yang antara lain mengingatkan tentang tempat tersebut yang selama berabad-abad sempat terpinggirkan namun akhirnya mampu membangkitkan kembali martabat seluruh bangsa Tunisia.

Karena bermula dari kesulitan ekonomi yang dialami Bouazizi itulah maka banyak pihak yang memandang bahwa gelombang tuntutan perubahan di sejumlah negara Arab baik yang telah sukses melengserkan penguasa maupun yang masih berjuang merampungkan perubahan lebih disebabkan faktor ekonomi. Bahkan negara-negara Barat memandangnya semata-mata dikarenakan faktor ekonomi.

Pandangan ini misalnya dapat dilihat dari hasil KTTnegara-negara industri maju (G-8) di kota pesisir Deauville, Prancis pada 26-27 Mei 2011 yang menitikberatkan bantuan ekonomi guna mendukung perubahan di dunia Arab guna melancarkan perkembangan demokrasi ala Barat. Anggota G-8 saat itu menjanjikan bantuan hingga 40 miliar dolar bagi negara-negara Arab yang mengupayakan adopsi demokrasi.

Tidak bisa dipungkiri, faktor ekonomi memang berperan dalam perubahan di sejumlah negara Arab, tapi bukan faktor satu-satunya karena ada faktor lain yang tidak kalah penting yakni harga diri bangsa Arab sehingga membangkitkan kembali jiwa qaumiyah (kebangsaan) yang menuntut kedaulatan dan kebebasan dari pengaruh-pengaruh asing. Banyak analis Arab mengingatkan bahwa bangsa Arab saat ini bangkit menuntut kebebasan dari berbagai bentuk pengaruh asing (baca: barat) yang telah menginjak-injak martabat mereka.

Kenyataan di lapangan juga memperkuat analisa tersebut diatas. Sebagai contoh, kondisi perekonomian Mesir memang buruk namun bukan karena negeri Lembah Nil ini miskin, akan tetapi karena kelompok korup yang dipimpin rejim lama yang menguasai perekonomian negara dan mengisap darah sebagian besar rakyat yang tak berdaya sehingga guna mempertahankan kekuasaan itu, mau tidak mau harus mendapat dukungan barat dan Israel sehingga tak merasa malu menempuh kebijakan yang menguntungkan dua pihak tersebut.

Tentunya, di era perubahan saat ini, hampir tidak mungkin lagi para penguasa baru akan mengorbankan aspirasi rakyat mereka, guna memberikan layanan istimewa bagi zionis dan sekutu-sekutunya meskipun dengan ancaman pemotongan bantuan ekonomi. Posisi pemerintah (resmi) tidak lagi diambil sekehendak hati penguasa, namun bersumber dari aspirasi rakyat yang telah lama merasa menderita dan dinjak-injak harga diri mereka.

Yang terpenting setelah itu adalah bagaimana mengarahkan revolusi tersebut agar sejalan dengan tujuannya apalagi tantangan pasca revolusi tidak kalah pelik dan berat dari tantangan sebelum revolusi meletus. “Yang perlu dipikirkan bagaimana melindungi revolusi Arab itu dalam kerangka orde dunia baru yang memang memusuhi Islam, Arab dan kemajuan kemanusiaan,” papar Zuheir al-Khuwalidi, seorang filusuf Arab mengingatkan akan beratnya mempertahankan “arah angin” menuju ke tujuan revolusi dimaksud.

Kebangkitan parpol Islam
Terlepas dari kemampunan revolusi tersebut mampu mempertahankan tujuannya, paling tidak revolusi Arab telah memunculkan fenomena kembangkitan kembali apa yang oleh Barat disebut sebagai “Islam Siyasi” (Islam Politik) pasca perubahan di sejumlah dunia Arab. Parpol-parpol Islam berjaya di tiga negara yang belum lama ini melangsungkan pemilu seperti Tunisia, Maroko dan Mesir.

Sementara parpol-parpol yang berhaluan liberal menuai hasil buruk padahal tokoh-tokoh dari kelompok liberalis disebut-sebut sebagai “pemimpin musim semi Arab”. Banyak alasan yang dikemukakan kelompok liberal dan para analis yang sangat berharap agar rezim-rezim lama di Arab diganti oleh pemimpin baru dari kelompok ini.

Dalam pemilu legislatif di Mesir misalnya, kubu Islam politik menguasai sekitar 65 persen suara yang terbagi kepada Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) yang dianggap moderat dan berafiliasi ke al-Ikhwan al-Muslimun (IM) yang menguasai 36,6 persen suara dan 24,4 persen suara lainnya untuk kubu berhaluan Salafy, yang mengusung Partai Al-Nur. Sementara di Tunisia, Partai Islam Tunisia An-Nahdhah memenangkan 41 persen suara dalam pemilu pertama pertama di negara itu pasca-revolusi, memperoleh 90 kursi dalam majelis 217 anggota, hasil resmi menunjukkan.

Sedangkan di Maroko, Partai Keadilan dan Pembangunan (PJD) juga unggul dari parpol-parpol liberal dengan 288 dari 395 kursi yang diperebutkan, partai itu meraih 80 kursi dalam pemilu perdana sejak revolusi Arab meletus yaitu hampir

dua kali lipat dari 45 kursi yang diraih Partai Independen yang dipimpin Perdana Menteri Abbas el Fassi yang menempati peringkat kedua. Diperkirakan negara-negara Arab lainnya seperti Aljazair, Libya dan Yaman akan memunculkan pula kebangkitan parpol Islam pada pemilu mendatang.

Di antara analisis yang menarik diperhatikan untuk selanjutnya disanggah adalah yang menyebutkan bahwa kekalahan kelompok liberal dikarenaka mereka tidak mempersiapkan diri untuk pemilu kecuali hanya delapan bulan, sedangkan al-Ikhwanul al-Muslimun memiliki pengalaman hingga 80 tahun dalam organisasi politik. Tapi pandangan ini terbantahkan dengan kemenangan parpol Salafi partai Al-Nur yang hanya mempersiapkan diri 10 bulan saja tanpa pengalaman sebelumnya.

Sebagian analisis juga menyebutkan bahwa kemenangan kubu Islam dikarenakan memiliki dukungan dana yang besar dari sejumlah negara kaya minyak di Teluk. Pandangan ini pun terbantahkan sebab sejumlah parpol liberal juga memiliki pendanaan yang besar dikarenakan sebagian dari tokoh mereka juga dari kalangan penguasa terkemuka.

Untuk kasus Mesir, kelompok liberal yang kalah menilai kemenangan kubu Islam karena mendapat dukungan para jenderal di Dewan Militer karena mereka marah kepada kubu liberal yang menjadi motor kejatuhan mantan Presiden Hosni Mubarak. Namun pandangan ini pun kurang tepat dikarenakan para pengamat independen internasional menilai bahwa pemilu telah berjalan secara jurdil tanpa ada intervensi militer.

Masih untuk kasus Mesir, kelompok yang kalah juga menuduh kelompok pemenang pemilu melakukan propaganda agama guna menyudutkan kelompok liberal. Tuduhan ini pun tidak bisa diterima sebab rakyat negeri Nil itu terutama dari kalangan miskin tidak melihat harapan besar akan ada perubahan di tangan tokoh-tokoh liberal disamping kubu liberal memang terkesan tidak piawai berkampanye.

Sebagian menyebutkan bahwa kemenangan kubu Islam lebih dikarenakan mereka lebih memahami demokrasi ketimbang kubu liberal karena secara organisasi dan cara berkampanye, kubu Islam terkesan jauh lebih bagus. Kubu Islam juga berhasil menepis sangkaan banyak pihak bahwa kubu ini ingin mewujudkan negara-negara religious ala Iran di kawasan Afrika Utara.

Analisa yang terakhir ini boleh-boleh saja dan ada benarnya, namun menurut hemat penulis kemenangan kubu Islam tersebut lebih disebabkan keinginan publik Arab untuk mencoba al-hal al-Islami (solusi Islami) setelah merasakan kegagalan solusi sosialisme dan kapitalisme sebelumnya terutama di negara-negara Arab yang menganut sistem republik. Kesejahteraan yang dijanjikan tidak pernah kunjung tiba karena yang terjadi adalah kehidupan semakin sulit dibawah kekuasaan tangan besi.

Karena itu, tidak keliru bila disebutkan bahwa pasca revolusi Arab merupakan era parpol-parpol Islam yang sekaligus juga menjadi tantangan besar bagi parpol-parpol tersebut untuk dapat merealisasikan janji-janji solusi Islami di lapangan bukan sekedar slogan kosong. Yang tidak kalah pentingnya juga, parpol-parpol tersebut harus benar-benar melakukan perjuangan nyata memenangkan isu sentral bangsa Arab dan umat Islam yakni isu Palestina.

Indikasi keberhasilan
Masalah Palestina yang menjadi isu sentral bangsa Arab tidak mungkin terus menerus hanya sebagai slogan kosong tanpa aksi nyata setelah “badai” perubahan yang melanda dunia Arab dewasa ini. Bahkan dapat dikatakan bahwa salah satu indikasi keberhasilan revolusi Arab adalah kembalinya masalah Palestina sebagai isu sentral yang diperjuangkan secara nyata dan serius.

Masalah mendesak yang perlu segera diselesaikan yakni pelaksanaan hasil rekonsiliasi intern Palestina yang telah menemukan jalan terang dengan tercapainya persetujuan rekonsiliasi serius antara gerakan Fatah dan Hamas (dua faksi terbesar Palestina) di Kairo 27 April yang kemudian diresmikan pada 4 Mei lalu. Persetujuan itu pantas disambut hangat karena disponsori oleh Mesir revolusi yang sukses menumbangkan rejim lama yang dikenal sebagai sekutu dekat zionis Israel. Selain itu penghentian segera embargo zalim atas Gaza yang telah berlangsung sekitar 6 tahun.

Dibawah pemerintahan orde perubahan saat ini, sangat tepat bila kedua faksi utama yang bertikai (Fatah-Hamas) kembali mempercayakan Mesir, selaku negara Arab terbesar dan berpengaruh, sebagai penengah konflik intern Palestina. Kedua faksi ini, terutama Hamas merasa bahwa Mesir revolusi telah berubah 180 derajat dalam penanganan masalah Palestina yang sejalan dengan aspirasi rakyat Mesir yang mendesak agar penderitaan bangsa Palestina dari penindasan penjajah Zionis-Israel segera berakhir. Negeri Nil itu bakal mendapat dukungan kuat dari negara-negara Arab lainnya yang baru saja sukses pemilu dengan kemenangan parpol-parpol Islam.

Hampir dipastikan juga bahwa negara-negara Arab yang ditengarai masih menjalin persekutuan erat dengan AS tidak akan bisa lagi selalu mengiyakan negeri Paman Sam itu. Mantan PM Mesir, Essham Sharaf dan Sekjen Liga Arab, Nabil Al-Arabi, sejak dini mengingatkan bahwa prioritas kebijakan negaranya menyangkut Palestina ke depan adalah memperjuangkan tercapainya penyelesaian damai dan berdirinya negara Palestina merdeka bukan mengupayakan perundingan ke perundingan tanpa penyelesain.

Perundingan tanpa unjung penyelesaian dipastikan akan ditentang keras bangsa Arab sehingga rejim Arab mendatang tidak bisa lagi menjadikan perundingan sebagai sarana membeli hati publik seperti kejadian pada berbagai perundingan sebelumnya. Memang akhir-akhir ini banyak masukan ditujukan kepada parpol-parpol Islam pemenang pemilu terutama Al-Ikhwan Al-Muslimun agar lebih fokus pada masalah-masalah dalam negeri.

Meminjam istilah Abdul Bari Athwan, pengamat Arab yang mukim di London dalam artikelnya “mausim an-nashahih lil ikhwanil muslimin” (musim kemunculan banyak nasehat bagi Ikhwanul Muslimin`` menyebutkan bahwa nasehat-nasehat tersebut intinya menyerukan menjadikan isu Palestina sebagai prioritas kedua. Menurutnya, seolah-olah ada kontradiksi antara memfokuskan masalah dalam negeri dengan isu Palestina secara bersamaan.

“Nasehat ini seolah-olah mengisyaratkan bahwa revolusi Arab sebatas revolusi orang-orang lapar yang menginginkan perut mereka diisi. Padahal sejatinya revolusi tersebut adalah sebagai upaya memulihkan kembali harga diri bangsa Arab,” paparnya. Apa yang dikemukakan salah satu analis Arab itu banyak benarnya bahwa revolusi tersebut selain menuntut perubahan demi kesejahteraan juga pemulihan harga diri yang salah satu wujudnya adalah kekompakan Arab bersama dunia Muslim lainnya dalam memenangkan isu Palestina.

Dalam suasana orde perubahan dunia Arab saat ini yang diwarnai pula dengan prestasi parpol-parpol Islam, saya kira harapan agar dunia Arab kembali berperan memperjuangkan isu Palestina dan bukan sekedar pengekor keputusan Barat bukanlah harapan yang sulit dicapai. Apalagi Mesir sebagai negara Arab terbesar telah muncul kembali sebagai pemimpin Arab pendukung kuat isu Palestina.*/Sana`a, 26 Muharram 1433 H

Penulis kolumnis hidayatullah.com, tinggal di San'ah, Yaman
13:00 | 0 komentar

Israel Akan Masukkan Kurikulum Baru "Area Musuh"


Negara Zionis Israel agaknya tidak mau berhenti berupaya mengalahkan gerakan perlawanan di Palestina. Pimpinan Angkatan Darat Zionis sedang serius mengkaji untuk memasukkan kurikulum pendidikan baru tentang "area musuh." Melalui kurikulum ini akan diperkenalkan lokasi-lokasi musuh, bagaimana mengidentifikasi mereka, dan juga sarana perang yang digunakan pada lokasi-lokasi tersebut.

Kurikulum yang akan diberlakukan untuk pendidikan militer Israel itu juga mencakup simulasi dengan mendirikan wilayah- wilayah-wilayah latihan yang menyerupai wilayah-wilayah di Libanon dan di Tepi Barat secara lebih detail, serta analisa infrastruktur musuh dengan mengetahui “dari setiap jalur mana yang mungkin dan tidak mungkin untuk membawa serdadu sampai.”

Angkatan Darat Israel bulan ini telah menerbitkan paket pelajaran baru yang terdiri dari 9 buku kecil, yang secara mendasar ditujukan kepada semua yang bertugas khusus di front Suriah. Dalam setahun mendatang akan dikenalkan paket baru pelajaran khusus tentang Tepi Barat, Jalur Gaza dan Libanon.

Dalam konteks terkait, sumber-sumber militer Zionis mengungkapkan bahwa militer Zionis dalam beberapa bulan mendatang akan membangun batalyon khusus yang akan menjadi semacam “kekuatan musuh” dalam latihan yang dilakukan di pangkalan-pangkalan pelatihan, tugasnya adalah untuk berperang melawan pasukan yang tiba untuk latihan di pangkalan.”

Radio Israel seperti dikutip Pusat Informasi Palestina, Jum'at (23/12) juga menjelaskan bahwa kesempatan tugas batalyon baru ini di pangkapan militer Tzalim, yang bersinggungan dengan kota Palestina berpenduduk. Para serdadunya akan dilatih cara-cara perang menghadapi organisasi-organisasi perlawanan Palestina, dengan tujuan memudahkan tugas pasukan yang akan menduduki targer-target berpenduduk di desa dan akan bekerja sesuai kajian-kajian ilmiyah dan pemantauan latihan. Para serdadu batalyon ini akan menggunakan senjata M16, roket Cornet, meriam anti tank yang tersebar di Jalur Gaza. Latihan juga akan melibatkan orang-orang bercadar menyerupai para demonstran, wartawan dan warga yang tidak terlibat dalam konfrontasi. [IK/IP]
09:00 | 0 komentar

Tewaskan 24 Tentara Pakistan, AS Akui Salah Serang


Amerika Serikat (AS) akhirnya mengaku bertanggungjawab atas tewasnya 24 tentara Pakistan. Kamis kemarin (22/12) Pentagon mengakui adanya kesalahan dalam operasi gabungan dengan komando Afghanistan sehingga menewaskan 24 tentara Pakistan bulan lalu.

Insiden yang membuat marah Pakistan itu terjadi ketika operasi gabungan pimpinan AS melancarkan serangan udara di perbatasan Afghanistan-Pakistan.

Hasil investigasi terhadap insiden tersebut menemukan, pasukan komando gabungan AS-Afghanistan telah salah menyimpulkan bahwa di lokasi target penyerangan saat itu tidak ada pasukan Pakistan. Dalam pernyataan yang dirilis kemarin sore waktu setempat, Pentagon menyebut bahwa kurangnya koordinasi antara pasukan AS-Pakistan dan kesalahan informasi terkait pemetaan informasi telah mengakibatkan dampak yang tragis dan fatal.

"Koordinasi yang lemah diantara para perwira AS dan Pakistan telah mengakibatkan kesalahpahaman soal keberadaan atau lokasi sebenarnya unit militer Pakistan," kata laporan itu.

Seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal (WSJ) kemarin, hasil penyelidikan itu akan dipaparkan di depan pejabat Pentagon hari ini (23/12). Laporan tersebut semakin mempertegas tanggung jawab militer AS atas serangan udara 26 November lalu yang telah memperburuk hubungan Amerika-Pakistan.

Insiden bulan lalu itu bukan pertama kalinya AS mengaku salah serang. Sebelum insiden itu, sedikitnya 1200 warga Pakistan tewas dalam kurun waktu enam tahun akibat serangan udara yang dilakukan militer AS.

Tentara AS sejak tahun 2004 hingga kini telah melakukan lebih dari 114 serangan roket ke Pakistan yang menewaskan lebih dari 1200 warga negara itu dengan lebih dari sepertiganya adalah warga sipil yang tak berdosa.

Aksi sewenang-wenang yang dilakukan militer AS dengan alasan perang melawan teror itu telah berulang kali dikecam oleh rakyat dan pemerintah Pakistan. [IK/JP/bsb]
08:00 | 0 komentar

Jika Suatu Saat Nanti Kau Jadi Ibu

Written By Admin BeDa on Kamis, 22 Desember 2011 | 11:00


Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, ketahuilah bahwa telah lama umat menantikan ibu yang mampu melahirkan pahlawan seperti Khalid bin Walid. Agar kaulah yang mampu menjawab pertanyaan Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia: "Ataukah tak lagi ada wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan? Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi mampu melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid?"

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Asma' binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman. "Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!)," kata Asma' kepada Abdullah bin Zubair. Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid. Namanya abadi dalam sejarah syuhada' dan kata-kata Asma' abadi hingga kini.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya. Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun. Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar. Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih. Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain. Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur'an. Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu. Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini: Zaid bin Tsabit.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah. Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu. Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab. Ia tidak lain adalah Imam Ahmad.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya. Seperti Ummu Habibah. Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya. Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya: "Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu. Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, amin!". Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya: Imam Syafi'i.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman. Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu. "Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram...", katanya memotivasi sang anak. "Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam masjidil haram...", sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan. Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani. Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama Abdurrahman As-Sudais.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses. Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu. Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan "Kamar DR. Zewail" di pintu kamar anak itu. Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri. Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor. Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia. Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, sebelum itu aku kini mengucapkan padamu -dan pada seluruh ibu- "selamat hari ibu". [Muchlisin]
11:00 | 8 komentar

Hamas Serukan Warga Lawan Pemeriksaan Telanjang Zionis


Hamas menyerukan kepada warga Palestina untuk menolak dan melawan kebijakan pemeriksaan telanjang di perbatasan Israel, Rabu (21/12). Gerakan yang berhasil membebaskan 1.027 tawanan Palestina dari penjara Israel itu juga mengecam keras aksi penghinaan terhadap dua pemuda Palestina yang melewati pos militer Israel di Selatan Nablus.

“Kami mengutuk keras penghinaan terhadap dua pemuda Palestina di pos militer kawasan Selatan Nablus. Kami menganggapnya sebagai pelanggaran nyata terhadap HAM dan kehormatan warga Palestina. Tindakan ini membuktikan sejauh mana rasialisme dan degradasi moral yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina,” tegas Hamas dalam pernyataannya.

Hamas menyerukan kepada warga Paelstina untuk menolak dan melawan kebijakan Israel yang sangat tidak bermoral itu. Di samping itu, Hamas menyerukan kepada segenap organisasi HAM dan lembaga dunia untuk mengungkap kejahatan Israel di forum internasional.

Baru-baru ini, Israel memberlakukan pemeriksaan telanjang terhadap warga Palestina di pos militer Hawara, Selatan Nablus. Tentu saja, penghinaan itu juga ditentang warga Palestina yang mayoritasnya adalah Muslim. [IK/IP]
09:00 | 0 komentar

Menyusul AS, Negara Lain Berencana Terbitkan Buku Provokatif Wilders


Buku itu berjudul "Ciri-ciri Kematian: Perang antara Islam dengan Dunia Barat dan Saya". Menurut penulisnyanya, Geert Wilders, buku itu merupakan bentuk dakwaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW, serta upaya mengingatkan Barat akan bahaya islamisasi.

Buku karya pemimpin Partai Kebebasan itu dijadwalkan terbit perdana di Amerika Serikat, 30 April 2012. Negara-negara lain juga telah menyatakan minatnya untuk menerbitkan buku itu. "Mereka (negara-negara di luar AS) akan segera menyusul" kata Wilders seperti dikutip radionetherland, Rabu (21/12).

Wilders tidak memberitahu apakah buku yang diterbitkan dalam bahasa Inggris ini akan diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda. "Buku ini menawarkan usulan konkret sekaligus solusi politik dalam bentuk analisis terhadap bahaya Islamisasi," kata dia.

Sebelumnya, Wilders sempat berkomentar terkait bukunya itu. Menurut dia, Islam adalah sebuah ideologi kebencian, kehancuran, dan penaklukan. "Ini adalah keyakinan kuat saya bahwa Islam adalah ancaman bagi nilai-nilai Barat, kebebasan berbicara, kesetaraan laki-laki dan perempuan, heteroseksual dan homoseksual, beragama dan kafir," katanya.

Buku ini akan menjadi buku kedua Wilders. Setelah sebelumnya, pada 2005 silam, ia menulis sebuah otobiografi singkat, berjudul "Memilih untuk Kebebasan". [IK/Rpb]
07:00 | 0 komentar

Foto-foto Eksklusif Saat Tawanan Palestina Kembali Berjumpa Keluarga

Written By Admin BeDa on Rabu, 21 Desember 2011 | 14:23


Pernahkah Anda berpisah dengan keluarga belasan tahun? Bagaimana rasanya ketika takdir  mempertemukan kembali Anda dan keluarga? Tentu bahagia. Sangat bahagia, hingga air mata dan isak tangis kebahagiaan menjadi bahasa pertemuan. Muslim Palestina, Dai Palestina, bahkan Mujahid Palestina juga manusia seperti kita. Mereka pun bisa menangis seperti kita. Inilah foto-fotonya:

(Foto-foto di bawah ini diambil oleh Al Markaz Al Filistin Al I'lam pada saat para tawanan yang dibebaskan Israel, Ahad (18/12) sebagai kesepakatan pertukaran tawanan dengan Gilad Shalit)
Luapan kebahagiaan banyak keluarga setelah terpisah sekian lama

"Nak... akhirnya kau kembali. Ibu menangis bahagia, tetapi ibu tetap
mendukungmu melawan penjajah Israel walau peluru memisahkan kita selamanya..."

Saat ayah dan buah hatinya bertemu pertama kali sejak bertahun-tahun lamanya,
maka menangis adalah bahasa pertama...

Bahkan lelaki dewasa pun tak kuasa menahan tangis...

Bertemu kembali dengan buah hati

Saudara seperjuangan menyambut dengan penuh kehangatan

Disambut keluarga dengan sepenuh cinta

Disambut teman dan handai taulan

Ibu dan anak menitikkan air mata, pelukan erat  tak mau berpisah selamanya

Menangis haru tiba kembali di kampung halaman yang dicintai

Air mata menjadi bahasa pertama pelepas rindu ayah dan anaknya
14:23 | 0 komentar

Para Tawanan Palestina Disiksa Sebelum Dibebaskan


Israel memenuhi janjinya untuk membebaskan 550 tawanan tahap akhir, Ahad (18/12), sebagai "tebusan" Gilad Shalit. Namun, sebelum dibebaskan ternyata para tawanan disiksa Zionis terlebih dulu. Hal itu terungkap dari pengakuan para eks tawanan setibanya di Palestina. Demikian The Palestinian Information Center, Selasa (20/12).

Sejumlah tawanan menegaskan, sebelum dibebaskan Israel mereka dihukum selama lima hari dengan ditempatkan di area terbuka yang sangat dingin tanpa diberi selimut. Para tawanan yang disiksa dalam kondisi dingin ekstrim itu bukan hanya laki-laki dewasa. Sebagiannya juga wanita dan anak-anak.

"Mereka dikumpulkan di dua penjara yang terpisah dan ditinggalkan menghadapi dinginnya musim dingin selama lima hari," ungkap para tawanan yang mendapatkan laporan dari para eks tawanan. Eks tawanan itu memang menyampaikan penyiksaan yang mereka alami kepada para wartawan setelah mereka tiba di rumahnya.

Para eks tawanan itu juga mengungkapkan kebahagiaan besar yang mereka rasakan pada saat pembebasannya. Hukuman berpuluh-puluh tahun yang sedianya mereka jalani akhirnya berakhir dengan keberhasilan Hamas "memaksa" Israel menyetujui pembebasan 1.027 tawanan sebagai harga pembebasan Gilad Shalit.

Gilad Shalid adalah serdadu Israel yang diculik Hamas sejak tahun 2006. Selama lima tahun, Mossad tak mampu mengendus keberadaan Shalit. Seperti dilanda putus asa karena gagal menemukan Shalit di wilayah yang luasnya hanya 360 Km2 serta atas tekanan keluarga Shalit, pemerintah Zionis menyepakati pertukaran itu. 450 tawanan plus 27 telah dilepaskan pada tahap pertama, pertengahan Oktober lalu. [AN/IP/bsb]
13:00 | 0 komentar

Hadits 36: Jihad adalah Sebagian dari Iman, Menang atau Syahid adalah Kebaikan


Senada dengan hadits ke-35, hadits ke-36 ini juga mengetengahkan bagian dari Iman. Meskipun secara eksplisit kita tidak menemukan kalimat seperti itu dalam hadits ini, Imam Bukhari memberikan judul باب الْجِهَادُ مِنَ الإِيمَانِ (Bab Jihad adalah sebagian dari Iman) untuk hadits ini.

Untuk lebih mengarahkan pembaca pada tekstual hadits, pembahasan hadits ke-36 ini judulnya diperpanjang menjadi "Jihad adalah Sebagian dari Iman, Menang atau Syahid adalah Kebaikan"

Berikut ini matan (redaksi) hadits Shahih Bukhari ke-36:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ انْتَدَبَ اللَّهُ لِمَنْ خَرَجَ فِى سَبِيلِهِ لاَ يُخْرِجُهُ إِلاَّ إِيمَانٌ بِى وَتَصْدِيقٌ بِرُسُلِى أَنْ أُرْجِعَهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ ، أَوْ أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ ، وَلَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى مَا قَعَدْتُ خَلْفَ سَرِيَّةٍ ، وَلَوَدِدْتُ أَنِّى أُقْتَلُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيَا ، ثُمَّ أُقْتَلُ ثُمَّ أُحْيَا ، ثُمَّ أُقْتَلُ

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Allah menggembirakan hati orang yang berperang di jalan Allah, yakni orang yang berperang semata-mata karena iman kepada Allah dan Rasul-Nya, bahwa ia akan kembali membawa kemenangan dan ghanimah, atau dimasukkan ke dalam surga. Andaikata tidak menyulitkan umatku, niscaya aku akan selalu ikut berperang. Aku ingin mati terbunuh di jalan Allah, kemudian hidup kembali dan terbunuh, kemudian hidup lagi dan terbunuh pula"

Penjelasan Hadits

انْتَدَبَ اللَّهُ لِمَنْ خَرَجَ فِى سَبِيلِهِ لاَ يُخْرِجُهُ إِلاَّ إِيمَانٌ بِى وَتَصْدِيقٌ بِرُسُلِى
Allah menggembirakan hati orang yang berperang di jalan Allah, yakni orang yang berperang semata-mata karena iman kepada Allah dan Rasul-Nya

Maksud dari "Allah menggembirakan hati" (انْتَدَبَ اللَّهُ) adalah segera memberikan balasan yang baik, atau mengabulkan keinginan. Bahwa bagi orang yang berjihad fi sabilillah, Allah akan memberikan satu dari dua hal yang akan disebutkan di belakang nanti.

Siapakah mujahid fi sabilillah (orang yang berperang di jalan Allah)? Hadits ini memberikan definisi bahwa mujahid fi sabilillah yang mendapatkan janji balasan kebaikan itu adalah orang yang berperang semata-mata karena iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Indikasi orang yang berperang karena keimanan semacam itu adalah, tujuannya berperang tidak lain adalah untuk meninggikan agama Allah.

Dalam hadits yang lain disebutkan,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلْمَغْنَمِ ، وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلذِّكْرِ ، وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِيُرَى مَكَانُهُ ، فَمَنْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِىَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu bertanya: "Ada orang berperang untuk mendapatkan ghanimah (rampasan perang), ada orang berperang supaya disebut-sebut (namanya), ada orang berperang supaya dilihat kedudukannya, maka manakah yang dapat disebut fi sabilillah?" Rasulullah menjawab: "Siapa yang berperang supaya kalimat Allah SWT menjadi tinggi, maka dia-lah yang berperang fi sabilillah" (HR. Bukhari)

Bagi orang-orang yang demikianlah, ada kabar gembira dari Allah, ada janji, ada balasan kebaikan yang akan didapatkan; baik ia menang maupun syahid. Apa itu balasannya?

أَنْ أُرْجِعَهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ ، أَوْ أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ
bahwa ia akan kembali membawa kemenangan dan ghanimah, atau dimasukkan ke dalam surga

Inilah balasannya. Sungguh, bagi mujahid fi sabilillah, ia menang maupun syahid, kedua-duanya adalah kebaikan. Jika ia menang maka ia akan kembali dengan membawa kemenangan dan ghanimah. Dengan kemenangan, dakwah akan semakin kokoh, Islam semakin kuat dan aturan-aturan Allah lebih luas dapat diterapkan. Sedangkan jika ia syahid, maka ia akan masuk surga.

Tak sekedar masuk surga seperti mukmin yang lain, orang yang syahid fi sabilillah memiliki keistimewaan khusus. Dalam sejumlah riwayat lainnya, termasuk dalam kitab jihad yang hadits-haditsnya insya Allah akan kita bahas pada gilirannya nanti, dapat diketahui bahwa keutamaan orang yang syahid fi sabilillah itu luar biasa. Diantaranya adalah tidak merasakan sakitnya mati kecuali seperti sakitnya digigit semut, mudah hisabnya karena dosanya diampuni kecuali hutang, dan sangat cepat dalam melintasi shirath menuju surga.

وَلَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى مَا قَعَدْتُ خَلْفَ سَرِيَّةٍ ، وَلَوَدِدْتُ أَنِّى أُقْتَلُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيَا ، ثُمَّ أُقْتَلُ ثُمَّ أُحْيَا ، ثُمَّ أُقْتَلُ
Andaikata tidak menyulitkan umatku, niscaya aku akan selalu ikut berperang. Aku ingin mati terbunuh di jalan Allah, kemudian hidup kembali dan terbunuh, kemudian hidup lagi dan terbunuh pula

Subhaanallah. Tidak ada keinginan Rasulullah untuk mati berkali-kali kecuali untuk mencapai syahid. Ini menggambarkan betapa besarnya pahala jihad dan mati syahid.

Rasulullah juga ingin untuk selalu ikut berperang. Namun beliau khawatir itu akan memberatkan umatnya, terlebih jika jihad dijadikan fardhu ain bagi setiap muslim pada setiap perang. Karenanya pada sebagian perang, khususnya perang-perang besar Rasulullah ikut, tetapi pada sebagiannya lagi Rasulullah menetap di Madinah, tidak ikut berperang. Perang Badar, Uhud, Ahzab, Khaibar, Fathu Makkah, dan Hunain, semuanya diikuti oleh Rasulullah. Tetapi pada beberapa ekspedisi (sariyah) Rasulullah cukup mengutus pasukan tanpa keikutsertaan beliau. Demikian juga pada perang Muktah, Rasulullah juga tidak ikut serta.

Begitu besarnya keutamaan mati syahid, hingga ketika orang yang syahid telah berada di surga, mereka juga memiliki keinginan seperti Rasulullah, seandainya bisa hidup lagi, berjihad lalu mati syahid lagi.

مَا أَحَدٌ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا عَلَى الأَرْضِ مِنْ شَىْءٍ ، إِلاَّ الشَّهِيدُ ، يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ ، لِمَا يَرَى مِنَ الْكَرَامَةِ

Tidak seorangpun yang masuk surga namun dia suka untuk kembali ke dunia padahal dia hanya mempunyai sedikit harta di bumi, kecuali orang yang mati syahid. Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian berperang lalu terbunuh hingga sepuluh kali karena dia melihat keistimewaan karamah (mati syahid). (HR. Al-Bukhari)

Karena itu, sebagai seorang muslim kita harus memancangkan niat untuk ikut berjihad fi sabilillah. Meskipun pada kenyataannya nanti tidak ada kesempatan untuk berjihad, niat yang ikhlas dan jujur itu akan membawanya meraih syahadah (pahala atau kedudukan mati syahid).

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ طَلَبَ الشَّهَادَةَ صَادِقًا أُعْطِيَهَا وَلَوْ لَمْ تُصِبْهُ

Barangsiapa yang memohon syahadah (mati syahid) dengan jujur, maka dia akan diberikan (pahala) syahadah meskipun dia tidak mati syahid. (HR. Muslim)

Pelajaran Hadits
Pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini diantaranya adalah:
1. Untuk mengokohkan kaum mukminin, Allah SWT menunjukkan keutamaan sebagian ibadah, termasuk jihad fi sabilillah;
2. Jihad fi sabilillah dalam pandangan Allah adalah jihad yang dilandasi iman;
3. Jihad fi sabilillah senantiasa berakhir dengan kebaikan. Jika menang, mujahid mendapatkan kemenangan dan ghanimah. Sedangkan jika syahid, ia mendapatkan surga;
4. Keutamaan jihad dan mati syahid sangat besar. Begitu besarnya hingga Rasulullah SAW secara khusus menginginkan bisa mati syahid berkali-kali.

Demikian hadits ke-36 Shahih Bukhari dan penjelasannya. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang memiliki niat untuk berjihad fi sabilillah, berdoa mendapatkan kemuliaan mati syahid dan mempersiapkan diri meraihnya. Wallaahu a'lam bish shawab.[]

KEMBALI KE HADITS 35
11:00 | 0 komentar

Masukkan alamat e-mail untuk mendapatkan up date Bersama Dakwah