
Menyusul beredar luasnya pidato KH Hasyim Muzadi yang "menghebohkan", Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Habib Salim Alatas atau Habib Selon menganjurkan Ketua PBNU KH Said Agil Siradj untuk mengaji ke KH Hasyim Muzadi. Pasalnya, Said Agil dinilai selama ini tidak membela Islam, justru membela kelompok liberal dan Amerika Serikat (AS).
"Said Agil memang liberal. Said Agil dikenal sebagai pembela artis maksiat Lady Gaga," tegas Habib Selon seperti dikutip EraMuslim, Rabu (6/6).
"Said Agil harus mengikuti jejak KH Hasyim Muzadi. Mantan Ketum PB NU ini orang alim, sholeh, dan berakhlaq. Berbeda dengan Said Agil yang membela Lady Gaga. Said Agil harus mengaji kepada KH Hasyim Muzadi," tegas Habib Selon.
Habib Selon mengakui, secara pribadi ia sangat menghormati KH Hasyim Muzadi sebagai tokoh panutan.
Ketegasan Hasyim Muzadi dalam membela Islam tampak nyata dalam pidatonya yang telah beredar luas dan membuat "heboh." Berbagai komentar mengiringi pidato yang menyayangkan tuduhan intoleransi agama di Indonesia itu, yang sebagian besarnya adalah komentar dukungan dan "acungan jempol" dari umat Islam. Dalam pidato itu Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) dan Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) tersebut menjelaskan pandangannya tentang ahmadiyah, GKI Yasmin, pendirian gereja, hingga Lady Gaga dan Irshad Manji. [IK/EM/bsb]
"Said Agil memang liberal. Said Agil dikenal sebagai pembela artis maksiat Lady Gaga," tegas Habib Selon seperti dikutip EraMuslim, Rabu (6/6).
"Said Agil harus mengikuti jejak KH Hasyim Muzadi. Mantan Ketum PB NU ini orang alim, sholeh, dan berakhlaq. Berbeda dengan Said Agil yang membela Lady Gaga. Said Agil harus mengaji kepada KH Hasyim Muzadi," tegas Habib Selon.
Habib Selon mengakui, secara pribadi ia sangat menghormati KH Hasyim Muzadi sebagai tokoh panutan.
Ketegasan Hasyim Muzadi dalam membela Islam tampak nyata dalam pidatonya yang telah beredar luas dan membuat "heboh." Berbagai komentar mengiringi pidato yang menyayangkan tuduhan intoleransi agama di Indonesia itu, yang sebagian besarnya adalah komentar dukungan dan "acungan jempol" dari umat Islam. Dalam pidato itu Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) dan Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) tersebut menjelaskan pandangannya tentang ahmadiyah, GKI Yasmin, pendirian gereja, hingga Lady Gaga dan Irshad Manji. [IK/EM/bsb]






13 komentar:
Wah wah... gitu ya..
Terima kasih Habib atas sarannya....tapi alangkah baiknya tidak di forum umum......sesama ulama tdk perlu saling menuduh...semuanya mempunyai dasar masing2
Afwan,pak siad agil itu bukan ulama. beliau itu cendekiawan. dalam al-qur'an kriteria ulama itu adalah takut pada Allah
setuju denga mas Chalek, jangan di tempat umum seolah-2 mengadu domba ulama:)
salam
lah bgm ga boleh d forum umum wong pak said agilnya jg ngomong itu kpd umum.kadung banyak orang umum yang dengar omongannya
Berita-beritanya kok nyerempet-nyerempet area bahaya / kontroversial, apa memang disengaja? Biar banyak traffiknya barangkali.
Jangan-jangan kesan adu-domba bukan hanya dalam isi muatan artikel saja, tapi isi komen juga seakan-akan ditujukan mengarah ke sana.
Yang disuruh mengaji kan anak kecil bukan?
Yang tua-tua sudah pada pinter-pinter.
Asal jangan pinter kebelinger aja.
ulama, habib, kiyai, ustadz adalah bukan orang@ yang saling membuka aib orang lain apalagi sesama ulama.
Saya beberapa kali mengikuti dialog Kyai Said Agil Siradj di media televisi. Sebagai Muslim saya merasa sangat sedih memiliki pemimpin umat macam dia. Semoga Pak Yai cepat sadar sebelum Alloh melaknatnya.
sbenarnya yang batil itu jelas dan yang benar itu jelas smga ALLOH membiming jalan yang lurus
TO TOKO B OL EN kenapa takut membela kebathilan berani teriakdit4 umum, kenapa membela kebenaran ga berani,,,,,
ana ajungkan jempol buat KH Hasyim muzadi....katakan yg benar walau pahit rasanya
dua jempol tuk KH Hasyim Muzadi,....buat apa ngaku pemimpin jika tdk mau mengatakan Al-Haq,... jadi da'i, ulama' kyai maupun ustadz itu g asal ngomong kyak sa,id aqil,...nyata klo dia blm cocok tuk jdi pemimpin ormas besar spt NU,....
teruskan pak Kyai ana dukung 100%
Poskan Komentar