Ulama-ulama di Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) mengecam keras pembunuhan massal terhadap Muslim Rohingya, Myanmar. Rabithah juga meminta pemerintah Muslim dan lembaga-lembaga Islam untuk secepatnya memberikan pertolongan kepada Muslim di Myanmar yang telah menderita sejak lima belas tahun lalu itu.
Rabithah memperingatkan akan berlanjutnya penganiayaan terhadap Muslim yang ada di Rohingya. Organisasi yang didirikan di Makkah tahun 1962 itu juga menghimbau seluruh yayasan dan lembaga amal di seluruh dunia untuk membantu pengungsi Muslim Rohingya serta mendesak negara-negara Muslim, terutama negara-negara Teluk yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC), untuk membantu Bangladesh menampung Muslim yang mengungsi ke sana.
Berbagai bentuk kekerasan, perampokan, pembunuhan hingga pemerkosaan dialami Muslim Rohingnya di Myanmar yang mayoritas Budha. Ribuan Muslim yang ketakutan dengan kekerasan yang terus berlangsung, memilih mengungsi ke Bangladesh. Pejabat imigrasi Bangladesh memperkirakan, saat ini terdapat 300 ribu pengungsi Rohingya. Mereka memilih Bangladesh dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Namun, pengungsian tersebut bukan berarti tanpa masalah. Pekan lalu pihak berwenang Bangladesh memulangkan secara paksa sekitar 2000 orang etnis Rohingya. Selain itu, di daerah pengungsian kondisi para Muslim juga sangat memprihatinkan karena kekurangan makanan dan gangguan kesehatan akibat tempat tinggal yang memprihatinkan. Republika melaporkan, pekan lalu perahu-perahu Rohingya yang akan mengungsi ke Bangladesh ditembaki, mengakibatkan sebagian penumpang meninggal sebelum berhasil menginjakkan kaki di Bangladesh. [IK/Hdy/Rpb/Ar/bsb]
Rabithah memperingatkan akan berlanjutnya penganiayaan terhadap Muslim yang ada di Rohingya. Organisasi yang didirikan di Makkah tahun 1962 itu juga menghimbau seluruh yayasan dan lembaga amal di seluruh dunia untuk membantu pengungsi Muslim Rohingya serta mendesak negara-negara Muslim, terutama negara-negara Teluk yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC), untuk membantu Bangladesh menampung Muslim yang mengungsi ke sana.
Berbagai bentuk kekerasan, perampokan, pembunuhan hingga pemerkosaan dialami Muslim Rohingnya di Myanmar yang mayoritas Budha. Ribuan Muslim yang ketakutan dengan kekerasan yang terus berlangsung, memilih mengungsi ke Bangladesh. Pejabat imigrasi Bangladesh memperkirakan, saat ini terdapat 300 ribu pengungsi Rohingya. Mereka memilih Bangladesh dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Namun, pengungsian tersebut bukan berarti tanpa masalah. Pekan lalu pihak berwenang Bangladesh memulangkan secara paksa sekitar 2000 orang etnis Rohingya. Selain itu, di daerah pengungsian kondisi para Muslim juga sangat memprihatinkan karena kekurangan makanan dan gangguan kesehatan akibat tempat tinggal yang memprihatinkan. Republika melaporkan, pekan lalu perahu-perahu Rohingya yang akan mengungsi ke Bangladesh ditembaki, mengakibatkan sebagian penumpang meninggal sebelum berhasil menginjakkan kaki di Bangladesh. [IK/Hdy/Rpb/Ar/bsb]







10 komentar:
"...sesungguhnya muslim itu bagaikan satu tubuh..."
andai yg tertindas kaum nasrani pasti amerika akan gempur myanmar. di negara yg mayoritas penduduknya beragama islam, agama lain pasti dilindungi. wahai saudaraku kaum muslim rohingya, kami yakin nyawa kalian tidak sia-sia. syurga telah menanti kalian semua. aaamiiin
halooo...mana katanya slogan agama yg satu itu agama damai...di indonesia walaupun anda minoritas kami gk pernah ngusir anda
Islam adalah agama yang cinta damai..., kalian yang teriak2 mencaci maki islam harusnya berfikir paling tidak 2 kali, untuk dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar! ketika kalian ingin mencerca kaum muslimin sebagai barbar... lihatlah dan ingatlah peristiwa ini!!! kami (Muslim) cinta damai, tidak akan menyerang jika tidak diserang, sekali lagi ingat kejadian ini, ini adalah salah satu dari banyak peristiwa pembantaian kaum kami yang pernah terjadi, mereka semua itu adalah manusia, sebagian mereka tidak bersalah, tidak tahu apa2 apalagi memegang senjata....
semoga myanmar tengelam dalam tsunami di telan bumi dan habis seluruh rakyatnya masuk dalam perut bumi aminnnnnnnnnn
Bukannya Budha itu ajarannya cinta damai yah? Membunuh makhluk kidup untuk dimakan aja gak boleh. Loh ini kok malah membantai manusia.
Biadab,,,,,
semua agama memiliki tuhan yang sama...
apakah tuhan kalian selalu bertindak anarkis seperti ini ???
aku rasa tidak :)
Mungkin ini bentuk kelengahan. Sesungguhnya tidak ada perdamaian dan keadilan yang hakiki di muka bumi saat ini. Jadi kalau ingin damai bersiaplah untuk berperang, antara lain berlatih seni beladiri dan menggunakan senjata.
La Ilaha Ilallah...
Poskan Komentar