Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Write for Us  |  Kontributor  |  Pasang Iklan

Fiqih Dakwah

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Senin, 03 September 2012 | 11.00 WIB


Judul Buku : Fiqih Dakwah
Judul Asli : Ad-Da'wah, Qawaid wa Ushul
Penulis : Jum'ah Amin Abdul Aziz
Penerjemah : Abdus Salam Masykur
Penerbit : Era Adicitra Intermedia, Solo
Cetakan Ke : 7
Tahun Terbit : Sya'ban 1432 H / Juli 2011
Dimensi : 412 hlm., 23 cm
ISBN : 979-9183-04-9

***

Seorang mahasiswa aktifis dakwah pulang ke rumah. Ini adalah tahun kedua ia bergabung dengan organisasi dakwah. Semangatnya yang membara bertemu dengan karakter dakwahnya yang keras. Ia ingin orangtuanya terdakwahi, benar dalam beraqidah dan selamat dari bid'ah. Ia juga ingin masyarakat desanya di Bojonegoro itu berpemahaman sama dengan dirinya.

"Anakku ini menjadi apa sekarang?," orangtuanya kaget dengan penampilan dan sikap si anak. Ia datang dengan celana menggantung dan banyak melarang. Harapan orangtua akan anak yang santun pada orangtua seakan sirna. Terlebih mereka seakan dihina dengan label "bid'ah" dan "jahiliyah" yang dilontarkan anak terhadap tradisi leluhurnya.

Sikap serupa juga didapatkan tetangga dan masyarakatnya. Mereka merasa dihina dengan label "bid'ah" dan "jahiliyah" yang tiba-tiba mereka dapatkan. Padahal para ustadz dan Kyiai justru menjadi orang-orang terdepan dalam tradisi dan adat mereka. Singkat cerita, sebagian masyarakat terlibat perseteruan dengan mahasiswa itu, lalu mengadu pada orangtuanya, dan bersama-sama mereka sepakat untuk "mengusir" sang mahasiswa. Orangtuanya bahkan mengancam: "Jangan sebut lagi kami bapak dan emak, jika engkau masih seperti itu!". Mahasiswa itupun kembali ke kota, gagal mencapai misinya; mendakwahi orangtua dan tetangga.

***

Masih banyak kisah nyata lainnya, yang bahkan Anda sendiri pernah mengetahuinya, betapa dakwah yang hanya mengandalkan semangat tanpa dibekali dengan fiqih dakwah seringkali justru mendatangkan masalah. Tujuan dakwah tidak tercapai, justru obyek dakwah membuat tembok pemisah, menentang dan menolak dakwah mentah-mentah.

Fiqih Dakwah, dengan demikian, sangat diperlukan oleh para aktifis dakwah. Ia bukan sekedar mengenai metode menyampaikan dakwah tetapi juga meliputi kaidah-kaidah dalam berdakwah. Kita bersyukur bahwa sejumlah kitab Fiqih Dakwah telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Diantaranya ada Fiqih Dakwah-nya Ali Abdul Halim Mahmud, Fiqih Dakwah-nya Musthafa Masyhur, dan Fiqih Dakwah Iallah-nya Taufiq Yusuf Al-Wa'iy. Selain ketiga buku itu, Fiqih Dakwah karya Jum'ah Amin Abdul Aziz ini tak kalah bermutu untuk dibaca dan menjadi pegangan para dai.

Buku Fiqih Dakwah ini terdiri dari empat bagian. Pertama, menjelaskan tentang prinsip-prinsip dakwah dan hal-hal yang terkait dengannya. Diantaranya makna dakwah, dalil kewajiban dakwah, keutamaan dakwah, karakter dan sarana dakwah.

Bagian kedua menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan dai. Bahwa Islam tegak dengan dakwah. Dakwah tegak dengan adanya dai. Karenanya dai harus menjadi cermin bagi Islam. Pada bagian ini dipaparkan karakter dai, yaitu amanah, shidq, ikhlas, rahmah, rifq, hilm, shabr, hirsh, tsiqah dan wa'iy.

Bagian ketiga menjelaskan prinsip dan kaidah dakwah para Rasul. Di dalamnya disajikan contoh kadiah dakwah para Rasul, kaidah-kaidah dakwah secara umum, hingga sikap dai terhadap masyarakat dan tingkatan hukum yang hendak didakwahkan serta tingkatan manusia yang hendak didakwahi.

Bagian keempat adalah bagian paling tebal dari buku Fiqih Dakwah ini. Sesuai judul aslinya, Ad-Da'wah, Qawaid wa Ushul, bagian keempat yang membahas kaidah-kaidah dakwah inilah yang menjadi inti sekaligus kelebihan buku ini dibandingkan buku-buku Fiqih Dakwah yang lain. Di dalamnya dijelaskan secara mendalam mengenai 10 kaidah dakwah yang diambil dari ushul fiqih oleh sang penulis.

10 kaidah dakwah itu adalah:
1. Memberi keteladanan sebelum berdakwah
2. Mengikat hati sebelum menjelaskan
3. Mengenalkan sebelum memberi beban
4. Bertahap dalam pembebanan
5. Memudahkan, bukan menyulitkan
6. Yang pokok sebelum yang cabang
7. Membesarkan hati sebelum memberi ancaman
8. Memahamkan, bukan mendikte
9. Mendidik, bukan menelanjangi
10. Muridnya guru, bukan muridnya buku

Kesepuluh kaidah itu dibahas dalam 223 halaman, sehingga penjelasannya mendalam dan bisa dipahami dengan baik oleh dai yang membaca buku ini untuk selanjutnya dijadikan pegangan dalam berdakwah. Selamat membaca dan mempraktikkan Fiqih Dakwah ini. [Muchlisin]


Iklan Anda

5 komentar:

Android Apps mengatakan...

Ternyata banyak juga ya buku fiqih dakwah :)

Anonim mengatakan...

Mantaappks kadiah dakwahnya
bijaksana & penuh pesona

Annur eL Karimah mengatakan...

masya Allah, perLu dicari buku fiqih dakwahnya. sepertinya memang wajib. Krna jika hanya tulisan tangan berdkwah tapi lisan tidak percuma.

husnul mengatakan...

bs dpt di mana yah bukunya??sdh cari di beberapa toko buku islam tp nggak ketemu juga.

Abu Fat mengatakan...

Buku-mbuku tentang dakwah di atas menarik, bagaimana cara membelinya?

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...