Software Quran terlengkap
Latest News
Rabu, 14 November 2012

Tahun Baru Hijriyah, Saatnya Hijrah

Beberapa jam lagi tahun 1433 H akan meninggalkan kita. Dan tahun 1434 H datang menyapa. Datangnya tahun yang baru, sesungguhnya adalah momentum berharga bagi kita. Bukan sekedar mengingatkan bahwa kita telah melewati rentang masa tertentu yang juga mengurangi kuota usia kita, tetapi juga membawa kesempatan untuk melakukan perubahan.

Bergantinya tahun hijriyah mengingatkan kita pada sejarah penentuan awal tahun Islam. Umar sebagai khalifah di waktu itu tidak memilih tahun kelahiran Rasulullah sebagai tahun pertama kalender Islam. Umar juga tidak memilih tahun turunnya wahyu pertama sebagai tahun pertama kalender Islam. Tetapi Umar memilih hijrah sebagai awal kalender Islam. Sebab, lahirnya Rasulullah adalah kehendak Allah semata. Diangkatnya Muhammad sebagai Nabi juga anugerah dan pilihan dari Allah yang tidak mungkin diduplikasi manusia setelahnya. Namun hijrah, ia adalah upaya manusiawi menempuh keridhaan Ilahi. Ia penuh dengan pengorbanan, baik harta maupun jiwa. Ia adalah bukti perjuangan. Sekaligus menandai komunitas baru yang merefleksikan Islam dalam entitas negara; peradaban Islam bermula!

Maka pergantian tahun baru hijriyah sesungguhnya mengingatkan kita akan sejarah perjuangan dan pengorbanan, sekaligus memberikan spirit baru bagi kita untuk berhijrah. Untuk menjadi lebih baik. Untuk menciptakan sejarah!

Hijrah, dalam arti berpindah tempat untuk menyelamatkan agama dan membentuk komunitas Islami, bukanlah kewajiban yang dibebankan kepada kita saat ini. Bahkan “La hijrata ba’dal fathi”; tak ada lagi hijrah (ke Makkah) sesudah futuhnya. Namun hijrah secara hakikat harus terus dilakukan, harus terus diperbaharui.

الْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Muhajir adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah (HR. Bukhari)

Demikianlah hakikat hijrah, dan demikianlah idealnya kita di setiap pergantian tahun hijriyah. Meninggalkan larangan Allah, berhijrah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan kata lain, kita melakukan muhasabah terhadap capaian kita di tahun 1433 H dan membuat resolusi tahun 1434 H.

Resolusi 1434 H yang kita susun, idealnya mencakup semua peran kita. Baik sebagai individu, peran dalam keluarga, peran dalam pekerjaan/bisnis, peran dalam organisasi/jamaah, dan sebagainya.

Dalam tataran individu, kita perlu melakukan muhasabah dan resolusi dalam 10 aspek kepribadian Islam (syakhsiyah Islamiyah):
1. Salimul Aqidah: di mana kelemahan aqidah kita selama tahun 1433 H, dan bagaimana kita mengokohkannya sepanjang tahun 1434 H
2. Shahihul Ibadah: kita evaluasi intensitas dan kualitas ibadah kita selama tahun 1433 H, dan bagaimana kita meningkatkannya dalam tahun 1434 H
3. Matinul Khuluq: kita evaluasi akhlak kita mana yang kurang baik selama tahun 1433 H dan bagaimana kita memperbaikinya pada tahun 1434 H
4. Mutsaqaful Fikri: kita evaluasi kekurangan wawasan dan keilmuan kita selama tahun 1433 H dan bagaimana kita memperluas/memperdalamnya pada tahun 1434 H
5. Qadirun alal Kasbi: kita evaluasi bagaimana kesehatan finansial selama 1433 H dan bagaimana kita memperbaikinya dalam tahun 1434 H serta terus menjaganya agar selalu halal
6. Qawiyul Jismi: kita evaluasi kesehatan, kebugaran dan kekuatan fisik kita selama 1433 H dan bagaimana perbaikan kita untuk tahun 1434 H
7. Mujahidun Li Nafsihi: kita evaluasi kesungguhan kita dalam menjauhi larangan Allah selama 1433 H dan meningkatkan komitmen pada tahun 1434
8. Munazham fi su’unihi: kita evaluasi apakah selama 1433 H urusan kita sudah tertata rapi dengan manajemen yang bagus dan bagaimana kita memperbaikinya pada tahun 1434 H
9. Haritsun ala Waqtihi: kita evaluasi apa yang kurang dari manajemen waktu kita pada 1433 H dan bagaimana perbaikannya pada 1434 H
10. Nafi’un li Ghairihi: kita evaluasi kemanfaatan diri kita dalam berbagai peran. Untuk yang satu ini, ia terkait dengan peran kita berikutnya, baik sebagai ayah/ibu bagi anak-anak kita, suami bagi istri kita, peran dalam lingkup masyarakat, pekerjaan/bisnis kita, dan juga amanah dalam organisasi/jamaah dan amanah publik.

So, mari kita songsong dengan penuh optimisme tahun baru 1434 hijriyah dengan hijrah. Dengan perubahan, dengan perbaikan. Salam resolusi. [Muchlisin]

Iklan Anda
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Item Reviewed: Tahun Baru Hijriyah, Saatnya Hijrah Rating: 5 Reviewed By: Bersama Dakwah