Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Write for Us  |  Kontributor  |  Pasang Iklan

Belajar dari Prestasi Keluarga Ibrahim ‘alaihissalaam

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Sabtu, 30 Juni 2012 | 08.00 WIB


Ibrahim ‘alaihissalaam. Siapa yang tidak kenal dia? Seorang nabi yang diperintah Allah dalam mimpinya untuk menyembelih putranya Ismail yang kemudian diganti dengan domba dan kisahnya dijadikan hikmah sepanjang zaman, mendasari momentum Idul Adha yang dirayakan seluruh ummat muslim di belahan dunia manapun. Namun, apa hanya sekedar itu kita mengenal sosok Ibrahim?

Ibrahim, hamba mulia yang namanya disebut hingga 69 kali di dalam kitab Al Qur’an. Ibrahim, sosok pelopor perubahan, Bapak Perubahan, yang memberikan contoh nyata bagaimana makna berhijrah dari kejahiliyahan di masa lampau menuju mardhotillah, dan ia benar-benar berfikir siang dan malam merenungi Tuhannya hingga ia dipilih Allah sebagai bagian dari penerus generasi para Nabi yang keturunannya juga banyak menjadi Nabi. Sebutlah Ismail as, Ishaq as, Ya’qub as, Musa as, Harun as, Daud as, Sulaiman as, Zakaria as, Yunus as, Isa as, dan Muhammad Saw. Subhanallah, betapa banyak generasi keluarga Ibrahim yang memiliki kontribusi dahsyat dalam tegaknya dinul Islam. Ibrahim, dijuluki uswatun hasanah sebanyak dua kali di dalam Al Qur’an, yakni di surah Mumtahanah ayat 4 dan 6 yang berbunyi “Qad kaanat lakum uswatun hasanatun fii ibrahiima walladziina ma’ahu” yang artinya “Sungguh telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya”. Sebutan ini melebihi jumlah sebutan uswatun hasanah pada Rasulullah yang terdapat di surah Al Ahzab ayat 21. Allah Swt pun memberikan tempat istimewa bagi Ibrahim, yakni sebuah surah dengan nama Ibrahim, selain itu disebutkan juga kata “millata Ibrahiim” yang berarti agama Ibrahim di dalam Al Qur’an sebanyak 9 kali. Masih tentang Ibrahim, dipandang tidak sempurna sebuah shalawat yang dihaturkan kepada Rasulullah jika tanpa menyebut nama Ibrahim. Bahkan, ummat Islam yang pada hari ini menunaikan ibadah haji dan umroh di tanah suci juga menapak tilasi perjuangan Ibrahim as.

Allah Swt dalam firmannya di surah An Nahl ayat 120-122 menjelaskan bahwa ada empat karakter Ibrahim yang begitu mulia sehingga menjadikannya istimewa di hadapan Allah. Disebutkan, “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah), dia mensyukuri nikmat-nikmatNya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus. Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia, dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang yang shaleh.”

Mari coba kita bedah ayat-ayat ini. Karakter Ibrahim yang pertama, “أُمَّةً كَانَ إِبْرَاهِيمَ إِنَّ”, disini dipilih diksi al ummah karena Ibrahim itu meskipun ia hanya seorang tapi ia seperti sekumpulan banyak orang dalam sebuah pribadi. Selain itu, disebut al ummah karena ia mengajarkan kebaikan-kebaikan sehingga sampai hari ini pun ia banyak diikuti oleh orang-orang di seluruh dunia. Kebaikan-kebaikan Ibrahim itu adalah kumpulan investasi. Ia menjadikan istrinya, anaknya dan seluruh yang ia punyai sebagai sarana mengajarkan kebaikan yang banyak. Kita faham bahwa dengan mengajarkan kebaikan kepada orang lain maka kita akan mendapatkan pahala yang sama yang akan menjadi investasi dunia akhirat. Salah satu investasi dari prestasi keluarga Ibrahim terdahsyat adalah sumur zam-zam, sumur yang tidak kering mata airnya, yang digunakan oleh seluruh jamaah haji dari jaman dahulu hingga kini lebih dari beberapa ribu tahun. Bahkan kini, tak perlu menjadi jamaah haji pun kita dapat menikmati nikmatnya air zam-zam dari tanah air di toko-toko Arab atau penyedia perlengkapan haji. Prestasi Keluarga Ibrahim yang lain adalah pondasi Ka’bah. Sungguh beruntung Negara Arab Saudi yang memiliki Baitullah, karena ia juga tak pernah dijajah dan menjadi kaya-raya di negeri gurun yang tandus dan susah untuk digunakan sebagai lahan pertanian, bahkan permukiman. Prestasi ketiga keluarga Ibrahim adalah tentang Qurban, yang sebentar lagi juga akan kita nikmati. Dengan adanya prestasi itu, manusia-manusia berikutnya menjadi ahli-ahli peternakan, mempelajari tentang ternak, dan itu sungguh memberikan kebermanfaatan luar biasa bagi manusia. Pertanyaannya, sejauh mana kemudian prestasi yang kita miliki hari ini kemudian mampu menjadi investasi yang menularkan kebermanfataan dalam balut keberkahan kepada orang lain, tidak muluk-muluk seluruh ummat, tapi mulai dari lingkup terkecil di sekitar kita?

Karakter kedua Nabi Ibrahim adalah “لِلَّهِ قَانِتًا” yang artinya selalu melaksanakan perintah Allah. Dalam keadaan rasional ataupun tidak, mungkin ataupun tidak, ketaatan Ibrahim tidak goyah sedikitpun. Sedikit kisah tentang perjalanan Ibrahim dan keluarganya. Ibrahim lahir di ‘Ur, Babylonia, Irak. Kemudian ia hijrah ke Palestina, bersama istri pertama menanti 90-100 tahun berharap memiliki anak. Hingga istrinya justru memberikan ijin kepadanya untuk menikahi Siti Hajar. Setelah menikah, ia hijrah dengan Hajar menuju Mekkah, dan memiliki putra, yakni Ismail. Ketika di tengah padang pasir, Ibrahim pergi dan Hajar bertanya padanya, “Hai Ibrahim, mau kemana engkau?” Ibrahim tidak menjawab. Hajar bertanya berulang kali. Ia menanyakan, “Kau tinggalkan kami di sini?” Ibrahim pun masih terus pergi tidak menjawab. Hingga Ibunda Hajar bertanya lagi, “Apa Allah yang menyuruhmu?” Nabi Ibrahim menjawab, “Na’am”. Lalu, bunda Hajar mengatakan, “Baiklah, kalau begitu. InsyaAllah, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.” Subhanallah, bayangkan jika itu terjadi pada kita. Mungkinkah hanya berbekal ath-tha’ah kepada Allah kita kemudian mengembalikan semua kepadaNya? Kemudian, di cuplikan kisah berikutnya, Ibrahim pergi ke istri pertama. Setelah Ismail sudah agak besar, dengan kerinduan yang kuat kepada Ismail, ia kembali pada istri yang kedua. Akan tetapi, pada saat itu muncul perintah Allah yang luar biasa tentang mimpi menyembelih Ismail. Antum bisa membayangkan, ketika kerinduan antum memuncak pada orang-orang yang antum sayangi, bagaimana jika kemudian Allah memberikan perintah seperti kepada nabi Ibrahim? Sanggupkah kita sami’na wa atha’na?

Karakter Ibrahim yang ketiga adalah “الْمُشْرِكِينَ مِنَ يَكُ وَلَمْ حَنِيفًا”, bahwa Ibrahim adalah orang yang lurus dan bukan tergolong orang musyrik. Antum ingat kisah shafa dan marwa? Ketika ibunda Hajar berlari-lari kecil diantara keduanya, doa apa yang selalu dipanjatkan, dan hanya itu satu-satunya doa yang dipakai sa’I hingga hari ini? “Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku wahuwa ‘ala kulli syai in qadiir”. Pelajaran tauhid pertama. Itulah sebabnya nabi Ibrahim juga disebut sebagai Bapak tauhid. Dan doa ini merupakan doa yang afdhal dari masa Rasulullah dan sebelum Rasulullah untuk merasakan keimanan yang nyata.

Karakter Ibrahim yang keempat adalah “syaakiran lian’umihi” yakni seseorang yang bersyukur atas nikmatNya. Subhanallah… bagaimana dengan kita? Sudahkah kita jadi hamba yang bersyukur? Bahkan Rasulullah pun ketika ditanya saat sholat hingga kakinya bengkak, “Ya Rasul, bukankah engkau itu ma’sum, lalu mengapa terus beribadah tiada henti kepada Allah?” dengan santai Rasul menjawab, “Bukankah seharusnya aku menjadi hamba yang bersyukur?”. Dengan keempat karakter itu, Ibrahim dipilih sebagai wali Allah. “Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus. Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia, dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang yang shaleh”. Salah satu doa nabi Ibrahim yang diabadikan di dalam Al Qur’an di surah al Baqarah:129, yakni “Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayatMu dan mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkau Yang Maha perkasa, Maha Bijaksana.” Kemudian doa itu dijawab oleh Allah di surah Ali Imron:164, yang artinya “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al Quran) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. ” Subhanallah, janji Allah itu pasti, 2000 tahun kemudian, lahirlah Rasulullah dari keturunan Ismail as sesuai dengan request Nabi Ibrahim, doa Nabi Ibrahim kepada Allah Ta’ala.

Bagaimana saudaraku, sudah siap mengukir prestasi seperti Nabi Ibrahim dan keluarganya? Sudah siap berinvestasi jangka panjang hingga yaumil akhir? Wahai ikhwah, bersatulah, ukir prestasimu, berikan kebermanfaatanmu, untuk Islam, bangsa, dan keluarga kita tercinta! Allahu akbar![]


Penulis : Ita Roihanah, ST
Freelance Architect and Researcher
Sekretaris Departemen Kebijakan Publik KAMMI Malang Raya
08.00 | 2 komentar

Media Indonesia: Indonesia Perlu Belajar dari Mursi

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Jumat, 29 Juni 2012 | 18.00 WIB

Media Indonesia mensarankan pemerintah Indonesia belajar dari presiden Mesir yang baru terpilih, Muhammad Mursi. Dalam editorialnya, Rabu (27/6) lalu, Media Indonesia juga menyebut pidato kemenangan Mursi menyejukkan semua kalangan.

Apa saja pelajaran dari Mursi yang harus diambil pemimpin dan elite negeri ini? Berikut teks lengkap editorial Media Indonesia:


Belajar dari Mursi


Indonesia boleh berbangga menjadi salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Namun, untuk mengelola negara, negeri ini masih harus berguru dari mancanegara termasuk Mesir.

Mesir memang baru saja menjelma sebagai negara demokrasi. Untuk kali pertama setelah era monarki berakhir pada 1953, mereka memiliki pemimpin dari kalangan sipil dengan terpilihnya Muhammad Mursi sebagai presiden, Minggu (24/6).

Musri mengalahkan Ahmed Shafiq, mantan perdana menteri di era diktator Hosni Mubarak. Pemimpin Ikhwanul Muslimin itu meraup 51,73% suara berbanding 48,37% suara dari 50,3 juta warga yang menggunakan hak pilih.

Kemenangan Mursi merupakan awal dari masa depan yang lebih menjanjikan bagi rakyat Mesir setelah puluhan tahun terkungkung kekuasaan militer.

Kekhawatiran bahwa Mursi akan tetap mengekang kehidupan karena ia berasal dari partai politik beraliran keras tidak beralasan.

Pidato kemenangan yang ia gelorakan menyejukkan semua kalangan. Mursi, misalnya, menyatakan siap menjadi pemimpin bagi semua warga Mesir. Ia menyerukan persatuan nasional setelah seluruh energi dan darah rakyat terkuras menggulingkan Mubarak, kemudian tersita pada perlombaan polarisasi selama pemilu.

Bagi Mursi, seluruh rakyat Mesir entah itu buruh, sopir bus, pedagang, masinis, atau pelajar adalah keluarganya. Bagi Mursi, sekat-sekat agama dan status merupakan musuh peradaban yang wajib dirobohkan.

Mursi pun tidak menganggap dirinya sebagai penguasa. Rakyatlah yang akan menjadi sumber kekuasaan. Dia merasa tak memiliki hak, yang ada hanyalah kewajiban. Kewajiban sebagai pelayan untuk melayani rakyat.

Mursi memang baru empat hari terpilih sebagai Presiden Mesir dan akan dilantik pada Sabtu (30/6) nanti. Namun, seabrek pelajaran berharga sudah bertaburan darinya. Pidato yang ia sampaikan sarat dengan petuah yang patut diteladani oleh pengelola Republik ini.

Mursi mengajarkan bagaimana seharusnya seorang pemimpin bersikap. Ia menempatkan diri bukan sebagai penguasa, melainkan pelayan. Ia menempatkan toleransi di atas segala-galanya. Ia mengubur dalam-dalam perbedaan.

Sikap-sikap itulah yang semestinya menjadi pijakan para pemimpin dan elite negeri ini. Akan tetapi, fakta yang ada justru sebaliknya. Bukannya menjadi pelayan, mereka malah meminta dilayani.

Pemimpin di Republik ini terus berasyik ria memanjakan diri dan selalu surplus syahwat untuk menggerus uang rakyat lewat korupsi. Mereka juga masih cenderung membiarkan, bahkan terkesan memfasilitasi kekerasan atas nama agama. Intoleransi diberi ruang seluas-luasnya.

Mursi sebenarnya bukanlah contoh pertama bagaimana menakhodai negara.

Seabrek pelajaran ditunjukkan para pemimpin mancanegara. Pada Februari silam, Presiden Jerman Christian Wulff mengajarkan kita untuk sekadar memiliki rasa malu. Wulff mundur karena malu diguncang pemberitaan skandal korupsi.

Banyak pemimpin di Brasil, Jepang, atau Korea yang juga menyodorkan teladan bagaimana bersikap kesatria.

Pelajaran demi pelajaran soal mengelola negara terus bertaburan dari luar negeri. Sayangnya, itu semua tak pernah membuat pemimpin dan elite negeri ini menjadi pintar, bersih, dan arif. [sumber: metrotvnews.com]



18.00 | 0 komentar

Kepolisian Dubai Tantang Mursi, Mesir Panggil Duta UEA

Kepala Kepolisian Dubai Dhahi Khalfan membuat ulah lagi. Pria yang pernah mengancam akan menangkap Yusuf Qardhawi itu menyatakan bahwa departemennya akan melakukan perlawanan terhadap Mesir. Akibat pernyataan Khalfan di akun twitternya tersebut, Kementerian Luar Negeri Mesir memanggil duta besar Uni Emirat Arab (UEA) ke Kairo.

Menurut laporan kantor berita Mesir MENA, duta UEA akan dimintai klarifikasinya terkait pernyataan Khalfan. Sebab menurut Mesir, pernyataan Khalfan tak sejalan dengan sifat hubungan khusus antara Mesir dan UEA.

Khalfan selama ini dikenal sangat benci dengan Ikhwanul Muslimin. Khalfan pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Ikhwan sangat berbahaya, melebihi Iran. Kemudian ia mengeluarkan pernyataan lagi akhir Februari lalu bahwa negara Teluk merasa terancam dengan kehadiran Ikhwan.

Yang tidak kalah "mengejutkan", sebulan kemudian Khalfan mengancam akan menangkap Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional yang juga tokoh Ikhwan, Syaikh DR. Yusuf Qardhawi. Namun, setelah itu ia menjelaskan bahwa penangkapan Qardhawi akan ia lakukan jika ulama yang tinggal di Qatar itu berbicara mengenai Emirat di khutbah jumat.

Keberhasilan Ikhwan dalam memenangkan Muhammad Mursi sebagai presiden Mesir agaknya semakin menyulut kebencian Khalfan, sehingga ia membuat pernyataan yang sangat sensitif dan bisa merugikan negaranya sendiri. [JJ/Rpb/bsb]



14.30 | 2 komentar

Derita Muslim Rohingya: 15.000 Tewas, 21 Masjid Dibakar


Rentetan kekejaman terhadap Muslim Rohingnya di Arakan, Myanmar, masih terus berlangsung. Sejauh ini, jumlah Muslim yang tewas mencapai 15 ribu orang. Sebanyak 30 ribu Muslim dinyatakan hilang, sedangkan 5.000 orang lainnya ditahan, yang kebanyakannya adalah pemuda. Demikian laporan Nahzdatul Mufaqqirin, seperti dirilis EraMuslim, Jum'at (29/6).

Masjid juga tak luput dari target kekejaman orang-orang Budha Myanmar. Sedikitnya 21 masjid telah dibakar. Nahzdatul Mufaqqirin merinci, masjid-masjid yang dibakar itu terletak di desa Kemboh, Furam (2 masjid), Zailar (5 masjid), Buhor, Folton, Shun Dori, Dirom, Godubah, Forhali, Noyah, Shel Gara, Honsi, Am Bari, Sinkir, Santoli, dan Bodur.

Derita Muslim Rohingya tersebut kini mulai menjadi perhatian Muslim internasional. Ikhwanul Muslimin, organisasi Islam terbesar di Mesir yang baru saja memenangkan pemilu parlemen dan presiden, menyerukan negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap Myanmar, PBB, OKI, Liga Arab, lembaga HAM di seluruh dunia dan umat Islam agar bergerak bersama untuk menjaga kehidupan dan hak milik umat Islam Myanmar.

Sebelumnya, Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) juga mengecam keras pembunuhan massal terhadap Muslim Rohingya. Rabithah meminta pemerintah Muslim dan lembaga-lembaga Islam untuk secepatnya memberikan pertolongan kepada Muslim di Myanmar yang telah menderita sejak lima belas tahun lalu itu.

Selain pembunuhan dan tindak kekejaman yang melukai fisi, kerugian harta dan kehormatan juga dialami Muslim Rohingnya. Massa Budha dilaporkan merampok dan menjarah desa-desa Muslim di Arakan serta memperkosa sejumlah Muslimah di sana. Ribuan Muslim yang ketakutan dengan kekejaman yang terus berlangsung, memilih mengungsi ke Bangladesh. Pejabat imigrasi Bangladesh memperkirakan, saat ini terdapat 300 ribu pengungsi Rohingya. Mereka memilih Bangladesh dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Namun, pengungsian tersebut bukan berarti tanpa masalah. Pekan lalu pihak berwenang Bangladesh memulangkan secara paksa sekitar 2000 orang etnis Rohingya. Selain itu, di daerah pengungsian kondisi para Muslim juga sangat memprihatinkan karena kekurangan makanan dan gangguan kesehatan akibat tempat tinggal yang memprihatinkan. Pekan lalu perahu-perahu Rohingya yang akan mengungsi ke Bangladesh ditembaki, mengakibatkan sebagian penumpang meninggal sebelum berhasil menginjakkan kaki di Bangladesh. [IK/EM/Ar/Hdy/Rpb]


14.00 | 10 komentar

Ikhwanul Muslimin Sedang Bersedih, Seru Umat Bergerak


Sekretaris Jenderal Ikhwanul Muslimin Dr. Mahmud Husain menyatakan, saat ini Ikhwanul Muslimin sedang bersedih. Namun, kesedihan itu tidak terkait dengan pilpres yang telah dimenangkan Ikhwan.

”Hati kami merasa amat sedih dengan kabar pembantaian yang menimpa umat Islam di Myanmar, api yang membakar rumah-rumah mereka serta politik pengusiran bagi umat Islam yang masih berada di sana," kata Mahmud Husain.

Ikhwanul Muslimin juga menyerukan negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap Myanmar, PBB, OKI, Liga Arab, lembaga HAM di seluruh dunia dan umat Islam agar bergerak bersama untuk menjaga kehidupan dan hak milik umat Islam Myanmar, demikian lansir Ikhwan Online, Kamis (28/6).

Berbagai bentuk kekerasan, perampokan, pembunuhan hingga pemerkosaan dialami Muslim Rohingnya di Myanmar yang mayoritas Budha. Ribuan Muslim yang ketakutan dengan kekerasan yang terus berlangsung, memilih mengungsi ke Bangladesh. Pejabat imigrasi Bangladesh memperkirakan, saat ini terdapat 300 ribu pengungsi Rohingya. Mereka memilih Bangladesh dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Namun, pengungsian tersebut bukan berarti tanpa masalah. Pekan lalu pihak berwenang Bangladesh memulangkan secara paksa sekitar 2000 orang etnis Rohingya. Selain itu, di daerah pengungsian kondisi para Muslim juga sangat memprihatinkan karena kekurangan makanan dan gangguan kesehatan akibat tempat tinggal yang memprihatinkan. Republika melaporkan, pekan lalu perahu-perahu Rohingya yang akan mengungsi ke Bangladesh ditembaki, mengakibatkan sebagian penumpang meninggal sebelum berhasil menginjakkan kaki di Bangladesh. [IK/IO/Hdy/ bsb]



10.27 | 0 komentar

Doa Buka Puasa


Berikut ini adalah Doa Buka Puasa, yang merupakan bagian dari rubrik Kumpulan Doa-Doa.

DOA BUKA PUASA

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
(Dzahabadh dhoma,u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa,aLlah)

Artinya :
Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah

Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Abu Dawud dan Daruquthni, dihasankan Al-Albani dalam Irwaul Ghalil dan Misykatul Misbah

Demikian Doa Buka Puasa, semoga kita biasa mengamalkan doa tersebut. Doa-doa lainnya bisa diklik Di Sini



09.00 | 1 komentar

Rabithah Alam Islami: Tolong Segera Muslim Rohingya


Ulama-ulama di Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) mengecam keras pembunuhan massal terhadap Muslim Rohingya, Myanmar. Rabithah juga meminta pemerintah Muslim dan lembaga-lembaga Islam untuk secepatnya memberikan pertolongan kepada Muslim di Myanmar yang telah menderita sejak lima belas tahun lalu itu.

Rabithah memperingatkan akan berlanjutnya penganiayaan terhadap Muslim yang ada di Rohingya. Organisasi yang didirikan di Makkah tahun 1962 itu juga menghimbau seluruh yayasan dan lembaga amal di seluruh dunia untuk membantu pengungsi Muslim Rohingya serta mendesak negara-negara Muslim, terutama negara-negara Teluk yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC), untuk membantu Bangladesh menampung Muslim yang mengungsi ke sana.

Berbagai bentuk kekerasan, perampokan, pembunuhan hingga pemerkosaan dialami Muslim Rohingnya di Myanmar yang mayoritas Budha. Ribuan Muslim yang ketakutan dengan kekerasan yang terus berlangsung, memilih mengungsi ke Bangladesh. Pejabat imigrasi Bangladesh memperkirakan, saat ini terdapat 300 ribu pengungsi Rohingya. Mereka memilih Bangladesh dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Namun, pengungsian tersebut bukan berarti tanpa masalah. Pekan lalu pihak berwenang Bangladesh memulangkan secara paksa sekitar 2000 orang etnis Rohingya. Selain itu, di daerah pengungsian kondisi para Muslim juga sangat memprihatinkan karena kekurangan makanan dan gangguan kesehatan akibat tempat tinggal yang memprihatinkan. Republika melaporkan, pekan lalu perahu-perahu Rohingya yang akan mengungsi ke Bangladesh ditembaki, mengakibatkan sebagian penumpang meninggal sebelum berhasil menginjakkan kaki di Bangladesh. [IK/Hdy/Rpb/Ar/bsb]


04.00 | 10 komentar

Mesir Boleh Berbangga: Presidennya Hafal Qur'an, Ibu Negara Berjilbab

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Kamis, 28 Juni 2012 | 11.00 WIB


Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, Mesir boleh berbangga. Kini negeri seribu menara itu dipimpin oleh seorang presiden yang hafal Al-Qur'an. Muhammad Mursi bersama istri dan seluruh anaknya adalah penghafal Al-Qur'an.

Selain tercatat sebagai presiden pertama yang hafal Al-Qur'an, Mursi juga merupakan presiden Mesir pertama dari kalangan sipil. Selama 60 tahun sebelumnya, Mesir selalu dipimpin oleh Militer. Baik Muhammad Najib, Gamal Abdul Nasir, Anwar Sadat maupun Husni Mubarak, semua berasal dari jajaran militer.

Pria yang lahir di Provinsi Syarqiyah pada 20 Agustus 1951 ini juga memiliki catatan akademik yang brilian. Mursi meraih doktor bidang teknik material pada University of Southern California pada 1982, dan pernah menjadi dosen atau profesor pembantu di universitas di AS itu pada 1982-1985.

Dalam kehidupan berorganisasi, Mursi besar di Ikhwanul Muslimin. Amanah terakhirnya adalah anggota (Irsyad) atau dewan pimpinan tertinggi di jajaran organisasi Islam terbesar di Mesir tersebut. Selain itu ia juga mengetuai Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP).

Saat pidato kemenangan, Mursi menyatakan bahwa dirinya adalah pekerja dan pelayan rakyat Mesir. Senada dengan suaminya, Najla Mahmud, juga menyatakan dirinya sebagai pelayan bagi rakyatnya. Istri Mursi itu bahkan menolak digelari "First Lady" (Ibu Negara).

Jika Mursi tercatat sebagai presiden Mesir pertama yang hafal Al-Qur'an, Najla tercatat sebagai ibu negara pertama yang mengenakan jilbab. Ibu negara pendahulunya, mulai dari Ratu Nariman istri Raja Faruk hingga Suzzane Thabet istri Husni Mubarak, tak ada yang menggunakan jilbab. Hampir seluruhnya mengenakan pakaian barat atau busana sekuler.

Tentu, harapan Mesir bukan sekedar memiliki presiden yang hafal Al-Qur'an dan ibu negara yang berjilbab. Warga Mesir akan lebih bangga jika pemimpinnya yang telah menunjukkan keshalihan pribadi tersebut mampu menshalihkan masyarakat dan negara, serta menyejahterakan rakyat dan memajukan negara. [JJ/bsb]


11.00 | 20 komentar

Kantor Berita Iran Rilis Berita Palsu tentang Mursi


Pernyataan Presiden Mesir Muhammad Mursi bahwa ia akan menyeimbangkan hubungan antara Mesir dan Iran sehingga membuat tekanan yang kuat di Timur Tengah, ternyata adalah berita palsu. Kantor berita Iran "Fars", mengklaim Mursi mengatakan itu dalam wawancara dengan mereka. Namun, juru bicara Mursi, Yaser Ali, menegaskan presiden terpilih dari Ikhwan itu tidak pernah mengatakan hal seperti itu.

Yaser menambahkan, pihaknya juga akan mengambil tindakan hukum terhadap kantor berita Iran "Fars" yang mengklaim telah melakukan wawancara dengan Mursi. Demikian Hidayatullah, Rabu (27/6) mengutip Islammemo.

Kantor berita "Fars" mengklaim bahwa pernyataan Mursi tersebut dikatakan kepada mereka beberapa saat sebelum pengumuman hasil pemilu. Kantor berita itu memuat bahwa Mursi akan menyeimbangkan hubungan antara Mesir dan Iran sehingga membuat tekanan yang kuat di Timur Tengah.

Juru bicara kampanye Mursi, Faris Sayyid, juga membantah kebenaran berita tersebut.

"Tidak ada dalam agenda 'kebangkitan' yang dibuat Dr. Mursi yang mengacu pada masalah keseimbangan stategi di kawasan," tegasnya. [AM/Hdy]



10.00 | 3 komentar

Inginkan Bible Satu Versi, Uskup AS akan Revisi Perjanjian Baru NAB


Para Uskup Amerika Serikat (AS), baru-baru ini, mengumumkan rencana untuk merevisi Perjanjian Baru dari New American Bible. Revisi itu bertujuan menyatukan berbagai versi terjemahan Bible yang ada.

"Tujuannya adalah untuk menghasilkan terjemahan yang tunggal," kata Kardinal Donald W. Wuerl dari Washington DC pada 14 Juni lalu.

Wuerl menjelaskan, komite para uskup dalam urusan Ibadat dan Doktrin menyatakan keinginan adanya satu terjemahan yang cocok untuk semua aplikasi pastoral, termasuk doa individu, studi dan penggunaan kebaktian, bersama dengan proklamasi liturgi.

Terjemahan baru akan "memberikan kami salah satu sumber bahasa ketika kita berbicara tentang Firman Tuhan," ujarnya.

Wuerl mengakui, proyek menyatukan versi Bible tersebut adalah pekerjaan berat yang memakan waktu sangat lama dan membutuhkan langkah-langkah yang panjang. Sebagai perbandingan, proyek penterjemahan dengan merevisi Perjanjian Lama New American Bible berlangsung sekitar tujuh tahun, dari 1994 sampai 2001.

Wuerl menambahkan, revisi terjemahan Bible tersebut akan menggunakan prinsip yang sama yang dipandu dengan revisi terakhir dari Perjanjian Lama dalam New American Bible, serta norma untuk menerjemahkan Kitab Suci.

"Para sarjana injil yang bertanggung jawab untuk merevisi injil akan melakukannya dengan sangat sensitif kemudian mengajukannya ke pastoral, doktrinal, pertimbangan liturgi" saat mereka bekerja untuk menghasilkan konsep, yang kemudian akan disajikan untuk review dan persetujuan awal oleh subkomite terjemahan Kitab Suci.

Pengumuman rencana revisi untuk menyatukan berbagai versi terjemahan perjanjian baru itu sontak mendapatkan banyak tanggapan di kalangan Kristiani sendiri. Sedikitnya 52 komentar sejak 19 Juni lalu mewarnai pengumuman di laman chatolicnewsagency. Ada yang ingin bertahan pada versi lama terjemahan the Douay Rheims. Lalu dibantah orang lain bahwa versi itu terlalu mengada-ada karena berasal dari terjemahan Yunani ke Latin, baru ke Inggris. Ada juga umat Kristiani yang mengkhawatirkan revisi ini akan digunakan bahan argumentasi oleh kalangan Muslim bahwa Alkitab telah diubah dan hanya Al-Qur'an yang tidak pernah mengalami perubahan. [IK/Cna/EM/bsb]


09.00 | 2 komentar

Change!


BERUBAH atau MATI! Untuk apa suatu organisasi terus dipertahankan kalau ia hanya menjadi beban masyarakat? Hidup, tetapi mengidap penyakit ketuaan, tidak memberi manfaat, dan menyulitkan banyak orang. Kalimat ini adalah opening note yang sedikit saya revisi dari sebuah buku yang saya baca beberapa waktu lalu tentang perubahan.

Perubahan atau change bukanlah kata yang asing di telinga kita. Salah satu contohnya adalah “mahasiswa itu agen perubahan”. Dan kita memahami bahwa perubahan itu tidak kemudian dilakukan dari hal yang mula-mula besar, tapi dirintis dari hal-hal yang kecil. Akan tetapi, meskipun begitu, banyak kemudian orang yang susah melakukan perubahan meski kecil, hanya karena alasan susahnya memulai untuk berubah. Tidak banyak memang orang yang mampu melihat momentum perubahan, apa saja yang harus diubah, dan bagaimana merubahnya. Dari sebagian orang yang mampu ‘melihat’ perubahan, hanya beberapa yang kemudian mampu melakukan sesuatu atau bergerak untuk berubah. Banyak dari kita kemudian hanya mampu menjadi penonton dalam melihat realitas yang ada. Tidak berhenti sampai disini, dari beberapa yang mampu ‘bergerak’ itu perlu disadari bahwa hanya ada sedikit yang ‘mampu menuntaskan perubahan’. Melihat realitas hari ini dengan perubahan yang terjadi, di dalam diri kita, lingkungan kita, hingga bangsa kita, sudahkah perubahan yang terus menerus dilakukan itu tuntas sehingga kita layak menyandang gelar seorang agen perubahan?

“We can not solve the problem by using the same kind of thinking we used when we created them”. - Albert Enstein. Sebagian besar orang telah terperangkap oleh kesuksesan masa lalu. Pada beberapa hal, kita kemudian seringkali menggunakan cara-cara yang sama, strategi yang sama, dalam meyelesaikan permasalahan yang terus bergulir pada jaman yang berbeda. Seperti kata Peter Drucker, bahaya terbesar dalam turbulensi bukanlah turbulensi itu sendiri, melainkan "cara berpikir kemarin" yang masih digunakan untuk menyelesaikan masalah hari ini. Sometimes, nowadays, we have to change the rule of the game! Semestinya, ada inovasi solusi dalam mensiasati persoalan yang bergulir ketika menghadapi medan yang sangat variatif. Hal ini kemudian bisa jadi menjawab permasalahan-permasalahan kita di lapangan dalam kerja-kerja kita. Ketika terjadi sebuah hambatan dalam mengusung perubahan banyak yang kemudian stagnan dengan beribu alasan, atau tidak mampu ‘melihat’ secara visioner, ‘bergerak’ dengan kerja cerdas --bukan sekedar kerja keras, lalu menuntaskan sebuah perubahan.

Ada beberapa hal yang kemudian menghalangi kita dalam mengusung dan menuntaskan perubahan. Apakah itu? Mari kita uraikan sebagai berikut. Jika ada beberapa orang yang hendak pergi ke suatu tempat yang belum pernah ia kunjungi, seharusnya apa yang dia bawa? Peta. Ya, betul sekali. Peta adalah hal yang penting dalam perjalanan gerak menuju perubahan. Jangan sampai kemudian kita membawa peta yang salah. Sekalipun dalam perjalanan tersebut sudah ditunjuk seorang pemimpin, tetap saja semua anggota tim harus mampu ‘melihat’ medan. Hal ini penting, karena jika hanya pemimpin yang mampu melihat medan, bagaimana perubahan itu akan terjadi? Itu tidak mungkin terjadi. Tugas seorang pemimpin adalah menjadi co-team yang membantu mengarahkan dan mempercepat pengambilan keputusan. Begitupun dalam aktivitas kita. Tidak seharusnya kemudian mengandalkan hanya pada pemimpin atau oang-orang tertentu dalam tim. A leader takes people where they want to go. A great leader takes people where they don’t necessarily want to go but ought to be (Rosalynn Carter).

Berikutnya, tentang disiplin. “Bagaimana mau bicara soal disiplin organisasi kalau soal disiplin diri aja masih ribet”, pernyataan ini sempat terlontar dalam diskusi ringan saya dengan seorang teman beberapa tahun yang lalu. Setiap organisasi punya kultur, beberapa organisasi memiliki kedisiplinan, namun hanya sedikit organisasi yang punya kultur kedisiplinan. Selebihnya yang sangat menghalangi perubahan adalah kesolidan organisasi, komunikasi yang tidak berimbang, dan komitmen yang tidak kuat. Apabila hal-hal tersebut mampu di-cover semestinya tidak ada hambatan lagi untuk berubah.

Meminjam kata Mahatma Gandhi, kebahagiaan akan terjadi ketika apa yang kita pikirkan, apa yang kita katakan, dan apa yang kita lakukan kemudian menyatu dalam sebuah harmoni. Rangkaian kata tersebut sebenarnya telah kita pahami dalam Islam sebagai sebuah iman, a belief. Ketika kemudian kita menyadari bahwa setiap progress yang kita lakukan adalah bagian dari perjalanan perubahan hidup kita, maka pasti nantinya akan muncul sebuah harapan. Harapan itu akan seperti sebuah jalan di sebuah kota, dimana jalan itu semula tidak ada, lalu orang-orang berjalan di atasnya, barulah kemudian jalan itu terlihat keberadaannya (the road of hope comes into existence). Harapan perlu dipelihara dan dikendalikan dengan baik karena ia merupakan ekspektasi yang jika tidak diarahkan dengan benar justru akan menumbuhkan benih kekecewaan-kekecewaan apabila tidak tercapai.

Ada seseorang yang mengungkapkan bahwa, “Seorang pemimpin yang gagal menyelesaikan perubahan adalah seperti mahasiswa yang tak pernah diwisuda”. Atau dalam ungkapan lain yang pernah saya alami, meminjam redaksional Bunda Marwah Daud Ibrahim, “Bukan sebuha skripsi yang menggebrak, luar biasa idenya yang bagus, tapi juga ia yang selesai atau tuntas”. Begitupun dengan perubahan, bukan yang sangat menggelegar, atau penuh mimpi-mimpi tinggi, tapi apakah ia adaptif? Apakah ia aplikatif? Apakah ia mampu di target, diberi indicator dan dituntaskan? Oleh karena itu, kita harus pandai-pandai dalam me-manaj sebuah perubahan dimanapun kita berada, baik untuk diri kita sendiri, organisasi yang kita terlingkup di dalamnya, untuk masyarakat luas, ataupun untuk negeri kita tercinta, Indonesia. Seorang pemuda hari ini tidak lagi menunggu momentum ”melihat rakyat tertindas” terlebih dahulu untuk berubah dan selalu mengulang sejarah. Sukarno telah berpesan, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, akan tetapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” Untuk mahasiswa muslim Indonesia, selamat bergerak, teruskan perjuangan, tuntaskan perubahan! []


Penulis : Ita Roihanah, ST
Freelance Architect and Researcher
Sekretaris Departemen Kebijakan Publik KAMMI Malang Raya
08.00 | 2 komentar

Keutamaan Ramadhan (Taujih Hasan Al Banna)

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Rabu, 27 Juni 2012 | 11.00 WIB


Ramadhan 1433 H sebentar lagi akan tiba. Agar kita semangat dan siap menyambutnya, motivasi mengenai Keutamaan Ramadhan patut untuk kita pahami bersama. Berikut ini taujih Hasan Al Banna bertema Keutamaan Ramadhan yang beliau sampaikan dalam forum Hadits Tsulatsa:

Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, juga untuk segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat. Amma ba'du. Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Ikhwan sekalian, ini adalah malam yang agung lagi mulia. Kita sedang berada di dalamnya dan menikmatinya karena ia adalah wahana bersatunya hati yang saling menolong dalam ketaatan kepada Allah dan dalam rangka mencari ridha Allah. Saya tidak melupakan sentuhan yang tampak di hadapan saya, menggetarkan perasaan saya, dan mempengaruhi jiwa saya.

Kemarin saya berjalan-jalan bersama seorang akh. Kami memperbincangkan hal-hal biasa dan umum. Di sela-sela pembicaraan, akh ini mengingatkan bahwa sekarang hari Senin, dan besok hari Selasa. Sungguh menggembirakan dan mengesankan, ketika ia berbicara mengenai perasaan aneh yang muncul pada dirinya. Dengan bersahaja dan nada datar, ia berkata, "Saya sering menghitung-hitung kedatangan malam tersebut karena kerinduan untuk berjumpa dengan saudara-saudara saya." Kemudian ia melanjutkan perkataannya, "Sekarang saya mengeahui hikmah hari Jum'at dan shalat Jum'at, yang banyak di antara kaum muslimin tidak memperhatikan rahasianya. Andaikata mereka serius memperhatikan hari Jum'at dan shalat Jum'at, tentu keadaan mereka tidak sebagai mana sekarang. Ketika mewajibkan pertemuan-pertemuan ini, Islam melihat tujuan-tujuan luhur di dalamnya yaitu pertemuan jiwa dan hati yang ikhlas pada hari Jum'at untuk melaksanakan shalat Jum'at. Sayangnya, manusia melaksanakan shalat Jum'at sekedar sebagai pelaksanaan kewajiban, yang barangsiapa telah melaksanakannya, gugurlah kewajiban tersebut darinya dan barangsiapa belum melaksanakannya maka ia mendapatkan hukuman. Adapun hikmah yang ada di balik itu telah dilupakan oleh kaum muslimin sehingga pertemuan hari Jum'at menjadi sebuah pertemuan reflek saja, dan hanya tempat berjumpa secara fisik, selanjutnya bubar, sedangkan jiwa mereka tidak berjumpa dan hati mereka tidak bersatu."

Akh tersebut mulai berbicara panjang lebar, sedangkan saya sedikit kurang perhatian terhadap pembicaraannya, karena ia telah menghujani saya dengan dua sentuhan. Pertama, kegembiraan karena kaum muslimin mulai mengetahui faedah pertemuan ini, yaitu pertemuan hati dan jiwa. Inilah yang menggembirakan dan membahagiakan saya, sekaligus membuat saya kurang memperhatikan isi pembicaraannya.

Kedua, saya khawatir jika waktu berlalu terlalu lama sementara mereka belum juga mengetahui hikmah tersebut, sehingga mereka memahami Selasa hanya sebagai hari pelajaran, melupakan hikmah di balik itu yaitu tolong-menolong dalam rangka menggapai ridha Allah SWT.

Kita memohon kepada Allah SWT agar mempertemukan kita di dalamnya atas landasan cinta karena-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar doa.

Ikhwan sekalian, saya pandang bahwa saya perlu mengingatkan masalah Ramadhan, karena kita berada di ambang pintu Ramadhan dan hampir menyibukkan diri dalam kewajiban-kewajiban kita di dalamnya. Ramadhan adalah bulan barakah, rahmat, dan kebahagiaan. Betapa perlunya manusia merenung sejenak untuk bersiap-siap menyambutnya berikut kebaikan-kebaikan yang dikandungnya. Ia merupakan bulan yang dihormati di masa jahiliah, dan ketika Islam datang semakin dihormati dan dimuliakan. Di bulan ini Allah menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia. Betapa perlunya kita menenangkan dan menyadarkan jiwa tentang hak Ramadhan sebelum menjumpainya.

Ikhwan sekalian, Allah SWT menjadikan bulan ini sebagai bulan yang agung, memberikan keistimewaan yang banyak sekali kepadanya, serta menjadikannya sebagai salah satu fase kehidupan yang paling berharga dan salah satu stasiun perjalanan di atas jalan hidup yang lurus. Pada bulan itu seorang muslim mencurahkan sebagian besar perhatiannya kepada Allah, akhirat, dan peningkatan ruhani sebelum peningkatan materi. Ia adalah bulan ruhani, bulan kebersihan jiwa, bulan munajat, serta waktu untuk menghadap kepada Allah, memohon pertolongan dari Yang Mahatinggi lagi Mahabesar, dan menjalin hubungan dengan Al-Mala'ul A'la.

Ia adalah bulan yang mempunyai keistimewaan.


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur. (QS. Al-Baqarab: 185)

Ada pemancing perhatian yang indah dan kenikmatan yang luar biasa, yaitu dihubungkannya kandungan ayat ini dengan ayat yang lain.


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 186)

Kemudian ayat ini dilanjutkan lagi dengan ayat lain:


أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian; mereka itu adalah pakaian bagi kalian dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. (QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat mulia ini datang di sela-sela hukum-hukum puasa.


كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ

Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian. (QS. Al-Baqarah: 183)

Kemudian,


أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ

Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian. (QS. Al-Baqarah: 187)

Dengan serasi dan sempurna ayat ini berhubungan dengan ayat puasa. Kemudian di antara keduanya Allah SWT mendat angkan ayat lain.


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah: 186)

Hakikat agung yang terkandung di dalamnya adalah bahwa Allah SWT mendorong kita untuk bermunajat dan memohon kepada-Nya pada saat jiwa dalam keadaan paling dekat kepada Rabb-Nya.


لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al-Baqarah: 186)

Bulan Ramadhan adalah bulan permohonan, munajat, hidayah, dan petunjuk kebenaran. Hendaklah orang yang berpuasa menggembleng diri di dalamnya dan menjauhkannya dari urusan materi, agar kemanusiaannya meningkat dan bersambung dengan Rabb-nya.

Banyak hadits yang menarik manusia agar memperhatikan keutamaan bulan ini, ketinggian kedudukannya, kemuliaan hari-harinya, dan besarnya nilai taubat di dalamnya, sehingga memacu kaum muslimin untuk menyiapkan diri menjumpainya serta menyadari bahwa perniagaan di dalamnya pasti mendatangkan keuntungan. Waktu-waktu yang akan berlalu di dalamnya sangat berharga, dan kesempatan yang ada merupakan kesempatan emas.

"Wahai pencari kejahatan berhentilah
dan wahai pencari kebaikan kemarilah!"


Hendaklah kaum muslimin mengingatkan diri mereka dengan sabda beliau SAW:

Tiada hari yang merekah fajar padanya kecuali berseru, 'Hai anak Adam, aku adalah makhluk baru yang menyaksikan amal perbuatan-mu. Maka ambillah bekal dariku, karena aku tidak akan kembali sampai hari kiamat."

Ikhwan sekalian, hendaklah Anda benar-benar berusaha agar tidak ada waktu yang berlalu tanpa amal shalih. Jika Anda lalai, hendaklah kalian segera menyadari kelalaian Anda. Suatu ketika Hanzhalah ra. menemui Abu Bakar Ash-Shiddiq ra., dan berkata, "Abu Bakar, saya melihat keadaanku sebagaimana keadaan orang-orang munafik." Abu Bakaf lnenjawab, "Mengapa?" Hanzhalah berkata, "Bukankah ketika bersama Rasulullah SAW ruh kita menjadi lembut dan jiwa kita meningkat, tetapi jika kita meninggalkan beliau keadaan menjadi berubah-ubah?" Maka Abu Bakar berkata, "Marilah kita datang kepada Rasulullah SAW!" Nabi SAW bersabda, "Andaikata keadaanmu sebagaimana ketika di hadapanku, niscaya para malaikat akan menjabat tanginmu. Tetapi, sewaktu-waktu."

Jadi, terapi atas kelengahan adalah mengingat-ingat, introspeksi diri, dan senantiasa menjalin hubungan dengan Allah SWT.


إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Sesungguhnya oran-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (QS. Al-A 'raf: 201)

Bila setan berhasil menimpakan kelalaian pada hati kita dan menjauhkan kita dari sebagian kebaikan, maka hendaklah kita lebih merrperserius perjalanan, mengerahkan upaya, dan menghadap kepada Allah.


وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ

Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya. (QS. Asy-Syura: 25)

Hendaklah manusia melakukan persiapan dengan senantiasa bertaubat, memohon ampun, dan meninjau lembaran-lembaran masa lalu. Apabila kita mendapatkan kebaikan, kita memuji Allah, dan apabila kita mendapatkan keburukan, kita meninggalkannya seraya bertaubat kepada-Nya. "Wahai pencari keburukan, berhentilah!"

Jika dalam sehari Rasulullah SAW bertaubat seratus kali, sedangkan sebagaimana Anda tahu, Allah telah mengampuni segala dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang, maka bagaimana pendapat Anda tentang orang yang diliputi oleh perbuatan maksiat dari segala penjuru serta tenggelam dalam kesenangan dan syahwatnya. Maka kewajiban kita adalah memperbanyak istighfar apalagi kita berada dalam bulan suci. Kita menghadap kepada Allah dengan keimanan sempurna dan keikhlasan yang tulus, seraya memohon agar Dia memberi kita kemampuan untuk menempuh sebab-sebab.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murniya, mudah-mudahan Tuhan kalian akan menutupi kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (QS.At-Tahrim: 8)

Taubat yang murni dan penghadapan yang tulus dengan kembali kepada Allah SWT adalah salah satu sebab kebahagiaan sempurna pada hari kiamat dan jalan untuk menyertai Nabi SAW.


وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-Nisa': 69)

Maka, sejak sekarang hendaklah Anda bersungguh-sungguh menyucikan diri dari kotoran-kotoran dosa dan maksiat, karena Anda semua menghadapi kedatangan bulan Ramadhan. Karunia Allah di bulan Ramadhan lebih luas daripada di waktu lainnya. Maka, persiapkan diri Anda semua untuk menghadapi kewajiban agung ini. Nabi SAW. bersabda,

Barangsiapa telah didatangi bulan Ramadhan, tetapi tidak mendapatkan ampunan dari Allah, maka Allah tidak akan memberikan ampunan kepadanya.

Orang yang celaka adalah yang dihalangi dari rahmat Allah SWT pada bulan Ramadhan. Adalah wajib untuk mengingatkan diri tentang keutamaan bulan ini dan mempersiapkannya untuk beramal di dalamnya. Ramadhan telah mendorong amal yang banyak dan kewajiban yang luhur, seperd puasa, shalat, dzikir, serta membaca kitab Allah yang bisa membersihkan jiwa dan menghidupkan hati. Nabi SAW bersabda,

Puasa dan Al-Qur'an, pada hari kiamat akan memberikan syafaat kepada hamba. Puasa berkata, 'Rabbi, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat, maka perkenankan aku memberikan syafaat kepadanya.' Al-Qur'an berkata, 'Rabbi, aku telah mencegahnya dari tidur malam, maka perkenankan aku memberikan syafaat kepadanya.' Maka keduanya di perkenankan memberikan syafaat kepadanya.

Rasul SAW membaca dan mempelajari Al-Qur'an di hadapan Jibril pada bulan Ramadhan, sekali. Dan pada tahun terakhir beliau membacanya dua kali. Dakwah Anda semua adalah dakwah Al-Qur'an, sedangkan Anda sekalian mengatakan, "Al-Qur'an adalah pedoman hidup kami." Maka, bulan Ramadhan adalah dakwah Anda. Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dan renungkan kandungannya, karena Anda akan mendapatkan kenikmatan baru padanya ketika membaca ulang, sekalipun Anda seorang hafizh (penghafal) Al-Qur'an. Anda akan merasakan pengaruh yang menakjubkan jika membacanya dengan penghayatan makna. Jangan berusaha memahaminya dengan mendalami hal-hal yang pelik-pelik dan kajian yang njlimet, tetapi bacalah sebagaimana para sahabat Rasulullah SAW membacanya. Barangsiapa membacanya seperti ini, maka untuk setiap huruf yang dibacanya ia mendapat sepuluh kebaikan, dan Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mendengarkan satu ayat dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan cahaya dan petunjuk pada hari kiamat.

Ketahuilah bahwa bulan ini merupakan bulan sedekah dan kezuhudan terhadap materi. Karena itu, banyaklah menyantuni fakir miskin. Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan dan kedermawanan beliau paling besar terlihat pada bulan Ramadhan. Berusahalah agar, Anda mempunyai amalan yang tidak Anda tinggalkan selama bulan Ramadhan. Bersemangatlah dalam melaksanakan shalat tarawih. Kita melaksanakannya dengan membaca seluruh Al-Qur'an, delapan rakaat. Shalat tarawih merupakan salah satu sunah muakadah serta syiar dan kekhususan bulan Ramadhan. Ia adalah wadah tempat hati seorang muslim berhubungan dengan Tuhannya. Nabi SAW didatangi oleh Jibril pada bulan Ramadhan, lantas membacakan Al-Qur'an di hadapannya. Karena Ramadhan adalah puasa di siang hari sekaligus cocok untuk menjadi bulan bangun di malam hari, sedangkan malam sangat cocok untuk dilaksanakan shalat. Jumlah rakaat dalam shalat tarawih adalah delapan, itulah yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. Bisa pula dua puluh rakaat, yaitu sebagaimana yang dilaksanakan oleh Umar ra. Ada pula yang melaksanakan tiga puluh enam rakaat, dan ini sebagaimana yang dilaksanakan oleh penduduk Madinah. Masing-masing mempunyai dasar dari sunah.

Tujuan pelaksanaan shalat tarawih adalah menjalin interaksi dengan Allah dan Kitabullah. Disunahkan untuk memanjangkan shalat tarawih ini. Shalat tarawih tidak dimaksudkan untuk memperbanyak rakaat saja, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan orang, sambil melaksanakannya secara tergesa-gesa sehingga menjadikannya cacat, sementara mereka lupa bahwa shalat tarawih ddak lain untuk menikmati kitabulah dan inilah rahasia di dalamnya. Jika ada pertentangan antara kedua hal itu, maka mencukupkan dengan delapan rakaat panjang lebih baik daripada dua puluh rakaat dengan tergesa-gesa. Diriwayatkan dari Abu Bakar ra. yang berkata, "Kami meninggalkan shalat tarawih, agar orang-orang yang berpuasa bisa segera makan sahur, lantaran khawatir terbitnya jajar. "

Mereka biasa membaca seluruh surat Al-Baqarah, bersandar di atas tongkat karena lamanya berdiri dan membaca, sehingga mereka bisa menkmati kitab Allah. Yang dikehendaki dalam pelaksanaan shalat ini adalah perhatian terhadap jiwa pensyariatannya, pelaksanaannya sebaik mungkin, dan pemanfaatan kesempatan untuk mendengar bacaan Al-Qur'an. Adapun acara ritual yang dilakukan oleh sebagian umat Islam sehingga menimbulkan suara gaduh di masjid, seperti shalawat dan kalimat la ilaha illallah wahdahu la syarikalah... dst. yang mereka baca dengan suara keras, itu sama sekali bukan termasuk dalam ajaran agama. Menghadapi keadaan ini, seorang mursyid harus berlaku lemah lembut dalam dakwah dan menggunakan kebijaksanaan dalam memberikan bimbingan, tanpa kekerasan.


ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik. (QS. An-Nahl: 125)

Jika kita mempunyai kekuatan, maka kita bisa memaksa mereka, tetapi jika tidak, maka kita harus mengajak mereka dengan lemah lembut.


وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (QS. An-Nur: 54)

Yang bertanggung jawab terhadap kondisi seperti ini adalah Departemen Wakaf dan Al-Azhar Asy-Syarif. Tidak perlu menciptakan persengketaan antara seorang muslim dengan saudara muslim lainnya. Menjaga persatuan adalah kewajiban, sedangkan shalat tarawih adalah sunah. Menjaga kewajiban itu lebih utama daripada menjaga sunah. Para da'i dan mursyid berkewajiban untuk mengarahkan perhadan para pemimpin mereka untuk memperbaiki keadaan ini dengan bijaksana. Hendaklah Anda semua senantiasa menjaga pelaksanaan sesuatu yang lebih sempurna dan lebih baik.

Di bulan Ramadhan Anda juga menanti malam-malam mulia, saat kebaikan tercurah. Malam ketujuh belas adalah malam bersejarah yaitu ketika pertolongan teoritis dan praktis terwujud nyata dalam perang Badr, saat dua pasukan saling berhadapan.


فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَى كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ

Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) vang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang- orang yang mempunyai mata hati. (QS. Ali I mran: 13)

Lailatul Oadar jatuh pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Bahkan sepuluh malam ini merupakan malam-malam tajalli, karena itu hendaklah Anda menggembleng jiwa di dalamnya dan membersihkannya dari urusan-urusan dunia. Menghadaplah kepada Allah dengan shalat, munajat, dan terus-menerus berdoa, karena Allah menyukai orang yang terus-menerus berdoa. Barangsiapa memiliki waktu luang, hendaklah beri'tikaf dan tidak keluar dari masjid kecuali untuk kebutuhan yang mendesak, karena i'tikaf adalah sunah Rasulullah SAW. dan dilaksanakan pula oleh orang-orang shalih. Adapun yang mempunyai kesibukan, setidaknya supaya beri'tikaf di malam hari. Jika sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan datang, beliau SAW. "mengencangkan sarung", melaksanakan qiyamul lail, dan membangunkan istri-istrinya.

Ketahuilah bahwa interaksi yang dikehendaki di bulan Ramadhan adalah interaksi dalam ketaatan kepada Allah, tidak dalam permainan. Tetapi yang dilakukan manusia justru sebaliknya, mereka menjadikan Ramadhan sebagai bulan kelalaian dan permainan. Di antara mereka ada yang menghabiskan waktu-waktu di bulan Ramadhan di kelab-kelab, tempat-tempat hiburan, dan kafe-kafe. Di antara mereka ada juga yang mendatangi seorang fakih di satu ruangan untuk membaca Kitabullah di dalamnya, setelah itu mereka meninggalkannya ke ruangan lain untuk berbincang-bincang semaunya, tidak mendengarkan ataupun mcntadabun ayat Al-Qur'an.

Suatu ketika Ibnu Masud ra. berlalu di hadapan sekelompok orang yang berada di sisi jalan. Ia berkata kepada mereka, "Para sahabat Muhammad biasa saling berkunjung karena Allah." Mereka menjawab, "Motif kami keluar dari rumah tidak lain adalah saling berkunjung karena Allah." Ia berkata kepada mereka, "Bergembiralah. Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

Kamu semua tetap dalam keadaan baik, selama masih saling mengunjungi.

Karena itu, Ikhwan sekalian, hendaklah Anda semua menjadikan bulan ini sebagai bulan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan melaksanakan tradisi yang dilakukan oleh salafus-shalih radhiyallahu 'anhum. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Sayidina Muhammad, juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya. [Sumber: Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna, Keutamaan Ramadhan]
11.00 | 5 komentar

Inilah Kumpulan Ucapan Selamat dan Puisi Dunia untuk Presiden Mursi



Kemenangan Muhammad Mursi terpilih sebagai Presiden Mesir melahirkan sejuta harapan bagi Mesir, Palestina dan dunia Islam. Beragam ucapan selamat dan puisi dari pemimpin dunia hingga organisasi Islam mengalir menyambut kemenangan Mursi. Inilah sebagian ucapan selamat dan puisi untuk Mursi :

“Sungguh ajaib penjara Mesir. Nabi Yusuf a.s masuk ke dalamnya dan setelah keluar diangkat menjadi Raja Mesir. Dr. Muhammad Mursi masuk ke dalamnya dan setelah keluar juga diangkat menjadi Presiden Mesir.”
(Ismail Haniya, Perdana Menteri Palestina)

"Kesuksesan Mursi merupakan kesuksesan seorang presiden yang lahir dari jalanan Mesir atas keinginan revolusi dan para revolusioner. Kami memandang kemenangannya merupakan langkah awal menuju anak tangga kebangkitan Mesir"
(Muhammad Nur, Juru Bicara Partai An-Nur, Salafi)

"Kemenangan Dr. Muhammad Mursi merupakan kabar gembira dan angin segar bagi relawan kemanusiaan yang selama ini mengalami kesulitan untuk masuk ke Gaza menyalurkan bantuan."
(Ferry Nur, Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA))

"Kemenangan Mursi adalah kehendak Ilahi. Buah dari saham kebaikan yang telah lama ditanam Ikhwan. Akumulasi kebajikan melahirkan kepercayaan. Kepercayaan hati menggerakkan tangan untuk memilih Mursi."
(Anggota Ikhwan)

"Penjara adalah masa lalu, masa kini adalah pelayanan, dan masa depan adalah kejayaan. Allah yang mentaqdirkan segalanya, dan Ia mensyaratkan kita untuk bekerja meraihnya."

(Anggota Ikhwan)

"Saya berharap semoga Allah SWT memudahkan jalan Anda untuk membawa rakyat Mesir menuju kemajuan dan keberhasilan"

(Ahmadinejad, Presiden Iran)

"Kita berminat bekerja bersama-sama dengan Presiden terpilih Mursi, dengan dasar saling menghormati, untuk memajukan kepentingan bersama antara Mesir dan Amerika"
(Barack Obama, Presiden AS)

*Ucapan selamat dan puisi untuk Mursi di atas adalah kutipan, bukan naskah lengkap. [IK/bsb]


08.00 | 4 komentar

Tolak Tegas Kampanye Kondom, Inilah Saran PKS untuk Menkes

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Selasa, 26 Juni 2012 | 13.00 WIB



Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tegas menolak kampanye kondom yang direncanakan Menteri Kesehatan (Menkes). Hal itu disampaikan dalam rapat kerja DPR dengan Menkes, Senin (25/6) kemarin.

"Dengan tegas kami menolak kampanye pemerintah untuk meningkatkan penggunaan kondom pada remaja dan masyarakat di Indonesia. Justru yang perlu ditingkatkan adalah sosialisasi dari dampak seks bebas," ujar anggota Komisi IX DPR, Herlini Amran.

Lebih jauh, aleg PKS dari dapil Kepualuan Riau itu menegaskan bahwa tantangan kerja Kemenkes terkait permasalahan kesehatan di Indonesia tidaklah ringan. Kemenkes perlu melakukan terobosan 'briliant' untuk menjawab masalah kelangkaan dan distribusi tenaga kesehatan di berbagai daerah, terutama DTPK, merespon kasus-kasus gizi buruk yang masih saja bermunculan di lokasi yang berbatasan langsung dengan ibu kota hingga pelosok, menyiapkan fasilitas dan tenaga kesehatan guna merealisasikan hajatan besar bangsa, yakni BPJS Kesehatan 2014.

"Menkes juga harus melakukan langkah-langkah berani untuk mengontrol penggunaan anggaran kementerian, agar lebih tepat sasaran dan laporannya tidak lagi-lagi berstatus disclaimer. Ini penting sekali," tambah Herlini.

Sementara itu, Rieke Diah Pitaloka menilai isu kondom telah menutupi kebocoran anggaran di Kemenkes.

"Tapi saya akui isu kondom itu berhasil menutupi kebocoran anggaran vaksin flu burung. Jadi ini dibungkus langsung oleh kondom. Kok bisa mengimport vaksin yang kemudian kedaluwarsa dalam jumlah miliaran?" kata anggota komisi IX DPR dari fraksi PDIP itu. [JJ/AR/Kmp/Okz]


13.00 | 7 komentar

Olga Lecehkan Salam Islam, FPI: Kami Takkan Tinggal Diam



Olga Syahputra kembali bermasalah. Kali ini presenter yang suka bergaya kebencong-bencongan itu dinilai melecehkan salam.

"Loe Assalammualaikum terus ah, kayak pengemis loe", kata Olga pada acara Pesbukers yang tayang secara live di ANTV, Selasa (19/6) lalu. Ketika itu, Julia Perez menerima telepon live dari pemirsa dengan menyapa ‘Assalammu'alaikum’, lalu Olga menimpali dengan jawaban tersebut.

Selain masyarakat yang telah mengadukan Olga ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Front Pembela Islam (FPI) juga tidak akan tinggal diam dengan pelecehan yang dilakukan Olga.

"Siapapun yang melecehkan umat islam, melecehkan agama Allah, tidak ada tempat di muka bumi, siapapun apalagi Olga. Salam jangan dibilang pengemis, ini doa. orang yang memberikan salam itu mendokan, kok dianggap pengemis, ini pelecehan agama," kata Ketua Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Habib Salim Alatas (Habib Selon) seperti dilansir itoday, Senin (25/6).

"Jangan macam-macam Olga, kami tidak akan tinggal diam, sebelum Olga minta maaf kepada umat Islam," tambahnya.

Menurut Habib Selon, FPI juga mendukung masyarakat mengadukan Olga. "FPI akan dukung masyarakat yang mengadukan Olga ke KPI," imbuhnya.

Menindaklanjuti pengaduan masyarakat dan FPI, KPI berjanji akan memberikan sanksi kepada tayangan Pesbukers.

"Pesbukers sudah mendapatkan dua kali sanksi, dan sanksi akan ditingkatkan. Peningkatan sanksi harus ada SOP (standard operating procedure) yang harus dilewati oleh KPI. Makanya kami undang antv untuk klarifikasi," kata Nina Mutmainnah Armando, Koordinator bidang isi siaran KPI, Senin (25/6). [IK/EM/Dtk/Inl]


09.00 | 26 komentar

Ternyata Klaim Israel Mampu Tangkis Rudal Hanya Tipuan



Klaim Israel terkait keberhasilan sistem Iron Dome dalam menangkal roket-roket pejuang Palestina ternyata hanya tipuan, kata seorang pakar militer seperti dikutip media Israel, Yediot Aharonot.

Serangan balasan kelompok perlawanan Palestina yang menembakkan puluhan rudal pekan lalu membuktikan Iron Dome tidak sehebat sesumbar Zionis. Roket dan rudal-rudal Palestina itu tak dapat ditangkis sehingga mengakibatkan sedikitnya 11 prajurit Israel dan 18 warga Zionis luka-luka.

Pakar militer tersebut menjelaskan, kapasitas sistem Iron Dome hanya 50 persen. Hal itu juga bertentangan dengan klaim media-media lain bahwa sistem Iron Dome mampu mencegat serangan dari Palestina hingga 67 persen.

Dari 30 roket yang ditembakkan ke Israel, Iron Dome hanya mampu menangkal empat hingga lima roket.

Seperti diberitakan sebelumnya, selama tiga hari serangan balasan ke wilayah Israel, Al Qassam menyatakan telah menembakkan 96 roket, 9 mortir, dan 10 rudal grad. Berdasarkan perhitungan pakar militer tersebut, berarti Israel hanya mampu menangkal 16 hingga 20 saja dari 115 roket dan rudal yang diluncurkan Al Qassam.

Selain korban luka, Yediot Aharonot pada pekan lalu juga memberitakan, roket-roket Palestina tersebut merusak sejumlah wilayah di Israel, menyebabkan kebakaran di sejumlah kawasan dan menebarkan ketakutan di kalangan warga Israel. [AM/Rpb/bsb]


07.00 | 2 komentar

Kapan PKS Menyusul Kemenangan Kembarannya?

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Senin, 25 Juni 2012 | 14.00 WIB


Dalam buku Zealous Democrats: Islamism and Democracy in Egyph, Indonesia and Turkey, Greg Frealy dkk mengkaji Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), dan Ikhwanul Muslimin (IM). Jika kemudian buku ini diterjemahkan menjadi berjudul PKS dan Kembarannya, maka yang dimaksud kembaran dalam judul itu adalah AKP dan IM dengan FJP-nya.

Baik AKP maupun FJP, keduanya telah berhasil memenangkan pemilu. AKP adalah partai yang kini berkuasa di Turki. Partai yang didirikan oleh Erdogan itu memenangkan pemilu tiga kali berturut-turut sejak 2002. Yang luar biasa, suara AKP terus naik dari 34,28% pada pemilu 2002, menjadi 46,66% pada pemilu 2007, lalu 49,83% pada pemilu 2011. Pada pemilu 2011 itu AKP meraih 21.399.082 suara, sehingga berhasil mendapatkan 327 kursi (59,5%) parlemen. Kemenangan mayoritas di parlemen tersebut membuat AKP kembali mendudukan Erdogan sebagai perdana Menteri Turki. Maka jadilah AKP sebagai pemegang kekuasaan baik di legislatif maupun eksekutif. Selain itu, presiden Turki juga berasal dari kader AKP, yaitu Abdullah Ghul.

Di Mesir, awal tahun 2012 ini IM memenangkan lebih dari 45 persen dari 498 kursi parlemen yang tersedia. Selain memenangkan pemilu parlemen, Ikhwan juga berhasil membawa kadernya, Muhammad Mursi, memenangkan pemilu presiden yang hasil resminya baru diumumkan KPU, Ahad (24/6) kemarin.

Meskipun kemudian Mahkamah Konstitusi (MK) Mesir memutuskan hasil pemilu parlemen tidak sah akibat UU Pemilu Parlemen inkonstitusional, IM telah menorehkan sejarah sebagai pemenang pemilu parlemen sekaligus pemilu presiden dalam pemilu paling demokratis sepanjang sejarah Mesir. Putusan pembubaran parlemen itu sendiri sampai saat ini tetap menjadi kontoversi dan diprotes massa.

Jika AKP dan FJP langsung memenangkan pemilu pertama yang diikutinya, tidak demikian dengan PKS di Indonesia. Pada pemilu pertama yang diikutinya pada tahun 1999, masih menggunakan nama Partai Keadilan (PK), ia mendapatkan 1,35% suara (7 kursi di DPR RI). Pemilu 2004 PKS mengantongi 7,34% (45 kursi) dan pada Pemilu 2009 meraih 7,88% suara (57 kursi).

Mungkin ada yang beralasan, AKP dan FJP telah lama membangung basis massa. AKP "meneruskan" perjuangan RP (Refah Partisi) dan FP (Fezilet Partisi). Sedangkan FJP telah beberapa dekade menanam saham melalui IM.

Sebenarnya, PKS juga telah mulai menanam saham itu sejak dekade 80-an. Diungkapkan berbagai penelitian, PKS membangun basis kadernya di kampus-kampus pada dekade itu. PKS juga kemudian memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui kader dan lembaga-lembaga sosialnya. Bedanya, saham PKS belum terlalu besar dibandingkan dengan saham AKP dan FJP (IM). Kemanfaatan yang dirasakan masyarakat Indonesia dari PKS belum sebesar kemanfaatan AKP di Turki dan IM di Mesir. Inilah yang barangkali perlu ditunjukkan oleh kader, aleg dan kepala daerah dari PKS agar masyarakat juga menaruh kepercayaan kepada PKS; bahwa PKS bisa menyejahterakan dan mengakomodir aspirasi mereka sebagaimana rakyat Mesir telah percaya IM dan rakyat Turki percaya kepada AKP.

PKS, AKP dan FJP; ketiga partai itu memang memiliki persamaan, ketiganya menyertakan "keadilan" dalam nama partai. Mereka juga memiliki sejumlah persamaan lainnya, diantaranya adalah basis massa Islami, terdidik, dan kelas menengah. Ketiganya juga mengusung dakwah Islam. Meskipun AKP tidak menegaskan diri sebagai partai Islam seperti PKS dan FJP, langkah dan kebijakan-kebijakan AKP secara smart tampak nyata mendukung islamisasi di dalam negeri dan peduli Islam di tingkat internasional, khususnya Palestina.

Maka kembali pada pertanyaan dalam judul tulisan ini, menjadi tantangan tersendiri bagi PKS untuk memberikan jawabannya. Pilkada DKI bulan depan dan pilkada Jawa Barat tahun depan barangkali akan menjadi momen pengungkit kemenangan pemilu 2014. Namun akankah PKS menang pemilu 2014, atau baru akan menang pada 2019, atau bahkan lebih lama lagi? Wallaahu a'lam. Bagaimana pendapat Anda? [jundijustice]


14.00 | 24 komentar

Anggaran Pengadaan Kondom 25 Milyar, Lelang Sudah Kelar



Kebijakan Menteri Kesehatan RI (Menkes) Nafsiah Mboi mengkampanyekan kondom terus menuai kontroversi. Komisi IX DPR sebagai mitra kerja merasa belum pernah mendapat penjelasan dari pihak Kemenkes tentang kebijakan tersebut. Namun, anggaran APBN 2012 untuk program pengadaan kondom itu telah ada sebesar Rp 25,2 miliar, lapor tribunnews.com Senin (25/6).

Bahkan, lelang untuk pengadaan kondom Tahun Anggaran 2012 sudah selesai dilakukan dengan pemenang tender PT Kimia Farma Trading & Distribution yang berkantor pada Jl Budi Utomo No 1 Jakarta Pusat. Penandatanganan kontrak pengadaan barang kondom senilai Rp 24,8 miliar itu sudah dilakukan pada 7 hingga 17 Februari 2012.

"Dan alokasi dalam Pagu Anggaran APBN Tahun 2012 sebesar Rp 25,2 miliar," kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi, Senin (25/6).

Uchok menambahkan, setelah selesainya proses lelang pengadaan kondom tersebut, maka langkah pemerintah selanjutnya adalah kampanye dan pembagian kondom gratis untuk para remaja. Tapi sangat disayangkan, Nafsiah Mboi tidak pernah memberitahu kepada publik tentang tempat-tempat Kemenkes akan membagi atau kampanye pengunaan kondom dengan sasaran kalangan dengan kelompok seks berisiko sebagaimana klaimnya.

Kampanye kondom ala Menkes langsung menuai kontroversi begitu program itu terdengar publik. Berbagai kalangan, terutama para ulama dan pimpinan ormas Islam, merasa gerah dengan rencana itu. Sebab, pembagian kondom dianggap melegalisasi seks bebas di kalangan anak muda.

"Dengan alasan apapun tidak dibenarkan, karena itu melegalkan segala bentuk kemaksiatan," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dikutip Gatra.com, Senin (25/6).

Penolakan serupa juga datang dari LSM hingga anggota DPR.

"Kami sangat menyesalkan statemen Ibu Menkes yang mengatakan akan membuat gebrakan menggalakkan penggunaan kondom, untuk kelompok seks beresiko, termasuk kepada remaja dan masyarakat. Justru dengan itu pemerintah melegalkan seks bebas (zina) dengan alasan mensosialisasikan penggunaan kondom," ujar anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Herlini Amran, dikutip Kompas.com, Selasa (19/6) lalu.

“MER-C menolak keras cara mengatasi Aids dengan cara itu. Hukum agama harus ditegakkan. Hukum agama untuk kemaslahatan umat manusia, tetapi banyak yang menganggap itu pengekangan kebebasan. Ini dua hal yang selalu diadu. Kebebasan dibiarkan, nantinya orang bebas menganut seks bebas atas atas nama kebebasan. Terus ada kampanye kondom, ini jadi kacau,” kata Presidium Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) Jose Rizal, dikutip EraMuslim, Senin (18/6) lalu. [JJ/Trb/bsb]



10.00 | 5 komentar

Inilah Foto-foto Warga Palestina Rayakan Kemenangan Mursi

Kemenangan Mursi bukan hanya disambut gembira rakyat Mesir. Kemenangan calon presiden dari Ikhwanul Muslimin itu juga dirayakan oleh warga Palestina. Mulai dari warga biasa, pejuang Al Qassam, hingga pejabat pemerintah Gaza. Sejuta harapan Palestina membuncah bersama terpilihnya Mursi sebagai presiden Mesir. Berikut foto-fotonya:


Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah bergabung dalam
perayaan kemenangan Muhammad Mursi di kota Gaza,
Palestina (24/6). (Getty Images melalui Dakwatuna)

Anggota Hamas mengusung poster Muhammad Mursi
dalam perayaan kemenangan terpilihnya Muhammad Mursi
sebagai Presiden Mesir (24/6). (Reuters Pictures melalui Dakwatuna)

Anggota militer Hamas Palestina sujud syukur di jalan
dalam perayaan kemenangan Muhammad Mursi (24/6).
(Reuters Pictures melalui Dakwatuna)

Rakyat Palestina merayakan terpilihnya Muhammad Mursi
sebagai Presiden Mesir, di dekat kota Rafah,
perbatasan dengan Mesir di Selatan kota Gaza (24/6).
(Getty Images melalui Dakwatuna)

PM Palestina sekaligus pemimpin Hamas Ismail Haniyah
(kanan) melambaikan tangan kepada para pendukungnya
di Kota Gaza dalam perayaan kemenangan
Muhammad Mursi (24/6).(Reuters Pictures melalui Dakwatuna)

Rakyat Palestina mengibarkan bendera Mesir
dalam perayaan tersebut, di kota Gaza, Palestina. (24/6).
(Getty Images melalui Dakwatuna)
09.00 | 2 komentar

Israel: Kemenangan Mursi adalah Fase Hitam dan Tragedi

Kekhawatiran Israel kini benar-benar terjadi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mesir telah menetapkan Muhammad Mursi sebagai pemenang pilpres putaran kedua, Ahad (24/6).

Menurut laporan al-Alam Ahad (24/6), tak lama setelah pengumuman Mursi sebagai presiden terpilih, Israel menyatakan bahwa kemenangan tersebut merupakan fase hitam dalam sejarah hubungan Tel Aviv-Kairo. Rezim Israel juga menyebut kemenangan Mursi sebagai tragedi bagi Tel Aviv.

Salah satu sebab kekhawatiran Israel atas kemenangan Mursi adalah dibatalkannya perjanjian Camp David. Perjanjian yang ditandatangani tahun 1979 oleh Anwar Sadat, Presiden Mesir dan Menachem Begin, Perdana Menteri Israel itu merupakan kesepakatan perdamaian pertama pasca perang antara Arab dan Israel. Berpijak pada perjanjian itu pula banyak keuntungan yang diraih Zionis Israel dari Mesir, termasuk "kerjasama" impor minyak yang membuat Israel mendapat suplai minyak dari Mesir dengan harga sangat murah.

Perjanjian itu ditolak oleh umat Islam dan rakyat Mesir. Namun, pemerintah Mesir selalu bergeming. Selama masa berkuasa, Hosni Mubarak juga selalu berkomitmen dengan perjanjian tersebut, bahkan Mubarak memiliki hubungan intim dengan Israel. Berlanjutnya kesepakatan Camp David selalu menjadi prioritas Tel Aviv dan dinilai sebagai bagian dari keamanan Israel.

Selain perjanjian Camp David, kekhawatiran yang tak kalah besar bagi Israel adalah nasibnya menjajah di Palestina. Selama ini, Mesir menjadi mitra strategis Israel sehingga terkesan mendiamkan bahkan mendukung pendudukan negara Zionis tersebut atas Palestina.

Sedangkan Mursi merupakan tokoh Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi Islam yang dikenal sangat dekat dengan Palestina dan sangat keras terhadap Israel. Pada 14 April 1948, Ikhwanul Muslimin mengirim 10 ribu mujahid ke Palestina untuk bertempur melawan Israel. Pertempuran sengit itu membuat Israel terpukul, dan menjadikan negara Zionis itu sangat memperhitungkan kekuatan Ikhwan.[IK/Rpb/bsb]



08.00 | 4 komentar

Akhirnya KPU Umumkan Mursi jadi Presiden Mesir



Mursi Presiden Mesir - Setelah ditunggu-ditunggu dan diprotes massa, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mesir menetapkan Muhammad Mursi sebagai pemenang pilpres putaran kedua. Ketua KPU Faruq Sultan mengumumkan pada Ahad (24/6) kemarin bahwa Mursi memenangi pilpres dengan 13,2 juta suara dari 26 juta pemilih. Sedangkan rivalnya, Ahmad Shafiq memperoleh 12,3 juta suara.

800 ribu surat suara dinyatakan tidak sah, sehingga calon presiden dari Ikhwanul Muslimin itu meraih 51,7 persen suara. Sedangkan Shafiq meraih 48,3 persen suara.

Kemenangan Mursi tercatat sebagai sejarah baru bagi Mesir. Mursi adalah presiden pertama negeri piramida itu yang berasal dari kalangan sipil. Presiden pendahulunya seperti Muhammad Najib, Gamal Abdul Nasir, Anwar Sadat dan Husni Mubarak, semuanya berasal dari militer.

Namun demikian, kemenangan Mursi ini bukan berarti bahwa militer akan mengurangi cengkeraman kekuasaan mereka. Perkembangan terakhir, militer Mesir membubarkan parlemen dan dapat menangkap siapapun yang dianggap merugikan negara. Militer, dalam masa transisi mengambil kekuasaan legislatif, juga dapat membuat konstitusi baru yang membatasi wewenang presiden.

Sementara itu, Bundaran Tahrir menjadi gegap gempita oleh pendukung Mursi menyusul diumumkannya tokoh Ikhwanul Muslimin itu sebagai pemenang pilpres. Selama beberapa hari terakhir, massa pendukung Mursi menduduki lapangan Tahrir menuntut diumumkannya hasil pilpres putaran kedua. [JJ/Rpb/Kmp/bsb]



07.00 | 0 komentar

Bocoran : Jika Mursi Menang, Sekelompok Kristen Lari ke AS

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Minggu, 24 Juni 2012 | 13.00 WIB


Menjelang pengumuman resmi hasil pemilihan presiden Mesir putaran kedua yang tinggal beberapa jam lagi, suasana tegang meliputi Mesir. Setidaknya, itu terjadi di kalangan Kristen. Mereka bahkan bersiap “melarikan diri” ke Amerika Serikat (AS) jika ternyata Mursi keluar sebagai pemenang.

Jos Strengholt, seorang rohaniwan Belanda yang tinggal di Kairo mengungkapkan, sekelompok Kristen siap hengkang dari Mesir menuju AS jika pengumuman hari ini memutuskan Mursi menjadi presiden terpilih.

Menurut Strengholt, mayoritas umat Kristiani Mesir memilih Shafiq pada pilpres kemarin. “Tapi karena sekarang ia tampaknya bakal kalah, suasananya sangat mencekam. Teman-teman sekelas dari teman-teman saya sudah siap hengkang. Kalau calon dari Ikhwan memang menang, dalam waktu beberapa hari mereka sudah di Amerika.”

Strengholt juga mengungkapkan, kalangan Kristen tersebut adalah pihak yang paling bergembira ketika Mahkamah Konstitusi membubarkan parlemen yang didominasi kubu Islam.

"Ketika pekan lalu, parlemen dibubarkan, jemaat di gereja saya datang dengan bersorak-bersorak," imbuh Strengholt seperti dikutip Hidayatullah, Ahad (24/6).

Ketakutan kalangan Kristen tersebut, menurut Strengholt, juga dipicu oleh bangkitnya Islamisme segera pasca revolusi, terutama setelah Ikhwanul Muslimin mendominasi parlemen.

“Parlemen baru terbentuk, Ikhwanul Muslimin tiba-tiba berkuasa di media, dan juga di jalanan. Jumlah pria berjengggot meningkat pesat. Di metro ada perempuan berkhotbah, semua orang harus mengenakan jilbab. Ini mengancam,” tambahnya.

Sebelumnya, kedua capres baik Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin maupun loyalis Mubarak Ahmad Shafiq telah mengumumkan bahwa pihaknya memenangkan pilpres. Tim sukses Mursi mengumumkan terlebih dahulu kemenangan kubunya, keesokan hari setelah pilpres usai. Beberapa hari kemudian menyusul tim sukses Shafiq mengklaim pihaknya memperoleh suara terbanyak. Siapakah yang akan diumumkan Komisi Pemilu sebagai pemenang pilpres dan apakah kalangan Kristen yang dimaksud Strengholt benar-benar akan hengkang ke AS? Kita tunggu beberapa jam lagi. [JJ/Hdy/bsb]


13.00 | 1 komentar