Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Write for Us  |  Kontributor  |  Pasang Iklan

PKS Siap Biayai Relawan ke Rohingya

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Selasa, 31 Juli 2012 | 14.00 WIB

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap menanggung seluruh biaya relawan ke Rohingya. Hal itu disampaikan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq kepada ormas-ormas dalam acara bertajuk “Peran Ormas dalam Membangun Masyarakat Berkarakter: Kepedulian Ormas terhadap Muslim Myanmar dan Bangladesh Serta Membangun Politik Umat Islam yang Berkarakter.”

“Bagi ormas-ormas yang ingin mengirimkan utusan atau relawannya bisa mendaftar ke BPU atau Bidang Pembangunan Umat dan seluruhnya atas biaya PKS,” kata Luthfi dalam acara yang digelar di Hotel Grand Sahid Jakarta, Ahad (29/7).

Lebih jauh Luthfi mengajak ormas-ormas Islam untuk peduli masalah Rohingya. Ia mempersilahkan ormas yang berminat mengirimkan relawan agar menghubungi Bidang Pembangunan Umat (BPU) di Kantor Pusat PKS di Jalan T.B. Simatupang No. 82, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam acara itu hadir sejumlah ormas, antara lain Sarikat Islam, Persatuan Umat islam (PUI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), IKADI, Matla-ul Anwar, Al-Ittihadiyah, Rabithah Alawiyah dan perwakilan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII). [IK/Hdy]


14.00 | 3 komentar

Gara-gara Janggut, Pengangkatan PM Mesir Dituduh Ideologis

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Jumat, 27 Juli 2012 | 14.00 WIB

Lihatlah Perdana Menteri Mesir yang baru, Hisham Qandil. Perdana Menteri termuda dalam sejarah Mesir itu berjanggut dan tidak berkumis. Gara-gara itulah, sebagaian kalangan menuduh Presiden Mursi memilih Qandil karena alasan ideologis.

Mereka berpendapat, Mursi yang telah berjanji akan merangkul semua kelompok dalam pemerintahannya, memilih Qandil karena ideologi yang tercermin pada janggutnya. Mereka pun menuduh Mursi mengesampingkan tokoh-tokoh yang dipercaya lebih mampu menjadi perdana menteri, seperti penerima Nobel Mohamed ElBaradei dan tokoh politik Ahmed Zewail.

Juru kampanye Ahmad Shafiq, Ahmad Sarhan, menuliskan kekesalannya, “Pelajaran yang dipetik: tumbuhkan janggut!” Seakan ingin mengatakan bahwa jika ingin menjabat dalam pemerintahan yang dipimpin tokoh Islam, maka caranya mudah saja yaitu asal memiliki janggut.

Sementara itu, Hamdy Ibrahim mengomentari keputusan Mursi dengan menulis sindiran di twitter. “Hanya di Mesir, memiliki janggut lebih baik daripada memenangi Nobel,” tulisnya seperti dikutip BBC, Kamis (26/7).

Sebaliknya, banyak pihak yang menilai keputusan Mursi mengangkat Hisham Qandil menjadi Perdana Menteri, Selasa (24/7) lalu, merupakan upaya pembenahan pemerintahan. Teknokrat lulusan Amerika Serikat (AS) yang tidak pernah berafiliasi dengan partai politik itu tercatat sebagai Perdana Menteri termuda dalam sejarah Mesir. Qandil bergabung dalam pemerintahan Mesir dan menjadi Menteri Irigasi sejak Husni Mubarak digulingkan, Februari 2011 lalu. Selain itu, Qandil memegang berbagai jabatan sektor publik dalam masalah air dan teknik serta dalam bidang keuangan. Ia juga menjadi manajer senior di Bank Pembangunan Afrika sebelum memimpin Sektor Perairan Nil Mesir.

Menurut juru bicara Mursi, pengangkatan mantan Menteri Irigasi itu dilakukan setelah melalui banyak studi. [AM/Hdy/bsb]





14.00 | 7 komentar

Gaet Sutradara AS, Israel akan Luncurkan Film Propaganda


Para pejabat Israel berupaya meyakinkan sutradara ternama Amerika, Woody Allen untuk mengambil gambar di kota Al-Quds. Menurut sumber di kantor pemerintahan, Walikota Israel di Al-Quds, Neir Barkat hingga Presiden Israel Simon Peres turut melobi Woodu Allen agar mendukung rencana Israel itu.

Zionis berharap Allen memasukkan Al Quds dalam film skenarionya sebagai bentuk propaganda. Di mana film terbukti sangat efektif sebagai alat propaganda mempengaruhi pemikiran jutaan orang yang menontonnya.

Dicontohkan, film Triumph des Willens yang dibuat oleh Nazi Jerman pada 1935 dikenal film propaganda yang paling sukses. Film yang dibuat langsung atas perintah Hittler ini berhasil membentuk propaganda bahwa Jerman adalah negara superpower.

Film Rambo yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS) juga tak kalah hebat. Film tersebut efektif mempengaruhi pemikiran banyak orang bahwa militer AS sangat hebat. Banyak orang yang kemudian meyakini bahwa pada perang Vietnam, AS bukanlah pihak yang kalah dan dipermalukan.

Agaknya Israel sangat menginginkan terbitnya sebuah film yang mampu mempengaruhi banyak umat Islam bahwa Al Quds dan Masjid Al Aqsha adalah milik Israel. Akan terpengaruhkah Anda jika film itu benar-benar dirilis? [IK/IP/Opn]




09.00 | 2 komentar

Inilah Video Iklan Israel yang Menghina Presiden Mursi

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Kamis, 26 Juli 2012 | 14.00 WIB


Video iklan Israel ini telah mengusik para pengamat sosial Mesir. Mereka menilai, video iklan ini merendahkan Presiden Mursi sebagai bentuk pelampiasan kebencian mereka pada presiden baru dari Ikhwanul Muslimin itu. Direktur Studi Timur Tengah Dr Omar Ashour mengatakan, video iklan ini merupakan bentuk rasa frustasi Israel menghadapi kenyataan bahwa Mesir kini dikuasai Ikhwan.

Menurut para pengamat, video iklan ini mengandung pesan bahwa sehebat apapun Mursi, ia takkan sanggup menghentikan proyek pembangunan kuil Solomon yang akan didirikan di atas puing masjid Al Aqsha.

Kabar video ini juga telah sampai kepada Presiden Mursi sehingga ia memerintahkan Departemen Luar Negeri untuk menyiapkan laporan merespon iklan ini.

Bagi Anda yang penasaran dengan video iklan tersebut, inilah videonya :




14.00 | 3 komentar

Mursi Perintahkan Deplu Respon Iklan "Penghinaan" Israel


Presiden Mesir Muhammad Mursi memerintahkan Departemen Luar Negeri untuk menyiapkan laporan merespon iklan "penghinaan" Israel baru-baru ini. Iklan yang disiarkan media massa Israel sejak Ahad (22/7) itu dinilai merendahkan Presiden Mursi.

Iklan berjudul “The Cildren are Ready” itu dibuat oleh Institute Temple untuk mempromosikan pembangunan Kuil Solomon. Dalam iklan tersebut digambarkan sebuah keluarga Israel sedang mengunjungi pantai. Pada saat mereka sedang bermain di pantai itu, anak-anak membangun kuil pasir yang cukup rumit, sedangkan sang ayah tengah membaca koran.

Ketika anak-anak selesai membangun kuil pasir itu, sang ayah bangkit melihatnya sambil membuang koran hingga jatuh tepat di dekat kaki. Ternyata koran tersebut bergambar foto presiden Mursi.

Sejumlah pengamat mengatakan, iklan tersebut merupakan bentuk penghinaan kepada Mursi. Iklan tersebut mengandung pesan bahwa sehebat apapun Mursi, ia takkan sanggup menghentikan proyek pembangunan kuil Solomon yang akan didirikan di atas puing masjid Al Aqsha.

Israel memang tengah gelisah sejak terpilihnya tokoh Ikhwanul Muslimin itu menjadi presiden Mesir. Direktur Studi Timur Tengah Dr Omar Ashour bahkan menambahkan, iklan tersebut merupakan bentuk rasa frustasi Israel menghadapi kenyataan tersebut. [IK/Rpb]


13.00 | 3 komentar

Bantu Suriah, Saudi Galang $32,5 Juta dalam Sehari


Terpanggil untuk meringankan penderitaan warga Suriah, Arab Saudi menggalang dana bantuan kemanusiaan. Pada hari pertama penggalangan dana itu, terkumpul sumbangan hampir USD32,5 juta, kantor berita Saudi SPA melaporkan, Rabu (25/7).

Menurut panitia kampanye nasional untuk Suriah, penggalangan dana pada hari pertama berhasil mengumpulkan uang tunai sebesar SR121.771.811 atau sekitar US$32,5 juta. Jumlah itu belum termasuk sumbangan barang dalam bentuk perhiasan, emas, mobil, properti dan alat medis.

Sumbangan untuk Suriah tidak hanya berasal dari warga masyarakat, melainkan juga dari para petinggi negeri. Pada kesempatan itu, Raja Abdullah memberikan sumbangan SR20 juta (US$5,3 juta), Pangeran Mahkota Salman bin Abdulaziz SR10 juta (US$2,6 juta) dan Alwaleed Foundation SR5 juta.

Menurut Menteri Dalam Negeri Pangeran Ahmad bin Abdulaziz, penggalangan dana untuk Suriah berlangsung selama lima hari, sejak Senin (23/7) sampai Jumat (27/7).

Masyarakat Saudi tampak antusias dalam mendukung penggalangan dana untuk Suriah itu. Sejumlah orang tua mengajak anak-anaknya yang masih kecil untuk langsung memasukkan donasi ke kotak yang disediakan. Bahkan, ada orang tua yang mendandani anaknya dengan kostum bendera Suriah.

Ini bukan bantuan kemanusiaan pertama yang diberikan Arab Saudi untuk warga Suriah. Pekan lalu, para pengusaha Saudi mengirimkan rombongan truk pengangkut bahan makanan ke Yordania untuk para pengungsi Suriah. Konvoi kendaraan yang terdiri dari 13 truk berisi 312 ton bahan makanan, termasuk 10.000 paket sembako itu disalurkan lewat Bulan Sabit Merah Saudi.

Selain itu, Bulan Sabit Merah bersama Islamic Relief yang berpusat di Saudi (IIROSA) juga memberikan bantuan berupa tempat tinggal, bantuan medis dan makanan untuk para pengungsi Suriah yang berada di Libanon.

Hampir setengah juta rakyat Suriah meninggalkan kampung halamannya untuk menyelamatkan diri dengan pergi ke negara tetangga seperti Turki, Libanon dan Yordania. [IK/Hdy]



12.00 | 0 komentar

Subhanallah, Dai Ini Islamkan Ribuan Warga Filipina


Omar Penalber, nama pria ini. Ia masuk Islam 24 tahun silam. "Saya telah memilih agama yang tepat," katanya usai mengikrarkan dua kalimat syahadat, menegaskan bahwa dirinya telah berpikir panjang atas putusannya masuk Islam.

Hebatnya, Omar tak puas hanya dengan sekedar masuk Islam. Pria ini pun belajar mendalami Islam dan berkomitmen menjadi dai. Kini, ia telah mengislamkan ribuan warga Filipina sejak tahun 2010 lalu.

Omar mengatakan, sejak menjadi muslim ia terdorong untuk ambil bagian dalam dakwah Islam. Ia ingin agar warga Filipina lainnya juga merasakan indahnya Islam dan mendapatkan manisnya hidayah.

"Saya ingin menginspirasi mereka pada ajaran Rasulullah SAW, guna mempersiapkan diri menggapai surga yang dijanjikan," tekadnya.

Untuk bisa masuk surga, tambah Omar, setiap muslim harus melaksanakan ajaran Islam secara kaffah.

"Islam adalah agama yang benar. Saya sarankan kepada mereka untuk tidak ragu menerima Islam," tambahnya.

Demi mencapai cita-citanya menjadi dai, Omar pun belajar ke Timur Tengah. Di sana ia belajar Islam dan berupaya mengamalkannya secara kaffah. Sekembalinya dari Timur Tengah pada 2007, Omar aktif mendakwahi masyarakat Filipina. Ia menyampaikan bahwa menjadi muslim sangat mudah, masuk Islam tidak susah.

"Begitu mudah menjadi muslim. Usai membenarkan Islam, lalu mengucapkan dua kalimat syahadat. Selanjutnya, muslim diwajibkan mematuhi empat rukun Islam lainnya seperti shalat, puasa, zakat dan pergi haji," kata Omar.

Dengan izin Allah, warga Filipina berbondong-bondong menyambut seruan Omar. Tercatat, ribuan warga negara tujuan wisata di Asia Tenggara itu masuk Islam sejak tahun 2010 melalui dakwah Omar. [AM/Rpb]



09.00 | 1 komentar

Frustasi Mesir Dikuasai Ikhwan, Israel Hina Mursi Lewat Iklan

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Rabu, 25 Juli 2012 | 17.00 WIB


Israel meluncurkan sebuah iklan online yang dinilai merendahkan Presiden Mesir Muhammad Mursi. Sontak, iklan yang mulai ditayangkan Ahad (22/7) lalu itu langsung menuai kontroversi.

Iklan berjudul “The Cildren are Ready” itu dibuat oleh Institute Temple untuk mempromosikan pembangunan Kuil Solomon. Dalam iklan tersebut digambarkan sebuah keluarga Israel sedang mengunjungi pantai. Pada saat mereka sedang bermain di pantai itu, anak-anak membangun kuil pasir yang cukup rumit, sedangkan sang ayah tengah membaca koran.

Ketika anak-anak selesai membangun kuil pasir itu, sang ayah bangkit melihatnya sambil membuang Koran hingga jatuh tepat di dekat kaki. Ternyata Koran tersebut bergambar foto presiden Mursi.

Sejumlah pengamat sosial mengatakan, iklan tersebut merupakan bentuk penghinaan kepada Mursi. Iklan tersebut mengandung pesan bahwa sehebat apapun Mursi, ia takkan sanggup menghentikan proyek pembangunan kuil Solomon yang akan didirikan di atas puing masjid Al Aqsha.

Israel memang tengah gelisah sejak terpilihnya tokoh Ikhwanul Muslimin itu menjadi presiden Mesir. Direktur Studi Timur Tengah Dr Omar Ashour bahkan menambahkan, iklan tersebut merupakan bentuk rasa frustasi Israel menghadapi kenyataan ini. [IK/Rpb]


17.00 | 1 komentar

Mursi Tunjuk Perdana Menteri Termuda dalam Sejarah Mesir



Presiden Mesir Muhammad Mursi terus melakukan pembenahan. Selasa (24/7), Mursi mengangkat Hisham Qandil menjadi Perdana Menteri baru. Teknokrat lulusan Amerika Serikat (AS) yang tidak pernah berafiliasi dengan partai politik itu tercatat sebagai Perdana Menteri termuda dalam sejarah Mesir.

Menurut juru bicara Mursi, pengangkatan mantan Menteri Irigasi itu dilakukan setelah melalui banyak studi.

"Pengangkatan seorang tokoh patriotik dan independen ini dilakukan setelah melakukan banyak studi dan diskusi untuk memilih seorang yang dapat mengurus rencana sekarang," kata juru bicara Mursi, Yassir Ali.

"Dr Qandil tidak memiliki afiliasi dengan satu partai politik sebelum atau setelah revolusi itu," tambahnya.

Qandil lahir pada tahun 1962. Setelah menyelesaikan kuliahnya di fakultas teknik Universitas Kairo, ia melanjutkan S2 di University of North Carolina, AS. Pada tahun 1993, ia menerima gelar doktor dari universitas yang sama.

Qandil bergabung dalam pemerintahan Mesir dan menjadi Menteri Irigasi sejak Husni Mubarak digulingkan, Februari 2011 lalu. Selain itu, Qandil memegang berbagai jabatan sektor publik dalam masalah air dan teknik serta dalam bidang keuangan. Ia juga menjadi manajer senior di Bank Pembangunan Afrika sebelum memimpin Sektor Perairan Nil Mesir.

Sesuai perintah Mursi, setelah diangkat menjadi Perdana Menteri Qandil segera akan membentuk kabinet dalam beberapa hari ke depan. Ia mengatakan, kabinetnya akan diisi para teknokrat dan memprioritaskan program 100 hari Presiden Mursi.

Qandil juga mengajak rakyat untuk bekerja, sabar dan mendukung Mursi.

“Kami memiliki kepercayaan yang besar pada rakyat Mesir. Kami berharap bisa mengembalikan semangat untuk menjadikan Mesir sebagai negara maju dan memberikan kehidupan yang layak bagi mereka,” kata Perdana Menteri yang kini berusia 50 tahun itu. [AM/Rpb/Hdy/Inl]




09.00 | 0 komentar

Mengapa Indonesia Lebih Peduli Ariel daripada Rohingya?


Etnis Muslim Rohingnya, Arakan masih mengalami penderitaan berkepanjangan. Mereka berharap negara-negara Muslim seperti Indonesia membantu menekan rezim junta militer Myanmar. Muslim Rohingya ingin hidup bebas menjalankan agamanya, melanjutkan pendidikan sampai dipermudah melakukan pernikahan.

Demikian disampaikan Dr Heru Susetyo dari Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya-Arakan (PIARA) dalam diskusi publik bertema, “Muslim Rohingya: Lukamu adalah Luka Kami Semua”, di Universitas Indonesia, Senin (23/7).

Menurut Heru, sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia seharusnya bisa berbuat lebih dari Muslim Malaysia yang lebih konkrit begerak meski hanya berpenduduk 16 juta jiwa. Tapi faktanya tidaklah demikian.

“Kita lebih sibuk mengurus Ariel daripada Muslim Rohingya,” ujar pakar hukum itu.

Heru juga menyampaikan bahwa duka Muslim etnis Rohingnya sebenarnya sudah berlangsung lama. Meski Myanmar merdeka pada tahun 1948, sejatinya Muslim Arakan belum sempat merasakan manisnya kebebasan. Ketika rezim Militer berkuasa tahun 1988, intensitas penindasan terus meningkat terhadap mereka..

“Jadi duka Arakan sudah berlangsung lama, tapi dulu belum ada media sosial,” kata mahasiswa program Doktor Chulalongkorn University, Bangkok itu.

Selama ini berbagai metode juga dilakukan pemerintah Myanmar agar orang Rohingya keluar dari Arakan. Mulai dari pemerkosaan struktural, pembatasan pernikahan, hingga membatasi kehamilan. Namun Muslim Rohingya tidak bisa berbuat banyak.

“Siapa yang mau melawan, karena mereka minoritas,” ceritanya.

Meski demikian masyarakat diminta untuk tidak memandang sebelah mata pengungsi muslim Arakan. Walau hidup dalam penindasan, mereka memiliki semangat Islam luar biasa.

“Saya pernah melihat tempat pengungsian mereka di Thailand, di sana anak-anak mereka belajar mengaji,” tandasnya. [IK/Hdy]




08.00 | 6 komentar

Puasa yang Berkualitas

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Selasa, 24 Juli 2012 | 13.00 WIB


Untuk bahan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M malam ke-6 ini, bersamadakwah.com menyediakan tema "Puasa yang Berkualitas". Ceramah Ramadhan ini merupakan bagian dari Kumpulan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M. Semoga bermanfaat.
***

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Puasa Ramadhan merupakan ibadah istimewa yang akan dinilai langsung oleh Allah sehingga ia tidak dibatasi oleh pelipatgandaan pahala 10 sampai 700 kali. Rasulullah SAW:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

Setiap amal anak Adam dilipatgandakan; sati kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa sampai tujuh ratus kali. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya…” (HR. Muslim, An-Nasai, Ad-Darimi, dan Al-Baihaqi)

Nilai puasa di sisi Allah, dengan demikian, akan sangat bergantung pada kualitasnya. Semakin ia berkualitas, semakin tinggi nilainya di sisi Allah. Sebaliknya, puasa yang kualitasnya sekedar menahan lapar dan haus, ia tidak bernilai apa-apa di sisi Allah. Rasulullah SAW bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ

Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa baginya kecuali rasa lapar. (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah)

Melakukan amal dengan optimal dan berusaha mendapatkan kualitas tertinggi adalah sebuah keharusan. Inilah mengapa Dr. Musthafa Dieb Al-Bugho dan Muhyidin Mistu dalam Al-Wafi saat menjelaskan hadits :

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ

Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku ihsan dalam segala hal (HR. Muslim)

Beliau berdua mengatakan: Hadits ini merupakan nash (dalil) yang menunjukkan keharusan berlaku ihsan. Yaitu dengan melakukan suatu perbuatan dengan baik dan maksimal.

Maka, begitupun dengan puasa. Marilah kita tunaikan puasa kita dengan sebaik-baiknya sehingga ia benar-benar menjadi puasa yang berkualitas. Lalu apa saja kriteria puasa yang berkualitas itu?

Ikhlas
Ikhwani fillah rahimakumullah,
Inilah penentu awal kualitas puasa kita; keikhlasan. Tidak hanya puasa, bahkan seluruh amal akan ditentukan pertama kali oleh standar ini. Jika ia melakukannya ikhlas karena Allah maka amalnya menuju Allah (berpeluang diterima Allah), tetapi jika ia melakukannya karena selain Allah, maka amal itu tidak memiliki peluang sama sekali untuk menjadi bernilai di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى

Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian juga dengan ampunan yang dijanjikan Allah bagi orang yang berpuasa. Tidak serta merta ampunan ini akan didapatkan semua orang. Hanya mereka yang ikhlas saja yang berhak mendapatkan janji ini dan membuktikannya di hadapan Allah SWT kelak di akhirat.

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alaih)

Hadits di atas sekaligus menjadi dalil bahwa mengharapkan pahala dari Allah adalah termasuk ikhlas. Ini berbeda dengan ungkapan sufi yang ekstrim mengatakan tentang keikhlasan:

Ya Allah,
Jika aku beribadah kepada-Mu karena mengharap surga
Haramkanlah aku memasukinya
Jika aku beribadah kepada-Mu karena takut neraka
Campakkanlah aku ke dalamnya


Dan, alhamdulillah, menjaga keikhlasan puasa itu lebih mudah dari pada ibadah lain, karena puasa adalah amalan batin. Maka Imam Al-Ghazali menjelaskan dalam Ihya’ Ulumiddin: “Puasa itu sendiri rahasia yang padanya tidak ada amal yang disaksikan. Seluruh amal ketaatan itu disaksikan dan dilihat oleh makhluk sedangkan puasa hanya dilihat oleh Allah Azza wa Jalla, karena puasa itu amal batin dengan semata-mata kesabaran.”

Meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa
Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah,
Tentu saja untuk menjadi berkualitas, puasa itu harus sah. Artinya, kita harus meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa.

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan bahwa hal-hal yang membatalkan puasa itu dibagi menjadi dua;

Pertama, hal-hal yang membatalkan puasa dan wajib qadha’
a. Makan atau minum dengan sengaja. Jika seseorang makan dan minum dalam keadaan lupa, itu tidak membatalkan puasanya.

مَنْ نَسِىَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ

Barangsiapa yang lupa, padahal ia berpuasa, lalu ia makan atau minum, hendaknya ia meneruskan puasanya. Karena ia diberi makan dan minum oleh Allah. (HR. Jamaah)

b. Muntah dengan sengaja

مَنْ ذَرَعَهُ الْقَىْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَمَنِ اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ

Barangsiapa didesak muntah, ia tidak wajib mengqadha, tetapi siapa yang menyengaja muntah hendaklah ia mengqadha. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Daruquthni, dan Hakim)

c. Mengeluarkan sperma, baik karena mencium istrinya atau hal lain di luar bersetubuh dan mimpi. Jika bersetubuh ia terkena kafarat, jika karena mimpi maka tidak mempengaruhi puasanya.

d. Meniatkan berbuka. Karena niat merupakan rukun puasa, maka niat berbuka berarti membatalkan puasanya.

Kedua, hal-hal yang membatalkan puasa dan wajib qadha’ dan kafarat
Mengenai tindakan membatalkan puasa dan karenanya wajib qadha berikut kafarat, menurut jumhur ulama hanyalah bersenggama dan tidak ada yang lain. Kafaratnya adalah memerdekakan budak, jika tidak mampu maka berpuasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu memberikan makan kepada 60 orang miskin.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ هَلَكْتُ . فَقَالَ « وَمَا ذَاكَ » . قَالَ وَقَعْتُ بِأَهْلِى فِى رَمَضَانَ . قَالَ « تَجِدُ رَقَبَةً » . قَالَ لاَ . قَالَ « فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ » . قَالَ لاَ . قَالَ « فَتَسْتَطِيعُ أَنْ تُطْعِمَ سِتِّينَ مِسْكِينًا » . قَالَ لاَ . قَالَ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ بِعَرَقٍ - وَالْعَرَقُ الْمِكْتَلُ - فِيهِ تَمْرٌ فَقَالَ « اذْهَبْ بِهَذَا فَتَصَدَّقْ بِهِ » . قَالَ عَلَى أَحْوَجَ مِنَّا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالَّذِى بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ مِنَّا . قَالَ « اذْهَبْ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ »

Abu Hurairah berkata: Seorang laki-laki datang mendapatkan Nabi SAW. Ia berkata, “Celaka aku, wahai Rasulullah!” Nabi SAW bertanya, “Apa yang mencelakakan itu?” “Aku menyetubuhi istriku pada bulan Ramadhan.” Maka tanya Nabi SAW “Adakah padamu sesuatu untuk memerdekakan budak?” “Tidak” ujarnya. Nabi bertanya lagi, “Sanggupkah engkau berpuasa dua bulan terus menerus?” “Tidak”, ujarynya. Nabi bertanya lagi, “Apakah engkau memiliki makanan untuk diberikan kepada enam puluh orang miskin?” “Tidak” ujarnya. Laki-laki itu pun duduk, kemudian dibawa orang kepada Nabi satu bakul besar berisi kurma. “Nah, sedekahkanlah ini” titah Nabi. “Apakah kepada orang yang lebih miskin dari pada kami?” Tanya laki-laki itu. “Karena di daerah yang terletak diantara tanah yang berbatu-batu hitam itu, tidak ada suatu keluarga yang lebih membutuhkannya dari pada kami” Maka Nabi pun tertawa hingga geraham beliau terlihat lalu berkata, “Pergilah, berikanlah kepada keluargamu.” (HR. Jamaah)

Meninggalkan hal-hal yang membuat puasa sia-sia
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Ikhlas serta meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa saja tidak cukup untuk membuat puasa kita berkualitas. Hal lain yang perlu kita lakukan adalah meninggalkan hal-hal yang membuat puasa sia-sia.

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ

Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa baginya kecuali rasa lapar. (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah)

Yaitu dengan menjauhi perkara-perkara yang telah diharamkan oleh Allah SWT. Diantaranya adalah menjaga emosi kita agar tidak marah seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ

Puasa adalah perisai, maka barang siapa sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak keras, jika seseorang mencela atau mengajaknya bertengkar hendaklah dia mengatakan: aku sedang berpuasa. (Muttafaq ’alaih)

Begitupun dengan perkataan dan perbuatan dusta, bisa membuat puasa menjadi sia-sia dan karenanya harus dijauhi.

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan palsu dan pengamalannya, maka Allah tidak mempunyai keperluan untuk meninggalkan makanan dan minumannya (puasanya) (HR. Bukhari)

Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat
Sering kita jumpai, ada orang yang berpuasa lalu mengisi siang harinya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Dengan alasan agar lupa rasa lapar dan haus selama puasa mereka seharian di depan televisi, memperbanyak main game, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini hendaknya ditinggalkan agar puasa kita benar-benar berkualitas.

من حسن إسلام المرء تركه مالا يعنيه

Diantara tanda sempurnanya Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Mempuasakan seluruh organ tubuh, pikiran, dan hati
Inilah yang diistilahkan puasa khusus oleh Imam Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin dan ditegaskan oleh Ibnu Qudamah dalam Mukhtashar Minhajul Qasidin.

Pertama, mempuasakan mata dengan menahannya dari pandangan kepada sesuatu yang tercela dan dibenci syariat serta melalaikan Allah SWT.

النظرة سهم من سهام إبليس مسمومة فمن تركها من خوف الله أثابه جل و عز إيمانا يجد حلاوته في قلبه

Pandangan itu salah satu anak panah Iblis yang berbisa. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah Azza wa Jalla memberinya keimanan yang manisnya didapati dalam hatinya (HR. Hakim)

Kedua, mempuasakan lidah dengan memeliharanya dari berbicara tanpa arah, dusta, menggunjing, mengumpat, berkata buruk, berkata kasar, permusuhan dan mendzalimi orang lain.

الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ

Puasa adalah perisai, maka barang siapa sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak keras, jika seseorang mencela atau mengajaknya bertengkar hendaklah dia mengatakan: aku sedang berpuasa. (Muttafaq a’alaih)

Ketiga, mempuasakan telinga dari mendengarkan segala sesuatu yang haram dan makruh. Karena segala sesuatu yang haram diucapkan adalah haram pula untuk didengarkan. Bahkan, Allah SWT menyepadankan orang yang mencari pendengaran haram dengan pemakan harta haram.

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ

Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan makanan haram. (QS. Al-Maidah : 42)

لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Maidah : 63)

Keempat, mempuasakan tangan dari mendzalimi orang lain, mengambil sesuatu yang bukan haknya, serta melakukan perbuatan yang dilarang syariat.

Kelima, mempuasakan kaki dari berjalan ke arah yang diharamkan oleh Allah SWT.

Keenam, mempuasakan hati dari penyakit-penyakit ruhiyah seperti dengki, iri, marah, kecintaan pada dunia, dan sebagainya.

لاَ تَبَاغَضُوا ، وَلاَ تَحَاسَدُوا ، وَلاَ تَدَابَرُوا ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Janganlah kamu saling membenci, saling memutushubungan, saling mendengki, dan saling bermusuhan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketujuh
, menjaga pikiran dari membayangkan hal-hal yang disenangi syahwat dan dibenci syariat, serta dari tipu daya dan pikiran destruktif lainnya.

Memperbanyak amal shalih selama Ramadhan
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Banyak orang terkecoh dengan memperbanyak tidur saat puasa karena menilai itu sebagai ibadah. Memang ia lebih baik dibandingkan jika melakukan hal-hal yang makruh atau haram. Akan tetapi, tentu lebih baik lagi jika pada saat puasa kita memperbanyak amal shalih, mengisinya dengan aktifitas-aktifitas positif yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT seperti memperbanyak tilawah Al-Qur’an, berdzikir kepada Allah, shalat sunnah, tafakur, mengkaji ilmu-ilmu agama, memperbanyak infaq, dan lain sebagainya.

Rasulullah dan para shahabatnya sangat mengerti tentang keutamaan Ramadhan dan bagaimana memperbaiki kualitas puasa mereka. Karenanya dalam kesempatan istimewa ini mereka memperbanyak amal shalih. Ibnu Abbas menuturkan bagaimana peningkatan amal shalih Rasulullah SAW, khususnya tilawah dan infaq sebagai berikut:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanannya memuncak pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam untuk tadarus Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan dari pada angin yang bertiup. (HR. Bukhari)

Ikhwani fillah rahimakumullah,
Demikianlah cara mewujudkan puasa yang berkualitas. Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan Allah SWT sehingga bisa berpuasa dengan kualitas seperti itu dan akhirnya mencapai derajat taqwa; mendapatkan ampunan Allah SWT, meraih ridho dan dimasukkan ke dalam surga-Nya.

Wallaahu a’lam bish shawab

***
Demikian Ceramah Ramadhan Puasa yang Berkualitas untuk bahan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M, khususnya malam ke-6 Ramadhan. []

Untuk mendownload Ceramah Ramadhan ini, silahkan klik
KUMPULAN CERAMAH RAMADHAN 1433 H/2012 M
13.00 | 3 komentar

Mursi Jadi Presiden, Palestina Bebas Masuk Kairo Tanpa Visa


Warga Palestina kini bisa bernapas lega. Pasalnya, Pemerintah Mesir sejak Senin (22/7) pagi mulai mengizinkan warga Palestina masuk ke Kairo tanpa visa, tanpa persetujuan keamanan. Kebijakan pro Palestina dari pemerintah Mursi ini berlaku bagi semua warga Palestina baik dari Tepi Barat maupun Gaza.

Sumber keamanan di Bandara Kairo mengatakan, mereka mendapatkan intruksi agar mengizinkan seluruh warga Palestina dari semua umur, saat mereka tiba di Kairo tanpa keterangan apapun, selain tanda tangan paspor.

Intruksi itu memerintahkan mereka mengizinkan warga Palestina baik yang mau masuk ataupun berangkat ke Jalur Gaza. Intruksi itu sekaligus menghapus kebijakan pendeportasian yang diberlakukan oleh rezim Mubarak.

Kebijakan baru itu juga membatalkan seluruh proses yang sebelumnya diwajibkan bagi warga Palestina yang membawa dokumen perjalanan otoritas Palestina, termasuk keharusan mendapat persetujuan dari pihak keamanan kedubes dan konsul Mesir di luar negeri serta pembatasan umur dari 18 tahun hingga 40 tahun.

Sumber menambahkan, kebijakan pro Palestina tersebut dikeluarkan dalam rangka untuk meringankan penderitaan yang dialami warga Palestina yang bepergian, baik berangkat maupun pulang pergi dari dan ke Jalur Gaza. Selain itu juga untuk memudahkan gerakan lalu lintas di gerbang perlintasan darat Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir. [AM/IP]



11.00 | 6 komentar

Hari Keempat Ramadhan, Pesawat AS Bunuh 10 Warga Pakistan


Bulan suci Ramadhan tidak membuat Amerika Serikat (AS) menghentikan serangan-serangan pesawat tak berawak di wilayah Pakistan. Sedikitnya 10 warga di di desa Dray Nashtar, Waziristan Utara, tewas akibat serangan itu, Senin (23/7).

AS mengklaim, 10 orang yang tewas itu adalah kelompok militan yang terkait dengan jaringan Al Qaida. Kompleks bangunan yang berlokasi sekitar 65 kilometer sebelah barat Miranshah, yang menjadi sasaran rudal-rudal pesawat tak berawak itu juga diklaim sebagai basis kelompok militan.

Seorang pejabat keamanan di Pakistan mengkonfirmasi adanya serangan itu. Namun, ia belum memastikan identitas korban.

"Mayat korban hangus terbakar," kata pejabat itu.

"Belum jelas apakah ada militan penting yang tewas dalam serangan itu. Kami masih berusaha memastikan identitas mereka," tambahnya.

Sebelumnya, enam militan dan sembilan orang lainnya tewas dalam serangan serupa pada 6 Juli lalu.

Serangan-serangan pesawat tak berawak AS merupakan penghalang utama bagi perbaikan hubungan antara Pakistan dan AS, yang memburuk tahun lalu karena operasi komando AS yang menewaskan Osama bin Laden di dalam wilayah Pakistan dan serangan udara NATO di dekat perbatasan dengan Afghanistan yang menewaskan 24 prajurit Pakistan. [IK/Rpb]


07.00 | 1 komentar

Orang-orang yang Berhalangan Puasa

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Senin, 23 Juli 2012 | 15.00 WIB



Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Islam sangat memahami bagaimana kondisi manusia karena ia adalah Din yang dipilihkan oleh Allah, sang Pencipta manusia kepada manusia.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. Al-Maidah : 3)

Allah SWT yang telah menciptakan manusia adalah Dzat yang Maha Tahu tentang manusia. Dia Maha Mengetahui bahwa antara manusia yang satu dan manusia yang lain berbeda. Tidak semua manusia memiliki kekuatan fisik yang prima. Karenanya, tidak semua manusia dikenakan beban dan tanggungjawab yang sama.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah : 286)

Demikian pula yang berlaku pada puasa. Meskipun hukum asalnya wajib, tetapi ada orang-orang tertentu yang boleh tidak berpuasa. Allah SWT Maha Tahu tentang kondisi mereka sehingga tidak mewajibkan mereka untuk tetap berpuasa, melainkan diberi keringanan untuk berbuka. Bahkan ada juga yang wajib berbuka, tidak boleh meneruskan puasanya, tentu dengan konsekuensi yang sudah ditetapkan oleh syariat.

1. Uzur yang mewajibkan berbuka dan meng-qadha puasa, yaitu haid dan nifas.

Jika seorang muslimah yang sedang berpuasa kedatangan haid atau melahirkan sehingga mengalami nifas, maka ia wajib berbuka/membatalkan puasanya. Sebagai gantinya, ia wajib mengqadha' di hari lainnya di luar Ramadhan.

Aisyah pernah ditanya tentang wanita yang haid, maka ia menjawab:

فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ

Kami diperintahkan untuk meng-qadha (mengganti) puasa dan tidak diperintahkan untuk meng-qadha (mengganti) shalat (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Uzur yang membolehkan berbuka dan mewajibkan meng-qadha, yaitu sakit dan safar.

Bagi orang yang sakit, dan ada harapan sembuh, yang sekiranya jika ia berpuasa sakitnya makin parah atau atas rekomendasi dokter ia perlu berbuka, boleh baginya untuk tidak berpuasa dan wajib atasnya untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkannya itu.

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (QS. Al-Baqarah : 184)

Demikian juga musafir yang melakukan safar atau perjalanan, boleh baginya –sebagaimana ayat tersebut- untuk berbuka dan mengganti puasanya di hari lain. Diantara hadits yang menjadi dalil pendukung atas bolehnya berbuka bagi orang yang safar adalah hadits dari Abu Said al-Khudri yang menuturkan :

سَافَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِلَى مَكَّةَ وَنَحْنُ صِيَامٌ قَالَ فَنَزَلْنَا مَنْزِلاً فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّكُمْ قَدْ دَنَوْتُمْ مِنْ عَدُوِّكُمْ وَالْفِطْرُ أَقْوَى لَكُمْ ». فَكَانَتْ رُخْصَةً فَمِنَّا مَنْ صَامَ وَمِنَّا مَنْ أَفْطَرَ ثُمَّ نَزَلْنَا مَنْزِلاً آخَرَ فَقَالَ « إِنَّكُمْ مُصَبِّحُو عَدُوِّكُمْ وَالْفِطْرُ أَقْوَى لَكُمْ فَأَفْطِرُوا ». وَكَانَتْ عَزْمَةً فَأَفْطَرْنَا ثُمَّ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُنَا نَصُومُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بَعْدَ ذَلِكَ فِى السَّفَرِ.

Kami bepergian bersama Rasulullah SAW ke Makkah, sedangkan waktu itu kami berpuasa.kami berhenti di suatu tempat, maka sabda Rasulullah SAW: "Sekarang engkau telah dekat musuhmu, dan berbuka lebih menguatkan dirimu." Maka hal itu merupakan keringanan, dan diantara kami ada yang berpuasa dan ada pula yang tidak. Kemudian kami berhenti di suatu tempat yang lain, maka Nabi SAW bersabda, "esok pagi, engkau akan menyergap musuhmu, dan berbuka lebih menguatkanmu, dari itu berbukalah kamu." Maka hal itu merupakan keharusan, hingga kami pun berbuka. Lalu di belakang itu, engkau lihat kami berpuasa lagi bersama Rasulullah SAW dalam perjalanan. (HR. Muslim, Ahmad, dan Abu Dawud)

3. Uzur yang membolehkan berbuka dan mewajibkan fidyah, yaitu usia tua atau sakit yang tidak ada harapan sembuh

Orang yang telah lanjut usia, yang susah untuk berpuasa serta orang yang sakit dan tidak ada harapan sembuh, maka bagi mereka itu adalah uzur yang membolehkannya untuk tidak puasa Ramadhan. Sebagai konsekuensinya, mereka diwajibkan membayar fidyah.

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. (QS. Al-Baqarah : 184)

Dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu Abbas berkata dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dari Ikrimah:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ (وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ) قَالَ كَانَتْ رُخْصَةً لِلشَّيْخِ الْكَبِيرِ وَالْمَرْأَةِ الْكَبِيرَةِ وَهُمَا يُطِيقَانِ الصِّيَامَ أَنْ يُفْطِرَا وَيُطْعِمَا مَكَانَ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا وَالْحُبْلَى وَالْمُرْضِعُ إِذَا خَافَتَا - قَالَ أَبُو دَاوُدَ يَعْنِى عَلَى أَوْلاَدِهِمَا - أَفْطَرَتَا وَأَطْعَمَتَا.

Bahwa Ibnu Abbas berkata mengenai firman Allah : "Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin" merupakan keringanan bagi orang tua yang telah lanjut usia, baik laki-laki maupun wanita yang telah payah untuk berpuasa, agar mereka berbuka, dan memberi makan untuk setiap hari itu seorang fakir miskin. Begitu pun wanita hamil dan menyusui anak, jika mereka khawatir akan keselamatan anak-anak mereka, mereka boleh berbuka dan memberi makan. (HR. Abu Dawud)

4. Uzur yang diperselisihkan para ulama, yaitu hamil dan menyusui

Mereka yang diperselisihkan oleh para ulama' apakah konsekuensi berbuka puasanya dengan meng-qadha atau membayar fidyah adalah ibu hamil dan menyusui. Menurut golongan Hanafi, Abu Ubaid dan Abu Tsaur, mereka hanya diwajibkan mengqadha dan tidak membayar fidyah. Sedangkan menurut pendapat Ahmad dan Syafi'i, jika mereka berbuka karena kekhawatiran terhadap keselamatan anak saja, maka mereka wajib mengqadha' dan membayar fidyah. Tetapi bila yang dikhawatirkan adalah keselamatan mereka sendiri, atau keselamatan diri serta keselamatan anak mereka, maka mereka hanya wajib mengqadha. Sedangkan menurut Ibnu Abbas –sebagaimana hadits di atas- mereka wajib membayar fidyah jika khawatir akan keselamatan anaknya. Begitupun pendapat Ibnu Umar, sama seperti pendapat Ibnu Abbas di atas.

Wallaahu a’lam bish shawab.

***
[bersamadakwah.com]
15.00 | 0 komentar

Ramadhan Jadi Bukti Cinta Rakyat Mesir pada Presiden Mursi


Banyak pejabat negara di seluruh dunia Islam yang memanfaatkan Ramadhan untuk melakukan safari. Namun, tidak banyak yang langsung menuai kecintaan rakyat dan kedekatan bersama mereka. Presiden Mursi adalah salah satu diantara sedikit pemimpin langka yang berhasil meraih kecintaan rakyatnya.

Hal itu terlihat pada hari pertama puasa di Mesir, jum'at (20/7) lalu. Seorang mahasiswa pasca sarjana di American Open University mengamati langsung betapa rakyat Mesir di Masjid Fath Kota Zagazig sangat mencintai Mursi.

Mengetahui presiden akan datang dan menunaikan shalat Jumat di masjid kebanggaan mereka, orang-orang Zagazig sejak jam 9 pagi mulai berbondong-bondong menuju masjid megah itu. Mereka ingin menunaikan shalat Jumat sekaligus ingin melihat secara langsung sosok presiden yang lahir di desa Al Idwah, Zagazig itu.

Akhirnya pemimpin yang ditunggu-tunggu jamaah itu pun datang. Presiden Mursi tiba bersama Ketua Majelis Syura (MPR) Ahmad Fathi yang juga berasal dari Zagazig. Para jamaah pun berdiri ingin melihat langsung sosok pemimpin mereka yang baru. Sedangkan para paswalpres mengamankan presiden dengan berdiri membentuk pagar.

Sampai di dalam masjid, Mursi tidak langsung duduk. Presiden dari Ikhwanul Muslimin itu melaksanakan shalat sunat tahiyyatul masjid dulu.

Kesederhanaan dan kedekatan Mursi membuat sejumlah jamaah mengungkapkan kecintaannya. Adi Sucipto, mahasiswa pasca sarjana di American Open University yang mengamati mereka, mengungkapkan hal itu.

Ahsanun nas,” (manusia terbaik), ujar seorang warga yang duduk di samping mahasiswa itu.

Ada pula yang berteriak, “kullu sanah wa anta thoyyib ya Rais” (kebaikan selalu menyertaimu duhai Presiden).

“Berpuluh-puluh tahun saya shalat di masjid ini, baru kali ini diziarahi presiden dan ia shalat bersama kita,” ungkapan dari seorang jama’ah di sampingnya bertutur. “Hadza min fadhli Rabbi (inilah rizki dari Allah),” tambahnya.

Bahkan ada seorang bapak membawa dua orang anak laki-lakinya yang masih kecil, berkata kepada anaknya, “Itu nak presdien kita, Mursi, agar kalian tahu.” Gema takbir pun berkumandang dari setiap sudut Masjid Fath.

Seusai shalat, Mursi langsung berdiri, menyalami rekan-rekannya dan juga kepada para ulama-ulama.

Ada kejadian menarik setelah itu. Ketika panwalpres mempersilahkan Mursi untuk segera meninggalkan ruang masjid, ia menolak dan minta diberikan microphone agar bisa berbicara langsung sambil mendekati jamaah.

“Segala puji bagi Allah, kita dipertemukan Allah pada bulan Ramadhan kali ini dan saya berpesan kepada semuanya, banyak-banyaklah membaca al-Qur’an dan amalkan isi al-Qur’an.”

Mendengar kalimat singkat itu, semua jamaah bertakbir . “Allahu Akbar.” Suara gemuruh takbir menggema hingga ke luar masjid.

Mursi keluar masjid dan langsung menuju mobil kepresidenan. Para jamaah melepas Mursi dengan perasaan bahagia tergambar di wajah-wajah mereka.

Keadaan itu nampak jauh berbeda dengan kunjungan presiden sekitar 5 tahun sebelumnya. Saat itu, presiden Husni Mubarak berkunjung ke Zagazig. Sehari sebelum Mubarak tiba, polisi sudah berjaga–jaga di semua tempat.

Mereka berdiri di atas apartemen dengan persenjataan yang lengkap. Pada saat Mubarak akan tiba di lapangan stadiun dengan kendaraan helikopter, seluruh jendela rumah di sekitarnya ditutup dan tidak boleh melihat apalagi membuka pintu dan jendela.

Saat Mursi datang, warga hanya sebatas diperiksa menjelang masuk masjid oleh polisi demi alasan keamanan. Kebijakan Mursi menghapus sejumlah protokoler yang berlebihan ternyata mampu membangun kedekatan dengan rakyat dan menambah poin kecintaan mereka kepada pemimpin itu. [AM/Hdy]


10.00 | 3 komentar

Mantan Direktur NATO Masuk Islam, Jerman Gempar

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Minggu, 22 Juli 2012 | 16.00 WIB


Namanya Wilfried Hoffman. Ia dilahirkan dalam keluarga Katholik Jerman pada 3 Juli 1931. Hoffman meraih gelar Doktor di bidang ilmu hukum dan yurisprodensi dari Universitas Munich, Jerman tahun 1957. Pada tahun 1983-1987, ia ditunjuk menjadi direktur informasi NATO di Brussels.

Jerman sangat mengenal Hoffman, karena setelah bertugas di NATO, ia diangkat menjadi diplomat (duta besar) Jerman untuk Aljazair tahun 1987 dan dubes di Maroko tahun 1990-1994. Karenanya, Jerman menjadi gempar seketika saat Hoffman menerbitkan buku yang berjudul Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif). Jerman terkejut, ternyata salah satu putra terbaiknya telah memeluk Islam.

Hoffman sebenarnya telah masuk Islam sejak lama, jauh sebelum bukunya dipublikasikan pada 1992. Ia masuk Islam bahkan sebelum bertugas ke Aljazair dan Maroko. Bagaimana ia mendapatkan hidayah?

Saat itu, Hoffman sangat prihatin pada dunia barat yang mulai kehilangan moral. Agama yang dulu dianutnya dirasakannya tak mampu mengobati rasa kekecewaan dan keprihatinannya akan kondisi tersebut.

Hoffman juga memiliki sejumlah pertanyaan teologi yang belum terjawab, terutama mengenai dosa warisan. Ia juga tidak puas dengan jawaban mengapa tuhan memiliki anak dan harus pasrah disiksa hingga mati di kayu salib.

“Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak punya kuasa,” tegasnya.

Hoffman bahkan sempat “meragukan” keberadaan Tuhan. Ia lalu melakukan analisa terhadap karya-karya filsuf seperti Wittgenstein, Pascal, Swinburn, dan Kant, hingga akhirnya ia dengan yakin menemukan bahwa Tuhan itu ada.

Jika Tuhan itu ada, bagaimana manusia berkomunikasi dengan-Nya? Hoffman menemukan, jawabannya adalah wahyu. Maka ia pun membandingkan berbagai “wahyu” yang ada. Setelah membandingkan kitab suci Yahudi, Kristen dan Islam itulah Hoffman mendapati Islam-lah yang secara tegas menolak dosa warisan. Ia juga mendapati, dalam Islam seseorang langsung berdoa kepada Allah, bukan melalui perantara atau tuhan-tuhan lainnya.

“Seorang Muslim hidup di dunia tanpa pendeta dan tanpa hierarki keagamaan; ketika berdoa, ia tidak berdoa melalui Yesus, Maria, atau orang-orang suci, tetapi langsung kepada Allah,” kata Hoffman.

Tauhid yang murni di dalam Islam itulah yang akhirnya membuat Hoffman memeluk Islam. Keyakinannya semakin kuat ketika ia bertugas di Aljazair dan melihat betapa umat Islam Aljazair begitu sabar, kuat dan tabah menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan dari umat lain. Sangat bertolak belakang dengan kepribadian masyarakat Barat yang rapuh.

"Saya menyaksikan kesabaran dan ketahanan orang-orang Aljazair dalam menghadapi penderitaan ekstrem, mereka sangat disiplin dan menjalankan puasa selama bulan Ramadhan, rasa percaya diri mereka sangat tinggi akan kemenangan yang akan diraih. Saya sangat salut dan bangga dengan sikap mereka," ujarnya.

Ketika keislamannya diketahui publik pasca terbitnya buku Der Islam als Alternative, media massa dan masyarakat Jerman serentak mencerca dan menggugat Hoffman. Media massa sebesar Del Spigel pun turut mencercanya. Bahkan pada kesempatan berbeda, televisi Jerman men-shooting Hoffman saat ia sedang melaksanakan shalat di atas Sajadahnya, di kantor Duta Besar Jerman di Maroko, sambil dikomentari oleh sang reporter: "Apakah logis jika Jerman berubah menjadi Negara Islam yang tunduk terhadap hukum Tuhan?"

Hoffman tersenyum mendengar komentar sang reporter. "Jika aku telah berhasil mengemukakan sesuatu, maka sesuatu itu adalah suatu realitas yang pedih." Artinya, lelaki yang menambah namanya dengan “Murad” (yang dicari) ini, paham bahwa keislamannya akan membuat warga Jerman marah. Namun ia sadar, segela sesuatu harus ia hadapi apapun resikonya. Bagi Murad Wilfried Hoffman, demikian nama lengkapnya setelah menjadi Muslim, Islam adalah agama yang rasional dan maju.

Seiring waktu, masyarakat Jerman mulai “menerima” keislaman Hoffman. Sebagian mereka juga turut membaca karya-karya mualaf yang komitmen mendakwahkan Islam ini. Buku berikutnya yang ditulis Hoffman berjudul Trend Islam 2000. Selain menulis, Hoffman juga aktif dalam organisasi keislaman, seperti OKI. Ia terus menyampaikan pemikiran-pemikiran briliannya untuk kemajuan Islam.

Pada September 2009 lalu, Hoffman dinobatkan sebagai Muslim Personality of The Year (Muslim Berkepribadian Tahun Ini), yang diselenggarakan oleh Dubai International Holy Quran Award (DIHQA). Penghargaan serupa pernah diberikan pada Syeikh Dr Yusuf al-Qardhawi. [IK/Rpb]


16.00 | 41 komentar

Doa Makan Sahur

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Sabtu, 21 Juli 2012 | 16.00 WIB


Berikut ini adalah Doa Makan Sahur, yang merupakan bagian dari rubrik Kumpulan Doa-Doa.

Karena tidak ada hadits shahih yang menunjukkan doa khusus makan sahur, maka doa makan sahur sama dengan doa makan secara umum, yaitu:

DOA SEBELUM MAKAN (SAHUR) 1

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(Alloohumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa waqinaa 'adzaaban naar)

Artinya :
Ya Allah, berkahilah untuk kami apa yang Engkau karuniakan kepada kami dan peliharalah kami dari adzab neraka

Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits yang diriwayatkan Imam Malik dalam Al Muwatha'

DOA SEBELUM MAKAN (SAHUR) 2

بِسْمِ اللَّهِ اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا
(Bismillaahi, Alloohumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa)

Artinya :
Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, berkahilah untuk kami apa yang Engkau karuniakan kepada kami

Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits yang diriwayatkan Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah, dan Abid Dunya

Demikian Doa Makan Sahur. Doa-doa lainnya bisa diklik di Kumpulan Doa-Doa
16.00 | 4 komentar

Dihalangi Israel, Ansyithah Ramadhan di Al Aqsha Tetap Meriah


Kendati dihalang-halangi pemerintah Zionis Israel dengan sejumlah ‘prosedur keamanan’, ansyithah Ramadhan di masjid Al Aqsha bisa berlangsung dengan meriah. Shalat Jum’at pertama di masjid yang pernah disinggahi Rasulullah sewaktu isra’ itu dihadiri oleh 100 ribu jama’ah dari berbagai wilayah di Palestina. Al Aqsha juga menyiapkan puluhan ribu makan buka bersama dan sahur, serta menyediakan ratusan bus untuk mengangkut jamaah shalat dari berbagai desa.

Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Peninggalan Bersejarah menjelaskan, warga Palestina dari kota Al-Quds terjajah, Palestina Dalam (jajahan 1948) dan Tepi Barat berbondong-bondong sejak pagi hari jumat (20/7) ke Masjid Al-Aqsha untuk menunaikan shalat jumat meskipun pasukan Israel berjaga ketat di sekitar masjid dan berusaha menghalangi jamaah ke dalam masjid. Jama’ah shalat jum’at sangat padat meskipun Israel juga mempersulit prosedur masuk melalui perlintasan militer.

Selain berbagai aktifitas ibadah mahdhah itu, Al Aqsha tidak mengesampingkan program taklim yang banyak diminati oleh kaum muslimin. Melalui taklim selama Ramadhan itu, selain memperdalam ilmu agama, jamaah juga mendapatkan motivasi untuk tetap komitmen dengan Islam dan perjuangan, di tengah-tengah berbagai himpitan yang dirancang oleh penjajah Israel.

Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Turats dan Yayasan Al-Bayariq untuk Pemakmuran Al-Aqsha serta yayasan Takmir Al-Aqsha dan Tempat Suci meminta umat Islam baik di Tepi Barat, Al-Quds, maupun Palestina Dalam untuk menghidupkan masjid Al Aqsha, termasuk shalat dan iktikaf. Sebab, masjid Al Aqsha adalah milik umat Islam dan Israel tidak berhak melakukan intervensi. [IK/IP/bsb]


14.31 | 1 komentar

7 Keutamaan Puasa

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Jumat, 20 Juli 2012 | 14.00 WIB


Untuk bahan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M malam kedua ini, bersamadakwah.com menyediakan tema "7 Keutamaan Puasa". Ceramah Ramadhan ini merupakan bagian dari Kumpulan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M. Semoga bermanfaat.
***

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah SWT,
Setiap ibadah dalam Islam memiliki keutamaan masing-masing. Demikian pula dengan puasa yang telah diwajibkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Krena itu, barang siapa diantara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah… (QS. Al-Baqarah : 185)

Berikut ini adalah keutamaan-keutamaan puasa :
1. Amal mulia yang pahalanya akan dibalas langsung dari Allah SWT

Jika amal-amal lain telah disebutkan pahalanya oleh Allah SWT, ternyata pahala puasa akan langsung diberikan Allah SWT tanpa diberitakan terlebih dahulu berapa batasan pahalanya. Ibarat seseorang yang bekerja dan telah disebutkan gajinya sekian dan sekian, maka kita bisa memperkirakan berapa hasil yang diperoleh. Tetapi saat owner perusahaan atau bos kita mengatakan "bekerjalah dan saya langsung yang akan memberikan gajimu" bisa jadi hasil yang kita dapatkan di luar dugaan kita, tergantung bagaimana kualitas kerja kita.

Shadaqah misalnya, sudah disebutkan Allah SWT tentang pahalanya :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 261)

Sedangkan untuk puasa ini, Allah SWT berfirman melalui hadits qudsi :

قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

Allah berfirman: "Setiap amal anak Adam untuknya kecuali puasa, maka itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya…" (Muttafaq 'Alaih)

Tidakkah kita termotivasi untuk berpuasa sebaik-baiknya, memelihara keikhlasan dalam menjalankannya dan karenanya kita akan mendapatkan perhitungan langsung dari Allah SWT yang boleh jadi jauh lebih hebat dari pada apa yang kita duga?

2. Bau mulut orang yang puasa lebih baik di sisi Allah daripada minyak misik

Meskipun manusia tidak menyukai bau mulut orang yang berpuasa karena tidak sedap, tetapi di sisi Allah SWT itu lebih baik dan lebih harum dari pada minyak misik. Nabi SAW bersabda :

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada harumnya minyak misik… (Muttafaq 'Alaih)

Tidakkah kita mau berbangga di hadapan Allah SWT dengan mulut yang berbau harum? Yang dengannya kita dikenali sebagai hamba-Nya yang berpuasa dan memiliki keutamaan saat banyak orang pada hari kiamat dicekam dengan ketakutan dan kekhawatiran.

3. Orang yang puasa akan mendapat dua kegembiraan

Rasulullah SAW bersabda :

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ ، وَإِذَا لَقِىَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan; ketika berbuka dia gembira dengan bukanya dan ketika bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya. (Muttafaq 'Alaih)

Itulah dua kegembiraan. Saat berbuka, rasa lapar dan haus yang ditahan selama seharian hilang seketika. Bahkan, saat-saat yang paling nikmat adalah pada tegukan pertama saat kita berbuka. Rasa panas karena dehidrasi juga terobati saat berbuka. Kenikmatan ini tidak pernah dirasakan oleh orang yang tidak berpuasa.

Demikian juga kegembiraan ketika bertemu Allah di akhirat nanti. Segala ketakutan dan kekhawatiran sirna sebagaimana sirnanya rasa haus dan lapar saat berbuka. Segala kesusahan dan penderitaan saat hidup di dunia akan hilang sebagaimana hilangnya kepenatan dan rasa panas saat berbuka.

4. Memasukkan pelakunya ke dalam surga

Suatu hari Abu Umamah datang kepada Nabi SAW dan bertanya tentang amal yang bisa memasukkannya ke surga. Imam Ahmad, Nasa'i dan Hakim meriwayatkan dalam hadits berikut ini:

عَنْ أَبِى أُمَامَةَ قَالَ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقُلْتُ مُرْنِى بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِى الْجَنَّةَ. قَالَ « عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ عِدْلَ لَهُ ». ثُمَّ أَتَيْتُهُ الثَّانِيَةَ فَقَالَ « عَلَيْكَ بِالصِّيَامِ »

Dari Abu Umamah berkata: Saya datang kepada Rasulullah SAW, maka saya berkata: "Perintahkan kepada saya dengan sebuah amal yang dapat memasukkan saya ke dalam surga!" Rasulullah SAW menjawab: "Berpuasalah, sesungguhnya tiada tandingan baginya" Kemudian saya datang untuk kedua kalinya, maka Beliau berkata: "Berpuasalah" (HR. Ahmad, Nasa'i dan Hakim dan dia menshahihkannya)

Tidakkah kita ingin dimasukkan Allah ke surga yang kenikmatannya sangat luar biasa hingga membuat setiap orang yang mengetahuinya akan memiliki kecintaan pada surga?

5. Puasa akan menjadi pemberi syafa'at bagi pelakunya

Di hari kiamat yang tiada lagi berguna apapun selain pertolongan Allah dan syafa'at yang diizinkannya, betapa berbahagianya seorang muslim mendapatkan syafa'at akibat puasa yang dilakukannya dan Al-Qur'an yang dibacanya.

Rasulullah SAW bersabda :

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafa'at bagi seorang hamba di hari kiamat (HR. Ahmad dan Hakim)

6. Puasa adalah perisai dari api neraka

Rasulullah SAW bersabda :

الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنْ النَّارِ
Puasa adalah perisai (yang melindungi) dari api neraka (HR. Ahmad dan Hakim)

7. Puasa sehari di jalan Allah menjauhkan pelakunya dari neraka sejauh tujuh puluh musim

Diantara keutamaan puasa adalah menjauhkan pelakunya dari neraka. Satu hari puasa setara dengan penambahan jarak sejauh tujuh puluh musim dari neraka.

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah kecuali Allah menjauhkan wajahnya dengan hari itu dari api neraka tujuh puluh musim. (HR. Jama'ah kecuali Abu Dawud)

Tidakkah kita ingin dijauhkan dari neraka yang kedahsyatannya sangat luar biasa hingga membuat setiap orang yang mengetahuinya akan takut pada siksa neraka?

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Demikianlah 7 keutamaan puasa. Semoga dengan mengetahui keutamaan-keutamaan puasa tersebut kita semakin semangat berpuasa dan senantiasa ikhlas dalam menjalankannya.

Jangan sampai kita yang telah mendapat ilmu kemudian terhalang dari mengamalkannya, maka ilmu kita menjadi tidak manfaat. Karenanya marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW :

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari hawa nafsu yang tidak pernah merasa kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan. (HR. Muslim)

Wallaahu a'lam bish shawab

***
Demikian Ceramah Ramadhan 7 Keutamaan Puasa untuk bahan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M, khususnya malam kedua Ramadhan. []

Untuk mendownload Ceramah Ramadhan ini, silahkan klik
KUMPULAN CERAMAH RAMADHAN 1433 H/2012 M
14.00 | 11 komentar

Warga Gaza Gelar Aksi Munashoroh Rohingya



Meskipun negerinya sendiri masih diblokade Zionis Israel, warga Gaza tidak menutup mata terhadap penderitaan Muslim Rohingya. Mereka turun ke jalan, Rabu (18/7) waktu setempat memprotes sikap diam dunia internasional atas genosida yang dialami Muslim Rohingya di Myanmar.

“Kami berdiri di sini di depan markas PBB yang tidak berbuat apa-apa terhadap penderitaan Muslim,” kata seorang orator dalam aksi yang diwarnai pembakaran bendera Amerika Serikat (AS) dan Myanmar, serta foto Presiden Thein Sein itu.

“Kami di Palestina berdiri mendukung Muslim (Rohingya) yang mana lebih dari 2.000 orang telah dibunuh dan lebih dari 90.000 orang kehilangan tempat tempat tinggal, sementara media sibuk dengan masalah-masalah lainnya,” tegas orator.

Aksi munashoroh itu juga mendesak masyarakat internasional untuk menghentikan genosida atas Muslim Rohingya dan mendesak para pemimpin negara Muslim dan Arab untuk mengecam kejahatan itu.

Pembantaian massal atas Muslim Rohingya telah mengundang keprihatinan dan protes lembaga dan umat Islam di berbagai negara. Pekan lalu, Islamic Society of north America (ISNA) menyeru agar hak-hak asasi Muslim Rohingya diberikan.

Awal pekan ini Organisasi Kerjasama Islam (OKI) juga memprotes pembantaian yang tidak manusiawi itu. Sekretari Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu Senin (16/7) lalu mendesak pemerintah Myanmar menghentikan diskriminasi atas Muslim Rohingya dan mengangkat masalah itu ke forum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Tak ketinggalan, Dewan Ulama al-Azhar menyeru para politisi dan penguasa negara-negara Muslim agar memboikot Myanmar sampai pemerintah negara itu memperbaiki perlakuan kepada warga Muslim Rohingya. Dewan Ulama juga menyerukan demonstrasi umat Muslim di depan Kedutaan Besar Myanmar di seluruh dunia Islam. [AN/Hdy/bsb]



13.00 | 0 komentar

Perempuan Saudi Bisa Minta Cerai Jika Suaminya Perokok


Ingin perempuan aman dari bahaya rokok? Agaknya aturan baru di Saudi ini perlu "dipertimbangkan". Pengadilan Arab Saudi baru-baru ini mengeluarkan hukum baru terkait perceraian. Pengadilan memberikan izin bagi istri untuk mengajukan cerai jika suaminya perokok.

Seorang hakim di Pengadilan Saudi Ibrahim Al Khudairi mengatakan, seorang istri dapat mengajukan perceraian dengan suaminya jika kedapatan sang suami memiliki kebiasaan merokok yang merugikan istri.

"Jika seorang wanita memberitahu pengadilan bahwa ia menderita akibat sang suami perokok. Seperti ia menjadi alergi atau sesak nafas, maka pengadilan akan mengabulkan permintaan cerainya," ujar Al Khudairi, seperti dikutip Republika, Jumat (20/7).

Ketentuan tersebut, menurut hakim, berlaku bagi pasangan yang belum lama menikah. Jika mereka telah menikah dalam waktu yang lama, misalnya 20 tahun, maka sang istri tidak bisa menggugat cerai dengan alasan itu. Sebab, sang istri telah menerima kebiasaan tersebut. [IK/Rpb/bsb]


10.00 | 1 komentar

Muhammadiyah Mulai Puasa Hari Ini, Pemerintah Besuk


Banyak umat Islam yang menginginkan awal puasa Ramadhan serentak bersama-sama sehingga nuansa persatuan umat lebih terasa. Namun, keinginan itu tidak terwujud di tahun ini. Muhammadiyah sejak jauh-jauh hari telah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Jum'at, 20 Juli 2012, sehingga puasa Ramadhan dimulai pada hari ini.

"Insya Allah, nanti sore ketika matahari terbenam, bulan belum terbenam, masih di atas ufuk dan menurut perhitungan sekitar 1.30 derajat. Ini menunjukkan hilal telah datang. Inilah keyakinan Muhammadiyah. Maka, malam ini kita mulai tarawih dan besok puasa," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, Kamis (19/7).

Sedangkan pemerintah, melalui sidang itsbat Kementerian Agama (Kemenag) bersama puluhan ormas termasuk Nahdlatul Ulama' (NU) menetapkan awal bulan Ramadhan jatuh pada Sabtu (21/7).

Perbedaan penetapan awal Ramadhan terjadi karena Muhammadiyah menggunakan metode hisab, sementara Kemenag, NU dan sejumlah ormas lainnya memakai metode hisab dan ru'yat. Perbedaan dimungkinkan terjadi ketika posisi hilal berada di bawah dua derajat.

Menurut Muhammadiyah, meskipun di bawah dua derajat, asalkan posisi hilal telah di atas nol derajat berarti bulan telah berganti. Sedangkan menurut NU dan Kemenag, posisi hilal di bawah dua derajat berarti belum imkanur ru'yah (hilal belum memungkinkan dilihat). Dari 25 titik pemantauan di seluruh Indonesia, Kemenag mendapatkan hasil hilal tak terlihat, sehingga sidang itsbat memutuskan puasa Ramadhan mulai besuk (21/7).

Meskipun berbeda awal puasa, diharapkan umat Islam tetap menjaga persatuan dan saling menghormati. Karena menurut hadits Nabi, setiap ijtihad akan mendapatkan pahala. Jika salah mendapatkan satu pahala, dan jika benar mendapatkan dua pahala. [IK/Rpb/Kmp/bsb]


08.00 | 2 komentar

Kumpulan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M

Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Kamis, 19 Juli 2012 | 16.00 WIB


Kumpulan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M ini didedikasikan buat para khatib/penceramah Ramadhan serta masyarakat Muslim secara umum. Selain bisa dibaca online, ebook Ceramah Ramadhan 1433 H ini juga bisa didownload gratis dalam format pdf.

Untuk saat ini, sebagian Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. Harapan kami, seiring berjalannya Ramadhan, akan di update link terbaru untuk dibaca online dan didownload.

Berikut ini Kumpulan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M :
1. Ceramah Ramadhan 2012 (1): Bagaimana Kita Merespon Perintah Puasa » DOWNLOAD
2. Ceramah Ramadhan 2012 (2): 7 Keutamaan Puasa » DOWNLOAD
3. Ceramah Ramadhan 2012 (3): Sunnah-sunnah Ramadhan » DOWNLOAD
4. Ceramah Ramadhan 2012 (4): Hikmah Puasa » DOWNLOAD
5. Ceramah Ramadhan 2012 (5): Orang-orang yang Berhalangan Puasa » DOWNLOAD
6. Ceramah Ramadhan 2012 (6): Puasa yang Berkualitas » DOWNLOAD
7. Ceramah Ramadhan 2012 (7): Optimalisasi Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah » DOWNLOAD
8. Ceramah Ramadhan 2012 (8): Ramadhan dan Kesabaran » DOWNLOAD
9. Ceramah Ramadhan 2012 (9): Memaknai Ramadhan sebagai Bulan Jihad » DOWNLOAD
10. Ceramah Ramadhan 2012 (10): Ramadhan Momentum Tepat untuk Taubat » DOWNLOAD
11. Ceramah Ramadhan 2012 (11): Qiyamul Lail, Keutamaan dan Pembiasaannya » DOWNLOAD
12. Ceramah Ramadhan 2012 (12): Syumuliyatul Islam » DOWNLOAD
13. Ceramah Ramadhan 2012 (13): Kewajiban Amar Ma'ruf Nahi Munkar » DOWNLOAD
14. Ceramah Ramadhan 2012 (14): Berupaya Menerapkan Islam Kaffah » DOWNLOAD
15. Ceramah Ramadhan 2012 (15): Menjadi Penolong Agama Allah » DOWNLOAD
16. Ceramah Ramadhan 2012 (16): Menghidupkan Ukhuwah Islamiyah » DOWNLOAD
17. Ceramah Ramadhan 2012 (17): Menjadikan Al-Qur'an sebagai Pedoman » DOWNLOAD
18. Ceramah Ramadhan 2012 (18): Nafi'un li Ghairihi » DOWNLOAD
19. Ceramah Ramadhan 2012 (19): Islam adalah Solusi » DOWNLOAD
20. Ceramah Ramadhan 2012 (20): Keluarga Islami » DOWNLOAD
21. Ceramah Ramadhan 2012 (21): Keutamaan I'tikaf » DOWNLOAD
22. Ceramah Ramadhan 2012 (22): Mencetak Generasi Islami » DOWNLOAD
23. Ceramah Ramadhan 2012 (23): Mengejar Lailatul Qadar » DOWNLOAD
24. Ceramah Ramadhan 2012 (24): Menebar Kebaikan » DOWNLOAD
25. Ceramah Ramadhan 2012 (25): Merindukan Surga » DOWNLOAD
26. Ceramah Ramadhan 2012 (26): Berlindung dari Neraka » DOWNLOAD
27. Ceramah Ramadhan 2012 (27): Ramadhan dan Perubahan » DOWNLOAD
28. Ceramah Ramadhan 2012 (28): Istighfar dan Taubat » DOWNLOAD
29. Ceramah Ramadhan 2012 (29): Rabbani, bukan Ramadhani » DOWNLOAD
30. Ceramah Ramadhan 2012 (30): Istiqomah » DOWNLOAD

Semoga Kumpulan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M ini bermanfaat. Bila ada link yang error atau kesalahan dalam ebook tersebut mohon disampaikan melalui komentar di bawah ini.[]





16.00 | 71 komentar

Ceramah Ramadhan 1 : Bagaimana Kita Merespon Perintah Puasa


Untuk bahan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M malam pertama ini, bersamadakwah.com menyediakan tema "Bagaimana Kita Merespon Perintah Puasa." Ceramah Ramadhan ini merupakan bagian dari Kumpulan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M. Semoga bermanfaat.
***

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah…
Saat kita menunggu tamu istimewa datang, ada perasaan berharap untuk segera mendapatkan kepastian kedatangannya. Anggaplah ia pejabat, sahabat dekat yang lama tidak berjumpa, atau calon besan kita. Kita tentu menunggunya dan menyiapkan penyambutan yang istimewa pula. Demikian juga, ketika Ramadhan sudah menjadi tamu istimewa kita. Kita berharap segera menemuinya. Dan, alhamdulillah, mulai malam ini adalah hari-hari yang kita tunggu bersama.

Puasa Umat Terdahulu
Satu amalan khusus pada Ramadhan yang tidak dijumpai pada bulan-bulan lainnya adalah puasa Ramadhan. Karenanya Ramadhan juga disebut sebagai Syahrush Shiyam.

Kaum muslimin rahimakumullah…
Ternyata perintah puasa tidak hanya ada untuk umat Islam. Jauh sebelum Rasulullah menerima wahyu, umat-umat terdahulu juga mendapatkan perintah yang sama. Inilah yang kita dapati dalam Al-Qur'an :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)

Nabi Adam as. setelah diturunkan dari surga bertaubat kepada Allah swt dan berpuasa selama tiga hari setiap bulan. Itulah yang kemudian dikenal dengan puasa ayyamul bidh yang sunah untuk dikerjakan pada setiap tanggal 13, 14 dan 15 hijriyah setiap bulan. Nabi Daud as juga melaksanakan puasa. Puasanya bahkan lebih berat lagi; yakni satu hari puasa dan satu hari berbuka. Inilah yang kemudian kita kenal dengan puasa Daud, sunnah hukumnya bagi umat Muhammad. Dalam kitab al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Imam Al-Qurthubi menyebutkan bahwa Allah telah mewajibkan puasa kepada Yahudi selama 40 hari, sedangkan kepada umat nabi Isa selama 50 hari.

Hukum Puasa Ramadhan
Ikhwani wa akhwati fillah…
Saat mengetengahkan pembahasan tentang puasa dalam Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq membukanya dengan menerangkan definisi puasa. Yang secara umum berarti menahan. "Sedangkan maksud menurut istilah" kata beliau "Puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat".

Puasa Ramadhan hukumnya wajib berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah, dan Ijma'. Ia mulai diwajibkan pada hari Senin tanggal 1 Sya'ban tahun kedua hijriah.

Dalil Al-Qur'an mengenai wajibnya puasa Ramadhan adalah firman Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Krena itu, barang siapa diantara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah…" (QS. Al-Baqarah : 185)

Adapun dalil dari Sunnah adalah sabda Rasulullah SAW :

بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان

Islam dibangun di atas lima perkara : bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan (HR. Bukhari Muslim)

Respon Mukmin terhadap Perintah Allah
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah…
Setelah mengetahui suatu perintah dari Allah SWT, khususnya kewajiban puasa Ramadhan, bagaimanakan respon kita sebagai orang mukmin?

Jika orang Yahudi dan Nasrani telah mengubah waktu puasa sesuai keinginan mereka, sehingga saat puasa bertepatan dengan musim panas mereka menundanya hingga datang musim bunga. Dan Allah kemudian mengabadikan sindiran atas mereka dalam firman-Nya

إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ

Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah… (QS. At-Taubah : 37)

Jika Yahudi dan Nasrani merespon perintah Allah dengan pengkhianatan dan pendurhakaan, maka respon kaum mukminin berbeda secara diametral dengan mereka. Gambaran kaum mukminin adalah seperti firman Allah SWT :

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. (QS. Al-Ahzab : 36)

Maka, marilah kita bersama menunaikan ibadah puasa Ramadhan yang jatuh mulai besok pagi sebagai respon kita terhadap perintah Allah SWT.

Keutamaan Ramadhan
Kaum muslimin yang berbahagia,
Ramadhan yang hadir sejak malam ini sampai satu bulan penuh merupakan bulan istimewa yang memiliki berbagai keutamaan.

Pertama, pada bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Rasulullah SAW bersabda :

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ

Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakam pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka (HR. Ahmad)

Kedua, terdapat lailatul qadar di dalamnya. Kelanjutan hadits di atas berbunyi :

وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang/terjauhkan (dari kebaikan) (HR. Ahmad)

Ketiga, penghapus dosa dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya

الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان مكفرات ما بينهن إذا اجتنب الكبائر

Shalat lima waktu, antara shalat Jum'at ke Shalat Jum'at dan Ramadhan ke Ramadhan penghapus dosa diantara kesuanya, jika dijauhi dosa-dosa besar. (HR. Muslim)

Keempat, puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala penghapus dosa yang telah lalu.

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq 'Alaih)

Mari Ikhlaskan Niat
Karenanya, wahai saudaraku kaum muslimin…
Mari kita ikhlaskan niat kita sejak malam ini. Kita bulatkan tekad kita untuk berpuasa pada esok hari semata-mata karena Allah SWT. Kita azzamkan diri kita untuk mengoptimalkan Ramadhan ini sebaik-baiknya. Kita perlu untuk senantiasa memeriksa hati kita, sehingga niat kita betul-betul karena Allah, bukan karena yang lainnya.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus... (QS. Al-Bayyinah : 5)

Rasulullah juga mewanti-wanti umatnya agar tetap berada dalam keikhlasan, karena tanpa keikhlasan, ibadah apapun yang dilakukan seseorang tidak akan diterima Allah SWT.

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu untuk Allah dan Rasul-Nya, barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya menuju apa yang ia niatkan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallaahu a'lam bish shawab.

***
Demikian Ceramah Ramadhan 1 : Bagaimana Kita Merespon Perintah Puasa untuk bahan Ceramah Ramadhan 1433 H / 2012 M, khususnya malam pertama Ramadhan. []

Untuk mendownload Ceramah Ramadhan ini, silahkan klik
KUMPULAN CERAMAH RAMADHAN 1433 H/2012 M
16.00 | 0 komentar