728x90 AdSpace

Keajaiban Terowongan Gaza

Latest News

Jumat, 15 Maret 2013

Akhirnya Calon PKS Resmi Menangi Pilkada Papua


Setelah menunggu hampir dua bulan sejak pilkada Papua 29 Januari lalu, akhirnya pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal akan melenggang sebagai gubernur dan wakil gubernur Papua periode 2013-2018. Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan lima pasangan calon yang kalah, sehingga pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat itu resmi menjadi pemenang Pilkada Papua.

Sidang MK yang dipimpin Mahfud MD memutuskan gugatan yang diajukan lima pasangan calon yang kalah di Pilkada Papua itu tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing). "Menyatakan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua MK Mahfud MD, Senin (11/3) malam.

Pilkada Papua diikuti enam pasangan calon, dengan total 2.713.465 suara sah dari 28 kabupaten/kota. Pasangan nomor urut tiga, Lukas Enembe-Klemen Tinal, memperoleh 1.199.657 suara atau 52 persen.

Di urutan kedua ada Habel Melkias Suawe-Yop Kogoya dengan 415.382 suara (18 persen). Urutan ketiga ditempati pasangan MR Kambu-Blasius Pakage dengan 301.349 suara (13 persen). Di urutan keempat Noahk Nawipa-Yohanes Wop dengan 178.830 suara (8 persen). Urutan keenam pasangan Welington Wenda-Wenan Watori dengan 153.453 suara (7 persen). Dan posisi terakhir ditempati pasangan Alex Hasegem-Marten Kayoi dengan 72.120 suara (3 persen).

Hakim konstitusi Muhammad Alim menjelaskan, dalil penggugat yang menyebut ada pelanggaran dalam penyelenggaraan pilkada Papua, tidak dapat dibuktikan. Pelanggaran yang terjadi juga tidak secara terstruktur, sistematis, dan masif yang secara signifikan dapat mempengaruhi perolehan suara penggugat. Selain itu, kalau pun suara kelima penggugat itu disatukan, masih kalah dengan suara yang diperoleh pasangan pemenang.

"Oleh karena itu, menurut mahkamah dalil pemohonan tidak terbukti dan tidak beralasan hukum," tandas Alim.

Pilkada Papua berlangsung pada 29 Januari 2013 lalu. KPU Papua mengumumkan Lukas Enembe-Klemen Tinal sebagai pemenang pilkada, tetapi lima pasangan calon yang kalah mengajukan gugatan ke MK. [JJ/Rpb/Islm/bsb]
Solusi dengkur
Akhirnya Calon PKS Resmi Menangi Pilkada Papua
  • Title : Akhirnya Calon PKS Resmi Menangi Pilkada Papua
  • Posted by :
  • Date : 15.00
  • Labels :
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

28 komentar:

  1. afwan mau tanya apa beliau2 muslim? subhannalloh

    BalasHapus
  2. berita kaya gini kq diangkat

    BalasHapus
  3. ya kaya gini ini kalo mencampur agama dengan politik, dian kan Non Muslim. sepertiny kurang etis kalo masuk media dakwah..., astgfirullah ampuni kami ya Allah

    BalasHapus
  4. AFWAN INI ADMIN NYA SIAPAA...!!!!????

    BalasHapus
  5. dia blm muslim, tapi keberpihakannya pada islam lebih baik dari pada calon gubernur lain, yg notabene semua calon non muslim juga, blm ada calon gubernur yg muslim d prov papua

    BalasHapus
  6. harapan kami muslim dipapua adalah, minimal kami aman dan tdk dizolimi d papua, bersukurlah ada partai islam seperti pks yg dakwahnya bs diterima d daerah yg mayoritas non muslim

    BalasHapus
  7. orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ( TQS. Al Baqarah; 120)

    BalasHapus
  8. gak mudeng sama orang2 partai ini . dulu katanya, masuk dah ke parlemen . biar gak diisi orang" kafir .bah, sekarang yang masukin orang kafir sendiri .
    pragmatis sekali, gw bukan mau apa" ya. cuma mau ngingetin, maslahat dakwah mana lagi yang harus diambil ?
    pertai ini udah jauh, jauh dari jalannya .jauh juga dari partai keadilan yang gw kagumi dulu.
    gw rindu partai keadilan yang dulu .

    BalasHapus
  9. "gak mudeng sama orang2 partai ini . dulu katanya, masuk dah ke parlemen . biar gak diisi orang" kafir .bah, sekarang yang masukin orang kafir sendiri .
    pragmatis sekali, gw bukan mau apa" ya. cuma mau ngingetin, maslahat dakwah mana lagi yang harus diambil ?
    pertai ini udah jauh, jauh dari jalannya .jauh juga dari partai keadilan yang gw kagumi dulu.
    gw rindu partai keadilan yang dulu ."


    partai ini sudah menginginkan kekkuasaan semata, oleh karenanya mulai mendukung dan mencalonkan orang kafir. bisa saja berawal dari papua dan merembet ke yang lain dengan dalih yang sama

    "orang kafir ini lebih respek terhadap ummat muslim"

    BalasHapus
  10. ngga boleh mengangkat org kafir jadi pemimpin? Siapa bilang dia kafir? Dia itu cuma belum jadi muslim aja....

    Didengar oleh org yg lewat, sambil bicara dalam hati, "bisa aja ngelesnya..."

    BalasHapus
  11. hehehe... jadi lucu melihat yang komen miring... bacot lebar action no... mikir nda tu mereka yang mencelah... kasian... seperti komunis aja mereka... berarti mereka juga mencela rasul yang ketika sedang berdakwah meminta bantuan ke raja nasrani di habasyah... mikir ngga..?

    BalasHapus
  12. ada yang pernah baca sekeluarga masuk Islam setelah masuk PKS????

    Kok takut sih segelintir Non-Muslim masuk kelompok Islam yang di dalamnya ada segerombolan Ahli Agama Islam?

    Sebetulnya mana yang harus lebih dikhawatirkan, seorang muslim yang masuk ke kelompok Non-Muslim atau seorang non-Muslim yang masuk ke kelompok Islam?

    Bagi yang menghubungkan Firman Allah QS Al Baqarah; 120, saya mau tanya, orang non-muslim itu di PKS di ajak untuk mengikuti aturan Islam (mengenalkan Islam) atau orang non-Muslim itu yg mendikte kebijakan PKS?

    BalasHapus
  13. wah.mereka non muslim kok dijadikan pemimpin pakai dalil apa lagi ini.da yang pakai dalil habasyah juga ni.

    BalasHapus
  14. ini parati sekuler ya pantes kafir di usung adi pemimpin , apakah ini strategi dakwah preet

    BalasHapus
  15. Ass wr Wb.
    PKS ini telah menjadi partai gila jabatan,bukan sebagaimana partai PK pada awalnya yang samikna waatokna dan dicintai umat Islam karena dia partai Islam. sejak tahun 2008 PKS telah mendeklarasikan dirinya di Hotel Ritz Calton didepan SBY bahwa mereka telah menjadi partai terbuka yang artinya bukan partai Islam lagi.jadi wajar kalau PKS mendukung non muslim dalam pilkada,karena jangankan pilkada,nantinya barangkali Ketua Dewan Suronya pun akan didudukkan orang non muslim. intinya kalau orang islam keluar dari Islam disebut murtad dan menjadi ahli nar, terus kalau partai keluar dari Islam namanya partai murtad dan pengikutnya menjadi ahli...........nauzubillah min zalik.salam.

    BalasHapus
  16. Dakwah itu harus fleksibel.
    Kalau mau mengajukan pemimpin muslim di Papua sampai beberapa tahun depan tidak akan bisa terlaksana

    BalasHapus
  17. PKS sudah jauh, tidak seperti dulu lagi, jelas itu, krn PKS inshaAllah akan menjadi 3 besar di negeri ini. Urusan komen-2 miring, mending berbuat aja utk umat daripada banyak komen nggak berbuat. Kan sudah dijelaskan diantara semua calon, cuma pasangan inilah yang lebih aman utk Islam di bumi Papua.

    BalasHapus
  18. subhaanalloh...biarkan yang komen miring2,bisa qt jadikan bahan bakar dalam jalan da'wah, jalan terus da'wah ini, biar Alloh SWT yang menilai kerja dan keikhlasan qt dalam berda'wah

    BalasHapus
  19. Bagi yang mencari ridha Allah, mereka akan mengajukan calon Muslim walau dipastikan akan kalah

    Bagi yang mencari kekuasaan, maka mereka akan mengajukan calon dengan tingkat elektabilitas tinggi, walau memusuhi Islam

    BalasHapus
  20. Yg belum pernah tinggal di Papua...gak usah ngomong tentang Papua... Ada undang2 khusus yg mengatur Papua, Dalam kondisi seperti ini harus dilihat yang paling sedikit mudhorotnya bagi kepentingan Islam. Dahwah itu harus punya strategi... tdk asal ngotot... PKS Papua salut untuk langkah2nya... teruslah berdakwah, krn berdakwah itu tdk hars kpd yg Muslim.

    BalasHapus
  21. Setuju sm komen sblum ini...klo blm prnah tinggal di papua dan tidak tahu peraturan tertulis ato tdk tertulis di sana, harap jaga lisan n tulisan kalian, lbh baik prbanyak belajar ttg syariah, pahami al quran n hadits dgn baik n utuh! Pahami kondisi setempat!

    BalasHapus
  22. namanya juga pulitik...................

    BalasHapus
  23. selo lah geng, awak aja yang baru belajar tarbiah gk mau komen miring gitu.
    kalau gak suka kau dengan gerakan pks d papua buat partai sendiri aja yg menurut kau sesuai dengan fikrah pk ya dulu.
    cok ko pikir dulu, orang macam aku ini yg saudara kandung aja masih banyak yg kafir. dan mereka yg mimpin aku d rumah, mereka yg menasrhati aku untuk berbuat baik.
    udah tau lah kau dakhwah itu gak mesti dlm wajihah, tujuan dakwah kan salah satunya supaya mereka yg kafir paling tidak mau menerima keberadaan Islam dilingkungan mereka. hingga pada akhirnya bisa seperti fatuh mekah.
    baca lagi lah siroh itu biar gk banyak cengkunek mu itu...

    BalasHapus
  24. emang salah klw ada orang non muslim yg bntu islam ? klw salah berarti rasulullah jg jgn d bntu paman'y abu thalib donk ? trus pas hijrah jg g boleh d bntu penunjuk jalan sama yahudi donk ? toh rasul jg pernah krjasama dgn non muslim. knpa kta g boleh ?
    lbih baik mereka yg non muslim tpi mereka membantu perkembangan da'wah islam. dari pada antum yg hanya bisa mencari ksalahan orng lain yg jelas2 sedang berda'wah.emang antum yg mencela sudah berkontribusi bnyak dalam da'wah d indonesia ? apa aja hasil'y ? negara ini btuhb kerja bung bkan hanya omong doank

    BalasHapus
  25. Ini yang coment miring, coba dibaca baik2... itu pilkada di papua yang mayoritas non muslim... Dengan adanya pemimpin yg terpilih dari PKS di papua yg notabene masyarakatnya non muslim, setidaknya mengurangi tindakan kedzholiman terhadap minoritas muslim disana...

    Jangan NATO ya... No Action Talk Only

    BalasHapus
  26. upaya kaum muslimun yang hidup dibawah naungan wilayah kuffar, dan mereka bekerja untuk merubah keadaan menjadi negeri yang demokratis bagi individu dan masyarakat agar mereka bisa menikmati hak-hak agama dan dunia mereka, itu semua lebih utama dibanding menyerahkan semua urusan mereka kepada orang kafir, baik urusan agama, dunia, urusan pengaturan ibadah dan semua kebutuhan mereka. Benar, jika mungkin kaum musliminlah sebagai pengendali Negara dan pemerintahnya, tetapi jika tidak bisa, maka yang bisa kita lakukan harus kita lakukan dalam rangka melindungi agama dan dunia.” (Syaikh Abdurrahman As Sa’di, Taisir al Karim ar Rahman fi Tafsir Kalam al Manan, Juz. 1, Hal. 388. Al Maktabah Asy Syamilah)

    BalasHapus
  27. saya setuju dengan mas Lukman, kerja dulu baru ngomong, jangan tong kosong nyaring bunyinya. wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
  28. PKS = Partai Kita Semua dan harus memberi manfaat bagi kita semua meskipun itu non muslim.

    BalasHapus

Top