728x90 AdSpace

Keajaiban Terowongan Gaza

Latest News

Rabu, 17 April 2013

Akhirnya, Beginilah Nasib Tragis Pelajar yang Mempermainkan Shalat di Video Youtube


Video pelajar SMA mempermainkan shalat yang beredar di Youtube dan Facebook membuat banyak umat Islam tersinggung. Dari pantauan bersamadakwah, ratusan komentar bernada protes dan marah membanjiri Youtube, Facebook, dan Situs yang memberitakan video tersebut. Bahkan, direktori SMAN 2 Tolitoli di laman kesekolah.com juga dipenuhi protes pembaca.

Untuk mengklarifikasi video itu lebih detail, bersamadakwah mencoba menghubungi nomor telepon SMA N 2 Tolitoli yang tertera di direktori info sekolah tersebut, Rabu (17/4) sebelum Zhuhur. Namun, berkali-kali dihubungi terdengar nada sibuk. Mungkin karena banyaknya masyarakat yang menghubungi sekolah yang berlokasi di Jl. Siswa No. 5 Desa Tambun itu.

Untungnya, hidayatullah.com bisa menghubungi Kepala SMAN 2 Tolitoli Muallimin pada hari yang sama. Muallimin menjelaskan bahwa kelima pelaku dalam video tersebut adalah siswi SMAN 2 Tolitoli. Video sudah diketahui beberapa waktu yang lalu dan kelima siswi itu pun sudah diberi sanksi dikeluarkan dari sekolah.

“Betul (video) itu. Sudah diberi sanksi,” kata Muallimin kepada hidayatullah.com.

Muallimin menjelaskan, kelima siswi tersebut sebenarnya hanya iseng-iseng saja. Namun, keisengan tersebut melewati batas kewajaran karena sudah masuk ranah penistaan agama.

“Kita anggap melanggar aturan sekolah, termasuk penistaan agama,” tegasnya.

Menurut Muallimin, sanksi yang dijatuhkan sudah disepakati institusi SMAN 2 Tolitoli secara umum beberapa hari lalu. Selain pihak sekolah, para stakeholder dan siswa-siswa, juga telah mendapat dukungan dari pihak-pihak di luar sekolah. Termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

“Secara keseluruhan, orangtua (para pelaku) menerima sanksi dan diakui tindakan anak-anak yang telah melanggar etika,” tambahnya.

Hingga saat ini, jelasnya, kelima murid SMAN tersebut sudah diproses secara hukum di Kepolisian Resort Toli-Toli.

Para siswi dalam video itu adalah murid kelas XII. Sebenarnya mereka akan mengikuti Ujian Nasional pada pekan ini. Sayangnya, akibat melecehkan shalat yang berbuntut sanksi dikeluarkan dari sekolah membuat mereka tidak bisa mengikuti Unas. Tragisnya, sekolah-sekolah lain juga dikabarkan tidak ada yang mau menampung mereka.

Belajar dari kasus ini, Muallimin mengambil kesimpulan bahwa pembinaan spiritual atau pendidikan agama kepada pelajar perlu digalakkan. [IK/Hdy/bsb]
Solusi dengkur
Akhirnya, Beginilah Nasib Tragis Pelajar yang Mempermainkan Shalat di Video Youtube
  • Title : Akhirnya, Beginilah Nasib Tragis Pelajar yang Mempermainkan Shalat di Video Youtube
  • Posted by :
  • Date : 18.00
  • Labels :
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

59 komentar:

  1. kenapa sampai dikeluarkan??? bukankah mereka masih anak2 yang seharusnya dibina?? terlebih tidak ada lagi sma yang mau menampung mereka, mau jadi apa mereka?? menambah-nambahi pengangguran di negara kita saja...potensi menjadi kriminal atau wanita dengan masa depan yang suram...sanksi dikucilkan dan beberapa sanksi tambahan lainnya sudah cukup memberi pelajaran, tanpa harus membuat mereka putus sekolah...memang masih belajar, sudah seharusnya diberi sanksi kalo bersalah...bukan diputus pengajarannya...siapa yang mau mengajari mereka sekarang?? allahumma sholli 'ala muhammad *semoga tulisan di atas tidak sepenuhnya benar...

    BalasHapus
  2. tindakan ini akan menghasilkan efek jera, bagi anak2 lain yg baik secara sadar ataupun tudak melakukan pelecehan agama. Saya dukung ....!!!

    BalasHapus
  3. hukumannya masih kurang , sebentar lagi mereka berubah jadi monye

    BalasHapus
  4. Hukuman masih kurang, tambahi dengan kurungan 3 bulan

    BalasHapus
  5. itu baru hukuman dari sekolah, harusnya diperkarakan juga karena termasuk penistaan agama.

    http://www.ekonsul.com/2013/04/about.html
    konsultan website SEO indonesia

    BalasHapus
  6. Afwan jiddan, admin coba perhatikan di laman ini ada iklan google yang mengandung unsur pornografi. Sebaiknya ditindaklanjuti secepatnya. http://www.bersamadakwah.com/2013/04/akhirnya-beginilah-nasib-tragis-pelajar.html

    BalasHapus
  7. itu hukuman didunia...gimana di alam kubur? gimana di akhirat nanti....hanya Allah SWT yang tau....

    BalasHapus
  8. bagus itulah balasan bagi orang yg mempermainkan org shalat, mereka bercanda tapi melewati batas kewajaran karena sudah masuk ranah penistaan agama.Hukuman itu sudah sepantasnya diterima karena anak-anak tersebut sudah baligh, tentulah telah mereka telah menerima pelajaran agama sebelumnya kecuali bila masih anak-anak tk. Namun menurut sy lebih bijaknya mereka diklarifikasi dahulu, motivasinya apa mereka melakukan hal tersebut. Berikan terlebih dahulu kesempatan hak jawab thd mereka kemudian baru penjatuhan sanksi..

    BalasHapus
  9. @Anonim: terima kasih, jazakallah khairan atas informasinya. Mohon dapatnya disertakan judul produk/link iklan negatif agar kami bisa langsung memfilter/membannednya. Sekali lagi kami menyampaikan jazakallah khairan katsiran

    BalasHapus
  10. saya berpendapat ini hanya puncak gunung es, yang artinya memang banyak anak2 muda jaman sekarang membuat agama menjadi senda gurau. saya pernah juga mendengar al fatihah, surat2 pendek, dan do'a sehari-hari dipelesetkan oleh remaja2 sekolah yang lain. Artinya apa? pondasi tauhid pada mereka tidak tertanam sempurna, dan malah mereka disuguhi dengan rutinitas fiqih yang menurut mereka "membosankan" tanpa dasar tauhid yang sesungguhnya. Saatnya kita bentengi anak2 kita dengan Aqidah dan tauhid yang kuat dan benar, maka Insya ALLAH tidak ada lagi penistaan agama Nya.

    BalasHapus
  11. @Admin Beda: Saya rasa iklan yang dimaksudkan adalah iklan 'Meet Pretty Thai Girl' yang ada di atas kolom Entri Terbaru. Berikut link google adnya yg saya kopi: http://www.googleadservices.com/pagead/aclk?sa=L&ai=C61hti11vUbyiD4a9ige9wYHoBvui_ZAF653Ipl7npKOKMxABIOLpnSRQxpDI-_z_____AWC_BaABraifyQPIAQOoAwHIA9EEqgSxAU_QwihAkJ7KgBkI09YhKhegtos-MYGNGAqdyotvqWuJq-TrCJhmv_u-f0aY5joBUkVfye2pHWE0M1AzMLunhrqtpwsq-HvuWkYd5ehPARPnwiD4_UbJUxkTSKO2TYep5M15vSIEhjGSl-_xs_SYC2uBqfzpZyrJdhID8kuZ3dz-jflTUe5t8428xW1myGKtXeJWClBJAVVcjUkeZW7XDv0lxnzgrIfyOQsJ1Vkkn8oYe4gGAaAGA4AHu9fgNg&num=1&cid=5Gg73HGFwZv5BM5nlKHOWS8e&sig=AOD64_2cB7ikoUQmpZZDjsXwFamt_PlS4A&client=ca-pub-9633550730531391&adurl=http://www.idateasia.com/go.php%3F10963&nm=1&mb=2

    BalasHapus
  12. Saya dukung sejuta persen harus dikeluarkan biar ada efek jera untuk seluruh murid yang ada di Indonesia itu sudah penistaan agama namanya kalau hanya peringatan nanti terus agama dipermainkan mereka sudah kelas 3 seharusnya cara berpikir mereka lebih dewasa, kalau saja Orang Tua mereka memberikan Ingatan-ingatan tentang Agama dan juga Guru-guru di sekolah, kita harus ingat durasi video tersebut 5 menit apakah mereka tidak berpikir yang mereka lakukan itu salah, jadi harus dikeluarkan.

    BalasHapus
  13. kalau ngomong kaya ndak punya dosa...

    BalasHapus
  14. sanksi tetap diberikan... untuk menimbulkan efek jera
    pembinaan juga tetap harus dilakukan... masa depan mereka masih panjang

    BalasHapus
  15. bagus, hukum dengan hukuman yang sesuai

    BalasHapus
  16. @Anonim: Terima kasih, jazakallah khairan katsiran atas info detailnya, kami sudah memfilter/membanned iklan tersebut

    BalasHapus
  17. ya,ini bisa dijadikan pelajaran bagi yang lainnya terutama para pelajar..jika ingin iseng2 tidak usah sampai melecehkan agama..

    BalasHapus
  18. klo hal lain silahkan untuk diperolok....tapi itu sholat, muslim lagi, pakai jilbab, itu kan yahudi,...yang merekam dan mengeksposnya pun perlu di proses...
    orang tua dan guru juga perlu meningkatkan bimbingan akhlak dan aqidah secara real

    BalasHapus
  19. masih mauko....

    BalasHapus
  20. kalo menurut saya yg harus disalahkan adalah ORANG TUA dan GURU-GURU mereka... mereka hanya korban kegagalan metoda pendidikan ORANG TUA mereka dan kegagalan SISTEM PENDIDIKAN kita (tapi ini menurut saya loh ya dan tidak juga bermaksud membela para siswi itu)

    BalasHapus
  21. berlebihan
    seharusnya tidak perlu dikeluarkan dari sekolah. siapa yang meluruskan kelakuan mereka kelak kalau tidak ada sekolah yang mau menampung.
    harusnya tetap diberi sanksi tetapi tidak perlu dikeluarkan dari sekolah.
    atau mungkinm berita nya yang masih simpang siur? yaa siapa yang tau

    BalasHapus
  22. syukur deh udah di kasih sanksi biar jdi contoh buat yg lain agar jangn mempermainkan agama.....waktu liat videonya muak banget pangn marah....astagfirullah ko bsa ada yg sperti itu........smga mereka jdi insyaf...

    BalasHapus
  23. Allah Maha Pengampun

    BalasHapus
  24. Orang Tua & Guru juga harus bertanggung jawab

    BalasHapus
  25. hmmm lalu bagaimana nasib ujian nasionalnya? bukanya itu melanggar hak mereka juga? kasihan kali udah sekolah 3 tahun harus menempuh paket c tampa ujian nasional terlebih dahulu.

    BalasHapus
  26. setiap kesalahan harus ada sanksinya, mudah mudahan tidak ada lagi penghinaan seperti ini.

    BalasHapus
  27. itu akibat melecehkan agama islam.....itu baru sedikit cobaan yang siswi ini lakukan.....sayang se x wanita yang biasanya terkenal lembut dan pemalu ini merusak marwah wanita....sebaiknya mereka direhabilitasi.....!!!Semoga Allah SWT mengampuni dosa mereka...!!!segeralah bertaubat!!!

    BalasHapus
  28. Yang bersalah tetap dihukum krn ada unsur pidana disitu..dan ranahnya Kepolisian dalam memproses..hukuman diberikan sbg pelajaran akan efek jera,krn itulah hukuman di tegakkan..sama dgn kasus pmerkosaan yg dilakukan oleh anak2,apa kita bilang knp harus dihukum?artinya hukuman diberikan untuk memastikan kejadian seperti ini tdk terulang kembali...efek jera ujung2nya...

    BalasHapus
  29. perbuatan itu sangat menyakitkan dan sangat memuakkan....
    semoga ada balasan yang sangat keras bukan saja dikeluarkan dari sekolah tapi minimal di karantina untuk dibimbing dgn ajaran agama islam yg benar.

    BalasHapus
  30. keterlaluan,,,,, kufur ba'dal iman

    BalasHapus
  31. Orang tua - guru hrs ikut bertanggung jawab

    BalasHapus
  32. meskipun masih kecil, hukuman itu harus, masa sholat dipake mainan? keterlaluan, harusnya hukumannya lebih berat lagi

    BalasHapus
  33. mereka telah membayar uang administrasi sekolah, setidaknya mereka telah mentaati peraturan sekolah slm kurang lebih 2 tahunan, apa hny krena kekhilafan spt ini mreka lantas dikeluarkan dr sekolah? apa dg mengeluarkan mereka permasalahn akan slsai begitu sj? BELUM TENTU!!
    fungsi guru sbg pendidik hrusnya dibuktikan disini, dipermasalahan spt ini. Menghadapi segala sesuatu hny dr satu sisi, mau jd apa Indonesia???

    BalasHapus
  34. dibina ... atau unas di sekolah yg sama, tapi di ruangan terpisah...ini hanya dampak, puncak gunung es, kebetulan mereka yg terungah, sebenarnya masih banyak "yg lain" setelah lulus(insyaallah) dapat ijazah smu, baru dilakukan proses hukum untuk membuat pihak yg lain mikir untuk melakukan perbuatan yg sama...

    BalasHapus
  35. Yaaa... Ndak papa lah dikeluarkan.. Nanti kan bisa di pesantrenin dan kejar paket C.. :)

    BalasHapus
  36. buat mereka, hukuman sudah jatuh, maka bertaubatlah, biar Allah yang beri jalan keluar untuk langkah berikutnya.

    BalasHapus
  37. apa bukti jika mereka sudah diberi sanksi atau setidaknya sebutkan nama lengkap 5 siswi tersebut.
    Dan bagaimana dengan orang yang merekamnya
    ????????????????????????????????????????

    BalasHapus
  38. sikap tegas pihak sekolah sdh tepat, namun pihak sekolah dan orang tua murid ybs juga perlu intropeksi kedalam dan mengevaluasi pola didik dan asuh yang mereka terapkan selama ini, sehingga hal-hal memalukan spt ini tidak terulang lagi dimasa yad.

    BalasHapus
  39. Mereka itu sudah SMA.. bukan anak SD apalagi TK..
    jd bukan anak2 lagi..sudah akhil baligh..
    Seharusnya sudah tau mana yg baik dan mana yg buruk.

    Hukuman tidak cukup dikeluarkan saja, tetapi perlu dihukum sesuai hukum pidana penistaan agama. Jika perlu dipenjara ... harus dipenjara.

    BalasHapus
  40. ya seperti inilah dunia pendidikan indonesia. mereka ga salah. yang salah ya mereka - mereka yang tua pengasuhnya. knp bisa seperti itu.

    BalasHapus
  41. harusnya cukup ditegur saja jangan sampai dikeluarkan mereka masih anak anak harus dibina harus pihak sekolah harus lebih bijaksana lagi apalagi tidak ada sekolah yang mau menampung mereka lagi

    BalasHapus
  42. Bismillah,
    Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

    وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

    Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… [At Taubah : 65-66].

    BalasHapus
  43. Sepantasnya mereka dikeluarkan dari sekolah dan tidak diperkenankan mengikuti UN. Mereka sudah baligh, sudah dewasa untuk mempercandakan agama..
    Dari kasus ini kita harus belajar, bahwa harus ada binaan tauhid dan pengetahuan agama, bukan hanya materi2 umum di sekolah..

    BalasHapus
  44. mrka emg salah tp bkan brarti hrs dkluarkan dr skolah, apalagi sudah kls 3, msh byk sanksi lain yg bisa dijatuhkan, klo dikluarin trs g ada skolah yg mw nampung kan sama aja ngancurin msa dpn mrka,
    Allah aj Maha Pengampun, knp qt yg manusia sok menghakimi mereka...
    kasih lah bimbingan agama bwt mereka
    jadilah bijak

    BalasHapus
  45. jika sudah ada aturan yang jelas memenuhi kriteria pelanggaran untuk mengeluarkan, ya harus dilakukan.

    BalasHapus
  46. Semoga ada jalan terbaik, Allah pasti memberikan jalan terbaiknya untuk kasus seperti ini... :)

    BalasHapus
  47. "Allah aj Maha Pengampun, knp qt yg manusia sok menghakimi mereka..."

    kalau tidak ada tindakan, tidak akan jadi pelajaran. mereka bisa menjadi contoh untuk yang lainnya, agar tidak melecehkan agama. untung g di jemput sama buser. kalau saja ada yg melaporkan, bisa kena pasal penistaan agama tuh.


    //www.ekonsul.com/2013/04/about.html
    konsultan website SEO indonesia

    BalasHapus
  48. anak-anak ini sudah baligh, jadi pantas kalau mendapat hukuman yg tergolong ringan ini. Kalau masih saja ada yg menyalahkan peran guru dalam masalah ini, silakan anda coba untuk menjadi guru agar anda tau bahwa menjadi guru itu tidak segampang menyampaikan materi saja.

    BalasHapus
  49. Kapoklah kau, untung gak dari tuhan langsung yang beri hukuman.........

    BalasHapus
  50. sok sok lucu,,,dasar anak norak,,berharap bisa jd artis,,,,,upload video sok2 lucu,,,,dasar anak2 norak,,udah muka pada jelek,,,kelakuan kayak binatang,,,,seharusnya di perkarakan tuh..

    BalasHapus
  51. rasakno ndok..
    shalat ngge dolanan ki utekmu kok seleh ng ndi? ng bokong?
    bejo uduk gusti Allah SWT sng ngwehi hkuman..

    BalasHapus
  52. mereka memang pantas diberi hukuman yang berat, memang bukan hanya mereka yang membuat seperti ini, masih banyak anak-anak yang membuat seperti ini namun yang paling terlihat hanyalah anak-anak ini.

    semoga menjadi pembelajaran bagi semua orang

    BalasHapus
  53. anak" edan...mikir donk
    masa udh gede msh mempermainkan sholat ?!
    IDIOT smua mrka !!

    BalasHapus
  54. Kalian yg menganggap trlalu brlebihan bagi mereka dikeluarkan dr skolah itu krn kalian trlalu mentolerir prbuatan2 salah. Hukuman untuk mreka yaitu dikluarkan dr skolah sbg tanda mpermainkan agama adalah sangat fatal. Klo hanya diskorsing smentara. Anak2 indonesia lain akan mnganggap: "ah, ga apa2 mlakukan plecehan agama. Kan hukumannya ga sampe dikeluarin dr skolah". Itu yg trjadi klo bagi kalian yg mnganggap hukuman dkluarkan dr skolah itu trlalu brlebihan

    BalasHapus
  55. kalo mau terkenal bukan gini caranya mbak....

    BalasHapus
  56. kalau ga bertobat sebentar lagi mereka jadi manusia ulAR

    BalasHapus
  57. HUKUMAN JUGA ADALAH BAGIAN DARI DIDIKAN,,,,,,,!!!!

    BalasHapus

Top