728x90 AdSpace

Kisah Hikmah

Latest News

Sabtu, 27 April 2013

Awan Berdoa di Atas Makam Uje? Ini Komentar Istri Almarhum


Sejak Jum’at (26/4) sore, beredar foto penampakan awan menyerupai orang yang tengah berdoa. Dengan cepat foto itu beredar ke berbagai situs dan media sosial, termasuk Youtube, dengan keterangan bahwa awan itu berada di atas pemakaman Ustadz Jefri Al Buchori.

“Ada hal menarik saat jasad Ustad Jeffry Al Buchori hendak dikebumikan di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di atas langit terdapat gumpalan awan yang menyerupai bentuk manusia yang sedang berdoa. Seseorang yang berada di area pemakaman pun sempat mengabadikan momen tersebut,” tulis Merdeka.com, Sabtu (27/4) pagi.

Menurut istri almarhum Uje, Pipik Dian Irawati, jika foto tersebut benar, itu adalah kekuasaan Allah.

"Subhanallah, dia (Uje) kekasih Allah, kekasih Rasulullah, didoakannya, langsung muncul awan ini, kekuasaan Allah," ujar Pipik di rumah duka Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan.
Foto hoax ini sempat beredar luas

Sampai saat ini, tidak ada bukti otentik bahwa foto awan berdoa tersebut benar-benar diambil di atas pemakaman Uje. Apakah foto tersebut hoax? Mungkin saja, karena sebelumnya juga beredar foto hoax pemakaman Uje, yang ternyata adalah foto ribuan pentakziah yang sedang mengiringi jenazah Habib Abdul Qadir menuju pemakaman.

Salah seorang pembaca bersamadakwah juga memberikan kesaksian bahwa foto awan berdoa tersebut pernah ia lihat beberapa bulan yang lalu. "Hoax itu... Aku udah lihat foto awan itu beredar di internet beberapa bulan lalu sebelum Uje meninggal. Itu foto lama," tulis Celia Tiara di fanpage bersamadakwah. [IK/Mdk/bsb]

Solusi dengkur
Awan Berdoa di Atas Makam Uje? Ini Komentar Istri Almarhum
  • Title : Awan Berdoa di Atas Makam Uje? Ini Komentar Istri Almarhum
  • Posted by :
  • Date : 08.00
  • Labels :
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

17 komentar:

  1. maaf sebelumnya... bukannya apa2,,, tapi ingin meluruskan saja,,, foto awan berdoa tersebut pernah ada di salah satu akun FB dan di upload tanggal 16 April 2013, sebelum Ustad Jefri Wafat... ini linknya untuk bisa lihat... https://www.facebook.com/photo.php?fbid=441168595966062&set=pb.100002187769040.-2207520000.1367041030.&type=3&theater

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. berita lebay ...... kebanyakan ngayal yah begini.. banyaknya orang yang mengikuti shalat jenazah almarhum sudah cukup menjadi bukti kalo almarhum orang yang bermanfaat untuk umat.

    BalasHapus
  4. siang bolong gini media sekeren Bersama Dakwah,masih percaya pd imajinasi khayali....inikan kerja2 potosoooop!!!!!!

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Foto awan mirip orang sedang berdoa sudah santer beredar yang bertepatan dengan pemakaman Sutadz Jefri Al-Buchori, apakan ini benar, dan dapat dibuktikan?.

    BalasHapus
  7. Ustadz Jefry Al-Buchori meninggal, sudahlah itu sudah takdir Allah dan kita hanya berdoa semoga beliau dalam keaadaan khusnul khotimah, yang jadi masalah pengikutnya/penggemar yang berlebihan dalam menyikapi mendekati khurafat,coba pelajari sirah nabi ketika putra beliau Ibrahim yang meninggal dalam usia kurang dari dua tahun dan terjadi gerhana bulan, dan para sahabat dan umat Islam pada waktu itu anggap ini mukzizat karena bulan ikut bersedih, dan apa sabda Rasullullah, Gerhana Matahari dan Bulan adalah kehendak Allah dan kalau kalian melihat itu hendaklah berzikir kepadanya.., maka dari itu di renungkan lagi yah supaya tidak jatuh ke khurafat, apalagi kita sudah dizaman sekarang ini. Wassalam

    BalasHapus
  8. biasa aja kalleeeeeh..... Alm guru saya aja yang saya yaqin ilmunya sangat jauh di atas Ust Jefri gak gitu-gitu amat. yahhh tpi gk apalah mudah2han amal beliau diterima oleh Allah. Amin Amin Amin

    BalasHapus
  9. orang Indonesia itu suka sama hal-hal yang aneh, mistik, heroik, Insya Alloh Uje nya selamat, yang berlebihan itu yg gak selamat

    BalasHapus
  10. HATI-HATI, INI NAMAX "ISTIDRAAJ" (PERDAYA SETAN; Seperti umpan ulur, diberi dulu kemudian ditarik, begitu seterusx, hingga kemudian mangsanya dapat!" Begitu cara setan memperdaya manusia. Itulah kisah WADD,SUWA',YAGHUTS,YA'UQ DAN NASR di dalam SURAT NUH.
    KISAH WADD, SUWA’, YAGHUTS, YA’UQ DAN NASR
    (PENGKULTUSAN BERUJUNG SYIRIK DARI ZAMAN KE ZAMAN!!)

    Ini adalah nama-nama orang saleh yang hidup antara Nabi Adam dan Nabi Nuh as. Mereka adalah ahli ibadah dan berada di jalan yang benar sesuai ajaran agama pada waktu itu. Ketika Nabi Nuh as diutus Allah, beliau mendakwahi kaumnya dengan mengajak mentauhidkan Allah dan tidak menyekutukannya. Tetapi mereka apa respons mereka? Mereka membangkang dan menolak ajakan Nabi Nuh as itu dengan berkata, “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa‘, Yaghuts, Ya‘uq dan Nasr.” (Qs.Nuh:23)
    Itulah awal petaka terjadinya syirik di muka bumi ini…Bagaimana kisah sebenarx, mari simak sejenak penjelasan Ahli tafsir, ath-Thabari. Beliau mengatakan bahwa Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr adalah orang-orang saleh yang hidup antara Nabi Adam dan Nabi Nuh as. Mereka ini memiliki para pengikut yang fanatik terhadap mereka (baca: fans fanatik). Ketika mereka meninggal, para sahabat yang mengikuti mereka itu berkata, ‘Kayaknya kalo kita buat patung mereka pastinya lebih sreg untuk ibadah kita, khususx jika kita mengingat mereka!” akhirnya mereka membuat patung orang-orang saleh itu.
    Dan ketika para pengikut ini meninggal, dan muncul generasi baru, datanglah setan kepada mereka seraya merayu, ‘Dulu, para pengikut itu menyembah mereka ini (patung orang-orang saleh) dan mereka meminta hujan melalui patung-patung mereka ini!’ Akhirnya, generasi baru ini pun menyembah patung-patung itu. Dan dari waktu ke waktu kesyirikan terus berkembang, sehingga masih-masing patung ini memiliki para penyembah tersendiri. Dan seiring dengan perjalanan zaman, mereka terus ‘berkreasi’, dari yang semula patung kepala, menjadi patung dengan fisik sempurna dengan alasan akan lebih membekas dalam beribadah. Kemudian, patung-patung itu pun disembah selain Allah. Dan mereka memiliki beragam tata cara dalam pemyembahan patung-patung tersebut. Perbuatan semacam ini tersebar di setiap masa. Ada sejumlah pengikut dari salah satu ulama mengambil gambar dengan alasan mereka tidak mungkin bisa khusyuk beribadah jika tidak membuat gambar sayyid (guru) mereka di hadapan mereka. Barangkali jika sang guru ini tadi mati mereka seakan melihat gambarnya atau membuat gambarnya dan meletakkannya di hadapan mereka. Ini adalah awal terjadinya penyembahan kepada patung-patung dan berhala.”
    Itu sekelumit tentang awal mula terjadix syirik. Di zaman kita pun gejala-gejala seperti itu sudah mulai menjamur. Awal ceritanya hampir sama; ada orang yang dianggap saleh (kyai/wali/dst), lalu ingin dimuliakan (disucikan), dibuat gambar dan patungnya….Bukan mustahil, pada generasi-generasi selanjutnya nanti, apabila mereka tidak diajarkan dengan tauhid, gambar atau patung yang dianggap ‘suci’ atau ‘keramat’ itu bakal disembah….
    Setan sangat pandai mendesain pikiran manusia…Ada tokoh yang diidolakan, dianggap saleh, orang suci, taat. Pas meninggalx, oleh setan disangkut-pautkan dengan hal-hal yang menunjukkan ke’keramatan’ tokoh ini; kejadian-kejadian yang dianggap ‘aneh’ dan ‘luar biasa’… Lalu kuburannya bisa jadi nanti ‘dikeramatkan’, dan pada akhirnya jika sampai pada generasi yang tidak bertauhid lagi, kuburan itu akan disembah…nau’udzu billahi min dzaalik….WALLAHU A’LAM…

    BalasHapus
  11. biasax komen lngsng msuk, kok skrng ditngguh dulu ya?

    BalasHapus
  12. Semoga Ustadz Jefry Al-Buchori meninggal dalam keaadaan khusnul khotimah.
    Bagi pengikutnya/penggemar jangan terlaluyang berlebihan, bisa-bisa mendekati khurafat.

    BalasHapus
  13. Kemana aja Kita Waktu Beliau masih disini..

    BalasHapus
  14. Assalamu'alaikum, wahai saudaraku, Sebelum photo awan itu ditanggapi oleh yg punya jepretan, secara logika saja sudah MELENCENG & SALAH BESAR. Coba pikirkan, siapa yg bisa menebak posisi gumpalan awan saat dijepret secara DIAGONAL. Siapa yg bisa memastikan posisi gumpalan awan di mana tepatnya saat kita menjeptret sebuah objek gumpalan awan dg sudut pandang MIRING di bawah 70 derajat? Janganlah kita semakin menjadi BODOH oleh HOAX yg suka dibesar-besarkan. NYATAnya photo tersebut diambil secara MIRING/DIAGONAL di bawah 70 bahkan di bawah 45 derajat. Semoga kita tidak tersesatkan oleh HOAX yg memang sengaja MENYESATKAN.

    BalasHapus

Top