Assalaamu'alaikum ,  Ahlan wa Sahlan  |  Write for Us  |  Kontributor  |  Pasang Iklan

Kisah Nyata Keajaiban 6 Amalan: Hutang Lunas, Istri Kembali

Diposkan oleh Abu Nida pada Rabu, 24 April 2013 | 20.00 WIB


“Lik, kalau besuk kamu nggak bisa melunasi utangmu, lebih baik kamu mengosongi rumah ini. Atau, aku yang akan mengosongi rumahmu ini” ancam rentenir, Ahad pagi itu. Dunia makin terasa sempit bagi Malik. Sudah tiga tahun ini ia bergelut dengan masalahnya, namun tak juga ia sanggup mengatasi masalah-masalah yang membelitnya, termasuk hutang tersebut. Malik sudah berusaha mencari pinjaman, tapi hasilnya nihil. Kurang dari 24 jam lagi rumah satu-satunya itu akan disita.

Setelah si rentenir pergi, datanglah tamu kedua yang tidak lain adalah istrinya sendiri. Sudah 2 tahun suami istri itu pisah ranjang.

“Kalau Abang belum juga menandatangani surat cerai saya, insya Allah besuk siang ada yang akan datang menjemput paksa Abang. Jadi besuk pukul 12 siang, saya tunggu di Pengadilan Agama untuk tanda tangan surat cerai!” Malik makin bongkok mendengar tuntutan istrinya itu. Ah... kalau saja si Malik tidak selingkuh. Ia masih ingat masa itu, ketika masih jaya-jayanya, Malik punya hobi main judi dan minum. Ketika usahanya bangkrut, hobi itu menjadi pelarian. Di tahun kedua ia main judi dan mabuk, terjadilah ‘perselingkuhan’ itu. Malik sudah menjelaskan bahwa ia selingkuh tidak sengaja, tetapi istrinya tidak terima. Pulang ke rumah orangtuanya dan meminta cerai.

Setelah Asar, anak pertama datang ke rumah. “Pak, besuk aku sudah nggak bisa sekolah lagi!”
“Kenapa?” tanya Malik
“Habis Bapak tidak membayarkan uang sekolah. Sudah tujuh bulan nunggak.”
Malik semakin bingung. Tiga masalah menumpuk dan memuncak di hari itu. Pikiran Malik semakin gelap seiring hari yang juga mulai gelap. Akhirnya malam itu, Malik memutuskan untuk bunuh diri.

Untunglah Malik masih punya sedikit iman. Sebelum bunuh diri, ia ingat belum Shalat Isya’. Sudah lama sebenarnya Malik tidak shalat, dan ia ingin shalat untuk terakhir kalinya sebelum ia meninggal. Keinginan untuk shalat ini rupanya adalah taufik dari Allah yang membuat Malik secara tak sengaja mengamalkan 6 amalan yang diwasiatkan Rasulullah kepada umatnya jika sedang dilanda gelisah. Fal yatawadh-dha’, langkah pertama adalah berwudhu.

Setelah berwudhu, tiba-tiba hati Malik mulai tenang. “Ya Allah... saya belum pernah dapat ketenangan seperti ini!”

Malik kemudian menunaikan shalat Isya’. Langkah kedua dalam wasiat Rasulullah: wal yushalli rak’atain dikerjakan oleh Malik. Meskipun yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah Shalat Hajat, namun esensinya sama dengan Shalat Isya’ yang dilakukan Malik.

Setelah shalat, Malik melihat Al Qur’an di atas rak bukunya. “Mengaji dulu ah, untuk terakhir kali,” kata Malik yang kemudian secara tak sengaja membuka Surat Ali Imran ayat 26.

”Katakanlah, ‘Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Seakan-akan Allah mengatakan kepada Malik: “Lik, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kata siapa rumahmu akan disita jika Allah mengamankannya? Kata siapa kau aka bercerai jika Allah menyatukan kalian? Kata siapa anakmu akan putus sekolah jika Allah memberi rezeki? Semua keputusan ada di tangan-Ku”

Namun Malik tetap belum percaya. Bagaimana mungkin uang 15 juta bisa ia dapatkan dalam hitungan jam. Bagaimana mungkin ia bisa kembali harmonis dengan istrinya jika jam 12 besuk ia harus bercerai di pengadilan.

Kemudian Malik meneruskan bacaannya. Ternyata artinya: ”Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki, tanpa batas.” (QS. Ali Imran : 27)

Malik masih ragu. Ia pun membuka lembaran mushaf yang lain dan membaca Surat Faathir ayat 2-3.

”Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yan dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling?”

Setelah membaca ayat ini, Malik pun sadar. Ia memohon ampun kepada Allah karena telah berniat bunuh diri yang dosanya sangat besar. “Kalau semua urusan adalah kehendak Allah, saya tidak jadi bunuh diri deh,” kata Malik sambil menutup mushafnya.

Malik kemudian mematikan seluruh lampu rumahnya, kecuali kamarnya dan kamar anaknya. Ia ingin bermunajat kepada Allah. Yang ternyata, itu amal keempat dalam wasiat Nabi setelah berwudhu, shalat dan membaca Qur’an.

Malik berdoa dengan khusyu’ memohon kepada Allah agar rumahnya tidak jadi disita, tidak jadi cerai dengan istrinya dan anaknya bisa tetap sekolah. Malik mengiringi doanya dengan membaca asmaul husna yang dihafalnya: Ya Aziizu ya Hakiim, ya Ghafuru ya Rahiim.

Malik terus berdoa dan membaca asmaul husna hingga jam 1. Mata terasa ngantuk, tetapi Malik tidak menyerah. Ia pun berwudhu dan membaca Qur’an lagi. Kali ini ayat yang dibuka tepat tentang keutamaan taqwa dan tawakkal. Surat Ath Thalaq ayat 2-3.

”Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”

Selesai membaca ayat ini, Malik kembali berdoa. Namun, kali ini doanya berbeda dari doa sebelumnya. Ia benar-benar bertawakkal dalam doanya. “Ya Allah... ampuniah dosaku. Jika besuk para rentenir itu datang, aku memasrahkan rumah ini. Aku telah menyerahkan semuanya kepadaMu...”

Setelah bertawakkal, kini Malik mendapatkan petunjuk untuk melakukan amalan keenam yang diwasiatkan Nabi, yaitu wal yatashaddaq, bersedekahlah. Malik ingat bahwa yang akan disita dalah rumahnya saja, sedangkan isinya tidak. Maka ia pun berencana menyedekahkan isi rumah itu. Ia akan keluar dari rumah itu hanya membawa pakaian saja.

Adzan Subuh terdengar. Malik yang sebelumnya lama tidak ke masjid, kini pergi ke rumah Allah itu untuk shalat berjamaah. Selesai shalat, dzikir dan doa, Malik tidak langsung pulang. Ia ingin terus menenangkan hatinya di masjid. Ia pun membaca surat Al Waqi’ah. Ia pernah mendengar, siapa yang membaca surat Al Waqi’ah akan dijauhkan dari kefakiran.

Tepat pukul 6 pagi, Malik keluar dari masjid. Begitu nyampai rumah, ia melihat sudah ada orang yang menunggunya. “keterlaluan si rentenir, janji datang jam 10, jam 6 sudah di sini,” kata Malik. Namun, ia tetap merasa tenang. Tak lupa ia membaca basmalah.

Ternyata tamu pagi-pagi ini bukan rentenir, melainkan teman lamanya. Singkat cerita, setelah saling sapa dan dibuatkan minum, sang teman menyampaikan maksud kedatangannya.

“Sebenarnya gue ada order Lik. Elu kan jago naksir alat-alat berat, bantu gue ya,” kata sang teman. Malik yang memang jago menaksir harga dimintanya untuk menemani ke luar kota yang mau mengadakan lelang alat berat.
“Maaf, nggak bisa. Gue lagi males,” jawab Malik.
“Aduh Lik, tolong dong... bisa rugi gue kalau elu nggak ikut”
Karena Malik tidak mau ikut temannya, ia pun iseng mengatakan, “Begini, deh. Kalau memang elu mau tetap ngajakgue juga, siapkan duit 50 juta cash di meja gue”
Perkiraan Malik, tidak mungkin temannya menyanggupi hal itu. Namun bagi Allah, semuanya bisa terjadi atas kehendakNya. Kun fayakun.
“Lik, kalau 50 juta mah nggak ada. Tapi kalau 25 juta ada, pagi ini cash pun gue siapin”
“Tolong diulang yang tadi,” kata Si Malik yang tersedak mendengar kesanggupan sang teman.
“Kalau 25 juta, bisa langsung gue siapin. Cash”

Alhamdulillah... selesailah masalah pertama. Masalah utang 15 juta itu beres, bahkan ada sisa 10 juta. Tinggal dua masalah lagi. Istri dan anak.

Rupanya, ketika Malik berdoa di malam hari, anaknya yang bungsu tak bisa tidur, ia nangis terus. Orang tua dari istri Malik menyarankan agar si anak dipertemukan dengan Malik pagi-pagi. “Barangkali anakmu kangen bapaknya, ajaklah bertemu besuk pagi sebelum kalian bercerai.”

Setelah mendapatkan uang 25 juta tersebut, datanglah si istri ke rumah Malik sesuai saran orangtuanya. Malik tersenyum lebar menyambutnya. Si istri pun terheran-heran. Namun belum lagi hilang penasarannya, Malik segera memeluknya dan berkata: “Alhamdulillah, Mah, kita selamat!”
“Selamat apa Bang?”
“Abang dapat duit, nih 25 juta. Mamah tahu kan rumah kita diincar rentenir gara-gara utang Abang 15 juta. Ini uang 15 juta nanti Mamah pegang, bayarkan ke rentenir biar nggak datang lagi selamanya. Katanya mau datang jam 10. Sisanya kita bagi dua. 5 juta buat ongkos Abang ke Riau, yang 5 juta Mamah pegang buat urusan anak-anak. Selama Abang di Riau, tolong jaga anak-anak ya”
“Iya Bang” entah mengapa tiba-tiba kata-kata itu yang keluar dari bibir istrinya. Istri yang tadinya bersikeras meminta cerai tiba-tiba lulu hatinya.

Permasalahan kedua pun selesai. Tinggal permasalahan ketiga, yaitu masalah SPP anak. Masalah ini justru yang paling ringan karena tunggakan SPP hanya 7 bulan, sebulannya Rp 50 ribu. Jadi totalnya hanya Rp 350 ribu. [Disarikan dari Buku Kun Fayakun 2 karya Ustadz Yusuf Mansur]

Iklan Anda

45 komentar:

Anonim mengatakan...

terharu , nangis saya sambil membaca...
subhanalloh...alloh maha kaya.

drg.wiwik lestari mengatakan...

good

Stasiun Blog mengatakan...

Subhanallah.... Allah Maha Besar, Maha Kaya, dan Maya Memberi.

Kisah ini cukup bisa dijadikan keyakinan bahwa segala sesautu tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT. "Innama amruhu idzaa arooda syai'an aiyyaakuulaa lahu Kun Faya Kun." Sesungguhnya keberadaan-Nya adalah apabila menghendaki sesuatu cukup dengan mengatakan Kun Faya Kun.

Secara pribadi hal serupa juga sering saya alami dan semakin meyakinkah saya bahwa Allah memang dekat, hingga do'a lirih yang kita ucapkanpun Allah mendengarnya dan bahwa mengabulkannya.

Artikel yang sangat bagus untuk menggugah keyakinan seseorang...

Anonim mengatakan...

Subhanallah...insaf saya yang dilanda kesulitan ini...saya juga dilanda
masalah yang lebih kurang sama seperti di atas tp belum jumpa penyelesaiannya..saya sdg bersabar dgn ujian ini selain berdoa dan bertawakkal pd Allah.

Nurusman usman mengatakan...

subhanallah,,tiada yg biasa menghalangi jika ALLAH SWT berkehendak................

Nurusman usman mengatakan...

subhanallah...jika allah swt berkehendak tidak ada satupun orang yang mampu menghalanginx....

andi lesmana mengatakan...

izin copas ya...boleh yaa...

Anonim mengatakan...

pengalaman yang mantap....

tapi jika ingin lebih mantap lagi lihat lihat di:

http://panjiwulung.webatu.com

salam sukses

Gie Luminaries mengatakan...

Terimakasih atas inspirasinya. Semoga berkah dunia akhirat untuk anda. Allahu Akbar.

tripod.net mengatakan...

subhanallah, Maha Kaya Allah atas segala Riski yang diberikan kepada Hambanya

masa subur wanita mengatakan...

subhanallah... Allah SWT Maha Kaya, Maha Mulia, Maha Besar dengan segala keagunganNya...

dani apriadi mengatakan...

subhanallah..cerita nya sama seperti yang saya alami sekarang..mudah"an saya juga di beri jalan keluar yang sama seperti malik dengan berdoa dan bertaqwa dan melakukan 6 amalan yang di anjurkan olleh rosulluloh..

Anonim mengatakan...

cerita ini sengaja kucari, semoga saya juga beruntung seperti kisah ini
saya percaya kebesaran Allah tp mmg untuk benar benar berserah diri seperti itu tidaklah mudah...........Allahu akbarakan kucoba malam ini

Seni Tinta mengatakan...

Subhanallah.... Cerita ini ane sering denger dari MP3 dakwahnya Ustadz Yusuf Mansyur, Allahu Akbar....

Anonim mengatakan...

Subhanallah.. kisah rumahnya hampir mirip dg yg saya alami sekarang ini... yg punya rumah ingin segera dilunasi..padahal sya belum ada uang untuk itu... tpi sya yakin Allah akan membantu dan memberikan pertolongan...

view me mengatakan...

Makasih pencerahannya. Kalo ada yang berkenan mendengarkan sekaligus membaca surat ALi Imron26 -27 dan Surat Al-Fathir 2 -3 . Silahkan Mampir di :
http://www.youtube.com/watch?v=4mnokz_jYzs

agung waskito mengatakan...

اَللّهُ maha segalanya

Komara Mulyono, S.Pd.SD mengatakan...

YA ALLAH berilah jalan keluar, supaya hutanng-hutang kami lunas, dan lancar jalan rejekinya...aamiin.

Anonim mengatakan...

Subhanallah...merinding membaca kisah ini. Hanya padaNya patut kita bermohon bukan kepada yang lainnya. ALLAH maha besar, Allah maha segalanya.

Anonim mengatakan...

Semoga kisah ini dapat memberi hidayah kepada saya yang sedang menghadapi hutang yang membelit dan harus dibayar secepat mungkin

Budi Yantho mengatakan...

Sebenarnya saya juga terlilit hutang selama 7 tahun ini dan ini akhir kesabaran istri saya menggugat cerai saya.midahan tuhan juga memberikan jawaban dari semua ujian saya ini.amien

kiki guritna mengatakan...

hahhhahahha sy juga punya masalah yg sama... klo di bikin pusing yaaa seperti crita di atas ujung-ujungnya bunuh diri wkwkkwkkwk... Allh lebih tau dr apa yg kita tidak ketahui... pasti ada hikmah di balik smua ini................

Antdikz August mengatakan...

ALLAH SWT sang pemilik alam raya

dzikran pangeran mengatakan...

Suatu kisah yg sama saat ini aq alami,,, terbelit hutang yg jumlahnya tak sedikit... mudah2n aq bisa mengambil hikmah ini... Dan mudah2n Allah membukakan pintu rezeki aq.mohon Bantu doanya Ustad... arif Kurniawan.

Anonim mengatakan...

Subhanallah,, bac ini kok bs sampe nangis.. ALLAH mang maha kaya.. tidak ada yg tidak mungkin bagi_Nya..

Anonim mengatakan...

ya ALLAH ampuni hamba sempat meragu,, ampuni hamba sempat menjauh drMu
Engkau maha kaya,, maha pengasih.. ampuni sgla dosa hamba..
Aku pasrahkan segala urusan hamba hny kpd_Mu..

muslim ss mengatakan...

Alloh tidak akan ingkar janji....."innalloha layukhliful mi'ad" allohu Akbar!

Anonim mengatakan...

Ia Azza wa Jalla...berbuat sekehendah hati-Nya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan? Kalau tidak pernah meminta, bagaimana Ia akan memberi? Subhanallah

Syahrir. syamsuddin. mengatakan...

Allah maha besar.....pemilik alam semesta ini....

Nur Faiza mengatakan...











SUBHANALLOOH.... ALLOHU AKBAR...
(y) (y) (y) KUN FAYAKUN..!!

Agustan Ahmad mengatakan...

Astaghfirullah... subhanallah... Allah akbar!!!

Agustan Ahmad mengatakan...

Astaghfirullah... Subhanakallah wa bihamdik!!!

Amar zulfaqar b.shamsuddin Shamsuddin mengatakan...

seronoknnya kalu allah permudahkan urusan gitu...

febri wahyu mengatakan...

ALLAH maha kaya dan maha mengayakan

Tousindo mengatakan...

Subhanalloh...luar biasa...

ian islan mengatakan...

ya allah, saya ingin sekali ketemu orang tua kami, yg tinggal satu satunya seorang ibu, tolong ya allah pertemukan kami,karena selama ini kami blm bisa membahagiakan orang tuaku ya allah, justru sdh seusia senja kami banyak masalah yang saya hadapi, tp sy yakin allah maha kaya dan maha punya kehendak, kabulkanlah apa yg menjadi doa dan permohonan kami ya allah, allah maha mengetahui apa yg kami rasakan saat ini,

Abdul Asis mengatakan...

Allahu Akbar,,,Engkaulah Pemilik Alam semesta ini Wahai Robb,,,,,,,,

pabrik tenda bandung mengatakan...

subhnanalloh, terima kasi banyak kepada bersamadakwah.com karena telah share cerita ini, saya sangat terharu, saya menangis membacanya, karena saya insan islam yang sangat lalai atas perintah alloh swt, sekarang saya ingin benar2 menjalankan aqidah islam, sekali lagi terima kasih banyak.

yanto abadi mengatakan...

Subhanallah.....Allahu Akbar...

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum

Mas Abu Nida, kisah yang inspiratif. Mohon ijin mengkopi ya. Syukran

Wassalamualaikum

Salam Kenal

Rusydi

Nirwan mengatakan...

Subhanallah. Sungguh hanya engkaulah penolong yang Sebaik2nya penolong. Dan ingatlah "maka nikmat tuhan manakah yang engkau dustai"

andry hamzah mengatakan...

Subhanallah.... Subhanallah... Subhanallah... hasbunallah wa ni'mal wakiil...

Anonim mengatakan...

jika seorang hamba menangis mendengar nama Alloh ataupun melihat kemahakuasaan Alloh, maka Rohmatnya akan tercurah sedemikian besar pada hamba itu....untuk yg punya persoalan yg sama sudah saatnya harus yakin seyakin yakinnya bahwa Alloh akan menolong, sandarkan hidupmu hanya pd Alloh.

Aryo Satyo Ramadhani mengatakan...

subhanallah...subhanallah...subhanallah...

La haula wa la quwwata illa billah....

indah sekali kisahnya...indah sekali kisahnya...indah sekali kisahnya

Modifikasi Vixion mengatakan...

Subhanallooh... Numpang nyimak dulu pak... Artikelnya enak banget untuk dibaca.

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...