728x90 AdSpace

Kisah Hikmah

Latest News

Jumat, 24 Mei 2013

Di Balik Foto Hoax LHI dan "BIN Kembarannya"


Terkadang keluguan dan kepolosan kita bisa menjerumuskan pada kesalahan, jika kita tidak hati-hati. Demikian salah satu ibrah yang bisa kita ambil dari kejadian kemarin. Di media sosial, beredar foto dua orang yang mirip. Foto sebelah kiri adalah LHI, foto sebelah kanan bertuliskan nama "Tony Saut Situmorang: orang yang diduga bulak-balik ke rumah Darin Mumtazah." Pada gambar yang lain, identitasnya ditulis lebih banyak: "Tokoh BIN, pernah mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK, dan seterusnya."

Belakangan diketahui, foto tersebut adalah Saut Situmorang, seorang sastrawan. Di akun twitternya, @AngrySipelebegu, ia marah dan memprotes para penyebar foto tersebut, mengapa dirinya dikait-kaitkan dan mengapa kader PKS tidak mengecek kebenaran foto tersebut.

Sebelumnya, memang beredar berita di media-media massa bahwa rumah kontrakan Darin adalah milik Thony Saut Situmorang, seorang anggota Badan Intelijen Negara (BIN) yang pernah mengatakan BIN ada di mana-mana. Dengan nama yang mirip itulah, kemungkinan ada orang yang iseng membuat gambar tersebut. Lalu, ia pun meng-upload-nya di media sosial. Kemungkinan kedua, gambar tersebut dibuat secara sengaja dengan tujuan Decoy Operation.

Di sinilah kelemahan kita sebagai kader dakwah yang polos dan lugu. Begitu mendapati gambar atau tulisan bernada pembelaan kepada dakwah atau tokoh dakwah, kita langsung menelan mentah-mentah dan menyebarkannya. Demikian pula dengan gambar yang seolah-olah membela PKS ini. Bukannya terbela, kader dan institusi dakwah justru terkesan menjadi tukang fitnah. Orang-orang seperti Saut Situmorang dan teman-temannya yang tadinya diam saja, justru menjadi marah dan bisa memusuhi karena merasa difitnah. Kalau sudah begini, tujuan Decoy Operation untuk mengadu domba terwujud. Persis seperti berita hoax tentang tokoh tertentu (semacam Paus Benediktus) yang masuk Islam. Umat Islam menyebarkan dan bangga dengan berita tersebut. Sementara pihak yang memusuhi Islam bertepuk tangan karena sukses membuat umat Islam jadi bahan tertawaan dan dianggap sebagai tukang bohong, mau membuat/menyebarkan berita palsu untuk dakwah Islam.

Husnuzhan
Lalu bagaimana sikap kita saat ada isu yang dilontarkan kepada dakwah atau qiyadah kita? Abu Ayyub Al Anshari dan istrinya pernah mencontohkan kepada kita sikap yang tepat.

Saat itu, isu yang sangat hebat menimpa keluarga Nabi. Belum ada isu sedahsyat itu tersebar sebelumnya. Aisyah radhiyallahu anha diisukan berzina dengan Shafwan radhiyallahu anhu. Demikian dahsyatnya isu itu berhembus, hingga ada pula sahabat yang termakan isu tersebut. Tetapi, Abu Ayyub dan istrinya memiliki logika keimanan yang berlandaskan husnuzhan.

“Tidakkan engkau mendengar tentang yang dikatakan masyarakat terhadap Aisyah?” tanya Ummu Ayub kepada suaminya.
“Ya dan itu adalah bohong. (Jika kamu dalam posisi Aisyah) apakah kamu akan melakukan perbuatan (zina) tersebut wahai Ummu ayyub?"
“Tidak, demi Allah aku tidak akan melakukannya.”
“Aisyah, Demi Allah, lebih baik daripada dirimu,” simpul Abu Ayyub.

Dalam riwayat yang lain, Ummu Ayyub yang menegaskan, “Wahai Abu Ayyub, jika engkau dalam posisi Shafwan, apakah engkau berbuat yang tidak-tidak kepada istri Rasulullah? dan Shafwan lebih baik dari engkau. Wahai Abu Ayyub, kalau aku yang jadi Aisyah, tidak akan pernah aku mengkhianati Rasulullah dan Aisyah lebih baik dari aku."

Lalu bagaimana jika isu yang menimpa qiyadah kita ternyata benar? Atau terbukti secara hukum? Rasulullah menegaskan komitmennya untuk berbuat adil kepada siapapun, bahkan jika keluarganya bersalah. "Demi Allah! Kalau sekiranya Fatimah binti Muhammad yang mencuri, pasti akan kupotong tangannya." (HR. Al Bukhari).

Dan demikianlah seharusnya gerakan dakwah mencontoh Rasulullah. Bahkan, jika ternyata pengadilannya adalah salah, atau hasil rekayasa/konspirasi, kita tidak bisa berbuat banyak kecuali menunjukkan komitmen kita kepada penegakan hukum. Dan, biarlah Allah yang memberikan balasan-Nya kelak di hari pengadilan yang tidak ada seorang pun dizalimi.

Kemungkinan pengadilan salah putusan ini bahkan telah diprediksi oleh Rasulullah. "Sesungguhnya kamu sekalian datang meminta keputusan perkara kepadaku, dan mungkin saja sebagian kamu lebih pandai berhujah dari yang lain sehingga aku memutuskan dengan yang menguntungkan pihaknya berdasarkan yang aku dengar darinya. Oleh karena itu, barang siapa yang aku berikan kepadanya sebagian dari hak saudaranya, maka janganlah ia mengambilnya, karena sesungguhnya yang aku berikan kepadanya itu tidak lain dari sepotong api neraka." (HR. Muslim)

Stay Cool
Sikap yang juga harus dijaga oleh kader dakwah adalah ketenangan. Stay cool. Kader dakwah tidak boleh mudah panik, atau terbawa arus skenario isu yang dihembuskan lawan. Ketenangan ini akan membuat kader dakwah mampu meminimalisir peluang kesalahan atau keterpelesetan. Ketenangan yang bersumber dari dzikir (alaa bidzikrillahi tathma'innul quluub) akan mendatangkan keterbimbingan. Sehingga ia dengan jernih dapat mengambil langkah-langkah yang arif terkait isu yang datang.

Kader dakwah harus tetap tenang, tidak boleh mudah panik, terlebih dalam kaitannya dengan masa depan dakwah. Jika kader dakwah yakin bahwa dakwah ini adalah milik Allah, ia seharusnya yakin bahwa upaya sehebat apapun dari musuh dakwah takkan mampu menghancurkan dakwah. Seperti keyakinan Abdul Muthalib saat pasukan Abrahah hendak menyerang ka'bah. Ia tetap tenang tentang nasib ka'bah. Sebaliknya, ia hanya khawatir dengan unta-untanya.

Masih terkenal hingga saat ini, kata-kata itu. Di saat Abdul Muthalib mendatangi Abrahah untuk meminta kembali unta-untanya yang dirampas.
"Aku datang untuk meminta unta-untaku" kata Abdul Muthalib.
“Apakah engkau lebih mementingkan unta-untamu, padahal engkau sendiri tahu bahwa aku datang ke sini untuk menghancurkan Ka’bah” jawab Abrahah.
“Aku pemilik unta-unta itu, sementara Baitullah milik Allah yang pasti akan menjaganya.” jawab Abdul Muthalib dengan penuh keyakinan.

Bukankah engkau, wahai kader dakwah yang beriman, lebih berhak untuk mengatakan hal serupa: "Dakwah ini milik Allah, maka Dia lah yang akan menjaganya."

Menjawab dengan Amal
Kita tak perlu meladeni semua isu yang ada. Toh, umat ini tidak membutuhkan isu-isu itu dijawab dengan kata-kata. Tetapi umat akan melihat kerja dan amal. Dan sebelum umat menilai, tentu Allah yang kita harapkan penilaianNya.

Maka jawablah isu-isu itu dengan tetap bekerja untuk umat. Maka jawablah isu-isu itu dengan tetap melayani masyarakat. Maka jawablah isu-isu itu dengan menebar cinta untuk rakyat. Lalu biarlah mereka yang membanggakan menara gading itu, terheran-heran dengan hasil kerja dakwah yang membuahkan dukungan dan kemenangan.

"..Beramallah kamu sekalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan kalian itu.." (QS. At Taubah : 105)

Wallahu a'lam bish shawab. [Abu Nida]
Solusi dengkur
Di Balik Foto Hoax LHI dan "BIN Kembarannya"
  • Title : Di Balik Foto Hoax LHI dan "BIN Kembarannya"
  • Posted by :
  • Date : 16.00
  • Labels :
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

34 komentar:

  1. Setuju banget dengan statemen ini:
    Maka jawablah isu-isu itu dengan tetap bekerja untuk umat. Maka jawablah isu-isu itu dengan tetap melayani masyarakat. Maka jawablah isu-isu itu dengan menebar cinta untuk rakyat. Lalu biarlah mereka yang membanggakan menara gading itu, terheran-heran dengan hasil kerja dakwah yang membuahkan dukungan dan kemenangan.

    #CintaKerjaHarmoni

    BalasHapus
  2. itu karena kebodohan kalian semua, bukan lugu atau polos...kalian sibuk mencari pembenaran! kalau salah, katakanlah salah! jangan berangan2 untuk membenarkan apa yang telah terjadi!

    BalasHapus
  3. Barakallah fikum...taujih mantab.....jazakallah ust

    BalasHapus
  4. bukankah ini kesengajaan PKS piyungan? apapun dalihnya,yang penting PKS sudah meminta maaf atas fitnah ini

    BalasHapus
  5. Kalok sudah "meminta maaf", lantas apa? Permintaan "maaf" bagaimana yang sudah kalian lakukan itu rupanya?! Emangnya aku yang jadi Korban Fitnah PKS sudah memberi maaf atau menerima "maaf" kalian itu?!

    Enak saja kau bicara!

    BalasHapus
  6. kader-kader PKS sudah kelelahan tuh. coba istirahat dulu, isi tenaga sekaligus menenangkan pikiran biar tidak kehilangan akal :p

    BalasHapus
  7. Betul betul betu
    3 sikap itu harus menjadi pegangan kita sebagai kader dakwah. Semangat boleh, gegabah jangan

    BalasHapus
  8. ah ini paste kerjaan zionis....kata hedayat hor wahed

    BalasHapus
  9. Enteng sekali.....

    ini kan yg nerbitin kaum sesat pendulum PKS, @sautsituorang: terusin aja ke polisi, seperti mereka melaporkan KPK ke Polisi, bukan soal dendam tapi pendidikan

    BalasHapus
  10. Saya salut pada PKS. Di daerah kami PKS tetap baksos dan melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti biasanya. Kami juga tidak terpengaruh isu sapi. Bagi kami yang kami jumpai secara langsung lebih kami percayai daripada isu di televisi

    BalasHapus
  11. fanatisme buta (taqlid) beda tipis sm BODOH en TOLOL.. jangan ta'ashub deehh.. emangnye di alam kubur nanti ente ditanyain: ente anggota pake-es bukan..? ente dari partai mane..??
    Koplaaassxzz Tingkat Tinggi

    BalasHapus
  12. dek fahri hamzah nuntut KPK dibubarin,.. emang bocah songong satu ini banyak bacot, di tv modalnya cuma TERIAK2 gak karuan, dedek mo nyaingin arya wiguna..?? mo bikin RBT..?? Bubarin KPK..demi Tuuu..haaann..!!! [teriak dek fahri, sambil jedot2-in jidatnye ampe benjol].
    dedek ama parte dedek mo bubarin KPK..??? MIKIR NYONG..!!! Cang-Coh (cangkemmu trocoh)..yang ada malah Gerakan Dukung KPK, BUBARKAN PKS..!!!

    dasar partai INTIFA' KABIR..!!!!
    Malu2 in agama Islam aje.. jangan bawa2 Isalam en Da'wah

    BalasHapus
  13. pks itu partai memalukan Islam aja

    BalasHapus
  14. Saya salut dengan pernyataan yang jujur dari kader PKS ini. Memang keluguan dan kebodohan amat beda tipis.. Maju terus PKS

    BalasHapus
  15. Sangat disayangkan, hal-hal seperti ini bisa terjadi.

    BalasHapus
  16. Sampaikanlah kebenaran walau itu menyakitkan
    Kalau tidak begitu tidak akan ada koreksi
    Pembenaran tidak akan menjadikan diri menjadi lebih baik

    BalasHapus
  17. Sangat setuju dgn himbauan anda !

    BalasHapus
  18. Setuju banget dengan himbauan anda melalui tulisan ini.

    BalasHapus
  19. yang dibahas apa..yang dikomentarin apa,,koq da beberapa yg nggak nyambung seehhh,,, da yang bentak2,,mencaci maki,,sampe nyumpah serapahin orang,,, kelihatan banget nih mana yang orang beraklaq sama yang bukan,, bagi aye,, PKS masih lebih baik dari partai yg lain... suka2 aye donk...

    BalasHapus
  20. ikhwan jateng28 Mei 2013 13.44

    Semoga ke depannya PKS lebih berhati-hati lagi dalam mempublish berita..
    sy bs memahami sikap bung Saut Situmorang yg belum bisa memaafkan (oknum2) PKS yg terlanjur termakan hoax..
    karena menjadi pihak yg difitnah memang bukan main perihnya..

    BalasHapus
  21. Inilah fenomena orang Indonesia. masih gumunan. semangat ber-islam yang menggebu,(atau biar terlihat), sering membuat perilaku tak hati-hati. banyak sekali berita hoax di internet ditanggapi dengan semangat, yang akhirnya "mempertontonkan" kebodohan (keluguan) umat islam. tapi, bukan hanya islam, ini fenomena indonesia. PKS yang kader masak ikut2an juga? harusnya lebih cerdas.

    BalasHapus
  22. sudah banyak yg membetulkan ko ketika ada foto tersebut di share dan sekalgus waktu itu juga sudah banyak yg mengklarifikasi bahwa foto tersebut adalah salah bukan Thony situmorang BIN itu tp sastrawan....makanya foto tersebut hanya beredar sebentar di media sosial kader...

    BalasHapus
  23. Kalau yg menghina, kita balas dg hinaan, yg fitnah dibalas fitnah, lalu buat apa skolah tinggi2 &blajar agama bila hny bisa mniru keburukan (Aa Gym)

    BalasHapus
  24. Saya mencoba untuk menaggapi kepada orang-orang yang sangat benci dengan PKS. Bahwa sesungguhya apa yang kami lakukan karena kami lebih mencintai kalian daripada diri kami sendiri, kami berpoitkpun karena kami cinta negeri ini, kami bangga dengan negeri ini, sehingga kami menginginkan agar negeri ini di pimpin oleh orang-orang yang sholeh seperti anda , tidak suka dengan kebohongan dan kekacauan. jika kalian mengatakan kami taklid, kami bukan taklid tapi kami punya komitmen untuk berjuang di jallan kebaikan, jika kalian mengatakan kami ales maka sesungguhnya itu juga tidak benar, tapi kami hanya ingin menunjukkan kebenaran, semoga anda endapat Hidayah dari Allah sebagai llah memberikan jalan dan petunjuk kebenaran kepada saya , agar bersama-sama dengan para manusia yang ingin menjadi lebih baik. dan ingat bahwa sesungguhnya kami para kader PKS bukan malaikat, tapi kami hanyalah manusia yang punya keinginan untuk meminimalisir kerusakan yang ada dalam jiwa kami sehingga muncullah kebaikan-kebaikan yang ada.

    BalasHapus
  25. Sesungguhnya kasus LHI ini justru bisa membuat PKs nomor 1 dipemilu 2014. sayangnya karena kengototan kalian dalam membela LHI, menjadi blunder bagi PKS. Bila LHI tidak terbukti bersalah melakukan tindakan seperti apa yg disangkakan PKS kemungkinan akan diuntungkan BUT ketika LHI terbukti bersalah. Kalian akan terpuruk.
    Kalian memerlukan swing voter untuk menjadi no 1, swing voter benci org orang2 yg menentang KPK (they dont care either KPK is right or wrong , karena mereka anggap KPK adlah lembaga SUper. Jadi ketika orng/lembaga menyerang KPK mereka anggap org/lmbaga tersebut musuh mereka.Jadi coba kalian bayangkan seandainya kasus LHI ini berlarut larut sampai sesudah pemilu. Walaupun kasus LHI diSP3kan atau diSKP2kan nantinya PKS tetap kalah dipemilu, why karena ketika pemilu swing voter tetap menganggap PKSer sebagai musuh mereka karena keresistanan org-org PKS terhadap KPK. jadi bro kalian ingin menang pemilu ato membela LHI it is your choice bro n' sis PKSer, CMIIW.

    Semakin kalian membela LHI walaupun hanya untuk mendoakanya saja kalian semakin kalian dianggap musuh oleh mereka.
    "Keep your friends close and your enemies closer."

    fiqh al waqi'

    BalasHapus
  26. Setuju dengan hadist ini:
    Demi Allah, kalau sekiranya Fatimah binti Muhammad yang mencuri, pasti akan kupotong tangannya (HR Al Bukhari)
    Kalau sekiranya ustadz Lutfi mencuri, maka....

    BalasHapus
  27. "Dakwah ini milik Allah, maka Dia lah yang akan menjaganya." Siipp,,tapi seharusnya diimplementasikan dalam amal. Selama ini ada yang melihat pks seringkali berkoalisi dalam kebatilan dan kesyirikan dengan berbagai alasan maslahat dakwah, seolah pks lah pemilik dakwah. Geleng2.Com

    BalasHapus
  28. cinta kerja harmoni.. PKS lakukan yang terbaik dimata ALLAH..

    BalasHapus
  29. Masyarakat akan suka dengan PKS karena PKS rajin bekerja dan melayani masyarakat, bukan karena PKS memperjuangkan Islam.

    BalasHapus
  30. innallahama'ana.. PKS lanjutkn sbg kereta dakwah menuju perubahan negeri tercinta..

    BalasHapus
  31. pokonya PKS 3 besar

    BalasHapus

Top