<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656</id><updated>2012-06-04T21:30:02.095+07:00</updated><category term='Hadits'/><category term='Siyasah Syar&apos;iyyah'/><category term='Bedah Buku'/><category term='Muslimah'/><category term='Download'/><category term='Ramadhan'/><category term='Renungan'/><category term='Tazkiyatun Nafs'/><category term='Al-Qur&apos;an'/><category term='Petunjuk Nabi'/><category term='Sirah Sahabat'/><category term='Anis Matta'/><category term='Doa'/><category term='Dakwah Kampus'/><category term='Strategi Dakwah'/><category term='Materi Tarbiyah'/><category term='Fiqih'/><category term='Dunia Islam'/><category term='Keluarga'/><category term='Kaifa Ihtada'/><category term='Khutbah Jum&apos;at'/><category term='Renungan Harian'/><category term='Taujih Pekanan'/><category term='Hasan Al-Banna'/><category term='Berita'/><title type='text'>Bersama Dakwah</title><subtitle type='html'>Blog tentang dakwah, tarbiyah, materi keislaman, info dunia islam, dan lain-lain</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/-/Renungan+Harian'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/search/label/Renungan%20Harian'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/-/Renungan+Harian/-/Renungan+Harian?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>173</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-2147317075777594620</id><published>2012-05-22T19:00:00.000+07:00</published><updated>2012-05-22T19:44:53.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Shalahuddin vs Assasin</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sXAZS6eUbpM/T7uKHdwh98I/AAAAAAAAEnQ/23Sn7NpiqV0/s1600/Assasin%2B-%2Bilustrasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-sXAZS6eUbpM/T7uKHdwh98I/AAAAAAAAEnQ/23Sn7NpiqV0/s320/Assasin%2B-%2Bilustrasi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shalahuddin Al Ayubi adalah pemimpin yang fenomenal. Ia adalah negarawan dan panglima perang yang bukan hanya dikagumi oleh umat Islam, tetapi juga dikagumi oleh lawan-lawannya, para ksatria Templar, termasuk Richard &lt;i&gt;the Lion Heart&lt;/i&gt;. Sedangkan Assasin adalah kelompok rahasia dari sekte syiah hasaniyah yang gemar melakukan pembunuhan rahasia. Bagaimana jika keduanya bertemu? Itu pernah terjadi pada tanggal ini 836 tahun yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Mei 1176. Assasin kembali melakukan percobaan pembunuhan atas Shalahuddin Al Ayubi. Assasin saat itu bahkan sudah menjangkau Shalahuddin. Mereka menembus langsung kamar tidur Shalahuddin saat ia terlelap. Assasin melukai Shalahuddin di kepalanya dengan belati. Itulah senjata andalah Assasin; belati indah untuk membunuh musuhnya dengan "seni" sekaligus nanti dipakai bunuh diri jika "tugas suci" itu telah tertunai. Assasin tidak suka lari setelah berhasil membunuh sasarannya. Mereka lebih suka bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat itu Assasin kembali gagal membunuh Shalahuddin Al Ayyubi. “Shalahuddin saat itu mengenakan penyangga leher dari bahan kulit dan helm logam di bawah surbannya,” tulis sejarawan Islam Tamim Ansary dalam bukunya, &lt;i&gt;Destiny Disrupted: A History of the World through Islamic Eyes&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi orang baik bukan berarti semua orang akan baik kepada kita. Menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana bukan berarti semua orang akan mendukung kita. Kisah percobaan pembunuhan terhadap Shalahuddin Al Ayubi yang dilakukan oleh Assasin mengingatkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Shalahuddin mengajari kita, bahwa seperti apapun bahaya mengancam, ia tak boleh menghalangi proyek kebajikan kita. Sehebat apapun rintangan menghadang, ia tak boleh menghentikan langkah kebaikan kita. Sebab kesudahan yang menanti orang-orang yang istiqamah dalam kebaikan adalah ridha Allah Azza wa Jalla. Sebab akhir yang menanti konsistensi kebajikan adalah surga. Bahkan di dunia, penyegeraan kabar gembira hampir selalu membersamai mereka; segera atau setelah ia tiada. Dan itu pula yang didapatkan Shalahuddin; ia dikenang dan dicintai oleh umat Islam, bahkan dikagumi orang nasrani. Sedangkan Assasin, mereka hancur 96 tahun kemudian dan dibenci hingga kini, bahkan oleh orang Syiah, di mana mereka menisbatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita salah memaknai janji perlindungan Allah kepada orang beriman. Seperti firman-Nya pada surat Al Baqarah ayat 257: “Allah Pelindung orang-orang yang beriman”  atau surat Muhammad ayat 11: “sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman.” Kita lalu berharap bahwa kita senantiasa dilindungi dari segala rintangan dan bahaya, kita menginginkan akan selalu kebal dari pembunuhan dan terluka. Jika ada yang menyabetkan pedang kepada kita, seketika ayunan pedang itu terhenti tepat satu cm dari kulit kita. Atau jika ada peluru yang datang ia akan terhenti tepat sebelum mengenai tubuh kita. Tidak. Perlindungan Allah tidak selalu bermakna seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, tiga dari empat khulafa'ur rasyidin meninggal dibunuh. Umar bin Khatab dibunuh oleh Abu Lu'lu'ah, seorang budak Majusi keturunan Yahudi. Utsman bin Affan dibunuh  pemberontak yang terhasut oleh Abdullah bin Saba', tokoh Yahudi. Dan Ali bin Abu Thalib dibunuh Abdurrahman bin Muljam, seorang khawarij. Mereka semua syahid, dan perlindungan Allah kepada mereka bukanlah dalam bentuk mencegah mereka syahid. Bahkan syahid itulah perlindungan Allah. Itulah sebaik-baik akhir kehidupan orang beriman yang sepanjang hidupnya menorehkan kebaikan dan kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syahid fi sabilillah al asma amanina,” Hasan Al Banna menjadikan kaidah itu sebagai salah satu kredo perjuangannya. Dan ia pun mendapati hal yang sama; syahid, oleh peluru-peluru durjana yang menembus dadanya. [Muchlisin]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-2147317075777594620?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/2147317075777594620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/05/shalahuddin-vs-assasin.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/2147317075777594620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/2147317075777594620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/05/shalahuddin-vs-assasin.html' title='Shalahuddin vs Assasin'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sXAZS6eUbpM/T7uKHdwh98I/AAAAAAAAEnQ/23Sn7NpiqV0/s72-c/Assasin%2B-%2Bilustrasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-6884302047277674300</id><published>2012-05-21T13:00:00.000+07:00</published><updated>2012-05-21T13:56:59.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Meneladani Yoyoh Yusroh, Sang Permata yang Setahun Lalu Meninggalkan Kita</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-z7jl0MeI8pM/T7njyXJcamI/AAAAAAAAEmw/B75xxMhm_bQ/s1600/Yoyoh%2BYusroh%2B-%2Bdari%2Bcover%2BLangkah%2BCinta%2Buntuk%2BKeluarga.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-z7jl0MeI8pM/T7njyXJcamI/AAAAAAAAEmw/B75xxMhm_bQ/s320/Yoyoh%2BYusroh%2B-%2Bdari%2Bcover%2BLangkah%2BCinta%2Buntuk%2BKeluarga.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah memanggilnya pada 21 Mei 2011 silam. Genap setahun sudah  ia pergi meninggalkan kita, namun sangat banyak saham kebajikan dan jejak kebaikan untuk kita teladani bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"..sebagai apa pun kita adalah &lt;i&gt;on mission&lt;/i&gt; untuk menyampaikan risalah dakwah ini dan dakwah kita semakin banyak diminati oleh orang lain dan kerja kita semakin ringan tentunya dengan banyaknya pendukung-pendukung dakwah ini. Dan insya Allah diri kita akan bertemu di surga," kata Yoyoh Yusroh dalam video taujih terakhirnya. Ia seakan menjadi salam perpisahan kepada seluruh kader dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;On mission&lt;/i&gt;, kata itu sangat tepat untuk menggambarkan kiprah daiyah ini. Dalam berbagai peran hidupnya ia membingkainya dengan misi dakwah; sebagai istri bagi suaminya, sebagai ibu bagi 13 putra-putrinya, sebagai qiyadah bagi kader dakwah, sebagai daiyah, dan sebagai politisi Muslimah. Ia mengukir sejarahnya dengan indah laksana &lt;a href="http://www.bersamadakwah.com/2011/05/yoyoh-yusroh-sang-permata-itu-telah.html"&gt;permata&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika kita menghadapi anak-anak, anggap saja kita sedang duduk di taman bunga. Lihatlah perilaku anak-anak kita, semuanya indah. Walaupun ada bunga yang layu, tetap masih ada bunga yang mekar, masih ada yang berwarna-warni” kata-kata Yoyoh Yusroh yang dikutip dalam buku &lt;i&gt;Langkah Cinta untuk Keluarga&lt;/i&gt; itu menggambarkan betapa luarbiasanya ibu dari 13 putra-putrinya itu. Maka tak heran jika mereka tumbuh shalih-shalihah dan berprestasi, sebab sang ibunda membersamainya dengan cinta sejak dini. Kesibukan sebagai anggota DPR tak mengurangi kualitas cinta dan kasih sayangnya kepada mereka. Paradigma keibuannya adalah: "Investasi terbesar bukanlah harta, tetapi investasi dunia akhirat adalah anak-anak yang tumbuh menjadi shalih, cerdas, dan bermanfaat bagi sesama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai daiyah, Yoyoh Yusroh bukan saja kaya prestasi seperti mendapatkan penghargaan &lt;i&gt;International Muslim Women Union&lt;/i&gt; (IMWU) tahun 2000, &lt;i&gt;International Muslim Women Union&lt;/i&gt; (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama RI tahun 2001. Ia juga memiliki kemampuan hebat untuk menyentuh hati mad'unya. Seorang penulis memberikan kesaksian, "entah berapa banyak unta merah-unta merah yang telah memenuhi lembahnya di surga (insya Allah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kata-kata ibunda Yoyoh Yusroh seperti magnet yang bahkan mampu menarik teman separlemen untuk menerima dakwahnya? Ternyata keterjagaan ruhiyah adalah rahasianya. Ada dua amalan yang tidak pernah beliau tinggalkan, yaitu qiyamul lail dan tilawah minimal dua juz sehari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang yang setelah meninggal langsung dilupakan orang. "Apa artinya usia panjang namun tanpa isi," kata Ustadz Rahmat Abdullah, teman seperjuangan Ustadzah yoyoh Yusroh, "sehingga boleh jadi biografi kita kelak hanya berupa tiga baris kata yang dipahatkan di nisan kita : 'Si Fulan lahir tanggal sekian-sekian, wafat tanggal sekian-sekian'".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika banyak orang yang sejarahnya hanya ditulis tiga baris, sedikitnya terbit tiga buku tak lama setelah kepergian Yoyoh Yusroh, untuk mengenang sejarah dan kiprahnya. Kita yang ingin meneladani beliau, terutama para muslimah, para akhwat daiyah, perlu membaca buku-buku itu: &lt;i&gt;Yoyoh Yusroh Mutiara yang Telah Tiada&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Langkah Cinta untuk Keluarga&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Langkah Cinta untuk Indonesia&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita mampu meneladani kebaikan &lt;a href="http://www.bersamadakwah.com/2011/05/yoyoh-yusroh-sang-permata-itu-telah.html"&gt;sang permata&lt;/a&gt; ini dan meneruskan perjuangannya. Lalu kita berharap seperti salam perpisahan dalam video taujih terakhirnya:  "insya Allah diri kita akan bertemu di surga." [Muchlisin]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-6884302047277674300?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/6884302047277674300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/05/meneladani-yoyoh-yusroh-sang-permata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/6884302047277674300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/6884302047277674300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/05/meneladani-yoyoh-yusroh-sang-permata.html' title='Meneladani Yoyoh Yusroh, Sang Permata yang Setahun Lalu Meninggalkan Kita'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-z7jl0MeI8pM/T7njyXJcamI/AAAAAAAAEmw/B75xxMhm_bQ/s72-c/Yoyoh%2BYusroh%2B-%2Bdari%2Bcover%2BLangkah%2BCinta%2Buntuk%2BKeluarga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-5488415006432533169</id><published>2012-05-21T07:00:00.000+07:00</published><updated>2012-05-21T09:36:43.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Ketika Kalung Fatimah Membuat Rasulullah Marah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GZWzwKI7TXw/T7mS1ZHdlxI/AAAAAAAAEmQ/zOP6aGSZgZs/s1600/Kaligrafi%2BMuhammad.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-GZWzwKI7TXw/T7mS1ZHdlxI/AAAAAAAAEmQ/zOP6aGSZgZs/s320/Kaligrafi%2BMuhammad.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehidupan Fatimah bersama Ali sangatlah sederhana. Mereka tak memiliki perabot rumah tangga kecuali alat memasak saja. Mereka tak memiliki kasur kecuali sebuah "kasur" tipis terbuat dari jerami gandum yang dibungkus kain kasar. Fatimah pun tak memiliki perhiasan kecuali sebuah kalung emas yang sudah lama dan jarang dikenakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Fatimah datang kepada Rasulullah SAW. Wanita mulia bergelar Az-Zahra itu mengucap salam dan meminta izin untuk masuk. Setelah Rasulullah mempersilakan, betapa bahagianya Fatimah berada di dekat sang ayah. Keduanya berbincang dengan ceria. Wajah keduanya berbinar bahagia, laksana terobatinya kerinduan karena lama tak berjumpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, air muka Rasulullah berubah ketika beliau tahu Fatimah mengenakan kalung emas di lehernya. Fatimah mengerti bahwa ayahnya sedang marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah tak kuasa berkata apa-apa. Ia keluar dari kediaman Rasulullah dengan kesedihan yang menyesakkan dada. Selama ini Fatimah tak rela ada orang yang membuat Rasulullah marah atau sedih. Namun kini, dirinya yang membuat sang Nabi berduka? Gara-gara kalung butut itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah tak perlu waktu lama untuk menimbang. Kalung itu tak boleh  ia pakai, tak boleh ia miliki lagi. Lalu dikemanakan? Apakah dijual dan dibelikan budak agar bisa membantunya? Karena selama ini Fatimah sendiri yang mencuci, memasak dan menggiling gandum. Sebenarnya fisik Fatimah lelah. Namun Fatimah khawatir Rasulullah tidak berkenan. Apalagi budak itu nanti akan mengingatkan Rasulullah pada kalung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Fatimah memutuskan menjual kalung itu. Uangnya ia belikan budak. Tetapi bukan untuk membantunya. Setelah dibeli, budak itu segera dimerdekakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Fatimah kembali menghadap Sang Nabi. Sebelum Rasulullah bertanya, Fatimah mendahuluinya dengan memberikan laporan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku telah menjual kalung itu," Fatimah berkata kepada Rasulullah yang serius mendengarkannya, "dan uangnya kupergunakan untuk membeli budak yang kemudian kumerdekakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika wajah Sang Nabi berseri-seri. Keceriaan dan kebahagiaan kembali menghiasi wajah Rasulullah yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sebuah fragmen dalam kehidupan Fatimah, kehidupan keluarga Nabi. Rasulullah SAW mendidik keluarganya untuk hidup sederhana. Menjadikan keluarganya sebagai teladan dalam segala hal, termasuk kesederhanaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pemimpin terbaik mengambil jalan hidup, dan memastikan jalan hidup itu juga ditempuh keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, Rasulullah dan keluarganya sangat dicintai sahabat dan umatnya. Tak pernah ada dalam sejarah ada sahabat yang iri dengan Rasulullah dan keluarganya dalam masalah dunia. Tak pernah ada orang yang mempertanyakan kekayaan Rasulullah dan keluarganya, karena mereka bukanlah orang kaya, justru hidupnya sangat sederhana. Tak pernah ada orang yang curiga dengan keikhlasan Rasulullah dalam memimpin dan berjuang, karena mereka tahu Rasulullah tak pernah mengambil keuntungan pribadi atau memperkaya keluarganya. Mereka &lt;i&gt;tsiqoh &lt;/i&gt;kepada Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Hasan Al Banna mengatakan bahwa &lt;i&gt;tsiqoh &lt;/i&gt;adalah rasa puasnya seorang jundi kepada qiyadahnya dalam hal kemampuan dan keikhlasan, sungguh para sahabat sangat puas dengan Rasulullah. Puas dengan kepuasan yang sempurna. &lt;i&gt;Tsiqoh &lt;/i&gt;dengan ke-&lt;i&gt;tsiqoh&lt;/i&gt;-an yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-&lt;i&gt;tsiqoh&lt;/i&gt;-an seorang jundi, seorang anggota, seorang rakyat, kepada pemimpinnya salah satunya ditentukan oleh faktor itu: gaya hidup dan sikapnya soal harta untuk diri dan keluarga. Bahkan kurang apa pemimpin sehebat dan semulia Utsman bin Affan? Beliau dermawan dan hidup sederhana. Tetapi karena keluarga besarnya, yang ia percaya membantunya menjadi pejabat-pejabat negara, bergaya hidup mewah, Utsman terkena fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jika pemimpin sekarang tidak sebaik Utsman, bisakah ia selamat dari fitnah yang sama, bahkan lebih besar? Itulah susahnya menjadi pemimpin. Tetapi itu pula jalan keutamaan yang luar biasa: menjadi pribadi teladan dan mengkondisikan keluarga menjadi teladan pula, termasuk dalam kesederhanaan. Sederhana di zaman sekarang tentu tidak dituntut sampai pada level kesederhanaan Rasulullah dan Fatimah. Siapa yang mampu sehebat itu? Tetapi cukuplah jika ia sederhana dalam ukuran zaman sekarang; tidak bergaya hidup mewah dan tidak &lt;i&gt;glamour&lt;/i&gt; dalam kekayaan di tengah rakyat yang terhimpit kesusahan. [Muchlisin]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-5488415006432533169?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/5488415006432533169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/05/ketika-kalung-fatimah-membuat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/5488415006432533169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/5488415006432533169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/05/ketika-kalung-fatimah-membuat.html' title='Ketika Kalung Fatimah Membuat Rasulullah Marah'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GZWzwKI7TXw/T7mS1ZHdlxI/AAAAAAAAEmQ/zOP6aGSZgZs/s72-c/Kaligrafi%2BMuhammad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-1562824060072133780</id><published>2012-05-20T14:00:00.000+07:00</published><updated>2012-05-20T14:42:11.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Memperistri Bidadari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3ApJzL3hiSM/T7idgCIssdI/AAAAAAAAEmA/fnGrRdn-DXU/s1600/Bidadari%2Bdunia%2B-%2Bilustrasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-3ApJzL3hiSM/T7idgCIssdI/AAAAAAAAEmA/fnGrRdn-DXU/s320/Bidadari%2Bdunia%2B-%2Bilustrasi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memperoleh bidadari di akhirat nanti adalah impian banyak lelaki. Namun ternyata, ada lelaki yang telah mendapatkan anugerah menikahi bidadari, bahkan di dunia ini. Siapa lelaki beruntung seperti itu dan bagaimana caranya? Abu Bakar adalah salah satunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa ingin melihat bidadari,” sabda Rasulullah suatu ketika, “lihatlah Ummu Ruman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Ruman, yang nama aslinya adalah Zainab, tidak lain adalah istri Abu Bakar. Dialah ibu kandung Abdullah bin Abu Bakar dan Aisyah binti Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan seperti apakah Ummu Ruman hingga disebut bidadari oleh Sang Nabi? “Ia adalah sosok perempuan yang cantik lahir dan batin,” tulis Muhammad Raji Hasan Kinas dalam buku &lt;i&gt;Istri Para Khalifah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cantik lahir tentu sangat relatif. Setiap orang, termasuk kaum Adam memiliki pandangan yang berbeda. Dengan cinta, seorang suami akan mendapati istrinya sebagai perempuan paling cantik sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk wajah, mata, bibir, hidung hingga warna kulit adalah pemberian Allah. Pada titik ini, perempuan tidak selayaknya “bersaing” dan “berbangga”. Maka mengusahakan menjadi cantik lahir bukanlah dengan mengubah ciptaan Allah. Operasi plastik, misalnya. Itu dilarang oleh Islam. Mengupayakan cantik lahir -di hadapan suami- adalah dengan menjaga tubuh tetap bersih, rajin merawatnya, rajin berolah raga, menjaga bau badan, tampil segar dan menjaga makanan serta pola makan. Pada titik ini, satu upaya menjadi “bidadari” bisa dilakukan seluruh istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cantik batin adalah persoalan yang lebih substantif bagi “bidadari”. Perempuan seperti Ummu Ruman bisa mendapatkan gelar “bidadari” karena keimanannya. Dari iman yang kuat itulah ia kemudian menjadi pejuang dakwah, bahkan pada generasi pertama. Setelah Abu Bakar menyampaikan kabar gembira bahwa Muhammad diutus sebagai Rasulullah dan ia mengimaninya, Ummu Ruman langsung menyambut seruan itu dengan masuk Islam pula. Maka hari-hari berikutnya diukir Ummu Ruman sebagai hari-hari perjuangan Islam. Ia lah yang mendampingi dan mensupport Abu Bakar untuk menemani Sang Nabi, termasuk dalam hijrahnya. Ia pula yang menemani Abu Bakar saat mengalami boikot ekonomi bersama Bani Hasyim. Ia pula yang memotivasi putrinya agar bersedia menjadi ummul mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ummu Ruman adalah anugerah teragung bagi Abu Bakar r.a,” lanjut Muhammad Raji Hasan Kinas. “Ia adalah wanita shalihah sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Jika suaminya memandang maka dia membuatnya senang. Jika suaminya memerintahnya maka ia menaati. Jika bersumpah atasnya maka ia membebaskannya. Jika suaminya meninggalkannya maka ia menjaga diri dan hartanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berusaha menjadi bidadari di dunia berarti menempuh cara ini; berusaha menjadi wanita shalihah. Dan sejatinya, bidadari dunia seperti ini lebih mulia dari bidadari yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat Ath Thabrani, Ummu Salamah menuturkan, “Aku bertanya, 'Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?' Rasulullah menjawab, 'Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tak terlihat.' Aku bertanya, 'Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?' Beliau menjawab, 'Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata 'Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.'”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kau bunga ditamanku&lt;br /&gt;Mekar dan kian mewangi&lt;br /&gt;Menghiasi diriku&lt;br /&gt;Dimanapun ku berada&lt;br /&gt;Dilubuk hati ini&lt;br /&gt;Engkau bidadari surgaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepergianku dalam berjuang&lt;br /&gt;Kau antar dengan do'a dan senyuman&lt;br /&gt;Kemuliaanmu yang penuh ketulusan&lt;br /&gt;Pantaslah bila kuhargai dirimu&lt;br /&gt;Sebagai bidadari syurgaku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;(Nasyid &lt;i&gt;Bidadari Syurgaku&lt;/i&gt;, The Fikr)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika perempuan telah mengetahui rahasia menjadi bidadari, bagaimana cara laki-laki mendapatkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah, jika ingin mendapatkan istri seperti Ummu Ruman, jadilah suami seperti Abu Bakar. Jika ingin mendapatkan istri seperti Aisyah, jadilah suami seperti Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, jadikanlah diri kita baik agar pantas mendapatkan istri yang baik. Itu bagi yang belum menikah. Bagi yang sudah menikah, perbaikilah diri kita agar  Allah memperbaiki istri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.”&lt;/i&gt; (Qs. An Nur:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallaahu a'lam bish shawab. [Muchlisin]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-1562824060072133780?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/1562824060072133780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/05/memperistri-bidadari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/1562824060072133780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/1562824060072133780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/05/memperistri-bidadari.html' title='Memperistri Bidadari'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3ApJzL3hiSM/T7idgCIssdI/AAAAAAAAEmA/fnGrRdn-DXU/s72-c/Bidadari%2Bdunia%2B-%2Bilustrasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-5023711598287656683</id><published>2012-05-03T12:00:00.000+07:00</published><updated>2012-05-03T13:23:35.010+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Rumah yang Menyejukkan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Vj6gFwzHwTQ/T6IkOhO9EXI/AAAAAAAAEY4/SZJ3FvzshmE/s1600/Rumah%2BCinta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-Vj6gFwzHwTQ/T6IkOhO9EXI/AAAAAAAAEY4/SZJ3FvzshmE/s320/Rumah%2BCinta.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua laki-laki itu bekerja di sebuah kantor yang sama. Namun keduanya berbeda dalam memandang keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki pertama sangat mencintai keluarga. Saat-saat pulang kerja dan berkumpul keluarga di rumah adalah saat-saat yang dirindukannya. Hingga suatu hari ketika ia jatuh sakit, ia lebih memilih &lt;i&gt;bed rest &lt;/i&gt;di rumah daripada dirawat di rumah sakit. "Di rumahku ada cinta yang membuat sakitku insya Allah lebih cepat sembuhnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan benar. Atas kehendak Allah, ia sembuh dengan cepat. Sakit memang memaksanya beberapa hari tidak masuk kerja. Namun sakit itu juga mengokohkan cintanya. Dalam pandangannya, istri yang merawatnya adalah perawat terbaik sedunia. Bubur yang dibuatnya adalah bubur cinta. Dan sapaan buah hati kecilnya adalah motivasi pemulihan fisik dan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki kedua tak suka berlama-lama di rumah. Rasanya bikin bete, katanya. Saat ia telah keluar dari rumah sakit karena suatu penyakit yang dideritanya, ia memaksa masuk kerja. "Di rumah malah stres," alasannya saat ditanya seorang teman mengapa tak istirahat di rumah saja. Mengapa sampai berkata seperti itu? Ternyata ia tak suka dengan istrinya yang "cerewet" dan terkesan kurang perhatian. Entah siapa yang mendahului, kabarnya mereka tak lagi saling cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kita hidup di sebuah masa yang kaya kesibukan. Kebutuhan hidup yang makin berkembang, perubahan zaman, hingga arus informasi "menuntut" kita menggeluti kesibukan demi kesibukan. Seringkali kita menjadi seperti mesin; semakin banyak beraktifitas semakin panas. Panas jiwa kita, gersang ruhiyah kita. Jika pada kondisi demikian kita memposisikan keluarga sebagai sahara lain yang menguras tetes-tetes ketenangan, betapa hidup akan menjadi sangat runyam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah jika keluarga kita adalah rumah yang menyejukkan. Jika kita memandang keluarga sebagai surga dunia. Dan begitulah mestinya keluarga Muslim mencontoh keluarga Nabi. "Baiti jannati." Rumahku adalah surgaku. Betapapun cadasnya kehidupan di luar sana, saat keluarga menjadi surga dunia, tak masalah seorang Muslim menghadapinya. Betapapun panasnya medan perjuangan, keluarga adalah penetralisir dan penyejuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah "ketakutan" dengan Jibril yang baru saja menyampaikan wahyu, sang istri Bunda Khadijah menyelimuti, menenangkan dan memotivasinya. Ketika Rasulullah dihadapkan pada perjuangan besar menyebarkan Islam, lagi-lagi sang istrilah yang menghamparkan seluruh hartanya untuk mendukung dakwah. Saat Rasulullah menghadapi ancaman, bunda Khadijah dengan kedudukannya yang mulia menjadi "pelindung" yang memperkuat posisi kemananannya. Pendek kata, Khadijah selalu ada untuk Rasulullah, demikian pula cinta Rasulullah selalu hadir untuk Khadijah; bahkan meskipun setelah beliau tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga Rasulullah dengan istri-istrinya yang lain juga begitu; indah dan menyejukkan selalu. Kadang ada cemburu, namun ia adalah bumbu yang membuat cinta semakin mesra. Baiti jannati kemudian diucapkan oleh lisan suci Nabi, menggambarkan betapa rumah tangga idealnya adalah sumur kebahagiaan di tengah keringnya kemarau kehidupan, taman yang menyejukkan di tengah penatnya perhelatan sejarah, oase di tengah gurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga akan menjadi surga atau neraka, semuanya berawal dari kita. Dari persepsi kita, dari cara pandang kita, dari pemahaman dan bagaimana kita memposisikan. Bukan dari menyalahkan pasangan. Maka mari kita menumbuhkan komitmen, bahwa kita akan memberikan yang terbaik untuk pasangan kita, untuk keluarga kita. Kita berkomitmen menjadi yang terbaik bagi mereka. Kita berkomitmen mempersembahkan cinta buat mereka. Dan biarlah doa-doa kita naik kepada Allah, meminta ijabahnya untuk juga memperbaiki pasangan dan keluarga kita. [Muchlisin]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-5023711598287656683?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/5023711598287656683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/05/rumah-yang-menyejukkan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/5023711598287656683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/5023711598287656683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/05/rumah-yang-menyejukkan.html' title='Rumah yang Menyejukkan'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Vj6gFwzHwTQ/T6IkOhO9EXI/AAAAAAAAEY4/SZJ3FvzshmE/s72-c/Rumah%2BCinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-7048242688658259780</id><published>2012-04-30T07:00:00.000+07:00</published><updated>2012-04-30T08:36:52.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Hari Baru Semangat Baru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7HLowovZC5w/T53sXfeL-jI/AAAAAAAAEUc/GVrTxdEuLG0/s1600/Hari%2Bbaru%2Bsemangat%2Bbaru%2B-%2Bilustrasi%2Bpagi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-7HLowovZC5w/T53sXfeL-jI/AAAAAAAAEUc/GVrTxdEuLG0/s320/Hari%2Bbaru%2Bsemangat%2Bbaru%2B-%2Bilustrasi%2Bpagi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah kita memperhatikan cakrawala pagi di ufuk timur? Sejak fajar hingga terbitnya matahari, selalu ada lukisan indah yang berbeda setiap hari. Seakan ia berkata: selamat datang di pagi yang baru, selalu ada peluang dan harapan baru bersamaan dengan kemunculanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di bawahnya, tepatnya di bumi ini, bersamaan datangnya pagi burung-burung berkicau dengan beragam lagu merdu. Seakan mengajak kita bersemangat mengejar cita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun bunga di taman. Ia menampilkan keindahan dan kesegaran. Dengan beragam warna dan keharuman yang beragam. Seakan memberi pesan: sambutlah pagi dengan kesegaran baru, jalani hari dengan senyummu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Setiap datang pagi yang baru, selalu ada harapan dan peluang kesuksesan yang baru. Bahkan setiap pagi ada keberkahan sebagaimana Rasulullah telah mendoakan: "Ya, Allah! Berkahilah umatku pada pagi harinya". (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fitrah, tubuh kita akan menjadi lebih segar dan fit pada pagi hari. Selepas bangun dari tidur malam, letih dan lelah hilang sudah. "Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat." (QS. Al Furqan : 47).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisik kita telah memberikan sinyal keberkahan pagi. Tinggal semangat dan ruhiyah kita bagaimana memaknainya. Bagi seorang mukmin yang komitmen pada din-Nya, semangat dan ruhiyah itu selalu terbarui pada pagi hari. Ia dimulai saat bangun sebelum fajar tiba. Hati dan lisannya telah bersyukur sejak pertama kali ia membuka mata: Alhamdulillaahilladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kematian kami dan kepadaNya kami kembali." Lalu ia pergi untuk berwudhu. Air mengenai wajah dan anggota badannya, namun doa dan semangat masuk ke hatinya, mempertegas bangunnya ruh dan jiwa. Mungkin sebelum itu ia ke kamar kecil, di sana ia juga dikuatkan oleh dua doa: doa perlindungan dan doa syukur/ampunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat di akhir sepertiga malam menjadi menu penguat ruhiyah berikutnya. Sampai di tahap ini saja, sesungguhnya seorang mukmin telah siap dengan semangat baru untuk meraih sukses di pagi dan siang hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kalian tidur, maka syetan membuat 3 ikatan di kepala kalian yang membuat tidur kalian nyenyak, jika bangun dan berdzikir kepada Allah maka lepaslah satu ikatan, jika wudlu maka lepaslah ikatan kedua dan ketika sholat maka lepaslah ikatan ketiga, maka kalian akan bangun pagi dengan giat dan hati yang bersih, kalau tidak maka kalian akan bangun malas dengan hati yang keruh" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Subuh berjama'ah dan dzikir pagi akan kian meneguhkan semangat dan kebersihan hati yang telah "on" karena wudhu dan shalat malam. Maka pagi hari, bersamaan dengan terbitnya matahari, kuatlah semangat baru seorang mukmin. Ia yakin, hari ini adalah hari kesuksesannya. Di dalamnya ada keberkahan. Di dalamnya ada rezeki yang telah Allah takdirkan. Di dalamnya ada pembelajaran yang membuatnya semakin dewasa dan matang. Ia memaknai hari baru sebagai halaman baru dari sebuah buku "success story" yang ia tulis dalam sejarah kehidupan. Semangat! [Muchlisin]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-7048242688658259780?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/7048242688658259780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/04/hari-baru-semangat-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/7048242688658259780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/7048242688658259780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/04/hari-baru-semangat-baru.html' title='Hari Baru Semangat Baru'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7HLowovZC5w/T53sXfeL-jI/AAAAAAAAEUc/GVrTxdEuLG0/s72-c/Hari%2Bbaru%2Bsemangat%2Bbaru%2B-%2Bilustrasi%2Bpagi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-6189239922096749151</id><published>2012-04-28T15:15:00.000+07:00</published><updated>2012-04-28T15:15:32.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Jika Jamaah Dakwah Dicela, Ini Bisa Jadi Jawabannya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-w2y_RO5_YU8/Teme-_vWDJI/AAAAAAAACNo/kns-cFnTfE4/s1600/Dakwah%2Badalah%2Bcinta%2B-%2BSemangat.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614193215593122962" src="http://1.bp.blogspot.com/-w2y_RO5_YU8/Teme-_vWDJI/AAAAAAAACNo/kns-cFnTfE4/s320/Dakwah%2Badalah%2Bcinta%2B-%2BSemangat.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 214px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dakwah bukanlah jalan yang bertabur bunga dan selalu diiringi sorak sorai tanda gembira menyambutnya. Dakwah kadang berhadapan dengan celaan dan cacian. Atau tuduhan dan kecurigaan. Terlebih, jika dakwah tersebut dikelola oleh jamaah yang berbentuk partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, sama saja dengan partai yang lain, menghalalkan segala cara.”&lt;br /&gt;“Islam hanya dipakai sebagai jualan. Nyatanya tidak benar-benar memperjuangkan Islam.”&lt;br /&gt;“Terang saja suka baksos dan membantu korban bencana, pasti agar dapat banyak suara.”&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat semacam itu dan sejenisnya mungkin pernah Anda temui ketika Anda berdakwah dan beraktifitas sosial. Mungkin itu merupakan salah satu  –meminjam istilah Burhanuddin Muhtadi- “dilema” bagi partai politik yang juga gerakan sosial. Partai politik yang juga partai dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak sabar dengan celaan semacam itu mungkin saja akan merespon berlebihan, yang justru menjadi kontraproduktif dengan dakwah yang ia lakukan. Celaan sebenarnya adalah sebentuk kritik yang jika kita sikapi dengan kedewasaan dan kebijaksanaan, akan melahirkan perbaikan internal bagi gerakan kita, bahkan tidak menutup kemungkinan, akan mendatangkan simpati orang tadinya mencela. Dan celaan tak boleh membuat kita surut beramal. Tunjukkan peningkatan kualitas amal, terus bekerja walau ada yang mencela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama yang jauh lebih dulu berdakwah sebelum kita juga mengalami celaan. Mereka dicela, bahkan dicerca. Tetapi mereka menjawabnya dengan penuh bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy-Sya’bi adalah salah satunya. Beliau mengajarkan hikmah yang luar biasa. Suatu saat, Imam Asy-Sya’bi dicela seseorang. Beliau pun menanggapinya dengan tenang: ”Jika aku seperti yang engkau katakan semoga Allah mengampuniku. Namun jika aku tidak seperti yang engkau katakan semoga Allah mengampunimu.” [Jundijustice]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-6189239922096749151?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/6189239922096749151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/04/jika-jamaah-dakwah-dicela-ini-bisa-jadi.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/6189239922096749151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/6189239922096749151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/04/jika-jamaah-dakwah-dicela-ini-bisa-jadi.html' title='Jika Jamaah Dakwah Dicela, Ini Bisa Jadi Jawabannya'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-w2y_RO5_YU8/Teme-_vWDJI/AAAAAAAACNo/kns-cFnTfE4/s72-c/Dakwah%2Badalah%2Bcinta%2B-%2BSemangat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-2145080962569748910</id><published>2012-04-26T12:00:00.000+07:00</published><updated>2012-04-26T11:40:37.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Ketika Kejahatan Semakin Kreatif</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WKhQsuiiMgE/T5jRN14VycI/AAAAAAAAETw/R5WxZgqFR9I/s1600/Black%2BIdea.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-WKhQsuiiMgE/T5jRN14VycI/AAAAAAAAETw/R5WxZgqFR9I/s320/Black%2BIdea.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemarin, aparat Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya menyelundupkan heroin 1.040 gram, yang nilainya sekitar Rp. 2 Milyar. Barang haram itu dimasukkan di dinding bingkai kaligrafi bagian belakang. Sangat rapi. Dan benar-benar cara baru yang membuat kita miris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaligrafi Islam yang sejatinya untuk mengingatkan agar berzikir pun dimanfaakan untuk menyelundupkan heroin. Demikianlah ketika niat jahat menguasai jiwa. Ia 'memaksa' pikiran untuk menemukan cara baru dan mencari celah kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada diskusi mana yang paling berpengaruh dalam mewujudkan kejahatan, niat atau kesempatan? Rasanya niat adalah jawabannya. Sebab jika niat telah kuat, keinginan berbuat jahat telah bulat, kesempatan bisa dibuat atau diciptakan. Pun berlaku bagi saudaranya; kemaksiatan dan amal kejelekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saudara-saudara Nabi Yusuf iri kepadanya dan ingin 'mengusir'nya, mereka tak bisa melakukan itu di dekat sang ayah, Nabi Ya'qub. Tetapi karena niat telah bulat, kesempatan bisa dibuat. Mereka pun meminta ayah mengizinkan bermain jauh dari rumah. Di sanalah mereka kemudian memasukkan Yusuf kecil ke dalam sumur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat jahat, membuat seseorang jeli mengamati sesuatu untuk menemukan kesempatan dan celah berbuat keburukan. Abdullah bin Ubay bin Salul adalah contohnya. Dedengkot kaum munafik di Madinah itu selalu 'berhasil' menemukan celah untuk berbuat buruk. Di saat ada sahabat yang berinfak sangat banyak, ia mencelanya dengan sebutan riya'. Sebaliknya, saat ada sahabat yang berinfak segenggam kurma –karena kemampuannya sebatas itu, ia pun mencelanya karena jumlahnya yang sedikit. Di tengah perjalanan hendak menuju Uhud, ia membuat 'kesempatan' melarikan diri dengan beralasan mimpi Rasulullah. Ketika orang-orang melihat Aisyah pulang dari perang Bani Musthaliq dikawal Shofwan, ia pun melihatnya sebagai celah besar untuk meniupkan fitnah perselingkuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, niat yang benar dan iman yang kokoh akan menolak berbuat jahat meskipun datang kesempatan besar. Nabi Yusuf, misalnya. Bukankah kesempatan besar saat tak ada siapapun di istana yang megah, seorang permaisuri cantik mendatanginya dan mengajaknya bercinta? Tapi Nabi Yusuf menolak kesempatan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan iman yang masih terjaga, walaupun tidak setebal iman Nabi Yusuf pun mampu menghentikan upaya maksiat seorang pemuda yang telah mendapatkan kesempatan menzinai gadis yang disukainya. "Takutlah kepada Allah," kata-kata gadis itu membuat sang pemuda tersentak dan meninggalkannya begitu saja. Hati yang bergetar saat disebut nama Allah, urung berbuat maksiat dan tak meminta imbalan atas bantuan materinya kepada gadis itu membuat Allah mencatatnya sebagai amal shalih dan dengan wasilah itu Allah berkenan mengabulkan doa pemuda itu; membukakan batu penutup goa yang membuat pemuda tadi terjebak bersama dua lelaki lainnya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fa'al hamahaa fujuurahaa wa taqwaaha." Baik niat jahat ataupun niat baik, setiap orang berpotensi untuk memilikinya. Dari niat dan tekad itulah, masing-masing akan mendorong pikiran untuk secara kreatif menemukan cara dan kesempatannya. Maka tetaplah dalam niat baik dan jagalah ia. Sebab niat baik saja sudah dicatat sebagai kebaikan. Terlebih saat niat itu dilaksanakan. Sepuluh hingga tujuh ratus lipatnya disediakan. Bahkan atas kehendak Allah, Dia bisa melipatgandakan pahala lebih banyak lagi. Ilaa maasyaa'allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat jahat, niat buruk, hentikan ia sekarang juga. Lawan! Jangan biarkan ia menang dan menguasai jiwa. Apalagi jika engkau termasuk orang yang pintar, memiliki otak yang cerdas. Karena niat jahat bisa menginspirasi akal untuk menemukan cara-cara kreatif. Cara-cara baru yang bahkan membuat diri sendiri heran betapa pintarnya kita memproduksi dosa. Wallaahu a'lam bish shawab. [Muchlisin]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-2145080962569748910?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/2145080962569748910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/04/ketika-kejahatan-semakin-kreatif.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/2145080962569748910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/2145080962569748910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/04/ketika-kejahatan-semakin-kreatif.html' title='Ketika Kejahatan Semakin Kreatif'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-WKhQsuiiMgE/T5jRN14VycI/AAAAAAAAETw/R5WxZgqFR9I/s72-c/Black%2BIdea.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-3069137811449713378</id><published>2012-04-21T09:00:00.000+07:00</published><updated>2012-04-21T10:12:42.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>14 Harapan Di Balik Nama PKS</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-wpzZDGiyQHI/T5EgKfA8djI/AAAAAAAAERM/b-qHGoPKJAw/s1600/PKS%2B-%2Bsimpatisan%2Bmembawa%2Bbendera.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-wpzZDGiyQHI/T5EgKfA8djI/AAAAAAAAERM/b-qHGoPKJAw/s320/PKS%2B-%2Bsimpatisan%2Bmembawa%2Bbendera.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini memasuki usianya yang ke-14. Ibarat manusia, usia 14 tahun dalam syariat diistilahkan dengan amrad, tahun terakhir amrad. Fase amrad merupakan masa di mana anak memerlukan pengembangan potensinya dan memasuki masa baligh. Sebelum fase amrad, telah dilalui tiga masa yaitu bayi (0-2 tahun), thufulah/anak-anak (2-7 tahun), dan tamyiz (7-10 tahun). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 tahun juga berarti fase taklif akan menjelang. Taklif yang umumnya dimulai pada usia 15 tahun merupakan masa di mana tuntutan tanggungjawab dan beban sudah mulai berada di pundak seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diperhatikan, perjalanan PKS juga mirip-mirip demikian. Kini ia berada pada masa pengembangan potensi-potensinya, untuk di tahun-tahun berikutnya harus siap memikul amanah dan tanggungjawab yang lebih besar dalam mengelola negara. Maka masa sekarang ini merupakan masa transisi sekaligus persiapan untuk mengambil tanggungjawab itu, yang jika dimaknai oleh kader dan struktur partai Islam itu akan menjadikannya kokoh dalam memimpin dan melayani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saat ini baru berusia 14 tahun, setidaknya telah ada 14 harapan terhadap PKS sesuai dengan namanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pantang Korupsi Sogokan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang diharapkan publik dari PKS, yang juga menjadi poin pertama dalam tulisan Al Muzammil Yusuf “Spiritualitas Politik”. Tahun lalu Kompas melaporkan, sepanjang 2004-2011 Kementerian Dalam Negeri mencatat sebanyak 158 kepala daerah tersangkut korupsi dan sedikitnya 42 anggota DPR pada 2008-2011 juga terseret korupsi. Semoga PKS bisa membuktikan kader-kadernya tidak terlibat dan selamanya tidak terlibat, bahkan berada pada garda terdepan pemberantasan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penghapus Kemiskinan Sistemik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika salah satu calon presiden Mesir sudah berkampanye “Kemiskinan adalah musuh pertama Mesir”, sesungguhnya Indonesia juga tidak jauh berbeda. Pada Maret 2011, angka kemiskinan tercatat sebesar 12,5 persen. Angka itu dari BPS, namun faktanya bisa lebih besar. Jika PKS mampu   menggulirkan program-program peningkatan kesejahteraan, tentu ia telah mewujudkan salah satu harapan terbesar rakyat Indonesia. Selain melalui program partai, pada daerah yang kepala daerah (walikota/bupati/gubernur) nya PKS, perlu dijadikan sebagai daerah percontohan sehingga masyarakat percaya ketika PKS menang dan menjadi presiden, kemiskinan bisa diperangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pelopor Kehidupan Syariah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Harapan yang tidak boleh diabaikan oleh PKS sebagai Partai Islam, apalagi partai dakwah adalah sebagai Pelopor Kehidupan ber-Syariah. Yakni bagaimana mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari dan memasukkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika kader-kader PKS telah ditarbiyah dengan tarbiyah Islamiyah, masyarakat juga berharap bahwa kebaikan itu bisa dirasakan pada level yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemimpin Kharismatik Sederhana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Publik sangat respek dengan pemimpin-pemimpin yang kompeten, kharismatik namun tetap bersahaja. Orang-orang seperti Jenderal Soedirman dan M. Natsir jauh lebih disuka dan dirindukan daripada pemimpin yang tampil mewah atau bergaya parlente. Tokoh PKS semacam Hidayat Nur Wahid memenuhi kriteria seperti ini, dan karenanya ia disukai secara luas oleh orang-orang di luar PKS sekalipun. PKS harus memperbanyak pemimpin kharismatik sederhana seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Partai Keikhlasan Sanubari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Singkatan ini juga dipakai Al Muzammil Yusuf pada tulisan “Spiritualitas Politik.” Pada tulisan itu ia merekam banyak peristiwa di mana orang-orang dari berbagai kalangan memilih dan berharap kepada PKS karena keikhlasan sanubarinya. Seperti seorang tokoh nasional yang menolak lamaran partai besar (waktu itu) dan memilih PKS, walaupun tak ada keuntungan duniawi yang diperolehnya. Seorang aleg partai lain rela meninggalkan partainya setelah mengetahui kebobrokan di gedung dewan, lalu memilih PKS meskipun tak ada jaminan apapun. Bahkan seorang haji yang berdoa dan mendapat petunjuk di samping ka'bah hingga keyakinannya kuat memilih PKS. Seperti kata Ibnu Qayyim bahwa hati yang ikhlas itu laksana cahaya yang bisa ditangkap hati ikhlas lainnya, semoga kader-kader PKS tetap menjaga keikhlasan dan idealismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Palestina Kita Sayangi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam itu bersaudara. Dan persaudaraan itu tak boleh dibatasi oleh sekat-sekat geografis. Jika kaum Muslimin di sebuah negara menderita, maka penderitaan itu juga dirasakan oleh saudara Muslim lainnya dan karenanya harus dibela. Palestina telah menjadi ikon bumi jihad akibat penjajahan Zionis Yahudi. PKS menjadi salah satu partai yang &lt;i&gt;concern&lt;/i&gt; terhadap Palestina dan karenanya ia disukai dan menjadi harapan banyak Muslim di negeri ini. Ada kedekatan yang luar biasa yang harus terus dipertahankan, karena PKS itu artinya Palestina Kita Sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Partai Keluarga Sakinah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di tengah maraknya kasus KDRT, perselingkuhan, perceraian, dan masalah rumah tangga, PKS hadir dengan Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Jauh sebelum mendirikan RKI, kader-kader PKS telah berupaya menerapkan tuntunan Islam dalam berkeluarga. Maka keluarga PKS adalah keluarga cinta, baik antara suami istri maupun anak-anak buah hati mereka. Mungkin karena menyaksikan fenomena itu, banyak orang di luar PKS yang ingin memperoleh suami atau istri kader PKS. PKS dengan demikian dikenal sebagai Partai Keluarga Sakinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Partai Kader Sejati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di saat banyak partai kesulitan menggerakkan massa tanpa uang, atau menghadirkan peserta kampanye, PKS bahkan bisa menggerakkan kader-kadernya sepanjang tahun, dekat atau jauh pemilu. Kader-kadernya juga terbiasa berkorban dan aktif dalam kegiatan sosial seperti baksos atau  penanggulangan bencana. Mencari pengurus atau caleg, PKS juga tidak kesulitan karena sistem kaderisasinya jalan. PKS menjadi harapan karena ia adalah Partai Kader Sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Partai Kaya Solusi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk penanggulangan bencana, PKS membentuk P2B. Untuk mengatasi masalah kaum ibu dan perempuan, PKS mendirikan PWK. Untuk masalah keluarga dan rumah tangga, PKS memiliki RKI. Untuk memudahkan anak-anak belajar dan bertumbuh kembang sesuai tahapannya, PKS menyediakan Rumah Pelangi. Untuk menyerap aspirasi masyarakat PKS memiliki Rumah Aspirasi. Dan seterusnya. Pun dengan masalah bangsa dan negara. Ketika pemerintah didera kesulitan lantaran BBM, PKS pun mengusulkan solusi. Masyarakat mengharapkan partai yang mampu memberikan solusi, bukan hanya partai yang hanya mampu mengeluhkan masalah. PKS harus menjadi Partai Kaya Solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penegak Keadilan Sosial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Persoalan hukum masih menjadi hal yang sangat diimpikan oleh mayoritas penduduk negeri ini. Bayangkan, maling ayam atau pencuri sandal yang nilainya hanya puluhan ribu bisa mendekam lama di penjara bahkan diadili massa, sementara koruptor yang nilainya puluhan milyar bahkan tiliun, tampak nyaman-nyaman saja. PKS yang dari awal diketahui kritis diharapkan menjadi Penegak Keadilan Sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Partai Konsisten Sekali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Spanduk ada di mana-mana. “Bersama rakyat PKS konsiten menolak BBM naik.” Masyarakat mulai tahu dan menaruh harapan pada partai yang konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat, bukan berjuang hanya demi kekuasaan dan keuntungan pribadi. PKS harus terus bertahan menjadi Partai Konsisten Sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Partai Kalem dan Santun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini yang disukai dan menjadi diferensiasi dari partai-partai lainnya. PKS, tercermin dari kader dan tokoh-tokohnya, harus menjaga sikap kalem dan santunnya. Tidak arogan, tidak sok berkuasa. Tulisan Dahlan Iskan “Massa Santun di Dunia yang Begertah” pada 2003 lalu, perlu dihayati dan dipertahankan nilai-nilai positifnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pilihan Kyai dan Santri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karena PKS adalah partai Islam dan kader-kadernya yang tertarbiyah menunjukkan akhlak Islamiyah, maka PKS juga membawa harapan para Kyai dan Santri. Jika PKS mampu menjaga harapan itu, apalagi mendekati dan mengajak para Kyai di barisan terdepan pemilih PKS, insya Allah kemenangan akan didapatkan hingga pelosok-pelosok desa dan pesantren-pesantren. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pilihan Kita Semua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan yang terus dihimpun dan kemaslahatan yang terus ditebarkan kepada masyarakat pada akhirnya membuat semakin banyak orang percaya bahwa PKS adalah Pilihan Kita Semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Milad ke-14, semoga PKS terus berjuang menegakkan keadilan dan mewujudkan kesejahteraan, menjadi partai dakwah yang kokoh untuk melayani dan memimpin bangsa. [Jundijustice]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-3069137811449713378?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/3069137811449713378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/04/14-harapan-di-balik-nama-pks.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/3069137811449713378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/3069137811449713378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/04/14-harapan-di-balik-nama-pks.html' title='14 Harapan Di Balik Nama PKS'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-wpzZDGiyQHI/T5EgKfA8djI/AAAAAAAAERM/b-qHGoPKJAw/s72-c/PKS%2B-%2Bsimpatisan%2Bmembawa%2Bbendera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-1695213638625246845</id><published>2012-04-01T13:00:00.005+07:00</published><updated>2012-04-02T07:16:55.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>April Mop itu Merayakan Pembantaian terhadap Umat Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/S7MKC0duuvI/AAAAAAAABEE/PydYKhIUrCo/s1600/April+Mop.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454714617235159794" src="http://3.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/S7MKC0duuvI/AAAAAAAABEE/PydYKhIUrCo/s200/April+Mop.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini, 525 tahun yang lalu. Muslim Spanyol di Granada ketakutan. Terbayang kengerian yang akan terjadi sesaat lagi. Pasukan Salib yang telah menaklukkan kota itu, pasti tidak akan membiarkan mereka hidup. Apalagi berita kebengisan Pasukan Salib sudah menyebar dari mulut ke mulut. Mereka kerap membantai kaum muslimin; tidak peduli muda atau tua, laki-laki atau wanita, dewasa maupun remaja, bahkan balita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang mereka dengar, dan demikianlah faktanya. Pasukan Salib seakan haus darah kaum muslimin. Sehingga ketika mereka memenangkan peperangan, masjid-masjid pun digenangi darah kaum muslimin. Padahal kaum muslimin itu bukan tentara. Tidak terlibat perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perasaan takut kaum muslimin seketika bercampur dengan kaget dan secercah harapan. "Wahai para muslim Granada, kalian boleh hidup aman di luar Spanyol. Maka keluarlah kalian. Silahkan berlayar dan tinggalkan kota ini!" demikian inti pengumuman yang dikeluarkan oleh Pasukan Salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula banyak kaum muslimin yang ragu akan pengumuman itu. Namun keinginan mereka untuk hidup dalam Islam mendorong mereka untuk keluar dari persembunyiannya. Mereka berharap, meski terusir dari tanah air tanpa membawa apa-apa, mereka bisa hidup bersama anak-anak yang akan meneruskan agama mulia yang dianutnya. Satu per satu mereka keluar menuju pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar. Di pelabuhan sudah menanti kapal yang akan mengangkut mereka berlayar keluar Spanyol. Ribuan muslim dalam kapal yang kebanyakan terdiri dari wanita dan anak-anak itu mulai cerah wajahnya. Ada harapan hidup. Namun, harapan ini segera sirna. Jerit histeris anak-anak memenuhi kapal. Tangis para wanita muslimah melipatgandakan kesedihan yang bercampur takut, amarah, dan kebingungan. Kapal itu dibakar! Dibakar oleh pasukan Salib. Ternyata semua sudah direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bersamaan dengan terbakarnya kapal, mulailah puing-puingnya jatuh memenuhi laut, wanita dan anak-anak pun terpanggang. Tidak butuh waktu lama kapal itu segera tenggelam. Mereka yang sempat selamat dari kobaran api dan hendak lari, disambut dengan sabetan pedang pasukan Salib. Laut pun berubah warna menjadi merah kehitam-hitaman. Menjadi saksi putusnya sebuah generasi muslim di sebuah negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 April 1487. Hari itu kemudian dikenal dengan nama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"The April Fool Day"&lt;/span&gt;. Seiring bergulirnya waktu, hari itu disamarkan dan dikenang dengan sebutan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;April Mop&lt;/span&gt;. Demi mengabadikan kemenangan licik itu, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;April Mop&lt;/span&gt; diperingati dengan "ritual" boleh mengerjai, menipu dan menjahili orang lain pada tanggal ini. Dan orang yang dikerjai, tidak boleh marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak sepopuler Hari Valentin, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;April Mop&lt;/span&gt; ternyata juga banyak diikuti oleh remaja Islam kita. Ia juga dirayakan oleh berbagai kalangan dengan "mengerjai" orang lain, termasuk keluarga atau &lt;i&gt;customer&lt;/i&gt;nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata Ibnu Khaldun, bangsa yang dikalahkan banyak mengekor bangsa yang mengalahkannya. Banyak hal dari luar Islam yang kini ditiru begitu saja oleh umat Islam, khususnya para remajanya. Termasuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;April Mop&lt;/span&gt;. Mereka tidak tahu, saat mereka ikut-ikutan merayakan, sesungguhnya mereka tengah merayakan pembantaian atas saudara-saudaranya; yang kebanyakan korbannya seusia ibu-ibu kita. Merayakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;April Mop&lt;/span&gt; berarti merayakan kekalahan kita, sekaligus merayakan kemenangan musuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bahkan memperingatkan bahwa setiap tradisi non muslim –khususnya yang berkaitan dengan ritus- merupakan unsur magnetis yang membuat kita bisa terafiliasi dalam hakikat entitas mereka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Man tasyabbaha bi qaumin, fa huwa minhum"&lt;/span&gt; Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka termasuk golongan mereka. Maka apakah kau turut merayakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;April Mop&lt;/span&gt;? Semoga jawabannya tegas: "Tidak!" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Muchlisin]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-1695213638625246845?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/1695213638625246845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/04/april-mop-itu-memperingati-pembantaian.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/1695213638625246845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/1695213638625246845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/04/april-mop-itu-memperingati-pembantaian.html' title='April Mop itu Merayakan Pembantaian terhadap Umat Islam'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/S7MKC0duuvI/AAAAAAAABEE/PydYKhIUrCo/s72-c/April+Mop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-8519286468419491206</id><published>2012-03-31T18:30:00.000+07:00</published><updated>2012-03-31T18:39:23.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Mukjizat” Kamar Tidur</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lc76rQeG42M/Tyubk29UZjI/AAAAAAAADlc/uyfeGab7z9E/s1600/Ranjang%2Bpengantin%2B-%2Bilustrasi%2Bdoa%2Bbersetubuh.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="238" src="http://1.bp.blogspot.com/-lc76rQeG42M/Tyubk29UZjI/AAAAAAAADlc/uyfeGab7z9E/s200/Ranjang%2Bpengantin%2B-%2Bilustrasi%2Bdoa%2Bbersetubuh.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mohammad Al-Khady dalam buku &lt;i&gt;Renew Your Marriage&lt;/i&gt; mengisahkan seorang temannya yang merasakan “mukjizat” kamar tidur. Lelaki itu bersepakat dengan istrinya untuk tidak pernah membawa masalah ke tempat tidur mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaknya kita menjaga kamar tidur dari berbagai pertentangan ataupun masalah,” kata sang suami, disetujui istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya rumah tangga lain, rumah tangga mereka juga tidak selamanya bebas masalah. Mereka pernah bertengkar, suami pernah marah pada istri, istrinya juga pernah marah pada suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namun di kala kami memasuki kamar tidur,” lanjut sang suami, “semua pertengkaran dan marah itu sirna, seolah tak terjadi apa-apa diantara kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pagi harinya di saat kami terbangun, kami pun sudah lupa dengan pertengkaran kami,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda para suami dan istri juga bisa membangun kesepakan serupa, lalu merasakan “mukjizat” yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu dipahami oleh suami maupun istri adalah, &lt;a href="http://www.bersamadakwah.com/2012/01/keluarga-bahagia-bukanlah-keluarga.html"&gt;bahwa keluarga bahagia bukanlah keluarga tanpa masalah&lt;/a&gt;. Maka di dalam hati istri dan suami, keduanya menyisakan ruang untuk masalah yang mungkin timbul. Dengan adanya ruang itu, suami dan istri mampu menampung masalah yang terjadi, tidak depresi apalagi menyikapi sedikit masalah dengan bercerai. Na’udzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan keluarga Rasulullah pun pernah didera masalah. Aisyah pernah cemburu hingga membuat jatuh nampan berisi makanan dari istri lainnya yang diantar oleh pembantunya. Rasulullah juga pernah dibuat “susah” oleh istri-istrinya yang cemburu kepada Zainab binti Jahsy karena di sana Rasulullah dijamu madu. Demi “berdamai” dengan istri-istrinya itu, Rasulullah sempat mengharamkan madu untuk dirinya sendiri. Namun kemudian Allah mengingatkannya dengan menurunkan surat At-Tahrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bahkan pernah dituntut oleh istri-istrinya untuk menaikkan nafkah kepada mereka, lalu Allah member petunjuk apakah tetap dengan kezuhudan dalam keluarga Rasulullah atau diberi harta yang banyak tapi dicerai. Mereka pun memilih tetap bersama Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari masalah bisa timbul, suami istri kemudian perlu mekanisme untuk menyelesaikannya. Salah satunya, dengan tidak memperlama masalah dan membuat masalah kecil segera diselesaikan. Mensterilkan kamar tidur dari masalah bisa menjadi alternatifnya. Biarkan kehangatan dan kemesraan di sana menggilas masalah-masalah itu hingga tak tersisa. Dan ternyata, cara itu bukan hanya diterapkan teman Mohammad Al-Khady.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apapun masalah yang kami alami,” seorang suami menuturkan, “atau berselisih dalam berbagai hal, setelah aktifitas di kamar tidur segalanya menjadi lebih baik, yang hadir kemudian adalah senyuman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Sebab di kamar tidur, kadar &lt;a href="http://www.bersamadakwah.com/2012/03/mawaddah-rahmah-dua-sayap-cinta-dalam.html"&gt;mawaddah&lt;/a&gt; bisa bertambah. Di kamar tidur, kepuasan biologis dan ketenangan psikis bisa didapatkan. Di saat seperti itu, dada semakin lapang. Jiwa makin luas menerima pasangan. Dan suami istri lebih mudah saling memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena pentingnya urusan kamar tidur inilah, ia menjadi salah satu “terapi” dalam Islam jika istri melakukan pelanggaran atau durhaka. Namun, ia bukan langkah pertama, melainkan langkah berikutnya. Yakni langkah mengingatkan atau nasehat tak lagi berguna, barulah istri dibiarkan sendiri di tempat tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maka jika malam tiba&lt;br /&gt;Berhiaslah untuknya&lt;br /&gt;Bilik cinta adalah istana dua jiwa&lt;br /&gt;Peraduan selaksa pesona &lt;br /&gt;Hanya ada cumbu canda dan kasih mesra&lt;br /&gt;Lalu biarlah ia menyapu sgala problema&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallaahu a’lam bish shawab. [AM09]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-8519286468419491206?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/8519286468419491206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/mukjizat-kamar-tidur.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/8519286468419491206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/8519286468419491206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/mukjizat-kamar-tidur.html' title='“Mukjizat” Kamar Tidur'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lc76rQeG42M/Tyubk29UZjI/AAAAAAAADlc/uyfeGab7z9E/s72-c/Ranjang%2Bpengantin%2B-%2Bilustrasi%2Bdoa%2Bbersetubuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-2741101281378244190</id><published>2012-03-29T13:00:00.001+07:00</published><updated>2012-03-29T13:37:43.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Kisahku Jatuh Cinta pada KAMMI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YF4dRVts6lA/T3QC-mpgS-I/AAAAAAAAEDk/iz6SksnPiOQ/s1600/Milad%2BKAMMI%2B-%2Bcard.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-YF4dRVts6lA/T3QC-mpgS-I/AAAAAAAAEDk/iz6SksnPiOQ/s320/Milad%2BKAMMI%2B-%2Bcard.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang itu terik matahari memanaskan kota Surabaya. Tanpa kompromi sinarnya menyengat kulitku, seakan ingin menghitamkan  warnanya yang sudah gelap. Tubuh juga berkeringat. Tapi itu tak menghalangiku datang ke toko buku. Kebetulan, tak ada jadwal kuliah pada jam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kali kesekian aku terpesona dengan buku-buku tentang tarbiyah, Ikhwan dan Hasan Al Banna. Untaian kata-katanya menyentuh hatiku. Ketegasannya membangkitkan semangatku. Deskripsi gerakan dan tokohnya membuat aku penasaran untuk bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku telah bergabung di sebuah lembaga dakwah kampus. Aku bahkan telah diamanahi sebagai Sekretaris Umumnya. Namun, membandingkannya dengan buku-buku yang kubaca, aku merasa ada yang berbeda. Sosok gerakan ideal memenuhi pikiranku dan semakin mendesakku untuk mencarinya, untuk bergabung dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tibalah waktu itu. Kakiku tak tertahankan untuk kembali ke ITS. Kunjungan pertama memang gagal. Aku tak mendapatkan informasi yang kuinginkan. Tidak pula bertemu dengan orang yang fikrahnya mirip Ikhwan. Waktu itu aku bahkan ditawari untuk bergabung dengan sebuah gerakan yang mencurigakan; menurut buku yang kubaca, itu semacam gerakan sempalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak putus asa, aku yakin seperti yang kudengar di kampus ini aku akan menemukannya. Atau minimal mendapatkan informasi yang lebih jelas tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masjid Manarul Ilmi, aku berjumpa dengan seorang mahasiswa yang sejuk wajahnya, teduh dan tajam sorot matanya. Berbicara dengannya aku mulai merasakan kekokohan aqidahnya dan kecerdasan pikirannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Indonesia tidak ada Ikhwanul Muslimin, akhi," kata mahasiswa yang kemudian memperkenalkan namanya Agus Wahyu Dwianto itu setelah aku mengutarakan maksudku. "Tapi jika engkau ingin bergabung dengan gerakan Islam dan memperjuangkan dakwah, bergabunglah dengan KAMMI."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu mengapa aku langsung menerima tawarannya. Mungkin karena pribadi Mas Agus yang mencerminkan keteladanan, atau karena fikrahnya yang sejalan dengan apa yang aku baca dan kini aku mencarinya. Atau mungkin, lebih tepatnya, karena kedua-duanya; muatan dakwah dan dainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berpisah, Mas Agus mengundangku untuk hadir dalam halal bi halal selepas Ramadhan nanti. Aku mengiyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan keduaku dengan Mas Agus, dan pertemuan pertamaku dengan aktifis KAMMI 1011 berlangsung di Ma'had Ukhuwah Islamiyah. Acara halal bi halal dimulai dengan pembukaan dan sambutan ketua umum. Saat itu aku baru tahu bahwa Mas Agus adalah ketua umum. Pantas saja, pribadinya istimewa. Acara dilanjutkan dengan taujih ustadz. Aku lupa namanya, tetapi aku sangat ingat ia memulai taujihnya dengan mendemonstrasikan tetes-tetes yodium mengeruhkan air, menggambarkan maksiat menodai hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai taujih yang menggetarkan, satu persatu ikhwah KAMMI menceritakan pengalaman mudiknya. Bukan sekedar cerita, ada banyak ibrah di sana. Bagaimana dakwah kampung selama liburan sangat berbeda nuansanya dengan dakwah kampus yang setiap hari digeluti. Hangatnya ukhuwah sangat terasa saat para ikhwan bersalaman dan berpelukan sebelum pulang, diiringi mata yang berkaca-kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan-pekan berikutnya membawa keindahan yang belum pernah kurasa. Ba'da Isya' hingga menjelang tengah malam, sekali dalam sepekan kami melingkar dalam forum kaderisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akh, antum kalau pulang naik apa?," kata seorang ikhwah satu grup pada pertemuan ketiga, yang mulai menyadari bahwa aku tak membawa sepeda.&lt;br /&gt;"Jalan kaki," jawabku agak malu. Sebab di waktu itu aku tak memiliki sepeda, apalagi motor. Berangkat dari semolowaru aku naik angkot. Pulangnya, sekitar jam 11 malam tak ada lagi angkot yang lewat. Aku menempuh jarak sekitar 7 Km itu dengan jalan kaki.&lt;br /&gt;"Masya Allah, akhi... ane antar antum ya." Demikianlah, kini aku hampir selalu pulang dibonceng motor, kecuali saat ia absen dan tak ada lagi yang membawa motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan halal bi halal di ma'had sesungguhnya telah membuat aku jatuh cinta pada KAMMI. Namun, momen ukhuwah demi ukhuwah seperti ini membuat cintaku menyala-nyala. Apalagi nasehat ruhiyah dalam setiap pertemuan pekanan itu. Jiwaku hidup. Dan anehnya, aku tak lagi mencari-cari Ikhwan. Mungkin ini yang disebut tsiqoh. Aku percaya dan yakin bahwa Ikhwan memang tak ada di Indonesia. Tapi tak apalah, tarbiyah dan ukhuwah yang aku dapatkan rasanya tidak jauh berbeda dari apa yang aku baca dalam buku-buku Ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hariku selanjutnya banyak diwarnai aktifitas KAMMI; baik pengkaderannya, aktifitas sosialnya, hingga aksi-aksinya. KAMMI membuat hidupku lebih baik; pemahaman Islam kudapatkan, wawasan dan keilmuan berkembang, terasah pula skill organisasi dan kepemimpinan, serta turut aktif berkontribusi dalam dakwah Islam dan perbaikan negeri. Sekitar enam tahun kemudian aku beruntung bisa ikut DM3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, KAMMI yang kucintai telah berusia 14 tahun sejak ia dideklarasikan tahun 1998 silam. Selamat Milad KAMMI; tulis kembali sejarah, tuntaskan perubahan! Jangan titipkan reformasi yang telah engkau mulai! [Abu Nida] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-2741101281378244190?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/2741101281378244190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/kisahku-jatuh-cinta-pada-kammi.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/2741101281378244190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/2741101281378244190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/kisahku-jatuh-cinta-pada-kammi.html' title='Kisahku Jatuh Cinta pada KAMMI'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YF4dRVts6lA/T3QC-mpgS-I/AAAAAAAAEDk/iz6SksnPiOQ/s72-c/Milad%2BKAMMI%2B-%2Bcard.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-966787212332385824</id><published>2012-03-28T22:00:00.001+07:00</published><updated>2012-03-29T08:08:39.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Mawaddah &amp; Rahmah, Dua Sayap Cinta dalam Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TNZq6ZDxcPI/AAAAAAAABqA/Mpt-nk-lL6E/s1600/Cinta.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536730343290269938" src="http://3.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TNZq6ZDxcPI/AAAAAAAABqA/Mpt-nk-lL6E/s200/Cinta.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 225px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk bisa terbang tinggi, burung membutuhkan dua sayapnya sekaligus. Saat satu sayapnya patah, ia tak bisa membelah angkasa lagi. Pasangan suami istri juga membutuhkan dua sayap cinta agar kehidupan rumah tangganya bahagia. Dua sayap cinta itu adalah mawaddah dan rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawaddah adalah cinta karena faktor fisik; karena gagah dan seksi, tampan dan cantik, menawan dan menarik. Tentu saja setiap orang memiliki sesuatu yang menarik secara fisik, dan sifatnya relatif-subyektif.  Ada nuansa syahwat di sana. Dan umumnya masa terbaiknya adalah saat masih muda. Semakin tua, semakin ia pudar dan tak lagi mempesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmah adalah cinta karena faktor non fisik. Bisa karena akhlaknya, ilmunya, kepemimpinannya, ibadahnya, semangat dakwahnya, dan sebagainya. Ada nuansa kasih mulia di sana. Inilah yang menumbuhkan sikap dewasa dan bijaksana. Semakin tua usia pernikahan, semakin mengenal karakter pasangan, semakin kuat kasih sayang jenis ini dan makin kokoh tertanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawaddah dan rahmah, keduanya harus ada dalam rumah tangga. Rumah tangga yang hanya didasari mawaddah tanpa rahmah, ia hanya bertahan sementara. Karena cantik dan tampan tidak bertahan lama, gagah dan seksi juga sebentar saja. Seiring bertambahnya usia, keindahan fisik semakin berkurang, dan cinta bisa terkikis hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga yang hanya didasari rahmah saja tanpa mawaddah juga tidak sempurna. Rumah tangga seperti itu bisa menjadi rumah tangga yang sangat serius, tanpa canda, tanpa tawa, tanpa bisik mesra, tanpa romantisme, dan… seterusnya. Mungkin suami istri ketika bertemu hanya sedikit menyapa, lalu bicara agama dan ibadah. Rumah tangga serasa forum mutaba’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga yang ideal adalah rumah tangga Rasulullah; mawaddah dan rahmah keduanya ada dengan sempurna. Rasulullah dan Aisyah yang mandi berdua, balap lari bersama, bercumbu mesra, itulah wujud mawaddah dalam rumah tangga. Saling memuliakan, menangis panjang dalam shalat Malam, merawat saat sakit datang, itulah wujud rahmah di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawaddah sebenarnya tumbuh alami dengan sendirinya. Ia mulai bersemi bersamaan dengan hadirnya kimia jiwa. Dan itu bisa datang pada pandangan pertama atau saat ta’aruf dengannya. Selanjutnya, tinggal bagaimana menjaga dan mengembangkannya. Carilah momen-momen untuk memantiknya. Melihat segarnya istri sesudah mandi, misalnya. Atau bahkan mandi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguatkan rahmah bisa dilakukan dengan menyadari sisi-sisi unggul dan kelebihan pasangan kita. Mungkin ilmunya, kesabarannya, kehebatannya mendidik anak-anak, giatnya shalat malam dan membangunkan kita, dan sebagainya. Pandanglah ia saat tidur dalam kondisi lelah setelah seharian mengurus rumah tangga dan anak-anak kita dan temukan kedamaian cinta di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama usia pernikahan dan semakin tua usia kita, rahmah ini yang akan lebih dominan. Maka ia harus terus ditumbuhkan. Rahmah yang akan mengabadikan cinta, meski suami istri tak lagi kuasa berpeluk mesra. Rahmah yang akan tetap mengikat hati, meski tidur telah saling memunggungi. Rahmah yang akan menyatukan jiwa pada masa tua, di mana raga tak butuh lagi sentuhan dan kehangatan. [Muchlisin] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-966787212332385824?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/966787212332385824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/mawaddah-rahmah-dua-sayap-cinta-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/966787212332385824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/966787212332385824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/mawaddah-rahmah-dua-sayap-cinta-dalam.html' title='Mawaddah &amp; Rahmah, Dua Sayap Cinta dalam Rumah Tangga'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TNZq6ZDxcPI/AAAAAAAABqA/Mpt-nk-lL6E/s72-c/Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-1036276410521762367</id><published>2012-03-27T08:00:00.001+07:00</published><updated>2012-03-27T08:11:25.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Ayo Semangat!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-44yLMXlM2d0/T3ETiRpiMTI/AAAAAAAAEBI/ghzdQxPhtdk/s1600/Semangat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-44yLMXlM2d0/T3ETiRpiMTI/AAAAAAAAEBI/ghzdQxPhtdk/s320/Semangat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Semangat pagi!&lt;br /&gt;Pagi-pagi tetap semangat!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam khas Trustco itu memang penuh semangat. Kata setelah "semangat" bisa diganti dengan kondisi saat ini; siang, sore, malam, panas, dingin, hujan, dan seterusnya. Dan jawabannya adalah, mengulang kata itu dua kali, lalu meneruskannya dengan "tetap semangat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, semangat adalah wujud azzam dalam diri kita untuk meraih apa yang kita cita-citakan. Semangat adalah energi yang melahirkan kekuatan untuk mengatasi segala rintangan. Semangat adalah faktor penting untuk menjawab setiap tantangan kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang tahu bahwa semangat adalah kunci kesuksesan," kata Ustadz Ahmad Arqom dalam buku terbarunya, "tapi tidak banyak yang tahu bagaimana menjaga semangat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara alami mempertahankan semangat adalah dengan memunculkan kembali kesadaran. Kesadaran bahwa kita memiliki misi dalam hidup ini. Kesadaran bahwa kita akan menjadi mulia dan berharga di hadapan-Nya, tatkala kita memerankan diri menggapai misi itu. Dan misi itu hanya akan kita raih jika kita dalam kondisi semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa kita mendapati para Nabi dan Rasul adalah orang-orang yang paling bersemangat. Nabi Nuh, misalnya. Ia mendakwahkan risalah hingga 950 tahun. Sebuah waktu yang sangat lama, tetapi dilewati Nabi Nuh dengan semangat. Ia tetap berdakwah siang dan malam sepanjang 9,5 abad itu meskipun yang menyambut seruannya hanya beberapa orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi kita Muhammad juga tidak kalah semangatnya. Ia senantiasa mendakwahkan Islam sejak diperintah "yaa ayyuhal muddatsir, qum fa 'andzir!". Maka menghadapi resiko cela, luka dan nyawa akibat permusuhan kafir Quraisy pun beliau hadapi. Jauhnya jarak ke Thaif beliau tempuh dengan jalan kaki. Demi hijrah, Madinah yang perjalanan ke sana sangat berbahaya dan berhari-hari lamanya beliau datangi. Bahkan menurut sahabat Jabir, selama 10 tahun di Madinah Rasulullah terjun berperang sebanyak 21 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran itu mampu menjaga semangat agar tetap menyala dalam jiwa. Sebab kesadaran itu membawanya pada pemahaman bahwa menuai keberhasilan itu laksana pasir spesial yang masuk ke mantel kerang. Lalu kerang membungkus pasir spesial itu dengan lendir khususnya. Konon, dibutuhkan sedikitnya empat tahun untuk mengubah pasir tadi menjadi mutiara. Demikian pula semangat, ia harus terus menyala, bahkan bukan hanya untuk masa empat tahun. Berpuluh-puluh tahun. Hingga Allah menentukan takdir kita dengan mengirim malaikat maut untuk menjemput. Meraih cita-cita, apalagi cita-cita besar, semangat harus terus bertahan. Kita terus semangat, karena kerasnya perjuangan kita hari ini laksana proses pembungkusan pasir yang suatu saat ini akan berubah menjadi mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran itu juga membuat kita memahami bahwa usaha keras kita saat ini laksana &lt;a href="http://www.bersamadakwah.com/2010/04/sebelum-menjadi-perhiasan-yang-indah.html"&gt;membentuk perhiasan emas yang indah&lt;/a&gt;. Ada proses pembakaran atau peleburan yang sangat panas. Ada proses pembentukan dengan tekanan yang sangat tinggi. Ada proses pembersihan yang mengakibatkan pengelupasan. Prosesnya lama, berat dan susah,  tapi berakhir dengan munculnya perhiasan emas yang indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula usaha dan amal kita. Ia rumit, berat, butuh waktu lama. Tetapi semangat tetap harus menyala, hingga akhir yang indah menjadi milik kita. Sukses di dunia, sukses pula di akhirat sana. Bahagia di dunia, bahagia abadi di surga. Bukankah itu yang kita cita-citakan bersama? So, ayo semangat! [Muchlisin]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-1036276410521762367?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/1036276410521762367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/ayo-semangat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/1036276410521762367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/1036276410521762367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/ayo-semangat.html' title='Ayo Semangat!'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-44yLMXlM2d0/T3ETiRpiMTI/AAAAAAAAEBI/ghzdQxPhtdk/s72-c/Semangat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-4209625872251162383</id><published>2012-03-26T16:34:00.000+07:00</published><updated>2012-03-26T16:34:11.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Belajar Memilih Pemimpin</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-IqvUXX5V_xE/T3A3-C3rD0I/AAAAAAAAEAw/MtZyOx5vDpI/s1600/Belajar%2Bmemilih%2Bpemimpin%2B-%2Bilustrasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="210" src="http://2.bp.blogspot.com/-IqvUXX5V_xE/T3A3-C3rD0I/AAAAAAAAEAw/MtZyOx5vDpI/s320/Belajar%2Bmemilih%2Bpemimpin%2B-%2Bilustrasi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini 33 tahun yang lalu, Presiden Mesir Anwar Sadat, Presiden AS Jimmy Carter, dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin menandatangani perjanjian damai Israel-Mesir yang juga dikenal dengan perjanjian damai 'Camp David' 1979.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara Arab dan dunia Islam, terutama orang Palestina, mengutuk perjanjian itu dan menganggapnya sebagai pengkhianatan. Namun, Anwar Sadat bergeming. Ia kokoh dengan kesepakatannya untuk memasok gas ke Israel, sekaligus bangga bisa menghadirkan "damai" dan menjadi pintu gerbang bagi Israel untuk menanamkan pengaruhnya ke negara-negara Arab. Kebanggaan itu makin menguat setelah Anwar Sadat mendapatkan hadiah nobel perdamaian berkat perjanjian damai yang ia tandatangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat di negerinya sendiri juga menentang "kebijakan" itu. Kebencian terhadap Anwar Sadat terus berkembang hingga berujung pada pembunuhan Anwar Sadat pada 6 Oktober 1981. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, perjanjian damai Camp David mulai dipersoalkan; oleh Ikhwan (FJP) dan Salafi (Hizb An-Nur) yang memenangkan pemilu pasca revolusi. Namun, tiga dekade lamanya perjanjian damai itu telah mengoyak pertahanan umat dan menistakannya. Ia juga menimbulkan penderitaan panjang bagi Palestina yang tanahnya terus dicaplok Zionis durjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, dewasa ini umat Islam memiliki "kekuasaan" untuk menentukan siapa pemimpinnya. Apakah bertipe pengkhianat umat seperti Anwar Sadat atau pemimpin yang amanat dalam mencintai dan melayani rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menikmati demokrasi" memang masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Namun kecenderungan mutakhir mengarah pada perlunya umat Islam memanfaatkannya untuk meraih lebih banyak maslahat, alih-alih menjauhinya yang justru menyerahkan kepemimpinan pada orang macam Anwar Sadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika kini kau hendak memilih pemimpin, lihatlah siapa dia. Jangan sembarang memilih, karena setiap pilihan ada tanggung jawabnya. Ada resiko di dunia, juga ada resiko di akhirat sana. Sekali engkau salah memilih, bisa bertahun-tahun umat terluka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan memilih orang yang berpotensi mengkhianati umat, apalagi orang yang terbukti telah mengkhianati umat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka mencintai kalian, mereka mendoakan kalian dan kalian mendoakan mereka. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan merekapun membenci kalian, kalian melaknati mereka dan merekapun melaknati kalian.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim). [AM09]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-4209625872251162383?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/4209625872251162383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/belajar-memilih-pemimpin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/4209625872251162383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/4209625872251162383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/belajar-memilih-pemimpin.html' title='Belajar Memilih Pemimpin'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-IqvUXX5V_xE/T3A3-C3rD0I/AAAAAAAAEAw/MtZyOx5vDpI/s72-c/Belajar%2Bmemilih%2Bpemimpin%2B-%2Bilustrasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-2890240143037563198</id><published>2012-03-25T20:00:00.001+07:00</published><updated>2012-03-25T20:25:02.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Jagalah Diri dan Keluargamu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-O_S-zLFEQWA/T28cZYDuvdI/AAAAAAAAEAM/Fw-uX-rvcrA/s1600/muslim-family.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="234" src="http://1.bp.blogspot.com/-O_S-zLFEQWA/T28cZYDuvdI/AAAAAAAAEAM/Fw-uX-rvcrA/s320/muslim-family.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Begini, Pak ustadz,” pejabat pemda itu mulai mengutarakan maksudnya, “teman saya malu karena anaknya hamil di luar nikah. Pacar yang menghamili anaknya lari, tak mau tanggung jawab. Sebenarnya teman saya ingin status saja, agar tidak malu. Asal ada yang mau menikahi, nanti dicerai tidak apa-apa. Ia malu kalau tetangganya ngrumpi anaknya hamil tanpa suami, apalagi kalau ia tidak bisa mendapatkan akta kelahiran karenanya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamil di luar nikah kini bukan hal yang langka lagi. Dan jika itu telah terjadi pada anak, orang tua baru malu, orang tua baru sadar bahwa selama ini ia gagal. Gagal mendidik putrinya, gagal menjaga anaknya. Atau bahkan, ia baru sadar bahwa selama ini ia tidak benar-benar menjaga anaknya; dari dosa yang mengantarkan menuju api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga anak dari api neraka, sejatinya adalah tugas orang tua. Khususnya, saat anak itu masih dalam tanggungjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”&lt;/i&gt; (QS. At-Tahrim : 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya beban tanggungjawab seorang mukmin dalam dirinya dan keluarganya,” kata Sayyid Qutb dalam Fi Zhilalil Qur’an ketika menjelaskan ayat ini, “merupakan beban yang sangat berat dan menakutkan. Sebab, neraka telah menantinya di sana, dan ia beserta keluarganya terancam dengannya. Maka, merupakan kewajibannya membentengi diri dan keluarganya dari neraka yang selalu mengintainya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana kita menjaga mereka, buah hati kita? “Didiklah dan ajarilah mereka,” kata Ali bin Abu Thalib, seperti dikutip Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini. Ya, caranya adalah mentarbiyah mereka sejak dini. Agar mereka takut kepada Allah. Agar mereka beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Agar mereka malu kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak-anak telah memiliki rasa takut kepada Allah, mereka tak perlu lagi takut kepada kita untuk menjauhi dosa. Takut kepada orangtua, mungkin efektif ketika secara fisik orangtua hadir di depannya. Namun ketakutan itu tak mampu menghalanginya untuk berbuat maksiat secara sembunyi-sembunyi atau jauh dari pantauan orang tua. Berbeda dengan itu, takut kepada Allah tak terbatasi oleh ruang dan waktu. Karena Allah Maha mengetahui dan senantiasa terjaga. Takut kepada Allah membuatnya tak berani melakukan kemaksiatan baik di rumah atau di luar rumah, baik sendiri maupun berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak-anak telah tumbuh keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah, cukuplah itu menjadi perisai baginya dari segala hal yang mendatangkan azab dan menyeret ke neraka. Ia lebih ampuh dari pemahaman bahwa seks bebas bisa mengakibatkan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. Bahkan keimanan dan ketaqwaan membuatnya dengan tegas berkata “tidak!” untuk berpacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika jiwa anak-anak telah dihiasi rasa malu kepada Allah, ia tak mungkin membuat orang tuanya malu karena memiliki cucu tanpa menantu. Rasa malu kepada Allah bahkan jauh lebih hebat dari rasa malu kepada orang tua dan tetangga. Sebab ia yakin Allah mengetahui segala-galanya, hingga detak pikiran dan bersit hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala bagi banyak orang tua adalah keterbatasannya untuk mentarbiyah anak-anaknya. Ia tak bisa mengajari dan membina putrinya, sebagaimana ia sendiri tak mendalam ilmu agamanya. Sebagai solusinya, orang tua harus mentarbiyah anaknya sesuai kemampuannya, sambil ia juga terus belajar Islam lebih dalam dan segera mentransfer dengan cara terbaik kepada anak-anaknya. Di samping itu, orang tua memilihkan pendidikan yang mampu mentarbiyah anaknya dengan tarbiyah Islamiyah. Ini bisa berupa pesantren, sekolah Islam, atau majelis taklim. Mengikutkan anak-anak sejak dini agar aktif dalam halaqah, juga perlu dilakukan. Itu salah satu sarana efektif, di mana anak-anak kita dibimbing dan dibina oleh murabbi/yah yang akan mentarbiyahnya sama, atau bahkan lebih dari, anak kandung sendiri. [AM09]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-2890240143037563198?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/2890240143037563198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/jagalah-diri-dan-keluargamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/2890240143037563198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/2890240143037563198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/jagalah-diri-dan-keluargamu.html' title='Jagalah Diri dan Keluargamu'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-O_S-zLFEQWA/T28cZYDuvdI/AAAAAAAAEAM/Fw-uX-rvcrA/s72-c/muslim-family.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-1433228282168914897</id><published>2012-03-11T20:00:00.000+07:00</published><updated>2012-03-11T20:50:21.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Dakwah adalah Cinta yang Bergelora</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-w2y_RO5_YU8/Teme-_vWDJI/AAAAAAAACNo/kns-cFnTfE4/s1600/Dakwah%2Badalah%2Bcinta%2B-%2BSemangat.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614193215593122962" src="http://1.bp.blogspot.com/-w2y_RO5_YU8/Teme-_vWDJI/AAAAAAAACNo/kns-cFnTfE4/s320/Dakwah%2Badalah%2Bcinta%2B-%2BSemangat.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 214px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa ini terjadi pada 1941. Di kota Qina di wilayah Sha’id, diselenggarakan acara penyambutan kedatangan Hasan Al Banna yang baru saja dipindahkan Dewan Tinggi Militer ke sana. Para pemuda pramuka yang menyelenggarakan acara tersebut sangat terkejut saat Hasan Al Banna, sambil bersalaman dengan hangat, menyebut nama-nama mereka dengan tepat; seperti orang yang telah kenal sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jika yang bertemu dengan Hasan Al Banna itu orang-orang yang percaya mitos seperti layaknya &lt;i&gt;kejawen&lt;/i&gt;, mereka akan menganggap Hasan Al Banna memiliki ilmu laduni. Tapi ini para pemuda Mesir yang rasional dan telah tersentuh pembinaan Islam. Sebagian dari mereka pun kemudian bertanya bagaimana Hasan Al Banna tahu nama-nama mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika saya menandatangani kartu anggota pramuka,” kata Hasan Al Banna mengungkap rahasianya, “saya menghafal nama yang tertera dan raut wajahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhaanallah… ada dua hal yang luar biasa di sini. Pertama, kesungguhan Hasan Al Banna dalam dakwah hingga menghafal nama dan raut wajah dalam kartu anggota pramuka. Kedua, kejeniusan Hasan Al Banna dalam menghafalkan nama yang hanya butuh waktu sekilas saja. Dua hal luar biasa, namun cukup satu penjelasannya; karena bagi Hasan Al Banna, dakwah adalah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hasan Al Banna adalah legenda dakwah yang melahirkan kebangkitan Islam modern,” tulis Anis Matta dalam &lt;i&gt;Serial Cinta&lt;/i&gt;, “tafsirnya: ia lebih mencintai dakwahnya di atas segalanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dakwah dimaknai sebagai cinta, maka segala potensi dan kemampuan akan dikerahkan untuk keberhasilannya. Ketika dakwah diartikan sebagai cinta, maka segala langkah dan upaya akan ditempuh untuk kemenangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dakwah adalah cinta,” kata Rahmat Abdullah, “dan cinta akan meminta semuanya darimu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peristiwa yang membuktikan Hasan Al Banna sangat mencintai dakwahnya adalah ketika pada suatu hari anaknya sakit. Demam. Demam yang sangat. Padahal saat itu ia ada tugas dakwah yang mengharuskan keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Haruskah kau pergi padahal anak kita demamnya sangat tinggi,” Istri Sang Imam itu bertanya saat dipamiti.&lt;br /&gt;“Kalau aku tidak pergi, apakah anak kita menjadi sembuh?” Hasan Al Banna balik bertanya.&lt;br /&gt;“Tidak,” kata sang Istri, “Tapi bagaimana jika ia meninggal?”&lt;br /&gt;“Kakeknya lebih tahu bagaimana cara memandikan dan mengkafaninya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahu akbar. Adakah cinta kita terhadap dakwah sampai pada level ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dakwah adalah cinta, maka ia pun meningkatkan kekuatan tekad dan perjuangan dai untuk menggapai cintanya. Ketika dakwah itu cinta, maka ia pun mengubah sisi takut menjadi pemberani, mengubah kelemahan jadi kekuatan, dan melipat gandakan kecerdasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika cinta kepada lawan jenis saja mampu mengubah manusia menjadi kreatif, cerdas dan berdaya secara ekonomi serta berani menanggung resiko dan tanggungjawab, cinta dakwah akan membawa efek yang sama, bahkan lebih besar dari itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kau tertarik mengubah paradigma dakwah sebagai cinta? Cintailah dakwah dan cintailah umat yang kau dakwahi, lalu perhatikan apa yang terjadi. [AM09]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-1433228282168914897?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/1433228282168914897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/dakwah-adalah-cinta-yang-bergelora.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/1433228282168914897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/1433228282168914897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/dakwah-adalah-cinta-yang-bergelora.html' title='Dakwah adalah Cinta yang Bergelora'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-w2y_RO5_YU8/Teme-_vWDJI/AAAAAAAACNo/kns-cFnTfE4/s72-c/Dakwah%2Badalah%2Bcinta%2B-%2BSemangat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-7974304862237508490</id><published>2012-03-07T13:00:00.001+07:00</published><updated>2012-03-07T13:39:51.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Wanita-wanita Luar Biasa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-VuV_MzLmFVU/T1cCgBP8VeI/AAAAAAAAD1A/WnjEUsO3T9g/s1600/Akhwat%2B-%2BIlustrasi%2BWanita%2BLuar%2BBiasa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-VuV_MzLmFVU/T1cCgBP8VeI/AAAAAAAAD1A/WnjEUsO3T9g/s320/Akhwat%2B-%2BIlustrasi%2BWanita%2BLuar%2BBiasa.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namanya Ummu Haritsah. Ia mendengar anaknya meninggal dalam perang Badar terkena panah liar. Sebagai seorang ibu, tentu masih ada rasa kehilangan dalam dirinya. Namun ini adalah sosok ibu yang berbeda. Ibu dan wanita yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Haritsah tak puas dengan hanya berita itu. Ia pun datang menghadap Rasulullah. Bukan untuk memastikan anaknya benar-benar telah mati. Tetapi untuk mendapatkan jawaban, apakah kematian anaknya itu tergolong syahid hingga membawanya ke surga, atau justru kematian yang mengantarkan ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Rasulullah," tanya Ummu Haritsah begitu berhasil menghadap Nabi, "di manakah posisi Haritsah? Jika di surga, maka saya ridha atas kematiannya. Namun jika di neraka saya akan meratapinya agar siksanya diringankan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Ummu Haritsah," jawab sang Nabi penuh wibawa, "Sesungguhnya Haritsah anakmu berada di surga Firdaus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhaanallah. Bukan hanya surga, tetapi surga Firdaus, surga tertinggi, surga terindah.  Mendengar itu tenanglah Ummu Haritsah. Kini ia pulang ke rumah dengan senyum merekah dan kebahagiaan yang membuncah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita lainnya bernama Khansa. Khansa binti Amru. Meski wanita, ia ikut dalam barisan jihad melawan pasukan Persia dalam perang Qadisiah. Bersamanya, empat putranya juga turut serta dalam perang yang terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khansa membakar semangat putra-putranya. Ia memeperingatkan mereka agar tak gentar, apapun yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian telah beragama Islam dengan tulus," katanya dengan nada orasi, "kalian mengikuti kaum Muslimin tanpa ada yang memaksa. Kalian berasal dari satu ibu dan satu ayah. Demi Allah, ayah kalian bukanlah orang yang lemah. Paman-paman kalian juga bukan orang yang lemah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat bertempur empat putra perindu surga demikian menggebu. Tanpa rasa takut mereka menyerbu. Pasukan Persia menyambut dengan perlawanan seru. Pedang beradu. Denting suara senjata memenuhi telinga. Lalu satu per satu empat putra Khansa gugur hingga tak tersisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya sedih atau meratap, dari lisan Khansa terdengar syukur terucap. "Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan kesyahidan mereka. Semoga kelak Allah mengumpulkan aku dengan mereka di surga." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita-wanita luar biasa. Merekalah yang mampu mendidik putra-putrinya untuk berjihad membela agama. Merekalah yang menanamkan semangat berislam dan memperjuangkannya ke dalam jiwa buah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita-wanita luar biasa. Merekalah madrasah pertama yang mampu mengukir iman dalam hati anak-anaknya yang masih belia. Mencurahkan kasih sayang dan menumbuhkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka juga ikhlas melepas kepergian anak-anak tercinta ke medan juang, lahan jihad dan lapangan kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah ada wanita-wanita luar biasa seperti Ummu Haritsah dan Khansa? Jawabnya, ada. Setiap zaman masih memungkinkan untuk melahirkan wanita-wanita seperti mereka. Asal kita tahu caranya dan mau mengadopsinya. Dan cara itu telah gamblang dibentangkan Allah dalam Al-Quran dan Rasulullah dalam sunnahnya. Manhaj Qur'ani dan manhaj Nabawi adalah jawabannya. Tarbiyah adalah kuncinya. Insya Allah. []&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-7974304862237508490?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/7974304862237508490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/wanita-wanita-luar-biasa.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/7974304862237508490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/7974304862237508490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/03/wanita-wanita-luar-biasa.html' title='Wanita-wanita Luar Biasa'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-VuV_MzLmFVU/T1cCgBP8VeI/AAAAAAAAD1A/WnjEUsO3T9g/s72-c/Akhwat%2B-%2BIlustrasi%2BWanita%2BLuar%2BBiasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-4152156205588981725</id><published>2012-02-27T10:00:00.001+07:00</published><updated>2012-02-27T10:51:21.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Antara Kader Dakwah dan Singa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-El3nVLWqh_8/T0r9lyWPedI/AAAAAAAADvA/Vdawwj1vrJI/s1600/Singa%2BJantan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-El3nVLWqh_8/T0r9lyWPedI/AAAAAAAADvA/Vdawwj1vrJI/s320/Singa%2BJantan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahukah Anda? Lebih dari 90% perburuan di kalangan singa dilakukan oleh sang betina. Bagaimana dengan para singa jantan? Ternyata mereka enggan mengambil risiko nyawa, atau lebih suka santai dan istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca hasil penelitian ini kita jadi tertegun. Kita lalu membandingkan dengan jumlah aktifis dakwah, komposisi ikhwan dan akhwat, serta aktifitas mereka khususnya dalam dua kerja besar: merekrut dan membina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah acara-acara dakwah dan pertemuan-pertemuan harakah. Hampir selalu jumlah akhwat lebih banyak daripada ikhwan, kalau tidak boleh menyebutnya mayoritas. Lautan jilbab belum juga tertandingi oleh lautan peci atau rambut hitam ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebabnya? Populasi perempuan lebih banyak dari laki-laki? Tidak juga. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 menunjukkan, jumlah penduduk Indonesia 237.556.363 orang; terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan 118.048.783 perempuan. Nah, lebih banyak laki-laki kan? Jadi para ikhwan tidak memiliki alasan bahwa jumlah akhwat lebih banyak karena segmen dakwahnya lebih luas. Tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa? Mereka yang mengamati aktifitas harakah dan partisipasi dakwah akan menemukan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Akhwat lebih rajin menghadiri acara-acara dakwah dan aktifitas harakah daripada ikhwan&lt;br /&gt;2. Jumlah rekrutmen akhwat hampir selalu lebih besar daripada jumlah rekrutmen ikhwan&lt;br /&gt;3.  Semangat akhwat dalam partisipasi dakwah dan membina lebih besar daripada ikhwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kesimpulan ini bersifat general, tidak bermaksud memaknainya secara personal bahwa setiap akhwat pasti lebih rajin atau lebih aktif daripada ikhwan. Ada beberapa pengecualian, bahwa akhwat-akhwat tertentu tidak lebih rajin daripada ikhwan, sebagaimana ada ikhwan-ikhwan tertentu yang tidak kalah semangat merekrut dan membina dibandingkan dengan akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan singkat ini hanya mengingatkan kita, khususnya para ikhwan: jadilah kita pelopor kebajikan, aktifis dakwah yang memiliki &lt;i&gt;syaja'ah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;hamasah&lt;/i&gt;, siap berburu pahala. Karena kita bukanlah singa jantan yang malas atau takut cedera. [Muchlisin] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-4152156205588981725?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/4152156205588981725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/02/antara-kader-dakwah-dan-singa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/4152156205588981725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/4152156205588981725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/02/antara-kader-dakwah-dan-singa.html' title='Antara Kader Dakwah dan Singa'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-El3nVLWqh_8/T0r9lyWPedI/AAAAAAAADvA/Vdawwj1vrJI/s72-c/Singa%2BJantan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-8220985388722678787</id><published>2012-02-18T09:00:00.002+07:00</published><updated>2012-02-18T09:41:16.825+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Mengapa Harus Menikah dengan Akhwat (2)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TUYJd24xG9I/AAAAAAAABw8/ZEoZHfwjjWg/s1600/akhwat%2Bberdoa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TUYJd24xG9I/AAAAAAAABw8/ZEoZHfwjjWg/s200/akhwat%2Bberdoa.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas... kok belum berkemas-kemas... mukhayam itu nggak berat lho. Selain menyehatkan jasad, yang lebih penting, ia bagian dari &lt;i&gt;i'dad&lt;/i&gt;, persiapan dan latihan berjihad. Mas kebanggaan kami, si kecil kelak akan mencontoh Mas,” kata seorang akhwat sambil mengelus-elus pundak suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adik bantu mengemasi ya...” belum keluar jawaban dari bibir suaminya, akhwat itu telah mengeluarkan tas ransel dari lemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami yang tadinya ogah-ogahan mulai berdiri. Bangkit mengambil hp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ustadz, saya besuk ikut berangkat mukhayam,” kata ikhwan itu, kini tanpa ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, kemarin katanya kesulitan cuti?,” terdengar jawaban dari balik hp &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau masalah kerja insya Allah bisa diatur, Ustadz.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah inti dialog suami-istri yang sama-sama aktifis dakwah. Saya yakin, dialog yang kurang lebih sama tidak hanya terjadi di hari itu, di keluarga itu. Ada banyak dialog yang berisi penguatan, motivasi, dan peneguhan dari akhwat kepada suaminya. Mungkin dialog yang lain bukan hanya menyemangati sang suami untuk berangkat mukhayam. Dan mungkin saja dialog itu pernah terjadi di keluarga kita. (Senyum dong kalau Antum pernah mengalaminya :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan yang pertama, &lt;a href="http://www.bersamadakwah.com/2012/01/mengapa-harus-menikah-dengan-akhwat-1.html"&gt;Mengapa Harus Menikah dengan Akhwat (1)&lt;/a&gt;, ada banyak tanggapan baik yang setuju maupun kurang setuju. Termasuk komentar-komentar di facebook yang jumlahnya lebih banyak lagi. Sebagian tanggapan tidak setuju dengan penggunaan istilah akhwat karena konotasinya yang sempit. Sebagian menafsirkan bahwa akhwat adalah wanita shalihah, dan istilah wanita shalihah lebih tepat digunakan. Sebagian lagi berdalih bahwa tidak semua akhwat itu shalihah. Wal iyadzu billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang saya maksudkan dengan akhwat? Wanita shalihah secara umumkah? Tidak, saya benar-benar bermaksud menggunakan istilah akhwat dalam arti yang sempit. Yakni muslimah yang tertarbiyah Islamiyah sehingga ia tidak saja menjadi wanita shalihah tetapi juga muslihah. Baik secara pribadi sekaligus terlibat dalam dakwah untuk memperbaiki orang lain. Maka akhwat yang saya maksudkan adalah mereka yang tersibghah dengan tarbiyah Islamiyah hingga mencapai muwashafat; tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepribadian Islam (syakhsiyah Islamiyah) sekaligus kepribadian dai (syakhsiyah Da'iyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja yang saya maksudkan dengan “harus” itu bukan wajib dalam terminologi Hukum Taklifi bahasan Fiqih. Bukankah menikah dengan akhwat tertarbiyah itu tidak termasuk syarat atau rukun Nikah? Dan yang saya tuju untuk renungan ini adalah para ikhwan. Mengapa harus menikah dengan akhwat? Seri tulisan ini mencoba untuk saling berbagi dan -kalau boleh- merekomendasikan kepada para ikhwan agar memilih akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya? Yang pertama sudah kita bahas beberapa waktu yang lalu; kesetiaan. Akhwat yang telah tertarbiyah, ia setia kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebagai buah kesetiaan kepada Allah dan Rasul-Nya ia juga sangat setia kepada suaminya. Kesetiaan yang hakiki dan terpancar kuat dalam sikap dan ucapan ini berdampak besar bagi suami. Sang suami bisa lebih tenang, lebih damai,  lebih khusyu' dalam beribadah, fokus dalam bekerja, &lt;i&gt;concern&lt;/i&gt; dalam meniti karir atau mengembangkan bisnis, dan serius dalam berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, seperti dialog di atas, akhwat menjadi sahabat dakwah. Ia mampu menjadi motivator di saat kita lemah. Ia mampu menguatkan kembali komitmen dakwah kita di saat kita malas. Ia mampu menjadi peneguh saat kita mulai goyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk membangun keluarga muslim yang dilandasi taqwa,” tulis Syaikh Musthafa Masyhur dalam &lt;i&gt;Fiqhud Dakwah&lt;/i&gt;, pertama kali seorang Muslim harus mencari pasangan yang baik keislamannya dan yang memahami tugas risalah hidupnya. Menjadikan pasangan hidupnya sebagai sahabat dakwah yang baik, yang selalu dapat mengingatkannya jika ia lupa, memberi motivasi berdakwah dan tidak menghalanginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri itu memiliki pengaruh besar dalam kehidupan suami. Ada banyak contoh suami yang sebenarnya biasa-biasa saja, tetapi setelah sekian tahun menikah ia menjadi luar biasa karena motivasi istrinya. Bukan hanya dalam dakwah, tetapi juga dalam ibadah. Ada suami yang beberapa tahun silam tilawahnya terbata-bata, tetapi kini ia yang biasa membetulkan tilawah teman-temannya. Ia serius mengikuti tahsin karena dorongan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula orang yang jarang qiyamullail, tiba-tiba menjadi rajin setelah menikah karena istrinya yang dengan cara “penuh cinta” membangunkannya. Ia mengingatkan kita pada sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allah  merahmati wanita yang bangun di tengah malam, ia shalat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan bangun, ia meneteskan air ke wajahnya.&lt;/i&gt; (HR. Abu Daud, shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, tidak sedikit lelaki yang terjungkal karena istrinya. Bahkan tidak terkecuali ikhwan, para aktifis dakwah. Bayangkan jika istri pada cerita di atas mengubah dialognya: “Iya Mas, lebih baik Mas di rumah saja. Ngapain juga capek-capek di hutan, di gunung. Kalau ada apa-apa bagaimana coba. Mana Mas gak punya asuransi lagi. Kalau sampai lebih dari itu? Mas rela saya jadi janda dan si kecil jadi yatim?  Mas rela kalau nanti ada orang lain yang nikahi saya?” Bisa dipastikan ikhwan itu semakin “teguh pendirian” untuk tidak berangkat. Dan... banyak alasan yang bisa dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana mampu memotivasi mad'u dan mutarabbinya, akhwat juga memiliki kekuatan yang sama -bahkan lebih besar- untuk memotivasi suaminya. Karena itulah mengapa kita perlu -bahkan harus- menikah dengan akhwat. Bagaimana pendapat antum? [Muchlisin] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-8220985388722678787?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/8220985388722678787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/02/mengapa-harus-menikah-dengan-akhwat-2.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/8220985388722678787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/8220985388722678787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/02/mengapa-harus-menikah-dengan-akhwat-2.html' title='Mengapa Harus Menikah dengan Akhwat (2)'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TUYJd24xG9I/AAAAAAAABw8/ZEoZHfwjjWg/s72-c/akhwat%2Bberdoa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-4513160053154777135</id><published>2012-02-02T22:47:00.002+07:00</published><updated>2012-02-03T07:21:10.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Maulid Nabi: Kelahiran Muhammad adalah Rahmat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-otQCx4Hg3b4/TypKUgqLceI/AAAAAAAADk4/qy6uCPyAqlI/s1600/Muhammad%2BRasulullah%2B-%2Bkaligrafi%2Bfor%2BMaulid%2BNabi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-otQCx4Hg3b4/TypKUgqLceI/AAAAAAAADk4/qy6uCPyAqlI/s320/Muhammad%2BRasulullah%2B-%2Bkaligrafi%2Bfor%2BMaulid%2BNabi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Maulid nabi&lt;/b&gt; atau kelahiran Rasulullah diyakini oleh sebagian besar umat Islam Indonesia terjadi pada tanggal 12 Rabiul Awal di tahun gajah. Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury di dalam &lt;i&gt;Ar-Rakhiqul Makhtum&lt;/i&gt; berpendapat tanggal 9 Rabiul Awal. Sedangkan Tamim Ansary dalam &lt;i&gt;Destiny Disrupted: A History of the World through Islamic Eyes&lt;/i&gt; justru mengatakan tanggalnya yang tepat tidak diketahui karena tak seorang pun memberi banyak perhatian pada saat kelahiran Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang pasti, berdasarkan hadits shahih, Rasulullah lahir pada hari Senin. Satu lagi yang pasti, kelahiran Rasulullah adalah rahmat. Bagaimana tidak, sementara beliau yang empat puluh tahun kemudian diangkat sebagai nabi dan Rasul. Sekaligus penutup para nabi dan penghulu para rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menunjukkan sifat Rasulullah dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: traditional arabic;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin&lt;/i&gt; (QS. At-Taubat : 128)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah kembali ayat di atas. Bukankah dengan demikian kelahiran Nabi adalah rahmat yang sangat besar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah tidak mengatakan 'rasul dari kalian' tetapi mengatakan 'dari kaummu sendiri'," kata Sayyid Qutb saat menjelaskan ayat ini dalam &lt;i&gt;Fi Zhilalil Qur'an&lt;/i&gt;, "ungkapan ini lebih sensitif, lebih dalam hubungannya dan lebih menunjukkan ikatan yang mengaitkan mereka. Karena beliau adalah bagian dari diri mereka, yang bersambung dengan mereka dengan hubungan jiwa dengan jiwa, sehingga hubungan ini lebih dalam dan lebih sensitif."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah SWT menyebutkan limpahan nikmat yang telah diberikan-Nya kepada orang-orangy mukmin melalui seorang rasul yang diutus oleh-Nya dari kalangan mereka sendiri," tulis Ibnu Katsir saat menjelaskan ayat yang sama, "yakni dari bangsa mereka dan sebahasa dengan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah merasakan beratnya penderitaan dan kesulitan umatnya, bahkan lebih berat bagi Rasulullah daripada apa yang dirasakan oleh umatnya sendiri. Maka setiap saat yang diperjuangkan adalah umat, yang dibela adalah umat, yang dipikirkan menjelang wafat adalah umat. "Ummatii... ummatii...", kata Rasulullah yang selalu memikirkan umatnya menjelang wafatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga sangat menginginkan umatnya memperoleh hidayah serta kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Maka segala hal yang diperintahkan Allah untuk disampaikan kepada umatnya telah beliau sampaikan. Segala hal yang mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka beliau paparkan. Bahkan Rasulullah menyimpan doa terbaiknya untuk umatnya kelak di &lt;i&gt;yaumul hisab&lt;/i&gt; agar umatnya beroleh syafaat. Itulah bentuk-bentuk kasih sayang Rasulullah kepada umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tergantung kita, apakah mau mengikuti petunjuk Rasulullah atau menentangnya. Mengambil sunnah atau membuangnya. Mengikuti ajarannya atau meninggalkannya. Meneladaninya atau mengabaikannya. Orang mukmin pasti memilih yang pertama, karena itulah bukti cintanya pada Allah dan Rasul-Nya, sekaligus jalan keselamatan dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bagian penting dari refleksi &lt;b&gt;maulid Nabi&lt;/b&gt;. Kelahiran Rasulullah yang merupakan rahmat, seharusnya membuat kita menjadi umatnya yang selamat dan memperoleh syafaat dengan jalan mencintainya dan menghirupkan sunnahnya. []&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-4513160053154777135?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/4513160053154777135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/02/maulid-nabi-kelahiran-muhammad-adalah.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/4513160053154777135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/4513160053154777135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/02/maulid-nabi-kelahiran-muhammad-adalah.html' title='Maulid Nabi: Kelahiran Muhammad adalah Rahmat'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-otQCx4Hg3b4/TypKUgqLceI/AAAAAAAADk4/qy6uCPyAqlI/s72-c/Muhammad%2BRasulullah%2B-%2Bkaligrafi%2Bfor%2BMaulid%2BNabi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-3402350023167455710</id><published>2012-01-22T16:20:00.002+07:00</published><updated>2012-01-24T14:34:29.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Mengapa Harus Menikah dengan Akhwat? (1)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TUYJd24xG9I/AAAAAAAABw8/ZEoZHfwjjWg/s1600/akhwat%2Bberdoa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TUYJd24xG9I/AAAAAAAABw8/ZEoZHfwjjWg/s200/akhwat%2Bberdoa.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sudah aku bilang berkali-kali, jangan pergi-pergi ketika aku tidak ada di rumah," katanya dengan nada marah membuat orang di sebelahnya ikut mendengar jelas, "aku peringatkan lagi ya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama orang yang tadinya satu pesawat denganku itu menelepon istrinya. Kepergiannya ke luar pulau ternyata "dimanfaatkan" oleh istrinya untuk pergi jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya lelaki itu yang kepergiannya dibayang-bayangi kekhawatiran dan ketidaktenangan. Ada sekian banyak -ratusan ribu sampai jutaan- suami yang galau ketika meninggalkan rumah karena istrinya. Entah karena ia tidak terlalu percaya kepada istrinya atau istrinya yang tidak pantas dipercaya, atau karena kedua-duanya sekaligus. Entah karena ia meragukan kesetiaan istrinya atau istrinya memang terbukti tidak setia, atau karena keduanya sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kasus yang bahkan lebih parah, terjadi di masyarakat. Kita mungkin sering mendapati kasus-kasus itu diberitakan di media massa. Beberapa bulan yang lalu misalnya, seorang istri memasukkan laki-laki lain ke rumahnya di tengah malam saat suaminya masuk kerja shift tiga. Suaminya yang saat itu pulang mendadak marah karena ada lelaki tanpa baju terbirit-birit keluar dari rumahnya. Kejadian yang terjadi di sebuah daerah di Jawa Timur itu menjadi terkenal karena para tetangga mendemo memprotes wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan berikutnya juga ada kejadian mirip di daerah lain. Bedanya, wanita yang berselingkuh ditinggal kerja suaminya ke luar kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa runyamnya hidup seperti itu. Ketika istri tidak setia. Ketika istri tidak menenangkan. Kalaupun tidak sampai pada level selingkuh separah dua kasus terakhir di atas, istri yang tidak setia 100% akan cukup menguras emosi suami. Ketidaktenangan saat berada di luar rumah, terlebih saat bekerja, tentu sangat mengganggu kesuksesan suami. Ibadah terpengaruhi tidak tenang, shalat tidak khusyu', dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat, adalah wanita istimewa. Insya Allah tidak berlebihan jika saya menyebutkan demikian. Celupan tarbiyah Islamiyah membentuknya menjadi pribadi muslimah yang menjadikan iman sebagai orientasinya. Jadilah kesetiaan kepada Allah dan rasul-Nya sebagai prinsip hidupnya. Dengan demikian, kesetiaan kepada suami, kesetiaan pada ikatan pernikahan adalah harga mati yang terus dijaga sebagai wujud kesetiaan kepada Allah dan rasul-Nya. Suami di rumah maupun pergi, bersamanya maupun keluar kota, travelling atau bekerja, istri tetap setia; menjaga kepercayaan suaminya, menjaga kehormatan diri, rumah dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah dengan akhwat, dengan demikian merupakan langkah membangun keluarga yang tenang; sakinah. Suami tenang ketika di rumah, tenang pula ketika keluar rumah. Suami 100% percaya kepada istri, istri 100% menjaga kepercayaan itu. Suami tidak terganggu dengan prasangka terhadap istri, sehingga emosinya stabil dan terjaga. Ia pun bisa lebih khusyu' dalam beribadah, fokus dalam bekerja, &lt;i&gt;concern&lt;/i&gt; dalam meniti karir dan serius dalam berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maukah kutunjukkan kepadamu sebaik-baik milik lelaki?," sabda Rasulullah suatu ketika kepada Umar bin Khatab, "yaitu istri salihah yang jika dipandang suaminya ia menyenangkan, jika diperintah ia mentaati, dan jika ditinggal pergi ia menjaga diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter wanita shalihah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud di atas insya Allah ada dalam diri akhwat. Karena itulah mengapa kita perlu -bahkan harus- menikah dengan akhwat. Bagaimana pendapat antum? [Muchlisin]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-3402350023167455710?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/3402350023167455710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/01/mengapa-harus-menikah-dengan-akhwat-1.html#comment-form' title='30 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/3402350023167455710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/3402350023167455710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/01/mengapa-harus-menikah-dengan-akhwat-1.html' title='Mengapa Harus Menikah dengan Akhwat? (1)'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TUYJd24xG9I/AAAAAAAABw8/ZEoZHfwjjWg/s72-c/akhwat%2Bberdoa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>30</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-5504873496951391806</id><published>2012-01-15T07:00:00.002+07:00</published><updated>2012-01-16T07:19:05.550+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Cinta Itu Artinya Setia</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TNZq6ZDxcPI/AAAAAAAABqA/Mpt-nk-lL6E/s1600/Cinta.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536730343290269938" src="http://3.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TNZq6ZDxcPI/AAAAAAAABqA/Mpt-nk-lL6E/s200/Cinta.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 225px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta itu tidak selalu bisa diucapkan. Ada suami yang telah bertahun-tahun hidup bersama istrinya, namun tak sekalipun istrinya mendengar ia mengucapkan cinta. "Aku cinta kamu, sayang", "I love You", maupun kalimat-kalimat sejenisnya, tak pernah berbisik di telinga sang istri. Mungkin ayah atau kakek kita adalah contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun ada, istri yang tak pernah terdengar mengucap cinta pada suaminya. Biasanya perempuan seperti ini adalah istri dari suami yang juga tak mengatakan cinta. Mereka tidak mengucapkan cinta bukan berarti tak cinta. Karena cinta itu tak selalu mampu diucapkan, tetapi cinta dapat mereka rasakan dari pasangannya. Ada getar-getar yang begitu nyata mereka rasakan di kala berdekatan, berkomunikasi, bermadu kasih, perhatian, dan kesetiaan. Bagi mereka itu sudah cukup menjadi bukti cinta, tanpa harus keluar langsung dari lisan pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, ada suami atau istri yang sebenarnya tidak mencintai pasangannya, namun mereka mengatakan cinta. Buktinya adalah, mereka tidak setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku cinta kamu", "I love You, honey", dan kalimat sejenis begitu mudah terucap dari bibir mereka. Namun bibir yang mengucap kalimat itu berkhianat dengan memagut bibir wanita lain di luar pengetahuan istrinya. Ia meyakinkan pasangannya dengan ikrar lisan, namun hatinya terikat pada lelaki atau wanita di luar sana. Ternyata tidak sedikit orang yang berselingkuh rajin mengucap cinta untuk menutupi kepura-puraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga. Sepintar-pintarnya orang menyembunyikan "pengkhianatan" kepada suami atau istrinya, suatu saat terbongkar juga. Ada yang ketahuan di belakang hari oleh istrinya sendiri, ada yang terpergok teman atau kerabat lalu disampaikan ke istri. Mungkin ada pula yang baru diketahui setelah ia meninggalkan dunia ini. Atau bahkan ada yang aman hingga Allah yang membuka rahasianya di &lt;i&gt;yaumul hisab&lt;/i&gt; nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu yang ideal untuk masa sekarang adalah pasangan suami istri yang saling menyatakan cintanya dan setia dengan cinta yang diucapkannya. Terlebih bagi mereka yang tak saling kenal sebelumnya, kecuali sebatas &lt;i&gt;ta'aruf&lt;/i&gt; menjelang pernikahan. Pernyataan cinta, sesegera setelah akad nikah, akan menyegerakan "kepastian" yang ditunggu istri atau suami bahwa keluarga mereka adalah keluarga cinta. Lalu kesetiaan itu semakin mengokohkan jiwa dan menyemaikan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah menasehati sahabatnya untuk menyatakan cinta kepada sahabat lain yang dicintainya; cinta karena ukhuwah, cinta dalam persaudaraan Islam. Maka kepada istri atau suami, cinta lebih berhak dinyatakan. Karena Rasulullah di lain kesempatan mensabdakan bahwa tak ada cinta antara dua orang yang melebihi pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu artinya setia. Jika engkau setia, maka cintamu hanya untuk istrimu saja. Cinta itu artinya setia. Jika engkau setia, maka tanganmu hanya untuk istrimu, takkan membelai wanita lainnya. Cinta itu artinya setia. Jika engkau setia, maka bibirmu hanya untuk istrimu, takkan bersentuhan dengan bibir wanita lain. Apalagi "kehormatan" mu. []&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-5504873496951391806?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/5504873496951391806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/01/cinta-itu-artinya-setia.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/5504873496951391806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/5504873496951391806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/01/cinta-itu-artinya-setia.html' title='Cinta Itu Artinya Setia'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TNZq6ZDxcPI/AAAAAAAABqA/Mpt-nk-lL6E/s72-c/Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-6829129330158996778</id><published>2012-01-14T08:14:00.002+07:00</published><updated>2012-01-16T07:21:55.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Malas Beribadah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/S7riVao16RI/AAAAAAAABHM/We4t2ZuFDfo/s1600/Masjid-8.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456922756068534546" src="http://3.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/S7riVao16RI/AAAAAAAABHM/We4t2ZuFDfo/s200/Masjid-8.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 225px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah kita malas untuk pergi ke masjid, khususnya pada waktu shalat isya dan subuh? Atau kini kita sedang mengalaminya? Malas untuk shalat malam walaupun kita sempat terbangun? Mungkin kita perlu melihat sisi lain malas beribadah agar kembali bersemangat menunaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Aidh Al Qarni mencantumkan malas beribadah ini sebagai karakter kelima orang munafik. Dalam bukunya &lt;i&gt;Tsalatsuna 'Alamatan lil Munafiqin&lt;/i&gt;, beliau menjelaskan hal itu seraya menampilkan karakter kebalikannya yang dimiliki kaum mukminin, yaitu semangat beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;...dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas...&lt;/i&gt; (QS. An-Nisa : 142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah firman Allah memotret karakter orang munafik. Mungkin orang munafik itu masih menunaikan shalat, namun ia menjalankannya dengan malas. "Orang-orang munafik pada masa dahulu," kata Aidh Al Qarni, "juga mengerjakan shalat bersama Rasulullah, tetapi mereka mengerjakannya dengan malas." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, semestinya kita takut seandainya kita malas beribadah, itu menjadi pertanda kita dihinggapi kemunafikan. Malas beribadah dalam arti yang luas, tidak terbatas pada shalat. Aidh Al Qarni menjelaskan bahwa malas puasa, malas berzikir, malas menghadiri halaqah atau majelis ilmu, dan malas berdakwah juga termasuk tanda kemunafikan, sebagaimana malas shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, orang mukmin memiliki semangat dan vitalitas dalam beribadah. Rasulullah dan para sahabat menjadi contoh utama dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aswad bin Yazid bertanya kepada Aisyah, "Kapan Rasulullah bangun untuk shalat malam?" Aisyah menjawab, "Beliau selalu bangun jika mendengar ayam berkokok." Aisyah melanjutkan, "Lalu beliau melompat dengan suatu lompatan." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah semangat Rasulullah  dalam beribadah. Aisyah tidak mengatakan "beliau berdiri", tetapi "beliau melompat." Subhaanallah. Benar-benar menggambarkan vitalitas dalam beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat dan orang-orang shalih terdahulu juga memberikan contoh yang luar biasa. Mereka memiliki semangat, antusias dan vitalitas beribadah; menggambarkan luapan keimanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Urwah bin Zubair biasa shalat sunnah di malam hari,” kenang Ibnu Syaudzab, “dengan menghabiskan seperempat Al-Qur’an.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Urwah bin Zubair tidak pernah meninggalkan dzikir malam,” tambah Abdullah bin Muhammad bin Ubaid menguatkan, “kecuali saat kakinya diamputasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama 50 tahun,” kata Abdul Mu’in bin Idris dari ayahnya, “Sa’id bin Musayyab shalat Shubuh dengan wudhu Isya”. Hebatnya lagi, selama 50 tahun itu Sa’id bin Musayyab tidak pernah tertinggal takbiratul ula, juga tidak pernah melihat punggung jama’ah karena tidak pernah berada di shaf kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan Imam Tirmirzi semangat beribadah, khususnya shalat berjamaah dikaitkan langsung sebagai bukti keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Barangsiapa yang kalian lihat biasa ke masjid, saksikanlah bahwa ia beriman&lt;/i&gt; (HR. Tirmidzi dan lain-lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian halnya, adakah pilihan lain bagi kita selain memerangi kemalasan? Takutlah kita jika kemalasan tidak lain adalah tanda kemunafikan yang menghinggapi kita, meskipun itu adalah nifaq amali. []&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-6829129330158996778?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/6829129330158996778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/01/malas-beribadah.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/6829129330158996778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/6829129330158996778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2012/01/malas-beribadah.html' title='Malas Beribadah'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/S7riVao16RI/AAAAAAAABHM/We4t2ZuFDfo/s72-c/Masjid-8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4661011185558750656.post-71728029950031552</id><published>2011-12-28T09:00:00.002+07:00</published><updated>2011-12-28T09:45:18.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Wahai Pemuda, Inilah 40 Assabiqunal Awwalun</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lbHHO1C9nXk/TvqCLyhxD1I/AAAAAAAADQc/Dw2FKuqN_70/s1600/Pemuda%2B-%2BHasan%2BAl%2BBanna.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-lbHHO1C9nXk/TvqCLyhxD1I/AAAAAAAADQc/Dw2FKuqN_70/s320/Pemuda%2B-%2BHasan%2BAl%2BBanna.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai pemuda, jika semangat dakwahmu melemah, lihatlah mereka para &lt;b&gt;assabiqunal awwalun&lt;/b&gt; yang ditempa Rasulullah SAW di rumah Arqam bin abi Arqam. Tak kurang 25 dari 40 orang &lt;b&gt;assabiqunal awwalun&lt;/b&gt; itu berusia di bawah 30 tahun. Mereka adalah pemuda! Sepertimu! Dan sejarah kemenangan selalu diukir oleh para pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oleh karena itu," kata Hasan Al Banna dalam &lt;i&gt;Majmu'atur Rasail&lt;/i&gt;, "sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai pemuda, semestinya kita malu jika usia kita masih muda, status kita pemuda, tetapi kita tidak memiliki semangat juang dalam menegakkan kebenaran dan mendakwahkan Islam. Apa artinya menjadi pemuda jika energi dan vitalitas untuk bergerak tidak dimiliki? Apa artinya menjadi pemuda jika sikap diam menghalangi diri berkebajikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemuda yang tidak memiliki semangat dakwah," kata Imam Syafi'i dalam antologi syairnya, "takbirkanlah ia empat kali, karena sesungguhnya ia telah mati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah mereka, para &lt;b&gt;assabiqunal awwalun&lt;/b&gt; yang ditarbiyah Rasulullah di rumah Arqam bin Abi Arqam. Tidakkah kita iri dengan mereka yang usianya masih belia tetapi menjadi tonggak dakwah Islam dengan segala konsekuensi dan resikonya. Lepas dari mereka disebut sebagai &lt;i&gt;kutlah &lt;/i&gt;oleh harakah tertentu dan disebut sebagai &lt;i&gt;kataib &lt;/i&gt;oleh harakah lainnya, tak kurang 25 dari 40 sahabat itu berusia kurang dari 30 tahun. Mari simak nama-nama &lt;b&gt;assabiqunal awwalun&lt;/b&gt; ini, lihatlah usianya dan seraplah semangat juang mereka: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ali bin Abu Thalib berusia 8 tahun&lt;br /&gt;2. Zubair bin Awwam berusia 8 tahun&lt;br /&gt;3. Thalhah bin Ubaidillah berusia 11 tahun&lt;br /&gt;4. Arqam bin Abi Arqam berusia 12 tahun&lt;br /&gt;5. Abdullah bin Mas'ud berusia 14 tahun&lt;br /&gt;6. Sa'ad bin Abi Waqash berusia 17 tahun&lt;br /&gt;7. Mas'ud bin Rabi'ah berusia 17 tahun&lt;br /&gt;8. Abdullah bin Mazhun berusia 17 tahun&lt;br /&gt;9. Ja'far bin Abu Thalib berusia 18 tahun&lt;br /&gt;10. Qudamah bin Mazhun berusia berusia 19 tahun&lt;br /&gt;11. Sa'id bin Zaid berusia &amp;lt; 20 tahun&lt;br /&gt;12. Shuhaib ar-Rumi berusia &amp;lt; 20 tahun&lt;br /&gt;13. Zaid bin Haristah berusia sekitar 20 tahun&lt;br /&gt;14. Utsman bin Affan berusia sekitar 20 tahun&lt;br /&gt;15. Thulaib bin Umair berusia sekitar 20 tahun&lt;br /&gt;16. Khabab bin Al-Art berusia sekitar 20 tahun&lt;br /&gt;17. Saib bin Mazhun berusia sekitar 20 tahun&lt;br /&gt;18. Amir bin Fuhairah berusia berusia 23 tahun&lt;br /&gt;19. Mush'ab bin Umair berusia 24 tahun&lt;br /&gt;20. Miqdad bin Al-Aswad berusia berusia 24 tahun&lt;br /&gt;21. Abdullah bin Jahsy berusia 25 tahun&lt;br /&gt;22. Umar bin Khatab berusia 26 tahun&lt;br /&gt;23. Abu Ubaidah bin Jarah berusia 27 tahun&lt;br /&gt;24. Utbah bin Ghazwan berusia 27 tahun&lt;br /&gt;25. Abu Hudzaifah bin Utbah berusia sekitar 30 tahun&lt;br /&gt;26. Bilal bin Rabah berusia sekitar 30 tahun&lt;br /&gt;27. 'Ayash bin Rabi'ah berusia sekitar 30 tahun&lt;br /&gt;28. 'Amir bin Rabi'ah berusia sekitar 30 tahun&lt;br /&gt;29. Na'im bin Abdullah berusia sekitar 30 tahun&lt;br /&gt;30. Utsman bin Mazhun berusia sekitar 30 tahun&lt;br /&gt;31. Abu Salmah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi berusia sekitar 30 tahun&lt;br /&gt;32. Abdurrahman bin Auf berusia sekitar 30 tahun&lt;br /&gt;33. Ammar bin Yasar berusia sekitar 30-40 tahun&lt;br /&gt;34. Abu Bakar Ash Shidiq berusia 37 tahun&lt;br /&gt;35. Hamzah bin Abdul Muthalib berusia 42 tahun&lt;br /&gt;36. Ubaidah bin Al-Harits berusia 50 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain 36 nama di atas, ada beberapa shahabiyah &lt;b&gt;assabiqunal awwalun&lt;/b&gt; seperti Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Khatab, Ummu Aiman, Ruqayyah, dan Sumayyah. Nama yang disebut terakhir ini menjadi syahidah pertama fi sabilillah bersama suaminya yang juga syahid: Yasir. Sehingga keduanya tidak dimasukkan ke dalam nama-nama sahabat yang dibina Rasulullah di rumah Arqam bin Abi Arqam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pemuda, artinya adalah menjadi manusia yang bersemangat. Menjadi pemuda, artinya adalah menjadi orang-orang yang mampu bergerak cepat. Menjadi pemuda, artinya menjadi pribadi tangguh yang siap menyelamatkan umat. Para pemuda pendahulu kita telah memberikan contoh dan menjadi teladan, jika engkau tak juga menemukan siapa mereka, lihatlah mereka &lt;b&gt;assabiqunal awwalun&lt;/b&gt;; generasi pertama dari kalangan sahabat. &lt;i&gt;[Muchlisin]&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4661011185558750656-71728029950031552?l=www.bersamadakwah.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bersamadakwah.com/feeds/71728029950031552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2011/12/wahai-pemuda-inilah-40-assabiqunal.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/71728029950031552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4661011185558750656/posts/default/71728029950031552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bersamadakwah.com/2011/12/wahai-pemuda-inilah-40-assabiqunal.html' title='Wahai Pemuda, Inilah 40 Assabiqunal Awwalun'/><author><name>Admin BeDa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17749093855368398730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hD4D5mC_vlc/T7Guubv4RiI/AAAAAAAAEic/xrY3eBivBCM/s220/Bersama%2BDakwah%2B-%2Blogo%2Bprofil%2BFB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lbHHO1C9nXk/TvqCLyhxD1I/AAAAAAAADQc/Dw2FKuqN_70/s72-c/Pemuda%2B-%2BHasan%2BAl%2BBanna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry></feed>
